cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2012)" : 5 Documents clear
PEMBELAJARAN NAHWU / SHARAF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MEMBACA DAN MEMAHAMI LITERATUR BAHASA ARAB KONTEMPORER PADA SANTRI PESANTREN MAJLIS TARBIYATUL MUBTADI-IEN (MTM) DESA KEMPEK KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON Zaenuddin, Rodliyah
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca dan memahami literatur berbahasa Arab diyakini sebagai syarat mutlak bagi setiap individu yang akan melakukan kajian keilmuan secara umum dan kajian Islam secara khusus. Karena dengan memiliki keterampilan tersebut orang dapat terus berinteraksi dengan bahasa Arab melalui surat kabar, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah. serta dapat mengakses program bahasa Arab di Internet. Terlebih lagi bagi orang Islam, keterampilan ini dapat memudahkannya untuk memahami ajaran Islam dari sumber aslinya ya’ni Al-Qur’an dan al-Sunnah serta hasil karya ilmuwan muslim yang berbahasa Arab. Untuk dapat memiliki kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Arab yang tidak bersyakl, membutuhkan perangkat ilmu yang mendukung, setidaknya ilmu Nahwu, ilmu Sharaf dan penguasaan Mufradat (Kosa kata).Di Desa Kempek kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon terdapat sebuahpesantren salaf dengan nama Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM). Di pesantren ini sangat mengedepankan pentingnya pembelajaran Ilmu Nahwu dan Sharaf, sehingga ada 5 kitab nahwu klasik secara berturut-turut dipelajari dan menjadikannya sebagai nama kelas dari 7 jenjang kelas yang ada. Hal di atas dipertegas oleh pandangan masyayikh pesantren ini, dengan menjuluki  kedua ilmu sebagai ilmu alat untuk dapat menguasai kitab kuning, sehingga jika ada seorang alim yang membaca literatur berbahasa Arab, kemudian keliru membaca syaklnya maka kepakaran beliau dalam ilmu agama sangatdiragukan.Penelitian ini merupakan upaya investigasi terhadap pembelajaran Nahwu dan Sharaf di Pesantren Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Kempek Gempol Cirebon dalam rangka menemukan pola pembelajarannya serta implikasinya terhadap kemampuan santri dalam membaca literatur berbahasa Arab kontemporer. Hal ini karena penggunaan kedua ilmu tersebut sudah disepakati oleh para ahli bahasa Arab berfungsi sebagai alat untuk membantu agar dapat membaca literatur berbahasa Arab yang tidak bersyakl, baik kitabklasik maupun wacana kontemporer. Oleh karenanya kedua ilmu tersebut sering dikenal dengan sebutan ilmu alat. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal lain yang turut serta mendukung keberhasilan pembelajaran keterampilan membaca (Qira’ah) tersebut. Dari hasil tes yang sudah dilakukan diketahui bahwa tidak seluruh santri kelas Alfiyah Tsaniyah dapat memberikan syakl secara tepat pada kata yang sesuai dengan jenis kata dalam konteks (penerapan ilmu sharaf). Selain itu  tidak semua dari mereka membubuhi harokat akhir dengan benar, yaitu sesuai dengan kedudukan kata (I’rab) dalam kalimat tersebut (penerapan ilmu nahwu), Bahkan dapat dikatakan bahwa dari sejumlah responden tersebut tidak ada seorangpun yang tidak membuat kekeliruan dalam memberikan syakl. Terlebih lagi ketika mereka menjelaskan fahm al-maqru dengan menterjemahkan teks. Mereka dapat menterjemahkan hanya beberapa baris saja dan kurang mengena pada yang dimaksud oleh teks tersebut, terlebih lagi ada di antara mereka yang sama sekali tidak menterjemahkannya. Penelitian ini merekomendasikan untuk menyederhanakan gramatika bahasa Arab dalam bentuk yang lebih simple dan lebih mudah difahami sehingga menjadi fungsional, yaitu dapat membantu untuk dapat memberi syakl pada teks gundul .dan mampu memahami teks tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan cara memasukkan gramatika yang menjadi target ke dalam teks dialog atau teks wacana. Dalam mengenalkan istilah yang terdapat dalam nahwu, juga melalui konteks susunan bahasa. Artinya bukan mengajarkan kaidah dulu baru contoh, tapi terlebih dahulu memberikan teks yang didalamnya ada gramatika yang menjadi target.
ORIENTASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KAJIAN IHSAN: RELEVANSI KONSEP KHOSYAH DAN MUSYAHADAH DENGAN PEAK EXPERIENCE DALAM PSIKOLOGI HUMANISTIK MASLOW Firdaus, Slamet
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a textual research, aimed to describe the linkage betweenconcepts khosyah (fear of Allah) and musyahadah (behavior witnessed the divine secret) in a study of the concept of ihsan and its relation with peak experience (experience crowning achievement of human needs) in the study of humanistic psychology. The method used is the thematic approach interpretation (maudlu’i) and the scientific approach interpretation (‘ilmi), and ppsychological analysis. The results showed that the demands and requirements to implement ihsan, a quality indicator of closeness to God with worship, fear (khosyah) and witnessing (musyahadah), have relevance to the findings of the study of human psychology of peak demand (peak experience) that needs toactaalization. In khosyah aspect (fear), the peak performance of human needs is to be a mature character in accordance with the core teachings of religion, fear of losing favor and always done with quality. In musyahadah aspects (see behavioral), performance peak (peak experience) lies in the spiritual sense of happiness and enjoyment, and having them ecstatic and transcendental councciousness.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERUBAHAN NOMENKLATUR SURAT KEPUTUSAN (SK) IZIN PELAKSANAAN DARI PROGRAM STUDI MUAMALAH/EKONOMI PERBANKAN ISLAM KE MUAMALAH Rokhlinasari, Sri
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the perceptions and expectations of students about changing the nomenclature of the course name from Departement of Muamalah-Islamic Banking System to Departement of Muamalah at IAIN Syekh Nurjati Cirebon. This study uses a quantitative approach involving a student population of faculty of Sharia on related subjects. The aspects under research are student perception on the nomenclature name change of department, the impacts nomenclature on learning motivation of student and the impacts of the nomenclature name on curriculum. The results of this research are first, the overall attitude of the majority of respondents indicated that students chose the name, Muamalah-Islamic Banking System with a motivation of (1) needing to know the Islam-based economic activities, (2) needing to focus more on the banking / Islamic banking, (3) needing to implement Islamic economics and (4) needing to graduate from the department which has a bright prospect. Second, despite the nomenclature change of the name of the department, this does not affect to the declining motivation of students to learn. Third, yet, the curriculum developed in the course is still seen as inadequate.
PASCASARJANA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON GENEALOGI DAN PENGEMBANGANNYA Kholid, A. R. Idham
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the Graduate Program IAIN Sheikh Nurjati Cirebon, the dynamic development of programs and institutions. This study used a qualitative approach, data gathering methods such as depth interviews, observation and document study. Sources of primary data in this study is the program staff, program development documents and institutions of Graduate Program IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Secondary data sources are other documents that are not directly associated with developing Masters IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. The results of this study are: 1) Graduate Program IAIN Sheikh Nurjati formally established in 2004 and started college in the academic year 2005/2006. The inauguration was done after efforts include planning (1994), a feasibility study (1998), and cooperation with the Graduate Program IAIN Sunan Gunungjati Bandung and University of Muhammadiah Yogyakarta eshtablished during that time. 2) Scientific program development efforts in the Graduate IAIN Sheikh Nurjati Cirebon which include facilitation lecturer in post-doctoral programs, short courses to some countries, training of students, providing lecturers from outside the campus, and the cooperation with other Graduate Program agencies. 3) Institutional development efforts through enhancing the proposal and plans the status of IAIN to UIN Sheikh Sheikh Nurjati Cirebon and establishing Doctoral Program (S3).
ANALISIS RONA LINGKUNGAN KAMPUS IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DALAM MEWUJUDKAN KAMPUS BERBASIS KONSEP GREEN CAMPUS Lesmanawati, Ina Rosdiana
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the quality of the campus environment IAIN Sheikh Nurjati Cirebon for realizing the campus based on the concept of green campus. This study uses a quantitative approach using a survey method. Samples taken from 5200 was 260 academicians campus. Aspects investigated are the perception of the campus community to the concept of green campus, campus map building, and diversity of plants in the green belt around the campus. The results of this study indicate that: first, community college still think IAIN Sheikh Nurjati is not categorized as the green campus yet. Second, the balance between building size with a green open space (RTH) is not in accordance with existing regulations and still more land sleep. Third, the number of plant species is quite a lot, but the species is still not sufficient, and campus area is still hot.

Page 1 of 1 | Total Record : 5