cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Palopo Propinsi Sulawesi Selatan Sanusi, Syamsu
Holistik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.318 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i2.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk kegiatan MGMP yang meningkatkan kompetensi guru Agama Islam pada SMP Negeri dalam wilayah Kota Palopo. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data, dan triangulasi untuk keabsahan data. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MGMP Pendidikan Agama Islam melakukan kegiatan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam dua macam bentuk: Pertama, dalam bentuk pelatihan terdiri atas kegiatan: 1) Inhouse training yang menyajikan tentang pengembangan silabus, penyusunan rencana pembelajaran, dan laporan hasil belajar peserta didik; 2) Pembuatan media pembelajaran; dan 3) Penelitian tindakan kelas. Kedua, dalam bentuk nonpelatihan terdiri atas kegiatan: 1) Diskusi internal guru tentang permasalahan pembelajaran Pendidikan Agama Islam; dan 2) Pembinaan internal oleh sekolah. Berdasarkan penelitian ini, arah untuk penelitian lebih lanjut diidentifikasikan pada kontribusi pemerintah dan kementerian agama di daerah memfasilitasi pembinaan dan pengembangan profesi guru agama secara berkelanjutan.
PEMBELAJARAN NAHWU / SHARAF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MEMBACA DAN MEMAHAMI LITERATUR BAHASA ARAB KONTEMPORER PADA SANTRI PESANTREN MAJLIS TARBIYATUL MUBTADI-IEN (MTM) DESA KEMPEK KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON Zaenuddin, Rodliyah
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.027 KB)

Abstract

Kemampuan membaca dan memahami literatur berbahasa Arab diyakini sebagai syarat mutlak bagi setiap individu yang akan melakukan kajian keilmuan secara umum dan kajian Islam secara khusus. Karena dengan memiliki keterampilan tersebut orang dapat terus berinteraksi dengan bahasa Arab melalui surat kabar, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah. serta dapat mengakses program bahasa Arab di Internet. Terlebih lagi bagi orang Islam, keterampilan ini dapat memudahkannya untuk memahami ajaran Islam dari sumber aslinya ya’ni Al-Qur’an dan al-Sunnah serta hasil karya ilmuwan muslim yang berbahasa Arab. Untuk dapat memiliki kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Arab yang tidak bersyakl, membutuhkan perangkat ilmu yang mendukung, setidaknya ilmu Nahwu, ilmu Sharaf dan penguasaan Mufradat (Kosa kata).Di Desa Kempek kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon terdapat sebuahpesantren salaf dengan nama Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM). Di pesantren ini sangat mengedepankan pentingnya pembelajaran Ilmu Nahwu dan Sharaf, sehingga ada 5 kitab nahwu klasik secara berturut-turut dipelajari dan menjadikannya sebagai nama kelas dari 7 jenjang kelas yang ada. Hal di atas dipertegas oleh pandangan masyayikh pesantren ini, dengan menjuluki  kedua ilmu sebagai ilmu alat untuk dapat menguasai kitab kuning, sehingga jika ada seorang alim yang membaca literatur berbahasa Arab, kemudian keliru membaca syaklnya maka kepakaran beliau dalam ilmu agama sangatdiragukan.Penelitian ini merupakan upaya investigasi terhadap pembelajaran Nahwu dan Sharaf di Pesantren Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Kempek Gempol Cirebon dalam rangka menemukan pola pembelajarannya serta implikasinya terhadap kemampuan santri dalam membaca literatur berbahasa Arab kontemporer. Hal ini karena penggunaan kedua ilmu tersebut sudah disepakati oleh para ahli bahasa Arab berfungsi sebagai alat untuk membantu agar dapat membaca literatur berbahasa Arab yang tidak bersyakl, baik kitabklasik maupun wacana kontemporer. Oleh karenanya kedua ilmu tersebut sering dikenal dengan sebutan ilmu alat. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal lain yang turut serta mendukung keberhasilan pembelajaran keterampilan membaca (Qira’ah) tersebut. Dari hasil tes yang sudah dilakukan diketahui bahwa tidak seluruh santri kelas Alfiyah Tsaniyah dapat memberikan syakl secara tepat pada kata yang sesuai dengan jenis kata dalam konteks (penerapan ilmu sharaf). Selain itu  tidak semua dari mereka membubuhi harokat akhir dengan benar, yaitu sesuai dengan kedudukan kata (I’rab) dalam kalimat tersebut (penerapan ilmu nahwu), Bahkan dapat dikatakan bahwa dari sejumlah responden tersebut tidak ada seorangpun yang tidak membuat kekeliruan dalam memberikan syakl. Terlebih lagi ketika mereka menjelaskan fahm al-maqru dengan menterjemahkan teks. Mereka dapat menterjemahkan hanya beberapa baris saja dan kurang mengena pada yang dimaksud oleh teks tersebut, terlebih lagi ada di antara mereka yang sama sekali tidak menterjemahkannya. Penelitian ini merekomendasikan untuk menyederhanakan gramatika bahasa Arab dalam bentuk yang lebih simple dan lebih mudah difahami sehingga menjadi fungsional, yaitu dapat membantu untuk dapat memberi syakl pada teks gundul .dan mampu memahami teks tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan cara memasukkan gramatika yang menjadi target ke dalam teks dialog atau teks wacana. Dalam mengenalkan istilah yang terdapat dalam nahwu, juga melalui konteks susunan bahasa. Artinya bukan mengajarkan kaidah dulu baru contoh, tapi terlebih dahulu memberikan teks yang didalamnya ada gramatika yang menjadi target.
MODERNISASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN ALSHIGHOR GEDONGAN KECAMATAN PANGENAN CIREBON Syatori, A
Holistik Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.705 KB)

Abstract

Modernisasi dipahami dengan pengertian rasionalisasi, yaitu proses perombakan pola berpikir dan tata kerja lama yang tidak rasional dan menggantinya dengan pola berpikir dan tata kerjabaru yang rasional. Sementara pondok pesantren adalah merupakan dua istilah yang mengandung satu arti. Orang Jawa menyebutnya "pondok" atau "pesantren". Sering pula menyebut sebagai pondok pesantren. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asramaasrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu atau barangkali berasal dari bahasa Arab "funduq" artinya asrama besar yang disediakan untuk persinggahan. Pengaruh modernisasi menimbulkan kecenderungan kuat pesantren dalam organisasi dan kelembaga khususnya pada aspek kepemimpinan dan manajemen, tidak lagi dipegang oleh satu atau dua orang kiai tetapi semenjak ada madrasah dan sekolah umum, kepemimpinan tunggal kiai tidak memadai lagi. Penelitian ini ingin menjelaskan proses system pendidikan pondok pesantren di Al-Shighor Gedongan kecamatan Pangenan kabupaten Cirebon, pada proses modernisasi pendidkan di pondok pesantren.Kata Kunci: Modernisasi, Pendidikan, Pesantren.
TRADISI PESNTREN DAN KONSTRUKSI NILAI KEARIFAN LOKAL DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA MUNJUL ASTANAJAPURA CIREBON Nuroniyah, Wardah
Holistik Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.082 KB)

Abstract

Pesantren Nurul Huda Munjul Astanajapura Cirebon. Secara konseptual, studi ini diorientasikan untuk menemukan konstruksi nilai-nilai kearifan lokal dan dampak pemeliharaan nilai-nilai kearifan lokal terhadap pola pikir dan tingkah laku civitas di pondok pesantren ini. Dengan memanfaatkan metode penelitian kualitatif, studi ini melahirkan beberapa temuan, antara lain: pertama, adanya budaya patron klien dalam hubungan antara kiai dan santri. Budaya ini berdampak pada makin besarnya kharisma seorang kiai di mata santri dan pesantren terkendali oleh kepemimpinan kharismatik sang Kiai. Kedua, sowan dan berkah. Para santri sebagai subyek yang banyak mencari manfaat “berkah” ini akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan berkah dari sang kiai seperti menjadi sopir atau abdi dalem kiai, tukang suruh atau tukang pijat kiai, meminum dan memakan sisa minuman dan makanan sang kiai, menjaga barang-barang kiai, dan lain sebagainya. Sowan dan berkah berdampak melanggengkan hubungan yang erat antara kiai dan santri. Ketiga, bandongan dan sorogan. Sistem pengajaran menggunakan sorogan dan bandongan berdampak pada rigidnya pengajaran teks klasik dan terhambatnya sistem pengajaran modern berbasis informasi dan teknologi. Keempat, tahlilan dan ziarah kubur. Kedua ritual peribadatan ini berdampak pula pada langgengnya hubungan antara kiai dan santri, walaupun kiai mereka telah wafat, ada kewajiban moral untuk mendoakannya melalui tahlil dan ziarah kubur dan juga berdampak pada peningkatan spriritualitas masyarakat pesantren. Dan kelima, adanya Tarekat Syahadatain, yang menekankan pada Ma’rifat billah (eling Allah). Jenis tarekat ini berdampak pada makin meningkatnya spritualitas dan religiusitas jama’ah Syahadatain.Kata Kunci: Pondok pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon, Tradisi Pesantren, Kearifan Lokal, Konstruksi Nilai.
PENGGUNAAN DINAR-DIRHAM DAN FULUS : UPAYA MENGGALI TRADISI YANG HILANG (STUDI KASUS DI WILAYAH CIREBON) Masduqi, Zaenal
Holistik Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.967 KB)

Abstract

Krisis ekonomi 1997 yang menghantam Indonesia tentu saja masih segar diingatan sebagian besar orang. Salah satu penyebab dari krisis ekonomi itu adalah dikarenakan adanya ketergantungan nilairupiah terhadap nilai tukar terhadap dolar. Ketergantungan nilai ini terutama dikarenakan sistem mata uang (baca rupiah) sekarang tidak menggantungkan pada nilai intrinsik pada dirinya sendiri. Atas dasar itu, penelitian ini berusaha menelusuri perkembangan salah satu sistem mata uang yang pernah dipakai di Nusantara ini. Penelitian ini menemukan bahwa dinar-dirham dan fulus telah dipakai di beberapa wilayah di Indonesia berdasarkan bukti-bukti sejarah yang dieksplorasi dalam temuan dan bahasannya dalam tulisan ini. Di Cirebon, sebagai kawasan perdagangan sutra saat itu, ternyata juga telah menggunakan mata uang dinar-dirham dan fulu itu. Selanjutnya, penelitian ini mengemukakan analisisnya tentang keunggulan mata uang dinar-dirham dan fulus itu dibandingkan dengan mata uang yang lazim dipakai. Salah satu keunggulannya adalah dinar-dirham dan fulus itu mata uang yang nilainya tidak ditentukan oleh pihak ketiga atau sesuatu yang ada di luar dirinya sehingga dinar-dirham dianggap sebagai solusi untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi di masa yang akan datang.Kata Kunci: Dinar, Dirham, Fulus, Krisis Ekonomi
PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Rosmalina, Asriyanti
Holistik Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.523 KB)

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.  Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.sementara mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi, penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai integrasi tingkah laku. Sehat mental adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungsi jiwa serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.         Kata kunci : Kesehatan Mental, Konseling, Bimbingan Islam
DESAIN MODUL DAN PEMBELAJARAN TRILINGUAL (ARABINGGRIS-INDONESIA) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MTS CANDANG PINGGAN DAN KHUSNUL KHOTIMAH KUNINGAN AKBAR, Reza Oktiana
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukan rahasia lagi kalau saat ini dunia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan masyarakat dan negara. Batas-batas teritorial antarnegara yang sebelumnya menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam konteks hubungan antarbangsa dan negara, kini hal itu tidak menjadi kendala yang berarti. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  dalam eskalasi yang tinggi terutama teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi telah menyebabkan batas-batas atau sekat-sekat geografis antarnegara dan bangsa seolah tak nampak lagi. Pantas, kalau banyak pihak mengatakan bahwa kecenderungan kehidupan bangsa dan negara saat ini mengarah kepada terbentuknya suatu masyarakat global (global village).
Studi Eksplorasi Penggunaan Media pada Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah Negeri (Man) Di Kab. Cirebon Zaenuddin, H. Rodliyah
Holistik Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.003 KB)

Abstract

none
Komitmen Pimpinan dalam Pelaksanaan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (Studi Kasus IAIN Syekh Nurjati Cirebon) GUMIANDARI, SEPTI
Holistik Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.995 KB)

Abstract

Dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi hambatan terbesar bukan pada konsep yang akan diimplementasikan, karena kemungkinan konsep dapat mengadopsi dari perguruan tinggi lain atau dengan sitem eksternal, ISO misalnya. Justeru yang terpenting adalah komitmen. Komitmen merupakan syarat utama yang harus ada. Komitmen di sini meliputi komitmen semua pihak, baik pimpinan, tenaga edukatif, tenaga non edukatif, atau pun tenaga penunjang, dengan kata lain seluruh civitas academica. Tetapi yang terpenting adalah komitmen pimpinan, karena untuk mengubah paradigma dan sikap mental, serta pengorganisasian penjaminan mutu yang baik dibutuhkan komitmen pimpinan. Tanpa komitmen pimpinan semua hal yang sudah dirancang tidak akan ada gunanya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin lebih jauh mengupas bagaimana komitmen pimpinan IAIN Syekh Nurdjati dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dijalankan.
STUDI MUSTALAHUL HADIS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BUNTET CIREBON Mutiah, Anisatun
Holistik Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.678 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran ilmu hadis dimadrasah diniyyah dengan sistem klasikal di Pondok Pesantren DarussalamBuntet Cirebon. Kajian ini dilatari bahwa selama ini materi hadis yang diajarkanlebih menitikberatkan pada aspek pengamalan seperti fikih dan akhlak. Kajianini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan datanyamenggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapuntemuan kajian ini setidaknya memperlihatkan, (1) Pembelajaran mushthalahulhadis di Pondok Pesantren Darussalam Buntet, ada pada setiap marhalah(kecuali ula), kitab al-Quthufuddaniyah Nadzam Imam Baiquny, marhalahTsalitsah kitab al-Qawaid al-Asasiyyah fi Ilmi Mustahalahul hadis, MarhalahMuhadzarah mengkaji kitab Taisir Musthalahul Hadis karya MahmudThahhan. diampu langsung oleh bapak K.H. Ahmad Rifqi Chowas, denganmetode Bandongan, hafalan, musyawarah dan penugasan.; dan (2) Tujuanyang sangat ditekankan adalah agar para santri dapat memahami hadis ilmuhadis sebagai sumber pedoman hukum Islam dengan baik dan tidak gegabah.Tidak mudah tertipu dan tidak mudah mendhaifkan hadis, menghargai tashhihyang sudah dilakukan ulama ahli hadis. Jangan tergesa-gesa mendhaifkanhadis. Pemahaman santri dapat dilihat dari hasil belajar yang dilakukan setiapsemester (UTS dan UAS) berupa ujian lisan dan kitabah. Dengan kajian kitabyang berjenjang sesuai dengan kelas, para santri dimudahkan dalam memahamiredaksi dan sanad hadis.

Page 1 of 10 | Total Record : 97