cover
Contact Name
widodo
Contact Email
widodoiain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
eduma_iaincrb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
ISSN : 20863918     EISSN : 25025309     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUMA scientific journal is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Mathematics Education. Firstly published in 2009 and has been listed on PDII LIPI on May 10, 2012. Based on decree number 21/E/KPT/2018, EDUMA was has been accredited by Ministry of Research Technology and Higher Education since July 17th 2018 for 5 years. EDUMA Journal published by Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) twice a year, in July and December. Journal EDUMA is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2014)" : 11 Documents clear
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE) DAN ASESMEN PENUGASAN TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT KELAS VII MTS. NEGERI CIREBON II herlina, yrni; Toheri, Toheri
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi adalah suatu proses yang harus dilakukan secara sistematis untuk mencariinformasi mengenai gambaran kemampuan siswa untuk mengukur sejauhmana tujuan pembelajaran  sudah  tercapai.  Oleh  karena  itu,  pemilihan  jenis asesmen  atau  jenis penilaian harus menjadi satu fokus perhatian guru yang harus diperhatikan demi mencapai hasil evaluasi seperti yang diharapkan. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis evaluasi asesmen kinerja (Performance) Dan Asesmen Penugasan Terhadap Kemampuan Matematika Siswa.Asesmen Kinerja (Performance) merupakan asesmen terhadap aktivitas siswa dengan berbagai  macam  tugas  dan  situasi  untuk  menilai  kemampuan  siswa,  sedangkan asesmen penugasan merupakan asesmen yang dilakukan dengan menggunakan bukti- bukti    hasil    belajar    yang    diambil    selama    proses    pembelajaran,    secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan peserta didik dalam mengkonstruksi dan merefleksi suatu pekerjaan dan juga bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. Dari hasil penelitian diperoleh t hitung adalah -6.015 kemudian dibandingkan dengan t tabel sebesar -1,98729. Nilai –t hitung < -t tabel (-6.015 <-1,98729.) dan signifikansi (0,000<0,05) maka Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan pada perbandingan penggunaan   asesmen   kinerja   (performance)   dan   asesmen   Penugasan   terhadap kemampuan matematika siswa pada pokok bahasan garis dan sudut kelas VII MTs Negeri Cirebon II. Selain itu dapat dilihat melalui rata rata kemampuan siswa yang menggunakan   asesmen   kinerja   (performance)   adalah   68,0444   dan   rata   rata kemampuan matematika siswa yang menggunakan asesmen penugasan adalah 78,3481, artinya rata rata pada asesmen penugasan lebih besar dibanding rata rata siswa yang menggunakan asesmen kinerja (performance) dan dari kedua jenis asesmen ini didapat perbedaan pada kemampuan matematika siswa. Kata Kunci : Evaluasi, Asesmen, Kinerja, Penugasan, Kemampuan matematika
INVOLVING TECHNOLOGY IN THE TEACHING AND LEARNING MATHEMATICS trisno, trisno
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study proposes a way to involve technology in the area of teaching mathematics. The technology tool is Geogebra4, which is computer software in the teaching and learning mathematics. This technology emphasizes on the use of multiple representations of mathematical concepts by computer software. The objective is to make students consider the representation of mathematical concepts and help them to enjoy studying mathematics. From that thought, hopefully student understanding will improve and their mathematical achievement will increase. The result of this study is five lesson plans for teaching and learning integral using Geogebra
PERBANDINGAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA ANTARA KELAS YANG MENGGUNAKAN METODE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN METODE PEER TEACHING POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR katika, iis; Muchyidin, Arif
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan penentu apakah siswa dapat memahami atau tidak tentang materi yang disampaikan. Khususnya dalam bidang matematika, cara mengajar yang diterapkan guru matematika saat ini cenderung kurang kreatif, variatif, dan korektif sehingga, sebagian besar siswa hanya sekedar tahu tentang suatu hal tanpa memahaminya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapkan metode student facilitator and explaining dengan metode peer teaching pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Rajagaluh. Populasi terjangkaunya adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 306 dan sampelnya adalah kelas VIII C yang diterapkan metode peer teaching dan VIII H yang diterapkan metode student facilitator and explaining. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Data hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata – rata pemahaman matematika siswa yang diterapkan metode student facilitator and explaining pada saat pre test adalah 23,25 sedangkan pada saat pos test adalah 60,08 dengan N-Gain sebesar 49,28. Nilai rata – rata pemahaman matematika siswa yang diterapkan metode peer teaching pada saat pre test adalah 38,03 sedangkan pada saat pos test adalah 72,71 dengan N-Gain sebesar 58,97. Respon siswa terhadap metode student facilitator and explaining dengan metode peer teaching yaitu 73%. Berdasarkan hasil perhitungan uji Mann Whitney (uji non parametric), hasil Asymp.Sig.(2-tailed) 0,091. Karena nilai Sig 0,091 > 0,05 maka hasil ujinya Ho diterima, artinya tidak ada perbedaan pemahaman matematika siswa antara yang menerapkan metode student facilitator and explaining  dengan yang menerapkan metode peer teaching.  Kata kunci : Student Facilitator an Explaining, Peer Teaching, dan Pemahaman
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI alamuddin, ali; munawaroh, mumun
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran  adalah  suatu  komponen  penting  yang  saling  berkaitan  satu  samalainnya. Di dalam pembelajaran, adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik adalah peranan penting dalam mencapai tujuan suatu pembelajaran yang diinginkan. Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari tingkat pemahaman materi, penguasaan materi, serta hasil belajar peserta didik. Berdasarkan observasi, pembelajaran matematika di MTsN Karangkendal Kec. Kapetakan Cirebon ditemukan beberapa  kelemahan,  diantaranya  adalah  hasil  belajar matematika siswa  di  MTsN Karangkendal rata-rata dibawah nilai KKM yang ditentukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan:1) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran snowball throwing.2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran snowball throwing.3) untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas VIII MTsN Karangkendal dalam pokok bahasan relasi dan fungsi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian  ini  adalah  seluruh  siswa  kelas  VIII  di  MTsN  Karangkendal  Kapetakan dengan jumlah 283 siswa. Peneliti mengambil sampel pada kelas VIII dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari jumlah populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dari 8 kelas yang ada, peneliti mengambil 1 kelas sebagai sampel yaitu kelas VIII F. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresinya adalah Y = 41,252 + 0,142 X. Nilai thitung   sebesar 0,142 kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel  sebesar 2,045. Maka dapat  dilihat  bahwa  nilai  ttabel>  thitung   atau  2,045  >  0,142,  dengan    demikian  Ho diterima dan Ha ditolak. Koefisien determinasi diperolah (R Square) = 0,005 artinya hasil   belajar   matematika   siswa   pada   pokok   bahasan   relasi   dan   fungsi   0,5% dipengaruhi atau ditentukan oleh model pembelajaran Snowball Throwing, karena pengaruhnya  hanya  0,5%  maka  dapat  dikatakan  tidak ada  penagruhnya  dan  yang99,5% dipengaruhi oleh faktor lain.  Kata Kunci : pembelajaran, snowball throwing, relasi fungsi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENERAPKAN METODE DISCOVERY DENGAN YANG MENERAPKAN METODE INQUIRY PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT lisnawati, elis; nursuprianah, indah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran matematika yang biasa berlangsung di sekolah pada umumnya menggunakan metode pembelajaran biasa (konvensional), yang kurang melibatkan siswa,   sehingga   siswa   menjadi   pasif.   Salah   satu   pembelajaran   yang   dapat membiasakan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran adalah metode discovery dan  inquiry.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  seberapa  besar  hasil belajar siswa yang menggunakan metode discovery dan metode inquiry, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode metode discovery dan metode inquiry. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi peneletian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Darul Musyawirin yang berjumlah 360 siswa, berdasarkan teknik purposive sampling didapat dua kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode discovery dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen II dengan metode inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen I yang menerapkan metode discovery adalah 72,4103. Sedangkan nilai rata-rata kelas kelas eksperimen II yang menerapkan metode inquiry adalah 64,0769. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (uji non parametrik) ternyata diperoleh hasil Asymp.Sig.(2-tailed)0,000. artinya Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang menerapkan  metode discovery  dengan  yang  menerapkan metode inquiry. Kata kunci     : Metode discovery, metode inquiry dan hasil belajar 
MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIKA TINGKAT TINGGI MELALUI PENDEKATAN INDUKTIF, DEDUKTIF DAN INDUKTIF-DEDUKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Winarso, Widodo
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan pendeketan pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan pendekatan pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu pendekatan pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pendekatan induktif,   deduktif   dan   kolaburasi   dari   induktif-deduktif.   Dengan demikian dapat dimaknai bahwa pendekatan pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk  meningkatkan  kemampuan  berfikir  matematika  tingkat  tinggi siswa. Keywords:  berfikit  tingkat  tinggi,  pendekatan  induktif,deduktif dan induktif-deduktif.
PENEMPATAN STRATEGIS MATA KULIAH STATISTIKA PADA KURIKULUM IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Nurizzati, yeti
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pula memahami seluk beluk kurikulum hingga batas tertentu dalam skala mikro, danmampu  mengembangkan  kurikulum  pada  satuan  mata  kuliah  di  kelas.  IAIN  Syekh Nurjati Cirebon menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan tujuan agar lulusan memiliki kompetensi yang menjadi tujuan dan sasaran jurusan/ prodi. Mata kuliah statistika termasuk mata kuliah kelompok institut, dimana seluruh mahasiswa IAIN harus mengikuti kuliah tersebut sampai lulus. Silabus MK Statistika berisi  tentang  konsep  dasar statistika,  statistika  deskriptif  dan  statistika  inferensia. Penempatan strategis MK Statistika pada kurikulum IAIN Syekh Nurjati Cirebon lebih tepat diberikan pada semester V atau VI dengan bobot 3 sks. Pemilihan semester ganjil dan genap dengan alasan untuk keseimbangan beban kerja dosen dan mengingat ketersediaan dosen statistika yang masih terbatas jumlahnya. Pada semester ini, jarak waktu perkuliahan dengan penelitian skripsi tidak terlalu jauh tapi tidak terlalu dini, juga tidak terlalu padat. Agar lebih optimal, praktikum SPSS dilakukan di laboratorium komputer di luar perkuliahan tatap muka. Kata kunci : kurikulum berbasis kompetensi, statistika, penempatan strategis
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Komputer dalam Pembelajaran Matematika Pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok ianah, ianah; raharjo, hendri
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar matematika sangat penting bagi siswa karena membantu proses belajarmengajar dan dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa. Kebanyakan bahan ajar menggunakan bahasa yang tinggi sehingga membuat siswa kurang menarik dan kurang motivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik bahan ajar berbasis komputer  yang  dikembangkan  dan  bagaimana  efektivitas  bahan  berbasis  komputer yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D. Bahan ajar berbasis komputer diujicobakan pada siswa kelas VIII D di MTs N 2 Losari Cirebon. Hasil perhitungan yang di dapat bahwa  karakteristik  bahan  ajar  berbasis  komputer  yang  dinilai  oleh  ahli  media memiliki  rata-rata  sebesar  36,00  dengan  prosentase  keidealan  sebesar  90%  yang dinilai “Baik”. Sedangkan ahli materi menilai bahan ajar berbasis komputer “Sangat Baik” dengan rata-rata sebesar 47,50 dengan prosentase keidealan 79%. Untuk uji keefektivan menggunakan uji-t related dengan taraf keyakinan sebesar 95% dan a =5%   diperoleh   thitung     sebesar   3.538   sedangkan   ttabel    sebesar   2,011.   Dan   hasil menunjukkan bahwa thitung > ttabel. Dapat  disimpulkan  bahwa  terdapat  perbedaan  yang  signifikan  pada  bahan  ajar berbasis komputer dan bahan ajar lama, dimana bahan ajar berbasis komputer lebih efektif digunakan sebagai bahan ajar pada materi kubus dan balok dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: bahan ajar, komputer, hasil belajar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN KALKULATOR DENGAN SISWA YANG MENGGUNAKAN TABEL TRIGONOMETRI PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI darwan, darwan
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat bantu untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Alat bantu hitung kalkulator dan tabel trigonometri merupakan jenis media yang sederhana namun hasil yang ditampilkan sangat akurat. Alat bantu kalkulator ataupun tabel  trigonometri pada pembelajaran matematika menjadi salah satu alternatif yang dapat memotivasi pembelajaran secara aktif. Penelitian ini, akan membandingkan hasil belajar matematika dari penggunaan kedua alat bantu tersebut dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan trigonometri. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data observasi dan tes. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen I  pada tes awal (pretest) diperoleh rata-rata sebesar 47,75; sedangkan pada tes akhir (post-test) diperoleh rata-rata sebesar 77,75 dengan  n-gain0,57. Sedangkan hasil belajar siswa dalam pada kelas eksperimen II pada tes awal (pretest) diperoleh rata-rata sebesar 43,59, sedangkan pada tes akhir (post-test) diperoleh rata-rata sebesar 76,538 dengan  n-gain 0,58.  N-gain dari hasil belajar pada kelas eksperimen I dan eksperimen II dikategorikan sedang. Adapun hasil uji hipotesis dari kedua kelas diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,548 dengan taraf kesalahan 5% dan taraf kepercayaan 95%, maka  berdasarkan krteria uji hipotesis tersebut H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan kalkulator dengan siswa yang menggunakan tabel trigonometri pada pokok bahasan trigonometri di kelas X SMA Negeri 1 Cilimus, Kabupaten Kuningan tahun ajaran 2010/2011. KeyWords : Media pembelajaran, Kalkulator, Trigonometri, N-gain.
ANALISIS KORELASI ANTARA RESPON MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS NEURO LINGUISTICS PROGRAMMING (NLP) TIPE REFRAMING DENGAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA SEMESTER VII IAIN SYEKH NURJATI CIREBON sudjana, ade; Akbar, Reza Oktiana
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A fun learning is one of ways to increase students’ learning motivation. Generally,students tend not to have learning motivation, because they do not understand delivered material. With a new learning, it will ease lecturers to deliver materials to students. One of ways which can be used in order to understand the materials is with re-framing perception activity based on neuro linguistics programming (NLP) reframing type. The goal of this research is to know the students’ response towards linear programming learning based on Neuro-Linguistics Programming Reframing Type, to know learning motivation of linear programming based on Neuro-Linguistics Programming Reframing Type and to know how big students’ response towards linear programming learning based on Neuro-Linguistics Programming Reframing Type in relation to learning motivation. In doing learning activity, everyone needs a certain demand in order to get learning achievement in learning activity as the goals which expected. One of factors which demands students is motivation. This research uses quantitative approach  with analysis method and data collecting technique using questionnaire. This research takes an amount of same population and sample 48 students of Semester VII from class B of IAIN Syekh Nurjati Cirebon in Linear Programming Course. The data processing uses normalitas test, homogeneity test, correlation test and hypothesis test. Based on calculation result, score of tcount  is2,29, meanwhile score of ttable is 2,01. So, score of tcount > ttable (2,29 > 2,01), so that H0is rejected and Ha is accepted. It means there is significant influence towards students’motivation  given  treatment  with  Method  of  Neuro-Linguistics  Programming  (NLP)reframing type in linear programming discussion. Key Words : NLP, fun learning, learning motivation

Page 1 of 2 | Total Record : 11