cover
Contact Name
widodo
Contact Email
widodoiain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
eduma_iaincrb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
ISSN : 20863918     EISSN : 25025309     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUMA scientific journal is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Mathematics Education. Firstly published in 2009 and has been listed on PDII LIPI on May 10, 2012. Based on decree number 21/E/KPT/2018, EDUMA was has been accredited by Ministry of Research Technology and Higher Education since July 17th 2018 for 5 years. EDUMA Journal published by Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) twice a year, in July and December. Journal EDUMA is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di Kelas VIII MTs Negeri Luragung Kuningan) Muchyidin, Arif
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.421 KB)

Abstract

AbstrakMelalui studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di MTs Negeri Luragung-Kuningan diperoleh kesimpulan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan guru belum optimal untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa karena pembelajaran masih terpusat pada guru. Sedangkan kemampuan penalaran matematika memerlukan pembelajaran yang mampu mengakomodasi proses berpikir, bernalar, sikap kritis siswa dan bertanya. Oleh karena itu, guru harus menentukan strategi pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan penalaran matematikanya. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran generatif.Strategi pembelajaran generatif besar kemungkinannya dapat mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran ini siswa tidak lagi jadi pendengar, siswa dituntut untuk aktif mengintegrasikan pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa sebelumnya.Key words : Pembelajaran Generatif, Strategi Pembelajaran, Penalaran Matematika
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA (Studi Kuasi Eksperimen terhadap Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Izzati, Nurma
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.722 KB)

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Desain penelitian ini adalah one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada semester genap tahun akademik 2013/2014 dengan populasi terjangkau adalah mahasiswa jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mengambil mata kuliah media pembelajaran matematika pada semester genap tahun akademik 2013/2014 yakni sebanyak tiga kelas (kelas A, B, dan C) yang berjumlah 105 orang mahasiswa. Dari populasi terjangkau dipilih satu kelas sampel dengan teknik Purposive Sampling, yaitu mahasiswa kelas A yang mengikuti mata kuliah media pembelajaran matematika sebanyak 35 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif dan angket respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.Keywords: kemampuan berpikir kreatif, model pembelajaran berbasis proyekPENDAHULUANLatar BelakangMatematika merupakan salah satu pelajaran dasar yang diajarkan di sekolah. Matematika menurut sebagian besar siswa adalah mata pelajaran yang sangat sulit, banyak rumus dan bersifat abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa. Pembelajaran matematika dianggap membosankan dan tidak menarik bagi siswa. Sebagai calon pendidik
PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN BRAIN STORMING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN Imamah, Fiqri Ulwiyatul; Toheri, Toheri
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.087 KB)

Abstract

Salah satu standar kompetensi kelulusan menurut Peraturan Mentri Pendidikan (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2006 dalam bidang matematika adalah Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Kurangnya kemampuan pemecahan masalah siswa disebabkan karena belum maksimalnya peggunaan metode pembelajaran yang bervariasi. Penggabungan metode pembelajaran discovery learning dan brain storming diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan kombinasi metode pembelajaran discovery learning dan brain storming, kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan himpunan, pengaruh penggunaan kombinasi metode pembelajaran discovery learning dan brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah dan seberapa besar pengaruh penggunaan kombinasi metode pembelajaran discovery learning dan brain storming terhadap kemampuan pemecahan masalah. Pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa dalam belajar dan pemberian latihan kepada siswa dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk mengidentifikasi masalah baru kemudian menyusun strategi untuk menyelesaikan permasalahan baru tersebut.
PEMANFAATAN MEDIA AKTUAL LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK LOWER CLASS DI MI/SD (Sebuah Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis Alat Peraga Sederhana) Syamsi, atikah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.606 KB)

Abstract

AbstrakMengapa siswa perlu belajar matematika dapat dijawab dengan penjelasan bahwa matematika merupakan pelajaran yang penting. Matematika merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan secara umum. Jelas untuk memahami dunia kita dan kualitas keterlibatan kita dalam masyarakat diperlukan pemahaman matematika secara baik. Matematika merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk –bentuk suatu struktur yang abstrak dan hubungan antara bentuk tersebut. Untuk dapat memahaminya, diperlukan pemahaman tentang konsep-konsep yang terdapat dalam Matematika. Karena sifatnya yang abstrak, maka dalam pembelajaran matematika masih diperlukan benda -benda yang menjadi perantara atau alat peraga yang berfungsi untuk mengkonkritkan sehingga fakta -faktanya lebih jelas dan lebih mudah diterima oleh siswa. Karenanya pula menjadi wajar jika anak-anak usia Dasar tidak mudah dalam memahami matematika. Pilihan media yang tepat bisa menjadi jembatan terhadap kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami pelajaran ini. maka dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Siswa aktif melakukan eksplorasi, percobaan, pengujian, diskusi atau kegiatan lain yang menekankan siswa aktif dalam belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.Keywords : Media, aktual, lingkungan, eksplorasi, pembelajaran matematika
HUBUNGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI SOAL CERITA MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Laily, Idah Faridah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.955 KB)

Abstract

Kemampuan membaca mutlak dimiliki siswa karena keterampilan membaca besar manfaatnya untuk mempelajari bidang studi lain. Dalam membaca terkandung prinsip yaitu memahami inti yang dibaca atau menemukan isi bacaan. Hal ini sesuai dengan salah satu komponen pembelajaran di SD khususnya tingkat tinggi yaitu membaca pemahaman. Kemampuan membaca pemahaman adalah kesanggupan siswa untuk memahami suatu bacaan yang meliputi kesanggupan memahami makna kata, makna kalimat, isi pokok paragraf, dan isi bacaan. Kemampuan membaca pemahaman bermanfaat pada Mata Pelajaran Matematika, khususnya soal cerita yang disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat verbal dan menanyakan kuantitas-kuantitas tertentu. Untuk itu diperlukan kemampuan memahami bacaan dari soal cerita. Kemampuan membaca pemahaman dapat mempengaruhi kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika. Masalah matematika dikemas dalam bentuk soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sekitar siswa, sehingga siswa harus membaca teks soal cerita terlebih dulu sebelum menyelesaikan soal tersebut. Teks bacaan yang harus dibaca terlebih dahulu dan kesulitan dalam mengubah kalimat bahasa ke dalam kalimat matematika yang membuat siswa merasa jenuh saat menyelesaikan soal cerita
PROBLEM SOLVING, CREATIVITY DAN DECISION MAKING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Winarso, Widodo
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.069 KB)

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan strategi pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu strategi pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pemecahan masalah (Problem Solving), membangun kreativitas belajar dan kemampuan pengambilan keputusan (Decision Making). Dengan demikian dapat dimaknai bahwa strategi pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika
ANALISIS KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM JENIS SOAL CERITA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Itaristanti, Itaristanti
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.646 KB)

Abstract

This article describes an analytical study on sentences of story-based items of Mathematics. The writer analysis grammatical components, punctuation, and dictions that were use in those test items. The results of analysis found that story-based items errors occured in missformatting word order, writing story details, using prepositions, using inapropriate vocabularies and punctuations, elaborating inefective words, and less coherence. Revising and reconstructing those errors might possibly help students in understanding the core idea of the test items being proposed.
PENGARUH PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII Persada, Alif Ringga
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.075 KB)

Abstract

Kemampuan komunikasi matematika siswa rendah karena sebagian besar siswa bersifat pasif, enggan, takut atau malu mengemukakan pendapat atau idenya. Agar kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat maka dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah pendekatan. Salah satu jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan problem posing.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan pendekatan problem posing di kelas VII MTs Negeri Karangampel. (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematika siswa di kelas VII MTs Negeri Karangampel. (3) Untuk menganalisis pengaruh dari pendekatan problem posing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa di kelas VII MTs Negeri Karangampel.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri Karangampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII G dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata nilai angket sebesar 74,55 sedangkan rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematika siswa sebesar 72,05. Setelah dilakukan uji hipotesis didapat bahwa thitung (4,747) > ttabel (2,024), sehingga hipotesis diterima bahwa ada pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa dengan koefisien determinasi sebesar 37,2%, sedangkan sisanya sebesar 62,8% ditentukan oleh faktor lain.
ANALISIS KECERDASAN LOGIS MATEMATIS DAN KECERDASAN LINGUISTIK SISWA BERDASARKAN JENIS KELAMIN (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS XI IPA MA MAFATIHUL HUDA) Irvaniyah, Iyan; Akbar, Reza Oktaviana
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.601 KB)

Abstract

Ketika konsep Multiple Intelligences ditarik dalam ranah pendidikan, paradigma pendidikan pun mengalami banyak koreksi. Hampir mayoritas pendidikan di sekolah sekarang ini cenderung kurang menghargai seluruh potensi para peserta didiknya. Konsep Multiple Intelligences yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap siswa. Lebih jauh lagi, konsep ini percaya bahwa tidak ada siswa yang bodoh sebab setiap siswa pasti memiliki minimal satu kelebihan. Namun sekolah tradisional biasanya hanya melihat dari kecerdasan intelektualnya saja. Karena kecerdasan intelektual (IQ) merupakan kecerdasan dasar yang berhubungan dengan proses kognitif (menulis, membaca, menghafal, menghitung dan menjawab). Kecerdasan ini dikenal dengan kecerdasan rasional karena menggunakan potensi rasio dalam memecahkan masalah, penilaian kecerdasan dapat dilakukan melalui tes IQ, karena dengan tes IQ dapat dilihat tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Adapun jenis masalah yang penulis kaji adalah masalah komparatif yaitu akan membandingkan atau membedakan rata-rata kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik antara siswa laki-laki dengan perempuan.  Keywords
PENGARUH BERPIKIR KRISTIS TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA (Studi Kasus Di Kelas VII SMP Wahid Hasyim Moga) Kusmanto, Hadi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.09 KB)

Abstract

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan setiap jenjang pendidikan. Matematika di kalangan para pelajar merupakan mata pelajaran yang kurang dipahami, sehingga penguasaan peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika menjadi sangat kurang. Upaya untuk mengatasi masalah ini diantaranya dengan memaksimalkan berpikir kritis siswa dan kemampuan memecahkan masalah matematika sehingga siswa dapat memahami konsep yang telah diajarkan oleh guru mata pelajaran matematika.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Sedang pemecahan maslah matematika adalah suatu kemampuan dalam proses pemecahan masalah dengan cara menggunakan segala informasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah ada dan mensintesisnya sehingga tercapai tujuan pemecahan maslah yang diinginkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Populasi dan sampelnya dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Wahid Hasyim Moga yang berjumlah 66 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data yaitu dengan tes berpikir kritis dan tes kemampuan memecahkan masalah matematika.Hasil penelitian diperoleh nilai . Sedangkan , ternyata nilai tersebut lebih besar dari nilai (  ), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai Korelasi (r) sebesar 0,528 termasuk dalam kriteria cukup. Koefisien determinasi (r 2 ) = 0,528 atau 52,8%, artinya adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat dan sisanya sebesar 47,2% ditentukan oleh faktor lain. Adapun persamaan regresi variabel Y atas variabel X adalah: =36,718+0,568X. Konstanta sebesar 36,718 menyatakan bahwa jika nilai berpikir kritis adalah 0, maka kemampuan memecahkan masalah matematika siswa adalah sebesar 36,718. Koefisien regresi sebesar 0,568 menyatakan bahwa setiap penambahan nilai 1 pada berpikir kritis akan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika sebesar 0,568. Kata kunci: berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah matematika

Page 1 of 1 | Total Record : 10