cover
Filter by Year
Buletin Veteriner Udayana
Published by Universitas Udayana
Buletin Veteriner Udayana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sebagai media informasi dan pengembangan ilmu kedokteran hewan. Diterbitkan dua kali se tahun setiap bulan Pebruari dan Agustus
Articles
170
Articles
Frekuensi Detak Jantung Sapi Bali Betina Pada Kebuntingan Trimester Ke II

L Rona, Tiara, Suartha, I Nyoman, Budiasa, I Made Kota

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.167 KB)

Abstract

Sapi bali merupakan plasma nutfah asli Bali dan perlu dilestarikan khususnya sapi betina. Sampai saat ini, penelitian yang berhubungan dengan frekuensi detak jantung sapi bali betina belum dilaporkan dan masih berpedoman dengan sapi ras lain. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi frekuensi detak jantung sapi bali betina pada kebuntingan trimester ke dua. Sapi yang diperiksa berasal dari sentra pembibitan sapi bali di desa Sobangan kecamatan Mengwi kabupaten Badung berjumlah 15 ekor sapi. Analisis data menggunakan uji Deskriptif dan dilanjutkan dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan rataan umur kebuntingan  4 bulan,  5 bulan dan  6 bulan dengan frekuensi detak jantung sapi bali betina pada kebuntingan trimester ke dua adalah 67,40±8,41 kali/menit, 75,93±8,62 kali/menit dan 76,06±11,40 kali/menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambahnya umur kebuntingan sapi bali maka nilai frekuensi detak jantung meningkat.

Produksi Antibodi Anti-Dirofilaria immitis Untuk Pengembangan Diagnosis Dirofilariasis Pada Anjing

Erawan, I Gusti Made Krisna, Tjahajati, Ida, Nurcahyo, Wisnu, Asmara, Widya

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.612 KB)

Abstract

Dirofilaria immitis (D. immitis) sebagai agen penyebab penyakit cacing jantung tidak hanya menimbulkan masalah pada hewan tetapi juga bersifat zoonosis. Untuk mendiagnosis dirofilariasis (penyakit yang disebabkan oleh D. immitis) secara serologis dibutuhkan antibodi anti-D. immitis.  Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi antibodi terhadap antigen ekskretori-sekretori cacing jantan dan cacing betina untuk pengembangan diagnosis berbasis deteksi antigen. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa antigen ekskretori-sekretori jantan (male excretory-secretory antigens/MES), antigen ekskretori-sekretori betina (female excretory-secretory antigens FES) dan antigen ekskretori-sekretori jantan dicampur dengan betina (MES+FES) D. immitis dapat merangsang pembentukan antibodi poliklonal pada mencit BALB/c dengan pola produksi yang sama. Antibodi telah terbentuk pada hari ke-21 dan titernya mencapai puncak pada hari ke-35 setelah imunisasi.

Frekuensi Pulsus Sapi Bali Pada Masa Kebuntingan Trimester Pertama Di Sentra Pembibitan Sapi Bali, Desa Sobangan, Mengwi Badung

Jinorati, Kristiana Yoaltiva, Suartha, I Nyoman, Gunatha, I Ketut

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.335 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pulsus sapi bali pada kebuntingan trimester pertama. Kebuntingan trimester pertama merupakan periode rawan kematian fetus. Salah satu upaya mengurangi tingkat kegagalan produksi akibat gangguan reproduksi pada masa kebuntingan trimester pertama yaitu melakukan pemeriksaan status praesen. Parameter status praesen adalah frekuensi pulsus. Penelitian yang mengkhususkan nilai standar normal status praesen pada sapi bali bunting khususnya frekuensi pulsus belum ada. Penelitian ini menggunakan 15 ekor sapi bali pada kebuntingan trimester pertama yang secara klinis dinyatakan sehat. Frekuensi pulsus dilakukan dengan cara palpasi arteri di daerah koksigeal. Hasil penelitian rata-rata frekuensi pulsus sapi bali pada kebuntingan trimester pertama adalah 76,66±7,88 kali/menit. Frekuensi pulsus sapi bali pada kebuntingan trimester pertama dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengetahui status kesehatan sapi bali bunting.

Increasing Farmer Income By Improved Pig Management Systems

Agustina, Kadek Karang, Wirata, I Wayan, Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka, Kardena, I Made, Dharmawan, Nyoman Sadra

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.769 KB)

Abstract

This research aims were to increase house hold income of pig farmer by reconstructing of the pig management systems. The methods used in this study were the application of the problem solving techniques through IPTEKDALIPI programs. The captured data were all expenses incurred and income received in one pig production period before and after intervention. The results showed that there was a significant increase in the income of the farmer from 31.4% to 38.77%. It could be concluded that the pig farmer’s income can be increased through improved management of pig farming systems.

Pengaruh Pemberian Mineral Terhadap Lingkar Dada, Panjang dan Tinggi Tubuh Sapi Bali Jantan

Gunawan, I Wayan, Suwiti, Ni Ketut, Sampurna, Putu

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.925 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral tambahan pada ransum terhadap lingkar dada, panjang dan tinggi tubuh sapi bali jantan. Sebanyak 48 sampel sapi bali jantan umur 10-12 bulan, masing-masing diberikan empat jenis ransum mineral yang berbeda. Pengukuran lingkar dada, panjang dan tinggi tubuh sapi bali dilakukan pada awal perlakuan, 1, 2 dan 3 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mineral pada pakan berpengaruh sangat nyata terhadap lingkar dada namun tidak berpengaruh terhadap panjang dan tinggi tubuh sapi bali jantan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian mineral dapat meningkatkan lingkar dada, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang dan tinggi tubuh.

Pengaruh Perbedaan Jenis Otot Dan Lama Penyimpanan Terhadap Nilai Nutrisi Daging Sapi Bali

Dewi, Anjelia Martina, Swacita, Ida Bagus Ngurah, Suwiti, Ni Ketut

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.352 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis otot dan lama penyimpanan terhadap nilai nutrisi daging sapi bali yang terdiri atas lima parameter yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat dari otot aktif dan otot pasif daging sapi bali.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa jenis otot berpengaruh berpengaruh nyata  terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar karbohidrat daging sapi bali. Lama penyimpanan berpengaruh nyata  terhadap kadar air, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Kadar abu, kadar protein dan kadar karbohidrat otot aktif lebih tinggi bila dibandingkan dengan otot pasif. Sedangkan kadar air dan kadar lemak otot aktif, lebih rendah bila dibandingkan dengan otot pasif.

Prevalensi Pasteurella multocida Pada Sapi Bali Di Bali

Besung, I Nengah Kerta, Tono PG, Ketut, Rompis, Aida Louis Tenden, Suarjana, I Gusti Ketut

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.772 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Pasteurella multocida pada sapi bali di Bali. Sebanyak 300 ekor sapi sampel diambil dari usap hidung untuk diisolasi dan identifikasi terhadap kuman P. multocida. Sampel tersebut berasal dari kabupaten Badung, Denpasar, Gianyar, dan Bangli. Sampel ditumbuhkan pada media agar darah. Koloni yang terpisah diidentifikasi berdasarkan morfologi, pewarnaan Gram, Triple sugar Iron Agar, Methyl Red-Voger Proskauer (MRVP), Simmnons Citrate agar, Sulphid Indol Motility,uji gula gula, dan uji katalase. Kuman yang mencirikan P. multocida dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 ekor mengidap kuman P. multocida yang tersebar di Kabupaten Badung 5 ekor (5%), Denpasar 4 ekor (8%), Gianyar 4 ekor (8%), dan Bangli 2 ekor (2%).

Struktur Histologi Dan Histomorfometri Granulosit Pada Sapi Bali Pasca Pemberian Mineral

Rahayu, Ni Luh Sri Sundari, Suwiti, Ni Ketut, Suastika, Putu

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.894 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri granulosit pada sapi bali pasca pemberian mineral.  Sebanyak 24 sampel darah sapi bali terdiri dari tiga kelompok perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini.  Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena jugularis.  Apusan darah dibuat dengan menggunakan metode slide kemudian diikuti oleh fiksasi dan pewarnaan Hematoxilin Eosin. Pengukuran granulosit dilakukan dengan menggunakan mikroskop perbesaran 100x, dan dianalisis dengan analisis varian. Struktur histologi analisis dengan deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mineral dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap histomorfometri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil.  Selain itu struktur histologi granulosit sapi bali juga tidak berbeda nyata diantara kelompok perlakuan.

Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Pada Induk Sapi Bali Terhadap Ukuran Dimensi Panjang Pedet

Nugraha, Harry Yoga, Sampura, Putu, Suatha, I Ketut

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.546 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan pada induk sapi bali terhadap ukuran dimensi panjang pedet. Objek penelitan yang digunakan terdiri dari 16 ekor induk dan pedet sapi bali baru lahir, masing-masing delapan ekor pedet sapi bali dari induk yang diberikan pakan tambahan dan delapan ekor pedet sapi bali dari induk yang tidak diberikan pakan tambahan. Induk sapi bali dipelihara oleh peternak di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan dengan cara pemberian pakan tambahan pada induk setelah enam bulan masa kebuntingan (selama tiga bulan sebelum kelahiran). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dimensi panjang pedet sapi bali dengan pemberian pakan tambahan dibandingkan dengan pemberian pakan kontrol tidak berbeda nyata.

Total Dan Diferensial Leukosit Babi Landrace Yang Diberi Pakan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Dari Perairan Tercemar Timbal (Pb)

Paramita, Komang Suciani, Mahardika, I Gede, Dharmawan, Nyoman Sadra

Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.326 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eceng gondok yang berasal dari perairan tercemar Pb dalam ransum terhadap total dan diferensial leukosit babi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Sampel yang digunakan adalah sampel darah dari 8 ekor babi Landrace yang digunakan sebagai perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah: A = babi yang mendapat ransum tanpa eceng gondok, B = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 2,5%, C = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 5%, dan D = babi yang mendapat ransum yang ditambah dengan eceng gondok 7,5%. Sampel darah diambil melalui vena auricularis superficialis.  Total dan diferensial leukosit diperiksa di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Total leukosit diperiksa dengan menggunakan alat otomatis auto analyzer Scil Vet ABC (ABC Vet 16p) dan diferensial leukosit diperiksa lewat preparat apus darah dengan pewarnaan Giemsa. Penghitungan diferensial leukosit dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran lensa 100 kali, menggunakan straight-edge method hingga ditemukan 100 sel leukosit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian eceng gondok yang berasal dari perairan tercemar Pb pada pakan tidak berpengaruh terhadap total dan diferensial leukosit babi.