cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Buletin Veteriner Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Veteriner Udayana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sebagai media informasi dan pengembangan ilmu kedokteran hewan. Diterbitkan dua kali se tahun setiap bulan Pebruari dan Agustus
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PREVALENSI INFEKSI CACING TRICHURIS SUIS PADA BABI MUDA DI KOTA DENPASAR Suratma, Nyoman Adi
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 2 Agustus 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Three hundred faecal samples of suckling piglets from 4 districts in Denpasar Bali wereexamined to identify Trichuris infection by using flotation Method and then were analizedwith Descriptive analysis and Chi square analysis (Steel and Torrie, 1991).The prevalence of Trichuris suis infection in suckling piglets in Denpasar was 32,67 %(6166,87 ± 9827.5 EPG). The prevalence of Trichuris infection was significantly higher inpigs were kept on soil floor (52,70 %) than pigs were kept on concrete floor (26,11 %).The prsent study indicated that the infection ofTrichuris suis were prevalent in pig werekept on soil floor type.
PENGARUH PENYUNTIKAN OKSITOSIN SEBELUM INSEMINASI PADA BABI TERHADAP PERSENTASE KEBUNTINGAN DAN JUMLAH ANAK PER KELAHIRAN Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan  oksitosin sebelum inseminasi pada babi terhadap angka kebuntingan dan jumlah anak per kelahiran Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor induk babi landrace induk muda (melahirkan antara 3-4 kali dengan umur kira-kira 3 tahun) yang sedang menyusui dan siap untuk disapih dikandangkan secara individu. Kelompok I (T0) Sebelum diinseminasi terlebih dahulu disuntik dengan menggunakan NaCl 0,9% sebanyak 1 ml secara intra muskular sebagai flasebo. Pada kelompok II (T1) Sebelum diinseminasi terlebih dahulu disuntik dengan menggunakan hormon oksitosin 10 IU (1 ml) secara intra muskular. Pengamatan dilakukan terhadap angka kebuntingan dengan cara mengamati munculnya estrus 21 hari berikutnya, sedangkan jumlah anak perkelahiran diamati dengan menghitung jumlah anak yang lahir pada saat induk melahirkan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan penyuntikan oksitosin sebelum inseminasi pada babi tidak berpengaruh terhadap angka kebuntingan (P>0,05) dan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan jumlah anak per kelahiran.Kata kunci : oksitosin, babi, angka kebuntingan, jumlah anak per kelahiran.A study was carried out to determine the effect of oxytocin prior to artificial insemination on pregnancy rate and letter size in pigs. A total of 10 pigs were allocated to a treated group (T1) and control group (T0). Each group consisted of 5 animals. Animal in the treated groups received on injection 10 IU Oxytocin prior to artificial insemination. Animal in the control group received saline at 1 ml. The pigs were injected by intramuscularly in the neck. Pregnancy rate were monitored and litter size were determined for all animals. The data were analised by using t test. The result of study showed that the litter size of oxytocin treated animals was significantly (p<0,05) higher than that control group, but not significant on pregnancy rate.
MENCIT BALB/C DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI HEWAN MODEL PENELITIAN VIRUS PENYAKIT JEMBRANA Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari mencit Balb/c sebagai hewan model penelitian virus penyakit Jembrana. Penelitian menggunakan 32 ekor mencit yang dibagi atas 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 digunakan sebagai kontrol (placebo), sedangkan kelompok 2 divaksin dengan vaksin limpa (JD.vacc.sp.15). Masing-masing mencit disuntikkan 0,2 ml vaksin JD secara intraperitoneal, setiap dua minggu sekali sampai 4 kali. Seminggu pasca vaksinasi ke-4, semua mencit dinekropsi dan limfosit dari limpa diisolasi untuk uji respon kekebalan seluler dengan uji MTT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan seluler akibat divaksin dengan vaksin limpa lebih tinggi (rata-rata = 1,3819) dari pada kontrol (placebo)(rata-rata = 1,2194). Analisis statistik diperoleh bahwa perbedaan tersebut bermakna (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mencit BALB/c dapat digunakan sebagai hewan model penelitian virus penyakit Jembrana. The presents study axamines the use of Balc/c mice for the animal model to study of Jembrana disease virus. Thirsty two mice were devided in two group (Treated and control group).Mice in the treated group were injected0,2 cc spleen vaccine (JD Vacc. sp.15). The mice were injected by intra peritoneal route, for every two week until 4 time of treatment.The celluler immune response of treated mice was significantly hygest that the control mice. The result of the studyindicated that the Balb/c mice is useful for the animals models to study of Jembrana disease virus.
TERHADAP BERAT TESTES, GAMBARAN MIKROSKOPIS TESTES, DAN KUALITAS SEMEN AYAM HUTAN MERAH (GALLUS GALLUS) Piraksa, I Wayan; Bebas, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan ekstrakhipofisis terhadap berat testes, gambaran mikroskopis testes, dan kualitas semenayam hutan merah (Gallus gallus). Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap dengan 4 kelompok perlakuan masing masing kelompok menggunakan 4ekor ayam hutan merah sebagai ulangan : Kelompok I (T0) : sebagai kontrol disuntikdengan 0,25 ml NaCl 0,9% secara intramuscular. Kelompok II (T1) : disuntik dengan0,25 ml ekstrak hipofisis dengan konsentrasi 25% secara intra muskuler. Kelompok III (T2) : disuntik dengan 0,25 ml ekstrak hipofisis dengan konsentrasi 50% intramuskuler. Kelompok IV (T3) : disuntik dengan 0,25 ml ekstrak hipofisis dengankonsentrasi 75% intra muskuler. Penyuntikan dilakukan sebanyak 8 kali, dilakukansetiap 12 jam selama 4 hari. 12 jam setelah penyuntikan yang terakhir hewan cobadiambil semennya dan dievaluasi, lalu dibunuh untuk diamati berat testes dangambaran mikroskopisnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : penyuntikan ekstrak hipofisisberpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan berat testes, meningkatkan aktifitasspermatogenesis yang ditandai dengan semakin padatnya lumen tubuliseminiferi,semakin menebalnya lapisan spermatogenik, dan semakin tebalnya lapisan interstitial, dan juga meningkatkan kualitas semen ayam hutan merah dengan meningkatnyakonsentrasi spermatozoa secara sangat nyata (P<0,01). The objective of this study was to find out the effect of exstract hypophysis injection on testes weigh, picture of microscopis testes, and semen quality of red jungle fowl (Gallus gallus). The exsperimental design used in this study was a completely randomised design. Twenty red jungle fowl were divided randomly into four group. Group I (T0): was injection with NaCl 0,9% intramuscular. Group II (T1): was injection with 25% hypophysis exstract intramuscular, Group III (T2): was injection with 50% hypophysis exstract. Group IV (T3): was injection with 75% hypophysis exstract. Injection to carried out eight times, every twelve hours until four days. Twelve hours after finish injection the sample was to collected semen by massage, and then to kill to examination the testes weigh, and picture of microscopis testes. Data of microscopis testes were analyzed using quality descriptive analysis Testes weigh and semen quality were analyzed using anava and Duncan Multiple range test.The result showed the ekstract hypophysis injection there were increasing of testes weigh, increasing spermatogenesis activity of seminiferous tubules, and increasing of semen quality(P<0,01)
FENOMENA JEMBRANA DISEASE DAN BOVINE IMMUNODEFICIENCY VIRUS PADA SAPI BALI Suwiti, Ni Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi bali(Bos sondaicus) merupakan salah satu ternak unggulan sebagai penghasil daging di Indonesia yang harus terus dikembangkan dan ditingkatkan populasinya. Dari tahun ke tahun permintaan akan daging semakin meningkat, data Bappenas menunjukkan untuk memenuhi kebutuhan daging nasional,pada tahun 2002-2003 telah diimpor sapi bakalan dari Australia sebanyak 325.000 – 375.000, sedangkan impor daging pertahun setara dengan 100.000 ekor sapi (Apfindo 2005).Berdasarkan data tersebut sapi bali sangat berpeluangdikembangkan secara makimum untuk memenuhi kebutuhan daging di IndonesiaFenomena adanya dua bovine lentivirus pada sapi bali yakni Jembrana Disease Virus danBovine Immunodeficiency Virus, segera harus dibuktikan keberadaannya. Selanjutnya dapat dikembangkan penelitian yang bertujuan kearah produksi vaksin heterolog untuk mencegah penyakit jembrana, danakhirnya membantu peningkatan populasi sapi bali.
REPLIKASI VIRUS DENGUE PADA KULTUR SEL ENDOTEL PEMBULUH DARAH KELINCI Setiasih, Ni Luh Eka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi virus Dengue (DEN) dapat menyebabkan dengue hemorrhagic fever –dengue shock syndrome (DHF-DSS), yang ditandai dengan kebocoran plasma dan gangguan hemostasis. Meskipun sel endotel dipertimbangkan dapat menjadi target sel pada patogenesis DHF, namun sedikit bukti yang menyatakan infeksi virus dengue menyebabkan perubahan fungsi sel endotel. Dalam studi ini sel endotel diisolasi dari aorta desenden thoraxis-abdominalis kelinci, kemudian dilakukan kultur sel primer. Kultur sel kemudian diinokulasi dengan virus Dengue DEN-1, -2, -3, -4, dan DEN-mix. Replikasi virus dengue pada kultur sel endotel diukur dengan uji enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Titer Ag (DEN-1, -2, -3, -4, dan DEN-mix) yang didapat dari supernatan bervariasi. Dengue tipe 2 mempunyai titer paling tinggi dibandingkan dengan DEN-mix dan tipe virus dengue lainnya. Kerusakan sel endotel menyebabkan kebocoran vaskuleryang berperanan pada patogenesis infeksi virus dengue. Hasil tersebut menyiratkan kemungkinan kerusakan sel endotel disebabkan oleh infeksi virus dengue yang mengakibatkan kebocoran vaskuler.ABSTRACTThe severe outcome of the Dengue (DEN) virus infection known as DEN hemorrhagic fever – DEN shock syndrome (DHF – DSS), is characterized by plasma leakage and hemostasis derangements. Although endothelial cells have been speculated to be a target in the pathogenesis of DHF, there has been little evidence on Dengue virus infection to any alteration in endothelial cell function.In this study, the endothelial cells has been isolatedfrom rabbit thoraxis-abdominalis descendentaortha, then performed primary culture. The culture was then inoculated with virus Dengue DEN-1, -2, -3, -4 and DEN-mix.Replications of dengue virus in endothelial cells culture were demonstrated by enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Ag titers found among the supernatant of DEN-1, -2, -3, -4, and DEN-mix cultures were vary.Dengue type 2 had the highest virus titers in supernatant compared with those of DEN-mixand other types. Endothelial cell damage may couse vascular leakage that contributes to the pathogenesis of Dengue infection. There results imply the possibility that the existence of endothelial cell damage caused by DV infection may cause vascular leakage.
EVALUASI INSEKTISIDA DELTAMETRIN 0,6% EC TERHADAP RHIPICEPHALUS SANGUINEUS Sudira, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasit Rhipicephalus sanguineus (Acarina : Ixodidae) menyerang hewan peliharaan/ternak khususnya anjing, kambing dan babi. Penggunaan insektisida untuk mengendalikan parasit ini informasinya belum begitu banyak. Suatu percobaan untuk mengevaluasi insektisidaDeltametrin 0,6% EC terhadap Rhipicephalus sanguineus telah dilakukan di laboratorium pada bulan Mei , Juni, Juli 2007 di Denpasar. Hasilnya menunjukkan bahwa Deltametrin 0,6% Ec sangat baik untuk mengontrol Rhipicephalus sanguineus. Untuk pemakaian pada manusia perlu diteliti lebih lanjut.ABSTRACTParasite Rhipicephalus sanguineus (Acarina : Ixodidae) attack pets / livestock particulary dog, goat and pig. The information for the use of unsectiside to control by this parasite is scanly. An experimental study was caried out to evaluase the use of insentiside Deltamintri 0,6 % to control ofRhipicephalus sanguineus the study was condacted on May, June, July 2007 in Denpasar. The results of the study showed that Deltamentrin 0,6 % Ec is usefull to contrroly Rhipicephalus sanguineus shown LC50 happened to dosis 2,35 ppm and LC 95 happened to dosis 12 ppm. For usage on human being required to be more research.
KUALITAS AIR MINUM TERNAK AYAM PETELUR DI DESA PILING KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN DI TINJAU DARI JUMLAH BAKTERI COLIFORM Suarjana, I Gusti Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 2 Agustus 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study was carried out to evaluate the water quality in layer farming at Piling Village,Distric and Regency of Tabanan, based on number of Coliform bacteria. The study wasblockrandomized design was asigned in this study. Water samples were collected fromthree sourcess, river, water reservoir and drinking water of pen.Samples were collectedin10 time.The Coliform analysed by most probable number (MPN) Method with nine tubeseries.The result of this study showed that number of Coliform in river, reservoir and place ofdrinking water were 11240 MPN/100 ml, 19800 MPN/100 ml and 35600 MPN/ 100 mlrespectively. Statisticcaly of this study showed amount of Coliform in drinking water offarm layer significant highest (P<0,01) than those reservoir and river. Amount of Coliformin reservoir significant highest (P<0,01) than those river.
PEGAGAN (Centella asiatica) SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI PADA TERNAK Besung, I Nengah Kerta
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 2 Agustus 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegagan merupakan tanaman yangbanyak tumbuh di daerah trofis. Pegaganmengandung bahan aktif triterpenoidsaponin yang bermanfaat untukmeningkatkan total sel darah putih,aktivasi makrofag dan titer antibodi,sehingga dapat dipakai sebagaipencegahan terhadap penyakit infeksipada hewan maupun pada manusia.Dengan demikian perlu diteliti lebihlanjut tentang peranan pegagandalammencegah infeksi virus, bakteri, jamurdan parasit baik pada ternak maupunhewan kesayangan.
DINAMIKA POPULASI MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI HUTAN WISATA ALAS KEDATON TABANAN Soma, I Gede; Wandia, I Nengah; Suatha, I Ketut; Widyastuti, Sri Karyati; Rompis, Aida LT; Arjentinia, Gede Yudhi
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 2 Agustus 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overall population dynamic were observed in identified individuals between August andOctober 2008, in large group of long failed macaques in the AlasKedaton, Bali. Totalpopulation was 364 monkeys consisted of 54 (14,8%) adult males, 104 (28,6%) adultfemales, 164 (45,1%) juvenile and 42 (11,5%) infant. They were divided into 4 differentsmall social groups i.e., Parking area group, North area group, Centre area group and Southarea group. Ratio of adult male and adult female was 1: 2.Population densitiesof Macaca fascicularisin Alas Kedaton were 30 monkeys / Ha andpopulation natalities were 11, 5%.

Page 1 of 21 | Total Record : 206