Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 26146053
JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November
Articles 376 Documents
Komparasi Metode Koreksi Spektrum NIRS (De-Trending dan Derivatif ke-2) untuk Penentuan Kadar Air Bubuk Biji kakao

Masdar, Masdar, Munawar, Agus Arip, Zulfahrizal, Zulfahrizal

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rendahnya pengawasan mutu kakao menyebabkan harga jual di pasar dunia menurun akibat kurangnya pengawasan kadar air. Salah satu metode yang tepat dan cepat dalam penentuan kadar air adalah menggunakan atau Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). Tujuan penelitian adalah melihat kemampuan NIRS dalam memprediksi kadar air bubuk biji kakao dengan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) serta membandingkan dua metode pretreatment De-trending dan Derivatif ke-2.Alat yang digunakan FT-IR IPTEK T-1516, dan pengolahan data dengan unscrambler software® X version 10. Hasil penelitian menunjukkan NIRS mampu menduga kadar air dalam jumlah 10 gram dengan selang kadar air 7.42 – 11.09 % menggunakan PLS secara non pretreatment maupun pretreatment. Panjang gelombang relevan dalam menduga kadar air bubuk biji kakao adalah  1400-1450 nm dan 1800-1950 nm. Peningkatkan kinerja PLS yang paling bagus menggunakan pretreatment derivative ke-2.Abstract The lowest quality of cocoa supervision cause the selling price descrease due to the lack of supervision on the water content. One of the exact method in determining the water content is Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). The purpose of this study is to know the capability of NIRS in order to predict the water content of cocoa by using Partial Least Squares (PLS) method then compared the two pretreatment methods namely De-trending and second Derivative. The instrument used was FT-IR IPTEK T-1516, and the spectra data were analyzed by using unscrambler software® X version 10. The results showed that NIRS can be used to predict the water content in amount 10 grams in a range of water content 7:42 to 11:09% by using PLS non pretreatment and vice versa. The relevantwavelengthsused to predict water content of cocoa powder ware1400-1450 nm and 1800-1950 nm. The optimum best pretreatment method was found to be second Derivative.

Performans Reproduksi Sapi Batina Aceh di Kota Subulussalam

Rahma, Erlisa, Sari, Eka Meutia, Novita, Cut Intan

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak.  Dalam upaya meningkatkan populasi Sapi Aceh di Kota Subulussalam ini tentunya tidak semudah yang diharapkan. Banyak permasalahan yang sering dijumpai oleh peternak dalam mengembangkan populasi ternak Sapi Aceh. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah rendahnya efisiensi reproduksi pada ternak. Rendahnya efisiensi reproduksi ini dapat disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan peternak akan pentingnya pengaturan reproduksi dalam usaha peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performans reproduksi sapi Aceh betina di Kota Subulussalam. Penelitian ini dilakukan di Kota Subulussalam Provinsi Aceh meliputi 5 kecamatan yaitu Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan dan Sultan Daulat. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari tanggal 23 Januari-23 Februari 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dengan pertimbangan kecamatan yang memiliki populasi ternak sapi betina Aceh terbanyak di Kota Subulussalam. Penentuan peternak responden adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara satu ekor sapi Aceh yang telah beranak 2 (dua) kali. Sebagai responden ditetapkan sebanyak 30 orang peternak yang tersebar dalam 5 kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Kiri, Rundeng, Sultan Daulat, Penanggalan dan Longkip. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perormans reproduksi sapi betina Aceh di kota Subulussalam sudah baik dan sesuai standar yang diharapkan, dimana umur pubertas terbanyak dapat dicapai pada umur 1-2 tahun, rata-rata nilai Service Per Conception adalah 1,5 pada sistem perkawinan secara IB dan Calving Interval 12,97 bulanAceh Cow Reproduction Performance in Subulussalam the Province of AcehAbstract. In an effort to increase the population of Aceh Cattle in Subulussalam city certainly not as easy as expected many problems faced by breeders in developing the population Aceh cattle. One of the problems faces is low reproduction efficiency in livestock. This low reproducibility effisiency can be caused by still low knowledge of breeder of importance of reproduction arrangement in the livestock business. This study aims to know the performance of Aceh cattle reproduction in Subulussalam city the Province of Aceh consist of 5 districts of the district of Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan, and Sultan Daulat. The study was conducted for 1 month starting from 23 January to 23 February 2017. This research uses survey method. The location of this research is purposive (purposive sampling) with the consideration of the district that has the largest population of Aceh cattle in Subulussalam. Determination of breeder of respondent is by using method of Purposive Sampling, Namely taking samples with the minimum requirement of breeders to keep one Aceh cow that has been littered 2 (two) times. As the respondents set as many as 30 farmers are spread in 5 districts of Simpang Kiri, Rundeng,  Sultan Daulat, Penanggalan and Longkip. From the results of this study can be concluded that the performans reproduction of Aceh female cow in Subulussalam city is good and according to expected standard, that the age of most puberty can be achieved at age 1-2 years, The average value of Service Per Conception is 1.5 in the artificial Insemination marriage system, and Calving Interval 12.97 months

Pengaruh Corynebacterium sp. Dalam Menekan Pertumbuhan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

zahara, rizka, Marlina, Marlina, Ulim, Abduh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.687 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Corynebacterium sp. untuk mengendalikan penyait Hawar Daun Bakteri pada tanaman padi (Oryza sativa L.)Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor konsentrasi dan waktu aplikasi. Faktor pertama terdiri atas 3 taraf konsentrasi Corynebacrerium sp.yaitu: 3cc/liter air (K1), 5cc/liter (K2), dan 7cc/liter (K3), dan faktor kedua terdiri atas 3 tarafwaktu aplikasi Corynebacterium sp. yaitu 28 HST sebelum inokulasi Xoo(W1), 35 HST bersamaan dengan  inokulasi Xoo(W2) dan 42 HST setelah inokulasi Xoo (W3). Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan.Peubah yang diamati meliputi masa ikubasi, tinggi tanaman, jumlah anakan dan intensitas penyakit tanaman padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi dan tinggi tanaman namun konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlh anakan dan intensitas penyakit.Waktu aplikasi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan dan berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, tinggi tanaman dan intensitas penyakit tanaman padi dan terdapat interaksi antara konsentrasi dengan waktu aplikasi pada jumlah anakan tanaman padi. 

Pemanfaatan Limbah Feses Sapi sebagai Pembuatan Pakan Pelet terhadap Pertambahan Berat Badan Ikan Lele Dumbo

Zulhelmi, Zulhelmi, Yaman, M. Aman, Fitri, Cut Aida

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.197 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah asal feses sapi sebagai bahan pembuatan pakan pelet guna memacu pertumbuhan ikan Lele Dumbo.  Penelitian ini dilakukan di Station Riset II (dua) Ie Suum, UPT. University Farm, Aceh Besar,  tanggal 22 Mei‒14 Agustus 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan merupakan unit percobaan, masing-masing terdiri dari 50 ekor ikan Lele Dumbo. Perlakuan menggunakan pakan komersil ikan 781 Hiprovite yang disubtitusikan dengan pakan pelet organik. Parameter yang diamati adalah berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup, dan kualitas air (pH, suhu, kelembaban, cahaya). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pakan limbah asal feses sapi berpengaruh sangat nyata (P<0.01), terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konsumsi ransum ikan Lele Dumbo, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05)  terhadap konversi dan efisiensi pakan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pakan pelet organik asal feses sapi dapat memacu pertumbuhan ikan Lele Dumbo. Utilization of Cattle Feces as Materials for Pellet Feed to The Weight Gain of Catfish Abstract. The aim of present study was to utilizase cattle feces as materials for making organic pellet feed to improve the growth of catfish.  The study was conducted  in Station Research II (two) Ie Seum Unit, University Farm, Aceh Besar, May 22-August 14, 2016. The study was designed into completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. Each relication was an experimental unit consisting of 50 catfishes.The treatment was substition of commercial feed fish (781 Hiprovite) with  organic pellet feed with the level of 0, 10, 20, and 30%, respectively.  Parameters  measured were body weight, feed intake, feed conversion, feed efficiency,  livebility, and water quality  (pH, temperature, moisture, light). The results of study showed that administration of organic pellet feed  affected highly significant (P<0.01) on body weight, body weight gain and feed intake of catfish. However, there were no significant effect (P>0.05) on feed conversion and feed efficiency.  It was concluded that the organic pellet feed composed mainly from cattle feces could  improve the growth of catfish

Pengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Berbasis Kiapu (Pistia stratiotes L) dan Probiotik terhadap Parameter Pertumbuhan dan Eksterior Pertumbuhan Ayam ALPU

Jeksi, Sri, Wajizah, Sitti, Yaman, Muhammad Aman

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.171 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan Untuk melihat pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu dan probiotik dalam pakan terhadap konsumsi, pertambahan berat badan serta penampilan ayam lokal pedaging unggul.Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Lapangan Peternakan (LLP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 90 hari, mulai tanggal 14 Februari – 23 April 2017.Penelitian ini menggunakan 80 ekor ALPU unsex. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari 4 ekor ayam unsex pada setiap unit perlakuan. Perlakuan P0 (0%) fermentasi tepung kiapu atau kontrol, P1 (10%) fermentasi tepung kiapu +  90% pakan komersil, P2 (20%) fermentasi tepung kiapu + 80% pakan komersil, P3 (30%) fermentasi tepung kiapu + 70% pakan komersil. Parameter yang diamati terdiri dari konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan eksterior (dalam dada, lingkar dada, lingkar paha, panjang badan, tinggi badan, dan lebar kepala). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisys of  Variance (ANOVA),  jika diperoleh hasil yang berbeda nyata  maka dilanjutkan  dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian disimpulkan bahwaPemberian pakan fermentasi berbasis kiapu (Pistia Startiotes L) mempunyai kandungan nutisi, imbangan pakan yang seimbang serta kecernaan bahan pakan, Pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu (Pistia stratiotes L) menunjukan data yang stabil pada perlakuan P1 yang mengaandung 10% pakan fermentasi. 

Akuisisi Spektrum Near Infrared Reflectance Pada Bubuk Kopi Arabika (kenary Coffee) Dan Bubuk Kopi Robusta (Kopi Ulee Kareng)

Hairatun, Hairatun, Munawar, Agus Arip, Zulfahrizal, Zulfahrizal

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.098 KB)

Abstract

Abstrak. Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah cukup lama dibudidayakan di Indonesia terutama di Aceh. Kopi yang ada di Aceh terdiri dari dua varietas yaitu kopi Arabika dan kopi Robusta. Pendeteksian bubuk kopi arabika dan bubuk kopi robusta secara cepat dan akurat menjadi kata kunci untuk menjawab kebutuhan produksi kopi masa depan. Pendeteksian mutu pangan yang cepat dan efesien dapat diwujudkan melalui pengembangan teknologi Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji spektrum bubuk kopi Arabika dan Robusta serta memprediksi panjang gelombang NIR yang relevan dengan atribut kualitas bubuk kopi. Spektrum bubuk kopi Arabika dan bubuk kopi Robusta mempunyai tipikal yang sama dimana puncak yang terbentuk pada spektrum sebagai informasi keberadaan kandungan zat-zat tertentu. Kandungan kafein pada bubuk kopi berada pada panjang gelombang  1430-1470 nm dan 1910-1965 nm. Kandungan lemak pada bubuk kopi berada pada panjang gelombang 1185-1230 nm, 1700-1780 dan 2290-2390 nm. Kandungan protein pada bubuk kopi berada pada panjang gelombang 1430-1470 dan 1910-1965 nm. Kandungan asam amino berada pada panjang gelombang 2290-2390 nm. The Acquisition Of Near Infrared Reflectance Spectrum In Arabica Coffee Powder (Kenary Coffee) And Coffee Powder obusta (Kopi Ulee Kareng) Abstract. Coffee is a plantation crop that has long cultivated in Indonesia, especially in Aceh. Coffee in Aceh consists of two varieties are Arabica and Robusta. Detection of ground coffee arabica and robusta coffee powder quickly and accurately be a key to answering the needs of the future coffee production. The detection of food quality quickly and efficiently can be realized through the development of technology Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). The purpose of this study is to examine the spectrum of Arabica and Robusta coffee powder and predict NIR wavelengths that are relevant to the quality attributes of the coffee powder. Arabica coffee powder spectrum and Robusta coffee powder which has the same typical peak formed at spectrum as presence information content of certain substances. The caffeine content in coffee powder is at a wavelength of 1430-1470 nm and 1910-1965 nm. The fat content in the coffee powder is at a wavelength of 1185-1230 nm, 1700-1780 and 2290-2390 nm. Protein content in the coffee powder is at a wavelength of 1430-1470 and 1910-1965 nm. The amino acid content is at a wavelength of 2290-2390 nm.

Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Pola Tanam Monokultur Dan Polikultur Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya

Zoelfahmie, Rizael, Safrida, Safrida, Sofyan, Sofyan

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In the District Meureudu, there are two types of cropping farming in paddy fields, namely Monoculture cropping pattern and cropping patterns poly. Monoculture is planting only one crop a year, namely rice, whereas polyculture cropping is planting more than one plant within a year, namely rice and soybeans. The method used in this research is survey method. The sampling technique is cluster sampling and data used are primary data and secondary data. Average - Average area of land that did monoculture is 0.22 hectares, while the area of land on the cropping pattern polyculture is 0.15. Average - Average harvests of farmers practicing monoculture of 3.2 ton / year, while the average - average yields in cropping patterns polyculture 1.9 ton / year for rice and 0.48 Kg / year for soybeans. Comparison of farmers using monoculture and polyculture in District Meureudu is 65: 35. In general, farmers in Sub Meureudu that uses monoculture earn 42 million / ha / year, while the use of polyculture cropping patterns to earn 58 million / ha / Year. Constraints faced by farmers practicing monoculture of the interview that the pest rodents, sparrows and waterways, while the polyculture cropping patterns from the interviews that the pest rodents, sparrows, waterways and livestock citizens. Keywords: Income, monoculture, and poly

Pembuatan Kue Bhoi dengan Substitusi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Penambahan Bubuk Kopi (Production of Bhoi with MocafAs A Substituional Material and Ground Coffee As A Flavour Agent)

Mustaqim, Mustaqim, Erfiza, Novia Mehra, Widayat, Heru Prono

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Tepung terigu banyak digunakan dalam pengolahan kue, salah satunya kue bhoi. Pada penelitian ini dikaji pembuatan kue bhoi dengan substitusi tepung mocaf, juga dilakukan variasi kue bhoi dengan penambahan bubuk kopi.  Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu perbandingan tepung mocaf dan tepung terigu (M) dan penambahan bubuk kopi (K). Perbandingan tepung Mocaf dan tepung terigu terdiri dari 4 taraf, yaitu: M1 = 75 : 25, M2 = 50 : 50, M3 = 25 : 75, M4 = 0 : 100. Faktor penambahan bubuk kopi (K) terdiri dari dua taraf yaitu: K1 = penambahan bubuk kopi (3%) dan K2 = tanpa penambahan bubuk kopi. Banyaknya perlakuan adalah 8 dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Parameter yang dianalisis yaitu karakteristik organoleptik (hedonik warna, aroma, tekstur, dan rasa) terhadap semua perlakuan, dengan skala 1 (sangat suka), 2 (suka), 3 (netral), 4 (tidak suka) dan 5 (sangat tidak suka). Karakteristik kimia yang diuji yaitu kadar air, abu,  protein,  lemak, dan karbohidrat  terhadap sampel dengan perlakuan terbaik dari hasil uji organoleptik dan uji ranking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung mocaf dan tepung terigu (M) serta penambahan bubuk kopi (K) berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap hedonik warna, aroma, tekstur dan rasa dari kue bhoi. Adapun interaksi antara perbandingan tepung mocaf dan tepung terigu dengan penambahan bubuk kopi (MK) berpengaruh sangat nyata terhadap hedonik rasa. Kue bhoi yang dihasilkan memiliki tingkat kesukaan warna berkisar dari 1,83 (suka)–3,51 (tidak suka), aroma 2,11 (suka)–3,06 (netral), tekstur 2,00 (suka)–3,43 (netral) serta rasa 2,11 (suka)–2,86 (netral). Bhoi dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan perbandingan tepung mocaf dan tepung terigu 25:75 dan tanpa penambahan bubuk kopi, dimana bhoi memiliki kadar abu 1,40%, kadar air 11,79%, kadar protein 0,74%, kadar lemak 17,30% serta kadar karbohidrat 68,77%. Abstract. Wheat flour is frequently used in variousfood processing, including in Bhoi production. In this study, mocaf (modified cassava flour) was introduced as a substituion material to wheat and ground coffee as a flavour agent. A complete randomized design was applied as an experimental design with two factors; ratio of mocaf and what flour (M) and addition of ground coffee (K), consisted of two factors, ratio of mocaf and what flour (M) and addition of coffee powder (K). Ratio of mocaf and wheat flour (M) consisted of 4 levels(M1 = 75 : 25, M2 = 50 : 50, M3 = 25 : 75, M4 = 0 : 100) and addition of ground coffee consisted of 2 levels(K1 = with addition of coffee powder, K2 = without addition of coffee powder). There were 8 levels and 3 replicates, so that it consisted of 24 units of experimental trials. Food quality analyzed includedorganoleptic (colour, aroma, texture, and taste) for all of trial units and chemical charactristics such as water content, ash, protein, fat, and carbohydrate for sample with the best organoleptic characteristics. A “5-point hedonic scale” was used to describe the organoleptic characteristics; 1 (like very much), 2 (like), 3 (neutral/neither like nor dislike), 4 (dislike), and 5 (dislike very much). The result showed that ratio of mocaf and wheat flour (M) and also addition of ground (K) very significantly affected on colour, aroma, texture, and taste of Bhoi. Interaction of mocaf and wheat flour and addition of ground (MK) was very significantonly on organoleptic character of taste. Bhoi had a scale of colour in range of 1.83 (like)–3.51 (dislike), aroma 2.11 (like)–3.06 (neutral), texture 2.00 (like)–3.43(neutral) and taste 2.11 (like)–2.86 (neutral). The best treatment was Bhoi with ratio of mocaf and wheat of 25:75 and without addition of ground, which contained ash 1.40%, water 11.79%, protein 0.74%, and carbohydrate 68.77%.

Analisis Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Biji Kopi (Green Bean) Arabika di Kabupaten Bener Meriah

Caesara, Vinia, Usman, Mustafa, Baihaqi, Akhmad

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pendapatan usahatani kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran biji kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dan pedagang biji kopi arabika yang terpilih sebagai sampel melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi perpustakaan dan publikasi ilmiah. Model analisis yang digunakan adalah model analisis Reveneu Cost Ratio(R/C)dananalisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika dapat memberikan pendapatan yang layak kepada petani di Kabupaten Bener Meriah. Saluran pemasaran II lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran I, hal ini terjadi karena biaya saluran pemasaran II lebih kecil dibandingkan saluran pemasaran I. Kemudian berakibat kepada karena biaya pemasaran yang dikeluarkan melalui saluran tipe II lebih rendah dibandingkan dengan saluran pemasaran tipe I. Keadaan ini dapat terjadi karena saluran pemasaran tipe II lebih pendek dari pada saluran pemasaran tipe I. Sehubungan dengan hal tersebut perlua dan upaya penanganan pasar biji kopi arabika yang lebih cepat dan lebih singkat melalui pembentukan badan usaha seperti Koperasi sebagai lembaga pemasaran, yang disertai dengan upaya perbaikan mutu produk tersebut melalui penanganan pasca panen yang lebih sempurna.Income And Efficiency Analysis Of Marketing Seeds (Green Bean) Arabica Coffee In Kabupaten Bener MeriahObjective to investigate and analyze the amount of income arabica coffee growers in the central highlands and to identify marketing channels conducted by marketing agencies arabica beans and coffee grounds in the central highlands. Data collection methods used are primary data and secondary data.The primary data obtained directly from the coffee farmers and traders are chosen as samples, through interviews using a list of questions that had been prepared beforehand. While secondary data obtained from the study library and scientific publications. The analysis model used is the analysis model Reveneu Cost Ratio (R / C), the analysis of marketing efficiency, marketing margin and profit margin.The results showed that the first marketing channels more efficiently than a marketing channel II, this occurs because the cost of marketing channels I is smaller than the second marketing channel due to high marketing costs because of the many agencies involved in the marketing of this marketing channel.

Ukuran Populasi Koloni dan Daya Jelajah Rayap Coptotermes Curvignathus Holmgren di Pertanaman Pala di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan

Yusmar, Fachrizal, Sayuthi, Muhammad, Rusdy, Alfian

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Pala (M. fragans) merupakan salah satu komoditas rempah unggulan yang bernilai tinggi, sebagaimana Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia (70 – 75 %). Saat ini dalam membudidayakan tanaman pala, petani mengalami kendala yang salah satunya disebabkan oleh serangan rayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran populasi koloni dan daya jelajah rayap C. curvignathus pada tanaman pala (M. fragans) di kecamatan Meukek dengan menggunakan teknik triple mark recapture. Rayap C. curvignathus dikoleksi dari pertanaman pala (M. fragans) yang ditentukan dalam enam blok (I, II, III, IV, V, VI). Koleksi rayap diwarnai dengan neutral red 0,25% dan nile blue A 0,05% di laboratorium . Hasil pengamatan menunjukan bahwa Total ukuran populasi koloni sebesar 347719.06 individu dari 23 koloni yang tersebar dalam luas areal 7325 m². Rata-rata daya jelajah maksimum Rayap C. curvignathus sejauh 35 m yang diduga pengaruh dari beberapa faktor lingkungan terutama makanan (mengandung selulosa) yang tersedia sangat terbatas.Abstract. Nutmeg (M. Fragans) is one of commodity of superior spices which has high value, as Indonesia became one of the largest manufacturers in the world (70-75%).  Currently in cultivate a nutmeg crop, farmers faced some obstacles and termite attack is one of causes. The purpose of this research is to know the population size of colony and cruising termites C.Curvignathus on nutmeg crop (M. Fragans) in Meukek, South Aceh by using triple mark recapture technique. Termites C. Curvignathus collected from nutmeg crop (M. Fragans) which determined in six block (I, II, III, IV, V, and VI), the termites collection colored with neutral red 0.25% and nile blue A 0.05% in laboratory. The result of observation shows that total of population size of colony is 347.719,06 individual from 23 colonies scattered in the area of 7.325 m2.  The average of cruising termites C.Curnignathus as far as 35 m that suspected influence of some environmental factors especially a food (containing cellulose) very limited available.

Page 1 of 38 | Total Record : 376