cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
ISOLASI dan IDENTIFIKASI BAKTERI salmonella sp PADA USUS AYAM KAMPUNG (BURAS) DI DESA LAMPUJA KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR udin, mukthar; razi, Fakhrur; Abrar, Mahdi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.918 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9563

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan untuk isolasi dan identifikasi bakteri Salmonella sp pada usus ayam kampung di desa Lampuja Kecamatan Darussalam. Sampel penelitian yang digunakan adalah organ usus ayam kampung. Isolasi Salmonella sp dilakukan dengan cara usus ayam kampung dibelah dan diswab, lalu dimasukkan kedalam tabung raksi yang berisi Selenite Cystine Broth (SCB) dan diinkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam . selanjutnya dengan menggunakan ose biakan dipindahkan ke median Salmonella Shigella Agar (SSA), inkubasi suhu 37oC dan diamati morfologi koloni yang tumbuh. serta dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram. Selanjutnya koloni yang dicurigai Salmonella sp  dilakukan identifikasi dengan cara koloni yang tumbuh dipindahkan ke MR-VP (Oxoid), Indol (Difco), Simmons’s Citrate Agar (Oxoid), Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Sulfit Indol Motility (SIM), dan media gula-gula (sukrosa, manitol, glukosa, laktosa, maltosa). Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 15 sampel usus ayam kampung yang diisolasi dan identifikasi semuanya positif (15 sampel) Salmonella sp. Dapat disimpulkan bahwa ayam kampung yang dipelihara di desa Lampuja Kecamatan Darussalam terinfeksi bakteri Salmonella typical dan salmonella enteritidis.ABSTRACTThis study aims to isolation and identification of Salmonella sp bacteria in the chicken intestine in the village Lampuja Darussalam district. The research sample used is the intestine organ chicken. Isolation of Salmonella sp is done by way of bowel chicken intestine cleaved and in swab, then inserted into a raction tube containing Selenite Cystine Broth (SCB) and incubated at 37oC for 24 hours. The by using culture ose transferred to Salmonella Shigella Agar (SSA),incubation temperature 37oC and observed morphology of growing colonies. and performed microscopic examination with gram staining. Further suspcted Salmonella sp colonies were identified by growing colonies transferred to MR-VP (oxoid), indol (Difco) Simmons’s Citrate Agar (oxoid), Tripl Sugar Iron Agar (TSIA). Sulfit Indol Motility (SIM) and the confctionary medium. this study was analyzed descriptively. The results showed that of is sample of intestine chicken in isolation and identification were all positive ( 15 sample ) Salmonella sp. It can be concluded  than free range chickens maintained in lampuja village in Darussalam sub district are infected with salmonella typical and salmonella enteritidis bacteria 
UJI TOKSISITAS AKUT KONSENTRASI EKSTRAK AIR DAUN SERNAI (Wedelia biflora) YANG DIBERIKAN PER ORAL PADA MENCIT (Mus musculus) (Acute Toxicity Test of Sernai Leaves (Wedelia biflora) Water Extract Concentrations which Orally Administered in Mice (Mus musculus)) Efriyendi, Rizki
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.115 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3934

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek toksisitas akut berbagai konsentrasi ekstrak air daun sernai yang diberikan secara peroral dengan satu kali pemberian pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Kelompok kontrol negatif (P0) diberi akuades, kelompok P1, P2, P3, dan P4 berturut turut diberi ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 60%. Efek toksik pemberian konsentrasi ekstrak air daun sernai secara klinis ditentukan berdasarkan kriteria Loomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sernai dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 60% tidak menunjukkan adanya ketoksikan dan kematian pada mencit. Disimpulkan potensi ketoksikan akut sediaan uji ekstrak air daun sernai termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.(This study was aimed to determine acute toxicity effect of various concentrations of sernai leaves water extract which administered once orally in mice (Mus musculus). Completely Randomized Design (CDR) was used in this study with 5 treatment groups and 3 repetitions. As a negative control (T0), were only given aquadest, while the treatment groups of I (T1), II (T2), III (T3), and IV (T4) were given sernai leaves water extract with concentrations of 20%, 30%, 40% and 60% respectively. Identification toxic effects of sernai leaves water extract were determined based on Loomis criteria. The results showed that sernai leaves water extract with 20%, 30%, 40%, and 60% concentrations did not show any toxicity and death in mice. It was concluded that acute toxicity potential of sernai leaves water extract including practically non-toxic class.)
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BIJI BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli (TEST OF INHUBITORY POWER OF NUTMEG SEEDS (Myristica fragrans Houtt) EXTRCT ON GROWTH OF BACTERIA Escherichia coli) Syarifah, Raysa; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Harris, Abdul; Sutriana, Amalia; Erina, Erina; Winaruddin, Winaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.16 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.8203

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji buah pala (Myristicafragrans Houtt) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Biji pala yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pasar tradisional Darussalam, Banda Aceh. Proses ekstrasi biji buah pala menggunakan pelarut Etanol 96% dengan tingkat konsentrasi yang berbeda yaitu 1%, 10%,20%.  Menggunakan kertas cakram kosong (Blank disk) yang telah dicelupkan ke dalam ekstrak biji buah pala masing-masing pengulangan dan antibiotik ampisilin yang diletakkan pada media MHA. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer menggunakan kertas cakram pada media Mueller hinton agar (MHA) dengan 5 perlakuan dan 3 pengulangan. Media agar diinkubasi pada suhu 36-37ºC selama 24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa ektsrak  biji  buah  pala  memiliki  daya  hambat  yang  lemah  terhadap  pertumbuhan  bakteri Escherichia coli.  Ekstrak biji buah pala pada konsentrasi 1% memiliki daya hambat sebesar 9,73 mm, konsentrasi 10% sebesar 8,5 mm, konsentrasi 20% sebesar 8 mm dan kontrol positif sebesar20,83 mm.Kata kunci : antibakteri, ekstrak biji buah pala, Escherichia coli.. ABSTRACTThis study aims to determine the inhibitory power of nutmeg extract (Myristica fragransHoutt) on the growth of Escherichia coli bacteria. The nutmeg seed used in this study was obtained from the traditional market of Darussalam, Banda Aceh. Extraction process of nutmeg seed using96% ethanol solvent with different concentration level that is 1%, 10%, 20%. Using blank disc paper (Blank disk) which has been dipped into nutmeg extract of each repeating and ampicillin antibiotic placed on MHA media. Inhibitory testing was performed by the Kirby-Bauer diffusion method using paper discs on Mueller hinton agar medium (MHA) with 5 treatments and 3 repetitions. Media to be incubated at 36-37ºC for 24 hours. The results of this study indicate that the nutmeg nut extraction has a weak inhibitory effect on the growth of Escherichia coli bacteria. The extract  of nutmeg  seed  at concentration  of 1%  has inhibitory power  of 9.73  mm,  10%concentration of 8.5 mm, 20% concentration of 8 mm and positive control of 20.83 mm.Keywords : antibacterial, nutmeg ekstact, Escherichia coli.
Sebaran Sel Goblet pada Usus Lele Lokal (Clarias batrachus) Zainuddin, Zainuddin; Jalaluddin, M; Fitriani, Fitriani; balqis, Ummu; Asmilia, Nuzul; Hamdan, Hamdan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.457 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran sel Goblet pada usus lele lokal (Clarias batrachus). Bagian yang diambil adalah usus proksimal, medial dan distal yang berasal dari tiga ekor lele lokal dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dengan pewarnaan periodic acid-Schiff (PAS)  dan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Parameter yang diamati adalah jumlah dan sebaran sel Goblet pada usus lele lokal.  Data penghitungan sel Goblet dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc. Sel Goblet pada usus lele lokal memperlihatkan perbedaan sangat nyata (p<0,01). Jumlah sel Goblet pada masing-masing bagian usus adalah: usus proksimal 33,67±1,52; usus medial 45,00±2,00; dan usus distal 68,33±5,68. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jumlah sel-sel Goblet dari arah proksimal ke arah distal semakin banyak dengan sebaran sel Goblet yang jaraknya berdekatan, sehingga terdapat perbedaan jumlah dan sebaran sel Goblet pada bagian-bagian usus lele lokal.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA SAPI ACEH YANG DISIMPAN PADA SUHU 4℃ (The Effect of Adding Peels Red Dragon Fruit Extract (Hylocereus polyrhizus) into Citrate-Yolk Medium to the Survival of the Aceh Cattle Spermatozoa Stored at Temperature 4℃) Wahyuni, Sonya Tri; dasrul, dasrul; hamdan, hamdan; melia, juli; rinidar, rinidar; siregar, tongku N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.111 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6888

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit buah naga merah dalam media sitrat kuning telur terhadap daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh setelah pendinginan. Semen ditampung dari 1 ekor pejantan umur 3 tahun sehat, menggunakan vagina buatan. Semen yang berkualitas baik dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan penambahan ekstrak kulit buah naga merah; 0,00 g/100 ml (P0); 0,2 g/100 ml (P1); 0,4 g/100 ml (P2); 0,6 g/100 ml (P3); dan 0,8 g/100 ml (P4) dalam media sitrat kuning telur dan disimpan dalam suhu 4. Pengamatan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap hari selama 5 hari. Data yang diperoleh dianalisa dengan analysis of varian(ANOVA) pola satu arah yang dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil pengamatan daya tahan hidup spermatozoa setelah pendinginan pada perlakuan P0; P1; P2; P3; dan P4 secara berturut-turut 3,8; 4,6; 3,6; 1,0; dan 0,0 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah dalam media sitrat kuning telur berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap daya tahan hidup spermatozoa. Penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0,2 g/100 ml dalam media sitrat kuning telur menghasilkan daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh lebih baik selama penyimpanan pada suhu 4. (This study aims to determine the effect of peels red dragon fruit extract addition into citrate-yolk medium on viability of aceh cattle sperm after cooling. Semen was collected from 1 healthy male aged 3 years, using artificial vagina. Good quality semen was divided into 5 groups; addition of peels red dragon fruit extract 0.0 g/100 ml (P0); 0.2 g/100 ml (P1); 0.4 g/100 ml (P2); 0.6 g/100 ml (P3); and 0.8 g/100 ml (P4) into citrate-yolk medium, and stored in a temperature of 4. Observation of sperm viability were done every day up to day 5. The data obtained was analyzed with the one-way analysis of variance (ANOVA), followed by multiple test Duncan. Results show sperm viability after cooling in the groups P0; P1; P2; P3; and P4 respectively was 3.8 days, 3.6 days, 4.6 days, 1.0 day, and 0.0 day. The results show that the addition of peels red dragon fruit extract in citrate-yolk medium affects significantly (P<0.05) sperm viability. The addition 0.2 g/100 ml peels red dragon fruit extract into citrate-yolk medium during storage in a temperature of 4 results greater sperm viability.)
FRAKSI METANOL DAUN SERNAI (Wedelia biflora) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT GLASIAL Rinidar, Rinidar; TR, T Armansyah; Putra, Irsyad Arfi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.471 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi fraksi metanol daun sernai sebagai analgesik pada mencit putih (Mus musculus) yang diinduksi asam asetat glasial. Hewan coba dalam penelitian ini adalah 25 ekor mencit. Sampel penelitian yang digunakan adalah tumbuhan sernai yang berumur lebih dari 1 tahun setelah ditanam dan panjang tanaman telah lebih dari 0,3 meter. Pembuatan ekstrak metanol dilakukan secara maserasi dari serbuk daun sernai. Pembuatan fraksi metanol dilakukan dengan melarutkan ekstrak kental metanol menggunakan pelarut heksan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kontrol negatif diberi akuades (P0), kontrol positif diberi ibuprofen (P1), dan kelompok (P2, P3, P4) diberi fraksi metanol daun sernai dengan dosis 30, 45 dan 60 mg/kg bb. Uji efek analgesik dilakukan dengan metode abdominal writhing. Data dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol daun sernai memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap penurunan geliat mencit. Uji lanjut Duncan kelompok P2 dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kelompok P1, berbeda nyata (P<0,05) dengan P0. Kelompok P4 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan kelompok P0. Disimpulkan bahwa fraksi metanol daun sernai memiliki potensi sebagai analgesik.Kata kunci: ibuprofen, analgesik, daun sernai.The aim of this study was to understand the potential of methanol fraction of sernai leaves as an analgesic in mice (Mus musculus) experimentally induced by glacial acetic acid. Total of samples were 25 mice. Sample of research was sernai 1 year old and length more than 0.3 meters. Methanol extract made by maceration of sernai powder and dissolved using hexane. This study used a complete randomized design (CRD) with split plot pattern consist of 5 groups and 5 repetitions. Group (P0) as negative control was given aquadest, group (P1) as positive control was given ibuprofen, and group (P2, P3, P4) were given metanol fraction of beach sunflower leaves of 30 mg/kg bw, 45 mg/kg bw and 60 mg/kg bw doses. The analgesic effect used abdominal writhing method. The data was analyzed by analysis of variant and Duncan. The result of the experiment showed that methanol fraction of beach sunflower leaves had significant effect (P<0,05) to reduce pain streching movements in mice. Duncan analysis showed that group P2 and P3 was not significantly different (P>0,05) with group P1 but significantly different (P<0,05) to group P0. Group P4 was significantly different (P<0,05) with group P0. So that methanol fraction of beach sunflower leaves has potential as analgesic.Keyword: ibuprofen, analgesic, beach sunflower leaves.
Prediksi Kadar Protein dan Lemak Daging Sapi Aceh Menggunakan Aplikasi Near Infrared Reflectunce Spectroscopy (NIRS) Rotua, Nirma; Ferasyi, Teuku Reza; Iskandar, Cut Dahlia; Zuhrawati, Zuhrawati; Herrialfian, Herrialfian; Helmi, Teuku Zahrial
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kemampuan teknologi NIRS guna memprediksi kadar lemak dan protein daging sapi aceh. Penentuan kadar protein dan lemak daging sapi aceh dilakukan pada regio Longissimus dorsi. Sampel diperoleh dari pasar Peunayong dan Lambaro, meliputi 2 sampel daging dengan masing-masing daging 3 kali pengulangan. Penelitian ini  menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk menentukan kandungan protein dan lemak daging sapi aceh  Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa nilai aktual laboratorium dengan nilai prediksi NIRS memperoleh nilai yang akurat ditunjukkan dengan masing-masing R-square prediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh 0,99 dan 0,99 yaitu variabel prediksi terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah NIRS mampu memprediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh dengan sangat baik karena diperoleh nilai aktual dengan nilai prediksi dan metode NIRS dapat memprediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh secara akurat, karena diperoleh nilai R² = 0,99.This study aims to know the ability of NIRS technology to predicted  of fat  and protein content of aceh beef. Determination of protein and  fat content of aceh beef  was done in the Longissimus dorsi region. This research used Principal Component Analysis (PCA) method to determine protein  and  fat content of aceh beef. Samples were obtained from Peunayong and Lambaro markets. Sampled beef consisted of beef 2 samples with 3 repetition. The results of this study showed that the actual value of the laboratory with a predicted value of NIRS obtained an accurate value indicated by each R-square prediction protein  and fat content of aceh beef aceh  of 0.99 and 0.99 was the best predictive variable. It can be concluded that NIRS was able to predict the levels of protein and fat of beef as accurately. The conclusion of this study were that NIRS was able to predicted the protein and fat content of aceh beef very well because it was obtained by the actual value with prediction value and the NIRS method can predict the protein and fat content of beef aceh accurately, because the value of  R² = 0,99.  
IDENTIFIKASI PARASIT NEMATODA PADA USUS HALUS BABI (Sus scrofa domesticus) DI RUMAH POTONG HEWAN MEDAN SUMATERA UTARA (Identification Of Parasites Nematode In The Small Intestine Of Swine (Sus Scrofa Domesticus) At Abbatoir Medan North Sumatera) yesenia, agnes
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.157 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3432

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis dan tingkat prevalensi parasit nematoda yang menginfeksi usus halus babi di Rumah Potong Hewan Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 20 buah usus halus yang diambil secara acak proporsional di RPH Medan Sumatera Utara. Usus halus babi yang telah dipisahkan dari organ lain diiris dengan menggunakan scalpel. Pengamatan cacing dewasa di dalam rongga usus halus  diidentifikasi secara makroskopis, sedangkan untuk cacing yang berukuran kecil dilakukan dengan cara pengerokan usus halus kemudian dimasukkan kedalam toples berisi formalin dan diamati dibawah mikroskop. Hasil identifikasi ditemukan satu jenis cacing nematoda A. suum pada usus halus babi di RPH Medan dengan tingkat prevalensi 15%.ABSTRACT                     The objective of the study was to determine the level and prevalence of nematode parasites that infect small intestine of swine at the Abbatoir Medan North Sumatera. This study used 20 small intestines of swine which taken randomly  from Abbatoir Medan North Sumatera. The small intestines the had been parted from other organs were sliced off using. Then observed macroscopic ally to find the adult worms and microscopic ally to find the small worms by scraping small intestine, then put in container whic containing formalin and observed under microscope. The identification result found one type nematode A. suum from swine’s small intestine at the Abbatoir Medan North Sumatera and the prevalence is 15%.
PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA TEMPAT DI KOTA LANGSA (The Examination of Formalin and Microbial Contents on Meatballs of Several Places in Langsa City) Nasution, Nursyafriani Gusna; Ferasyi, Teuku Reza; Razali, Razali
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.464 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7868

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan formalin dan cemaran mikroba pada bakso di Kota Langsa.  Sampel yang digunakan yaitu bakso daging yang berasal dari 23 pedagang bakso yang dijual di beberapa tempat di Kota Langsa. Pemeriksaan formalin dilakukan dengan menggunakan reagen Fenilhidrazin 0,5%, Sodium Nitroprusit 5%, dan NaOH 10%. Hasil positif yang diamati pada pemeriksaan formalin ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi warna kehijauan. Pemeriksaan cemaran mikroba dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Jumlah koloni bakteri yang didapat dihitung antara 30-300 koloni bakteri. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 pedagang bakso (30,4%) positif mengandung formalin. Hasil penelitian pemeriksaan cemaran mikroba menunjukkan bahwa sebanyak 23 sampel bakso mengandung mikroba melebihi standar SNI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat sejumlah bakso yang dijual di Kota Langsa mengandung cemaran formalin  dan semua mikroba pada bakso yang mengandung formalin melebihi standar SNI. ABSTRACTThis study was aimed to detect the content of formalin and microbial contamination in meatballs in Langsa City. The sample used is meatball originating from meatball traders which are sold in several places in Langsa City. Formaldehyde examination was performed using 0.5% phenyllhydrazine reagent, 5% Sodium Nitroprusites, and 10% NaOH. The positive results observed in the formalin examination were characterized by the color change of the solution to a greenish color. Microbial contamination is done by Total Plate Count (TPC) method. The amount of bacterial colonies obtained between 30-300 bacterial colonies. The data obtained were analyzed descriptively and presented in tabular form. The results showed that there were 7 meatballs traders (30,4%) positively contain formalin. the results of microbial contamination examination showed that as many as 23 samples of meatballs containing microbes exceed the SNI standard. Based on the results of the study it can be concluded that a number of meatballs sold in Langsa City was found contamined with formalin. The meatballs that contamined with formalin also have a number of microbe larger  than SNI standard.
GAMBARAN HISTOLOGI SALURAN PENCERNAAN IKAN GABUS (Channa striata) (Histological of Alimentary Canal in Snakehead Fish (Channa striata)) Nafis, Muhammad; zainuddin, Zainuddin; Masyitha, Dian
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.909 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.3141

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur histologi saluran pencernaan ikan gabus (Channa striata). Saluran pencernaan yang diambil adalah esofagus, lambung, dan usus depan berasal dari dua ekor ikan gabus. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pencernaan tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Tunika mukosa terdiri dari lamina epitelia, lamina propria, dan lamina muskularis mukosa. Tunika submukosa terdiri dari jaringan ikat dengan pembuluh darah, limfe dan saraf. Tunika muskularis tersusun atas otot melingkar dan otot memanjang. Tunika serosa terdiri dari lapisan tipis jaringan ikat yang dilapisi oleh epitel pipih selapis (mesotelium) dengan pembuluh darah dan jaringan lemak. Mukosa esofagus membentuk lipatan seperti vili-vili dengan epitel pipih berlapis dan banyak sel-sel mukosit, tunika muskularis tersusun atas otot lurik. Mukosa lambung terdiri dari epitel silindris selapis, terdapat kelenjar lambung pada lamina propria, tunika muskularis terdiri dari otot melingkar dan memanjang. Mukosa usus yang membentuk vili tersusun atas epitel silindris selapis dengan mikrovili dan sel goblet, tidak ditemukannya kelenjar Brunner maupun Liberkhun.ABSTRACTThis research aims to study the histological structure of the alimentary canal in snakehead fish (Channa striata). The alimentary tract taken were oesophagus, gastric, and anterior intestines which were derived from two snakehead fish. Histological samples stained with haematoxylin-eosin (HE) then observed using explorative histological method. The results showed that the alimentary canal is composed of four layers, that is tunica mucosa, submucosa, muscularis, and serosa. The tunica mucosa consists of lamina epithelia, propria, and muscularis mucosa. The tunica submucosa consists of connective tissue with blood vessels, lymph vessels, and nerves. The tunica muscularis were composed of circular and longitudinal muscles. The tunica serosa consist of a thin layer of connective tissue that is coated by simplex squamous epithelium (mesothelium) with blood vessels and adipose tissue. Oesophagus mucosa then folds forming villi which is coated by stratified squamous epithelium and many mucosit cells, skeletal muscle in tunica muscularis. Gastric mucosa consists of simplex columnar epithelium, glands of gastric on the lamina propria, tunica muscularis consists of circular and longitudinal muscle. Intestinal mucosa which forming villi is composed of simplex columnar epithelium with microvilli and goblet cells, Brunner and Liberkhun glands were not found.

Page 1 of 21 | Total Record : 207