cover
Filter by Year
Nature: National Academic Journal of Architecture
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Articles
92
Articles
URBAN DESIGN FOR TSUNAMI IMPACT MITIGATION; APPLICATION OF PHYSICAL ELEMENT

Tauhid, Fahmyddin Araaf

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract_ The increasing of tsunami event has called the integration of urban design for disaster impact mitigation. The Geodynamics position of many global cities puts latter areas are highly vulnerable to earthquake followed by tsunamis. In supporting its function as the main hub in social and economic and protecting environment, the employment of urban design for tsunami impact mitigation is hypothesized as sustainable mean. Therefore, this paper seeks the possibility of employment of urban design’s physical element for tsunami impact mitigation within disaster studies field using literature and case studies for Indonesian cities context. This study recommends that Infrastructure planning and design, Coastal forest, Early warning system, Emergency road network planning, Pre-tsunami evacuation planning and Building design and construction are suitable physical element for impact mitigation. Keywords: Urban Design; Tsunami; Mitigation; Physical Element.

URBAN CORRIDOR AS A PUBLIC SPACE CASE STUDY : CORRIDOR PANTAI LOSARI STREET, MAKASSAR CITY

Ersina, Sriany

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ An ideal public space should be a common ground, open and accessible for all including for people with disabilities. However in fact, along the beach Losari in Makassar City have inaccessible public space. Ideally, the various people who use and do interaction in the public space should be accommodated in the space. The Potential for conflict exist whenever and wherever people contact. Conflict is natural, normal and inevitable whenever people interact together. The disagreement and the difference on values conflict can be indicated by the unavoidable situation in human relationship. Therefore, defining the difference and strategy to manage the conflict in public space will be the focus of the paper. A Synergy, compromise, accommodative action and using a power are among others of the strategy to manage conflict to create a built environment towards an open and accessible public place. A Public space is the common ground where people carry out the functional and ritual activities that bind a community, whether in the normal routines of daily life or in periodic festivities [3] Urban Corridors that deals with mostly public space should serve the public at large, the plural society and the variety of human behavior.Keywords : Public Space; Conflict in Public Place; Urban Corridor.

IDENTIFIKASI FUNGSI DAN FASAD PECINAN PADA BANGUNAN DI RUAS JALAN SULAWESI MAKASSAR

Marwati, Marwati, Ikrama, Ikrama

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ Kawasan Pecinan dapat dilihat dari bentuk fasade bangunan sebuah kawasan. Pecinan sebagai salah satu unsur perkotaan dapat menjadi suatu pembentuk citra kota dan aset yang dapat dikembangkan menjadi komoditas melalui pengembangan kawasan wisata terutama wisata budaya dan Perdagangan. Jalan Sulawesi merupakan salah satu Kawasan pecinan di Kota Makassar. Aktivitas Perdagangan mendominasi kawasan tersebut. Adanya Pergerseran Bentuk fasade dari pecinan ke modern. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi Fungsi dan fasad pecinan yang masih terlihat pada bangunan di kawasan jalan Sulawesi. Metode Survey dan dokumentasi yang  digunakan untuk  mengidentifikasi Fungsi  dan  Fasade Pecinan.  Hasil  Survey  data  kemuadian dianalisis dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk gambar berdasarkan zona. Hasil penelitian diketahui bahwa Sebagian besar fungsi yang berada pada Jalan Sulawesi adalah Toko bahan bangunan dan Fasad Pecinan hanya namapak pada bagian kecil dari bangunan lama.Kata kunci : Fungsi; Fasad Pecinan; Jalan Sulawesi. Abstract_ Chinatown area can be seen from the facade of building an area. Chinatown as one of the urban elements can be a forming of city image and assets that can be developed into commodities through the development of tourist areas, especially cultural tourism and trading. Sulawesi Street is one of Chinatown in Makassar City. Trading activities dominate in that region. The existence of Facade form friction from Chinatown to modern. This study aims to identify functions and facades of Chinatown that are still visible on the buildings in Sulawesi Street. Survey and documentation Methohs used to identify Chinatown Functions and Facades. The results of the data survey were then analyzed using qualitative descriptive methods presented in the form of images based on zones. The res ults of the study revealed that most of the functions located on Jalan Sulawesi were building material stores and Chinatown facades only in small sections of old buildings.Keywords: Function; Chinatown Facade; Sulawesi Street.

ANALISIS PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG UNTUK FUNGSI RENTAL OFFICE 30 LANTAI DENGAN PENEKANAN SISTEM RIGID FRAME BERKANTILEVER

Bunadi, Reinhart, Junus, Nasruddin, Imriyanti, Imriyanti

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ Kota Makassar semakin berkembang ditandai dengan banyaknya bangunan berlantai banyak, termasuk fungsi perkantoran serta ide desain arsitektural bangunan cenderung memvariasikan struktur sebagai daya tarik desainnya, struktur bangunan menjadi perhatian utama.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur rigid frame berkantilever gedung kantor sewa 30 lantai dengan material beton bertulang. Analisis bertujuan menentukan detail struktur yang tepat untuk bangunan tersebut dengan program SAP2000 v.14. Penelitian bersifat kuantitatif karena menentukan dimensi struktur. Adapun penelitian bersifat komparatif. Struktur penopang cantilevered slab diberi dua alternatif, yaitu model 1 dan model 2. Terhadap beban-beban nongempa, model 1 lebih stabil sebesar 3,2%-10,39% dari model 2. Terhadap beban-beban gempa, model 1 cenderung lebih stabil dengan selisih efisiensi terbesar 37,7%-45,4% pada beban gempa respon spektrum. Adapun tulangan kolom menggunakan tulangan utama D20 dan tulangan pengikat D12; balok menggunakan tulangan utama D25 dan tulangan pengikat D12; pelat lantai dan basement menggunakan tulangan D10; dan shear wall menggunakan tulangan D16 (arah 11) dan D20 (arah 22). Struktur penopang model 1 menggunakan tulangan yang sama dengan shear wall dan model 2 menggunakan tulangan yang sama dengan kolom. Jumlah tulangan utama dan jarak antartulangan beragam sesuai dimensi penampang elemen struktur. Kata kunci : Beton Bertulang; Rental Office ; Rigid Frame; Kantilever; Detail Penulangan. Abstract_ Makassar City is increasingly characterized by a large number of multi-storey buildings, including office functions and building architectural design ideas that tend to vary the structure as an attractive design, the building structure is a major concern. reinforced concrete. The analysis aims to determine the exact structure details for the building with the SAP2000 program v.14. Research is quantitative because it determines the dimensions of the structure. The research is comparative. The cantilevered slab support structure is given two alternatives, namely model 1 and model 2. For earthquake loads, model 1 is more stable at 3.2% -10.39% of model 2. For earthquake loads, model 1 tends to be more stable with the greatest efficiency difference of 37.7% -45.4% in spectrum response earthquake load. The column reinforcement uses the main reinforcement D20 and reinforcement reinforcement D12; the beam uses the main reinforcement D25 and reinforcement reinforcement D12; floor plates and basements using D10 reinforcement; and the shear wall uses reinforcement D16 (direction 11) and D20 (direction 22). The support structure of model 1 uses the same reinforcement as the shear wall and model 2 uses the same reinforcement as the column. The number of main reinforcement and intermittent distances varies according to the cross-sectional dimensions of the structural elements. Keywords: Reinforced Concrete; Rental Office; Rigid Frame; Cantilever; Repeat Details.

PENERAPAN GREEN BUILDING DI PERKANTORAN MENARA SUARA MERDEKA, SEMARANG

Nabilla, Soraya Rizky

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ Perancangan bangunan yang tepat dapat mengurangi kerusakan lingkungan serta mengurangi konsumsi energi  saat proses pembangunan maupun saat gedung telah beroperasi. Perancangan dengan pendekatan iklim dan konsep green building berpengaruh terhadap konservasi energi terutama energi listrik.  Menara Suara Merdeka merupakan perkantoran green building pertama di kota Semarang. Dalam proses pembangunan green building, diperlukan ahli yang berpengalaman merencanakan, membangun, dan merawat bangunan. Melihat beberapa fakta tersebut, perlu diadakan penelitian mengenai penerapan Green Building di Gedung Menara Suara Merdeka. Tujuan penelitian ini berguna untuk mengetahui sejauh mana konsep Green Building diimplementasikan dalam bangunan, dan memberi rekomendasi apabila ada aspek green building yang belum terpenuhi. Optimalisasi penerapan Green building jika bernilai kuat dapat dijadikan referensi selanjutnya pembangunan gedung perkantoran berkonsep Green Building di Indonesia. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif rasionalistik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik bangunan memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan bangunan ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan arsitek, dan kontraktor yang berpengalaman dalam mewujudkan green building. Pengguna gedung berperan dalam perilaku hijau yang mendukung penghematan penggunaan energi. Penerapan Green Building yaitu: gedung parkir hemat energi, fasad serta tata bangunan yang menyesuaikan keadaan iklim, AC Variable Refrigerant Volume, pemanfaatan air limbah daur ulang, perlengkapan sanitair hemat air, peningkatan produktifitas kinerja, dan konstruksi berkelanjutan.Kata kunci: Green building; Menara Suara Merdeka; konservasi energi Abstract_ An appropriate building design can reduce both in environmental damage and energy consumption during the construction process and even the building is doing operationally. The design with a climate approach and the concept of green building has an effect on energy conservation, especially electricity. Suara Merdeka Tower is the first green building office in Semarang city. In the process of establishing green buildings, needs experts who experienced in planning, building and maintaining buildings. From some of these facts, it is necessary to conduct a research toward the application of Green Building in the Suara Merdeka Tower Building. The purpose of this study is to find how far the Green Building concept is implemented in buildings, and to provide recommendations if there are aspects of green building that have not been fulfilled. Optimizing the application of Green building; if has strong value, it can be used as a next reference in establishing the office building with the Green building concept in Indonesia. The Research method was a rationalistic qualitative approach. The results of the study showed that building owners have a strong commitment to realizing environmentally friendly buildings. This is supported by its architects, and its contractors who are experienced in realizing green building. Building users play a role in green behavior that supports saving energy use. The applications of the Green Building are: energy-efficient parking buildings, facades and building arrangements that adjust climate conditions, Volume Refrigerant Variable AC, utilization of recycled wastewater, water saving sanitary equipment, increased performance productivity, and sustainable construction.Keywords: Green building; Suara Merdeka Tower; energy conservation

RELEVANSI PEMIKIRAN IRIGARAY TERHADAP ARSITEKTUR

Nurhijrah, Nurhijrah, Kasman, Tamiya M. S, Akbar, Boyke M.

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ Teori arsitektur terlahir dari beberapa pemikiran filosof yang membahas tentang hubungan manusia dengan ruang. Pemikiran para filosof tersebut, menjelaskan bagaimana memahami manusia sebagai pengguna produk arsitektur. Berbagai pemikiran tersebut kemudian diterjemahkan oleh para praktisi dan mahasiswa arsitektur ke dalam konsep perancangan yang lebih humanis. Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan pemikiran salah satu filosof yang berkontribusi pada perkembangan teori arsitektur, yaitu Luce Irigaray. Pemikiran Irigaray mengenai feminisme akan dijelaskan bagaimana relevansinya terhadap konsep desain arsitektur. Tulisan ini disusun dengan metode kajian literatur dengan mengkaji dua pemikiran Irigaray yaitu mengenai konsep fluiditas dan persepsi melalui sentuhan. Adapun hasil kajian dari kedua konsep hasil pemikiran Irigaray, yaitu fluiditas dan persepsi melalui sentuhan, keduanya menjelaskan bagaimana perbedaan gender dalam suatu ruang menentukan bentukan dari suatu produk arsitektur. Apabila arsitek telah dapat mewadahi perbedaan kebutuhan antar gender, maka karya tersebut telah mengakui kedua gender sebagai subyek yang diwadahi dalam suatu produk arsitektural, bukanlah lagi sebagai objek. Sehingga tercipta suatu karya arsitektur yang lebih humanis.Kata kunci: Irigaray; Feminisme; Teori Arsitektur. Abstract_ Architectural theory was born from several philosophical thoughts which discussed the relationship between humans and space. The thought of the philosophers explained how to understand humans as users of architectural products. These various thoughts were then translated by architectural practitioners and students into more humanistic design concepts. This paper aims to describe the thoughts of one of the philosophers who contributed to the development of architectural theory, Luce Irigaray. Irigaray thinking about feminism will explain how relevant it is to architectural design concepts. This paper is compiled with a literature review method by examining two irrational thoughts, the concept of fluidity and perception through touch. The results of the study of the two concepts of Irigarays thinking, fluidity and perception through touch, both explain how gender differences in a space determine the formation of an architectural product. If the architect has been able to accommodate differences in needs between genders, then the work has recognized the two genders as subjects that are contained in an architectural product, no longer as objects. Thus creating a more humanistic architectural work.Keywords:  Irigaray; Feminism; Architecture Theory.

RUMAH ADAT SAPPO LALANAN KALUPPINI KABUPATEN ENREKANG

AS, Zulkarnain

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan mengenai nilai-nilai tradisi yang tumbuh dalam masyarakat, dimana nilai tersebut dapat mempengaruhi gaya arsitektur yang ada dalam suatu daerah, khususnya Desa Kaluppini, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui arsitektur rumah adat Sappo Lalanan Kaluppini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan observasi atau pengamatan langsung di lapangan, sebagai teknik  pengumpulan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  rumah adat Sappo Lalanan merupakan rumah panggung yang terdiri dari atas tiga bagian yaitu tapan sapo (atas), kale sapo (tengah), dan awa sapo (bawah). Pada setiap  area dalam rumah memiliki beberapa  pantangan yang masih di wariskan secara turun-temurunKata kunci : Sappo Lalanan; Kaluppini; Rumah Adat. Abstract­_ This research is motivated by the lack of knowledge about the values of tradition that grow in society, where that value can influence the existing of architectural style in an area, especially the Kaluppini village, Enrekang District, South Sulawesi. The purpose of this research is to knowthe architecture of traditional house of SappoLalananKaluppini. This research used survey method or direct observation in the field, then collecting data in the form of pictures and interviews with local communities and traditional leaders. The results of the study show that the Sappo Lalanan traditional house is a stilt house consisting of three parts, namely sapo tapan (top), kale sapo (middle), and awa sapo (bottom). In each area in the house has several taboos that are still inherited from generation to generationKeywords: Sapolalanan; Kaluppini; Traditional House.

FENOMENA SPASIAL PADA FLY-OVER URIP SUMOHARJO KM.4 MAKASSAR

Muzdar, Muhammad Ajwad, Heryanto, Bambang, Akil, Arifuddin

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_ Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar merupakan jalan layang yang dibangun oleh Pemerintah Kota Makassar guna untuk memecah kemacetan yang sering terjadi malah menambah kemacetan di waktu-waktu tertentu karena adanya aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi masalah spasial pada fly-over. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk-bentuk aktivitas yang dilakukan oleh aktor dan kekuatan yang membentuk aktivitas. Lokasi penelitian yaitu di Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar. Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian mengungkapkan kekuatan yang membentuk aktivitas di Fly-Over adalah karena adanya kesatuan aktor-ruang-waktu. Posisi aktor adalah sebagai unsur yang berperan utama dalam memaknai ruang (space) menjadi sebuah tempat (place), juga merupakan unsur yang menentukan dalam pembentukan sebuah peristiwa. Ruang sebagai unsur yang mewadahi berlangsungnya sebuah kegiatan atau peristiwa, sedangkan waktu adalah unsur yang “seolah-olah” mengatur, mengendalikan dan menentukan kapan peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu berhenti. Ketiga unsur aktor-ruang-waktu dalam sebuah peristiwa senantiasa bergerak, berubah, bergeser, berganti dan selalu menjadi satu kesatuan yang utuh.Kata kunci : Ruang Publik; Fly-Over; Makassar Abstract­_ Fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar is  an overpass that built by the Makassar city government in order to solve the traffic jam that often occur becoming the increasing of traffic jam at a particular time because of the other activities that held by people of the city and which is the spatial problems of  fly-over. The study aimed to reveal the forms of activities that held by its actors, and the strenght that formed the activities. The location of the Research is the fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar. The method of research conducted with qualitative methods. Data collection is taken by interviews, questionnaires, observations and  literature study. Data analysis used descriptive analysis. The results of the study revealed the strength that formed the activity on The fly-over because of the unity of its actor, space and time. The position of the Actor is an element that played a main role in defining the space into a place, is also a decisive element in forming an event. Space is an element that accommodates an activitry or an event happened, while time is an element that seemed to regulate, control and determine when the eventshappened and when it stopped. The third element of the actor, space and time in an event constantly moved, changed, shifted and always be one whole unity.Keywords :  Public Space; Fly-Over; Makassar.

ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK

Hantono, Dedi, Pramitasari, Diananta

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of  its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.

RUMAH PANGGUNG SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN TERHADAP BENCANA BANJIR, LAHAN PARKIR, AREA BERMAIN DAN BERSOSIALISASI

Alfiah, Alfiah, Said, Ratriana

Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1730.257 KB)

Abstract

Abstrak_ Perumahan di perkotaan hakekatnya mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Permasalahan perumahan adalah perbaikan kualitas lingkungan tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas unit rumah. Perbaikan jalan lingkungan tiap tahun menyebabkan tinggi permukaan jalan lebih tinggi dari lantai unit perumahan tersebut. Pertambahan tinggi permukaan jalan menyebabkan terjadinya genangan air pada tiap unit rumah pada musim hujan. Pertumbahan ekonomi penghuni menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan fasilitas kendaraan atau garasi. Perencanaan garasi atau carport yang tidak terencana menyebabkan penguhi perumahan memarkir kendaraan di jalan lingkungan depan rumahnya. Perilaku tersebut sangat merugikan penghuni dan pelaku kegiatan dalam perumahan tersebut. Area bermain dan bersosialisasi pada perumahan yang jarang tersedia menyebabkan para penghuni dan anak-anak kerang peka terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan pada kedua metode ini berbeda. Pada metode kualitatif digunakan dengan cara mempelajari beberapa literatur berupa teori-teori penanggulangan banjir pada area perumahan serta standar-standar luas untuk parkir. Kuantitif untuk menghitung dan mengukur standar ketinggian bangunan terhadap banjir dan luas yang diperlukan untuk parkir pada tiap unit rumah. Perencanaan desain rumah panggung area perumahan menjadi salah satu alternative solusi dalam memecahkan bencana banjir, perparkiran, area bermain dan area soliasilsasi pada perumahan di perkotaan yang dapat mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutanKata-kunci : Rumah Panggung; Bencana Banjir; Lahan Parkir. Abstrac_Urban housing in nature embodies conditions that are habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, socially just and sustainable. The problem of housing is the improvement of environmental quality is not balanced with the improvement of the quality of housing units. Environmental road improvement each year causes the road surface height is higher than the floor of the housing unit. The increase in the height of the road surface causes the occurrence of water puddles in each unit of the house during the rainy season. The economic spill of the occupants caused an increase in the need for a vehicle or garage facility. Planning an unplanned garage or carport causes the housing to park in the street environment of his house. Such behavior is very detrimental to residents and actors in the housing. The area of play and socializing on rarely available housing causes residents and clam children to be sensitive to the environment. This research uses descriptive method with quantitative and qualitative approach where the approach in both methods is different. In qualitative methods used by studying some literature in the form of flood prevention theories on residential areas as well as wide standards for parking. Quantitative to calculate and measure the standard height of the building against the flood and area required for parking on each unit of the house. Housing stage design of residential area becomes an alternative solution in solving flood, parking, play area and soliasilsasi area in urban housing that can realize the condition of habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, social justice and sustainableKeywords: Stage House; Floods; Parking lot.