cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : -
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 17 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2014): September 2014" : 17 Documents clear
Hubungan Penggunaan Helm dengan Beratnya Cedera Kepala Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Darat di RSUD Ulin Bulan Mei - Juli 2013 Lahdimawan, Inas Tsurayya Fadilla; Suhendar, Agus; Wasilah, Siti
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.958

Abstract

ABSTRACT: Head injury is one of the leading cause of morbidity and mortality in the world and the seventh cause of mortality in Indonesia . Head injury is one of the most top 10 diseases in Ulin General Hospital. The increasing number of motorcycle leading head injury to occur more often, considering that road traffic accidents are the most frequent cause of head injury. Lack of public awareness in helmet use leads it to be the primary factor of head injury. The objective of the research is to identify the relationship between helmet use and head injury severity caused by road traffic accidents. The method of the research is descriptive analytical with cross-sectional approach and it took place at Ulin General Hospital from May – July 2013. Total samples of 73 people taken based on inclusion criteria. The most frequently age group was between the age 15-24 (41,1%). Males frequently injured than female with male to female ratio was 1,9:1. Most of them were non-helmeted motorcyclist (53,4%). The most frequent head injury severity was mild head injury (64,4%). The data were statistically analyzed by Chi-square test showed p = 0.041 (α = 0.05). Based on the research there is a significant relationship between helmet usage and the severity of head injury caused by road traffic accidents. Keywords: head injury, helmet, road traffic accidents ABSTRAK: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian di dunia dan ke-7 di Indonesia. Cedera kepala termasuk 10 penyakit terbesar di RSUD Ulin Banjarmasin. Meningkatnya angka kendaraan bermotor menyebabkan cedera kepala semakin sering terjadi, mengingat salah satu penyebab tersering cedera kepala adalah kecelakaan lalu lintas. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm menjadi faktor utama terjadinya cedera kepala. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan helm dengan beratnya cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas darat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional bertempat di RSUD Ulin bulan Mei – Juli 2013. Jumlah sampel sebanyak 73 orang  diambil berdasarkan kriteria inklusi. Kelompok usia terbanyak yaitu 15-24 tahun (41,1%). Jenis kelamin laki-laki banyak mengalami cedera kepala daripada perempuan dengan perbandingan 1,9:1. Status penggunaan helm terbanyak adalah tidak menggunakan helm (53,4%). Beratnya cedera kepala terbanyak adalah cedera kepala ringan (64,4%). Data dianalisis statistik dengan uji Chi-square menunjukkan p = 0,041 (α = 0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan bermakna antara penggunaan helm dengan beratnya cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas darat. Kata-kata kunci: cedera kepala, helm, kecelakaan lalu lintas darat
Hubungan Aktivitas Pendonor dengan Kejadian Malaria Berdasarkan Hapusan Darah Pendonor di PT. Pama Kecamatan Kintap Prakoso, Barra Gerry; Al Audhah, Nelly; Istiana, Istiana
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.963

Abstract

ABSTRACT: Malaria is most disease caused by plasmodium in the bloodstreams. Plasmodium be carried in the bloodstreams from Anopheles mosquito bites. Transmission of malaria depending on the level of immunity. Malaria symptoms are high fever, anemia, and enlargement of the spleen. The incident of malaria determined by exposed of malaria as a carrier of disease. The aim of this research was to figure out the relationship activity donors with the incident of malaria at endemic areas and counting of the incident of malaria on donors by smear of blood transfusion. It was a descriptive analytic study with cross-sectional approach. All subjects were 46 persons at August 2013. The data were analyzed by chi-square test statistics with 95 % confidence interval. The result showed infected with malaria 4,34%, Most activity there daytime were 87%, indoor activities were 58,7%, long-time activity >6 hours 58,7%. Based on the uji fisher statistic analysis, it could be concluded that there is no relationship between kind of activity (p=0,165) and time of activity (p=0,246) about the incident of malaria based blood smear at PT. PAMA Kecamatan Kintap Key words: activity, incident of malaria, donors. ABSTRAK: Malaria adalah penyakit yang sebagian besar penyebabnya adalah Plasmodium yang berada di dalam aliran darah. Plasmodium dibawa ke aliran darah dari gigitan nyamuk Anopheles. Penularan malaria tergantung dari tingkat imunitas. Malaria ditandai dengan demam tinggi, anemia, dan pembesaran limpa. Terjadinya penyakit malaria ditentukan oleh seberapa besar kemungkinan kontak dengan nyamuk sebagai vektor pembawa penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Aktivitas pendonor dengan kejadian Malaria di daerah endemis malaria dan menghitung angka kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian sebanyak 46 orang pada periode Agustus 2013. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-squere dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian malaria sebanyak 4,34%. Aktivitas terbanyak terdapat pada siang hari 87%, aktivitas di luar ruangan 58,7%, lama aktivitas >6 jam 58,7%. Berdasarkan analisis statistik uji fischer dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna untuk jenis aktivitas (p= 0,165) dan waktu aktivitas (p= 0,246) terhadap kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor di PT. PAMA Kecamatan Kintap. Kata-kata kunci: aktivitas, kejadian malaria, pendonor
Hubungan Merokok dengan Kecenderungan Demensia pada Laki Laki Lanjut Usia di Kecamatan Banjarmasin Barat Periode Juni-September 2013 Fernanda, Ferina; Husein, Achyar Nawi; Bakhriansyah, Mohammad
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.954

Abstract

ABSTRACT: A cigarette contains about 4000 elements and with more than 200 of them are harmful. Smoking behaviour is a risk factor for declining in cognitive function, such as dementia. Dementia is defined as a clinical symptoms characterised by short-term memory loss and impaired of global mental functions including language function, the decrease in abstract thinking, the difficulty of taking care of themselves, behavioural changes, emotional labile and disorientation of time and places. Dementia is mostly experienced by the elderly, in particular those of aged by over 60 years old. This research aimed to find out the relationship between smoking behaviour and the tendency of dementia in elderly men at Kecamatan Banjamasin Barat over the period June-September 2013. It was an observational analytic study with cross-sectional approach involving 150 elderly men. Respondents were selected randomly by using simple random sampling method. The tendency of dementia was determined by Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. The results showed that 53 (61.63%) of 86 smoking elderly had a tendency of dementia, and 30 (46.88%) of 64 non-smoking elderly also had it. The statistical analysis using Chi-Square test showed that the p value was 0.073 and the odd ratio was 1.82. It could be concluded that there is no significant relationship between smoking behaviour and the tendency of dementia in elderly men at Kecamatan Banjarmasin Barat June-September 2013.Keywords : dementia, men, elderly, smoking ABSTRAK: Rokok mengandung sekitar 4000 elemen dengan 200 di antaranya yang berbahaya bagi kesehatan. Merokok juga merupakan faktor risiko terhadap penurunan fungsi kognitif, seperti demensia. Demensia adalah kumpulan gejala klinik yang ditandai dengan hilangnya daya ingat jangka pendek dan gangguan global fungsi mental termasuk fungsi bahasa, penurunan cara berpikir abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan perilaku, emosi labil dan disorientasi waktu dan tempat. Demensia sering dialami kaum lansia, khususnya yang berusia di atas 60 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan merokok dengan kecenderungan demensia pada laki-laki lanjut usia di Kecamatan Banjarmasin Barat periode Juni-September 2013. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan responden penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling. Sampel penelitian adalah 150 laki-laki lanjut usia. Kecenderungan demensia ditentukan dengan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian menunjukkan dari 86 lansia perokok yang mengalami kecenderungan demensia adalah 53 orang (61,63%), serta dari 64 lansia bukan perokok yang mengalami kecenderungan demensia adalah 30 orang (46,88%). Data kemudian dianalisis dengan uji statistik Chi-Square. Hasil  analisis data dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p=0,073 dan nilai Odd Ratio (OR)= 1,82. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dengan kecenderungan demensia pada laki-laki lanjut usia di Kecamatan Banjarmasin Barat periode Juni-September 2013.                                                  Kata-kata kunci: demnsia, laki-laki, lansia, merokok
Ensefalitis Herves Simplex pada Anak Hidayah, Nurul; Muhyi, Ruslan
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.968

Abstract

Abstract: Herpes simplex virus is a cause of encephalitis in human whose high fatality rate. Herpes Simplex Encephalitis (EHS) can occured in all range of ages  without sex predilection with case incidence about 1 in 250.000-500.000 populatation/years. About 40% patients hospitalized in coma state. Coma is a very poor prognostic factors, because patients with coma often died or recovered with severe sequelae. Mortality usually occured in first 2 weeks. In children, this disease has an unspesified clinical manifestation therefore in order to diagnose EHS, a strong clinical suspicion is needeed. In a simple way, we can suspect a children with EHS possibility  if a child suffer from febrile, seizure (especially focal seizure) dan other focal neurological symptoms such as hemiparesis or disphasia with progrressive lost of consciousness.Key words: encephalitis, herpes simplex, child Abstrak: Virus Herpes simplex adalah penyebab ensefalitis pada manusia yang seringkali berakibat fatal. Ensefalitis  herpes simplex dapat menyerang semua umur, tanpa predileksi jenis kelamin. Angka kejadian adalah 1 dalam 250.000-500.000 populasi per tahun. Empat puluh persen pasien datang di rumah sakit dalam keadaan koma.  Koma merupakan faktor prognosis yang sangat buruk, pasien yang mengalami koma seringkali meninggal atau sembuh dengan gejala sisa yang berat. Kematian biasanya terjadi dalam 2 minggu pertama. Manifestasi klinis sangat tidak spesifik terutama pada anak dan diagnosis EHS sangat memerlukan kecurigaan klinis yang kuat. Secara praktis, fikirkan kemungkinan EHS bila menjumpai seorang anak dengan demam, kejang terutama kejang fokal dan gejala neurologis fokal lain seperti hemiparesis atau disfasia dengan penurunan kesadaran yang progresif. Kata-kata kunci : ensefalitis, herpes simplex, anak Ensefalitis Herves Simplex pada Anak
Perbedaan Berat Bayi Lahir dari Ibu Preeklampsia Berat dan Tidak Preeklampsia: Tinjauan terhadap RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Margareth, Yulia; Sauqi, Hardyan; Noor, Meitria Syahadatina
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.959

Abstract

ABSTRACT: Severe preeclampsia is one of the pregnancy complication (for gestational age >20 weeks), characterized by blood pressure ≥160/110 mmHg and proteinuria >5g/24 jam. Severe preeclampsia can lead to fetus complication such as low birth weight babies. This study aimed to determine the diferences of birth weight between mother severe preeclampsia and non-preeclampsia at Banjarmasin Ulin Hospital from June to August 2013 with case-control approach. One hundred and twenty-six samples are collected with 63 samples were severe preeclampsia mother and 63 samples were non-preeclampsia mother, selected in simple random sampling. The results showed that the mean weight of babies born from severe preeclampsia mother was 2884.13 ± 524.1 grams, and mean birth weight of the mother non-preeclampsia was 3253.17 ± 390.9 grams. The results was analysed using independent T-test (α=95%) showed that p value=0,000, it can be concluded that there was a significant difference birth weight infant  between  mothers with severe preeclampsia and non-preeclampsia. Keywords : severe preeclampsia, birth weight infant, Banjarmasin Ulin Hospital. ABSTRAK: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi kehamilan pada usia kehamilan >20 minggu, ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg dan proteinuria >5g/24 jam. Preeklampsia berat dapat menyebabkan komplikasi pada janin berupa bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 dengan pendekatan case control. Total sampel sebanyak 126 orang dengan ibu preeklampsia berat 63 orang dan ibu tidak preeklampsia 63 orang, dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat  sebesar 2884,13 ± 524,1 gram dan rerata berat bayi lahir dari ibu tidak preeklampsia sebesar 3253,17 ± 390,9 gram. Hasil analisis data dengan menggunakan uji T tidak berpasangan (α=95%) menunjukkan nilai p=0,000, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna antara berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013. Kata kunci: preeklampsia berat, berat bayi lahir, RSUD Ulin Banjarmasin.
Pola Resistensi Bakteri Kontaminan Luka Pasien di Bangsal Bedah Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juli-September 2013: Tinjauan In Vitro Pola Resistensi Isolat Bakteri Kontaminan Asal Swab Luka Pasien di Bangsal Bedah Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin Terhadap Gentamisin, Kloramfenikol, Sefotaksim dan Seftriakson Rihansyah, Akbar; Putera, Husna Dharma; Budiarti, Lia Yulia
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.964

Abstract

ABSTRACT: Surgery, trauma, burns, and other factors can affect the defense/skin barrier against bacterial contamination that can cause infection. The risk of infection must be remained of the rational use of prophylactic antibiotics. Rational use of antibiotic susceptibility test results obtained by antibotic against bacteria. The aim of this research was to figure out the resistance pattern of bacteria contaminant in patient’s wound at Orthopaedic Ward of RSUD Ulin Banjarmasin to selected antibiotics i.e. gentamicin, chloramphenicol, cefotaxime and ceftriaxone from July-September 2013. This was descriptive research. The samples were taken with consecutive sampling technique according to inclusion criteria. This research used wound swab bacteria contaminant isolates i.e. Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, and Streptococcus sp. Antibiotic susceptibility test was done in vitro with Kirby-Bauer diffusion method. The radical zones were measured and compared to CLSI 2011 standard. The antibiotic susceptibility test result showed that Staphylococcus aureus was sensitive to gentamicin (100%) and cefotaxime (66,67%), resistant to chloramphenicol (44,44%); Staphylococcus epidermidis was sensitive to cefotaxime (28,75%), resistant to gentamicin (85,71%) and chloramphenicol (57,14%); Pseudomonas aeruginosa was sensitive to cefotaxime (33,33%), resistant to ceftriaxone (66,67%); Streptococcus sp. was sensitive to cefotaxime (50%), resistant to gentamicin (50%), chloramphenicol (100%) and ceftriaxone (50%). Key words:   Antibiotic susceptibility, wound bacterial contaminant. ABSTRAK: Tindakan operasi, trauma, luka bakar dan beberapa faktor lain dapat mempengaruhi pertahanan/barier kulit terhadap kontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Risiko terjadinya infeksi harus tetap diwaspadai dengan penggunaan antibiotik profilaksis yang rasional. Penggunaan antibiotik rasional didapatkan berdasarkan hasil uji kepekaan antibotik terhadap bakteri penyebab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri kontaminan pada luka pasien di Bangsal Bedah Ortopedi RSUD Ulin Banjarmasin terhadap beberapa antibiotik yaitu gentamisin, kloramfenikol, sefotaksim dan seftriakson periode Juli-September 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling menurut kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan isolat bakteri kontaminan hasil swab luka pasien yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, dan Streptococcus sp. Uji kepekaan keempat jenis bakteri tersebut dilakukan secara in vitro dengan metode difusi Kirby-Bauer. Zona radikal yang terbentuk diukur dan dibandingkan dengan standar CLSI 2011. Hasil uji kepekaan antibiotika menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus sensitif terhadap gentamisin (100%) dan sefotaksim (66,67%), resisten terhadap kloramfenikol (44,44%); Staphylococcus epidermidis sensitif terhadap sefotaksim (28,75%), resisten terhadap gentamisin (85,71%) dan kloramfenikol (57,14%); Pseudomonas aeruginosa sensitif terhadap sefotaksim (33,33%), resisten terhadap seftriakson (66,67%); Streptococcus sp. sensitif terhadap sefotaksim (50%), resisten terhadap gentamisin (50%), kloramfenikol (100%) dan seftriakson (50%). Kata-kata kunci : Kepekaan antibiotika, bakteri kontaminan luka.
Pengaruh Lama Paparan Kebisingan Menurut Masa Kerja terhadap Nilai Ambang Dengar Pekerja : Studi Observasional di PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin Huldani, Huldani
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.955

Abstract

Abstract: PT PLN (Persero), Trisakti Banjarmasin diesel Barito sector is an industry that uses diesel power to electric power generation using the machine and work tool that has a loud voice so that it will increase the noise exposure and increase the risk of harm to the workers. To determine the effect of long exposure noise according to the service life of the hearing threshold value workers of PT PLN (Persero) Sector Barito diesel Trisakti Banjarmasin, conducted observational study with a cross sectional study of the population of all workers at PT PLN (Persero) Sector Barito diesel Trisakti Banjarmasin. Determination of the respondents used the quota sampling with 30 responden.Hasil research found that the intensity of the noise in the diesel> 85 dB, there are 3 respondents (10%) increase in NAD and the average rate of loss in the case of the respondents is hearing loss in long service life (> 5 years) of 3 respondents (20%) and normal hearing as many as 12 respondents (80%) of the 15 respondents, while the new work (≤ 5 years) as many as 15 respondents (100%) of the 15 respondents. Mann-Whitney U analysis with a level of 95% between the long exposure noise according to the working lives of the employees hearing threshold value p value = 0.07 (p> 0.05). It can be concluded that there is no difference in the increase in NAD workers of PT PLN (Persero) diesel Barito Sector, Trisakti Banjarmasin on years of ≤ 5 years and> 5 years. Key words: noise, period of employment, the value of hearing threshold.  Abstrak: PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin merupakan industri yang menggunakan tenaga diesel untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan mesin dan alat kerja yang mempunyai suara keras sehingga akan meningkatkan pemaparan kebisingan serta menambah risiko bahaya pada pekerja. Untuk mengetahui pengaruh lama paparan kebisingan menurut masa kerja terhadap nilai ambang dengar pekerja PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin, dilakukan penelitian observasional analitik dengan studi pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh pekerja di PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin. Penentuan responden digunakan dengan quota sampling dengan jumlah 30 responden.Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas kebisingan di PLTD > 85 dB, terdapat 3 responden (10%) peningkatan NAD dan rata-rata tingkat pendengaran pada responden adalah terjadi gangguan pendengaran pada masa kerja lama (> 5 tahun) sebanyak 3 responden (20%) dan pendengaran normal sebanyak 12 responden (80%) dari 15 responden sedangkan masa kerja baru (≤ 5 tahun) sebanyak 15 responden (100%) dari 15 responden. Analisis U-mann whitney dengan taraf kepercayaan 95% antara lama paparan kebisingan menurut masa kerja terhadap nilai ambang dengar pekerja didapatkan nilai p= 0,07 (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan NAD pekerja PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin pada masa kerja ≤ 5 tahun dan > 5 tahun. Kata-kata kunci: kebisingan, masa kerja, nilai ambang dengar.
Imunitas Selular – Netrofil Huldani, Huldani
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.969

Abstract

Abstract: Neutrophils play a role in nonspecific cellular immune system which can be found in circulation. Neutrophils are white blood cells (leukocytes) are characterized histologically by its ability to stained by the dye neutral and functional with its role in mediating the immune response against infectious microorganisms. . Neutrophil granules are usually pink or purple - blue with dye. Neutrophil Approximately 50 to 80 percent of all white blood cells in the human body. Neutrophils are quite uniform in size with a diameter between 12 and 15 micrometers. The core consists of 2-5 lobes joined together by the hairlike filaments. Neutrophils move by amoeboid movement. In neutrophils migrate to the area of the body to infection or tissue injury. Tensile strength which determines the direction in which neutrophils will move known as chemotaxis and is associated with substance released from the damaged tissue. Neutrophils are active phagocytes that engulf bacteria and other microorganisms and microscopic particles. The granules of neutrophils is a powerful enzyme that can digest various types of cellular material. During the inflammatory response, chemotactic factors of different origin and proinflammatory cytokine signals attracting neutrophils to the site of infection and / or injury. Injured area will issue a neutrophil chemo attractant attractive to the injured area, followed by the formation of reactive oxygen species (ROS) which is used as the bodys defenses. Neutrophils also synthesize and secrete small amounts of several cytokines including IL-1, IL-6, IL-8, TNF-α, and GM-CSF. Keywords: Cellular Immunity - Neutrophils - Chemo attractant Abstrak: Netrofil  berperan dalam sistem imun nonspesifik selular yang dapat ditemukan dalam sirkulasi. Neutrofil adalah sel darah putih ( leukosit ) yang ditandai secara histologi oleh kemampuannya untuk ternoda oleh pewarna netral dan fungsional dengan perannya dalam mediasi respon imun terhadap mikroorganisme menular. . Granul neutrofil biasanya berwarna merah muda atau ungu - biru dengan zat pewarna . Netrofil Sekitar 50 sampai 80 persen dari semua sel darah putih dalam tubuh manusia. Neutrofil cukup seragam dalam ukuran dengan diameter antara 12 dan 15 mikrometer . Inti terdiri dari 2-5 lobus bergabung bersama oleh filamen mirip rambut . Neutrofil bergerak dengan gerakan amoeboid. Dalam tubuh neutrofil bermigrasi ke daerah infeksi atau cedera jaringan . Kekuatan tarik yang menentukan arah di mana neutrofil akan bergerak dikenal sebagai kemotaksis dan berhubungan dengan zat yang dilepaskan dari tempat kerusakan jaringan. Neutrofil adalah fagosit aktif yang dapat menelan bakteri dan mikroorganisme lain dan partikel mikroskopis . Granul neutrofil merupakan  enzim kuat yang mampu mencerna berbagai jenis bahan selular. Selama respon inflamasi, faktor chemotactic asal yang berbeda dan sinyal sitokin proinflamasi menarik neutrofil ke tempat infeksi dan / atau cedera. Daerah yang mengalami cedera akan mengeluarkan chemo attractant yang menarik neutrofil ke daerah cedera tersebut, diikuti pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang digunakan sebagai pertahanan tubuh. Neutrofil juga mensintesis dan mensekresi sejumlah kecil beberapa sitokin termasuk IL-1, IL-6, IL-8, TNF-α, dan GM-CSF. Kata-kata Kunci : Imunitas Selular – Netrofil – Chemo attractant
Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Urolithiasis di Ruang Perawatan Bedah RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Nufaliana, Sri Hayati; Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.960

Abstract

ABSTRACT: Urinary tract stone or urolithiasis is a pathological condition which is presented by the existence of the stone in the urinary tract. The existence of this stone may make the normal imunity of urinary tract decrease, so that the bacteria can enter, stay and grow until make urinary tract infection (UTI). Urinary tract infection is diagnosed by finding cases of positive urine culture (>105cfu/ml). The aim of this research was to figure out the type of bacteria in urolithiasis patients with UTI at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin during June-August 2013. This study was a descriptive research with cross sectional approach. The samples were taken with totally sampling methode who fullfilled  inclusion criteria. There were 19 urolithiasis patients at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin. From urine examination, there were 13 patients with UTI. Bacterial identification showed there were 3 types of bacteria, Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), and Proteus sp. (7,69%). Keywords: urinary tract infection, urinary tract infection’s bacteria, urolithiasis ABSTRAK: Batu saluran kemih atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di sepanjang traktus urinarius. Kehadiran batu ini dapat membuat pertahanan saluran kemih yang normal berkurang, sehingga bakteri dapat masuk, menetap dan berkembang biak yang akhirnya menimbulkan infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat didiagnosis jika ditemukan koloni bakteri (>105cfu/ml). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin selama periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan totally sampling method menurut kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini adalah 19 pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Hasil pemeriksaan urine dari 19 pasien urolithiasis diperoleh 13 pasien urolithiasis dengan ISK. Hasil identifikasi bakteri pada 13 pasien urolithiasis dengan ISK didapatkan bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis yaitu Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), dan Proteus sp. (7,69%). Kata-kata kunci: bakteri penyebab ISK, infeksi saluran kemih, urolithiasis
Perbedaan Waktu Reaksi setelah Tes Ergocycle pada Mahasiswi FK UNLAM Banjarmasin yang Menstruasi dan Tidak Menstruasi Sanjaya, Azmi Noor; Huldani, Huldani; Asnawati, Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.965

Abstract

ABSTRACT:Reaction time is the time between the onset of the stimulus and the initiation of response under the condition that, the subject has been instructed to respond early and rapidly.There were several factors that influence a reaction time. One of them werefatigue and menstruation. Menstruating and not menstruating women who were given loading can lead to fatigue, and fatigue will result in lengthening the reaction time. The aim of this research is to figure out the difference of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University Banjarmasin who are menstruating and not menstruating. This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The samples are taken using purposive sampling technique, 30 female students who are menstruating and 30 female students who are not menstruating. The instrument used for loading is an ergocycle, whileKosinki’s time reaction software used for measurement of reaction time. The data are analyzed using unpaired t test. The result has showed that average time reaction of female students who are menstruating is 0.372 seconds whileaverage reaction time of female students who are not menstruating is 0.343 seconds. Statistical analysis result has showed that there is a significant differences of reaction time between female students who are menstruating and not menstruating (p = 0.020). It has been concleded that there is a differences of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University who are menstruating and not menstruating. Key words: reaction time, menstruation, fatigue ABSTRAK: Waktu reaksi adalah waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan pertama kaliyang mana subjeknya telah diinstruksikan untuk merespon secara dini dan cepat. Waktu reaksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat kelelahan dan menstruasi. Wanita menstruasi dan tidak menstruasi yang diberi pembebanan dapat menyebabkan kelelahan, dan kelelahan akan mengakibatkan pemanjangan waktu reaksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu reaksi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilansampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi.Instrumen yang digunakan untuk pembebananadalah ergocycle, untuk mengetahui waktu reaksi digunakan Kosinki’s time reaction software dengan cara X at a known location.Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai waktu reaksi mahasiswi yang menstruasi adalah 0,372 detik, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 0,343 detik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermaknawaktu reaksiantara mahasiswi yang menstruasi dan tidak menstruasi(p = 0,020). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan waktu reaksi antara wanita menstruasi dan tidak menstruasi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Kata-kata kunci: waktu reaksi, menstruasi, kelelahan

Page 1 of 2 | Total Record : 17