cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : -
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014" : 16 Documents clear
Penerapan Kaidah Fiqih dalam Penetapan Hukum Islam Bedah Mayat Kedokteran Husairi, Ahmad
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.938

Abstract

Abstract: The medical autopsy is a post-mortem that is performed for the benefit of the medical world. On the one hand, the corpse is the body that must be respected. On the other hand, the medical profession can not be separated from the implementation of the post-mortem. Therefore, the Islamic jurisprudence of post-mortem should be determined by careful consideration in order to obtain the best benefit. Since the Islamic jurisprudence of medical autopsy was not stated in the Quran and hadith, ijtihad method should be performed. The rules of Islamic jurisprudence is the rule that is reliable in addressing different issues of Islamic jurisprudence, including the issues of Islamic jurisprudence of medical autopsy. Thus, the rules of Islamic jurisprudence can be applied in consideration of determination of Islamic jurisprudence of medical autopsy. Keywords: autopsy, Islamic jurisprudence of autopsy, the rules of Islamic jurisprudence Abstrak: Bedah mayat kedokteran merupakan bedah mayat yang dilakukan untuk kepentingan dunia kedokteran. Di satu sisi, mayat merupakan jasad yang harus dihormati. Di sisi lain, profesi kedokteran tidak dapat terlepas dari pelaksanaan bedah mayat. Oleh karena itu, hukum Islam bedah mayat perlu ditetapkan dengan pertimbangan yang mendalam agar dapat diperoleh kemaslahatan yang terbaik. Berhubung hukum bedah mayat kedokteran tidak ada disebutkan dalam Al-qur’an dan hadits, metode ijtihad harus dilakukan. Kaidah fiqih merupakan kaidah yang cukup andal dalam menjawab berbagai masalah hukum Islam, termasuk masalah hukum bedah mayat kedokteran. Dengan demikian, kaidah fiqih dapat diterapkan dalam pertimbangan penetapan hukum Islam bedah mayat kedokteran. Kata kunci: Bedah mayat, hukum Islam bedah mayat, kaidah fiqih
Uji Sensitivitas Isolat Bakteri Pasien Urolithiasis di Ruang Perawatan Bedah Rsud Ulin Banjarmasin terhadap Antibiotik Terpilih Pertiwi, Strata; Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.929

Abstract

ABSTRACT: Urinary tract infection (UTI) is defined as the presence of microorganisms in urine which is marked with significants bacteriuria. Urinary tract infection is very common condition that occurs in both women and men in all ages. Urinary tract stone (Urolithiasis) can lead to the development of bacteriuria. Bacterial resistance to antibiotics has long recovery from UTI. The aim of this research was to find out bacterial sensitivity urinary tract infection in patients urolithiasis to selected antibiotic in Surgical Treatment Ulin General Hospital Banjarmasin period Juni-Agustus 2013. The selected antibiotics were ceftriaxone, levofloxaxin and gentamicin. The research was a descriptional research. The subject of this research is all patients urolithiasis with complication urinary tract infection in Surgical Treatment Ulin General Hospital Banjarmasin period Juni-Agustus 2013. The sampling technique in this research was consecutive method. The sensitivity test to antibiotic test in the research used Kirby-Bauer method and analyzed according to CLSI 2011 standard. Based of the research can be concluded that bacteria that sensitive to selected antibiotics in succession is levofloxaxin 61,54%, seftriaxone 15,38% and gentamicin 15,38%. Percentage of bacteria that resisten to antibiotic seftriaxone 23,8%. Keywords: bacteriuria, gentamicin, urinary tract infection (UTI), in vitro, levofloxaxin, seftriaxone, urolithiasis ABSTRAK: Infeksi saluran kemih (ISK) didefinisikan sebagai adanya mikroorganisme dalam urin yang ditandai dengan bakteriuria bermakna. Infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang sangat umum terjadi baik pada wanita maupun pria pada semua usia. Batu saluran kemih (urolithiasis) dapat menyebabkan perkembangan bakteriuria. Resistensi bakteri terhadap antibiotik menyebabkan lamanya penyembuhan dari ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis terhadap antibiotik terpilih di Bagian Perawatan Bedah RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Antibiotik terpilih yaitu seftriakson, levofloksasin dan gentamisin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif murni sensitivitas isolat bakteri Escheriachia coli, pseudomonas sp., dan proteus sp. dari pasien urolithiasis dengan ISK terhadap antibiotik uji terpilih. Subjek penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis dengan komplikasi infeksi saluran kemih di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive method. Uji sensitivitas antibiotik pada penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer dan dianalisa sesuai dengan standar CLSI 2011. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bakteri yang sensitif terhadap antibiotik terpilih secara berturut-turut adalah levofloksasin 61,54%, seftriakson 15,38%, dan gentamisin 15,38%. Persentase bakteri yang resisten terhadap antibiotik seftriakson 23,8%. Kata-kata kunci: bakteriuria, infeksi saluran kemih (ISK), in vitro, levofloksasin, gentamisin, seftriakson, urolithiasis
Profil Perdarahan Intrakranial Pada Bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Tahun 2010-2012 Sari, Rina Purnama; Hidayah, Nurul; Wasilah, Siti
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.934

Abstract

ABSTRACT: Intracranial hemorrhage in infants is a condition that cause permanent morbidity and mortality rate was 41%. In developing country like Indonesia, intracranial hemorrhage in infants often have relation with vitamin K deficiency. That happens because vitamin K prophylaxis is not routinely administered in newborns. There is no data about intracranial hemorrhage in South Borneo. This research was a descriptive study using secondary data from medical record, to describe the profile of intracranial hemorrhage in infants at Ulin General Hospital Banjarmasin in 2010-2012. There were 15 data of infants with intracranial hemorrhage. The commonest age group was 1-6 month-old (73,33%), the mean age of patients was 2,2 month-old. Most of infants with intacranial hemorrhage were male (73,33%) and ratio between male and female was 2,7:1. The main symptom of infants in this research was seizure (60%). The most common bleeding type was subdural hemorrhage (46,67%). Among them required conventional and operative therapy when hospitalization (60%). There were 60% of infants with intracranial hemorrhage did not receive vitamin K prophylaxis at birth. Patient’s outcomes were normal (86,67%) and no infant died after hospitalization. Socialization about the importance vitamin K prophylaxis for all newborns is really important to prevent the intracranial hemorrhage in infants. Keywords: infants, intracranial hemorrhage, Ulin General Hospital Banjarmasin ABSTRAK: Perdarahan intrakranial pada bayi merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan morbiditas yang menetap ataupun mortalitas sebesar 41%. Perdarahan intrakranial pada bayi di negara berkembang seperti Indonesia sering dihubungkan dengan defisiensi vitamin K. Hal tersebut dikarenakan pemberian profilaksis vitamin K pada bayi baru lahir belum rutin dilakukan. Data mengenai perdarahan intrakranial pada bayi di Kalimantan Selatan masih terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien, bertujuan untuk mengetahui profil perdarahan intrakranial pada bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin tahun 2010-2012. Data yang diperoleh sebanyak 15 data pasien yang didiagnosis perdarahan intrakranial. Kelompok umur yang terbanyak yaitu kelompok umur 1-6 bulan (73,33%), dengan rata-rata umur 2,2 bulan. Sebagian besar bayi berjenis kelamin laki-laki (73,33%) dengan perbandingan antara laki-laki dan perempuan 2,7:1. Keluhan utama yang paling sering ditemukan pada penelitian ini adalah kejang (60%). Jenis perdarahan terbanyak adalah perdarahan subdural (46,67%). Sebagian besar jenis intervensi yang diberikan adalah terapi konvensional dan operatif (60%). Sebanyak 60% bayi yang mengalami perdarahan intrakranial tidak mendapatkan profilaksis vitamin K sebelumnya. Status pasien ketika pulang 86,67% membaik dan tidak ada pasien yang meninggal. Sosialisasi mengenai pentingnya pemberian vitamin K pada seluruh bayi baru lahir sangat penting dilakukan untuk mencegah perdarahan intrakranial pada bayi. Kata-kata Kunci: bayi, perdarahan intrakranial, RSUD Ulin Banjarmasin.
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SESUDAH TES ERGOCYCLE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM YANG MENSTRUASI DAN TIDAK MENSTRUASI Sorayya, Rizki Agmalia; Huldani, Huldani; Asnawati, Asnawati
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.398

Abstract

ABSTRACT: Blood pressure is the force exerted on the blood vessel wall or the pressure inside blood vessels when the heart pumps blood throughout the body . There are several factors that affect a persons blood pressure , one of which is menstruation. This study aimed to determine differences in blood pressure and menstrual women who do not menstruate after ergocycle test . This research is a descriptive analytic cross-sectional approach. Sampling technique used in this research was urposive sampling technique by sampling a number of 60 student is 30 female students were menstruating and 30 female students were not menstruating. The instrument used to measure blood pressure is a mercury sphygmomanometer to be deducted while the bike ergocycle in 3 minutes . The data obtained were analyzed using Mann Whitney test . The results showed an average blood pressure value coed FK Unlam Banjarmasin student menstruation is 109.67 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic, whereas a student who is not menstruating is 123 mmHg systolic and 84,67 mmHg diastolic. Statistical analysis showed significant differences in blood pressure in FK Unlam Banjarmasin student who menstruation and not menstruation (P=0.000 for systolic and P=0.020 for diastolic) . Conclusions obtained in this study is the significant difference in blood pressure values menstrual student and non- menstrual student after ergocycle test. Keywords: menstruation, blood pressure ABSTRAK: Tekanan darah adalah gaya yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah atau tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah seseorang, salah satunya adalah menstruasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah wanita yang menstruasi dan tidak menstruasi setelah dilakukan tes ergocycle. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darahnya adalah sphygmomanometer air raksa, untuk pembebanannya dengan sepeda ergocycle selama 3 menit. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi adalah 109,67 mmHg sistole dan 80 mmHg diastole, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 123 mmHg sistole dan 84,67 mmHg diastole. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tekanan darah pada mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi (P=0,000 untuk sistole dan P=0,020 untuk diastole). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna nilai tekanan darah mahasiswi yang menstruasi dan mahasiswi yang tidak menstruasi setelah tes ergocycle. Kata-kata kunci: menstruasi, tekanan darah
Hubungan Riwayat Malaria Sebelumnya dengan Kejadian Malaria Berdasarkan Hapusan Darah Pendonor di PT Pama Kecamatan Kintap Putera, Wahyu Aditia Husada; Al Audhah, Nelly; Istiana, Istiana
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.930

Abstract

ABSTRACT: Malaria is a disease that is caused by the Plasmodium genus and still become a problem around the world due to high mortality and morbidity. Several types of Plasmodium sp can be transmitted through blood transfusion. The aim of this study was to determine the relationship between history of previous malaria exposure with the event of malaria through donor’s blood smear at PT Pama Kintap subdistrict, Tanah Laut district. It was a survey of analytic-deskriptive study that performed on blood donors by using a questionnaire to see a history of previous malaria, and a smear of blood transfusion donors to see the Plasmodium sp in the blood transfusion. Sample of the research used total sampling method and gained 46 samples. The result was 4 (8.7%) had a previous history of malaria, and 2 (4.3%) was found some Plasmodium sp from their transfusion blood smear. Statistical analyisis used Fischer test, showed p value = 0.006 (p <0.05) which means there is a significant relation between a history of previous malaria exposure with the event of malaria through donor’s blood smear at malaria’s endemic region. Keywords: history of malaria, incident of malaria, blood donor ABSTRAK: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium dan masih menjadi masalah di seluruh dunia karena angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Beberapa jenis Plasmodium sp dapat ditularkan melalui transfusi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit malaria sebelumnya dengan kejadian malaria berdasarkan hapusan darah pendonor di PT Pama kecamatan Kintap di kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bersifat survey analitic-descriptive yang dilakukan pada pendonor darah dengan menggunakan kuesioner untuk melihat riwayat malaria sebelumnya, dan hapusan darah transfusi pendonor untuk melihat adanya Plasmodium sp. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampel dan mendapatkan 46 pendonor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 orang (8,7%) memiliki riwayat malaria sebelumnya, dan 2 orang (4,3%) ditemukan plasmodium dalam hapusan darah transfusinya. Analisis statistik menggunakan uji Fischer mendapatkan p value = 0,006 ( p < 0,05) yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat malaria sebelumnya dengan kejadian malaria melalui hapusan darah transfusi pendonor. Kata-kata kunci: riwayat malaria, kejadian malaria, donor darah
Perbedaan Kadar Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) Ovarium Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Terpajan Kadmium dan Tidak Terpajan Kadmium Rahmadhani, Endah Ayu; Suhartono, Eko; Noor, Meitria Syahadatina
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.935

Abstract

Abstract: Cadmium ( Cd) is one of hazardous and  poisonous material, which is that every material because of the nature of concentration or amount either directly or indirectly, can pollute the environment, health, the life of human beings and other living creatures. Cadmium induces toxicity or giving rise to a toxic effect through its ability in the formation of various free radical. An increase of free radicals that excessive will trigger oxidative stress. Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) is one of the makers of the occurrence of oxidative stress, derived from the influence of oxidative, stress carbonyl, and increasing the activity of inflammatory globally. This research is an experimental laboratoric the study was performed with 2 groups the treatment, first is  the control group P(0) that does not given exposure cd have been given 2 mL/day aquadest for 4 weeks, and the group exposure P(1), who is given exposure of  Cd with concentration  6 mg Cd/L given 2 mL/day for 4 weeks. The results showed average levels of AOPP in the control group P (0) was 5,319 ± 2,540 µM and  exposure group P(1) has an average of 9,360 ± 1,727 µM AOPP levels. Statistical analysis of the results of the Mann-Whitney shows that there is a meaningful difference between a group with a value of p = 0.000. Can be concluded there that effect of the difference of the formation a both group of AOPP, which in AOPP levels  exposure is higher than the control group. Keywords: cadmium, ovarium, Advanced Oxidation Protein Products, oxidative stress.  Abstract: Kadmium (Cd) merupakan salah satu bahan berbahaya dan beracun yaitu setiap bahan yang karena sifat, konsentrasi atau jumlah, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemari lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Kadmium menginduksi toksisitas atau menimbulkan efek toksik melalui kemampuannya dalam pembentukan berbagai radikal bebas. Peningkatan radikal bebas yang berlebihan akan memicu terjadinya stres oksidatif. Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) merupakan salah satu tanda-tanda terjadinya stres oksidatif, yang berasal dari pengaruh oksidatif, stres karbonil, dan peningkatkan aktivitas inflamasi secara global. Penelitian ini bersifat studi eksperimental laboratorik yang dilakukan dengan 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol P(0) yang tidak diberi pajanan Cd hanya diberi akuadest sebanyak 2 mL/hari selama 4 minggu dan kelompok pajanan P(1) yang diberi pajanan Cd dengan konsentrasi 6 mg Cd/L yang diberikan sebanyak 2 mL/hari selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar AOPP pada kelompok kontrol P(0) adalah 5,319 ± 2,540 µM dan kelompok pajanan P(1) memiliki rerata kadar AOPP sebesar 9,360 ± 1,727 µM. Hasil analisis statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok dengan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh perbedaan pembentukan AOPP terhadap kedua kelompok, dimana kadar AOPP pada kelompok pajanan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Kata-kata kunci: kadmium, ovarium, Advanced Oxidation Protein Products, stres oksidatif.
Efek Pajanan Kadmium (Cd) terhadap Aktivitas Katalase Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Khairunanda, Nuryandi; Suhartono, Eko; Triawanti, Triawanti
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.926

Abstract

ABSTRACT: Cadmium (Cd) is a heavy metal compound which is often founded in the environment and food. It has a wide variety of negative effects on target exposed organs, such as blood. Cd increases the Reactive Oxygen Species (ROS) which will lead to an increase in catalase (CAT) activity. The aim of this study was to determine the effect of Cd exposure on CAT activity in the rat ovary (Rattus norvegicus). It was an experimental laboratory using 2 groups. Control group P (0) was given 2 mL aquadest and treatment group P (1) was given Cd with 1,2 x 10-2 mg daily for 4 weeks. The results showed that the mean of the activity of CAT in the control group P(0) was 0,382 + 0,225 μU/mg while in the treatment group P(1) was 0,458 + 0,393 μU/mg. The statistical analysis test using unpaired t test showed an insignificant differences between those two groups with p = 0,599 (p > 0,05). It can be concluded that Cd does not have effect on activity of CAT in the rats’ blood. Keywords: cadmium, catalase activity, oxydative stress..ABSTRAK: Kadmium (Cd) adalah suatu senyawa logam berat yang sering terdapat pada lingkungan dan makanan. Cd memiliki berbagai efek negatif pada organ target yang terpajan, salah satunya adalah darah. Mekanisme Cd untuk merusak jaringan yang terpajan adalah dengan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas katalase (CAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan Cd terhadap aktivitas CAT pada darah tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bersifat laboratorik eksperimental yang dilakukan pada 2 kelompok, yakni kelompok kontrol P(0) yang diberi akuadest sebanyak 2 mL dan kelompok pajanan P(1) yang diberi Cd dengan dosis 1,2 x 10-2 mg setiap hari selama 4 minggu. Hasil penelitian didapatkan rerata pada kelompok kontrol P (0) sebesar 0,382 + 0.225 µU/mg dan pada kelompok perlakuan P(1) sebesar 0,458 + 0,393 µU/mg. Pada uji t tidak berpasangan didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna dari kedua kelompok dengan p = 0,037 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Cd tidak memiliki efek pada aktivitas CATpada darah tikus putih. Kata-kata kunci: kadmium, aktivitas katalase, stres oksidatif.
Perbedaan Kejadian Anemia pada Pasien yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Kurang Dari 5 Tahun dan Lebih Dari Sama Dengan 5 Tahun Balela, Naisya; Arifin, Miftahul; Noor, Meitria Syahadatina
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.931

Abstract

ABSTRACT: Diabetes mellitus (DM) is a group of symptoms that occur in a person caused by an increase in blood glucose levels due to a progressive decrease in insulin secretion and  motivated by insulin resistance. Prolonged hyperglycemia causes microvascular complications such as neuropathy and kidney disorder associated with the occurrence of anemia in type 2 diabetes mellitus patients. The aim of this research was to determine differences of anemia incidence in patient who suffering type 2 diabetes mellitus <5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. The research used descriptive analytic methode with cross sectional approach. All 78 samples were selected by purposive sampling methode who fulfilled inclusion criteria, included patients with type 2 diabetes mellitus, have a laboratory results of haemoglobin level, and willing to be the subject of research. Research showed that 57% patients suffering from type 2 diabetes mellitus <5 years have anemia, whereas 86% patients suffering from type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years have anemia. Data were analyzed by chi-square statistic test with 95% confidence level showed that there was a significant difference between the incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus < 5 years and ≥ 5 years (p = 0,004, RP = 1,51). It can be concluded that there was an increased risk incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. Keywords: type II diabetes mellitus, sickness periode, anemia incidence ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dan dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung lama menyebabkan terjadinya komplikasi mikrovaskular yaitu neuropati dan gangguan pada ginjal yang berkaitan dengan terjadinya anemia pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 78 sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi, yaitu pasien DM tipe 2, mempunyai hasil laboratorium berupa kadar hemoglobin, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 57%, sedangkan pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 86%. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun (p = 0,004, RP = 1,51). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, lama menderita, kejadian anemia
Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS ppada Siswa SMA Negeri di Banjarmasin Tahun 2013 Ningtyas, Novita; Noor, Robiana M.; Triawanti, Triawanti
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.936

Abstract

ABSTRACT: HIV/AIDS has become one of serious problem for adolescents around the world including Indonesia. A Half of all new HIV infections occur in adolescent between the ages of 15-24. Knowledge of HIV/AIDS is considered as one of the method to reduction HIV/AIDS prevalence. The aim of this study is to know the knowledge level of HIV/AIDS among the public high school students in Banjarmasin. This study was  a descriptive survey with cross sectional approach. A number of 380 public high school students were choosed as samples by using cluster random sampling technique. This study was conducted in SMA N 1, SMA N 3, SMA N 5, SMA N 6, dan SMA N 9 Banjarmasin. HIV knowledge questionnaire(HIV-KQ) 45 version by Carey was used to determine the knowledge level among the students. The result showed that 312 students (82,10%) have lack knowledge about HIV/AIDS, 65students (17,11%) have enough knowledge, and only 3 students (0,79%) have good knowledge about HIV/AIDS. The main sources of information about HIV/AIDS are internet and television, respectively 154 students (40,53%) and 109 students (28,68%). Education and sosialiszation about HIV/AIDS are needed to increase the knowledge level of students. Keywords: HIV/AIDS, knowledge, adolescent, public high-school student ABSTRAK: HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah serius bagi remaja di seluruh dunia termasuk Indonesia. Setengah dari seluruh infeksi baru HIV dialami oleh remaja berusia 15-24 tahun. Meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dianggap sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk mereduksi prevalensi penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada siswa SMA Negeri di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 380 orang siswa dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SMA N 1, SMA N 3, SMA N 5, SMA N 6, dan SMA N 9 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan untuk menentukan tingkat pengetahuan siswa adalah HIV knowledge questionnaire (HIV-KQ) versi 45 yang dibuat oleh Carey. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA Negeri di Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS, yaitu sebanyak 312 orang (82,10%). Siswa yang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup berjumlah 65 orang (17,11%) dan hanya 3 orang (0,79%) yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS. Sumber informasi utama tentang HIV/AIDS adalah internet dan TV, masing-masing sebanyak 154 orang (40,53%) dan 109 orang (28,68%). Pendidikan dan sosialisasi tentang HIV/AIDS dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahauan siswa tentang HIV/AIDS. Kata-kata kunci: HIV/AIDS, pengetahuan, remaja, siswa SMA
Studi Interaksi Farmakodinamik Efek Analgesik Kombinasi Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) dengan Parasetamol: Kajian terhadap waktu reaksi nyeri menggunakan metode hot plate pada mencit (Mus musculus) Wirasari, Firda; Bakhriansyah, Mohammad; Istiana, Istiana
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.927

Abstract

ABSTRACT: Mengkudu (Morinda citrifolia) has been proven in  possessing the analgesic effect. The similarity of analgesic activity of mengkudu and paracetamol enable the existence of analgesic effect interaction synergistically when they are both combined. The objective of this research is to find out the pharmacodynamic interaction between the juice of mengkudu and paracetamol. The research was an experimental research with posttest-only with control group design. The control group consists of 6 groups, and each group had 5 mice. The 1st group was given aquadest 0.5 ml; the 2nd group was given the juice of mengkudu 0.042 mg/g BB; the 3rd group was given paracetamol 0.065 mg/g BB; while the 4th , 5th, 6th groups were given the combination of mengkudu juice 0.042 mg/g BB and paracetamol with the dosages 0.01625 mg/g BB; 0.0325 mg/g BB; 0.065 mg/g BB, respectively. Treatments were given 10 minutes before mice were painly induced by using hot plate. The average of onset of pain for group I, II, III, IV, V, VI were 5.36; 8.28; 8.02; 9.67; 10.5 and 11.74 seconds, respectively. Statistical anaysis using Kruskal Wallis showed that there was significance difference among groups (p = 0.000) while the very potential effect was in group with paracetamol dosage on 0,065 mg/g BB. Based on this research, it can be concluded that there is sinergycal interaction between the combination of mengkudu juice with paracetamol on mice. Keywords : analgesic effect, mengkudu, paracetamol, onset of pain, synergycal interaction ABSTRAK: Mengkudu (Morinda citrifolia) telah terbukti memiliki efek analgesik. Kesamaan aktivitas analgesik buah mengkudu dan parasetamol memungkinkan adanya interaksi efek analgesik yang sinergis ketika keduanya dikombinasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi farmakodinamik efek analgesik kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan posttest-only with control group design, terdiri dari 6 kelompok. Setiap kelompok memiliki 5 ekor mencit. Kelompok I diberikan aquadest 0,5ml, kelompok II diberikan perasan buah mengkudu dengan dosis 0,042 mg/g BB, kelompok III diberikan parasetamol 0,065 mg/g BB sedangkan, kelompok IV, V, VI diberikan kombinasi perasan buah mengkudu 0,042 mg/g BB dan parasetamol dengan dosis masing-masing: 0,01625 mg/g BB; 0,0325 mg/g BB; 0,065 mg/g BB, diberikan 10 menit sebelum dilakukan induksi nyeri di atas hot plate. Rerata waktu reaksi nyeri mencit pada kelompok  I, II, III, IV, V, dan VI berturut-turut adalah 5,36; 8,28; 8,02; 9,67; 10,5 dan 11,74 detik. Hasil analisis statistik Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara berbagai kelompok dengan nilai p = 0,000, dengan dosis kelompok kombinasi yang paling potensial memberikan efek analgesik adalah kelompok dengan dosis parasetamol 0,065 mg/g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi yang sinergis pada kombinasi perasan buah mengkudu dengan parasetamol pada mencit. Kata-kata kunci: efek analgesik, buah mengkudu, parasetamol, waktu reaksi, interaksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16