cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018" : 20 Documents clear
Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo Manrulu, Rahma Hi.; Nurfalaq, Aryadi; Hamid, Iis Dahlia
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4507

Abstract

Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.
Identifikasi Sesar di Perairan Misool, Papua Barat Berdasarkan Penampang Seismik Refleksi 2D Pertiwi, Surgiati
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4377

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi sesar di Perairan Misool, Papua Barat berdasarkan penampang seismik refleksi 2D yang terdiri dari dua lintasan. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk menghasilkan penampang seismik yang menggambarkan reflektivitas tiap lapisan bawah permukaanlaut. Berdasarkan penampang seismik hasil pengolahan data pada lintasan 1 ditemukan keberadaan sesar yang tampak diantara CDP 26761 hingga CDP 27547 pada TWT 3500 ms hingga 5000 ms. Sedangkan pada penampang seismik lintasan 2 tidak ditemukan keberadaan sesar.
Implementasi Algoritma Genetika untuk Optimasi Parameter Self Potential pada Sebaran Mineral Pasir Besi Febriani, Siti Diah Ayu
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4194

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui potensi mineral adalah mengoptimalkan parameter Self -Potential secara global dengan menggunakan pemodelan Algoritma Genetika. Metode ini memiliki kelebihan dalam memberikan informasi yang lebih komprehensif dan terpadu agar lebih memastikan bahwa di daerah Kepanjen, Jember memiliki potensi mineral pasir besi dan Algoritma Genetika yang dikembangkan dengan fungsi fitness yang dibangun pada model residu. Program pemodelan numerik menggunakan MATLAB. Proses Algoritma Genetika bekerja dengan memilih model tebakan acak dalam satu populasi, menghasilkan model inversi yang mendekati model data primer dan dapat dianggap sebagai solusi parameter optimum momen dipol listrik (k), kedalaman ke pusat bola atau cilinder. (h), sudut polarisasi (θ) dan (q). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan data primer, didapatkan pola distribusi pasir besi dengan anomaly self potential sebesar -291,7 mV yang mengindikasikan butiran mineral pasir besi paling optimum pada lintasan dua dan nilai fitness terbesar pemodelan algoritma genetika pada probabilitas cross cover dan mutasi adalah 0,9 dan 0,05 dengan RMS 2,6% dan parameter Self -Potential optimal pada 202,15 (k), 4,98 (h), 1,5 (q), 29,96 (θ).KEYWORD : Algoritma Genetika, Optimasi, Mineral Pasir Besi, Self-Potential
Teknik Pemodelan Fisika dalam Setting Pembelajaran Berbasis Learner Autonomy Salam, Abdul
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4472

Abstract

Modeling technique is one of physics instructional technique required by physics student teacher in order to understand and apply various concept, principle, and law of physics. The importance of modeling technique in physics instructional has moved the research team to apply the physics modeling technique in the setting of learner autonomy based instructional. This study used one group pretest and posttest design. Subject of this study was the physics education study program student of FKIP ULM who recourse basic physics course in the academic year of 2016/2017. The instrument used in this study was the student achievement test. The data was analyzed in a descriptive-qualitative way and also quantitatively depends on the nature of the data. Result of the study showed that the implementation of physics modeling technique in the setting of learner autonomy based learning was effective to improve students’ basic competence knowledge with the gain score of 0.68, which is in medium category.
Analisis dan Penentuan Faktor Koreksi Dosis Serap pada Medium Solid Water Phantom Terhadap Water Phantom Rambu Kawurung, Oyang Dolaresy
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4357

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analis penentuan faktor koreksi dosis serap solid water phantom terhadap water phantom dengan berkas elektron 7, 8 dan 10 MeV, variasi kedalaman tertentu, luas area penyinaran 10 × 10 cm2 dan jarak antara sumber ke permukaan phantom 100 cm. Pengukuran dosis serap dilakukan dengan menggunakan pesawat linear accelerator (LINAC) Siemens Primus M Class seri 5633, solid water phantom, detektor ionization chamber jenis Plan – Parallel Chamber (PPC) dan Water Phantom, detektor ionization jenis farmer chamber (FC), Condenser Chamber (CC) dilengkapi dengan computer control units (CCU). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor koreksi sebagai salah satu jaminan kualitas (QA) agar dapat memastikan ketepatan dosis yang diterima oleh pasien. Pengukuran dihitung berdasarkan publikasi protokol IAEA Technical  Report  Series  No.398. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor koreksi dosis serap pada solid water phantom terhadap water phantom untuk energi 7 MeV dari setiap kedalaman tertentu yaitu berkisar 0,5831 sampai 1,0545, sedangkan pada energi 8 MeV berkisar 0,7216 sampai 1,1677, kemudian untuk energi 10 MeV berkisar 0,6704 sampai 1,0401.
Estimasi Parameter Model Curah Hujan Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO): Studi Kasus Ketapang dan Melawi solihah, nahriyatunnur hidayatus; muliadi, muliadi; kushadiwijayanto, arie antasari
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4374

Abstract

Kalimantan Barat memiliki pola hujan unik yaitu pola hujan ekuatorial dan monsun.  Kabupaten Ketapang dan Melawi merupakan daerah yang berada dalam pola hujan peralihan monsun-ekuatorial sehingga sulit untuk diprediksi. Pada penelitian ini, Deret Fourier termodifikasi dari orde 1 sampai 20 telah digunakan untuk memodelkan curah hujan di kedua daerah tersebut. Parameter model dari masing-masing orde dicari menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Masing-masing orde dievaluasi menggunakan data curah hujan dari tahun 1985-2012 sehingga didapatkan model terbaik. Parameter model tersebut selanjutnya diperbaiki menggunakan PSO dan data tahun 2013-2014. Uji model dilakukan dengan cara memprediksi curah hujan di tahun 2015-2016 menggunakan parameter model yang telah diperbaiki dan hasilnya dibandingkan dengan data pada tahun yang sama. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa model curah hujan terbaik di Ketapang adalah Deret Fourier Orde 3 (DFO3), dan di Melawi adalah Deret Fourier Orde 2 (DFO2). Indeks korelasi kedua model tersebut dinilai baik setelah dilakukan perbaikan parameter yaitu 0,79 untuk daerah Ketapang, dan 0,74 di daerah Melawi. Hasil uji prediksi curah hujan di kedua daerah ini memiliki kecocokan pola dengan data pengamatan, dengan indeks korelasi di masing-masing daerah adalah 0,68 dan 0,67. Kesimpulannya, kedua model tersebut dapat dengan baik memodelkan pola hujan di kedua daerah ini. Meskipun demikian, model DFO3 kurang baik memperkirakan curah hujan di bulan Desember-April, dimana bulan tersebut memiliki curah hujan ekstrim.
Karakteristik Time Series Reflektansi Tanaman Padi Varietas Ciherang Dengan Analisis RGB Citra Fotografi Cahyono, Bowo Eko; Nugroho, Agung Tjahjo; Husen, Jamal
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4381

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang memiliki peran dan manfaat penting bagi masyarakat khususnya di Indonesia.Tanaman padi banyak ditemukan di lingkungan sekitar khususnya yang bertempat tinggal di daerah pedesaan. Tanaman padi memiliki banyak varietas yang mudah menyesuaikan terhadap lingkungan dan cara tanam. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kondisi tanaman pertanian seperti padi dapat dipantau secara cepat dari udara. Metode yang digunakan berupa pengamatan melalui helikopter ataudrone atau pesawat tanpa awak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteriktime seriesusia tanaman padi varietas Ciherang berdasarkan ekstraksi nilai reflektansi spektrum RGB ternormalisasi. Penelitian yang dilakukan berupa pengambilan data gambar tanaman padi dan kertas putih yang diletakkan di atas daun padi. Gambar diambil dari awal usia tanam (HST=hari setelah tanam) sampai panen. Gambar tersebut dicropping untuk memisahkan gambar tanaman padi dan kertas putih. Selanjutnya gambar diekstraks menggunakan software MATLAB R2014a berdasarkan spektrum warna red, green, dan blue (RGB). Hasil ekstraksi tersebut berupa nilai reflektansi RGB dan dinormalisasikan. Selanjutnya dibuat plot nilai reflektansi RGB ternormalisasi terhadap usia tanam. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik time series reflektansi tanaman padi varietas Ciherang berdasarkan usia tanamnya. Berdasarkan hasil seluruh model grafik yang diperoleh dari ploting 3D dan 2D dapat dinyatakan bahwa nilai reflektansi spektrum R dan B terus meningkat seiring bertambahnya HST. Sedangkan nilai reflektansi spektrum G terus meningkat sampai sekitar HST 50 dan untuk HST berikutnya nilai reflektansi spektrum G menurun dikarenakan tanaman padi memasuki fase generatif sehingga daun tanaman padi tersebut mulai menguning dan cahaya green yang direfleksikan oleh tanaman padi juga mulai menurun.
Pengembangan Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I Berbasis 5M Untuk Melatih Keterampilan Proses Sains dan Karakter Wasaka Misbah, Misbah; Wati, Mustika; prastika, miranti diah
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4480

Abstract

ABSTRACT− The manual for practicum that has been used for the teaching and learning activities has not been maximal in training the science process skills and student character in conducting an investigation. Therefore, research and development on the basic physics lab manual I based on 5M to train the science and character process skills of Wasaka was conducted. The purpose of this study is to describe the feasibility of 5M Basic Physics practice manual for training the science process skills and Wasaka character in terms of the validity aspects. This research is a research and development using a modified 4D model. The instrument used in this study was in the form of validation sheets of the basic Physics I Basic Physics manual 5 M. Based on the results of data analysis obtained that the instructions of practicum basic physics I based on 5 M train the science process skills and the characters of Wasaka categorized as very valid.
Utilization Of Carbon Waste Leaf As A Organic Pigment In Whiteboard Spidol Ink Putro, Andya Satya Purnomo; Putri, Arnetha I; Arum, Jasmine S.S.
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4467

Abstract

Waste has become one of the problems that until now has not been resolved in the community. One type of waste that is abundant is organic waste in the form of leaves. Based on this fact which demands a creative and innovative way of processing waste into a powerful product. One effort made is the utilization of leaf waste as organic color pigment on white board marker ink. Pigment is obtained by reducing leaf waste to homogeneous form of carbon powder that is burning leaf garbage in low oxygen condition then done simple mixing process with other material of ink maker. The resulting ink is tested for transmittance in carbon mass variations in the range from 1 to 6 grams, the results show that the more carbon mass, the lower the intensity of the light passes. The absorption rate test shows that the carbon inks have a speed similar to the ink type on the market, which is 0.081 mm / s. When the performance test of the carbon ink on the white board shows almost the same result of black with commercial ink and can adhere well so it is suitable if applied as white board marker ink.
Model SWAT (Soil and Water Assesment Tool) untuk Analisis Erosi dan Sedimentasi di Catchment Area Sungai Besar Kabupaten Banjar Febrianti, Indah; Ridwan, Ichsan; Nurlina, Nurlina
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4506

Abstract

Erosion is a natural process that occurs naturally causing sedimentation in a stream. The transported sediment material can reduce channel capacity and increase the risk of flooding, as happened in the Big River Fishing Area, Karang Intan Subdistrict, Banjar District. Therefore it is necessary to determine the value of erosion and the latest sediment in order to be the basis of consideration of management actions. Watershed management analysis using hydrological model. Soil And Water Assessment Tool (SWAT) is one of the hydrological models that can be used to analyze erosion and sedimentation with parameters such as rainfall data, temperature, land cover, soil and slope. SWAT model simulation using land use data, soil, rainfall and climate data of 2016, the amount of sedimentation and erosion in Catchment Area of large river is 58,48 ton/ha/year and 4,82 ton/ha/year. The level of sedimency in the Catchment Area of the Great River which belongs to very low class is 1635,38 ha, low grade 57,31 ha, middle class 385,21 ha and very high class that is 3.221,48 ha. While the level of erosion that includes very light class of 2334,24 ha, lightweight 2.692.31 ha and middle class area of 272.83 ha.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2019 Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2019 Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2018 Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue