cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013" : 10 Documents clear
ANALISIS DAERAH RESAPAN DI DAERAH RAWAN BANJIR KABUPATEN BANJAR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Hapsari, Putri; Nurlina, Nurlina; Sota, Ibrahim
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2643

Abstract

Abstract: Floods not only cause flooded rice field so it cannot be harvested anddestroyed settlements, but also destroying social and economic services and publicinfrastructure, and even casualties. With so many problems that can lead to flooding andnot knowing suitability flood catchment areas, the study sites were taken in Banjar. Theparameters used for the analysis of catchment areas are flooded soil type, land cover,slope, spatial plans and topography, as well as the supporting data that maps hydrologyand flood vulnerability maps. These parameters are considered as a major factor indetermining the flood catchment areas. Results obtained from the analysis above thatmatching method is then mapped to a suitable area as a flood catchment areas locatedin five regions covering sub Aluh-Aluh, part of Gambut District, part of the District ofBeruntung Baru, part of the District Mataraman and part of the district Tatah Makmur.Keywords: Mapping, GIS, Matching Method, Regional Infiltration Flood, Banjar District
PENGUKURAN DIMENSI LUAR, DALAM SERTA TEBAL RELATIF DIVAIS ELEKTRONIK MEMORI USB MENGGUNAKAN CITRA RADIOGRAFI Harnawan, Ade Agung; Oktivasari, Prihatin
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2639

Abstract

ABSTRACT: Radiographic imaging has been done for profile aluminium witharrange in steps and 5 USB memory to measure the dimension inner and outerpart of 5 USB memory without destroying it. Based on this image, the functionof characterization for relative thickness of aluminiums profile with grayscalelevel is gained. With characteristic mentioned before the dimension and relativethickness of profile memory USB is determined. The result are the dimensionouter part of profile that consist of the length is 31–57 pixel, the width is 13–22pixel and the wide is 465–1197 pixel2, later the dimension inner part of profilethat consist of the length is 28–30 pixel, the width is 10–16 pixel and the wide is300–480 pixel2 and the last, the relative thickness of electronics device is rangefrom 3,36–7,62 mm.Keywords: radiographic imaging, dimension of USB memory, relativethickness, aluminium
PENGARUH KENAIKAN FREKUENSI GETARAN AKUSTIK TERHADAP JUMLAH PERGESERAN FRINJI PADA INTERFEROMETER MICHELSON Hayani, Nurilda; Sari, Nurma; Fahrudin, Arfan Eko
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2644

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kenaikan frekuensi getaranakustik terhadap jumlah pergeseran frinji pada interferometer Michelson. Dalampenelitian ini digunakan program MATLAB 7.0 untuk membangkitkan getaran akustikdengan frekuensi (fMATLAB) 8 s.d 40 Hz. Cermin getar digetarkan dengan bantuanspeaker yang sudah terhubung ke program MATLAB 7.0 pada PC, sedangkan cermingeser digeser dengan bantuan mikrometer sekrup sejauh 10-6 m. Berdasarkan datapengamatan, semakin besar nilai fMATLAB maka semakin banyak jumlah pergeseran frinji(ΔN) yang terjadi. Hasil plot grafik hubungan fMATLAB dan ΔN memberikan persamaankarakteristik grafik ΔN = 1,054 fMATLAB + 14,57. Nilai error akurasi data terbesar adalah18,900 sedangkan nilai error akurasi data terkecil adalah 0,633. Nilai error akurasi datarata-rata adalah 5,351 sehingga diperoleh ketelitian sebesar 94,649%. Nilai f’ dihitungberdasarkan nilai pergeseran cermin (Δd) dan jumlah pergeseran frinji (ΔN). Nilai f’ yangdiperoleh saat cermin getar tidak digetarkan (fMATLAB = 0) adalah nilai frekuensi laserhelium neon (fHeNe), sedangkan nilai f’ yang diperoleh saat cermin getar digetarkan(fMATLAB ≠ 0) adalah frekuensi gabungan dari nilai frekuensi laser helium neon (fHeNe) dannilai frekuensi getaran akustik (fMATLAB).Kata kunci: getaran akustik, frinji, Interferometer Michelson.
MODEL PENAMPANG BUJUR BINTANG BEROTASI DENGAN VARIASI KECEPATAN SUDUT Setiawan, Iwan
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2640

Abstract

ABSTRAK: Konfigurasi kesetimbangan mekanis pada bintang-bintang berotasi ditelaah melalui model Roche. Pada kajian ini bintang diperlakukan sebagai benda tegar, sedangkan geometrinya ditentukan berdasarkan persamaan equipotensial. Kecepatan rotasi bintang menyebabkan perubahan pada kesetimbangan bintang, meningkatnya kecepatan rotasi akan menyebabkan berkurangnya jejari polar bintang dan sebaliknya akan menyebabkan peningkatan jejari khatulistiwa bintang tersebut. Telah ditentukan penampang membujur bintang-bintang berotasi dari berbagai massa dan kecepatan sudut.Kata Kunci: rotasi bintang, kecepatan rotasi, penampang membujur
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL CDSE QUANTUM DOTS (QDS) Suarso, Eka
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2645

Abstract

Abstrak: Nanopartikel CdSe quantum dots (QDs) memiliki potensi aplikasi yang luarbiasa ketika ukuran strukturnya berubah dari mikro menjadi nano. Pada penelitian ini,proses sintesis nanopartikel CdSe QDs dilakukan dengan menggunakan teknik sintesiskimia sederhana, melalui pemberian doping atom tembaga (Cu) dari larutan CuCl2.2H2Okedalam material CdSe dan dengan memodifikasi larutan. Nanopartikel CdSe QDs yangdihasilkan bersifat aman (tidak beracun), murah, dan ramah lingkungan. SelanjutnyaNanopartikel CdSe QDs dikarakterisasi oleh spektrum ultraviolet-visibel (UV-Vis),fotoluminesensi (PL), dan X-ray diffraction (XRD). Nanopartikel CdSe yang diperolehmenunjukkan sifat PL yang baik, yaitu monodisperse, ukuran-dapat berubah danmemiliki sifat kristalinitas tinggi. Sedangkan nanopartikel CdSe QDs yang disintesisdengan doping Cu menunjukkan efek ukuran kuantum yang kuat, dengan ukuranpartikel 1,2 nm dan menunjukkan warna emisi yang berbeda mencakup keseluruhanrentang cahaya tampak spectrum elektromagnetik dari biru hingga merah. Celah pitananopartikel CdSe yang berdoping Cu menunjukkan pergeseran ke arah merah (20 nm)untuk 22,9 % doping Cu. Data XRD dari CdSe murni dan nanopartikel CdSe yangberdoping Cu menunjukkan dua puncak yang lebar pada 27,01o dan pada 45,84o.Spektrum XRD dari nanopartikel CdSe yang disintesis melalui modifikasi larutan padasuhu 240°C adalah berbentuk kubik, sedangkan pada suhu 300oC berbentukheksagonal. Ukuran kristalit nanopartikel CdSe yang diperoleh berkisar antara 26-92nm.Kata kunci: Nanopartikel CdSe quantum dots (QDs), spektrofotometer ultraviolet-visibel(UV-Vis), fotoluminesensi (PL), X-ray diffraction (XRD)
SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA16 Hamdi, Abdullah; Fahrudin, Arfan Eko; Sugriwan, Iwan
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2641

Abstract

ABSTRACT: It has been made a monitoring power electricity based microcontrollerAVR ATMega16 for house’s tool using. The system consisted by ACS712 censor. Itable to followed the current up to 5 ampere. The voltage output from censor is followedby external filter, then went into 10 bit internal ADC by ATMega16. The value ADC iscompared with the current of censor to achieve a characteristic of sensor. The result isdisplay on LCD 16x2. It also able to do serial communication with PC that alreadyinstalled with interface program automatically, continously and directly. The resultshows the system have 94,65% accuracy.Keywords: Monitoring power electricity, censor ACS712, microcontroller ATMega16
ANALISIS PERUBAHAN TEMPERATUR UDARA 2004-2010 UNTUK MEMPREDIKSI TEMPERATUR UDARA 2011-2014 DI KALIMANTAN SELATAN Rampan, Reko Ary; Siregar, Simon Sadok; Munir, MIftahul
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2646

Abstract

Abstrak: Nowadays, green house gas was increased which caused air temperature ofsurface arise, one of them is carbon dioxide (CO2), CO2 is part of green house gas whichis strong enough to absorb infrared wave, but if CO2 concentration is too high it wouldmake earth warming at the surface. The objective of the research is to made airtemperature changes modeling ( ), air temperature modeling ( ) in 2004-2010based on CO2 concentration trend and also to predict air temperature modeling 2011-2014 in Kalimantan Selatan. The research is literature study by using ( ) modeling.The modeling is made to known value of air temperature changes modeling since 1750based on CO2 concentration trend which used to modeling air temperature ( ) in2004-2010 based on CO2 concentration trend and also its predict. Data that was used isair temperature of observation in 7 point in 2004-2010 and CO2 concentration data ofIndonesia in 2004-2010. Result of the research shown that air temperature changesmodeling in 2004-2010 based on CO2 concentration trend was changed since 1750 isabout 1,53-1,68ºC, model shown that air temperature modeling in 2004-2010 based onCO2 concentration trend about 26,72-26,77ºC and air temperature modeling in 2011-2014 based on CO2 concentration trend about 26,772–26,795ºC.Keywords: Temperature, Carbon Dioxide (CO2), Kalimantan Selatan
PEMANFAATAN CANGKANG BEKICOT (ACHATINA FULICA) SEBAGAI KATALIS UNTUK REAKSI TRANSESTERIFIKASI (Kajian Pengaruh Temperatur Reaksi dan Rasio Mol Metanol: Minyak) Sunardi, Sunardi; Rosyidah, Kholifatu; Octaviana, Toto Betty
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2636

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasiterhadap kristalinitas dan aktivitas katalis CaO dari limbah cangkang bekicot (Achatinafulica) dalam sintesis biodiesel dari minyak sawit. Preparasi katalis dilakukan denganmengkalsinasi cangkang pada variasi temperatur 700oC, 800oC dan 900oC selama 4jam untuk mendapatkan senyawa CaO dan dianalisis dengan XRD (X-Ray Difraction)untuk mengetahui karakteristik katalis yang diperoleh. Katalis kemudian digunakanuntuk reaksi transesterifikasi untuk mengetahui aktivitas katalitik dari CaO. Hasil yangdidapat menunjukkan bahwa katalis terbaik didapatkan pada temperatur kalsinasi800oC. Kondisi terbaik dicapai pada temperatur reaksi transesterifikasi 60oC denganrasio mol metanol:minyak 12:1.Kata Kunci: Biodiesel, Cangkang Bekicot, Transesterifikasi, CaO.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI DI KAMPUNG BARU BANJARBARU Triningsih, Sumaos; Sota, Ibrahim; Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2642

Abstract

ABSTRACT: It has been researched graving hole of ex-coal mining using refractionseismic method in Kampung Baru Banjarbaru. The hole is filled by water as acidpuddle, where it is worried to flow through to soil layer by following the plot of rocklayer’s slope. Identification of subsurface structure of the area is in order to know thedirection of the water’s flow. Seismograph PASI 24 Channel has been used to collectdata. The data has been processed using intercept time method. Interpretation resultsshow the subsurface in residential area has 3 layers. First layer is decayed layer withwave velocity (295-413 m/s) and thickness (2.8-5.57) m. Second layer with wavevelocity (787.4-919) m/s and thickness (10-11.66) m is interpreted as sand and gravel.Whereas, third layer with wave velocity (1282-2020) m/s and area boundary between h2dan h3 about (13.42-16.01) m is interpreted as clay (waterproof layer).Keywords: Seismic refraction, Intercept time method, Banjarbaru
OPTIMASI COMMON MODE REJECTION RATIO (CMRR) PADA PENGUAT INSTRUMENTASI Rahimi, Ahmad; Sugriwan, Iwan; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2638

Abstract

yang sering ada dalam rangkaian sistem sensor. Sinyal keluaran dari sensor biasanyasangat kecil sehingga perlu penguatan untuk dapat terbaca pada rangkaianselanjutnya. Sifat penguatan tidak hanya menguatkan sinyal asli pengukuran, tetapijuga sinyal noise dari rangkaian sistem sensor. Untuk mendapatkan sinyal aslidiperlukan rangkaian penguat yang bisa menolak sinyal noise tersebut. Penelitian inimelakukan optimasi. Common Mode Rejection Ratio (CMRR) pada penguatinstrumentasi dengan cara memilih nilai kombinasi tahanan. Software yang digunakansebagai tampilan antarmuka adalah Graphical User Interface (GUI) MATLAB R2008.Hasil running program, diperoleh CMRR optimum dengan nilai 8,90077.105 ditentukanoleh konfigurasi RG 13074 Ω, R1 dan R2 adalah 630 KΩ, menghasilkan penguatansebesar 97,3745 kali dan desibelnya 118,9886. Nilai optimum CMRR dengan IntegrateCircuit (IC) penguat operasional OP07 bernilai 8,90077.105, sedangkan LM725 bernilai1,54562.105, dan LM741 bernilai 0,47732.105. Dengan mengoptimalkan kinerja fiturCMRR, maka kerja penguat instrumentasi akan lebih maksimal.Kata Kunci: CMRR, noise, Operational Amplifier, optimasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2019 Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2019 Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2018 Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue