cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Dunia Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25415980     DOI : -
Core Subject : Health,
Dunia Keperawatan is nursing and medical journals published by Nursing Science Program Faculty of Medicine, University Mangkurat twice a year in March and September. This journal contains writings lifted from the research and study of literature in the field of nursing and health. This journal was first published in March 2013.
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA DAERAH TAMBANG Rahmayanti, Mrs. Devi
Dunia Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 1, Maret 2019
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.291 KB) | DOI: 10.20527/dk.v7i1.5677

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan suatu periode dalam lingkaran kehidupan diantara masa anak-anak dan masa dewasa. Selama masa remaja awal, mulai timbul tingkah laku impulsif secara bertahap, tanpa kemampuan kognisi untuk memahami penyebab tingkah laku tersebut yang mengakibatkan remaja bertingkah laku. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku yang berisiko adalah faktor predisposisi lingkungan endogen seperti keadaan efektif mencari sensasi, agresifitas, perkembangan psikologik dan fisiologik yang tidak sinkron, kognisi, pemicu perkembangan selama remaja, jenis kelamin, efek hormon internalisasi keterlibatan teman sebaya, harga diri yang rendah, faktor lingkungan eksoden seperti faktor keluarga, kurangnya pengetahuan tentang konsekuensi tingkah laku, tingkah laku teman sebaya, transisi sekolah, penyangkalan sosial dan tidak berespon. Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMA di Tambang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 40 remaja pada daerah tambang Tanah Bumbu. Cross-sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor dengan efek, dengan cara pencekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approad) pemilihan sampel (sampling) dengan cara stratified random sampling. Variabel bebas atau independent penelitian adalah faktor-faktor lingkungan yang meliputi faktor keluarga, faktor perilaku teman sebaya, faktor transisi sekolah, dan faktro penyangkalan sosial. Variabel terikat atau dependent penelitian adalah tanda-tanda fisik perilaku berisiko. Uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan antara faktor keluarga dengan perilaku berisiko remaja tambang (sig. 0,02), faktor teman sebaya menunjukkan terdapat hubungan antara faktor  teman sebaya dengan perilaku berisiko remaja tambang (sig. 0,00), faktor transisi sekolah menunjukkan terdapat hubungan antara faktor transsi sekolah dengan perilaku berisiko remaja tambang (sig. 0,08), sedangkan faktor penyangkalan sosial tidak menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku berisiko reaja tambang (sig. 0.963). Analisis Multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor keluarga mempengaruhi perilaku berisiko remaja tambang dengan nilai signifikansi 0,031. Kata-kata kunci: Perilaku berisiko, Remaja, Faktor keluarga, Faktor teman sebaya, transisi sekolah, penyangkalan sosial.  ABSTRACTAdolescence is a period in the circle of life between childhood and adulthood. During early adolescence, impulsive behavior begins to emerge gradually, without the ability of cognition to understand the causes of behavior that causes adolescents to behave. Factors that influence risky behavior are endogenous environmental predisposing factors such as effective conditions for sensation, aggressiveness, asynchronous psychological and physiological development, cognition, triggers for development during adolescence, gender, the effects of hormone internalisation of peer involvement, self-esteem low, exodent environmental factors such as family factors, lack of knowledge about behavioral consequences, peer behavior, school transition, social denial and not responding. The research was conducted in one of the high schools in the Mine. This study was an analytic observational study with a cross-sectional approach. The sample of this study was 40 teenagers in the Tanah Bumbu mining area. Cross-sectional is a study to study the dynamics of correlation between factors and effects, by way of sticking, observation or collecting data at one time (approad point time) selection of samples (sampling) by means of stratified random sampling. The independent or independent variables of the study are environmental factors which include family factors, peer behavior factors, school transition factors, and social denial factors. Dependent or dependent variables are physical signs of risky behavior. Spearman correlation test shows there is a relationship between family factors and risk behavior of juvenile mines (sig. 0.02), peer factors indicate there is a relationship between peer factors and risk behavior of juvenile mines (sig. 0.00), school transition factors indicate there are the relationship between school transition factors and risk behavior of juvenile mines (sig. 0.08), while social denial factors do not indicate a relationship with risky risk management behavior (sig. 0.963). Multivariate analysis using logistic regression tests showed that family factors influence the risk behavior of juvenile miners with a significance value of 0.031.Key words: Risk behavior, Adolescence, Family factors, Peer factors, school transition, social denial.
LUMATAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA KULIT KELINCI (Cavia cobaya) Fithriyah, Noor; Arifin, Syamsul; Santi, Eka
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, Maret 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.324 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i1.1650

Abstract

ABSTRAK Luka bakar merupakan penyebab kematian kedua karena kecelakaan yang bukan disebabkan kendaraan. Kontaminasi pada kulit mati merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan kuman dan mempermudah infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama komplikasi dan kematian pada pasien luka bakar, karena itu penanganan luka bakar dengan antiseptik topikal dianjurkan. Dalam daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid yang memberikan efek antiseptik dua kali lebih tinggi dari daun sirih hijau pada luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumatan daun sirih merah untuk penyembuhan luka bakar pada kelinci. Perlakuan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah eksperimental murni dengan posttest-only with control design. Data dianalisis menggunakan uji mann-whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata lama penyembuhan pada kelompok kontrol adalah 13,68 hari dan sirih merah 9,87 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan lama penyembuhan luka  yang signifikan  antara kelompok kontrol dan sirih merah (p<0,05). Disimpulkan bahwa lumatan daun sirih merah memberikan efek penyembuhan dan mempercepat proses penyembuhan. Kata kunci : daun sirih merah, penyembuhan luka bakar.   ABSTRACT Burns is the second leading cause of death due to an accident that was not caused vehicle. Contamination of dead skin is a good medium for the growth of germs and make infections. Infection is a major cause of complications and death in burn patients, then burns with topical antiseptic is  recommended. Red betel leaf contains alkaloids, saponins, tannins and flavonoids which provide antiseptic effect two times higher than piper betel leaf. This study aimed to determine the effect of red betel leaf towards wound healing time on rabbits skin with second degree burn. Treatment were divided into 2 groups, the treatment group and the control group. This was a true experimental method with posttest-only with control design Data was analyzed by mann-whitney test with significance level 0,05. The average of wound healing time in control group was 13,68 days and in red betel leaf was 9,87 days. The result showed that time of wound healing within control and red betel leaf had significantly difference (p<0,05). It can be concluded that red betel leaf had healing effect and accelerate the healing process. Keywords: burn healing, red betel leaf
Analisa Resiko Kegawat - daruratan Kardiovaskuler pada Masyarakat Kawasan Rawa di desa Sapala, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan Wahid, Abdurahman; Agustina, Rismia
Dunia Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 1, Maret 2019
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dk.v7i1.5591

Abstract

Kegawat - daruratan kardiovaskuler pada saat ini masih menjadi penyebab utama kematian. Diperlukan perencanaan yang baik, dimulai dari pengenalan resiko agar bisa dilakukan langkah antisipasi kejadian. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel klaster acak. Syarat partisipan adalah berusia 35 - 49 tahun, tidak memiliki riwayat stroke, Sindrom Koroner Akut (SKA), henti jantung, dan diabetes melitus. Jumlah partisipan adalah 79 orang (laki - laki 32, perempuan 47 orang), usia rata - rata 42,3 tahun, tekanan sistolik rata - rata 126,8 mmHg, kolesterol total rata - rata 173 mg/dl, High Density Lipoprotein (HDL) rata - rata 40.5 mmHg, jumlah penduduk yang merokok sebanyak 20 orang (25 %), dan tidak ada yang menjalani pengobatan hipertensi. Stratifikasi resiko dengan Framingham Risk Score menunjukkan 19 orang (24 %) memiliki resiko tinggi (³5 %)mengalami kegawat - daruratan kardiovaskuler dalam 10 tahun mendatang sehingga diperlukan langkah pencegahan dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapinya. Keyword: Lahan basah, Kardiovaskuler, Kegawat - daruratan
PENERAPAN CARING DAN SPRITUAL PERAWAT PADA PASIEN KRITIS DIRUANG ICU husna, elfira
Dunia Keperawatan Vol 7, No 1 (2019): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 1, Maret 2019
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.282 KB) | DOI: 10.20527/dk.v7i1.5614

Abstract

Asuhan keperawatan tidak hanya berfokus pada curing tapi juga caring. Sebagai tenaga kesehatan yang profesional seorang perawat dalam memberikan pelayanan harus berdasarkan fungsi holistik, mencakup semua aspek baik biologi, psikologis,sosiologi maupun spiritual. Dalam memberikan palayanan perawat yang caring perawat dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan klien baik dalam kondisi sehat, sakit, maupun kritis. klien kritis selain membutuhkan tindakan yang tepat dan cepat, juga tidak lepas dari kebutuhan caring dan aspek spritual, karena di kondisi kritis biasanya klien maupun keluarga berada dalam kondisi pasrah dan membutuhkan tindakan yang berbeda di bandingkan dengan klien yang berada  dalam kondisi stabil. Keadaan kritis membutuhkan ketenangan batin dan kedekatan pada sang pencipta, baik bagi pasien maupun keluarga agar dapat melalui kondisi kritisnya dengan cara yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan caring dan memenuhi kebutuhan spiritual pasien kritis.  Partisipan dalam penelitian ini adalah 11 perawat yang bekerja di ruang ICU dengan pengalaman minimal 1 tahun  di ICU. Data dianalisa menggunakan teknik collaizi dengan tujuh tahap sehingga menghasilkan empat tema penelitian yaitu: 1) melayani sepenuh hati,2) meningkatkan pemulihan pasien, 3) dampak terhadap perawat,4) harapan perawat terhadap pelayanan pasien kritis. Saran Penelitian ini diharapkan perawat selaku tim medis yang dekat dengan pasien dapat meningkatkan aspek caring dan pemenuhan aspek spiritual pasien kritis, begitu juga pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan fasilitas agar asprek tersebut dapat optimal
THE INFLUENCE OF COLD COMPRESSES TO THE DEGREE OF PAIN IN PHLEBITIS PATIENTS AT RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA’S INSTALLATION setiawan, herry
Jurnal Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phlebitis is an inflammation of the veins, caused by chemical irritants mechanical factors and bacterial agents that often occur as a complication of intravenous therapy. Clinical symptoms of phlebitis are pain, redness, swelling induration, and palpable veins like cables attached to the intravenous catheter. The aim of this research was to determine the influence of cold compresses to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Ratu Zalecha Martapura’s installation. The respondents are 30 people who selected using purposive sampling. This was a pra experimental study with one group pretest -posttest design. Data was collected by measuring the level of pain before and after the patient was given a cold compress. The results of the research showed that 24 respondents (80%) stated a decrease in the level of pain and no one had stated an increase in the level of pain after the treatment. The data was then analyzed with wilcoxon rank test and the result showed the influence of a cold compress to the degree of pain with phlebitis patients at RSUD Ratu Zalecha Martapura’s installation with a significance value of .000 which means p <0.05. Keywords: Phlebitis, Pain, Cold Compresses 
PERAN ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PADA SAAT PEMASANGAN INFUS DIINSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD BANJARBARU Jannah, Miftahul; Agustina, Rismia; Marlinda, Evy
Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasangan infus yang didapat anak pada saat masuk rumah sakit menimbulkan trauma berkepanjangan. Pemasangan infus merupakan prosedur yang menimbulkan rasa tidak nyaman, ketakutan dan kecemasan pada anak. Peran orang tua selama anak dirawat di rumah sakit adalah dengan menjalani kolaborasi antara keluarga dengan profesi kesehatan dan kehadiran orang tua yang dapat memberikan rasa nyaman pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua terhadap tingkat kecemasan anak pada saat pemasangan infus diinstalasi gawat darurat(IGD) RSUD Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Crosssectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi peran orang tua dan kecemasan anak yang selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisa data. Analisis dengan analisa chisquare didapatkan hasil dengan nilai sig 0.001 (p < 0,05). Dari penelitian didapatkan hasil diketahui bahwa terdapat hubungan peran orang tua terhadap tingkat kecemasan anak pada saat pemasangan infus. Kata-kata kunci: peran orang tua, kecemasan anak, pemasangan infus.ABSTRACTThe infusion installation provided to a child at the time entering a hospital causes continuous trauma. It constitutes a procedure which brings about inconvenient feeling, fear and anxiety to the child. The role of the parents during a child is treated in the hospital is a form of collaboration between thefamily and the medical profession and the presence of the parents provides a comportable feeling to the child. This research is aimed at studying the relationship between the parents role and the level of childs anxiety at the time of infusion installation at emergency care unit of Banjarbaru RegionalPublic Hospital. This research applies quantitative method with cross-sectional approach. Sampling is taken by using accidental sampling with the quantity of samples of 40 people. Data is obtained by using observation sheets to the parents and the anxiety of the children, the data is tabulated and analyzed. Analysis is made by applying chi-square analysis where a result of the value sig 0.001 (p < 0,05) is obtained. From this research it can be concluded that there is a relationship between the parents role and the level of a childs anxiety ath the time infusion installation.Keywords: parents role, childs anxiety, infusion installation.
MEKANISME KOPING DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SISTEM PEMBELAJARAN BLOK ANGKATAN 2013 Simarmata, Grace Epyfania
Jurnal Dunia Keperawatan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerubahan status pendidikan dari Sekolah Menengah Atas (SMA)  keperguruan tinggi menutut mahasiswa memiliki kemampuan untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Mekanisme koping yang baik berperan penting dalam peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan prestasi belajar mahasiswa sistem pembelajaran blok angkatan 2013 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 57 orang dengan teknik total sampling. Hasil analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan ada hubungan positif yang bermakna antara mekanisme koping dengan prestasi belajar mahasiswa sistem pembelajaran blok angkatan 2013 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.Kata-kata kunci: mekanisme koping, prestasi belajar. ABSTRACTDealing with various demands in learning process makes students fear of the decline in their learning achievement, so as the students perform an action to cope with it, which is called coping. The purpose of this study was to find out the relationship between coping mechanism and learning achievement of students with block learning system batch 2013 of nursing program, faculty of medicine Lambung mangkurat University Banjarbaru. This study was used analytic descriptive with cross sectional design. The data were collected by means of a questionnaire. The number of respondents was 57 persons selected by a total sampling technique. The results of the statistical analysis using the Pearson correlation test indicated that there was a significantly positive relationship between the coping mechanism and the learning achievement of students with block learning system batch 2013 of Nursing Program, Faculty of Medicine Lambung Mangkurat University Banjarbaru.Keywords:  family’s social support, coping mechanism, lungs tuberculosis.
TERAPI MELUKIS TERHADAP KOGNITIF PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Norsyehan, Norsyehan; Lestari, Dhian Ririn; Mulyani, Yeni
Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerapi melukis merupakan terapi yang mendorong seseorang mengekspresikan, memahami emosi melalui ekspresi artistik, dan melalui proses kreatif sehingga dapat memperbaiki fungsi kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi melukis terhadap kognitif pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan pendekatan design one group pre and post design. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 30 orang dengan accidental sampling. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran kemampuan kognitif sebelum terapi dan sesudah terapi melukis. Uji analisa menggunakan uji T- test dependent. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat pengaruh pemberian terapi melukis terhadap kognitif pasien Skizofrenia di Rumah sakit jiwa Sambang lihum dengan nilai signifikasi 0.000 yang berarti p< 0.05. Disarankan untuk melakukan terapi melukis pada pasien skizofrenia untuk meningkatkan fungsi kognitif.Kata-kata kunci: kognitif, terapi melukis, skizofrenia.ABSTRACTPainting therapy is a therapy which encourages someone to express and to understand the emotion trough artistic expressions and creative process to be able to cure cognitive, affective, and psychomotoric functions. This study was aimed to find the effect of painting therapy on the schizophrenia patients’ cognitive. This study used pre-experiment method with design approach onegroup pre and post design. The respondents involved in this study were 30 patients with accidental sampling. The data collection was done using cognitive ability measurement before and after the painting therapy. The experiment analysis used T- test dependent. The result of the study showed that there was an effect of painting therapy treatment on the schizophrenia patients’ cognitive at Sambang Lihum psyichiatric hospital with the significant value of 0.000 which meant p< 0.05. It was suggested to apply painting therapy on schizophrenia patients to improve their cognitive function.Keywords: cognitive, painting therapy, schizophrenia.
ANALISIS FAKTOR RISIKO STROKE PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RSUD BANJARBARU Manurung, Minarti
Jurnal Dunia Keperawatan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan penyakit penyebab terbanyak ketiga di dunia kecacatan tertinggi di dunia dan merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga pencegahan sangat penting dilakukan untuk meminimalkan kejadian stroke.Usaha pencegahan penyakit stroke yang paling tepat adalah dengan pengendalian faktor risiko stroke.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada pasien stroke rawat inap di RSUD Banjarbaru tahun 2014.Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Subyek penelitian 84 orang  pasien (42 orang untuk kelompok kasus dan 42 orang untuk kelompok kontrol) dengan teknik consecutive sampling dan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelititan berdasarkan uji statistik diperoleh faktor risiko yang berhubungan dengan stroke untuk faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah riwayat penyakit keluarga dengan  p value 0,016 (OR = 3,281). Untuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah kolesterol total dengan  p value 0,000 (OR = 5,638), hipertensi dengan  p value 0,001 (OR = 5,392) dan LDL dengan  p value 0,002 (OR = 8,000).Kata-kata kunci: stroke, faktor risiko stroke. ABSTRACTStroke is a major causes of disability in the world and the main cause of death in Indonesia, so the prevention is very important to minimize the incidence of stroke. The appropriateness of stroke prevention isto control the risk factors of stroke. The purpose of this study was to analyze the relationship between risk factors and the incidence of stroke in Banjarbaru’s Hospital in 2014. This study used a descriptive analytic observational study design with case-control approach. The subjects were 84 stroke patients (42 case group and 42 control group), consecutive sampling techniqe was used and the tool was questionnaire. Dataanalysis used univariate and bivariate statistics. The resultswere, for risk factor that unmodifiable was family history with p value 0.016 (OR = 3.281). For modifiable risk factors were the total cholesterol (0.000; OR = 5.638), hypertension (0.001; OR = 5.392) and LDL (0.002, OR = 8.000).Keywords: stroke, stroke risk factors.
THE INFLUENCE OF COLD COMPRESSES TO THE DEGREE OF PAIN IN PHLEBITIS PATIENTS AT RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA’S INSTALLATION setiawan, herry
Jurnal Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phlebitis is an inflammation of the veins, caused by chemical irritants mechanical factors and bacterial agents that often occur as a complication of intravenous therapy. Clinical symptoms of phlebitis are pain, redness, swelling induration, and palpable veins like cables attached to the intravenous catheter. The aim of this research was to determine the influence of cold compresses to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Ratu Zalecha Martapura’s installation. The respondents are 30 people who selected using purposive sampling. This was a pra experimental study with one group pretest -posttest design. Data was collected by measuring the level of pain before and after the patient was given a cold compress. The results of the research showed that 24 respondents (80%) stated a decrease in the level of pain and no one had stated an increase in the level of pain after the treatment. The data was then analyzed with wilcoxon rank test and the result showed the influence of a cold compress to the degree of pain with phlebitis patients at RSUD Ratu Zalecha Martapura’s installation with a significance value of .000 which means p <0.05. Keywords: Phlebitis, Pain, Cold Compresses 

Page 1 of 27 | Total Record : 262