cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018" : 10 Documents clear
Pengembangan Materi Ajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Berorientasi Lingkungan Lahan Basah Aini, Noor; Zainuddin, Zainuddin; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4919

Abstract

Materi ajar yang berorientasi lingkungan lahan basah belum tersedia di sekolah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan kelayakan materi ajar IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif berorientasi lingkungan lahan basah. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1) validitas materi ajar,         (2) kepraktisan materi ajar, dan (3) efektivitas materi ajar. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek ujicoba adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 27 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar dan lembar kerja siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas materi ajar berkategori valid, (2) kepraktisan materi ajar berkategori baik, dan (3) efektivitas materi ajar berdasarkan hasil belajar produk berkategori sedang dan berdasarkan hasil belajar proses berkategori baik. Simpulan penelitian adalah materi ajar IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif berorientasi lingkungan lahan basah layak digunakan dalam pembelajaran. Teaching material that wetland environment oriented is not yet available in schools. Therefore, conducted a research with the aim of describing the feasibility of science teaching material using the cooperative learning model that wetland environment oriented. The specific purpose of research to describe: (1) the validity of teaching material, (2) the practicality of teaching material, and (3) the effectiveness of teaching material. Type of research is research and development by using ADDIE development model. The samples of the subject were students in VIII-B SMP Negeri 27 Banjarmasin. The data obtained through validation sheet, observation sheet of lesson plan implementation, test of learning result and student worksheet. The data were analyzed descriptively quantitative and qualitative. The result of the research shows: (1) validity of teaching material is valid category, (2) practicality of teaching material is good category, and  (3) effectiveness of teaching material based on product learning result is medium category and based on process learning result is good category. The conclusion of this research is the Science teaching material using the cooperative learning model that wetland environment oriented is feasible to use in learning activity.
Penerapan Simulasi PhET pada Mata Kuliah Fisika II di Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Papua Widyaningsih, Sri Wahyu; Yusuf, Irfan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4908

Abstract

Pemahaman konsep Fisika di Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Papua sangat penting untuk mendukung bidang keahlian mereka dalam memahami materi yang lebih kompleks. Mata kuliah Fisika II terdiri dari berbagai macam konsep yang abstrak diantaranya pada materi listrik dan magnet. Penggunaan program komputer seperti media PhET sangat penting guna menjelaskan materi yang abstrak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hasil belajar mahasiswa setelah diterapkan media PhET dalam pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yang diawali dengan pembuatan perangkat media dan lembar kerja mahasiswa serta melakukan analisis deskriptif hasil belajar setelah penerapan pembelajaran. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester III yang memprogram mata kuliah Fisika II di Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Papua. Instrumen penelitian yaitu tes hasil belajar yang berjumlah 10 nomor soal benar salah dan 5 nomor soal essay. Hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan media PhET efektif digunakan pada materi listrik dan magnet. Rata-rata hasil belajar mahasiswa yaitu 62 ± SD 18 (kategori baik). Berdasarkan penilaian tanggapan mahasiswa setelah pembelajaran diperoleh bahwa mahasiswa sangat senang belajar dengan menggunakan media PhET. Understanding the physics concept in Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Papua is very important to support their area of expertise in understanding the more complex material. Physics II consists of various abstract concepts such as electrical and magnetic materials. The use of computer programs such as PhET media is essential to explain the theoretical content. The study aims to see student learning outcomes after applied PhET media in learning. The method used was a descriptive method that begins with the manufacture of media tools and worksheets students and performs the descriptive analysis of learning outcomes after the application of learning. The test subject in this research was the third-semester students who program Physics II course in Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Papua. The research instrument was the result of learning test which amounts to 10 numbers of true-false and five essay numbers. The results obtained that the application of PhET media has been used efficiently in electrical and magnetic materials. Average student learning outcomes are 62 ± SD 18 (good). Based on the assessment of student responses after the learning obtained that students are delighted to learn by using PhET media.
Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Tadris Fisika UIN Antasari Banjarmasin Pada Perkuliahan Fisika Dasar 1 Dalam Setting Strategi Motivasi ARCS Fitriah, Lutfiyanti
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4917

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar mahasiswa pada perkuliahan fisika dasar melalui penerapan strategi motivasi ARCS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini dipilih dengan cara purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 18 orang mahasiswa Prodi Tadris Fisika FTK UIN Antasari Banjarmasin, yang mengikuti matakuliah Fisika Dasar 1 tahun akademik 2017/2018. Instrumen penelitian ini adalah angket ARCS dan lembar observasi. Data dianalisis kuantitatif dengan menggunakan statistik tendensi sentral mean. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Tadris Fisika FTK UIN Antasari Banjarmasin memiliki rata-rata skor motivasi belajar sebesar 4,06 dengan kriteria baik. The purpose of this study was to determine the learning motivation of students in basic physics lectures through the implementation of ARCS motivational strategies. This research is quantitative descriptive. This research sample selected by purposive sampling. The sample of this study was to 18 students of Tadris Physics FTK UIN Antasari Banjarmasin, who followed the Basic Physics course 1 academic year 2017/2018. The instruments of this study were the ARCS questionnaire and the observation sheet. Data were analyzed quantitatively using mean central tendency statistics. Based on the results of data analysis shows that the students of Tadris Physics FTK UIN Antasari Banjarmasin have an average score of motivation to learn 4.06 with good criteria.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin Dengan Model Pembelajaran 5E Arifuddin, M; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4933

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran 5E, (2) hasil belajar sikap spiritual, (3) sikap sosial, (4) keterampilan, dan (5) pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 69,5% menjadi 84,1%, (2) Sikap spiritual meningkat dari 66,8% menjadi 72,0%, (3) Sikap sosial siswa meningkat dari 53,75% menjadi 86,25%, (4) kompetensi keterampilan meningkat dari 63,25% menjadi 92,75%, dan (5) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 44,4% menjadi 78,6%. Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran 5E dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. The learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin on the competence of attitudes, skills, and knowledge are low. Therefore, the researcher conducted the study to improve the learning outcomes of natural sciences physics subject to students toward those three competencies. This study aimed to describe : (1) the implementation of the lesson plan (RPP) for learning model 5E, (2) students learning outcomes. The type of research used Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc. Taggart which consist of two cycles. The data obtained from observation, questionnaires, and test. The result of the study from cycle I to cycle II, namely: (1) the implementation of the lesson plan (RPP) overall increases from 69,5% to 84,1%, (2) spiritual attitudes increase from 66,8% to 72,0%, (3) social attitudes of the students increase from 53,75% to 86,25%, (3) skills competence increases from 63,25% to 92,75%, and the knowledge of learning outcomes increase from 44,4% to 78,6%. The conclusion is the learning model of 5E can improve the learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin.
Pengembangan Modul IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Astuti, Meilisa Windi; Hartini, Sri; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4934

Abstract

 Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar guru di sekolah belum mengembangkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan modul IPA yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi suhu dan kalor berdasarkan validitas, kepraktisan, efektivitas dan ketercapaian keterampilan proses sains. Penelitian ini adalah penelitian R&D menggunakan model pengembangan ADDIE dengan subjek uji coba 29 orang siswa kelas VII-C SMP Negeri 13 Banjarmasin. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi modul, angket respon siswa, tes hasil belajar dan lembar pengamatan keterampilan proses sains. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) validitas modul IPA termasuk kategori baik (2) kepraktisan modul IPA termasuk kategori sangat baik (3) efektivitas modul IPA termasuk kategori sedang dan (4) ketercapaian keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul IPA layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran. This research is conducted because most teachers have not yet developed teaching materials that will be used in the learning process. Therefore, the research development aimed to describe the appropriateness of science module developed by using guided inquiry learning on the temperature and heat materials based on validity, practicality, effectiveness and achievement of science process skill. This research is R&D based on the development of ADDIE with the subject were 29 students of VII-C class in SMP Negeri 13 Banjarmasin. The instrument of this research is validity’s sheet, questioner of student’s response, learning outcome test, and sheet of the science process skill observation. The results of this research showed that (1) the validity of the science module on good category (2) the practicality of the science module is included on very good category (3) the effectiveness of science module including the medium category and (4) the achievement of science process skills including the very good category. The conclusion of this research is science module is appropriate to use in the learning activity.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Menggunakan LKS Berbasis Scientific Aproach Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Suriasa, Suriasa
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4853

Abstract

Keterampilan berpikir kritis siswa belum menjadi perhatian, padahal keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting diajarkan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas penerapan model pembelajaran problem posing menggunakan LKS berbasis scientific approach. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK).  Subjek penelitiannya ialah 34 siswa kelas 7C SMPN 24 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah LKS brbasis scientific approach. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I keterampilan menanya sebesar 67,88%, pada siklus II keterampilan menanya sebesar 84,71%, dan pada siklus III keterampilan menanya sebesar 92,26%, sedangkan keterampilan mengamati, mencoba, menganalisis, mengkomunikasikan dan menyimpulkan pada ketiga siklus sebesar mencapai nilai diatas 85%. Hal ini menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II baik, dan siklus III amat baik. Hasil belajar siswa materi konsep zat yang berorientasi keterampilan berpikir kritis siswa mencapai ketuntasan secara klasikal pada siklus I sebesar 78,13%, pada siklus II sebesar 88,24%, dan pada siklus III sebesar 91,18%. Respon siswa terhadap pembelajaran sangat baik. Oleh karena itu diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing menggunakan LKS berbasis scientific aproach efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 7C SMPN 24 Banjarmasin pada materi konsep zat.Critical thinking skills of students have not been a concern, whereas critical thinking skills are one of the most important high-level thinking skills taught to students. This study aims to describe the effectiveness of applying learning problem-posing model using worksheet based on scientific approach. This research uses classroom action research method. The research subjects are 34 students of grade 7C SMPN 24 Banjarmasin. The instrument used in this research is a scientific approach bracket worksheet. Based on the result of data analysis, the students critical thinking skill in the first cycle of questioning skills equal to 67,88% score, on the second cycle, the questioning skill equal to 84,71%, and on the third cycle of questioning skill equal to 92,26% , while observation skill, try, analyze, communicate and conclude on all three cycles achieving a value above 85%. This shows the improvement of students critical thinking skills from cycle I to cycle II good, and cycle III is very good. Student learning result of concept material that oriented critical thinking skill of students reach mastery classically in cycle I equal to 78,13%, in cycle II equal to 88,24%, and at cycle III equal to 91,18%. Student response to learning is very good. Therefore it is concluded that the application of learning problem-posing model using a scientific-based worksheet approach effectively improves critical thinking skills of 7C students SMPN 24 Banjarmasin on the material concept of substance.
Fabrikasi Kaca Tellurite Zinc Bismuth Dengan Teknik Melt Quenching Wahyudi, Wahyudi; Angraeni, Lia
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4910

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk memfabrikasi kaca Tellurite Zinc Bismuth (TZB) denga teknik melt quenching dan mendeskripsikan mengenai kondisi fisika (warna dan transparansi) kaca TZB. Bahan kaca yang digunakan dalam penelitian ini yakni serbuk Tellurite Oxide (TeO2) dengan kemurnian 99,99%, serbuk Zinc Oxide (ZnO) dengan kemurnian 99,9%, dan serbuk Bismut Oxide (Bi2O3) dengan kemurnian 99,9%. Komposisi yang digunakan adalah (80-x)TeO2-20ZnO-xBi2O3 dengan x=8,12,16  (mol%). Tahapan penelitian meliputi penyiapan alat dan bahan, pembuatan sampel dan karakterisasi sampel. Bahan dilebur di dalam furnace CARBOLITETM pada suhu 900oC selama 1 jam kemudian dituang ke dalam mold (cetakan) berukuran (3,5x2,5x0,5) cm yang telah dipanaskan pada suhu 300oC dan didinginkan secara natural cooling. Kaca TZB hasil fabrikasi seperti tampak transparan. Semua sampel kaca yang terbentuk berwarna kuning kehijauan (lime). Perlu dilakukan analisis lebih lanjut berupa UV-VIS untuk menentukan secara pasti pengaruh konsentrasi Bi2O3 sifat optis kaca TZB yang telah difabrikasi.  This research aims to fabricate Tellurite Zinc Bismuth (TZB) glass with melt quenching technique and to describe the physical condition (color and transparency) of TZB glass. The glass materials used in this research are Tellurite Oxide (TeO2) powder with 99.99% purity, 99.9% powder of Zinc Oxide (ZnO), and Bismuth Oxide (Bi2O3) powder with 99.9% purity. The composition used is (80-x) TeO2-20ZnO-xBi2O3 with x = 8.12,16 (mol%). Research stages include preparation of tools and materials, sample preparation and sample characterization. The material is melted in a CARBOLITETM furnace at 900°C for 1 hour then poured into a mold (sized) size (3.5x2.5x0.5) cm which has been heated at a temperature of 300oC and cooled by natural cooling. TZB glass fabrication results as it looks transparent. All glass samples are formed in greenish yellow (lime). Further analysis of UV-VIS is necessary to determine the exact effect of Bi2O3 concentration of the fabricated optical properties of glass TZB.
Rietveld Analysis on X-Ray Diffraction Of South Kalimantan Kaolin Clays Febrianti, Rulliana; Herlina, Firda; Saukani, Muhammad
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4922

Abstract

At least 13 million tons of kaolin claystone lie in several regencies of South Kalimantan covering Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara and Kotabaru regencies. This paper reports an attempt to explore their crystalline state characteristics, projecting their potential use for geopolymer. Sungai Tabuk, Cintapuri and Tatakan, due to their largest kaolin claystone deposits, were chosen as the sampling sites. The kaolin samples were prepared by syphoning method prior to X-ray diffraction (XRD) characterizations in determining their crystalline phases. X’Pert HighScore Plus and Rietica software were respectively responsible for the qualitative and quantitative phase analyses. The qualitative analysis used search and match method at peak position and peak height between measured and calculated diffraction patterns. Our study revealed the existence of two main phases in the sample, i.e. quartz (SiO2) and kaolinite (Al2Si2O5(OH)4). In addition, the Quantitative analysis used the Rietveld method with the least squares method approach. Rietveld refinement was based on a goodness of fit score of less than 4% by minimizing the difference in the character of the diffraction pattern (position, height, width and peak shape) between the observed and the calculated XRD patterns. The Rietveld quantitative analysis shows, Tatakan is an area with kaolinite-richest deposit (±84%), followed by Cintapuri (±76%) and Tabuk (±70%); quartz is found in reverse.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, And Satisfaction (ARIAS) Pada Materi Kalor dan Perpindahannyanya Ali, Muhammad
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4918

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak tersedianya modul fisika yang menjadi pendukung materi yang diajarkan oleh guru yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Dalam hal ini, modul fisika dihubungkan dengan model pembelajaran ARIAS yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran khususnya pada materi kalor dan perpindahannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan modul Fisika berbasis model pembelajaran ARIAS yang layak digunakan dalam pembelajaran, dengan tujuan khusus yaitu mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul fisika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek ujicoba adalah 30 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pulau Sembilan. Data diperoleh melalui lembar validitas, angket kebutuhan guru dan siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas berupa isi, tampilan, dan aspek bahasa modul berkategori valid dengan nilai yaitu 91%, 86%, dan 80%, (2) kepraktisan modul berkategori praktis dengan skor rerata 3,35, dan (3) efektivitas modul berkategori tinggi dengan skor N-gain yaitu 0,72, menunjukkan bahwa modul berkategori tinggi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa modul fisika berbasis model pembelajaran ARIAS pada materi kalor dan perpindahannyanya layak digunakan dalam. This research is motivated by the unavailability of physics module which become supporter of material taught by teacher that match with characteristic and requirement of student. In this case, the physics module is related to the ARIAS learning model which can help the students in understanding the learning materials especially on the matter of heat and its movement. The purpose of this study is to describe the feasibility of Physics module based on ARIAS learning model which is feasible to be used in learning, with the special purpose of describing the validity, practicality, and effectiveness of physics module. This research is a development research using ADDIE development model. The test subjects are 30 students of grade XI SMA Negeri 1 Pulau Sembilan. Data obtained through validity sheet, questionnaire of teacher and student needs, and test of learning result. The results showed that: (1) the validity of the content, appearance, and module aspects of categorical languages valid with the value of 91%, 86%, and 80%, (2) practical practical module practicability with a mean score of 3.35, and (3) ) the effectiveness of the high-categorized module with the N-gain score of 0.72, indicating that the module is categorized high. The conclusions of this study indicate that physics module based on ARIAS learning model on heat material and its transfer is feasible to be used.
Perubahan Pola Berpikir Mahasiswa Pada Fenomena Perpindahan Panas Secara Konveksi Puspitasari, M. Dewi Manikta; Munawi, Hisbulloh Ahlis
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4909

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perubahan pola berpikir mahasiswa setelah mengikuti kegiatan diskusi. Pola berpikir dalam penelitian digunakan siswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan fenomena kalor secara konveksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Konteks  atau subjek penelitian merupakan mahasiswa yang mengikuti matakuliah Perpindahan Panas II. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penjelasan secara aktual pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Instrumen penelitian berupa tes tertulis fenomena perpindahan panas secara konveksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes sebelum kegiatan diskusi, observasi, wawancara, dan tes setelah kegiatan diskusi. Analisis data dilakukan mengikuti teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pola berpikir mahasiswa sebelum dan setelah diskusi dalam menyelesaikan permasalahan. Pola berpikir yang mengalami penurunan perkembangan adalah pola berpikir logis dan pola berpikir kritis. The research aimed to determine the change in student ’s thinking pattern after following discussion activity. The thinking pattern was used by students to apply their ability for finishing the phenomenon of convection heat transfers. This research used qualitative approach be the phenomenological research method of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The qualitatively descriptive data were collected be the actual explanation of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The technic of collecting data was obtained by test before discussion activity, observation, interview and test after discussion. The data analysis followed the technic of the qualitative data analysis. The results showed that the change of student’s thinking pattern before and after discussion activity of problem-solving. The thinking pattern experienced the developed reduction of logical thinking and critical thinking patterns.   

Page 1 of 1 | Total Record : 10