cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014" : 10 Documents clear
Perbedaan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Terhadap Strategi Pembelajaran Multiple Intelligences Dan Contextual Teaching Learning Bayyinah, Rahmatul; Suriasa, Suriasa
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.874

Abstract

ABSTRACT: Creative thinking skills of the students of class VII MTsN Mulawarman Banjarmasin on physics lesson is low. This is due to the evaluation of learning rarely apply creative thinking skills, as well as the implementation of learning activities predominantly on one type of intelligence, logical-mathematical. Therefore, we need a strategy that can develop creative thinking skills and refers to the different spheres of intelligence, multiple intelligences learning strategies that contextual teaching and learning (CTL). The general objective of this study is to describe the differences between the multiple intelligences and learning strategies (CTL) to the creative thinking skills of students. Research conducted a quasi-experimental study design randomized pretest and posttest control group. The study population was all students of class VII MTsN Mulawarman Banjarmasin and the sample were students of class VII D as an experimental class and E class VII as a control class. Data collection was conducted using test instruments, and multiple intelligences scale questionnaire. The analysis technique used is descriptive statistics and parametric assumptions to test the hypothesis. The results showed that in general there is a difference between the students creative thinking skills and classroom control classroom experiment. This is supported by the results of the analysis, which was performed on the data posttest and gain scores, two classes, namely thit , 3.177 > 1.665 ttab , and thit , 2.104 > ttab , 1,665 .multiple intelligences learning strategies; creative thinking skills
Improving Science Process Skills Class Xi Ipa 1 Man 3 Banjarmasin Inquiry Discovery Learning (IDL) Guided By Operation Of Model Material In Teaching Impulse And Momentum Karmila, Lisda; Zainuddin, Zainuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.891

Abstract

Teacher’s teaching methods that are conventional to be one of the causes of low student science process skills, to do research that aims to determine the effectiveness of the model applies the IDLguided in improving student’s science process skills. The specific aims of this study were to describe: (1) feasibility RPP, (2) student’s science process skills, (3) student learning outcomes, (4) the response of students towards learning. The research method is action research. The subjects were 39 students of class XI IPA 1 MAN 3 Banjarmasin. Data collection techniques used observation, achievement test, questionnaire, and documentation. Descriptive data analysis techniques of qualitative and quantitative descriptive. The findings of the study are (1) RPP feasibility in the first cycle by 73,68%, 84,87% for the second cycle and third cycle of 92,11% (2) student’s science process skills include doing experiments properly, write down observations, analyzed the data, and make conclusions. In general, the first and second cycle has criteria pretty good, and the increase in cycle III with both criteria (3) student learning outcomes in the classical increase of 67,57% (still incomplete) in the first cycle, to 87,18% (complete) on cycle II, and 100% (complete) in the third cycle (4) the response of students towards learning generally categorized either. The conclusion of this research is the application of the IDL-guided effective in improving student’s science process skills class XI IPA 1 MAN 3 Banjarmasin on impulse and momentum teaching materials.  
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sartika, Erma Yuni; Jamal, M. Arifuddin; Suyidno, Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.845

Abstract

Motivasi mempunyai peranan utama dalam pembelajaran, namun kenyataan pembelajaran konvensional yang diterapkan menyebabkan rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi ajar getaran dan gelombang. Tujuan penelitian secara khusus mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, motivasi siswa, hasil belajar, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini meliputi : permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 75,9% (baik), siklus II sebesar  84,4% (baik), dan siklus III sebesar 82,2% (sangat baik); (2) motivasi belajar siswa meliputi suka mengambil resiko, memerlukan umpan balik, memperhitungkan keberhasilan, dan menyatu dengan tugas secara umum pada siklus I cukup baik, siklus II dalam kategori baik, dan siklus III dalam kategori sangat baik; (3) hasil belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 84% (tidak tuntas), siklus II 96% (tuntas), dan siklus III 100% (tuntas);  (4) keterampilan sosial siswa secara umum pada siklus I sebesar 67,4% (baik), siklus II sebesar 76,3% (baik), dan siklus III sebesar 81,8% (sangat baik). Sehingga diperoleh simpulan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-B MTsN Sungai Raya pada materi ajar getaran dan gelombang.
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Kurniasih, Dedeh; Wati, Mustika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.892

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan keterampilan sosial siswa diduga karena model pembelajaran yang diterapkan disekolah masih menggunakan metode ceramah yang belum mampu melibatkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui: (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar, (3) keterampilan sosial, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian ini penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian: (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori sangat baik yaitu 85,2% dan 89,36%,  (2) ketuntasan hasil belajar siswa siklus I  sebesar 66,66% (tidak tuntas), dan  siklus II sebesar 80,95% (tuntas), (3) keterampilan sosial siswa pada siklus I sebesar 82,81% dan siklus II 84,68% dengan kategori sangat berhasil, (4) respon siswa terhadap pembelajaran adalah baik. Diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa kelas IX A SMPN 17 Banjarmasin pada pokok bahasan listrik dinamis.  
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ajar Listrik Statis Dengan Pendekatan Problem Posing yulianti, Helda; Wati, Mustika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.888

Abstract

Based on interviews with a teacher of science at Junior High School 17 Banjarmasin are obtained that the result of student learning is still low. It is caused the pattern learning that takes place often using lecture method so that need to doing the research. The general objective of the research is to know the use of problem posing approach on static electricity subject to improve the result of student learning at IX grade in Junior High School 17 Banjarmasin. The specific objectives of the research are to describe (1) lesson plan adherence; (2) result of student learning; and (3) response of student towards learning. This research is a classroom action research of Kemmis and Mc Taggart model which consisting of two cycles in four times of meeting consisting of planning, action, observation, and reflection. Devices and instruments are used are the lesson plan, handout, student worksheet, result of learning test, lesson plan sheet, and response questionnaire. Analysis of data is used are quantitative and qualitative. The results of the research are (1) lesson plan adherence increased from the first cycle of 80,42%, and the second cycle of 87,11%; (2) the result of student learning classically completed from the first cycle of 85,71% and the second cycle of 90,47%; (3) respond questionnaire of student got well response. Be obtained the conclusion that the problem posing approach can improve the result of student learning at IX grade in Junior High School 17 Banjarmasin on static electricity subject.  
Penerapan Model Pembelajaran Means End Analysis (MEA) Dalam Setting Di Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Juniyarti, Nina
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.851

Abstract

The low analysis skills of the student to science materials resulted in lower learning outcomes. Therefore conducted research to increase learning outcomes of the student with learning models MEA. Specific objectives of this research to describe: (1) implementation lesson plan, (2) analysis skills, (3), learning outcomes, (4) students interests. This research uses classroom action research consisted of 3 cycles. Research subjects were 26 students. Data obtained from learning outcomes tests, observations, questionnaires,  and documentation. Analyzed data from the qualitative description and quantitative description.  The result of research showed that  (1) implementation lesson plan on cycle I 85,55%, cycle II 87,15% and cycle III 92,72% and categorized very well, (2) analysis skills on cycle I 56,86%, cycle II 75,58%, and cycle III 80,93% and categorized very well. (3) enhancement completeness learning outcomes of the student in the classically on cycle I 15,34% (not completed), cycle II 85,0% (complete), and cycle III 100% (complete), (4) students interests in general classified good. We conclude that application of learning models MEA can increase learning outcomes of student class of X-H MA Negeri 2 Model Banjarmasin on the subject of heat transfer. 
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Dan Media Pembelajaran IPA SMP Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Mukarram, Abdullah Al; Hartini, Sri; Wati, Mustika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.889

Abstract

Keterampilan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hal ini diduga karena perangkat pembelajaran seperti LKS dan media yang digunakan siswa belum mampu membantu dalam menemukan konsep dan merangsang kemampuan berpikir kritis siswa.Oleh sebab itu dilakukan penelitian pengembangan LKS dan media pembelajaran IPA dengan tujuan dihasilkan LKS dan media pembelajaran IPA SMP berbasis keterampilan berpikir kritis. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) kelayakan LKS yang dikembangkan, (2) kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan, (3) keterampilan berpikir kritis siswa, (4) respon siswa terhadap LKS, (5) respon siswa terhadap media. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII-E berjumlah 33 siswa.Data diperoleh dengan instrumen validasi LKS dan media, lembar penilaian keterampilan berpikir kritis dan angket respon terhadap LKS dan media.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa: (1) LKS yang dikembangkan sebesar 94,26% berkategori sangat layak, (2) media pembelajaran yang dikembangkan sebesar 95,00% berkategori sangat layak, (3) keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 93,32% berkategori sangat baik, (4) respon siswa terhadap LKS sebesar 75,40% berkategori baik, (5) respon siswa terhadap media sebesar 77,00% berkategori baik. Diperoleh kesimpulan bahwa LKS dan media yang dikembangkan layak digunakan dan membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis.  
Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer (AO) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mika, Jahratun; Zainuddin, Zainuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.872

Abstract

The low learning results and the lack of the student’s social skills in learning the background for this research. The general objective of this research is to describe the effectiveness of the application of learning model Advance Organizer (AO) in improving student learning outcomes of class VII-A MTs Al Huda Banjarmasin on teaching materials, which are specifically supported by (1) adherence to the lesson plan, (2) learning outcomes, (3) social skills, and (4) the interest of students towards learning. This study is an action research model of Kemmis and Mc Taggart consisting of 3 cycles. The subject is a class VII-A MTs Al Huda Banjarmasin, the teaching materials heat. Devices and instruments used are lesson plans, handouts, worksheets, THB, sheet enforceability of lesson plans, social skills observation sheets and questionnaires interest. Data obtained from the test results, observations, questionnaires, and documentation. The results showed that: (1) adherence to the RPP cycle I (good), cycle II (good), and the third cycle is very well categorized; (2) student learning outcomes in the classical category of incomplete first cycle, second cycle (complete), and cycle III (complete), (3) the first cycle of students social skills (good), second cycle (very good), and the third cycle (very good), (4) the interest of students (very interested). Be concluded that the effectiveness of the learning model Advance Organizer (AO) Uncategorized effective in improving student learning outcomes of class VII-A MTs Al Huda Banjarmasin on teaching materials heat.   
Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Syahliani, Mita; Jamal, M. Arifuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.859

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa yang diduga disebabkan oleh penerapan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran  mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana keefektifan penerapan model pembelajaran AIR untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa selama proses pembelajaran, (3) hasil belajar siswa, dan (4) respon siswa terhadap model pembelajaran AIR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 3 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-E SMP Negeri 7 Banjarmasin. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, tes hasil belajar, dan angket sedangkan  analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pada persentase keterlaksanaan RPP model pembelajaran AIR yang dikategorikan baik pada siklus I menjadi sangat baik pada siklus II dan siklus III (2) terjadi peningkatan pada persentase aktivitas siswa yang mana pada siklus I dan siklus II dikategorikan aktif menjadi sangat aktif pada siklus III, (3) terjadi peningkatan pada persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa yaitu 48%; 66,7%; dan 86,7%, dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran AIR secara keseluruhan berkategori baik ditinjau dari aspek minat siswa. Diperoleh kesimpulan bahwa keefektifan penerapan model pembelajaran AIR di kelas VIII-E SMP Negeri 7 Banjarmasin dikategorikan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 
Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Hamdi, Rafii; Jamal, M. Arifuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.890

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa selama proses pembelajaran disebabkan kurang efektifnya model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan meningatkan hasil belajar siswa kelas VIII-B SMPN 2 Batu Ampar pada materi ajar gelombang dan bunyi dengan menerapkan model pembelajaran koopreratif tipe TSTS. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, hasil belajar, keterampilan sosial, dan respon siswa selama proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 3 siklus, setiap siklus meliputi perencanaan, pengamatan dan observasi serta refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VIII-B.Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, angket, dan dokumentasi.Analisis data secara deskriftif kualitatif dan deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan peningkatan: 1) keterlaksanaan RPP siklus I 77,14%, siklus II 88,39%, dan siklus III 96,79%, 2) keterampilan sosial siswa meliputi mendengarkan / memperhatikan penjelasan guru, berdiskusi / kerjasama antar siswa dalam kelompok, mematuhi aturan main pembelajaran, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman, pada siklus I berkatagori cukup baik, siklus II berkatagori baik, dan siklus III berkatagori baik, 3) ketentuan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I 66,67%, siklus II 79,17% , dan siklus III 95,83%. Sebagian besar siswa kesulitan menganalisis soal hitungan, 4) respon positif siswa terhadap pembelajaran tipe TSTS.Kesimpulan di atas penerapan pembelajaran kooperatif tipe TSTS efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-B SMPN 2 Batu Ampar pada materi ajar gelombang dan bunyi.    

Page 1 of 1 | Total Record : 10