cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Wahana Bio
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
SPESIES DAN POLA DISTRIBUSI AMFIBI ORDO ANURA DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI BARITO DESA SIMPANG ARJA KECAMATAN RANTAU BADAUH KABUPATEN BARITO KUALA Siswanto, Hadi
Wahana Bio Vol 11, No 1-2 (2014): Wahana-Bio Edisi Juni 2014
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepian sungai bersifat penting dalam ekologi dan pengelolaan lingkungan terutama karena peranannya dalam konservasi tanah, keanekaragaman hayati yang dikandungnya, serta pengaruhnya terhadap ekosistem perairan. Amfibi ordo anura menyukai tempat hidup yang lembab dan berair. Kawasan tepian Sungai Barito yang terdapat di desa Simpang Arja berpotensi terhadap kehidupan Amfibi Ordo Anura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Spesies dan pola distribusi Amfibi Ordo Anura di kawasan tepian Sungai Barito Desa Simpang Arja Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara transek yaitu membuat garis transek sepanjang tepian Sungai Barito sepanjang 1500 meter. Titik pengambilan di sisi barat desa Simpang Arja sampai sisi timur desa Simpang Arja dengan jarak antar titik 15 meter, sehingga diperoleh 100 titik sampel. Sampel penelitian adalah semua Spesies Anura dewasa yang tertangkap dengan menggunakan jaring dan penangkapan dilakukan pada malam hari. Spesies Amfibi Ordo Anura yang di temukan sebanyak 5 spesies, 4 genus, 2 family yaitu Bufo melanostictus Schneider, Leptophryne borbonica, Fejervarya cancrivora Gravenhorst, Fejervarya sp dan Rana (Hylarana) erythraea Schegel dengan pola distribusi mengelompok untuk seluruh Spesies.
RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN OLEH GURU IPA BIOLOGI DI KECAMATAN KENDAWANGAN Misliani, Misliani; Putri Panjaitan, Ruqiah Ganda
Wahana Bio Vol 9, No 1-2 (2013): Wahana-Bio Edisi Juni 2013
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to determine the students’ response toward the learning media usage by the Biology science teacher in Kendawangan. Descriptive of case study is used as the research method. The population of this research are the students of SMPN 1 Kendawangan, SMPN 3 Kendawangan, SMPN 4 Kendawangan, MTs. At-Taqwa Kendawangan, and SMKN 1 Kendawangan. The sample amount is about 56 students of SMPN 1 Kendawangan, 16 students of SMPN 3 Kendawangan, 6 students of SMPN 4 Kendawangan, 20 students of MTs. At-Taqwa Kendawangan, and 20 students of SMKN 1 Kendawangan. Indirect communication is used as the technique of data collecting. Meanwhile, the tool of data collecting is questionnaire. The result shows that the students’ response toward the learning media usage applied by the Biology science teacher in SMKN 1 and SMPN 1 Kendawangan is high, while in SMPN 3, SMPN 4, and MTs. At- Taqwa is very high. It is concluded that the students like the learning media usage by the teacher very much. Keywords: Students’ response, learning media
UJI ANTIBAKTERI INFUSA KULIT BATANG KASTURI (Mangifera casturi Kosterm) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli SECARA IN VITRO Santi, Nuzulia; Prahatamaputra, Aminuddin; Ajizah, Aulia
Wahana Bio Vol 16, No 2-2 (2016): WAHANA-BIO EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasturi merupakan jenis endemik yang tumbuh khas di daerah Kalimantan Selatan. Tanaman ini termasuk dalam genus Mangifera yang masih belum diteliti lebih lanjut. Berdasarkan kajian terdahulu saponin, tanin, dan flavonoid potensial menghambat pertumbuhan bakteri. Ketiga metabolit sekunder tersebut menurut hasil uji fitokimia terkandung dalam kulit batang kasturi.Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh pemberian infusa kulit batang kasturi pada berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara in vitro dan mengetahui konsentrasi berapa infusa kulit batang kasturi paling menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cakram kertas (disk diffusion method) dengan 6 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Analisis data dilakukan dengan uji One Way Anova menggunakan taraf signifikansi 5%. Dilanjutkan dengan uji alternatif Kruskal Wallis karena varian antar kelompok yang tidak homogen, sehingga tidak memenuhi syarat Anova.Perbedaan tiap macam konsentrasi diketahui melalui uji MannWhitney U. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa pemberian infusa kulit batang kasturi berpengaruh nyata (< 0,05) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri E. coli. Konsentrasi paling menghambat pertumbuhan bakteri E. coli adalah konsentrasi 50%. Kata kunci: Infusa kulit batang kasturi, Escherichia coli, zona hambat
MENGATASI KESULITAN MEMAHAMI KONSEP SISTEM REGULASI MELALUI STRATEGI METAKOGNITIF PADA SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN Andriani, Sisca Pratiwi; Arsyad, Siti Wahidah; Hayani, Noor Ichsan
Wahana Bio Vol 15, No 1-2 (2016): Wahana-Bio Edisi Juni 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan informasi guru Biologi SMA PGRI 6 Banjarmasin materi Konsep Sistem Regulasi sulit dipahami oleh siswa. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) pelajaran biologi pada konsep sistem regulasi yaitu ≥ 75 pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui strategi metakognitif dengan menggunakan peta konsep dan matriks ingatan pada konsep sistem regulasi khususnya pada materi sistem saraf dan sistem endokrin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menghasilkan kesulitan belajar siswa dapat diatasi dengan membaca bahan ajar, membuat peta konsep, membuat matriks ingatan dan berdiskusi. Hasil belajar siswa yang diukur melalui tes hasil belajar berupa peningkatan pretes ke postes pada siklus I pertemuan 1 (60,60%), siklus I pertemuan 2 (60,60%), siklus II pertemuan 1 (77,41%) dan siklus II pertemuan 2 (96,87%). Proses pembelajaran melalui LKS secara umum menunjukkan kategori baik dengan nilai 187-402. Pembelajaran melalui strategi metakognitif dengan menggunakaan peta konsep dan matriks ingatan mendapatkan respon positif dari  siswa dengan 53,12% siswa setuju dan 46,87% siswa sangat setuju. Kata kunci: kesulitan, memahami konsep sistem regulasi, metakognitif, peta konsep, matriks ingatan
PENGARUH EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L) Less) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Febriana, Hairunnisa Maya
Wahana Bio Vol 13, No 1-2 (2015): Wahana-Bio Edisi Juni 2015
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Beluntas adalah sejenis tumbuhan semak yang sering dijadikan sebagai sayuran dan bahan dasar pembuat jamu, serta di dijadikan pagar untuk halaman di muka rumah. Daun beluntas diketahui mengandung flavanoid, alkaloid, minyak atsiri, dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Escherichia coli merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun beluntas dengan konsentrasi yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan menentukan konsentrasi hambat minimal ekstrak daun beluntas yang dapat menghambat total pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Konsentrasi ekstrak daun beluntas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50%. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan dengan ekstrak daun beluntas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi hambat minimal yang dapat menghambat total pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah 50%
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E RSBI SMPN 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS WEB Nida, Uswatun
Wahana Bio Vol 11, No 1-2 (2014): Wahana-Bio Edisi Juni 2014
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran konsep sistem peredaran darah pada manusia biasa diajarkan di SMPN 6 RSBI Banjarmasin dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sehingga beberapa siswa merasa sulit untuk memahami pelajaran, siswapun masih banyak yang belum mencapai ketuntasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa,  untuk mengetahui aktivitas guru selama kegiatan belajar mengajar, dan untuk mengetahui respon siswa pada kelas VIII E SMPN 6 RSBI Banjarmasin tahun ajaran 2012/2013 pembelajaran konsep sistem peredaran darah pada manusia dengan menggunakan pembelajaran berbasis web yang melibatkan 24 siswa yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 15 orang perempuan sebagai subjek penelitian. Metode penelitian adalah deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, untuk siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan siklus II terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis web dalam pembelajaran konsep sistem peredaran darah pada manusia dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa diketahui mengalami peningkatan dari siklus I ke II diantaranya siswa bersikusi dan ketika menyimpulkan pelajaran bersama. Aktivitas guru meningkat, aktivitas 1 meningkat menjadi 24 dan aktivitas 2-7 meningkat menjadi 4 dan setiap pertemuan guru tidak lagi terlalu mendominasi jalannya proses pembelajaran. Hasil ketuntasan klasikal pada siklus I yang memiliki nilai rata-rata 51.80 dan pada siklus II meningkat menjadi 95.83; dan untuk hasil selama proses pada siklus I yaitu sebesar 87,20% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 95.50% dengan kategori baik. kemudian respon siswa mengenai pembelajaran berbasis web menyatakan 40% sangat setuju dan 47,50% menyatakan setuju, sehingga pembelajaran menggunakan berbasis web disimpulkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep sistem peredaran darah.
KERAPATAN DAN POLA DISTRIBUSI UDANG DI SUNGAI KAPUAS MURUNG DESA PULAU TELO KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Wahdah, Jamiatul; Kaspul, Kaspul; Hardiansyah, Hardiansyah
Wahana Bio Vol 15, No 1-2 (2016): Wahana-Bio Edisi Juni 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Telo merupakan salah satu nama desa di provinsi Kalimantan Tengah yang terdapat tiga pulau terletak di tengah Sungai Kapuas Murung di depan desa ini. Sungai ini merupakan salah satu ekosistem perairan yang menunjang kehidupan, diantaranya udang. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara observasi. Sampel penelitian adalah semua spesies udang yang didapatkan menggunakan jala dengan bukaan diameter 4 m dan tinggi 3 m, ukuran luas mata jala 1 cm2. Volume jala yang digunakan 12,57 m3 dengan berat 3,7 kg. Lokasi penelitian meliputi 3 zona yaitu zona I (kawasan pengangkutan pasir), zona II (kawasan pemukiman penduduk), dan zona III (kawasan vegetasi). Hasil penelitian didapatkan 12 spesies udang, 1 spesies dari family Atyidae dan 11 spesies dari family Palaemonidae. Pola distribusi udang pada tiap zona baik pada waktu siang ataupun malam hari bersifat mengelompok. Pola distribusi udang baik pada waktu siang maupun malam hari pada kawasan pengangkutan pasir, pemukiman penduduk, dan vegetasi memiliki kategori mengelompok karena nilai Indeks Morista yang diperoleh oleh semua jenis udang yang didapatkan > 1. Kata kunci    : Kerapatan, Pola Distribusi, Udang, Sungai Kapuas Murung
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Jannah, Noor
Wahana Bio Vol 14, No 2-2 (2015): Wahana-Bio Edisi Desember 2015
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa dan jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan belajar biologi selama proses pembelajaran melalui penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada siswa kelas XI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia. Siswa menjadi lebih aktif selama proses pembelajaran. Indikator keberhasilan dilihat dari meningkatnya ketuntasan klasikal sebanyak 52,7% dari Siklus I ke Siklus II (35,3% menjadi 88,0%). Hasil LKS meningkat sebanyak 9,09% dari Siklus I ke Siklus II (78,4% menjadi 87,5%) dengan kategori baik. Sebanyak 70,5% siswa memberikanrespon positif pada penggunaan model ini. Kata kunci: Aktivitas dan Hasil Belajar, Konsep Sistem Peredaran Darah,                            Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM)
Korelasi Mata Kuliah Kealaman Dasar Dengan Mata Kuliah Analisa Lingkungan Bisnis Arifin, Muhammad Hasanur
Wahana Bio Vol 11, No 1-2 (2014): Wahana-Bio Edisi Juni 2014
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara satu ilmu dengan ilmu yang lain adalah suatu lumrah pada saat ini, dimana hal ini pada zaman merupakan sesuatu jarang diterima keberadaannya. Dulunya setiap ilmu merupakan keilmuan yang berdiri sendiri dalam menyelasaikan masalahnya masing-masing, artinya setiap ilmu pengetahuan akan berkembang tanpa bantuan ilmu yang lain. Padahal bila dilihat dari kenyataannya bahwa setiap ilmu akan memerlukan bantuan cabang ilmu yang lain untuk berkembang dan menyelesaikan masalahnya. Diharapakan dengan bersinergi dengan cabang ilmu yang lain perkembangan masing-masing dapat saling membantu untuk berkembang dan memecahkan masalah.Mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar merupakan suatu mata kuliah yang diajarkan program studi Ilmu Administrasi Bisnis yang pengampunya adalah dosen dari Program Studi Biologi FKIP UNNLAM. Yang jadi pertanyaan disini adalah apa pentingnya mata kuliah Ilmu Kealamann Dasar tetap diajarkan pada program program studi Ilmu Administrasi Bisnis. Apakah ada korelasi antara Mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar dengan mata kuliah di program studi Ilmu Administrasi Bisnis, salah satunya adalah mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis. Kemungkinan kontribusi penting apa yang bisa ditawarkan oleh Ilmu Kealaman Dasar bagi mahasiswa administrasi bisnis yang fokus materi perkuliahan mempelajari bisnis terutama untuk mahasiswa yang mengambil mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar dengan mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa  program studi Ilmu Administrasi Bisnis yang mengambil mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar kemudian mengambil kembali mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis. Penelitian ini menggunakan uji korelasi positif dan negatif .Temuan hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat suatu hubungan positif antara mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar dengan mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis. Dimana terdapat keadaan dimana mahasiswa yang mengambil mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar mendapatkan hasil yang lebih baik setelah mereka mengambil mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis. Dimana mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar dapat memberikan dasar pemikiran pola analisa terhadap sesuatu ketika mahasiswa tersebut mengambil mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar. Sehingga ketika mahasiswa yang bersangkutan mengambil mata kuliah Analisa Lingkungan Bisnis dipermudah dalam menganalisis lingkungan bisnis yang diajarkan berdasarkan pola berpikir bagaimana cara menganalisis yang baik berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang diajarkan pada mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar.
KANDUNGAN Cd (CADMIUM) DAN Mn (MANGAN) PADA DAUN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) YANG DITANAM DENGAN PENAMBAHAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN LIMBAH KARET Hikmah, Nurul
Wahana Bio Vol 10, No 2-2 (2013): Wahana-Bio Edisi Desember 2013
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu industri, selain menghasilkan produk akhir juga menghasilkan produk sampingan yang berupa limbah pabrik. Salah satu teknik untuk mengolah limbah terutama limbah karet dengan lumpur aktif. Lumpur aktif adalah sistem penguraian dan oksidasi zat-zat organik oleh mikroorganisme aerob. Berdasarkan hasil uji laboratorium oleh Balai Pengembangan Teknologi dan Konstruksi (2009) pada sampel lumpur hasil pengolahan limbah karet, didapatkan hasil bahwa lumpur tersebut mengandung beberapa logam berat, seperti kadmium, timbal, tembaga, mangan, besi dan krom. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan logam Cd dan Mn pada bagian daun tanaman sawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengambilan data dengan menanam tanaman pada media tanah podsolik yang ditambahkan lumpur hasil pengolahan limbah karet dengan konsentrasi yang berbeda. Rancangan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), dilakukan dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi Cd dan Mn pada daun tanaman sawi yang ditanam menggunakan lumpur hasil pengolahan limbah karet terdapat pada perlakuan VI dengan dosis lumpur 1000 gr dengan rata-rata 21x10-5mg/g dan 2538x10-5mg/g, sedangkan kandungan terendah terdapat pada perlakuan I dengan dosis 0 gr (kontrol) rata-rata 10x10-5 mg/g  dan 213x10-5 mg/g. Hasil uji statistik dengan analisis varian (uji F) didapat hasil bahwa F hitung > F tabel, yang berarti bahwa ada pengaruh akumulasi logam Cd dan Mn pada daun tanaman sawi. Berdasarkan hasil perhitungan lanjutan dengan uji BJND, diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan dengan lumpur hasil pengolahan limbah karet berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan I (kontrol).