cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan" : 12 Documents clear
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Aminah, Siti
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16740

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh gambaran pendidikan karakter di Sekolah Dasar dan peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan pada siswa kelas II (dua), siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar, dan guru gelas. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan pedoman observasi. Analisis data menggunakan deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar belum berjalan dengan optimal. Bimbingan dan konseling sebagai bagian penting dalam pendidikan memiliki peranan yang signifikan dalam menanamkan pendidikan karakter di Sekolah Dasar.
Keefektifan Media Pembelajaran Mogabil Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga Triyanto, Fajar; Siswanto, Joko; -, Rofian
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17003

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar Matematika kelas IV pada SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Hal tersebut disebabkan proses belajar mengajar yang kurang menarik serta efektif mengoptimalkan hasil belajar siswa sehingga membuat hasil belajar siswa rendah, guru kurang menggunakan media yang mendukung untuk pemahaman konsep matematika siswa dan memotivasi siswa.Hasil belajar belum optimal, 68% siswa mendapat nilai di bawah KKM yaitu 70. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian yaitu Pre Eksperimental Design dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 02Baleraksa tahun pelajaran 2017/2018. Sampel yang diambil adalah 28 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes (pretest-posttest), wawancara dan kegiatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji banding hasil belajar dua pihak menunjukkan hasil thitung= 17,42 dengan ttabel= 2,049 sehingga thitung> ttabel yang artinya bahwa media pembelajaran mogabil (mobil garis bilangan) efektif terhadap hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat kelas IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, saran yang perlu disampaikan adalah dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan model dan media pembelajaran yang menarik siswa untuk belajar yaitu dengan mencoba menerapkan media pembelajaran mogabil (mobil garis bilangan) sebagaisalah satu media alternatif guru dalam mengajar.The background that underlies this research is the low learning outcomes of fourth grade mathematics at SDN 02 Baleraksa Purbalingga. This is due to the less interesting teaching learning process and effec-tively optimize student learning outcomes that make student learning outcomes low, the teacher does not use media that supports students' understanding of mathematical concepts and motivates students. Learning outcomes are not optimal, 68% of students score below KKM, is 70. Research is a quantitative research using research design that is Pre Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this study is all students of grade IV SDN 02 Baleraksa academic year 2017/2018. Samples taken are 28 students, consisting of 13 male students and 15 female students. The data in this study were obtained through tests (pretest-posttest), interviews and observation activities. The results of the research shows that the comparative test of two-party learning result shows thitung = 17.42 with ttable = 2.049 so thitung > ttable which means that the mogabil learning media (number line car) is effective about mathematics learning outcomes of integer class IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Based on the research and discussion, suggestions that need to be submittedis in the learning process should teacher use the model and learning media that attract students to learn that is by trying to apply mogabil learning media (number line cars) as one alternative media teachers teach.
Peran Atoin Amaf Dalam Kepemimpinan Di Masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS Tiumlafu, Frida
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum tentang masyarakat adat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; mengidentifikasi bentuk-bentuk kepemimpinan adat di masyarakat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS, mengetahui tugas/fungsi Kepemimpinan Adat di masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; mengetahui gambaran tentang pembagian peran dalam kegiatan adat di Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten TTS; dan Untuk mendapat gambaran tentang faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi Atoin Amaf dalam kepemimpinan adat masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dapat mengutip bahwa gambaran umum masyarakat yang terjadi pada Amanatun adalah Kekuasaan yang memegang peranan penting dalam memimpin masyarakat umumnya adalah seorang laki-laki yang mempunyai tugas tanggung jawab besar terhadap masyarakat untuk memimpin masyarakat yang ada dengan rasa saling menghargai tinggi dengan berpedoman pada solidaritas tinggi, sekalipun ekonomi lemah dalam mempengaruhi pola hidup masyarakat yang ada, namun masyarakat tersebut mampu mengungkapan keterbukaan terhadap seorang pemimpin masyarakt demi mencari solusi demi menyesejahterakan kembali keadaan yang di hadapi oleh masyarakat dengan kebiasaan adat istiadat yang sudah diterapakan sejak dahulu kala dari nenek moyang, dengan adat istiadat masyarakat Amanatun tetap memegang teguh pada nilai-nilai sosial yang berlaku serta mentaati peraturan yang sudah di sepakati dengan seorang pemimpin masyarakat demi mencapai sesuatu hal yang baik. Bentuk-bentuk kepemimpinan adat di masyarakat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS di kenal dengan bentuk perkawinan, yakni (1) Perkawinan dengan pinanngan atas bantuan seorang juru bicara (netelanan), (2) Perkawinan mengabdi (kalau lelaki tidak sanggup membayar belis dan mengabdi di rumah suku wanita tetapi tidak masuk suku wanita. (3) Perkawinan mengganti (dalam istilah antropologinya Sororat dan Levirat, yaitu mengawini ipar lelaki atau wanita sesudah sang istri atau suami meninggalkan rumah.This study aims to find out the general description of indigenous peoples in Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; identifying forms of customary leadership in the community in Kecamatan Amanatun Utara, TTS District, knowing the duties and functions of Adat Leadership in the community of Kecamatan Amanatun Utara, TTS District; to know the description of the division of roles in customary activities in Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten TTS; and To get an idea of the supporting factors and inhibiting factors faced by Atoin Amaf in the customary leadership of the community of Kecamatan Amanatun Utara, TTS District. Based on the results of interviews and observations researchers can quote that the general picture of society that occurs in Amanatun is the Power that plays an important role in leading the general public is a man who has the task of great responsibility to the community to lead the existing community with a high mutual respect with based on high solidarity, even if the economy is weak in influencing the pattern of life of the existing society, but the society is able to express the openness to a community leader to find a solution in order to redeem the situation faced by the community with customs that have been applied since a long time of grandmother ancestors, with the customs of the people of Amanatun still hold firm to the prevailing social values and obey the rules that have been agreed with a community leader to achieve something good. The forms of customary leadership in the community in Kecamatan Amanatun Utara, TTS Regency are familiar with the form of marriage, namely (1) Marriage with pinanngan with the help of a spokesperson (netelanan), (2) Marriage dedication (if man can not afford to pay belis and serve in the house of the female tribe but not in the female tribe. (3) Marriage replaces (in anthropological terms Sororat and Levirat, ie marrying a brother or sister-in-law after the wife or husband dies.
Profil Berpikir Siswa SD Dalam Pemecahan Masalah Pecahan Ditinjau Dari Gaya Belajar RatnaSari, Khurin In
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berfikir siswa SMP dalam memecahkan masalah pecahan ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek peneliti terdiri dari tiga siswa kelas V SD Negeri Keting 2 Jember. Penelitian ini dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen tes gaya belajar, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes TPMA dan wawancara. Pengecekan keabsahan data dan menggunakan triangulasi waktu.Subjek visual memahami masalah,menerima informasi membacanya dengan suara pelan atau keras sebanyak sekali atau berulang-ulang .mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri.Subjek Audiotorial memahami masalah atau soal yang diberikan membacanya dengan suara pelan atau keras sebanyak sekali atau berulang-ulang dan mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. Subjek juga menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri. Dalam merencanakan dan melaksanakan penyelesaian, subjek memanggil kembali informasi dengan mengingat pengetahuan lain yang sudah dimilikinya atau konsep yang sudah dikuasai untuk membuat rencana yaitu dengan cara menjumlahkannya dan dengan mengingat rencana yang sudah dibuat. Subjek mengolah informasi dengan memunculkan ide untuk memulai mengerjakan soal permasalah yang diberikan, membuat rencana yang akan digunakan dalam pemecahan masalah dan melaksanakan sesuai rencana yang dibuat. Subjek juga melakukan menyimpanan informasi yaitu dengan mengatakan berulang-ulang rencana yang dibuat dan mengulang pelaksanaan rencana. Pada saat memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek mengingat pelaksanaan rencana atau solusi yang sudah diperoleh, mengaitkan pengetahuan yang dimilikinya ketika memeriksa jawaban yang diperoleh dan mengulang solusi yang diperoleh.Subjek Kinestetik Subjek memahami masalah atau soal yang diberikan membaca soal sambil menulis kembali soalnya dan mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. Subjek juga menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri. Dalam merencanakan dan melaksanakan penyelesaian, subjek tidak melakukan proses pemanggilan kembali informasi. Subjek langsung mengolah informasi yaitu dengan memunculkan ide untuk memulai mengerjakan soal permasalah yang diberikan, membuat rencana yang akan digunakan dalam pemecahan masalah dan melaksanakan sesuai rencana yang dibuat. Subjek juga melakukan menyimpanan informasi yaitu dengan mengatakan berulang-ulang rencana yang dibuat dan mengulang pelaksanaan rencana. Pada saat memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek langsung mengaitkan pengetahuan yang dimilikinya ketika memeriksa jawaban yang diperoleh dan mengulang solusi yang diperoleh. Kata-kata kunci : profil berfikir, pemecahan masalah aljabar, gaya belajar.  AbstractThis study has purpose to describe the profile of junior high school students thinking in problem solving fractions in terms of learning styles. This research is a descriptive qualitative approach.Subject researchers are three fifth grade students of SD Negeri 2 Jember tendon. The study began by determining the subject of research using learning styles test instrument, and the continuation of TPMA tests and interviews. Checking the validity of the data and using triangulation time.Subjects visually understand the issues, receive information read quietly or loudly as once or repeatedly. Process information reveals problems with their own words. Storing information is using performing repetition of things that known and called him back and asked to explain the information in their own language.Subject auditory understand the problems or questions given to read quietly or loudly as once or repeatedly and process information reveals problems with their own words. Subject also stores information by doing a rehash of what is known and called him back and asked to explain the information in their own language. In planning and implementing the settlement, subject to call back the information with other knowledge considering he already owns or conceptualized already controlled to create a plan that is by considering the whole sum and with plans already made. Subject to process information to bring the idea to start work on the problems given problems, make plans to be used in solving problems and implement appropriate plans. Subjects also perform storage of information that is by repeating the plan and repeat the implementation of the plan. At the time of check results of the settlement, subject to considering the implementation of a plan or solution that has been obtained, linking their knowledge when checking the answers obtained and repeating the obtained solution.Subjects kinesthetic understanding the problem or is the subject matter of a given reading matter, writing back because and process information reveals problems with their own words. Subjects also stores information by doing a rehash of what is known and called him back and asked to explain the information in their own language. In planning and implementing the settlement, the subject does not make the process of recalling information. Subject information of directly process is to bring the idea to start work on the problems given problems, make plans to be used in solving problems and implement appropriate plans. Subject is also to store information that is by repeating the plan and repeat the implementation of the plan. At the time of checking back in the settlement proceeds, relate directly to the subject of knowledge self when checking answers result and repeat the obtained solution.
Pengaruh Pembiayaan Pendidikan Pengelolaan Pendidikan Terhadap Mutu Pendidikian Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Kupang Elik, Yanti M
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan Pendidikan (X1) dan Proses Pendidikan (X2) terhadap Mutu Pendidikian (Y), baik secara langsung maupun bersama-sama. Populasi dalam penelitian ini adalah 25 orang guru pada SMK N 4 Kupang. Berdasarkan hasil analisis data variabel Pembiayaan pendidikan (X1) terhadap mutu pendidikan (Y) di SMK N 4 Kupang berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji-t diperoleh thitung sebesar 2,597 dengan tingkat probabilitas (sig) adalah 0,012 jika di bandingkan pada ttabel pada α=0,05, berarti thitung > ttabel dan sig < 0,05 (2,597>2005 dan 0,12<0,05). Berdasarkan hasil olahan data pada jawaban responden, ditemukan bahwa variabel proses pendidikan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan (Y). Hasil uji thitung diperoleh sebesar 5,701 dengan probabilitas (sig) 0,000 dibanding dengan ttabel pada α=0,05 diperoleh ttabel 2,005. Hal ini berarti thitung > ttabel dan sig < 0,05 (5,701>2,005 dan 0,000 < 0,05). Hasil uji-t tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengelolaan pendidikan terhadap mutu pendidikan di SMK N 4 Kupang. Berdasarkan hasil olahan data variabel Pembiayaan pendidikan (X1) dan variabel proses pendidikan (X2) terhadap mutu pendidikan (Y) di SMK N 4 Kupang, Berdasarkan hasil perhitungan uji F diperoleh bahwa Fhitung sebesar 13.687 dengan probabilitas (sig) sebesar 0,000 yang nilainya dibawah 0,05. Jika dikonsultasikan dengan Ftabel pada α= 0,05 df1 = 2 dan df2 25 diperoleh Ftabel sebesar 3,05. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel dan sig < 0,05 (13.687>3,05) dan sig (0,000<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu pembiayaan dan proses pendidikan berpengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap mutu pendidikan di SMK N 4 Kupang.This study aims to determine the effect of Education Financing (X1) and Education Process (X2) on the Quality of Such (Y), either directly or jointly. The sample in this research is 25 teachers at SMK N 4 Kupang. Based on the result of analysis of variable data of Education Financing (X1) to the quality of education (Y) in SMK N 4 Kupang have positive and significant effect. It can be seen on the result of t-test obtained t count of 2.597 with probability level (sig) is 0,012 if compare at ttable at α = 0,05, mean tcount> ttable and sig <0,05 (2,597> 2005 and 0, 12 <0.05). Based on the results of processed data on respondents' answers, it was found that education process variables (X2) have a positive and significant effect on the quality of education (Y). The result of tcount test obtained is 5,701 with probability (sig) 0.000 compared with ttable at α = 0,05 obtained ttable 2,005. This means thitung> ttable and sig <0,05 (5,701> 2,005 and 0,000 <0,05). The t-test results proved that there is a positive and significant influence between the variables of education management on the quality of education in SMK N 4 Kupang. Based on the results of data processing of education financing variables (X1) and education process variables (X2) on the quality of education (Y) in SMK N 4 Kupang, Based on the results of F test calculation obtained that Fcount of 13.687 with probability (sig) of 0,000 whose value is below 0,05. If consulted with Ftabel on α = 0.05 df1 = 2 and df2 25 obtained Ftable of 3.05. This means Fcount> Ftable and sig <0.05 (13.687> 3.05) and sig (0,000 <0.05). This indicates that all independent variables of financing and education process have significant effect simultaneously on the quality of education in SMK N 4 Kupang.
Analisis Standar Pengelolaan Peran Pendidik Dalam Proses Pembelajaran IPS di SMPN 1 Karimunjawa, MTs Dan MA NU Safinatul Huda Pulau Karimunjawa Benardi, Andi Irwan; Purwaningsih, Widya; Rahima, Hawa Nur
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar manajemen dan peran pendidik dalam proses pembelajaran di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, dan MA Safinatul Huda Karimunjawa. Peneliti mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar manajemen di SMP N 1 Karimunjawa secara keseluruhan memenuhi kriteria Standar Manajemen Nasional, berlaku juga di MTs dan MA Safinatul Huda. Namun, Standar Manajemen di SMP N 1 Karimunjawa dapat dikatakan sedikit lebih unggul dalam banding MTs dan MA Safinatul Huda. Peran pendidik dalam proses pembelajaran juga bisa dikatakan hampir terpenuhi semua, hanya saja kurangnya media dan fasilitas sedikit menghambat manajemen guru di kelas. Kekurangan lainnya adalah hampir semua guru masih menggunakan metode ceramah sehingga dapat dikatakan bahwa guru belum memenuhi perannya sebagai fasilitator. Ini benar di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda dan MA Safinatul Huda.This study aims to determine the standard of management and the role of educators in the learning process in SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, and MA Safinatul Huda Karimunjawa. Researchers collect data using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using transcripts of interview results, data reduction, analysis, and draw conclusions. The results show that the management standard in SMP N 1 Karimunjawa as a whole meets the criteria of National Management Standards, it applies also in MTs and MA Safinatul Huda. However, the Management Standards in SMP N 1 Karimunjawa can be said a little superior in the appeal of MTs and MA Safinatul Huda. The role of educators in the learning process can also be said almost fulfilled all, it's just the lack of media and facilities a little hinder the management of teachers in the classroom. Another shortcoming is that almost all teachers still use the lecture method so it can be said that the teacher has not fulfilled his role as a facilitator. This is true at SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda and MA Safinatul Huda.
Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pengolahan Ladang Pada Masyarakat Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Ceunfin, Emiliana
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15076

Abstract

Fokus kajian penelitian ini adalah: Proses pengolahan ladang, nilai-nilai yang menjadi alasan dipertahankan dan karakter yang terbentuk dari pengolahan ladang berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara dan quesioner. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Proses Kearifan lokal pengolahan ladang terdiri atas 12 tahap disertai ritualnya masing-masing, yaitu: pemilihan lahan (bet lel fe’u), meminta izin (taton ma ta’ sina), mengasah parang (noek fani- benas), pembukaan lahan (tafek nono hau ana), pembakaran kebun (tait nuta ma nopo), pemadaman api (sifo nopo), pembendungan erosi (eka ho’e), pembayaran kepada Tobe (ta uis), menjaga tanaman muda (titu belo), panen jagung pertama (tah fe’u), panen jagung (sek pena) dan kembali ke kampung (faen on kuan). 2) Nilai-nilai karakter yang dipertahankan masyarakat desa Fatoin, yaitu: nilai religius yang berhubungan dengan Tuhan, nilai yang berhubungan dengan diri sendir, nilai yang berhubungan dengan sesama dan nilai yang berhubungan dengan alam. 3) Karakter yang terbentuk dari kegitan pengolahan ladang adalah: karakter Religius (cinta Tuhan, taat beribadah, toleransi), karakter yang berhubungan dengan diri sendiri (jujur, tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, sabar dan rendah hati), karakter yang berhubungan dengan sesama (menghargai hak dan kewajiban, sopan santun, menghargai karya dan prestasi orang lain, damai, patuh terhadap peraturan sosial, demokratis, kerjasama, dan gotong royong), nilai yang berhubungan dengan alam (cinta lingkungan dan menjaga kelestarian alam)The focus of this research study is: The process of cultivating the fields, the values that are being grounded and the characters formed from the cultivation of local wisdom-based fields. Method used in this research is qualitative method. Data collection techniques used were observation, interview and quesioner. Data analysis includes data collection, data reduction and presentation of data. The results obtained from this research are as follows: 1) The process of cultivating the local wisdom of cultivation consists of 12 stages with their respective rituals, namely: land selection (bet lel fe'u), requesting permission (taton ma ta 'sina) (noek fani-benas), land clearing (tafek nono hau ana), burning fires (tait nuta maopo), fire extinguisher (sifo nopo), erosion containment (eka ho'e), payment to Tobe the young plants (the veil), the first maize harvest (tah fe'u), corn harvest (sek pena) and return to the village (faen on kuan). 2) Character values maintained by Fatoin village communities, namely: religious values relating to God, self-relational values, values relating to neighbor and values related to nature. 3) Characters formed from farming activities are: Religious character (love of God, obedient worship, tolerance), self-dealing character (honest, responsible, hard work, confident, patient and humble), related characters with respect to the rights and obligations, the courtesy, respect for the work and achievement of others, peace, obedience to social, democratic, cooperation and mutual cooperation rules, values related to nature (environmental love and preservation of nature).
The Effort Of Improving The Civics Students Achievements In The Effects Of Globalizations By Using Snowball Throwing Method Suwarto, Heri
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17001

Abstract

The class action research in concern with the effort of increasing the civics students achievements in the Effects of Globalizations by using Snowball Throwing Method of the students of four grade of SDN Cukilan 03 on 2016-2017 school years is done as the effort to repair the problem of the low achievement and the minimum criteria that is mean 68,00 and only 17 students or 58,6 %  of 29 students who reach the limit o the minimum criteria. The improving of this studying is held throught the class action research where the teacher as a researcher do this helped by the other teachers and supervisor under the guidance of the competence source. It done into two (siklus). The first (siklus) the improving of the achievement is 31% into 45,5%. In the second (siklus) the increasing of the achievement of the minimum criteria from 58,6% increase to be 72 %. In the second (siklus) the increasing of the avhievement is 12,1% into 80,00 and the increasing of the minimum criteria is from 72 % into 89,7 %. Seeing the final result throught the Snowball Throwing  method, it can be concluded that this method is is proved increasing the achievement and the minimum criteria on the mathematics of the mixing operation of the round number. Based on this research, is suggested to use the Snowball Throwing  method on the civics students achievements in the Effects of Globalizations to make the achievement and the minimum criteria to be more better.
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Sisi Datar Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Rodhi, Rodhi
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan aktifitas dan hasil belajar pada siswa kelas VIII-D SMP 1 Jekulo Kudus pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran problem based learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 34 siswa terdiri dari 14 siswa putra dan 20 siswa putri, pembelajaran menggunakan model problem based learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Cara pengumpulan data dilakukan melalui tes, pengamatan aktifitas belajar siswa dan observasi/performansi guru saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 57,19% kategori cukup, rata rata hasil belajar pengetahuan siswa 73,53 dengan ketuntasan belajar klasikal 79,41%, rata-rata hasil belajar keterampilan siswa 73,38 dengan ketuntasan belajar klasikal 76,47%, dan nilai performansi guru saat pembelajaran 86,84% kategori baik. Pada siklus II persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 79,06% kategori baik, rata rata hasil belajar pengetahuan siswa 85,15 dengan ketuntasan belajar klasikal 88,24%, rata-rata hasil belajar keterampilan siswa 81,76 dengan ketuntasan belajar klasikal 85,29%, dan nilai performansi guru saat pembelajaran 91,23% kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa.This study aims to improve the activities and learning outcomes of students in class VIII-D Jekulo Kudus 1 Junior High School on mathematics subjects constructing flat side space through a problem based learning learning model. The subjects of this study were students of class VIII-D in the second semester of the 2017/2018 school year, which amounted to 34 students consisting of 14 male students and 20 female students, learning using the problem based learning (PBL) model. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The method of data collection is done through tests, observations of student learning activities and observation / teacher performance when learning takes place. The results showed that in the first cycle the percentage of student activity in the learning process was 57.19% enough, the average learning outcomes of students' knowledge was 73.53 with classical mastery learning 79.41%, the average student learning outcomes were 73.38 with classical learning completeness is 76.47%, and the teacher's performance score during learning is 86.84% good category. In the second cycle the percentage of student activity in the learning process amounted to 79.06% good category, the average learning outcomes of student knowledge 85.15 with classical learning completeness 88.24%, the average student learning outcomes 81.76 with classical learning completeness 85 , 29%, and the value of teacher performance during learning 91.23% in the excellent category. These results indicate an increase in activities and learning outcomes from cycle I to cycle II. Based on the results obtained, it can be concluded that the problem based learning (PBL) learning model can improve student learning activities and outcomes.
Membuat Angin Darat dan Angin Laut Dari Kaleng Roti Suraji, Suraji
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17002

Abstract

Pembuatan alat peraga ini berlatar belakang pada permasalahan yang dihadapi guru dan peserta didik pada pembelajaran IPA. Kurangnya media alat peraga pembelajaran di sekolah, kesulitan mendapatkan alat peraga, serta letak sekolah yang jauh dari pantai menyebabkan pembelajaran kurang menarik dan mengakibatkan peserta didik tidak bisa memperoleh pengalaman langsung . Fokus masalah penelitian ini pada pembuatan alat peraga kotak konveksi dari bahan daur ulang dengan prinsip reduce, reused,recycle dan dampaknya bagi pembelajaran. Penelitian pembuatan alat peraga ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kotak konveksi udara dari kaleng roti untuk membuktikan peristiwa perpindahan energi panas secara konveksi dengan contoh terjadinya angin darat dan angin laut. Simpulan : hasil pengamatan menunjukkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran I sebesar 37,5% dalam kategori baik, 62,5 kategori sangat baik. Pada pembelajaran II sebesar 39,5% dalam kategori baik, 60,5 kategori sangat baik serta pencapaian hasil belajar sebesar 76,7%.. Saran: 1) bagi rekan-rekan guru yang mengalami permasalahan pembelajaran di kelas dengan karakteristik yang sejenis, dapat menjadikan laporan ini sebagai bahan referensi untuk mengatasi permasalahan di kelasnya, 2) media alat peraga yang saya gunakan hanyalah salah satu dari banyak media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas tersebut.Making these teaching aids has a background on the problems faced by teachers and students in science learning. The lack of media teaching aids in schools, difficulties in obtaining teaching aids, and the location of schools far from the coast causes learning to be less attractive and results in students not being able to gain direct experience. The focus of this research problem is on making recycled box props from recycled materials using the principles of reduce, reused, recycle and their impact on learning. The research on making these teaching aids is to improve the quality of learning by using air convection box props from bread cans to prove convection heat transfer events with examples of land winds and sea breezes. Conclusion: the results of the observation show that the learning activeness of students in learning I was 37.5% in the good category, 62.5 in the excellent category. In learning II amounted to 39.5% in the good category, 60.5 categories were very good and the achievement of learning outcomes was 76.7%. Suggestions: 1) for fellow teachers who experience learning problems in the class with similar characteristics, can making this report as a reference material to overcome the problems in its class, 2) the media that I use is only one of the many media that can be used to overcome learning problems in accordance with the conditions and characteristics of the class.

Page 1 of 2 | Total Record : 12