cover
Contact Name
Fajar
Contact Email
fajarjatinugroho@gmail.com
Phone
+6281226035613
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BANGUN REKAPRIMA
ISSN : 24432709     EISSN : 25413899     DOI : http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima
Bangun Rekaprima: Jurnal Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora as an information container that contains articles about the field of science consisting of results of research, literature review, review of books, journal reviews, popular scientific knowledge, results of translations, and other related texts. The articles of this journal are published every six months, that is on April and Oktober (2 issues per year), and published by Politeknik Negeri Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 71 Documents
Meningkatkan Karakteristik Marshall Dengan Menambah Serbuk Ban Bekas Ke Dalam Campuran Laston AC-WC Maulana, Radiks Gilang; Arrofif, Zaaim; Warsiti, Warsiti; Kusdiyono, Kusdiyono; Risman, Risman
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2, Oktober (2018): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2, Oktober.1197

Abstract

Konstruksi perkerasan perkerasan lentur (flexible pavement) secara garis besar terdiri dari tiga lapis yaitu sub base course, base course dan surface course. Salah satu bahan surface course berupa laston AC-WC. Bahan campuran konstruksi perkerasan laston AC-WC. akan menentukan karakteristik campuran tersebut. Karakteristik campuran perkerasan meliputi Kepadatan (Density), Rongga Pada Mineral Agregat (VMA) , Rongga Terisi Aspal (VFA) , Rongga Dalam Campuran (VIM) , Rongga Dalam Campuran Kondisi Membal (Refusal VIM) , Stabilitas Marshall (MS) , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) , Kelelehan Marshall (Flow). Penambahan bahan tambah seperti serbuk ban bekas ke dalam campuran aspal dapat menjadi alternatif bahan tambah guna meningkatkan kualitas dan keawetannya dan daya tahan yang lebih baik terhadap suhu tinggi, dibandingkan dengan aspal tanpa penambahan bahan tambah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban karet bekas terhadap nilai karakteristik Marshall campuran Laston AC-WC dan membandingkan hasil parameter Marshall campuran Laston AC-WC standar dengan yang ditambahkan serbuk ban Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO yang dipakai (6.0%) yang berpengaruh pada nilai Density maksimum 2.376 ????????/???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, VMA maksimum 5.186% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, , VFA maksimum 72.510% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM minimum 4.22% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM Refusal density minimum 4.231% dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,2%, Stabilitas Marshall (MS) maksimum 1008.86 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.5% , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) maksimum 671.813 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% , Nilai Kelelehan Marshall ( Flow ) maksimum 3.40 ???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,9% , dan Marshall Quotient ( MQ ) maksimum sebesar 309.26 ????????/???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% . Dalam perhitungan penambahan serbuk ban optimum dari 9 parameter marshall yang digunakan, dari berbagai parameter marshall yang sudah dianalisis diperoleh hasil kadar penambahan serbuk ban terendah yaitu pada persentase 4.1% dan sedangkan persentase penambahan serbuk ban pada kondisi tertinggi (optimum) diperoleh hasil yaitu 7.4%.
Perancangan Mesin Potong Las Lingkar Semi Otomatis Dengan Ketebalan Material Potong 3 - 8 mm Pujono, Pujono; Menang, Handika Prabu
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2, Oktober (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2, Oktober.862

Abstract

Mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran adalah mesin yang dirancang untuk membantu proses produksi dalam bidang pemotongan logam khususnya pelat dengan hasil bentuk lingkaran.Tujuan dalam perancangan mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin las potong semi otomatis dengan hasil bentuk lingkaran, membuat detail drawing mesin, menentukan bill of material pembuatan mesin dan pengujian mesin. Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan dari James H. Earle dan pemilihan konsep menggunakan metode Stuart Pugh, software gambar menggunakan Solidworks 2013 dan gambar kerja menggunakan standar ISO. Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu penghubung antar poros menggunakan besi pejal dan cutting holder menggunakan roda pemutar. Dalam pengujiannya, untuk hasil pemotongan pelat yang paling baik pada ketebalan pelat 3 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 750 mm/menit, untuk ketebalan 5 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 700 mm/menit, sedangkan untuk ketebalan 8 mm membutuhkan kecepatan potong sebesar 600 mm/menit. Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1100 x 1100 x 750 mm dengan massa mesin sebesar 35 kg dan jangkauan diameter pelat yang dapat dipotong yaitu 200 – 700 mm dengan tebal pelat yaitu 3 – 8 mm.Kata Kunci: Mesin Las Potong Semi Otomatis Dengan Hasil Bentuk Lingkaran, Tebal Plat
Perencanaan Dan Penjadwalan Proyek Pada Pembangunan Gedung Suparno, Suparno
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2, Oktober (2015): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v1i2, Oktober.703

Abstract

Perencanaan merupakan salah satu fungsi vital dalam kegiatan manajemen proyek. Karena itulah untuk mencapai tujuan, manajemen harus membuat langkah-langkah proaktif dalam melakukan perencanaan yang komprehensif agar sasaran dan tujuan dapat dicapai. Perencanaan dikatakan baik bila seluruh proses yang ada di dalamnya dapat diimplementasikan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dengan tingkat penyimpangan minimal serta hasil akhir maksimal. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi dibutuhkan sistem pengawasan penjadwalan agar proyek dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Penjadwalan proyek merupakan salah satu hasil dari perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, metode, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progres waktu untuk penyelesaian proyek. Dalam proses penjadwalan, penyusunan kegiatan dan hubungan antar kegiatan dibuat terperinci dan detail. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pelaksanaan evaluasi proyek. Tahap selanjutnya dari manajamen proyek adalah pengendalian. Pengendalian proyek merupakan salah satu fungsi dari manajemen proyek yang sangat mempengaruhi hasil akhir proyek, pengendalian mempunyai tujuan utama meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama proses belangsungnya proyek. Penyebab dari kelemahan dalam hal perencanaan dan penjadwalan, evaluasi, dan pengendalian adalah faktor sumber daya manusia. Dengan demikian, suatu kebutuhan yang nyata, bahwa diperlukan penempatan tenaga yang tepat sesuai bidang keahliannya dalam upaya untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia pada pengelolaan proyek konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor khususnya mengenai pencapaian target mutu, waktu, dan biaya.Kata kunci: Tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya.
Inspeksi Upper Wing Top Skin Panel Menggunakan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) Pujono, Pujono; Galih, Endro Wahyu
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2, Oktober (2018): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2, Oktober.1202

Abstract

Non Destructive Testing (NDT) adalah cara yang paling ekonomis untuk melakukan inspeksi dan cara untuk menemukan cacat. Salah satu metode inspeksi NDT adalah Ultrasonic Test yang digunakan untuk inspeksi khusus upper wing dengan menggunakan alat ultrasonic phased array di pesawat. Ultrasonic test memiliki keunggulan di atas seluruh metode NDT untuk kedalaman penetrasi dalam mendeteksi defect yang sangat baik, preparasi penggunaan alat dan benda uji yang tidak rumit dan portable, dan dapat menampilkan informasi jarak pada layar CRT atau LED. Tujuan dalam Inspeksi upper wing top skin panel menggunakan ultrasonic phased array adalah untuk mengetahui cacat korosi pada skin pesawat agar dapat dijadikan dasar dalam melakukan tindakan pencegahan dan perawatan body pesawat. Dalam uji ultrasonik ini penulis menggunakan metode phased array ultrasonic testing (PAUT). Phased array merupakan metode NDT yang dapat mendeteksi cacat dengan cepat dan akurat secara optimal dengan waktu pengerjaan yang seminimal mungkin. Metode ini sendiri agak berbeda dengan ultrasonic testing biasa, transducer/probe ultrasonic phased array ini memiliki 64 element. Dengan kata lain tranducer phased array ini dapat megarahkan dan memfokuskan pancaran gelombang ultrasonicnya. Ada 3 area yang dilakukan uji PAUT yaitu (1) trailing edge dan forward fastener row dari rear spar di Rib bay 3 – 4 dan rib bay 9 – 27, (2) trailing edge dan forward fastener row dari false rear spar. (3) forward fastener row dan after fastener row dari rear spar di rib bay 4-5 dan 5-6. Hasil yang diperoleh adalah terjadi korosi pada Rib 26-Rib 27 pada wing bagian kanan. Korosi ini terjadi pada baut dari rear spar, hal ini karena Mikroorganisme terdapat pada air yang berada pada tanki bahan bakar pesawat, air ini dapat berisi oksida besi dan garam mineral.
Alat Uji Sondir Ukiman, Ukiman; Utomo, Setio; Yusetyowati, Yusetyowati
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2, Oktober (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2, Oktober.867

Abstract

Kekuatan tanah dalam menahan beban kerja, sangat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti formasi susunan butiran tanah, jenis tanah, besar kecilnya kandungan air didalamnya. Sedangkan akibat perubahan musim (kemarau dan penghujan) akan mempengaruhi kandungan air atau kadar air tanah. Untuk keperluanrancangan pondasi. Terlebih bangunan berlantai banyak perlu dilakukan penyelidikan tanah untuk memperoleh data teknis tanah guna perhitungan kekuatan pondasi menahan beban kerja dan juga untuk perhitungan angka keamanan bangunan, data teknis tanah tadi selain dari hasil uji pemboran juga dilengkapi dengan data dari uji sondir. Alat uji sondir ini selain dapat memperoleh daya dukung tiap interval 20 cm juga dapat memperoleh informasi kedalaman tanah keras, sehingga dapat ditentukan jenis dan macam pondasi yang dipakai.Apakah cukup dengan pondasi dangkal atau pondasi dalam (pancang).Jika dengan daya dukungnya besar dengan pondasi dangkal seperti foot plat dimensinya akan cukup kecildan jika tanahnya lunak maka pondasi footplat dimensinya akan besar. Baikbentuk pondasi segi empat , bujur sangkar maupun persegi panjang.Kata Kunci: Sondir, Uji Tanah, Data Teknis Tanah
Pendidikan Anak Di Lingkungan Keluarga Dalam Perspektif Pendidikan Islam Mahmudi, Wildana Latif
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1, April (2016): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v2i1, April.709

Abstract

Pendidikaan tidak hanya menjanjikan kemajuan teknologi semata, tetapi juga harus mampu mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sistem pendidikan Islam memiliki beberapa karakter, salah satu diantaranya dalam pencarian, penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan sangat menekankan nilai ahlak, yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas nilai, sehingga mengkritisi atau menilai ilmu pengetahuan merupakan salah satu ahlak yang terpuji. Pendidikan anak dalam keluarga dimulai sejak pra nikah, nikah, dalam kandungan, pasca kelahiran sampai masa remaja.Kata kunci: Pendidikan anak, lingkungan keluarga, pendidikan Islam.
Rancang Bangun Prototype Mesin Friction Welding Pujono, Pujono
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1405

Abstract

Las gesek (friction welding) merupakan sebuah metode pengelasan yang memanfaatkan tenaga mekanik menjadi energi panas. Proses pengelasan akan terjadi dengan memanfaatkan panas yang muncul akibat gesekan. Untuk memperbesar panas yang terjadi, benda yang dilas tidak hanya diputar, tetapi juga ditekan satu terhadap yang lain. Pembuatan mesin ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan membuat konstruksi dan perancangan yang benar agar dihasilkan mesin friction welding yang mampu menyatukan komponen. Komponen yang akan disambung berbahan dasar nylon. Metode yang digunakan adalah input desain/identifikasi masalah, pembuatan konsep desain, pemilihan ide terbaik, perhitungan elemen mesin, pembuatan drawing, produksi/pembuatan mesin dan pengujian mesin. Hasil dari rancang bangun didapatkan hasil sebagai berikut mesin menggunakan motor penggerak 1 HP, dengan putaran 1450 rpm, diameter poros minimal adalah 24,75 mm, pulley yang digunakan adalah pulley bertingkat dengan diameter berturut-turut 2 x 3 x 4 inchi, sehingga didapatkan variasi putaran 725 rpm,1450 rpm dan 2900 rpm, umur bantalan adalah 21,59 tahun. Mesin friction welding berhasil menyambung dua buah komponen nylon berbentuk silindris dengan diameter 3/4 inchi dan dalam waktu 1 menit.
Strategi Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Di Kawasan Industri Genuk Semarang Suhartono, Edy
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1, April (2018): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1, April.1117

Abstract

Kawasan Industri Genuk di Kota Semarang, disamping memberikan keuntungan dalam aspek ekonomi, juga memberikan beban bagi lingkungan, seperti penggunaan sumberdaya air bersih yang sebagian besar masih bersumber dari air tanah. Pengambilan air tanah yang tidak memperhatikan kondisi cekungan air tanah mengakibatkan intrusi air laut, terutama di wilayah akuifer rendah yang memiliki debit air tanah kurang dari 1,3 liter/detik, sehingga menurunkan kualitas air tanah akibat dari intrusi air laut. Baku mutu air minum (PERMENKES. 492/MENKES/PER/IV/2010) telah mensyaratkan bahwa air tanah dapat digunakan sebagai air minum apabila kandungan klorida (Cl) di dalam air tanah kurang dari 250 mg/L. Pada umumnya kondisi air tanah yang telah tercemar akibat dari intrusi air laut, nilai kandungan klorida (Cl) air tanah tersebut lebih dari 250 mg/L dan berdampak pada tidak efektifnya kegiatan di kawasan industri. Penelitian tentang intrusi air laut terhadap air tanah pada akuifer tertekan (sumur bor) menggambarkan bahwa pada tahun 2013, luasan wilayah pesisir di Kota Semarang yang berpotensi mengalami intrusi air laut sebesar 5.920,96 ha atau sekitar 54,5 % dari luas wilayah penelitian sebesar 10.448,6 ha terutama yang memiliki elevasi tanah sampai dengan 3 mdml (radius 4 km dari garis pantai) meliputi sebagian wilayah Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Genuk. Tantangan bagi kawasan industri dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya perlu strategi yaitu dalam pengelolaan sumberdaya air di kawasan industri diperlukan keselarasan aspek ekonomi dan lingkungan, pendekatan bisnis dalam pengelolaan lingkungan, dan penerapan produksi bersih.Kata kunci: Kawasan industri berwawasan lingkungan, air tanah, produksi bersih.
Pengaruh Durabilitas Terhadap Stabilisasi Sub Base Jalan Dengan Fly Ash Dari Pltu Asam Asam Kalimantan Selatan Ariyanto, Arief Subakti
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1, April (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i1, April.760

Abstract

Penggunanan  batu bara sebagai bahan bakar PLTU menyebabkan masalah serius terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan dapan berupa fly ash, bottom ash dan gipsum yang selama ini di tumpuk pada gudang limbah.  Salah satu solusi penggunaan  Fly ash adalah sebagai material stabilisasi sub base jalan di sekitar lokasi. Suatu struktur perkerasan jalan setelah dilaksankan akan mengalami perubahan musim pengujan dan kemarau. Pada musimpenghujan lapis sub base akan mengalami  genangan air merupakan masalah yang harus diatasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat penggunaan limbah fly ash untuk sub base jalan dan  pengaruh durabilitas akibat perubahan musim. Perubahan musim tersebut dapat dimodelkan dengan uji durabilitas dengan 12 siklus basah kering . Berdasarkan pengujian,sub base termasuk tanah   A-2 -7  sesuai USCS,dengan nilai  CBR  51% pada densitas maksimum melibihi yang dipersyaratkan yaitu sebagai sub base yaitu CBR 35 % dan nilai qu dari UCS test 22,702 kg/cm² pass the minimal requirement 22 kg/cm². Uji durabilitas menunjuk sample memberikan hasil prosentase kehilangan akibat siklus sebesar  6,43 %  kurang dari  10% for A-2-7 soil type.Kata kunci :Fly ash, Sub base, Durability
Identifikasi Kebutuhan Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang Sulaiman, Sri Wahyuningsih; Suroso, Suroso; Wahyumi, Puji; Mahmudi, Wildana Latif; Yusetyowati, Yusetyowati
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2, Oktober (2016): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v2i2, Oktober.456

Abstract

The goal of Semarang State Polytechnic is to produce skilled and professional graduates as middle expert technicians who have integrity, high self discipline, high responsibility and good proficiency of English skill for communication. In order to achieve the goal, it needs a good quality of curriculum which matches with industrial needs. To obtain empirical data to validate the English Language needs and skills, this research was done, and designed as a survey to achieve two aims: a).To identify the English language  skills are needed by civil engineering graduates to perform in the work environment. b).To identify the topics of ESP which are most required by the civil engineering graduates in their work environment. It was found that the English language skills which are most required by graduates in the work environment is speaking skill followed by the listening, reading and writing respectively, the speaking skill is to communicate with customers and consultants. The reading skill is to read contract document, tender calculation, specification of project work, instruction and writing skill is to write tender project document and proposal while listening is for communication and understanding presentation of a project work. Considering that the speaking is most needed in graduates work environment, it is suggested to give more time for speaking practice in English lesson, and give more material for writing project document. Hence, many essential topics which are not covered in the syllabus must be given time.Keywords: The goal, a good quality of curriculum, English language skills, graduates work environment.