cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi
ISSN : 02168685     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
EKSERGI -Jurnal teknik Energi merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Semarang sebagai wadah informasi bidang teknik energi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali tahun 2005, dengan no. ISSN 0216-8685 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal Eksergi visi besar untuk memajukan budaya akademik masyarakat ilmiah Indonesia dengan menjadikan Jurnal Eksergi sebagai media komunikasi dan publikasi bagi dosen , praktisi dan ilmuwan tentang karya ilmiah hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik energi. Adapun bidang teknik energi yang menjadi fokus bahasan dalam Jurnal Eksergi meliputi : 1. Pembangkitan Energi 2. Energi Terbarukan 3. Mesin Konversi Energi 4. dll
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
PEMBUATAN ALAT PRODUKSI GAS HIDROGEN DAN OKSIGEN TIPE WETT CELL DENGAN VARIASI LUAS PENAMPANG Wahyono, -
Eksergi Vol 12, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah merancang dan membuat alat penghasil gas hidrogen dan oksigen yang juga bisa disebut sebagai elektroliser serta menguji dan menganalisa unjuk kerja alat untuk mendapatkan efektivitas alat yang maksimal sehingga diharapkan bisa meningkatkan efisiensi pembakaran. Prinsip kerja elektroliser adalah proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan oksigen dengan bantuan elektroda yang dihubungkan dengan sumber listrik. Proses yang dilakukan meliputi perancangan alat, pembuatan serta pengujian kinerja elektroliser terhadap variasi luas penampang berdasarkan perhitungan daya yang dibutuhkan, volume gas yang dihasilkan serta efisiensi elektroliser. Metode yang digunakan adalah membuat dan menguji kinerja alat ini dengan variasi luas penampang. Untuk mengetahui kinerja terbaik dari alat ini terhadap efektivitas alat serta efisiensi yang dihasilkan. Dimulai denganmendapatkan desain dan konstruksi alat, menguji perfoma alat dengan tegangan yang konstan yaitu 8,5 volt, variasi konsentrasi KOH dengan konsentrasi maksimum sebesar 0.5 M. Semakin besar konsentrasi KOH, maka semakin besar arus yang dihasilkan. Luas penampang elektroda juga sebanding dengan arus yang dihasilkan. Luas penampang I (9x11 cm) lebih efektif dibandingkan luas penampang II (9x14 cm) karena kebutuhan daya lebih rendah 42,5 watt, volume gas HHO lebih besar dan efisiensi lebih besar ( 95,76 mL dan 49,15 %).Keyword: Gas HHO, Elektroliser, Luas Penampang, Konsentrasi
ANALISA EFISIENSI TURBIN GAS UNIT 1 SEBELUM DAN SETELAH OVERHAUL COMBUSTOR INSPECTION DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON Sunarwo, -; Mulud, Teguh Harijono
Eksergi Vol 12, No 2 (2016): MEI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overhaul combustor inspection terhadap efisiensi turbin gas unit 1 di PLTGU Cilegon. Untuk mengetahui pengaruh overhaul terhadap efisiensi turbin gas maka digunakan metode perhitungan efisiensi berdasarkan input dan output komponen turbin gas. Pengaruh overhaul combustor inspection dilihat dari efisiensi kompresor, efisiensi ruang bakar, efisiensi turbin, efisiensi thermal siklus brayton, efisiensi thermal efektif, heat rate turbin, dan konsumsi bahan bakar. Hasil perhitungan setelah dilakukan overhaul efisiensi kompresor mengalami peningkatan tertinggi 1,44 %, efisiensi ruang bakar mengalami penurunan tertinggi 1,74 %, efisiensi turbin mengalami peningkatan tertinggi 0,23 %, efisiensi thermal siklus brayton mengalami peningkatan tertinggi 0,47 %, efisiensi thermal efektif mengalami peningkatan tertinggi 0,27 %, heat rate mengalami penurunan tertinggi 114,83 kJ/kWh, dan konsumsi bahan bakar mengalami penurunan tertinggi 697,42 Nm3/h. ”Kata Kunci: Turbin gas, overhaul combustor inspection, efisiensi turbin gas
ANALISIS EFISIENSI PRESSURE EXCHANGER (PX) DI SEA WATER REVERSE OSMOSIS (SWRO) PADA SEA WATER DESALINATION PLANT Surindra, Mochammad Denny
Eksergi Vol 9, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pressure exchanger merupakan alat penukar tekanan dari aliran fluida bertekanan tinggi menjadi aliran fluida bertekanan  rendah ataupun sebaliknya.  PX digunakan dalam reverse osmosis system yang bertujuan untuk memanfaatkan tekanan dari reject water untuk menambah tekanan sea water sebelum masuk first reverse osmosis. Pada sistem reverse osmosis di PLTU Paiton Unit 9 mempunyai 2 area PX yang setiap areanya terdiri dari 5 buah PX yang disusun secara parallel . Oleh sebab itu perlu mengetahui efisiensi kinerja dari PX dalam menghasilkan fresh water  akan menjadi tujuan dari paper ini. Reject water keluar RO dengan tekanan 32,05 bar dengan flow 142,22 m3/h. Sea water masuk PX dengan tekanan 2 bar dengan flow 233,29 m3/h dan keluar PX dengan tekanan 30,57 bar dengan flow 233,78 m3/h. Dari hasil perhitungan pressure exchanger pada PLTU Paiton mempunyai efisiensi sebesar 91,26 %.
KOMPARASI MASA JENIS ALIRAN MASUK TERHADAP NILAI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA OVERFLOW HYDROCYCLONE MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) PADA PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN TANJUNG JATI B UNIT 3 DAN 4 Fuad, Muhammad Syaiful; -, Mulyono; -, Suwarti
Eksergi Vol 9, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Unit 3 Dan 4 menangani air limpasan batubara dilakukan dengan mengendapkan pada  coal runoff basin, dan mengalirkan ke WWTP untuk mengkondisikan air limpasan batubara sesuai peraturan KLH sebelum dibuang ke  laut. Air limpasan batubara parameter yang tidak memenuhi standart KLH adalah nilai total suspended solid (TSS), nilainya diatas 100 mg/l sebab inilah ketidak efektifan air limpasan batubara diproses pada WWTP, karena hanya untuk menurunkan nilai TSS. Terdapat gagasan untuk mengganti proses pada WWTP dengan hydrocyclone. Penggunaan hydrocyclone dilapangan terlebih dahulu dilakukan pembuktian secara ilmiah melalui simulasi dengan metode computational fluid dynamic (CFD). Penilitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh jumlah padatan berupa lumpur batubara didalam air limpasan batubara terhadap kinerja hydrocyclone. Metode penelitian menggunakan CFD, ada 3 tahapan, pertama pembuatan model 3 dimensi, kedua proses pencacahan, dan ketiga proses simulasi. Dari hasil simulasi dengan  nilai masa jenis 1000.23 kg/m3 nilai efisiensi 95,28 % dan pada nilai masa jenis 1002,38 kg/m3 nilai efisiensi 99,95 %. Hasil simulasi hydrocyclone efisiensi terbaik pada nilai masa jenis 1002,38 kg/m3 dengan nilai efisiensi 99,95 %. Dapat disimpulkan hydrocyclone mampu memisahkan padatan berupa lumpur batubara dan air didalam air limpasan batubara dengan range nilai masa jenis   1000.23 kg/m3 sampai  1002,38 kg/m3 Kata kunci: Hydrocyclone, computational fluid dynamic (CFD), TSS
ANALISIS TURBIN ANGIN TIPE POROS HORIZONTAL TERHADAP VARIASI JUMLAH SUDU DENGAN SUDU DIBUAT DARI PIPA PVC UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN Suwarti, -
Eksergi Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan listrik semakin meningkat, maka sumber energi alternatif sangatlah diperlukan,seperti turbin angin yang bergerak dikarenakan angin.Turbin angin   adalah pembangkit yang menggunakan tenaga alternatif yaitu dengan menggunakan tenaga angin. Beban yang digunakan pada turbin angin adalah tahanan geser. Turbin angin yang dibuat adalah turbin angin poros horizontal terhadap variasi jumlah sudu dengan sudu dibuat dari pipa pvc untuk pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin terdiri dari jumlah sudu 3, 4, 5, 6, dan 7. Dalam pengujian turbin angin ini dengan memvariasi jumlah sudu dan variasi kecepatan angin. Dengan variasi jumlah sudu tersebut, nantinya akan di pilih jumlah sudu yang terbaik dan efisiensi yang paling tinggi. Sudu yang baik untuk pembangkit listrik adalah jumlah sudu 3 dengan nilai efisiensi sebesar 2,23 % pada kecepatan angin 6,55 m/s, putaran poros 935 rpm, putaran dinamo 1561 rpm, Vdinamo 3,7 V, Idinamo 0,38 A Kata kunci :turbin angin,jumlah sudu ,efisiensi  
MODEL TURBIN SAVONIUS 1-TINGKAT SEBAGAI PENGGERAK MULA POMPA AIR TANPA BAHAN BAKAR UNTUK PENGAIRAN Herlambang, Yusuf Dewantoro; Suwarti, -
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah  mengembangkan desain rotor turbin Savonius tipe-U multi stage memanfaatkan konstruksi setengah silinder sebagai penggerak mula pada pompa irigasi tanpa bahan bakar.  Selanjutnya mengoptimasi  jumlah tingkatan  rotor tersebut, serta mengkaji karakteristik masing-masing rotor angin tersebut. Tahap awal penelitian adalah menyiapkan 3 konstruksi silinder berdiameter 500 mm yang dibuat dari lembaran stainless steel ukuran 2 mm. Ketiga selubung silinder dibelah menjadi 1, 2, 3, dan 4 bagian. Bagian-bagian selubung tersebut diputar dengan pusat sumbu adalah bagian tengah busur selubung sehingga silinder-silinder tersebut membentuk turbin Savonius U. Rotor yang telah dibuat berjumlah 5 buah (rotor 1-tingkat, 2-tingkat, 3-tingkat). Piringan penahan sudu, ini dibuat dari pelat galvalum dengan tebal 3 mm dan piringan penahan sudu ini memiliki diameter 700 mm. Rotor tubin dilengkapi dengan sebuah poros pejal yang dibuat dari besi St 37 berdiameter 50 mm. Tahap selanjutnya adalah uji karakteristik model. Dalam uji ini akan dilakukan optimasi  jumlah sudu dan tingkat rotor Savonius U dengan variabel jumlah sudu dan jumlah tingkatan rotor. Uji dilakukan menggunakan blower sebagai sumber kecepatan angin. Parameter yang diukur adalah debit dan head aliran untuk menghitung daya input turbin serta head dan debit aliran yang dihasilkan oleh pompa  torak untuk menghitung daya output pompa. Kinerja pompa yang paling baik adalah yang menghasilkan head dan debit keluaran paling tinggi. Hasil akhir pada tahap ini adalah  jumlah tingkatan rotor yang optimum, dan jumlah sudu optimum. Hasil penelitian ini adalah spesifikasi turbin diameter 500 mm, tinggi sudu 400 mm, tebal sudu 1,2 mm, massa sudu 1,2 kg dengan diameter poros 50 mm. Daya hidrolis terbesar yang dihasilkan pompa adalah 1,27 watt, terjadi pada kecepatan angin 9,9  m/s dengan debit aliran terbesar adalah sebesar 0,000208 m3/s didapat pada variasi jumlah rotor 2-tingkat. Sedangkan efisiensi sistem yang paling tinggi adalah 1,06% yang diperoleh pada variasi rotor 2-tingkat, pada kecepatan angin 5 m/s. Kata kunci : Konstruksi setengah silinder, Rotor bertingkat, Savonius U
FOULING DAN PENGARUHNYA PADA FINAL SECONDARY SUPERHEATER PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 Sumarno, F Gatot; Wahyono, -; Adita, Ova Imam
Eksergi Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu unit yang paling penting dalam produksi uap pada PLTU Tanjung Jati B adalah boiler. Superheater merupakan salah satu komponen terpenting pada boiler.  Superheater berfungsi untuk memanaskan uap agar kandungan energi panas dan kekeringannya bertambah sehingga menjadi uap superheat.   Permasalahan yang sering terjadi pada superheater khususnya final secondary superheater yaitu penumpukan abu (fouling) yang terjadi pada tube final secondary superheater tersebut. Fouling dapat menyebabkan penurunan laju perpindahan panas antara flue gas dengan steam pada final secondary superheater. Indeks fouling dapat diukur menggunakan suatu persamaan,tetapi persamaan hanya memperhitungkan chemical  composition dari batubara tersebut. Indeks fouling yang didapatkan dari perhitungan yaitu sebesar 0,346 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori medium untuk ash bituminous.
UNJUK KERJA SISTEM TURBIN ANGIN SUMBU HORISONTAL TIPE TSD 500 BERDASARKAN NILAI TIP SPEED RATIO Achmad, Chundori; Surindra, Mochammad Denny; Prasetiyo, Budhi
Eksergi Vol 10, No 2 (2014): MEI 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisa karakteristik kinerja turbin angin sumbu horisontal tipe TSD 500 berdasarkan nilai tip speed ratio dengan menggunakan variasi kecepatan angin 7 m/s, 8 m/s, 9 m/s, 10 m/s, 11 m/s, 12 m/s, dan 13 m/s untuk mendapatkan efisiensi sistem terbaik dari nilai tip speed ratio yang berbeda-beda. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pengujian pada turbin angin sumbu horisontal tipe TSD 500 yang  hasilnya dipakai untuk mendapatkan grafik karakteristik sistem terbaik.  Hasil dari pengujian yang dilakukan  diperoleh variasi pada kecepatan angin 8 m/s dengan dibebani  lampu 300 watt didapatkan nilai efisiensi sistem terbaik yaitu 9,284 % dengan nilai tip speed ratio sebesar 4,710.  Kata Kunci : Turbin horizontal TSD 500, karakteristik turbin, efisiensi sistem, tip speed ratio
ANALISIS PERUBAHAN TEKANAN VAKUM KONDENSOR TERHADAP KINERJA KONDENSOR DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 1 Sukarno, Anggun; Bono, -; Prasetiyo, Budhi
Eksergi Vol 10, No 2 (2014): MEI 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tekanan vakum terhadap kinerja kondensor di PLTU Tanjung Jati B dengan melihat berbagai parameter seperti laju aliran masa air pendingin, temperatur air pendingin masuk dan temperatur air pendingin keluar, temperatur uap keluaran turbin tekanan rendah. Pengambilan data dengan metode observasi di PT. PLN (PERSERO) Pembangkitan Tanjung Jati B. Untuk mengetahui kinerja kondensor digunakan metode perhitungan efektivitas-NTU. Kinerja kondensor dapat dilihat dari nilai efektivitas, laju perpindahan panas, dan tekanan vakum di dalam kondensor. Pada hasil penelitian perhitungan kinerja kondensor terbaik adalah pada bulan Januari dengan efektivitas sebesar 52,128 % kemudian laju perpindahan panas sebesar 10,365MW dan bekerja pada tekanan vakum 74,35 mbar absolut. terjadi ketika beban antara 90 % sampai 100 %.”  Kata kunci : Kondensor, perubahan  beban, tekanan vakum, efektivitas kondensor
PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP SISTEM UAP EKSTRAKSI PADA DEAERATOR PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 Hilga, Jev N; Sunarwo, -; Surindra, Mochammad Denny; Haryanto, Rudy
Eksergi Vol 10, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan beban terhadap besarnya pengurangan daya turbin tekanan menengah dan tekanan rendah karena dampak perubahan kebutuhan massa uap ekstraksi pemanas deaerator, mengetahui seberapa besar energi panas dari uap ekstraksi turbin tekanan menengah yang dapat dimanfaatkan oleh air umpan, serta berapa efisiensi thermal dari deaerator. Metode pengambilan data yang digunakan adalah secara langsung dengan cara mengambil data laporan harian pada program TOPi solvo dan secara tidak langsung melalui perhitungan sesuai rumus yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan berupa nilai terendah dari pengurangan daya turbin sebesar 6,8 MW, penambahan laju energi air umpan sebesar 62,99 MW, serta efisiensi thermal deaerator sebesar 95,1 % yang semuanya terjadi pada beban 446,7 MW. Sedangkan nilai tertinggi dari pengurangan daya turbin sebesar 15,37 MW, penambahan laju energi air umpan sebesar 149,85 MW, serta  efisiensi thermal deaerator sebesar 98,35 % yang semuanya terjadi pada beban 663,9 MW.  Kata kunci : deaerator, turbin, air umpan