cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2013): April 2013" : 6 Documents clear
Penerapan Sistem Perawatan Terpadu Dalam Upaya Meningkatkan Kondisi Operasional Peralatan Workshop Dan Laboratorium (Politeknik Negeri Semarang), Supandi
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan terhadap fasilitas pendidikan, mesin-mesin dan peralatannya sangat diperlukan guna menjamin tersedianya kesiapan peralatan (Equipment Availability) yang aman, handal dan berkesinambungan dalam menunjang kegiatan program praktek bengkel dan laboratorium. Program peningkatan kapasitas praktek menuntut optimalisasi kesiapan mesin dan seluruh fasilitas penunjangnya. Salah satu cara yang berdaya guna untuk mengefektifkan kegiatan perawatan yang produktif adalah adanya tindakan perawatan  terencana, terprogram melalui Sistem Perawatan Terpadu ( Total Productive Maintenance ). Penerapan Total Productive Maintenance adalah kegiatan perawatan yang produktif dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran personal yang terkait aktif dalam proses belajar-mengajar praktek baik di workshop maupun di laboratorium. Dengan diterapkannya program Total Productive Maintenance ini, akan dapat dicapai tingkat efektivitas kerja perawatan yang ekonomis ( Total Effectiveness ), pencegahan kerusakan alat yang merugikan dan membahayakan ( Total Preventive Maintenance ), dan adanya partisipasi dari seluruh fungsi yang terkait dalam kegiatan perawatan mandiri ( Total Participation ) yang menguntungkan.    Kata kunci :  “Sistem Perawatan Terpadu”, “Kondisi operasional”, “Peralatan”.
Peningkatan Kemampuan Laju Pemakanan Dan Penurunan Tingkat Keausan Relatif Elektroda Pada Electric Discharge Machine Di Laboratorium Pemesinan Politeknik Negeri Semarang Dengan Menggunakan Elektroda Komposit Matriks Logam Cu-Fe Grafit (Politeknik Negeri Semarang), Aryo Satito, Hariyanto
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan partikel grafit sebagai penguat terhadap kemampuan material removal rate( MRR) dan electrode relative wear (ERW) dari komposit Cu-Fe sebagai elektroda EDM yang dibuat dengan metode metalurgi serbuk. Grafit sebesar 0 wt%, 2,5 wt%, 5,0 wt%, dan7,5 wt% ditambahkan pada Cu-1wt% Fe. Tiap komposisi serbuk dicampur dengan menggunakan mixing rotator kemudian dikompaksi menjadi green body menggunakan uniaxial pressing single action, kemudian disinter dengan horizontal tube furnace dalam lingkungan gas argon. Pengujian MRR dan ERW dilakukan pada mesin EDM Genspark 50P dengan polaritas normal dan besar arus 10 A. Untuk menentukan komposisi komposit paling optimum dan ekonomis, digunakan metode kuota dan hasil kemampuan MRR terbaik sebesar 0.037g/menit dan ERW terkecil 29,12 % dicapai oleh komposit dengan komposisi 5 wt% grafit yang dikompaksi pada tekanan 650 MPa dan disinter pada temperatur 870 ºC.Kata kunci : “Komposit Cu-Fe”, “sinter”, “EDM”, “MRR,ERW”
Analisis Penyebab Engine Low Power Pada Volvo Articulated Dump Truck A40E Dengan Kode Unit AA14 (Politeknik Negeri Semarang), Wahyudi, Suyadi, Heru Saptono
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Articulated Dump Truck A40E merupakan kendaraan  pengangkut  tiga poros dengan bak penuang serta kemudi rangka gandeng (articulated frame steering) dan memiliki kapasitas angkut 39 ton atau 24 m3 . Unit articulated dump truck A40E mengalami low power yang disebabkan oleh kerusakan pada copper sleeve. Copper sleeve berfungsi sebagai sebagai pembatas cooling jacket dengan fuel channel agar antara bahan bakar dan coolant tidak tercampur. Copper sleeve juga berfungsi sebagai bantalan dari unit injektor. Bila terjadi kerusakan pada copper sleeve maka akan terjadi penurunan tekanan kompresi karena bocor,  yang mengakibatkan engine menjadi low power. Udara yang bocor akan masuk ke fuel channel dan ke cooling jacket. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan proses perbaikan. Yaitu dengan melakukan penggantian copper sleeve. Setelah dilakukan penggantian copper sleeve unit normal kembali dan tidak mengalami low power.Kata kunci: “articulated” ,” dump truck”, “low power”, “copper sleeve”
Analisa Pembuatan Serbuk Tembaga Hasil Proses Electrorefining Metode Laboratorium (Politeknik Negeri Semarang), Riles M. Wattimena
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi manufaktur masa depan mengunakan printer 3 dimensi (3 D) dengan Proses Sinter Deposisi Multi Material (MMD-Is) merupakan proses alternatif yang berpotensi sangat baik ,fungsi tinta diganti beragam serbuk logam seperti tembaga. Proses pembuatan serbuk logam dapat dilakukan proses deposisi elektrolisis.Ukuran distribusi ukuran serbuk optimum yang digunakan ukuran 52 – 74 µm (mesh 200) sampai dengan  46 - 63 πm (230 mesh). Makalah  ini akan membahas pembuatan tentang serbuk tembaga,dengan pertimbangan di atas,  metode yang paling tepat yaitu proses elektrolisis dengan metode elektrorefining, karena metode ini dapat menghasilkan bentuk serbuk butiran halus dengan spesifikasi serbuk berdiameter 40 µm atau ukuran  mesh berkisar 325 mesh ~ 400 mesh, serta mempunyai kemurnian yang tinggi, 99,97 % ~ 99,99 % tembaga. Tahapan pengujian serbuk dengan variasi, luas permukaan benda kerja 0,37 dm2, interval waktu pengendapan 100, 200, 300 (detik),variasi tetap temperatur 27 oC, jarak anoda katoda 4 (cm), konsentrasi larutan elektrrolit tetap Cu So4 5H2O 110 gr/500 cc aq,rapat arus 4,6 (I/dm2), kuat arus 1,5, 2,2 (Ampere) dan tegangan 2,2, 2,8 (volt), dianalisa massa serbuk basah yang menempel di katoda terbanyak 0,817 (gram) dengan variasi rapat arus 6 Ampere, kuat arus 6 (I/dm2), kuat arus 2,2 (Ampere) dan waktu 300 (detik).Kata kunci: “proses elektrolisis”,” metode elektrorefining” ,” serbuk tembaga”.
Peningkatan Kekerasan Material Gypsum Setelah Mencapai Suhu / Temperatur Pengeringan (Politeknik Negeri Semarang), Bambang Kuswanto
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material gypsum (Ca So4 – 2H2O) adalah salah satu material pengganti logam/ baja yang dapat dipertimbangkan untuk pembuatan cetakan plastik. Gypsum termasuk dalam kelompok jenis material keramik cements. Material cements umumnya digunakan dengan cara dicampur air (H2O). Semakin banyak air yang dimasukkan kedalam bubuk gypsum, semakin kuat daya resapnya, tetapi kekuatan maupun kekerasan cetakan gypsum semakin lemah atau rapuh. Perlakuan panas untuk mencapai kondisi kering dari material gypsum pada suhu/ temperatur 150º C, akan berdampak pula pada perubahan harga kekerasannya. Pada penelitian ini telah terjadi perubahan kekerasan sebelum dan sesudah dikeringkan, dengan  harga rata-rata kekerasan meningkat berkisar 90 %   Kata kunci : “gypsum”, “suhu pengeringan”, “harga kekerasan”
Sifat Mampu Bentuk Lembaran Plat Baja Karbon Rendah Pada Proses Tarik Dalam (Politeknik Negeri Semarang), Sudjito
Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembentukan plat baja karbon rendah (sheet metal forming) dapat menempati kedudukan yang sangat penting pada seluruh rangkaian produksi. Yang termasuk dalam proses pembentukan plat baja karbon rendah adalah untuk membentuk badan mobil, rangka mobil dan bagian mobil yang lainnya, pada proses pembentukan plat baja karbon diperlukan bahan yang cukup baik sifat mampu bentuknya. Tujuan dari proses pembentukan lembaran plat baja karbon rendah yang paling utama adalah mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk lain yang dikehendaki tanpa terjadi keriput atau pecah. Pada pengujian peregangan dengan pemakaian pelumas dapat menambah kedalaman hasil produk, dan secara umum distribusi regangan dengan kondisi pelumas polietilen lebih tinggi dari pada kondisi kering. Pada plat lembaran baja karbon rendah  mempunyai nilai koefisien pengerasan regangan yang  tinggi bila dibandingkan dengan plat yang lain, ini berarti juga mengalami regangan yang besar sebelum terjadi robek.Kata kunci : “Proses tarik dalam”,“Proses peregangan”,“Limiting Drawing Ratio”.

Page 1 of 1 | Total Record : 6