cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2018): April 2018" : 6 Documents clear
Karakterisasi Dan Perlakuan Awal Serat Pelepah Salak Universitas Diponegoro Semarang, Seno Darmanto, Sarwoko, Eko Julianto Sasono, Yusuf Umardani, Sriyan
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi dan perlakuan serat pelepah salak sebagai serat komposit dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas serat pelepah (terutama batang) salak menjadi serat yang kualitasnya setara dengan serat sintetis dan serat nonorganik seperti asbestos dan fiberglas. Alur penelitian serat pelepah salak dilakukan dengan menentukan karakteristik fisik, metode pembuatan serat bundle, perlakuan (fisik dan kimia), uji kekuatan tarik serat bundle dan analisis. Penentuan karakteristik fisik pelepah salak dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran secara langsung terhadap jumlah pelepah dan dimensi. Selanjutnya pembuatan serat bundle pelepah salak dilakukan dengan seleksi pelepah salak, pencucian, pengeringan, penguaraian dan penyikatan. Perlakuan pelepah salak dimulai dari pelepah salak dalam bentuk lembaran batang pelepah hingga menjadi serat bundle. Diawali pencucian, perendaman dan pengeringan, perlakuan fisik difokuskan pada pengukusan (steaming). Analogi perlakuan fisik, perlakuan kimia juga dilakukan dengan pencucian, perendaman dan pengeringan terkondisi dengan larutan alkali. Dan hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik serat bundle pelepah salak dapat mencapai 114 MPa, 66 MPa dan 189 MPa masing-masing untuk serat bundle tanpa perlakuan, serat bundle dengan perlakuan alkali 5% dan serat bundle dengan perlakuan kombinasi yakni alkali 5% yang dilanjutkan dengan pengukusan pada tekanan 5 Bar.Kata Kunci : “pelepah salak”, “serat bundle”, “perlakuan fisik”, “perlakuan kimia”,” kekuatan tarik”
Rancang Bangun Perangkat Praktikum Pengujian Geometris Kelurusan Dan Kesilindrisan Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang, Anwar Sukito Ardjo, Suryanto, Rofarsyam, Sulasih,
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian toleransi geometris sebuah komponen mesin sangat erat kaitannya dengan peran fungsional komponen dimaksud. Ketelitian geometris komponen-komponen mesin  sangat menentukan pada saat komponen saling dirakit menjadi sebuah sistem mekanis. Ketelitian geometris mencakup ketelitan 1-Dimensi seperti kelurusan dan kebulatan. Ketelitian geometris mencakup ketelitan 2-Dimensi mencakup: kerataan, kesilindrisan, kesatusumbuan, ketepatan posisi, dan kesimetrisan. Serta toleransi putar. Pemahaman praktis tentang karakteristik fungsional geometris hanya akan benar apabila memahami  simbol geometris, dasar penentuan besaran toleransi, dan cara melakukan pengujian/pengukurannya. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya referensi dan perangkat yang menunjang praktikum pengukuran/pengujian karakterisitk fungsional geometris komponen mesin. Praktikum pengukuran di laboratorium mesin saat ini mahasiswa belum mendapatkan materi yang berkatian dengan kualitas dan karakteristik geometris komponen mesin, hal ini karena laboratorium mesin Politeknik Negeri Semarang belum memiliki peraltan praktikum untuk praktikum seperti ini. Tujuan dari penelitian ini adalah Membangun Perangkat praktikum pengujian ketelitian dan karakteristik geometris kelurusan dan kesilindrisan. Metode penelitian menggunakan fase proses desain yang dikemukakan oleh Budynas and Nisbett yang terdiri dari : identifikasi kebutuhan, pendefinisian masalah, sintesis, analisis & optimisasi, evaluasi, dan presentasi. Hasil menunjukkan bahwa : perangkat praktikum pengujian ketelitian dan karakteristik geometris kelurusan dan kesilindrisan telah berhasil dibuat, alat telah dapat berfungsi, spesifikasi alat : 20 cm x 50cm x 50cm.Kata Kunci : “toleransi geometris”,”kesilindrisan”, “kelurusan”, “alat praktikum uji geometris”.
Efektifitas Menaikkan Area Kontak Telapak Kaki Pada Pengurangan Tekanan Di Daerah Tumit Bagi Penderita Inferior Calcanea Spur Universitas Diponegoro Semarang, Dwi Basuki Wibowo Jurusan Teknik, Fakultas Teknik
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh luas kontak sol sepatu untuk setiap penderita calcanea/heel spur yang beban terbesar di area tumitnya lebih kecil dari gaya tekan nyeri (GTN) minimum. Beban di area tumit diperoleh dari analisis Metode Elemen Hingga (MEH) dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran menggunakan sensor FSR 402 yang dipasang di medial heel (MH), lateral heel (LH) dan center of heel (CH). GTN diukur menggunakan Algometer FDIX 25 di sekitar tumbuhnya spur. Hasil penelitian pada 16 penderita (3 laki-laki dan 13 perempuan) menunjukkan beban terbesar di CH untuk semua prosentase luas area kontak sol sepatu 0% - 100% lebih kecil dari GTN minimum, tetapi beban di LH masih lebih besar dari GTN minimum pada prosentase luas area 0% - 50%. Solusinya dipilih prosentase luas kontak sol sepatu 50% untuk pasien perempuan dan 75% untuk pasien laki-laki. Beban di LH pada prosentase luas kontak 50% memang masih berpotensi menimbulkan nyeri tetapi tidak signifikan karena hanya berbeda 34% lebih tinggi dibandingkan dengan GTN minimum. Penentuan prosentase luas kontak sol sepatu yang lebih besar pada pasien laki-laki dikarenakan area kontak telapak kaki laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan.Kata Kunci : “calcanea spur”, “luas kontak”, “sol sepatu”, “metode elemen hingga”.
Fermentasi Tepung Sorghum Putih Dari Demak Menggunakan Bakteri Asam Laktat Teknik, Universitas Diponegoro Semarang & Suryanto, Politeknik Negeri Semarang, Kristinah Haryani, H
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan bahan alternatif pangan yang dapat dikembangkan di Indonesia karena siklus hidupnya yang lebih mudah dan dapat tumbuh di daerah kering. Kandungan protein dalam sorgum cukup unggul jika dibandingkan dengan serealia lainnya seperti beras, gandum, dan jagung. Namun, sifat fisikokimia tepung sorghum kurang bagus dibandingkan tepung lainnya, sehingga perlu adanya suatu upaya modifikasi yang mampu mengubah sifat fisik maupun sifat kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu fermentasi (12, 24, 36, 48, dan 60 jam) terhadap dextrose equivalen (DE), dan gula reduksi. Tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan tepung sorghum, fermentasi tepung  sorghum, dan analisa sifat fisikokimia. Biji sorghum yang digunakan merupakan varietas soghum putih dari demak Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisikokimia tepung sorgum termodifikasi berubah dari tepung aslinya. Data menunjukkan pada fermentasi 60  jam nilai pH 3,7   nilai DE 19,7, sedangkan nilai gula reduksi 0,92.Kata Kunci : “modifikasi sorghum”, “fermentasi”, “asam laktat”.
Model Mesin Hardening Sistem Induksi Untuk Mempercepat Waktu Pemanasan Politeknik Negeri Semarang, Agus Slamet, Wahyu Djalmono P., Jurusan Teknik Mesin,
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses hardening pada pemanasan baja sampai temperatur yang ditentukan menggunakan dapur pemanas dibutuhkan pasokan energi listrik yang cukup besar sehingga menambah biaya produksi. Sebagai alternatifnya akan dilakukan dengan proses pemanas induksi, yang dapat memanaskan logam akibat timbulnya arus edy atau arus pusar akibat dari induksi magnet yang menimbulkan fluks magnetik menembus logam. Energi panas yang ditimbulkan oleh pemanas induksi lebih cepat menaikan temperatur benda logam dibandingkan dengan pemanas lainnya. Batasan rancang bangun model ini adalah pemanas induksi menghasilkan temperatur 13000 C mampu memanaskan benda uji sampai temperatur 9000 C dalam waktu 5 menit, sedangkan benda uji baja mempunyai dimensi Ø 30 mm x 10 mm. Rancang bangun model mesin hardening  sistem continue terdiri dari 4 komponen utama yaitu meja mesin, unit sistem pemanas induksi, power screw dan panel kontrol. Arus AC  Metode penelitian dimulai data awal tinjauan pustaka tentang proses hardening dan sistem pemanas induksi, meliputi desain dasar , teori dan prinsip kerja. Perancangan model dengan tahapan menentukan spesifikasi, pemilihan dan rancangan komponen utama dilanjutakan dengan pembuatan dan perakitan semua komponen utama. Data dari pengujian ini adalah besarnya aliran arus listrik yang terjadi pada sistem pemanas induksi, temperatur benda uji, dan waktu pemanasan. Prosedur Pengujian dengan menggunakan benda uji dengan ukuran Ø 25 mm x 10 mm masing-masing terdiri baja jenis Amutit, Spesial K, EMS 45 dan Stainless steel, prosedur pengujian dilakukan sebanyak lima kali untuk setiap jenis benda uji.. Analisis dari data pengujian didapatkan bahwa model mesin hardening mampu berfungsi memanaskan benda uji dengan ukuran Ø 25 mm x 10 mm sampai mencapai temperatur 9000 C. Bahan uji stainless steel waktu pemanasan untuk mencapai temperatur hardening(8000C dengan waktu 166,2 detik dan pemakaian dayanya yaitu 51,8V 7A. Untuk bahan EMS 45 dan Amutit S berturut-turut temperatur 8300C dengan waktu 127 detik, . 8000C dengan waktu 166,4 detik dan pemakaian daya 51,9 V ,9A dan52,8V 6,5A.Kata Kunci : “pendingin ikan”, “propeler”, “perahu”.
Pengaruh Penambahan Magnesium Terhadap Regangan Dan Kekerasan Pada Bahan ADC Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang, Sri Harmanto
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini brake shoe (sepatu rem) pada sepeda motor menggunakan bahan ADC 12 dengan prosentase Magnesium (Mg) yang rendah sehingga terkadang timbul retak setelah proses penuangan. Salah satu upaya untuk menghindari retak adalah dengan cara menambahkan bahan Magnesium (Mg) agar  keuletan brake shoe meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh penambahan prosentase Mg terhadap regangandan kekerasan pada bahan ADC 12. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah :  Studi literatur, Pemilihan bahan dan peralatan, Pembuatan cetakan logam, Proses pengecoran, Pembuatan spesimen, Pengujian tarik dan kekerasan, Analisa data, dan Kesimpulan. Parameter yang digunakan adalah prosentase penambahan  Mg Pada ADC 12, dengan variabel : 2,5 %; 5 %; 7,5 %;10 %; dan 12,5 %. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi prosentase penambahan Mg semakin tinggi regangannya namun semakin rendah kekerasannya.Dengan Mg 2,5 % regangan yang terjadi sebesar 0,53 %, sedangkan dengan penambahan Mg 12,5 % sebesar 2,83 %. Sedangkandengan Mg sebesar 2,5 % kekerasan yang terjadi adalah 49,5 HRB, sedangkan dengan penambahan Mg sebesar 12,5 % adalah 18,9 HRB. Adapun luaran dari penelitian ini berupa Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa cetakan logam dan data-data hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk jurnal Jurnal ilmiah     ber-ISSSN.Kata Kunci : Magnesium”, “Regangan”, “Kekerasan”, “ADC 12”.

Page 1 of 1 | Total Record : 6