cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
Perancangan Sistem Hidrolik pada Unit Moblie Core Sampler Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fitria Adhi Geha Nusa, Sugiyanto, Departemen Teknik Mesin, Sekol
Rekayasa Mesin Vol 12, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugarcane Core Sampler merupakan suatu alat berat sektor perkebunan yang berfungsi untuk mengambil sample tebu dan mengetahui nilai kandungan rendemen dalam tebu. Sugarcane Core Sampler merupakan produk baru yang sedang dikembangkan oleh PT.United Tractors Pandu Engineering untuk mengatasi masalah tentang penentuan nilai rendemen gula individu yang terjadi di pabrik gula. Dalam pengoperasiannya Sugarcane Core Sampler ini menggunakan sistem hidrolik sebagai penggerak utama, baik untuk menaikkan  platform, mengambil sample tebu dan mendorongnya keluar dari silinder probe. Agar sistem hidrolik bekerja secara optimal, maka perlu dilakukan perancangan dan perhitungan spesifikasi komponen yang akan digunakan pada silinder tilting, ejector, hydraulic pump, dan reservoir (tangki hidrolik). Selain itu juga dilakukan pembahasan perbedaan antara Sugarcane Core Sampler model fix dan mobile.Pada perancangan ini menggunakan metode studi wawancara dan studi literatur. Menghitung distribusi beban yang akan diterima pada masing-masing silinder, dan menghitung spesifikasi silinder yang dibutuhkan. Menentukan spesifikasi pompa berdasarkan flow terbesar dan menghitung semua kebutuhan fluida dengan memperhatikan safety factor untuk menentukan kapasitas tangki hidrolik. Dari hasil perhitungan didapatkan inside diameter silinder tilting Ø100mm dengan silinder rod Ø56mm dan inside diameter silinder ejector Ø32mm dengan silinder rod Ø18mm. Pada pompa flow terbesar yang dibutuhkan adalah 51,81 lpm dan displacement 43 cc/rev, dari hasil perhitungan maka ditentukan pompa yang digunakan adalah tipe piston pump dengan displacement 41 cc/rev. Untuk kapasitas tangki hidrolik yang dibutuhkan pada semua sistem hidrolik adalah 177 liter.Kata Kunci : “Sugarcane Core Sampler”, “silinder hidrolik”, “pompa”, “reservoir”
Rancang Bangun Press Tool Sistem Compound Untuk Membuat Cylinder Head Gasket Sepeda Motor RX King (Politeknik Negeri Semarang), Bambang Sumiyarso,
Rekayasa Mesin Vol 8, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cylinder head gasket sepeda motor RX KING di daerah Tembalang sudah semakin jarang ditemukan sedangkan peminatnya masih sering dijumpai. Dengan fakta yang ada dibuat press tool sebagai alternatif membuat cylinder head gasket menggunakan metode jenis compound press tool. Proses pengerjaan meliputi blanking, piercing, dan embossing. Dimensi press tool {350 (mm) x 200 (mm) x 255 (mm)}. Menggunakan mesin Press dengan kapasitas 20 (ton). Press tool ini mampu menghasilkan produk 360 unit per jam. Biaya pembuatan press tool Rp 6.703.152,00 dan BEP tercapai dalam waktu 1,5 bulan.Kata kunci: “Presstool”, “Cylinder head”, “Gasket”
Karakterisasi Dan Perlakuan Awal Serat Pelepah Salak Universitas Diponegoro Semarang, Seno Darmanto, Sarwoko, Eko Julianto Sasono, Yusuf Umardani, Sriyan
Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi dan perlakuan serat pelepah salak sebagai serat komposit dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas serat pelepah (terutama batang) salak menjadi serat yang kualitasnya setara dengan serat sintetis dan serat nonorganik seperti asbestos dan fiberglas. Alur penelitian serat pelepah salak dilakukan dengan menentukan karakteristik fisik, metode pembuatan serat bundle, perlakuan (fisik dan kimia), uji kekuatan tarik serat bundle dan analisis. Penentuan karakteristik fisik pelepah salak dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran secara langsung terhadap jumlah pelepah dan dimensi. Selanjutnya pembuatan serat bundle pelepah salak dilakukan dengan seleksi pelepah salak, pencucian, pengeringan, penguaraian dan penyikatan. Perlakuan pelepah salak dimulai dari pelepah salak dalam bentuk lembaran batang pelepah hingga menjadi serat bundle. Diawali pencucian, perendaman dan pengeringan, perlakuan fisik difokuskan pada pengukusan (steaming). Analogi perlakuan fisik, perlakuan kimia juga dilakukan dengan pencucian, perendaman dan pengeringan terkondisi dengan larutan alkali. Dan hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik serat bundle pelepah salak dapat mencapai 114 MPa, 66 MPa dan 189 MPa masing-masing untuk serat bundle tanpa perlakuan, serat bundle dengan perlakuan alkali 5% dan serat bundle dengan perlakuan kombinasi yakni alkali 5% yang dilanjutkan dengan pengukusan pada tekanan 5 Bar.Kata Kunci : “pelepah salak”, “serat bundle”, “perlakuan fisik”, “perlakuan kimia”,” kekuatan tarik”
Karakteristik Emisi Akustik Pada Bantalan Luncur Bola Menyelaras Sendiri Karena Kontaminan Air Politeknik Negeri Bandung, Parno Raharjo, Jurusan Teknik Mesin,
Rekayasa Mesin Vol 10, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantalan luncur bola menyelaras sendiri adalah bantalan luncur yang memiliki permukaan kontak berbentuk bola. Jenis bantalan luncur ini mampu menahan beban yang tinggi dan dapat mengakomodasi masalah ketidaksebarisan poros. Walaupun demikian jika dioperasikan dalam keadaan tidak normal bantalan ini akan mengalami penurunan kemampuan, umur dan peningkatan operasi dan biaya pemeliharaan. Selain dari pada itu kerusakan yang tiba-tiba akan menimbulkan resiko tinggi dalam bidang ekonomi, teknik dan keselamatan kerja. Disamping inspeksi dan analisa getaran,  emisi akustik juga merupakan teknik yang efektif digunakan untuk monitoring kondisi mesin khususnya untuk monitoring kondisi bantalan luncur. Tulisan ini membahas tentang karakteristik emisi akustik pada bantalan luncur yang pelumasnya terdapat kontaminan air. Dalam studi ini didapat bahwa ketika kontaminan air dalam pelumas meningkat amplitudo emisi akustik juga meningkat. Peningkatan amplitude emisi akustik menunjukkan peningkatan energi emisi akustik yang dilepaskan. Selain dari pada itu amplitude tertinggi terletak pada frekuensi yang tinggi yaitu pada 35.2kHz. Kajian lebih jauh dengan berbagai parameter kerusakan diperlukan agar didapat karakteristik yang valid dan reliabel.
Roll Bender Pipa Galvanis Diameter 1,5 Inchi Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang, Eko Armanto, Bambang Tjahjono, Muhammad Zuniam, Yusuf Amri
Rekayasa Mesin Vol 10, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembengkok Pipa adalah alat untuk membengkokkan pipa dengan metode ditekan dan digulung. Hal ini digunakan untuk membentuk radius pipa yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam industri mesin, terutama industri pagar, kanopi, dan industri besi lainnya. Mesin ini dioperasikan oleh tenaga manusia di mana dioperasikan menggunakan tangan, maka daya / energi diteruskan melalui rantai sprocket pada roller. Metode yang digunakan untuk membuat mesin ini adalah observasi, perancangan, produksi, perakitan, dan pengujian. Radius lentur terkecil yang dapat dicapai oleh mesin adalah R = 500 mm.Kata kunci : “pipa mesin bending”, “roller”, “tenaga kerja”, “pipa 1,5 inch”
Rancang Bangun Alat Bantu Pembelajaran Simulasi Variasi Gerak Silinder Pneumatik Berbasis Mikrokontroler Politeknik Negeri Semarang, Suyadi, Jurusan Teknik Mesin,
Rekayasa Mesin Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil luaran penelitian ini adalah alat bantu pembelajaran praktek pneumatik berbasis mikrokontroler AT89S51 yang dapat diaplikasikan pada silinder pneumatik untuk mempraktekkan variasi persamaan gerak silinder, diantaranya  persamaan  itu adalah  1. A+B+C+D+A-B-C-D-, gerak 2. A+B+C+D+D-C-B-A-, gerak 3. A+B+C+D+B-C-D-A-, gerak 4.  A+A-B+B-C+C-D+D-, dan gerak 5. A+B+A-C+B-D+C-D-. Dari pengujian kelima variasi persamaan gerak silinder pneumatik yang memerlukan waktu siklus terlama adalah persamaan gerak A+A-B+B-C+C-D+D-.yang lainnya hampir sama respon kecepatanya yaitu cepat. Gaya atau tahanan gesek piston yang konstan mempengaruhi respon gerak silinder itu sendiri, dimana idealnya linier tetapi membentuk grafik dengan persamaan polinomial.Kata Kunci : “pneumatic”, “silinder”, “mikrokontroler”, “persamaan gerak”.
Rekayasa Mesin Penggiling Bumbu Dengan Penggerak Motor Listrik 1,5 HP Politeknik Negeri Semarang, Zaenal Abidin Jurusan Teknik Mesin,
Rekayasa Mesin Vol 10, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini proses pengolahan bumbu masih menggunakan dua cara yang berbeda  dalam  proses   pengolahannya,  yaitu  dengan  digiling  ditempat  yang terpisah  yaitu  dimesin  penggiling  kering   maupun  di mesin  penggiling   basah. Tujuan   dalam   merancang   bangun  mesin   ini   yaitu  untuk  mempermudah para   pengrajin  bumbu agar  dapat   menghemat tempat produksi   dan   biaya produksi. Mesin penggiling  ini dimodifikasi menjadi satu rangkaian mesin yang dapat digunakan untuk menggiling basah maupun kering, dengan metode menggabungkan kedua sistem tersebut kedalam satu rangkaian mesin yang  digerakkan oleh motor listrik melalui dua poros utama yang dapat dipindah secara bergantian menggunakan sistem kopling. Proses penggilingan bumbu dilakukan dengan  cara menggesekkan  permukaan bahan  dengan di kontakkan ke permukaan  pisau   yang  diam  maupun  yang  berputar  untuk  menggiling kering. Dan proses penggilingan bumbu basah dengan cara menggesekan bahan dengan dikontakkan ke permukaan pisau yang berputar. mesin dapat memproses penggilingan basah maupun kering dengan hasil yang baik.Kata kunci : “bumbu”, “mesin penggiling”, “motor listrik”
Pembuatan Model Produk Palu Plastik Dari Bahan Daur Ulang Plastik PP, PET, dan HDPE Politeknik Negeri Semarang, Suyadi & Sunarto, Jurusan Teknik Mesin,
Rekayasa Mesin Vol 10, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengindetifikasi kekuatan tekan jenis plastik yang dapat didaur ulang seperti PP, PET dan HDPE dari sampah plastik perlu melakukan penelitian, maka untuk mencapai tujuan itu perlu melakukan observasi beberapa jenis sampah plastik yang ada di pasaran, mengelompokkan jenis sampah plastik yang dapat didaur ulang agar dapat dicetak kembali, kemudian dirajang masing-masing jenis plastik tersebut menjadi serpihan agar dapat dilebur dan dicetak menjadi model palu plastik, dan yang terakhir melakukan pengujian tekan terhadap model palu plastik  dengan hsil kekuatan kepala palu plastik produk industri σ = 42 N/mm2 , palu plastik daur ulang PP σ = 41 N/mm2,  plastik daur ulang PET σ = 33,4 N/mm2, dan plastik daur ulang HDPE σ = 24,6 N/mm2, secara keseluruhan kepala palu plastik dari bahan daur ulang jenis PP, PET, dan HDPE masih aman digunakan untuk memukul objek dengan rata-rata gaya pemukul F = 250 N atau 25 kgf karena gaya tekan hasil pengujian kekuatan terendah yaitu bahan HDPE sebesar F = 13000 N atau 1300 kgf.
Analisis Sifat Mekanis Baja Karbon Akibat Pembebanan Dinamis Universitas Khairun, Ternate, Ahmad Seng, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Rekayasa Mesin Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan logam yang banyak dipergunakan dalam bidang teknik. Bahan yang dibutuhkan menurut kualitas yang sesuai dengan pengunaannya yang menyangkut sifat – sifat yang diinginkan. Seringkali perlu juga dipertimbangkan factor lainnya, mulai dari factor pembuatan, seperti kemampuan bentuk, hingga factor metalurgi yang dapat ditentukan dengan jelas (antara lain ketahanan fatik atau keausan)Identifikasi penyebab kegagalan sangat penting, sebab menghindari kegagalan melalui desain berlebih dengan menggunakan faktor keselamatan yang besar mnerupakan pemborosan. Desain kurang tepat sudah barang tentu akan menimbulkan kegagalan dini. Penggunaan bahan logam dan paduannya tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi material yang akan diproses, jenis proses, efek dari produk yang telah mengalami proses perubahan serta pengaruh pembebanan akan berakibat pada perubahan sifat fisis dan sifat mekanis serta faktor – faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas dari suatu produk. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembebanan terhadap kekuatan tarik dan mengetahui pengaruh waktu pembebanan terhadap kekuatan tarik. Karena banyaknya variable yang berpengaruh terhadap kekuatan tarik maka penulis membatasi pada beberapa hal, yaitu:a)Material yang digunakan adalah Baja Karbon HQ 760, b)Beban 10, 15, dan 20 kg, c).Waktu pembebanan 3, 6 dan 9 jam, d).Putaran konstan, e).Pengujian Rotary Bending dan Uji Tarik Dari hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa  sebagai akibat dari pembebanan yang diberikan yakni beban 10, 15 dan 20 kg dengan variasi waktu terhadap material, maka akan terjadi penurunan kekuatan tarik dan besarnya penurunan kekuatan tarik tergantung besarnya beban yang diberikan.Kata Kunci : “Pembebanan Dinamis”, “Kekuatan Fatique”
Aplikasi Modul Pendingin Termoelektrik sebagai Media Pendingin Kotak Minuman Fakultas Teknik, Universitas Riau, Azridjal Aziz, Joko Subroto, Villager Silpana, Jurusan Teknik Mes
Rekayasa Mesin Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kotak minuman dengan media pendingin termo elektrik (Thermo Electric Cooling/TEC) digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui temperatur pendinginan yang dapat dicapai untuk  jumlah modul TEC yang berbeda (2 atau 3 modul TEC) dengan pengoperasian fan atau tanpa pengoperasian fan. Pengaruh pemakaian blok aluminium terhadap temperatur pendinginan juga diamati dalam penelitian ini. Pada penelitian ini digunakan kotak pendingin berkapasitas 34 L. Penggunaan 3 modul TEC dengan Fan dan blok aluminium memberikan pendinginan yang lebih baik setelah digunakan selama 150 menit, dengan temperatur kotak minuman mencapai 14,3 oC tanpa beban pendingin dan 16,4 oC dengan beban pendingin 1 liter air.Kata Kunci : “pendingin”, “termo elektrik”, “kotak minuman”, “modul”.

Page 1 of 10 | Total Record : 92