Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS
ISSN : -     EISSN : -
Articles 122 Documents
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS PERTANIAN DI KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN, BALI

Witariadi, Ni Made, Soniari, Nengah, Siti, Ni Wayan, Suranjaya, Gede, Purnawan, Luh Ramaswati, Suparta, Made

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 2 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kecamatan Penebel adalah sentra produksi pertanian ( Sayur-sayuran) yang ada di Kabupaten Tabanan. Masalah utama yang dihadapi  adalah produk pertanian yang cepat rusak dan harga yang tidak stabil. Kondisi  seperti ini membutuhkan tehnologi memanen dan proses pemasaran untuk  meningkatakan produksi yang tahan lama dan memiliki nilai tambah. Masalah lainnya adalah tingginya pemakaian  pupuk dan pestisida pada hasil tanaman sayur yang berpengaruh terhadap kualitas produksi dan pencemaran lingkungan. Sementara limbah ternak dilokasi belum dimanfaatkan secara optimal, tetapi melalui pemanfaatan  teknologi fermentasi,  limbah dapat diproses  menjadi pupuk yang berkualitas. Metode yang digunakan pada program ini yaitu : (1)diskusi,(2) pelatihan dan  (3) pendampingan. Sedangkan  pendekatan yang digunakan adalah : (1) Model Technology Transfer (TT), (2) Model Entrepreneurship Capacity Building (ECB), (3) Model Information Technology (IT). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) kegiatan telah berjalan baik dicirikan oleh telah dicapainya beberapa target luaran seperti pengembangan padi lokal sistem organik, pengembangan lembaga subak sebagai lembaga pengelola paket wisata berbasis pertanian, alih teknologi pengolahan limbah pertanian menjadi pestisida dan pupuk organik yang terintegrasi dengan pertanian padi, dan pengembangan industri rumahan pengolahan hasil pertanian setempat; (2) masyarakat memberikan respon yang positif terhadap deseminasi teknologi yang disampaikan seperti terlihat pada tingginya partisipasi,  tingkat adopsi teknologi, serta penerapan teknologi tersebut secara mandiri oleh masyarakat; (3) terjalinnya sinergisme antara perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra, pemerintah daerah dan masyarakat sehingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KACANG LANGKOSE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI PINRANG

Abdullah, Alima Bachtiar, Rusli, Arham, Badron, Rivaldi

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 1 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kacang langkose adalah cemilan yang terbuat dari kacang tanah yang sudah dibuka kulitnya lalu digoreng dan dicampur dengan garam. Beberapa industri rumah tangga yang ada di kabupaten Pinrang telah memiliki pengalaman dalam mengolah kacang langkose, namun cara pengolahannya masih sangat sederhana. Proses pengolahannya belum maksimal khususnya pada sistem penggorengan dan perlakuan setelah penggorengan, peralatan yang digunakan masih sangat sederhana/tradisional (sistem penggorengan masih dengan wajan biasa serta penirisan minyaknya masih dengan penyaring biasa). Upaya perbaikan proses produksi dilakukan melalui program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud Tahun Anggaran 2013. Untuk itu, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi proses pengolahan kacang langkose dengan melakukan introduksi peralatan proses pengolahan kacang langkose kepada mitra dengan mesin vacuum frying dan spinner, melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap mitra dalam produksi dan pemasaran produk kacang langkose. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah memberi manfaat terhadap peningkatan produksi mitra, hal ini dibuktikan dengan jumlah produksi kacang langkose Mutiara “Q” dari 250kg/bulan menjadi 500kg/bulan sedangkan Weradatama dari 50 kg/bulan menjadi 200kg/bulan. Selain itu, kualitas kacang langkose juga lebih baik dan tahan lama, serta terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan kacang langkose dan pengelolaan usahanya.

PENGEMBANGAN DESA WISATA BAYUNG GEDE KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI, BALI

Arnawa, I Ketut, Runa, I Wayan, Astuti, Putu Sri, Palgunadi, Panji, Raka, I Dewa Nyoman, Martini, Luh Kadek Budi

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4, No 2 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Desa Bayung Gede merupakan daerah pengembangan desa wisata, mempunyai tradisi yang unik kuburan ari-ari (seme ari-ari) dan potensi yang lainnya, seperti jeruk ,jagung putih local, dan Pisang Bali. Sampai saat ini Desa Wisata Bayung Gede belum banyak dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bangli, hal ini dibuktikan dari kurangnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara ke desa tersebut. Tujuan dari implementasi IbW ini adalah untuk menggali potensi wisata yang menarik dan unik untuk disuguhkan kepada wisatawan, sehingga Desa Bayung Gede, lebih banyak dikenal oleh masyarakat sebagai daerah tujuan wisata, dengan demikian di masa mendatang kunjungan wisatawan akan semakin banyak. Metode yang digunakan dengan teknik survey, work shop melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan Dinas Pariwisata Bangli. Karya utama dari kegiatan ini adalah paket informasi wisata berupa buku saku, penataan kawasan wisata Desa Bayung Gede. Dampak dari implementasi IbW ini adalah wisatawan dan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan jelas tentang destinasi wisata Desa Bayung Gede. Kawasan Desa Bayung Gede nampak asri dan tertata rapi, sehingga memberi kesan menarik kepada wisatawan untuk datang kembali berkunjung ke desa tersebut.

IbM PAUD DI KELURAHAN ABIANBASE

Wardana, I Ketut, Pramawati, Anak Agung Istri Yudhi, Handayani, Nengah Dwi

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 2 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelaksanaan program IbM PAUD di kelurahan Abianbase yang melibatkan 14 orang guru-guru TK Widya Kumara Tangeb dan TK Bali Pintar Abianbase bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam aspek standar proses (PROSEM, RKM,RKH dan Evaluasi), model pembelajaran, pendidikan karakter dan sarana belajar. Semua kegiatan ini  telah dilaksanakan melalui metode teknologi transfer, disfusi Ipteks, dan simulasi, berupa pelatihan tentang penyusunan standar proses dan pendekatan pendidikan kognitif, behaviorist, humanisme, dan kontruktif. Setelah melaksanakan pelatihan, dilaksanakan simulasi model pendidikan yang berbasis perkembangan anak. Di bidang standar proses, 100% guru-guru mitra`telah dapat menyusun silabus dan RKH. Dalam proses pembelajaran, mereka telah mampu menerapkan pendekatan pendidikan berkarakter,dan penilaian peserta didik. Ini bisa dilihat dari luaran produk dan nilai rerata mereka dalam penyusunan standar proses dan metode pembelajaran, yaitu:  85, dengan kategori sangat baik. Mereka sangat antusias mengikuti progran ini, yang bisa dilihat tingkat kehadiran.  Sementara dari hasil kuisioner, mereka telah memiliki sikap positif terhadap kegiatan. Di bidang sarana kelengkapan ruang baca, mereka telah memiliki TV, buku, dan mainan. Pengabdian ini juga mengasilkan produk perangkat belajar, dan  buku pegangan ”Anak cerdas berkarakter berbasis Tri Kaya Parisudha”, yang bermanfaat tidak hanya bagi  kedua lembaga ini,  tetapi bagi semua kalangan pendidikan usia dini atau prasekolah. 

IbM KELOMPOK TANI SAYURAN ORGANIK DI KOTA MAKASSAR (IbM Farmer Groups of Organic Vegetable in Makassar)

Rahman, Syamsul, Aryanti, Ekalestari, Ruhumuddin, Ruhumuddin

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 1 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Terjadi peningkatan permintaan untuk produk-produk pertanian yang dihasilkan dengan proses yang ramah lingkungan, khususnya yang dihasilkan secara organik. Ada kecendrungan bahwa pasar peminat makanan organik khususnya komoditi sayuran semakin berkembang sebesar 10% per tahun. Tujuan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini bagi kelompok mitra adalah : 1) mengetahui tentang teknik budidaya sayuran organik, 2) mengetahui pembuatan pupuk organik, 3) mengetahui bagaimana teknik menanam sayuran organik, 4) mengetahui cara pemeliharaan tanaman organik, 5)mengetahui bagaimana pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida nabati, dan 6) mengetahui manfaat mengkonsumsi sayuran organik. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan PPM ini khususnya untuk kelompok mitra adalah : 1) meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, 2) meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi, 3) meningkatkan efisiensi produksi, 4) memperbaiki efisiensi penggunaan sumberdaya alam, 5) mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan, 6) mendorong kelompok mitra untuk memiliki sikap mental yang bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan, kesehatan dan keamanan diri dan lingkungan, dan 7) memberi jaminan keamanan terhadap konsumen serta meningkatkan kesejahteraan petani (kelompok mitra). Tahap pelaksanaan PPM dilakukan dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam bentuk : 1) penyampaian teori melalui presentasi menggunakan audio visual, 2) metode diskusi dilakukan secara berkelompok dan di dalam kelas, dan 3) praktek bagaimana cara memproduksi sayuran yang baik dengan mengacu pada Good Agriculture Practices (GAP) melalui simulasi dan kunjungan lapangan.

IbM KELOMPOK TANI DALAM APLIKASI TEKNOLOGI ZONE AGROEKOLOGI UNTUK PEMANFAATAN JURANG

Adnyana, I Made

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, tahun 2012. Dua buah Subak yang menjadi khalayak sasaran di desa tersebut adalah Subak Abian Pangkung Sakti II dan Subak Pemangsan Angkah Pondok. Program ini mempunyai tujuan terbangunnya komitmen kelompok tani untuk penerapan IPTEK berbasis masyarakat dalam pengelolaan jurang yang berwawasan lingkungan. Komitmen itu akan terbentuk melalui aturan tertentu (perarem) yang disusun sendiri oleh kelompok tani. Unstuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan yaitu : (a) survey tanah dan evaluasi lahan, (b) pendidikan dan pelatihan kepada petani, (c) penyaluran bibit tanaman hutan, (d) pembuatan demplot teknologi zone agroekologi dalam pemanfaatan jurang, dan (e) penyusunan aturan (perarem) pengelolaan tanaman. Kendala utama pengelolaan tanah adalah kemiringan lereng, kedalaman efektif tanah, tingkat bahaya erosi, rendahnya bahan organik tanah, dan kurang cukup tersedianya nitrogen tanah. Anggota Subak sangat responsip dengan program pendidikan dan pelatihan dengan topik upaya mengatasi kendala tersebut. Mereka mencoba menerapkan teknologi yang diberikan dengan menanam tanaman hutan disela-sela tanaman produktif yang biasa mereka tanam. Mereka juga sudah dapat membuat aturan (perarem) pengelolaan tanaman, yang berisi kewajiban anggota subak untuk menjaga kelestariannya dan sangsi bagi anggota Subak yang melanggar pararem tersebut. Pengaturan komoditas tanaman melalui kegiatan demplot yaitu : pada lereng >45% hanya ditanami tanaman hutan, lereng 20-45% untuk tanaman campuran antara tanaman perkebunan dengan tanaman hutan, sedangkan lereng

IbM KELOMPOK TANI BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO DALAM KAJIAN “ALAT PENGASAP IKAN SISTEM TERBUKA DAN SISTEM TERTUTUP”

Yuliana, Yuliana, Mihrani, Mihrani, Tasir, Tasir

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 2 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha yang dilakukan petani pembudidaya ikan lele dumbo untuk mengantisipasi kelimpahan produksinya, masih belum banyak, hanya sistem pengasapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga petani sendiri. Pengasapan dilakukan menggunakan alat sederhana, yaitu rumah berbentuk para-para (sistem terbuka) dengan bahan bakar, kayu bakar yang terdapat dilingkungan tempat tinggal. Pengasapan dengan sistem terbuka ini menyebabkan panas yang dihasilkan tidak terpusat ke ikan, melainkan menyebar sesuai arah angin, waktu relatif lama dan hasilnya berkualitas rendah, baik dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma.Pelaksanaan kegiatan IbM ini bertujuan memperkenalkan paket teknologi ramah lingkungan kepada masyarakat (mitra), yaitu melakukan introduksi alat pengasapan ikan sistem terbuka ke sistem tertutup dan pembuatan produk olahan ikan, dengan metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif, pelatihan dan pendampingan, demonstrasi plot (demplot). Mitra kegiatan pelaksanaan IbM ini adalah kelompok tani air tawar Kampiri dan Kecce’e. Lokasi kedua Mitra berada pada wilayah Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng. Luaran yang di targetkan tercapai yaitu kedua mitra mampu membuat alat pengasapan ikan sistem tertutup dengan 5 tingkatan / susunan rak dengan kapasitas ikan (jenis komoditi ikan lele dumbo) sebanyak 150 kg dengan rendemen bersih 33 % (1/3 bagian) atau menghasilkan 50 kg ikan asap dengan harga Rp 35.000,- / kg dengan kualitas sangat bagus (aroma dan rasa enak, sangat gurih, dan renyah, warna kuning keemasan, dengan tekstur sedang dimana tulang dan kulit terpisah) dan dilihat dari sudut ekonomi lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan teknologi yang dipakai petani selama ini (pengasapan sistem terbuka). Mitra kelompok ibu-ibu tani air tawar sudah bisa membuat dan memproduksi berbagai olahan berbahan ikan lele dumbo (abon ikan, kripik stik ikan, dan kaki naga) dengan wilayah pemasaran masih lokal (sekolah-sekolah tingkat TK, SD, dan SMP / MTS, kantor, dan kawasan wisata permandian alam Citta), dengan tingkat penghasilan rata-rata perbulan Rp 900.000,00 - Rp 1.000.000,00 dibanding sebelum kegiatan IbM hanya sekitar Rp 500.000,00.

IMPLEMENTASI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI SECARA TERPADU MELALUI ELABORASI KONSEP PERAMPIAN PURA KEHEN BANGLI-BALI

Surata, Sang Putu Kaler, Arnawa, I Ketut, Widnyana, I Ketut, Raka, I Dewa Nyoman, Maduriana, I Made

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 1 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan kegiatan ipteks bagi wilayah (IbW) tahap III di Kelurahan Cempaga dan Kubu Bangli adalah mengimplementasikan model Tri Dharma Perguruan Tinggisecara terintegrasi (community service and research-based learning). Teori jejaring kerja pura subak, konsep ekopedagogi, dan model pembelajaran lintas budaya menjadi sumber inspirasi dan elaborasi (penggalian, pendalaman, pengkajian, ekstrapolasi dan implementasi) kegiatan tersebut. Fokus utama adalah konsep perampian(jejaring kerja)Pura Kehen dengan 32 pura lain yang tersebar pada 4 Kelurahan dan 4 Desa di sekitar Kota Bangli. Kegiatan yang dilaksanakan Juni sampai Desember 2013 menggunakan metode pelatihan, pendampingan, pelibatan, dan sosialisasi. Luaran IbW berupa buku perampian Pura Kehen, sekaa teruna(karang taruna) yang terlatih menabuh gong semar pegulingan dan seni tarisakral Calonarang Tantri, kesatuan tafsir puja astawa (mantra pemujaan) di Pura Kehen, prasasti batu dengan aksara Bali di Pura Kehen, dan buku ajar untuk siswa yang mengintegrasikan antara hasil penelitian Partnership Engagement for Enhanced in Research (PEER-USAID), dan IbW. Model ini menunjukkan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk kegiatan yang kecil, lokal tetapi aksi nyata.

IbM BUMBU RUJAK DENPASAR

Suryawan, I Ketut Dedy, Buana, I Komang Setia, Suradarma, Ida Bagus

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 2 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada dua UKM yang mempunyai produk bumbu rujak. UKM mitra tersebut yakni UKM Bu Dayu Simpar dan UKM Bu Dayu Ade yang keduanya berlokasi di Denpasar. Pemberdayaan kedua UKM ini sangat perlu dilakukan untuk mendapatkan dan meningkatkan hasil produksi yang berkelanjutan, pengelolaan manajemen yang lebih baik, pemasaran yang lebih bagus dan luas, serta kemudahan dalam mengontrol stok. Kegiatan ini dilakukan dari bulan April sampai dengan nopember 2015, dibagi menjadi beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi kegiatan dan pendampingan. Program ini dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti pemberian bantuan peralatan, pelatihan, pembinaan, penyuluhan dan pendampingan - pendampingan. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah (1) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang teknologi computer dan internet, (2) perbaikan model kemasan atau label dengan biaya yang lebih murah, (3) membantu pengawasan dan  kontroling stok dengan system manajemen stok, (4) meningkatnya penjualan hingga 30%   dengan system pemasaran yang lebih luas, (5) penambahan peralatan yang mampu meningkatkan jumlah produksi. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dapat disimpulkan pelaksanaan kegiatan di kedua mitra telah terlaksana dengan baik dan daya adopsi ipteks juga cukup berhasil 

IBM (IPTEKS BAGI MASYARAKAT) KELOMPOK USAHA GULA SEMUT DI DESA BESAN KECAMATAN DAWAN – KLUNGKUNG

Diana Sari, Ni Luh Desi In, Negara, I Nengah Sudika, Dewi, Alit Kumala

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 1 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kegiatan IbM Kelompok Usaha Gula Semut di Desa Besan Kecamatan Dawan Klungkung bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok perajin yang tergabung dalam kelompok Giri Kertha Indah. Adapun tujuannya meliputi; (1). Upaya meningkatkan kesejahterahan taraf perekonomian masyarakat setempat yang berprofesi sebagai perajin gula semut. Karena selama ini gula semut yang mereka produksi belum mendapatkan kepastian pasar, dan hanya diproduksi berdasarkan pesanan. (2). Mengembangkan wawasan, pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para perajin gula semut yang tergabung dalam kelompok Giri Kertha Indah dalam aspek kemasan dan promosi produk. (3). Membantu mempromosikan dan memasarkan produk gula semut kelompok Giri Kertha Indah agar dapat diterima di supermarket, toko oleh – oleh dan menjangkau pasar ekspor. (4). Mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah desa setempat, dengan tujuan menjadikan gula semut sebagai pengganti gula pasir dan dikonsumsi oleh masyarakat khususnya Desa Besan sendiri. (5). Memotivasi para perajin agar terus menekuni usaha gula semut dengan selalu berinovasi dan mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Target dan luaran yang telah dicapai melalui kegiatan ini adalah terlaksananya berbagai pelatihan sebagai upaya untuk membantu kelompok Giri Kertha Indah dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan yang dikelompokkan dalam tiga aspek diantaranya; 1). Aspek pengembangan merek, 2). Aspek pengemasan, 3). Aspek pemasaran dan promosi. Metode yang digunakan adalah melalui pelatihan dan pemberian bantuan alat – alat yang digunakan untuk mencapai target luaran dari kegiatan ini.

Page 1 of 13 | Total Record : 122