cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JIPI: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 2528021X     EISSN : 2528021X     DOI : -
Core Subject : Science,
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: Studi Kasus Preservasi Arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Hidayah, Nurrohmah; Saufa, Arina Faila
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.694 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.3146

Abstract

Penelitian ini berjudul “Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: studi kasus preservasi arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan kegiatan preservasi arsip digital naskah kuno yang ada di Barpusda Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti adalah preservasi digital dilakukan pada koleksi mikrofilm, CD, dan hard disk eksternal. Barpusda Jateng melakukan kegiatan preservasi digital dengan 3 (tiga) strategi yaitu preservasi teknologi, penyegaran, dan migrasi. Preservasi teknologi yang dilakukan adalah dengan merawat hardware dan software yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan materi digital. Penyegaran yang dilakukan adalah memindahkan materi digital dari satu media ke media lain, yaitu yang mulanya berbentuk mikrofilm diubah ke bentuk CD, selanjutnya dipindah lagi ke hard disk eksternal. Migrasi yaitu pemindahan materi digital ke media elektronik yang lebih mutakhir, yaitu yang mulanya menggunakan software Windows harus dipindah ke software Macintosh karena menyesuaikan hardware yang disediakan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan prservasi digital ini di antaranya adalah kurangnya anggaran untuk kegiatan preservasi, tidak adanya kebijakan baku untuk pelaksanaan teknis preservasi digital sehingga mengharuskan membuat SOP sendiri, dan kurangnya Sumber Daya Manusia yang membantu sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyelesaiannya.
Post Media Literacy: Suatu Upaya Pemberdayaan Hidup Ditengah Dunia yang Sesak Media Nizomi, Khairin
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.322 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4837

Abstract

Sekarang manusia hidup dalam abad komunikasi massa kehidupan manusia sekarang tak bisa dilepaskan dari media mssa. Keluhan tentang dampak media massa kerap terdengar. Untuk itu perlu kiranya memahami apa itu literasi media. Pemahaman ini penting bagi para pegiat pendidikan melek media agar mampu melakukan kritik terhdap berbagai media yang melanggar aturan dan etika media yang ada di Indonesia sehingga terhindar dari berita yang bohong (hoax). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus pada media social. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teori Narartive Analysis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil dari dari penelitian ini menunjukkan Literasi media sama sekali bukanlah gerakan anti-media. Justru merupakan tindakan yang kita lakukan untuk menjaga media agar tetap bisa menjalankan fungsinya di tengah masyarakat. Dengan melek media, media massa akan memiliki khalayak bukan konsumen yang pada gilirannya akan memengaruhi bagaimana seharusnya media menjalankan peranya. Bila media tetap memperlakukan khalayak sebagai konsumen maka media akan mendapat tekanan dari khalayak. Now humans live in the mass communication age of human life now can’t be separated from the mass media. Complaints about the impact of the mass media are often heard. For that it is necessary to understand what is media literacy. This understanding is important for media literacy education activists to be able to criticize the media who violate the rules and ethics of the media in Indonesia, so avoid that false news (hoaxes). The method used in this study is descriptive qualitative, with the type of case study research on social media. Analysis of the data in this study using Narrative Analysis Theory. Data collection techniques in this study using document studies and sampling techniques using Purposive Sampling. The results of this study indicate that media literacy is by no means an anti-media movement. It is precisely the action we take to keep the media in order to stay functional in society. With media literacy, mass media will have the audience not the consumer who in turn would affect how the media should carry out its role. If the media still treats the audience as a consumer then the media will get pressure from the audience. Then in order to literacy truth of a media (news) could see how the narrative (status) is growing.
Efektivitas Penerapan Sanksi Administratif Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Padang ., Armiati; Zuha, Komala
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.915 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.3838

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kegiatan penerapan sanksi administratif keterlambatan pengembalian bahan pustaka, faktor-faktor penyebab keterlambatan pengembalian bahan pustaka, dampak penerapan sanksi administratif dan juga cara mengatasi keterlambatan pengembalian bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data beberapa informan sesuai kriteria tertentu melalui observasi, hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi administratif telah berjalan dengan baik karena pegawai perpustakaan dan mahasiswa UNP telah bekerja sama dengan baik menjalankan penerapan sanksi administratif sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perpustakaan UNP belum melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan optimal karena masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui keseluruhan tata tertib dan ketentuan sanksi administratif yang berlaku. Perpustakaan UNP hanya menerapkan kegiatan sosialisasi dengan meletakkan banner dan membuat website. Mahasiswa UNP belum merubah perilaku mereka untuk tidak terlambat mengembalikan buku. Masih banyak mahasiswa UNP yang terlambat dalam mengembalikan buku. Faktor penyebab keterlambat pengembalian buku yang dilakukan oleh mahasiswa UNP yaitu 1) lupa tanggal jatuh tempo pengembalian buku, 2) buku masih diperlukan, 3) pulang kampung 4) jadwal kuliah yang padat, 5) meminjamkan KTM ke teman dan teman lupa mengembalikan buku tersebut, 6) buku dipinjam teman dan 7) banyak tugas. Adanya sanksi administratif belum menimbulkan efek jera kepada mahasiswa UNP. Cara mengatasi keterlambatan pengembalian buku perlu kerjasama antar perpustakaan UNP dengan mahasiswa UNP. This study aims to describe the activities of administrative sanctions implementation of the delay in returning library materials, factors that cause delays in returning library materials, the impact of implementing administrative sanctions and also how to overcome delays in returning library materials at Library of Padang State University. This research method is descriptive qualitative, with data sources some informants fit certain criteria through observation, interviews and documentation. Based on the information from the informants of this study, it can be explained that the application of administrative sanctions has gone well because Library employees and UNP students have cooperated well in implementing administrative sanctions in accordance with the applicable procedures. The Library of UNP has not carried out the socialization activities optimally because there are still many students who do not know the entire rules and the provisions of the administrative sanctions that apply. The library of UNP only applies socialization activities by placing banners and creating websites. Students of UNP have not changed their behavior to not late returning books. There are still many UNP students who are late in returning books. Factors that cause delays in returning books made by UNP students are 1) forgetting the return date of the book, 2) books still needed, 3) returning home 4) busy lecture schedule, 5) lending KTM to friends and friends forgetting to return the book, 6) books borrowed by friends and 7) many tasks. The existence ofadministrative sanctions has not caused a deterrent effect on UNP students. How to overcome delays in returning books needs collaboration between UNP’s Library and UNP’s students.
Pengaruh Sosialisasi Cara Pemanfaatan Perpustakaan Terhadap Peningkatan Keterampilan Pemustaka dalam Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Universitas Bengkulu Elnadi, Isran
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.647 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4838

Abstract

Tanggapan responden adanya fasilitas locker (57%), responden belum mengerti penggunaan OPAC (21%), responden mengerti cara penelusuran OPAC (57%), responden belum memahami penggunaan internet (47%), responden yang  mengerti penelusuran internet (23%), yang sudah mengerti (30%), subyek dan pengarang responden belum memahami (41%), sedangkan pustaka yang memahami menelusur koleksi di rak, melalui judul, subyek dan pengarang (34%), responden yang mengetahui adanya foto kopi (27%), yang belum memahami adanya foto kopi (46%).  Pemustaka yang mengerti tentang tatip pinjam kembali bahan pustaka (14%), yang belum memahami (51%), responden yang paham dan memanfaatkan ruang baca (64%) karena suasananya menyenangkan, untuk hak dan kewajiban respon memberikan tanggapan (69%) artinya baik, antara pustakawan dan pemustaka berkomunikasi dengan baik dan harmonis, sedangkan yang mengerti layanan rujukkan (60%) responden belum paham, (17%), paham sekali akan adanya layanan rujukkan(23%), sedangkan responden belum memahami sosialisasi lingkungan (57%), artinya pustakawan perlu mengadakan bimbingan pemustaka agar mengenal lokasi perpustakaan. This studyis about the influence of socialization on how to use the library to improve users’skillsin the usage of the collection at UNIB library. The aim of this study is to analyze users’ skillsto find information in the library, and to know barriers faced by users to use the library’s facilities provided by UNIB library. The respondent of this research was 7 faculties, every faculties was took 10 students as the samples. There are two data used in this study; primary and secondary data. The primary data come from questionnaire survey, and the secondary data is supporting data from the interview and observation. The reaction of respondent about locker facility is 57%, the respondent not understand the usage of OPAC is 21%, the respondent that understand the usage of OPAC is 57%, confuse the usage of internet is 47%, understand the usage of internet is 23%, the respondent know how to search the collection in the shelf, including title, subject and author 34%, respondent know there is an photo copy is 27% and not 46%. The respondent that know the role of borrow and return the books 14%, do not know 51%, the respondent that know how to use library 64% because have good situation, for the right and the users’ obligation in the library, the respondent gives 69%. Understand the reference of service is 60% and not 17%, very understand the reference of service 23%, and the respondent still confused of socialization of environment in the library is 57%, its mean the librarians should guiding the user so that the user of library know every room of the library.
Nilai, Norma dan Keyakinan Remaja dalam Menyebarkan Informasi Sehari-hari di Media Sosial Rachman, Margareta Aulia
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.351 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4110

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai, norma dan kepercayaan remaja dalam menyebarkan informasi di media sosial. Proses penyebaran informasi tidak hanya karena teknologi yang memungkinkan informasi untuk disebarluaskan tetapi kehadiran budaya di media sosial untuk mendistribusikan kembali informasi yang diperoleh. Budaya ini kemudian berkembang menjadi kebiasaan digital bagi pengguna media sosial. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan nilai-nilai, norma dan kepercayaan remaja dalam menyebarkan informasi di media sosial, yang dipahami dan mendasari remaja dalam menyebarkan informasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini nilai, norma dan kepercayaan adalah filter untuk informasi yang akan disebarkan oleh remaja. Nilai saling menghargai itu membuat remaja tidak serta merta menyebarkan informasi di media sosial. Norma yang disampaikan oleh orang tua dan guru di sekolah dan pemahaman mereka tentang kepercayaan memiliki pengaruh besar pada keputusan remaja untuk menyebarkan informasi. This study discusses the values, norms and beliefs of teenagers in disseminating information in social media. The process of disseminating information is not only due to technology that allows information to be disseminated but the presence of culture in social media to redistribute the information obtained. This culture then evolved into a digital habit for social media users. So the purpose of this study illustrates the values, norms and beliefs of teenagers in disseminating information in social media, which understood and underlies adolescents in disseminating information. The research approach used is qualitative with phenomenological method. Data collection methods used interview and observation. The results of this study values, norms and beliefs is a filter for information to be disseminated by adolescents. The value of mutual respect that makes teenagers do not necessarily disseminate information in social media. Norms delivered by parents and teachers at school and their understanding of beliefs have a major influence on teenagers' decisions to spread information.
Konsep Data, Information, Knowledge dan Wisdom (DIKW) Hierarchy pada Manajemen Kearsipan Grataridarga, Niko
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.468 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4839

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Konsep data, information, knowledge, wisdom (DIKW) hierarchy pada Manajemen Kearsipan tujuannya adalah untuk melihat penerapan konsep tersebut pada proses pengelolaan kearsipan di organisasi. Setiap lembaga atau organisasi memiliki arsip yang harus dikelola. Pengelolaan arsip ini diperlukan untuk membantu kegiatan bisnis dari lembaga tersebut. Dari kegiatan pengeloalaan kearsipan inilah akan dlihat bagaimana konsep hirarki DIKW terdapat di dalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pada lembaga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di mana mereka menggunakan arsip dalam pengambilan keputusan untuk memerangi illegal fishing dan kerjasama antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk arsip-arsip perkara korupsi yang akan disimpan di ANRI. Pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Hasil yang dapat ditinjau adalah data tercatat pada arsip kemudian data tersebut menjadi informasi yang dimaknai oleh organisasi dan kemudian menjadi pengetahuan untuk pengambilan keputusan organisasi (wisdom). Kesimpulan yang didapat adalah pentingnya manajemen kearsipan yang baik dikelola sesuai standar yang berlaku sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi ke depan. This study discusses the concept of data, information, knowledge, wisdom (DIKW) hierarchy in the records and archives management purpose is to see the application of the concept on the process of archival management in the organization. This research is a qualitative research using case study. Each institution or organization has records and archives that needs to be managed. The management of this records and archive is necessary to assist the business activities of the institution. From this records and archive management activity will be seen how the concept of DIKW hierarchy is contained in it. This research method using qualitative method with case study at the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) where they use archives in making decisions to combat illegal fishing and collaboration between the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) and the Corruption Eradication Commission (KPK) for archives of corruption cases to be accommodated at ANRI. Data collection through interviews and literature studies. The results can be reviewed is data recorded in the archive then the data into information interpreted by the organization and then become knowledge for decision making organization (wisdom). The conclusion is that the importance of good record and archive management is managed according to the prevailing standard so that it is useful to achieve the organization's goals in the future.
Stereotip Gender di Perpustakaan ., Mulyadi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.1947

Abstract

Konsep gender di perpustakaan merupakan konsep penting yang perlu dipahami dalam rangka membahas masalah kaum perempuan atau pustakawan perempuan yang ada di perpustakaan. Pemahaman ini sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis untuk memahami persoalan-persoalan ketidakadilan sosial yang menimpa kaum perempuan di perpustakaan. Sehingga kita tidak lagi mengartikan gender sebagai seks (jenis kelamin) melainkan sebagai suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Penyebab ketidak adilan terhadap pustakawan perempuan adalah pemahaman tentang Stereotip yaitu konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan berasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat atau dalam bahasa sehari hari dikenal dengan pelabelan. Teori feminis exixtentialist Simone De Beauvoir biasa menganalisis keberadaan pustakawan perempuan di perpustakaan. Pustakawan perempuan sebagai internalisasi liyan Stereotip, ternyata pustakawan perempuan tidak bebas memilih yang berikutnya dan jalannya dirinya sendiri. Sementara itu kita juga sepakat bahwa tidak semua pustakawan perempuan menjadi liyan, beberapa wanita memiliki Kesadaran dirinya dan pentingnya pekerjaannya sebagai pustakawan perempuan. Keywords : Gender, stereotip, Library, Librarian.
Aplikasi Layanan Informasi Berbasis Internet untuk Menumbuhkan Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Noor, Muhammad Usman
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.842 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4122

Abstract

Perpustakaan umum memiliki kewajiban untuk memberikan layanan informasi yang inklusif, yang tidak membeda-bedakan siapapun dari atribut yang melekat pada dirinya seperti usia, suku, jenis kelamin, agama, kebangsaan, Bahasa, dan status sosial.  Salah satu kriteria orang yang terekskusi adalah mereka yang tidak memiliki akses ke perpustakaan karena berbagai sebab, salah satunya adalah tidak memiliki waktu atau kesempatan ke perpustakaan karena jarak dan kesibukan sehingga mereka menjadi golongan yang tereksklusi. Perpustakaan Umum Daerah Jakarta memberikan layanan informasi melalui aplikasi iJakarta untuk menjangkau pemustaka yang terekslusi karena alasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana layanan informasi perpustakaan melalui aplikasi iJakarta dapat menumbuhkan inklusi sosial dalam layanan perpustakaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui penelusuran bahan pustaka dan metode observatori. Temuan dari penelitian ini adalah layanan informasi melalui internet seperti iJakarta dapat membantu perpustakaan umum daerah Jakarta mendiseminasi layanannya. iJakarta yang merupakan layanan informasi yang tidak terbatas waktu dan ruang menjadi solusi masalah inklusi sosial tersebut, namun demikian masih perlu peningkatan fitur iJakarta secara menyeluruh seperti peningkatan kapabilitas temu kembali bahan pustaka. Penambahan fitur mengobrol langsung dengan pustakawan via iJakarta. Serta peningkatan stabilitas akses. iJakarta dengan penambahan dan penguatan fitur tersebut dapat menjadi model pengembangan layanan informasi yang inklusif dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Public libraries must provide information services that are inclusive, which do not discriminate anyone from the attributes inherent in them such as age, ethnicity, gender, religion, nationality, language, and social status. One criterion of people who are excluded is those who do not have access to the library for various reasons, one of which is not having the time or opportunity to the library because of distance and busyness so that they become excluded groups. Jakarta Regional Public Library provides information services through the iJakarta application to reach out to users who are excluded for this reason. This study aims to find out how library information services through iJakarta applications can foster social inclusion in library services. This research uses qualitative methods by collecting data through searching library materials and observatory methods. The findings of this study are that information services via the internet such as iJakarta can help Jakarta's regional public libraries disseminate their services. iJakarta, which is an information service that is not limited to time and space, is the solution to the social inclusion problem, however, it still needs to improve iJakarta's features as a whole, such as increasing the capability of retrieving library materials. Additional features chat directly with librarians via iJakarta. And improved access stability. iJakarta with the addition and strengthening of these features can be a model for developing information services that are inclusive by using information technology assistance.
Hubungan Kualitas Web Kandaga Terhadap Kebutuhan Informasi Pengguna Rufaidah, Vina; Erwina, Wina; Yanto, Andri
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.745 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.2917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kualitas web Kandaga sebagai mesin pencari perpustakaan terhadap kebutuhan informasi pengguna, khususnya mahasiswa di Universitas Padjadjaran. Pengukuran kualitas web menggunakan model WebQual 4.0 dari Barnes dan Vidgen yang terdiri dari Usability, Information Quality, dan Service Interaction. Sedangkan untuk pengukuran kualitas kebutuhan informasi menggunakan teori kebutuhan informasi menurut Guha yang terdiri dari kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji korelasional Pearson Product Moment yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab akibat antara variabel X dan Y. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Populasi pada penelitian ini sebanyak 32.900 mahasiswa dengan responden berjumlah 100 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas web Kandaga terhadap kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas memiliki hubungan yang kuat 
Implementasi Knowledge Management dalam Sistem Informasi Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) Fauziyah, Nurshifa
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.976 KB) | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4123

Abstract

 Artikel ini membahas tentang penerapan knowledge management dalam sistem informasi perpustakaan di Perpustakaan Nasional RI. Artikel ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Nasional RI sudah menerapkan knowledge management dalam sistem informasinya yaitu dengan menciptakan OneSearch atau IOS. Penulis berargumen bahwa penerapan knowledge management yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI terhadap sistem informasinya didasari oleh adanya kesadaran manusia (pengelola Perpustakaan Nasional RI) atas pengetahuan dimana apa yang “diketahui” oleh masyarakat sebagai “kenyataan” dalam kehidupan sehari-hari kemudian diarahkan perhatiannya pada pembentukan kenyataan oleh masyarakat (social constructian of reality). Artikel ini berkontribusi pada kajian-kajian penerapan knowledge management dalam sistem informasi perpustakaan yang dalam pembentukannya didasari oleh kesadaran manusia pada sosiologi pengetahuan. This article discusses the application of knowledge management in library information systems in the National Library of the Republic of Indonesia. This article shows that the National Library of the Republic of Indonesia has implemented knowledge management in its information system by creating OneSearch or IOS. The author argues that the application of knowledge management carried out by the National Library of the Republic of Indonesia to its information system is based on the existence of human awareness (the manager of the National Library of the Republic of Indonesia) on knowledge where what is "known" by the community as "reality" is directed on the formation of reality by society (social constructian of reality). This article contributes to studies on the application of knowledge management in library information systems which in its formation are based on human consciousness in the sociology of knowledge.

Page 1 of 1 | Total Record : 10