JIPI: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Articles
57
Articles
​
Empat Jenis Perpustakaan Zaman "Now"

Harahap, Wahfiuddin Rahmad ( MAGISTER UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Now a day information technology is increasingly relevant to make progress and will become a problem for the librarian to manage their good library. With this fact the author make it as the problem of this article. The aim of writing this article is to describe the four types of libraries nowadays by using research method study literature obtained from various reliable sources. The results of this literature study concluded that the four types of libraries are: conventional libraries, hybrid libraries, bookless library and digital libraries Perkembangan zaman yang diikuti dengan teknologi informasi yang semakin canggih membuat perpustakaan harus mengikuti kemajuan itu dan inilah yang menjadi masalah bagi pengelola perpustakaan. Dengan kemajuan tersebut tentu istilah jenis perpustakaan memiliki tambahan tersendiri. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan empat jenis perpustakaan zaman now dengan menggunakan metode kajian literatur yang didapat dari berbagai sumber terpercaya. Hasil pembahasan pada kajian literatur ini menyimpulkan bahwa adapun empat jenis perpustakaan zaman now yaitu: perpustakaan konvensional (conventional library), perpustakaan hibrida (hybrid library),  perpustakaan bookless (bookless library) dan perpustakaan digital (digital library).

Etika Pustakawan Dengan Organisasi Profesi Pada Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman

Nuraini, . ( Universitas Sumatera Utara Medan )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research took place at the Regional Library Office of Sleman Regency. The purpose of this study was to determine the ethics of librarian relations with professional organizations in the district Library Office of Sleman Regency. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that the ethics of librarian relations in the district library office in sleman with professional organizations are well implemented even though they have not been maximally in accordance with the statement of the code of ethics on the point of librarian relations with professional organizations created by IPI Penelitian ini bertempat di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui etika hubungan pustakawan dengan organisasi profesi pada Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika hubungan pustakawan di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman dengan organisasi profesi dilaksanakan dengan baik meskipun belum maksimal sesuai dengan pernyataan dari kode etik pada poin hubungan pustakawan dengan organisasi profesi yang dibuat oleh IPI.

Pemanfaatan Library 2.0 di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia: Studi Kasus 150 Universitas terbaik di Indonesia versi Webometrics tahun 2016

Noor, Muhammad Usman ( Universitas Indonesia )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Library 2.0 is a library of services that always make user-oriented changes by inviting users to participate in service creation. Conditions of application of Library 2.0 in Indonesia results from Research-research on the implementation of Library 2.0 in Indonesia has begun in the year 2000an. In general, the application of Library 2.0 in Indonesia from previous research results is still less developed. Utilization of Library 2.0 applications can be divided into four main categories, namely information push / pull, information retrieval, information exchange and social networking. The purpose of this research is to measure the application of Library 2.0 in 172 Academic Library of Indonesia by Webometric version of 2016. This research uses library research in collecting data through survey method. As a result, social networking became the most widely used Library 2.0 application in the academic library of Indonesia with 44.04% percentage, then Information push / pull with 30.66%, Information exchange of 20.15% and the lowest information retrieval with 11.62%. This shows that there is a high utilization in some categories of Library 2.0 application utilization in Indonesian Academic Library.Library 2.0 adalah konsep perpustakaan yang mengedepankan aspek pengguna dalam memberikan pelayanannya. Pengguna turut aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan. Kondisi penggunaan Library 2.0 di Indonesia dari berbagai penelitian sebelumnya mengatakan bahwa Library 2.0 masih belum berkembang. Penggunaan konsep Library 2.0 dapat dibedakan menjadi 4 kategori utama, tarikan/dorongan informasi, penemuan kembali informasi, pertukaran informasi, dan jejaring sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur penggunaan Library 2.0 dari 172 perpustakaan akademik di Indonesia berdasarkan ranking Webometric. Penelitian ini menggunakan data primer melalui metode survey. Hasil dari penelityian ini, jejaring sosial menjadi penerapan konsep Library 2.0 terbanyak dengan nilai 44.04% dari total responden, diikuti tarikan/dorongan informasi dengan 30.66%, pertukaran informasi 20.15% dan terakhir penemuan kembali informasi dengan nilai 11.62%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan Library 2.0 yang tinggi dalam beberapa kategori dalam penyelenggaran layanan perpustakaan di perpustakaan akademik di Indonesia.

Analisis Kompetensi Arsiparis Profesional di Indonesia

Handayani, Fitri ( Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ) , Sari, Rahmita ( Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Makalah ini memberikan deskripsi konseptual dan teoritis tentang sumber daya manusia dalam sistem manajemen arsip. Memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui program arsip sumber daya manusia adalah persyaratan untuk mendorong pengelolaan arsip di lembaga arsip. Karena mereka adalah aset yang paling penting, peningkatan profesionalitas sumber daya manusia harus dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan arsip. Artikel ini sangatlah penting selain karena masih sedikitnya artikel yang membahas tentang kompetensi arsiparis di Indonesia dan hal lainnya dalam artikel ini akan memberikan wawasan dan gambaran tentang cara atau langkah  pengembangan kompetensi profesionalitas arsiparis yang bisa dilakukan karena sampai saat ini pelaksanaan pengelolaaan kearsipan di Indonesia masih belum memadai dan berdasarkan penelitian Sudiyanto pada tahun 2014 berkesimpulan bahwa penyediaan pendidikan formal kearsipan sebagai instrumen untuk mengangkat arsiparis menjadi tenaga SDM yang kompeten dan profesional masih kurang.  Semangat untuk mengelola kearsipan menjadi lebih baik lagi belum diimbangi dengan pembukaan program studi ilmu kearsipan yang cukup oleh dunia pendidikan sebagai wujud upaya penyiapan dan penyediaan SDM kearsipan yang memiliki ilmu dan pengetahuan kearsipan. Oleh karena itu dibutuhkannya banyak referensi dan artikel yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kompetensi arsiparis. This paper provide a conceptual and theoritical description about human resources in archival management system. Having knowledge and skill through human resources archival program are the requirement to encoureged archival management in archival  institution. Since they are the most important assets, the improvement of professionality of human resources has to conducted through archival training and tutoring. This article is very important because there are still few articles that discuss archivist competence in Indonesia and other things in this article will provide insights and descriptions of ways to develop archivist professional competence that can be done because until now the implementation of archival management in Indonesia is still inadequate and based on Sudiyanto's research in 2014, it was concluded that the provision of formal archival education as an instrument to appoint archivists to be competent and professional human resources was still lacking. The enthusiasm for managing archives is even better yet not yet balanced with the opening of sufficient archival science study programs by the world of education as a manifestation of efforts to prepare and provide archival HR that have archival knowledge and knowledge. Therefore, many references and articles are needed that can be a reference in developing archivist competencies.

Strategi Peningkatan Publikasi Ilmiah di Universitas Gadjah Mada

Jannah, Miftakhul ( Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Publikasi ilmiah menjadi perhatian khusus bagi perguruan tinggi. Publikasi ilmiah juga menjadi tolok ukur tercapainya tridarma perguruan tinggi. Kredibitas dan kualitas perguruan tinggi kini mulai diukur dari publikasi ilmiah yang telah dilakukan. Kehadiran database-database internasional pengindeks hasil publikasi ilmiah semakin memacu perguruan tinggi di tanah air untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas sehingga dapat terindeks dan akan berdampak pada naiknya pemeringkatan universitas di kancah internasional. Visi Universitas Gadjah Mada sebagai universitas riset kelas dunia menuntut UGM untuk terus menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Sepanjang tahun 2017. UGM telah banyak menerima penghargaan dari Kemenristek Dikti untuk bidang publikasi ilmiah. Tidak hanya itu, berbagai data telah menunjukkan peningkatan atas pemeringkatan hasil- hasil publikasi ilmiah UGM di kancah internasional. Penghargaan-pengahargaan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh sivitas akademik UGM khususnya bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M). Artikel ini akan membahas stategi-startegi yang telah dan akan dilakukan UGM untuk menjaga trend positif peningkatan hasil publikasi  ilmiah. Scientific publications are of particular concern to universities. Scientific publications also become a benchmark for achieving tertiary education. The credibility and quality of higher education is now beginning to be measured from the scientific publications that have been carried out. The presence of international databases of indexers produced by scientific publications increasingly spur universities in the country to produce quality scientific publications so that they can be indexed and will have an impact on increasing the ranking of universities in the international arena. The vision of Gadjah Mada University as a world-class research university requires UGM to continue to produce research that is beneficial for the benefit of the nation. Throughout 2017. UGM has received many awards from Kemenristek Dikti for the field of scientific publications. Not only that, various data have shown an increase in the ranking of UGM scientific publications on the international level. These awards cannot be separated from the hard work of the entire UGM academic community, especially in the field of research and community service (P2M). This article will discuss strategies that have been and will be carried out by UGM to maintain the positive trend of increasing scientific publication results

Mengembangkan Customer Relationship Marketing di Perpustakaan

Utomo, RM Endhar Priyo ( Universitas Diponegoro )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perpustakaan merupakan satu lembaga yang menyediakan jasa layanan informasi kepada para penggunanya. Selama ini, budaya layanan informasi di perpustakaan sudah berorientasi pada memenuhi kebutuhan informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini dimulai sejak perpustakaan melaksanakan kegiatan pengembangan koleksi, sampai menyediakan layanan konsultasi untuk koleksi referensi, adanya layanan di meja informasi (front office), sampai ada layanan yang khusus untuk pengguna yang khusus pula misalnya yang disebut selective dissemination of information (SDI). Semua layanan informasi di perpustakaan diwarnai oleh adanya interaksi antara staf perpustakaan dengan para penggunanya. From the descriptions above, it can be seen that the existence of a good relationship between the library and the library is very necessary. The existence of this relationship, can provide a guarantee of the sustainability of a library. The application of the CRM concept in libraries is very necessary to be able to build a good relationship between the library and the library. The development of a good relationship between the library user and library will increase the loyalty of the users to always use the library as the provider of the information they need.

Upaya Meningkatkan Layanan Pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu

Elnadi, Isran ( UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Karya ilmiah ini berjudul “upaya meningkatkan layanan pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu’’. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana upaya dalam meningkatkan layanan pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. Rumusan masalah yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan layanan pemuataka di upt perpustakaan universitas bengkulu. Metode yang digunakan yaitu, metode observasi, studi pustaka. Berdasarkan hasil pembahasan yaitu, (1) pustakawan sudah melakukan layanan dengan baik, pemustaka dapat menemukan informasi yang dibutuhkan, (2) penambahan jam layanan perpustakaan dari jam 08.00-14.00-16.30 wib, (3) pustakawan dan staf  berpenampilan menarik, ramah dan sopan, (4) adanya variasi layanan, (5)  pemberian hadiah kepada pemustaka, (6) kelengkapan koleksi dan fasilitas yang mendukung, (7) keamanan dan kenyamanan pemustaka perpustakaan. (8) adanya kerjasama dengan pihak lain. The title of this sciencetific writing is “The effort to increase library service in UPT Library Universitas Bengkulu”. The objective of this writing is to know how is the effort in increasing the service of librarian in UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. The problem in the research is how is the effor in increasing the service of librarian in UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. The method of the reseach is observational method. Based on result and discussion, there are (1) Librarian has done good services that the library user can find the information they need; (2) Adding hour for service in the library from 08-00 to 16.30, (3) The librarian and staf use polite clothes. (4) There are variations of service; (5) Rewards for library user; (6) Supportive facilities and collections. (7) Security and comfortability of the library (8) There is relation with other libraries.

Pentingnya Arsip sebagai Sumber Informasi

Fathurrahman, Muslih ( Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Arsip, merupakan salah satu sumber informasi penting yang dapat menunjang proses kegiatan administrasi maupun birokrasi. Sebagai rekaman informasi dari seluruh aktivitas organisasi, arsip berfungsi sebagai pusat ingatan, alat bantu pengambilan keputusan, bukti eksistensi organisasi dan untuk kepentingan organisasi yang lain. Berdasarkan fungsi arsip yang sangat penting tersebut maka harus ada manajemen atau pengelolaan arsip yang baik sejak penciptaan sampai dengan penyusutan. Arsip sebagai sumber informasi sudah bukan saatnya lagi bersifat tertutup. Dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa memori, tanpa kepastian hukum, tanpa sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa ilmu pengetahuan, serta tanpa identitas kolektif. Makalah ini merupakan kajian pustaka, yang mana penulis mengumpulkan data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan arsip sebagai sumber informasi. Tujuan dari makalah ini adalah untuk meriview kembali hakikat-hakikat sebuah arsip sebagai sumber informasi, terutama bagi lembaga yang menaunginya Archives is one of the important resources that can support the process of administration and bureaucracy. For recorded information on all activities of the organization, serves as the central archive memory, decision-making tools, evidence of the existence of the organization and for the benefit of other organizations. Based on the archive function is very important that there should be management or records management is good since the creation of up to shrink age. Archives as the source of the information is not the time to be closed. Without the archive world is a world without memory, without legal certainty, without history, without culture and without knowledge, and without a collective identity. This paper is a literature review, which the authors gathered data from the literature relating to the archive as a source of information. The purpose of this paper is to review the nature of an archive as a source of information, especially for the institutions that shelter it.

Spasialisasi dan Strukturasi Dalam Transformasi Layanan Referensi Perpustakaan XYZ

Soemarto, Indira Irawati ( Universitas Indonesia )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fenomena digitalisasi layanan referensi di Perpustakaan XYZ telah berlangsung selama lebih dari satu dasawarsa dimulai sejak awal tahun 2000-an. Keberadaaan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital yang diimplementasikan di Perpustakaan XYZ telah mendobrak batasan jarak dan waktu layanan perpustakaan. Fitur remote akses yang difasilitasi oleh Perpustakaan XYZ memudahkan ruang gerak pemustaka dan pengelola perpustakaan. Fokus penelitian ini pada bagaimana transformasi layanan referensi dari konvensional atau manual ke digital membentuk ulang kompleksitas relasi manusia dan teknologi, relasi kuasa antara pemustaka dan pustakawan, serta diantara pengelola perpustakaan, dalam bingkai kajian ekonomi politik oleh Vincent Mosco (2009). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara langsung dan melalui email. Informan dalam penelitian adalah pustakawan layanan referensi, pemustaka mahasiswa S3, dan para guru besar. Dalam kerangka teori ekonomi politik mosco, praktik komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi juga terjadi dalam kegiatan tata kelola Perpustakaan XYZ. Komodifikasi pemustaka dan individu-individu yang terlibat dalam program kegiatan Perpustakaan XYZ adalah bentuk implementasi komodifikasi khalayak menurut Mosco. Sedangkan komodifikasi website Perpustakaan UI merupakan bentuk praktik komodifikasi media dalam teori ekonomi politik Mosco. Praktik komodifikasi khalayak dan media di Perpustakaan XYZ merupakan modal yang digunakan pengelola untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka dan juga eksistensi diri pengelola kepada pimpinan universitas.Kata Kunci: Layanan referensi, transformasi perpustakaan, spasialisasi, strukturasi, ekonomi politik Vincent Mosco 

Literasi Media: Analisis Isi Terhadap Tayangan Televisi Pesbukers

Nizomi, Khairin ( UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta )

JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.685 KB)

Abstract

Many people complain broadcasting program and also reprimanded KPI prove if the feasibility content broadcast in Indonesia is still relatively low.  To filter those impressions, it is necessary to carry out media literacy education, media activists, teachers, community figures, students and etc. Understand the rules and ethics relating to television. This understanding is important for educational media literacy activists to be able to criticize various impressions that violate rules and media ethics in Indonesian. The purpose of this study is to know the violations committed against the impressions pesbukers standard broadcast program, so they will know how to apply the SPS in the event. The analysis was conducted using content analysis method to pesbukers impressions that aired on March 22, 2018. The results of the study found that pesbukers impressions made several violations. In the episode found several violations such as norms of decency, decency, violent scenes, harsh expressions, and insults. Broadcast Program Standards (SPS) that should be the guidelines in the implementation of the broadcasting world is not carried out optimally.Banyaknya program penyiaran yang dikeluhkan masyarakat dan juga mendapat teguran KPI membuktikan jika kelayakan isi siaran di Indonesia sebenarnya masih relatif rendah. Untuk memfilter tayangan-tayangan tersebut perlu melaksanakan Pendidikan melek media maka para pegiat media baik guru, tokoh-tokoh masyarakat, mahasiswa dan sebagainya. Memahami tentang peraturan dan etika yang berkaitan dengan televisi. Pemahaman ini penting bagi para pegiat pendidikan melek media agar mampu melakukan kritik terhadap berbagai tayangan yang melanggar aturan dan etika media yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan tayangan pesbukers terhadap standar program siaran, sehingga akan diketahui bagaimana penerapan SPS dalam acara tersebut. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi terhadap tayangan Pesbukers yang tayang pada 22 Maret 2018. Hasil penelitian menemukan bahwa tayangan Pesbukers melakukan beberapa pelanggaran. Pada episode tersebut ditemukan beberapa pelanggaran seperti norma kesopanan, kesusilaan, adegan kekerasan, ungkapan kasar, dan makian. Standar Program Siaran (SPS) yang seharusnya menjadi pedoman dalam penyelenggaraan dunia penyiaran tidak dilaksanakan secara maksimal