cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2018): November 2018" : 8 Documents clear
MODEL PROGRAM MUMTĀZ SCHOOL DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN ISLAMI: (Studi Deskriptif di SMP Al-Azhar Syifa Budi Parahyangan Tahun Ajaran 2016-2017) Fitriani, Anisha Nur; Rizal, Ahmad Syamsu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16751

Abstract

Personality coaching is common in every school. But not all schools have the same characteristics in carrying out personality coaching. SMP Al-Azhar Syifa Budi Parahyangan is one of schools that carries out coaching with the model of Mumtāz School Program. The program is a model of student personality development designed and developed by Al-Azhar Syifa Budi. The importance of this research is to know the model of Islamic personality development by using the model of Mumtāz School Program. This research uses qualitative approach with descriptive method. The data collection is done by interview method, observation, and documentation study. The resultof this research shows that the Mumtāz School Program is an excellent coaching model in fostering Islamic personality of the students. Pembinaan kepribadian merupakan hal yang umum dilaksanakan di setiap sekolah. Namun tidak semua sekolah memiliki karakteristik yang sama dalam melaksanakan pembinaan kepribadian. SMP Al-Azhar Syifa Budi Parahyangan adalah salah satu sekolah yang melaksanakan pembinaan dengan model Program MumtāzSchool yang merupakan model pembinaan kepribadian siswa yang dirancang dan dikembangkan oleh Al-Azhar Syifa Budi. Pentingnya Penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembinaan kepribadian Islami dengan menggunakan model Program MumtāzSchool tersebut. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Adapun pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Program Mumtāz School adalah model pembinaan yang sangat baik untuk membina kepribadian Islami peserta didiknya.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DAN JIWA NASIONALIS Isgandi, Yiyin; Prasodjo, Pandu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16735

Abstract

The quality of Islamic Religion Education textbooks is still considered to be minimum. It has not been effective yet and been less valuable for pre-teacher students in teacher training and education university. This research aims to develop the PAI textbook based on characters education and nationalist soul in order to reduce radicalization towards religious understanding. Research method used in this research was research and development. The subjects and objects of this paper were PAI textbook and students of STKIP Al-Hikmah Surabaya. The data collected were analyzed both qualitatively and quantitatively. The results show that the book meets the needs of pre-teacher students. The students’ responses towards the effectiveness, the quality, the standardization, and the value of developed PAI Textbook products is higher than the old book. The newest handbook average percentage is 85% compared to the old book, which shows 50% in percentage. This book is very valid and worth to use. The results of joint validation according to the expert reviewers and the students indicate that this book is suitable to use and it is categorized as "Very Good" which has 4.32 or 86% percentage in average score.Buku Ajar Pendidikan Agama Islam masih memiliki kualitas standar minimal, belum efektif, dan kurang bernilai tambah bagi calon pendidik di perguruan tinggi keguruan dan ilmu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Ajar PAI berbasis pendidikan karakter dan jiwa nasionalis sebagai upaya deradikalisasi pemahaman agama. Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan. Subjek dan obyek penelitian adalah Buku Ajar PAI dan mahasiswa STKIP Al-Hikmah Surabaya. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini memenuhi kebutuhan calon pendidik. Nilai rata-rata respon mahasiswa terhadap efektifitas, kualitas, standarisasi, dan nilai tambah produk buku PAI baru lebih tinggi daripada buku lama. Persentase skor rata-rata buku baru 85%,  lebih tinggi daripada buku lama 50%. Buku ini juga sangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil validasi menurut pakar ahli dan mahasiswa menunjukkan buku ini layak digunakan dengan predikat “Sangat Baik” dengan skor rata-rata 4,32 atau persentase 86%. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TOLERANSI DI SEKOLAH: Sebuah Kearifan Lokal di Sekolah Nahdlatul Ulama Dianita, Gita; Firdaus, Endis; Anwar, Saepul
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16752

Abstract

The research discusses tolerance education through the teaching and learning of Kema'arifan (wisdom) at SMA (Senior High School) Ma'arif Bandung. In contrast to other studies, this research will be more focused on discussing the process of inculcating tolerance values in schools with the background of Nahdatul Ulama (NU). The research will describe how teachers convey tolerance values through classroom teaching and learning. The research employed qualitative method with data collection techniques of interview, observation, and documentary study. The results show that Kema'arifan instruction can provide deeper knowledge about Islam, aswaja, and other groups. In the teaching and learning process, teachers convey the values of tolerance through lecture, and question- answer methods. Penelitian ini membahas tentang pendidikan toleransi melalui pembelajaran mata pelajaran Kema’arifan di SMA Ma’arif Bandung.Berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian ini akan lebih membahas tentang suatu proses penanaman nilai toleransi di sekolah yang berlatar belakang organisasi Nahdatul Ulama (NU). Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara guru dalam menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui suatu proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kema’arifan mampu memberikan pengetahuan secara lebih mendalam tentang Islam, aswaja, serta golongan-golongan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui metode ceramah dan tanya jawab.
EFEKTIVITAS METODE USWAH ḤASANAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI (Studi Eksperimen di SMPN 29 Bandung) Maesaroh, Siti; Abdussalam, Aam; Surahman, Cucu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16737

Abstract

This research is motivated by the fact that the learning process of Islamic Religious Education (PAI) is still experiencing various obstacles, one of which is the formation of moral students. The most important goals of learning PAI is the formation of morals students. To overcome these problems it is necessary to apply an appropriate and effective teaching methods for student development. The purpose of this study is to know how far the effectiveness of Uswah Ḥasanah method in learning PAI to improve akhlakul karimah. The research method used is quasi experimental with quantitative approach of non-equivalent control group design (not equivalent) research design. Techniques used in data collection are questionnaire, observation, and documentation. The result of this reasearch is that Uswah Ḥasanah Method is very effective in improving the Akhlakul Karimah of the student.  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih mengalami berbagai kendala, salah satunyaadalah pembentukan akhlak siswa. Satu tujuan yang paling utama dari pembelajaran PAI itu adalah pembentukan akhlak siswa.Untuk menanggulangi masalah tersebut maka perlu diterapkan suatu metode pengajaran yang tepat dan efektif untuk perkembangan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana efektivitas metode Uswah Ḥasanah  dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan akhlakul karimah.Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif desain penelitian non-equivalent control group design ( tidak ekuivalen). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Daripenelitianinidapatdisimpulkan bahwa penerapan Metode Uswah Ḥasanahini sangat efektif dalam meningkatkan Akhlakul Karimah Siswa.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MAHMUD YUNUS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH Nurza, Ashfira; Rahmat, Munawar; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16753

Abstract

This research aims to find the concept of education according to Mahmud Yunus and its implication to Islamic Religious Education at school. This research is library research by using qualitative-descriptive approach. Based on this research, it is known that Islamic Education goal according to Mahmud Yunus is to form noble character (akhlak mahmudah) of the students and they are experts in both general and religious sciences. Materials of Islamic Education in Mahmud Yunus’ view in geleral can be divided ito three: math, skill,and drawing. In specific, Mahmud Yunus divides materials of Islamic Education based on levels of education.Methods of Islamic Education to him are story telling, question-answer, discussion, modelling, accustoming, and speech. The last, evaluation of Islamic Education used are school examination, general examination, and modern examination. The concept of education according to Mahmud Yunus, in the researchers’ view has implication to the process of Islamic Religious Education insctruction at school, either in the goal, materials, method, or in the evaluation.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus dan  implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tujuan pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus adalah membentuk akhlak mulia peserta didik dan peserta didik dapat dihandalkan dalam ilmu umum dan ilmu agama.Materi pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus secara umum dibagi menjadi tiga yaitu matematika, keterampilan, dan melukis. Secara khusus Mahmud Yunus membagi materi Pendidikan Islam berdasarkan tingkat pendidikan.Metode pendidikan Islam yaitu metode kisah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode teladan, metode pembiasaan dan metode ceramah. Evaluasi pendidikan Islam yang digunakan yaitu berupa ujian sekolah, ujian umum, dan ujian modern. Konsep pendidikan Islam perspektif Mahmud Yunus ini memiliki implikasi terhadap proses pembelajaran PAI di sekolah, baik pada tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (Studi Kasus Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN 31 Padang) Adriantoni, Adriantoni; Fitrianis, Fitrianis
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16749

Abstract

The background of this study is the change of curriculum to 2013 Curriculum, this change gives certain difficulty for the teacher because the change of the way to make Lesson Plan, especially in assessment that should made specially by the teacher. The result of the study shows that (1) the problematic that foun of the teacher of islamis study  in planning is lack of understanding of the concepts that exist in 2013 curriculum, in learning practice is lack of teacher expertise in stimulating students' thinking in learning activities, (2) the problematic that foun of the teacher of islamis study  in assessing while the learning process is too many types of assessments in the 2013 curriculum, (3) the solutions that faced and feelt by the teacher and the writer are give the reward, follow the trainings about 2013 curriculum, sharing between the teachers, follow the sosialisation, follow the MGMP, and the thers that can rise the teacher knowledge.Latar belakang penelitian adalah terjadinya perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013,perubahan tersebut memberikan kesulitan tersendiri bagi guru dikarenakan adanya perubahan dalam pembuatan RPP terutama dalam aspek penilaian yang harus dirancang secara khusus, hal ini memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru terlebih yang belum mendapat pelatihan maksimal mengenai kurikulum 2013. Berdasarkan  penelitian disimpulkan bahwa (1) problematika yang dihadapi guru PAI dalam perencanaan kurang memahami konsep yang ada pada kurikulum 2013 dan dalam pelaksanaan pembelajaran kurang keahlian guru dalam meransang pemikiran peserta didik pada kegiatan pembelajaran, (2) problematika  yang dirasakan guru PAI dalam penilaian pembelajaran dalam kurikulum2013 kurangnya waktu dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sulitnya penilaian dan serta terlalu banyaknya jenis penilaian dalam kurikulum 2013 khususnya pada penilaian sikap, (3)solusi terhadap problematika implementasi kurikulum 2013 yang dihadapi atau dihadapi guru PAI di SMPN  31 Padangdengan cara melakukan pendekatan serta memberikan hadiah (reward), mengikuti pelatihan-pelatihan terkait Implementasi Kurikulum 2013, sharing antar sesama guru, mengikuti sosialisasi, MGMPlain sebagainya yang sekiranya bisa menunjang pemahaman guru.  
MODEL PEMBINAAN KEAGAMAAN DI ASRAMA BINA SISWA SMA PLUS CISARUA PROVINSI JAWA BARAT Yusup, Abdurrohman; Suresman, Edi
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16754

Abstract

This research was motivated by the important role of dormitory that wasable to produce the students with many achievements, but there still haveproblems, such as: dating, bulying, and stealing. The purpose of this research is to find out the model of religious guidance at Bina SiswaDormitrory SMA PlusCisarua West Java. This research was conducted with qualitative approach and descriptive case study design. Data collection was done by interview technique, observation, dandocumentation study. The results of this research are: (1) Religious guidance program is divided into two agenda namely daily and weekly activities, (2) The implementation of religious guidance includes the practice of praying congregation, tadarus al-Quran, student lecture, tahajud prayer, muhadhoroh (speech), muhadasah(conversation),tausiyah, guidance of worship, fasting on Monday and Thursday, tahsin, memorizing al-Quran and etc, (3) The religious guidance can increasethe understanding and implementation of religious confidence of the students, and can decline the level of serious violation of students.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran asrama yang mampu menghasilkan siswa-siswi unggul dan berprestasi, namun di sisi lain masih ditemukan kasus penyimpangan siswa, misalnya berpacaran, bulying, danmencuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembinaan keagamaan di Asrama Bina Siwa SMA Plus Cisarua Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumentasi. Penelitian berkesimpulan bahwa: (1) Pembinaan keagamaan ini mengadopsi sistem kepesantrenan, dengan program kegiatan harian dan mingguan, serta program ekstrakulikuler keagamaan, (2) Pelaksanaan pembinaan keagamaan ini antara lain: shalat berjama’ah, tadarus Al-Qur`an, kultum siswa, shalat tahajud, muhadhoroh (pidato), muhadatsah (percakapan), tausiyah, bimbingan ibadah, puasa Senin-Kamis, tahsin, dan hafalan qur`an, (3) Pembinaan keagamaan tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman dan pengamalan keagamaan siswa, serta menurunkan tingkat pelanggaran berat siswa.
KONSEP PENDIDIKAN PADA KISAH NABI KHIDIR AS DENGAN NABI MUSA AS DALAM ALQURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN ISLAM Syaripudin, Ahmad; Asyafah, Abas; Supriadi, Udin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i2.16750

Abstract

Essentially, education is the process of optimally guiding and developing human potentials, both the soul and mind or heart. Alquran provides comprehensive and integrative guidance for human beings in terms of their education, where there is no dichotomy, but rather unity and totality. The proof of this perfection of Alquran is reflected in the education concept from history of Nabi Khidir as with Nabi Musa as. In this research, the researcher attempts to explore and understand the education concept from history of Nabi Khidir as with Nabi Musa as in Alquran by referencing Tafsir Mu’tabaroħ. It adopted qualitative approach, employing the procedural methods of tahlīlī  and muqāran, with literature review as data collection technique. The data were analyzed textually, employing dilālaħ and munāsabaḥ. The implications of this history of Nabi Khidir as with Nabi Musa as concept on Islamic education concep apply to: educators, students, goals, roles, principles, methods, materials, and media of education.Pendidikan merupakan proses pembinaan dan pengembangan potensi manusia secara optimal, baik menyangkut jiwa, akal dan hatinya. Alquran memberikan bimbingan secara komprehensif dan integratif terhadap manusia dalam kaitannya terhadap pendidikan, di mana tidak ada dikotomi, melainkan kesatuan dan keseluruhan dalam pendidikan. Bukti dari kesempurnaan Alquran tersebut tergambar pada konsep pendidikan pada kisah Nabi Khidir as dengan Nabi Musa as. Di dalam penelitian ini, peneliti berupaya menggali dan memahami konsep pendidikan pada kisah Nabi Khidir as dengan Nabi Musa as dalam Alquran dengan merujuk kepada Kitab Tafsir  Mu’tabaroħ. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan secara prosedural metode yang digunakan adalah metode tahlīlī dan muqāran, dengan teknik studi pustaka dalam pengumpulkan data. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis teks dengan menggunakan dilālaħ dan munāsabaḥ. Adapun implikasi konsep pendidikan pada kisah Nabi Khidir as dengan Nabi Musa as dalam Alquran terhadap konsep pendidikan Islam meliputi; pendidik, peserta didik, tujuan, metode, materi dan media pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8