cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2016): May 2016" : 8 Documents clear
KONSEP BERPIKIR (AL-FIKR) DALAM ALQURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH (Studi Tematik tentang Ayat-ayat yang Mengandung Term al-Fikr) Hidayat, Taufik; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3455

Abstract

Pendidikan harus menghasilkan siswa yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan mempunyai karakter yang baik. Berpikir merupakan aktivitas manusia yang sangat mendasar untuk pembinaan dan pengembangan diri. Para ilmuan, ahli pendidikan bahkan Alquran telah mengemukakan pentingnya memberdayakan kemampuan berpikir khususnya dalam pendidikan. Akan tetapi kenyataan tersebut kurang disadari sebagian besar umat muslim sehingga masih tertinggal dibandingkan umat lain. Padahal berpikir adalah sumber kekuatan untuk meraih peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep berpikir dalam Alquran kemudian dicari implikasinyaterhadap pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengoperasikan metode tafsir mauḍu’ī, dengan menelusuri dan menganalisis seluruh termالفكر(al-fikr) dalam Alquran. Data primer penelitian ini adalah ayat-ayat dengan termالفكر(al-fikr), sedangkan data sekunder adalah tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Penelitian ini menemukan:tujuan berpikir dalam Alquran yaitu, 1) mendapatkan kebenaran, 2) mengamalkan syariat Islām, 3) lebih dekat dengan Allāh Swt, dan terakhir 4) berakhlak baik. Kedudukan berpikir dalam Alquran yaitu sangat dimuliakan, mendapat rahmat, dan tehindar dari azab Allāh. Selain itu adapula cara berpikir menurut Alquran yaitu; 1) berpikir dengan hati yang bersih, 2) berpikir dengan logika atau akal yang benar disertai bimbingan wahyu, 3) berpikir luas dengan cara yang sederhana agar mudah dipahami, 4) terbuka dengan pemikiran orang lain, dan terakhir, 5) berpikir dari proses hingga dampak yang dihasilkan. Adapun manfaat berpikir yang dimaksud dalam Alquran yaitu, 1) mengetahui hikmah dari syariat Islām, 2) mengetahui hikmah dan tujuan ciptaan Allāh Swt, 3) termotivasi melakukan kebaikan, 4) diangkat derajatnya, 5) terhindar dari hawa nafsu, dan 6) mendapat ilmu pengetahuan. Berdasarkan penelitian ini, konsep berpikir dalam Alquran memiliki ilmplikasi terhadap rancangan, perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran PAI di sekolah.
USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus di MTS AL-INAYAH Bandung) Rosita, Rosi; Rahmat, Munawar; Hermawan, Wawan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3460

Abstract

Usaha Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di MTs Al-Inayah Bandung. Latar belakang penelitian ini adalah lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah masih mengalami kendala dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek mulai dari tujuan kurikulum, tenaga pendidikan, metodologi pembelajaran, sarana prasarana, dan evaluasi, secara keseluruhan masih mengandung permasalahan yang hingga kini belum dapat dipecahkan secara tuntas. Untuk itu dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di madrasah diperlukan leadership yang kuat dari kepala sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi: 1) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, 2) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sarana prasarana pendidikan, 3) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran, dan 4) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi siswa di MTs Al-Inayah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menggunakan tiga instrumen penelitian, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) MTs Al-Inayah Bandung sudah mengalami peningkatan mutu yang baik. Dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang handal, MTs Al-Inayah Bandung kini dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di garda depan dan mampu menghasilkan output yang berprestasi. 2) Usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu: a) meningkatkan profesionalisme guru dengan menciptakan aturan bagi guru, menempatkan guru sesuai kemampuannya, memberi kepercayaan dan motivasi, melakukan pembinaan. b) meningkatkan mutu sarana prasarana melalui pembenahan sarana prasarana, melakukan kerjasama dengan lembaga/instansi lain dalam pengadaan sarana prasarana. c) meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan mengembangkan model pendidikan yang Islami, membenahi metode pembelajaran, menata mutu kurikulum. d) meningkatkan prestasi siswa dengan mengadakan kegiatan pemantapan, pelajaran tambahan, kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar, membimbing guru agar menciptakan pembelajaran efektif, menciptakan budaya sekolah yang disiplin, menyediakan berbagai ekstrakurikuler, mengirimkan siswa dalam berbagai perlombaan.
PEMBINAAN KEISLAMAN BAGI ANGGOTA PNS DAN POLRI DI KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT Moriska, Bella; Supriadi, Udin; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3456

Abstract

Penelitian ini tentang pembinaan keislaman di Kepolisian Daerah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembinaan keIslāman yang ada diKepolisian Daerah Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian bertempat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta No. 748 Bandung, Jawa Barat 40000, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan disempurnakan dengan triangulasi.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Pembinaan keIslāman didirikan atas perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia berupa surat perintah yang berbentuk telegram mengenai optimalisasi giat pembinaan mental, (2) Program pembinaan keIslāman ini terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu pembinaan rohani Islām harian, pembinaan rohani Islām mingguan dan pembinaan rohani Islām hari besar, (3) Pelaksanaan Pembinaan keIslāman dibagi menjadi tiga bagian yaitu pelaksanaan pembinaan rohani Islām harian berupa kegiatan kuliah tujuh menit rutin setelah ba’da żuhur, pelaksanaan pembinaan rohani Islām mingguan mingguan berupa kegiatan kajian rutin yang dilaksanakan setiap hari kamis setelah apel pagi, dan pelaksanaan pembinaan rohani Islām pada hari-hari besar Islām dilaksanakan ketika hari jum’at dan hari-hari besar Islām lainnya, (4) Faktor pendukung kegiatan pembinaan keIslāman diantaranya adalah support dari pimpinan berupa ketauladanan dan faktor penghambat kegiatan ini adalah pekerjaan yang tidak menentu dari masing-masing anggota, serta tidak adanya sanksi dan tekanan dari pemimpin membuat kesadaran mereka semakin berkurang, (5) Hasil dari pembinaan ialah semakin berkurangnya anggota dan PNS Polri di Kepolisian Daerah Jawa Barat yang melakukan penyimpangan atau melanggar kode etik.
STUDI REALITAS PENGUASAAN TEORI DAN PRAKTEK TAJWĪD DI KALANGAN MAHASISWA PRODI IPAI FPIPS UPI ANGKATAN 2012-2014 Haelani, Risa; Anwar, Saepul; Supriadi, Udin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3461

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa guru yang professional khususnya guru PAI sangatlah penting. Bagi guru PAI, menguasai ilmu tajwīd adalah keharusan. Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) UPI Bandung adalah prodi yangmencetak calon-calon guru PAI. Akan tetapi di IPAI itu sendiri tidak ada mata kuliah yang secara khusus mengkaji tentang ilmu tajwīd, padahal penguasaan ilmu tajwīd merupakan salah satu indikator untuk mencetak guru PAI yang professional.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atau realitas penguasaan teori dan praktek tajwīd di kalangan mahasiaswa/mahasiswi prodi IPAI FPIPS UPI angkatan 2012-2014 serta hal yang mempengaruhi realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengungkap realitas penguasaan teori dan praktek tajwīd di kalangan mahasiswa/mahasiswi prodi IPAI FPIPS UPI. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan dua metode yaitu angket dan tes. Dalam analisis data, peneliti menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensia.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran atau realitas bahwa penguasaan teori dan praktek tajwīd di kalangan mahasiswa/mahasiswi prodi IPAI FPIPS UPI ini belum begitu baik. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa variabel teori tajwid yang belum  mereka ketahui seperti sifat khuruf, bacaan musykilat dan tanda wakaf. Selain itu, dalam praktek tajwid, peneliti menggunakan alat ukur dengan tes membaca al-Qur’an dan hasilnya mereka belum benar-benar mencapai pada tingkat fasih atau pun tahsīn. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut bisa dikatakan karena latar belakang mahasiswa/mahasiswi prodi IPAI FPIPS UPI ini mayoritas tidak memiliki latar belakang keagamaan (Pesantren).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIP BOOK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 4 BANDUNG Wahyuliani, Yuli; Supriadi, Udin; Anwar, Saepul
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3457

Abstract

Sebagaimana kehidupan, dunia pendidikan tidak luput dari suatu permasalahan. Termasuk permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Terkadang dalam beberapa kesempatan, siswa mengidentikkan pembelajaran PAI dengan mengantuk dan monoton, sehingga beberapa siswa kurang menguasai materi pembelajaran PAI. Kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam materi-materi PAI, menjadi salah satu permasalahan yang diindikasikan membuat siswa kurang menangkap materi pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai inovasi dalam proses pembelajaran PAI adalah flip book. Flip book merupakan lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 11 x 13 cm. Media ini bisa digunakan perindividu atau kelompok. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaranflip book terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan budi pekerti di SMA Negeri 4 Bandung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan quasi experimental design. Adapun jenis desain eksperimen semu dari penelitian ini yaitu desain nonequivalent control group design, dimana kelompok eksperimen maupun kontrol  tidak dipilih secara random. Untuk instrumen yang digunakan berupa tes objektif  ranah kognitif dengan bentuk soal pilihan ganda. Sedangkan, untuk analisis data meliputi analisis uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan gain ternormalisasi, uji t-test yang terdiri dari uji paired sample test dan uji independent sample test. Hasil pengolahan data dengan uji independent sample test, data post-test kelas eksperimen dan kontrol, menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,617 > 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan, jika nilai sig.(2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, media pembelajaran flip book yang digunakan oleh kelas eksperimen, tidak lebih efektif dari kelas kontrol dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Bandung.
PERAN GURU DALAM MEMBINA ETOS BELAJAR MELALUI MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH (Studi Kasusdi SMA Negeri 1 Susukan Cirebon Kelas X Semester Genap Periode Tahuan 2014-2015) Melawati, Nur; Asyafah, Abas; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3462

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina etos belajar siswa. Semua guru mata pelajaran harus memberikan dorongan belajar agar peserta didik memiliki etos belajar yang baik.Begitupun dengan guru PAI yang mempunyai tanggung jawab dengan menyampaikan sesuatunya dengan benar sesuai dengan yang diajarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan adanya etos belajar diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan semangat belajar tidak hanya pada mata pelajaran PAI, tetapi juga pada mata pelajaran lainnya, dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.Itulah mengapa peneliti melakukan penelitian tentang peran guru dalam membina etos belajar melalui mata pelajaran PAI di sekolah dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran guru dalam membina etos belajar di SMANegeri 1Susukan.Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, triangulasi dan analisis data.  Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan etos belajar dalam pembelajaran PAI di SMANegeri 1Susukan menumbuhkan etos belajar peserta didik dan dapat diterapkan dalam kesehariannya. Pengorganisasian etos belajar di mana guru sebagai organisator dan mempunyai peran menyampaikan materi sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam bentuk RPP. Pelaksanaan etos belajar melalui mata pelajaran PAI sendiri menggunakan media yang sudah difasilitasi sekolah dengan metode yang sesuai dengan silabus di mana di metode tersebut berupa diskusi, discovery, incuiry, dan ceramah.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM QS. AL MĀ’ŪN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI PERSEKOLAHAN (Studi Tafsīr tentang QS. al-Mā’ūn) Noviana, Nabila Fajrina; Abdussalam, Aam; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3458

Abstract

Alquran diyakini mengandung banyak nilai-nilai pendidikan baik bersifat implisit maupun eksplisit. Di dalamnya terdapat ayat-ayat untuk membimbing dan mendidik manusia agar senantiasa berada di jalan yang lurus. Akan tetapi kenyataannya, penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Alquran ini masih terhitung sedikit. Dan seringkali terlupakan pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI di persekolahan. Padahal Alquran merupakan pedoman sebagai sumber nilai yang utama bagi umat Islām. Qs. Al Mā’ūn adalah salah satu surat yang sangat penting. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pendapat para mufasir mengenai isi kandungan Qs. Al Mā’ūn; (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn dan (3) Implikasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn terhadap pembelajaran PAI di Persekolahan.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tafsir mauḍū’i. Peneliti berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data-data yang relevan dengan cara menyajikan data dan menganalisis sehingga ditemukan penemuan mengenani nilai-nilai pendidikan dalam Qs. Al Mā’ūn. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Library Research). Data sekunder penelitian ini adalah tafsir, buku, jurnal dan literatur lain yang menunjang. Kemudian teknik analisis menggunakan kaidah dilālah al-lafẓ dan munāsabaħ.Adapun nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn, yaitu: Pendidikan Aqidah (Agar tidak termasuk pada orang-orang munafik yang cenderung menyepelekan agama/mendustakan agama), Pendidikan Ibadah Jalur Vertikal (Larangan melalaikan ṣalāt dengan melatih keikhlasan dalam beribadah) dan Jalur Horizontal (Memperhatikan anak yatim serta senantiasa membantu orang miskin), serta Pendidikan Akhlak (Larangan berbuat riya dan menjauhi sifat kikir). Berdasarkan penelitian ini, nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Qs. Al Mā’ūn memiliki implikasi terhadap tujuan, metode dan pendidik dalam pembelajaran PAI di persekolahan.
IMPLIKASI KONSEP ŪLŪL ‘ILMI DALAM AL-QUR`ĀN TERHADAP TEORI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Analisis Terhadap Sepuluh Tafsīr Mu’tabarah) Budiyanti, Nurti; Rizal, Ahmad Syamsu; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3459

Abstract

Sejatinya, pendidikan merupakan proses pembinaan dan pengembangan potensi manusia secara optimal, bai menyangkut jiwa, akal dan hatinya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus mampu menyentuh semua hal tersebut. Hal yang kontradiktif terjadi dalam dunia pendidikan, menunjukkan masih kurangnya kesadaran moral dan spiritual para pelajar serta orang-orang terdidik di Indonesia. Hal ini disebabkan pada praktiknya, sekolah hanya mengejar kelulusan dan intelektualitas peserta didik saja, sehingga tujuan yang dicapaipun bersifat parsial, tidak keseluruhan. Hasilnya pun pendidikan hanya sebatas transfer of knowledge, padahal aspek moral dan spiritual harus menjadi aktualisasi ilmu yang dimilikinya. Al-Qurān memberikan bimbingan secara komprehensif dan integratif terhadap manusia dalam kaitannya terhadap pendidikan, dimana tidak ada dikotomi, melainkan kesatuan dan keseluruhan dalam pendidikan. Bukti dari kesempurnaan al-Qurān tersebut tergambar pada konsep ūlūl ‘ilmi. Di dalam penelitian ini, peneliti berupaya menggali dan memahami konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurān dengan merujuk kepada sepuluh Tafsīr  Mu’tabaroħ, yang diantaranya ialah: Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Tafsīr Fi Ẓilalil Qur`ān, Tafsīr Ibn Kaṡīr, Tafsīr Aṭ-Ṭabari, Tafsīr Al-Qurṭubi, Tafsīr Al-Maraghi, Tafsīr Al-Aiṡar, Tafsīr Al-Mizan, Tafsīr Al-Azhar, dan Tafsīr At-Taḥrir Wa Tanwir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurānyang meliputi makna,karakteristik, peran dan fungsi ūlūl ‘ilmi, serta implikasinya terhadap teori pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan secara prosedural metode yang digunakan adalah metode tahlīlīdan muqāran, dengan teknik studi pustaka dalam pengumpulkan data. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis teks dengan menggunakan dilālaħ dan munāsabaḥ. Berdasarkan penemuan dan analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa makna ūlūl ‘ilmi  ialah seseorang yang memiliki ilmu berdasarkan realitas, berwawasan luas, kecerdasannya mampu mencapai makrifat, dan hatinya teguh bertauhid karena memiliki tingkatan khasyyah seperti para ulama. Adapun implikasi konsep ūlūl ‘ilmi terhadap teori pendidikan Islam meliputi; pendidik, peserta didik, tujuan, peran, fungsi, prinsip, metode, materi dan media pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8