cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2014): May 2014" : 8 Documents clear
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Fikri, Luthfi Khairul; Rahmat, Munawar; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3760

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Oleh karena itu, pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana Perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pengajaran Agama Islam dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional.
PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP/SL (SEKOLAH LINGKUNGAN) DI SEKOLAH ALAM DAGO, BANDUNG Pratiwi, Agis Aji; Rahmat, Munawar; Fakhruddin, Agus
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3765

Abstract

Sekolah merupakan tempat untuk menimba ilmu dan mencetak para generasi bangsa. Banyak hal yang didapatkan dari sekolah melalui program-program atau kegiatan yang ada di sekolah tersebut, namun program atau kegiatan itu sebagian besar hanya mengacu pada pembelajaran kognitif, sehingga sikap atau norma siswa menjadi kurang terbina dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui perencanaan pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 2) Mengetahui substansi materi pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 3) Mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 4) Mengetahui hasil pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumentasi. Perencanaan penelitian ini dibuat oleh kepala sekolah dengan tambahan saran dari guru dan orangtua siswa yang dilakukan diawal dan akhir semester, sumber penentuan point akhlak diadopsi dari al-Qur’an, hadits dan care value (nilai inti). Substansi atau inti dari materi akhlak didapatkan dari berbagai sumber buku, namun tetap mengacu pada buku kurikulum 2013. Pelaksanaan penelitian dilakukan setiap hari dengan program kegiatan yang telah disepakati, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan mencakup semua anggota sekolah termasuk kepala sekolah yang juga selain ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan juga berwenang untuk mengawasi jalannya kegiatan. Hasil penelitian atau evaluasi kegiatan pembinaan berupa dua macam raport, yakni: raport nilai dan groovy yang berisi perkembangan sikap dan keterampilan siswa.
UPAYA PENINGKATAN DISIPLIN IBADAH BAGI MURID MADRASAH (Studi Deskriptif di Madrasah DÄ«niyah Takmiliyah Awalilah Miftahussalam Kota Tegal) Indarmawan, Arvian; Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3761

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pentingnya menanamkan disiplin ibadah pada generasimuda, agar pada masa dewasanya tidak cenderung malas, apatis, bahkan menjadi antiagama, atau sekurang-kurangnya tidak memperdulikan kewajibannya sebagai hamba.Penelitian ini bertempat di Madrāsah Dīniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA)Miftahussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil MDTAMiftahussalam Kota Tegal (2) perencanaan peningkatan disiplin ibadah bagi murid diMDTA Miftahussalam Kota Tegal (3) pelaksanaan peningkatan disiplin ibadah bagimurid di MDTA Miftahussalam Kota Tegal (4) hasil peningkatan disiplin ibadah bagimurid di MDTA Miftahussalam Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode desktiptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara dan studi dokumen. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data,penyajian data dan verification. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaranmengenai perencanaan peningkatan disiplin ibadah bagi murid yang dilakukan olehkepala madrāsah, usta􀄪 dan mualimah dengan menyesuaikan visi dan misi madrāsahyang kemudian membuat program disiplin ibadah. Dalam pelaksanaan, programdisiplin ibadah yang direalisasikan yaitu pembiasaan sebelum kegiatan belajarmengajar dengan membaca Asmāul Husna, Al-Qurān, do’a harian dan shalawat. Padaektrsakurikuler pengajian dengan berdzikir dan bershalawat, pada ekstrakurikuler shalatjama’ah dengan bershalawat, shalat, dzikir dan berdo’a. Setiap murid mendapatkan bukuKegiatan Ibadah Shalat Santri (KISS), Kegiatan Ba’da Magrib (KBM) danPembiasaan Akhlaq Santri (PAS) yang mewajibkan murid melaksanakan ibadah yangtercantum di dalamnya. Adapun metode yang digunakan yaitu pembiasaan,demokratis (hukuman dan penghargaan yang bersifat edukatif) dan motivasi. Hasilpeningkatan disiplin ibadah bagi murid di MDTA Miftahussalam menunjukkankonsistensi ibadah murid dalam shalat, dzikir, do’a harian dan salawat, sedangkankekurangan dapat dilihat dari sebagian besar murid yang mengaku jarang berdziikirdengan membaca Asmāul Husna.
PEMBINAAN AKHLAK MULIA PADA SEKOLAH DASAR (Studi Deskriptif Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Al-Rahman) Sylviyanah, Selly
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3762

Abstract

Akhlak mulia merupakan pondasi utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Untuk merealisasikan akhlak mulia dalam kehidupan, perlu adanya suatu pembinaan yang dilakukan secara terus-menerus khususnya pada sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah khususnya SDIT Nur-al Rahman dalam membina akhlak mulia peserta didiknya. Upaya tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai dari pembinaan akhlak mulia di SDIT Nur al-Rahman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mengungkapkan realitas dan aktualitas mengenai pembinaan akhlak mulia pada SDIT Nur al-Rahman. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan empat metode yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan literatur. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai perencanaan pembinaan akhlak mulia yaitu dengan menetapkan indikator atau acuan pembinaan akhlak mulia di sekolah. Indikator tersebut terdiri dari pembiasaan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) serta janji pelajar Islam. Setelah itu barulah dibentuk team khusus afeksi agar pembinaan tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Pelaksanaan pembinaan akhlak mulia pada SDIT Nur al Rahman dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu pembiasaan, keteladanan, serta pemberian pahala dan sanksi. Orang tua peserta didik pun ikut bekerja sama dengan pihak sekolah dalam pembinaan akhlak anaknya. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan akhlak mulia adalah lingkungan belajar yang kondusif serta religius dengan prasarana yang lengkap dan memadai bagi peserta didik diimbangi dengan pendidiknya yang berkompeten dan sudah pasti dapat dijadikan contoh yang baik bagi peserta didik. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembinaan akhlak mulia adalah kepribadian yang kurang baik dari setiap individu, faktor keluarga, teknologi yang pesat, serta faktor dari pendidik itu sendiri. Hasil dari pembinaan akhlak mulia adalah terbentuknya akhlak mulia peserta didik. Hal ini dapat terlihat pada keseharian peserta didik di sekolah.
PENGARUH PENERAPAN METODE TARGHIB TARHIB TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PESERTA DIDIK (Kuasi Eksperimen pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII SMP Pasundan 4 Bandung) Riani, Rani Puspa
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3758

Abstract

Proses belajar selain berfungsi untuk menciptakan peningkatan pengetahuan juga menjadi suatu tahapan untuk menghasilkan perubahan moral ke arah yang lebih baik. Fenomena yang terjadi dalam kehidupan pendidikan dewasa ini, dimana target atau harapan (prestasi belajar dan perkembangan sikap) yang dibebankan kepada peserta didik semakin hari semakin tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran untuk membantu peserta didik mencapai hasil belajar yang maksimal. Penerapan metode targīb tarhīb dalam proses pembelajaran merupakan metode motivasi untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran dengan cara menginformasikan pengaruh baik dan buruk dari perilaku tercela yang selanjutnya mengapresiasi perilaku terpuji dan memberikan sanksi bertahap terhadap perilaku tercela pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode targīb tarhīb terhadap pengetahuan dan sikap peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif yang ditunjang oleh studi kepustakaan. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Pasundan 4 Bandung, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Data primer diperoleh secara langsung dari responden menggunakan kuesioner melalui tes sebelum perlakuan (pretest) dan tes setelah perlakuan (posttest). Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang dihitung dengan rumus prosentase dan skoring, sedangkan untuk analisis inverensial digunakan alat uji independent test.
PROFIL KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP NEGERI DI KOTA BEKASI Khoirunnisa, Khoirunnisa
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3763

Abstract

Permasalahan dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan yang terkait dengan guru PAI khususnya di Kota Bekasi yaitu adanya keberagaman kemampuan guru PAI dalam proses pembelajaran dan penguasaan pengetahuan, sebagian guru PAI belum disertifikasi, pembinaan belum mencerminkan kebutuhan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Akademik dan Kompetensi Guru, yaitu guru harus mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional, karena penelitian ini dikhususkan kepada guru PAI maka ditambahkan dengan kompetensi keagamaan. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kompetensi guru PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling, sampel total sebanyak 30 orang guru PAI yang ada di kota Bekasi. Teknik pengumpulan datanya melalui pendekatan secara langsung yaitu dengan menggunakan instrumen berupa angket terbuka. Angket yang disebar adalah sebanyak 30 buah. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan persentase karena menunjukan gambaran secara umum tentang profil kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Profil Kompetensi Guru PAI SMP Negeri di Kota Bekasi adalah : (1) Kompetensi pedagogik dikategorikan baik, terkecuali pada indikator penyelenggaraan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; (2) Kompetensi kepribadian dikategorikan baik, terkecuali pada indikator menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa; (3) Kompetensi sosial dikategorikan baik, terkecuali pada indikator beradaptasi di tempat di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman sosial dan budaya; (4) Kompetensi professional dikategorikan cukup baik, terkecuali pada indikator, memanfaatkan teknologi dan komunikasi untuk mengembangkan diri; (5) Kompetensi keagamaan dikategorikan sangat baik. Karena masih terdapat beberapa indikator yang yang masih rendah pada setiap kompetensi, maka rekomendasi penelitian ini adalah : (1) Untuk Dinas Pendidikan di Kota Bekasi agar membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kemampuan guru; (2) Untuk Kepala Sekolah diharapkan dapat meningkatkan mutu guru PAI; (3) Untuk guru PAI lebih meningkatkan pengajarannya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BIL HIKMAH TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURĀN ANAK USIA DINI Nurzaman, Indriani
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3759

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberantas buta huruf terhadap al- Qurān sejak dini. Hal ini dikarenakan kegelisahan peneliti yang melihat kenyataan yang ada di lapangan cenderung banyak orang yang belum bisa membaca al-Qurān untuk berbagai kalangan baik itu kanak-kanak, remaja, bahkan orang dewasa. Peneliti khawatir jika hal ini dibiarkan orang yang tidak bisa membaca al-Qurān akan semakin banyak. Peneliti berpendapat pemberantasan buta huruf terhadap al-Qurān ini akan efektif sekali diberikan semenjak dini. Oleh karena itu, salah satu solusinya dengan menerapkan metode Bil-Hikmah dalam pembelajaran membaca al-Qurān anak. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara aktual dan faktual mengenai tingkat perkembangan kemampuan membaca al-Qur‟ān anak setelah diberi perlakuan dengan menggunakan metode Bil-Hikmah. Penelitian ini dilakukan secara klasikal kepada anak-anak di Majelis Ta‟lim Al-Hidayah Cidamar sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode Bil-Hikmah terhadap peningkatan kemampuan yang dikuasai oleh anak dalam membaca al-Qurān anak dalam waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian ini menjawab persoalan bahwa metode Bil-Hikmah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam membantu meningkatkan kemampuan membaca al-Qurān usia dini. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk guru dapat menggunakan metode Bil- Hikmah dalam pembelajarannya serta media, sehingga metode Bil-Hikmah ini menjadi satu kesatuan yang saling mendukung sehingga berjalan optimal dalam mengefektifkan tingkat kemampuan membaca al-Qurān anak.
PEMBINAAN KEAGAMAAN BAGI SANTRI WARIA DI PESANTREN AL-FATAḤ KOTAGEDE YOGYAKARTA Yulistiani, Yulinda Nurul; Kosasih, Aceng; Hermawan, Wawan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3764

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebagian individu yang merasakan ketidaksamaan dalam pemberian sikap masyarakat terhadap dirinya sendiri. Inilah yang terjadi pada waria. Fenomena kaum waria merupakan suatu paparan nyata yang tidak dapat ditolak eksistensinya di masyarakat. Dewasa ini, perilaku waria seringkali menyimpang dari ajaran agama Islam, oleh karena itu waria membutuhkan pembinaan keagamaan agar waria meninggalkan perilaku buruk yang selama ini ditampakkan. Pembinaan keagamaan di pesantren bagi santri waria hanya ada satu di Indonesia yaitu, Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Pesantren Al-Fataḥ membina banyak waria di dalamnya agar menjadi manusia lebih baik dan terarah. Keberlangsungan pembinaan keagamaan bagi waria ini menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini yang diteliti adalah pembinaan keagamaan yang terdapat di pesantren tersebut. Oleh karena itu, pokok permasalahan dari penelitian ini yaitu tentang bagaimana pembinaan keagamaan bagi santri waria di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Adapun tujuan pokoknya yakni untuk mengetahui lebih dalam proses pembinaan keagamaan di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Kemudian, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil temuan dari penelitian di pesantren ini yaitu perencanaan yang terdapat di Pesantren Al-Fataḥ dilakukan dengan cara berdiskusi antara pengurus dan para ustāż. Kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Al-Fataḥ terbagi menjadi tiga yaitu kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, dan kegiatan tahunan. Pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan secara rutin ini telah berhasil membuat perubahan dalam diri waria dari segi ibadah, tingkah laku dan profesi, adanya pesantren waria tersebut memberikan sumbangsih kepada masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8