cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Internalisasi Nilai Tawakal pada Santri di Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami Fakhrurrozi, Pupu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.10914

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami sebagai pesantren salaf yang di dirikan pada tahun 1918 dan masih eksis hingga sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta ditunjang oleh studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: Tujuan internalisasi nilai tawakal dengan zikir yā wakīl adalah agar hati jernih (ṣaffat asrāruhu). Proses internalisasi nilai tawakal diantaranya diterapkan dalam aktivitas zikir berjamaah, kegiatan pengajian, dan aktivitas keseharian. Hasil internalisasi nilai tawakal adalah bahwa orang yang sudah bertawakal akan mempunyai perasaan bahagia. Hambatannya adalah belum begitu menyeluruhnya kesadaran mengenai internalisasi nilai tawakal, adanya santri takhassus di bawah usia SMA, serta kurangnya kekompakan sesama kepengurusan santri dalam rangka membantu memaksimalkan program kepesantrenan.Kata kunci: Internalisasi nilai, Tawakal, Pondok Pesantren.
PILAR PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-SYATHBY Ikhlas, Al
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.10706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang pilar pendidikan dalam perspektif Imam al-Syathiby. Penelitan ini berbentuk library research dimana penulis mengeksplorasi pendapat Imam al-Syathiby dalam kitab al-Muwafaqat fi Ushuli al-Syari`ah yang bekaitan dengan pendidikan. Setelah data terkumpul, diolah dengan metode pendekatan kualitatif. Adapun instrument dalam penelitian ini adalah penulis sendiri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep penidikan menurut Imam al-Syathiby memiliki empat pilar, yaitu, materi (ilmu), guru, metode dan murid. Setiap pilar dalam pendidikan tersebut harus mendapatkan perhatian sesuai dengan porsinya. Jika tidak, maka pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Dampaknya lebih jauh adalah tidak akan terwujudnya kemashlahatan pada kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Di dunia manusia akan sengsara di akhirat nanti manusia akan celaka.
Relevansi Konsep Pendidikan Menurut Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan Islam Marwah, Siti Shafa
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.10910

Abstract

ABSTRACTThis article would to explain about the relevance between Ki Hadjar Dewantara’s education concept and Islamic education. This research was done by using qualitative approach and descriptive analitic method, to get a deeply comprehension about the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education and Islamic education, so that the relevance between this both concepts will be seen or not. After examination, the result of this research stated that 5 of the 6 component have been examined from this both concept of education, have a relevant relation. So, through of this result indicated that the decline of children’s moral quality that occured in the world of education today, is not caused by Ki Hadjar Dewantara’s concept that has no religious value in it, but this is due to educators who have not been able to practice the concept of education Ki Hadjar Dewantara well and correctly. Therefore, based on the results of this study, the Indonesian government needs to rearrange the performance of all education implementers in accordance with the thought of Ki Hadjar Dewantara.Keywords:KH Dewantara’s Education, Islamic Education, Indonesia’s Education.ABSTRAKTulisan ini ingin memaparkan tentang ada tidaknya relevansi atas konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan dalam Islam. Penelitian ini  dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif –analitis untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam mengenai konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dan konsep pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini, akan terlihat ada tidaknya hubungan yang relevan atas kedua konsep tersebut. Setelah diteliti, ternyata hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 6 komponen yang sudah diteliti dari  konsep pendidikan ini, memiliki hubungan yang relevan. Dengan begitu, melalui hasil penelitian ini menandakan bahwa turunnya kualitas akhlak anak  yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, bukan disebabkan oleh konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tidak memiliki nilai keagamaan di dalamnya, tetapi hal ini disebabkan oleh pelaksana pendidikan yang belum bisa mempraktikkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara baik dan benar. Maka dari itu, berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah Indonesia perlu menata ulang kinerja seluruh pelaksana pendidikan agar sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.Kata Kunci: Pendidikan KH Dewantara, Pendidikan Islam, Pendidikan Indonesia.
RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Marwah, Siti Shafa; Syafe’i, Makhmud; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.13325

Abstract

This article would like to explain about the relevance between Ki Hadjar Dewantara’s concept of education and Islamic education. To get a deep comprehension about the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education and Islamic education, this research uses qualitative approach and descriptive analitic method, so that the relevance between these two concepts can be seen. The result of this research states that 5 of the 6 components examined from these two concepts of education, have a relevant relation. So, this result indicates that the decline of children’s moral quality that occured today is not caused by Ki Hadjar Dewantara’s concept, but this is due to the educators who have not been able to practice the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education well and correctly. Therefore, based on the results of this study, the Indonesian government needs to rearrange the performance of all education practitioners in accordance with the thought of Ki Hadjar Dewantara. Tulisan ini ingin memaparkan tentang ada tidaknya relevansi atas konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan dalam Islam. Penelitian ini  dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif –analitis untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam mengenai konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dan konsep pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini, akan terlihat ada tidaknya hubungan yang relevan atas kedua konsep tersebut. Setelah diteliti, ternyata hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 6 komponen yang sudah diteliti dari  konsep pendidikan ini, memiliki hubungan yang relevan. Dengan begitu, melalui hasil penelitian ini menandakan bahwa turunnya kualitas akhlak anak  yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, bukan disebabkan oleh konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tidak memiliki nilai keagamaan di dalamnya, tetapi hal ini disebabkan oleh pelaksana pendidikan yang belum bisa mempraktikkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara baik dan benar. Maka dari itu, berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah Indonesia perlu menata ulang kinerja seluruh pelaksana pendidikan agar sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KEPATUHAN DI PESANTREN BUNTET CIREBON Yulyana, Intan Luwih; Abdussalam, Aam; Kosasih, Aceng
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.8560

Abstract

    ABSTRAK   Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya berbagai kasus yang menunjukkan semakin rendahnya moral masyarakat utamanya para remaja. Selama ini, pesantren diakui sebagai lembaga yang tepat untuk membentuk karakter seseorang. Pesantren Buntet Cirebon terkenal akan kepatuhan santri terhadap kyainya yang begitu melekat hingga mereka menyebutnya dengan “patuh sampai mati”. Selain itu, pesantren Buntet Cirebon juga memiliki banyak keunikan seperti adanya soan, ḥaul, ngaji pasaran, komunitasnya yang homogen, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan serta hasil pendidikan karakter kepatuhan di Pesantren Buntet Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter kepatuhan dilakukan dengan metode uswatun ḥasanah, targīb wa tarhib, dan kisah. Berdasarkan data-data penelitian, penulis menemukan bahwa kepatuhan merupakan aspek yang penting dan bersifat alami. Kepatuhan ini terjadi secara tulus yang terjadi dalam proses yang panjang. Terjadi secara tulus dan alami karena kyai memiliki sifat ikhlas, akhlak yang mulia, kasih sayang yang tulus, dan sifat tidak memaksa tehadap santri. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas religius dan kepribadian santri yang lebih baik, serta kepatuhan terhadap hal yang lainnya seperti terhadap guru, orangtua, masyarakat, sesama santri dan terhadap peraturan pesantren.  Kata kunci: pendidikan karakter, kepatuhan, pembiasaan di pesantren.  ABSTRACTThis present study is conducted based on the various cases indicating the decadence of community morality, especially among teenagers. During this time, Pesantren or Islamic boarding school has been recognized as the right institution to establish someone's character. In particular, Pesantren Buntet Cirebon is well-known for the obedience of the students (santri) to their beloved teachers (kyai). Moreover, they call it as "obedient to death". In addition, Pesantren Buntet Cirebon also has a number of uniqueness, such as the existence of soan, ḥaul, ngaji pasaran, homogenous community, and so forth. This study aims at finding out the planning, implementation, and education results of the obedience character at Pesantren Buntet Cirebon. This study employed a qualitative-descriptive approach. In addition, the data collection is carried out through observation, interviews, and documentation studies. The result of this study showed that the character education of obedience was implemented through uswatun ḥasanah (good examples), targib wa tarhib, and story methods. Based on the data found and analyzed in this present study, the researcher found that the obedience was considered as an important and natural aspect. This obedience was established sincerely in the long processes. In fact, this sincere and natural obedience were influenced by the characters possessed by the kyai, such as sincerity, noble character, sincere affection, and humbleness towards the santri / students. As a consequence, it resulted in the better religious activity and personality of santri, and this obedience also had an effect on respecting others, such as on the teachers, parents, community, fellow students, and even on the rules of pesantren. Keywords: character education, obedience, habituation in pesantren.
PERSPEKTIF AL-QURÁN DAN UNDANG-UNDANG TENTANG GURU PROFESIONAL wasehudin, wasehudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.11835

Abstract

This research is motivated by the demands that are so great in the world of education, especially the professor as a spearhead in an educational institution. Anxiety or anxiety of learners when in class or classroom is considered a prison for their students is evidence of failure in an education. For that reason the idea in search of professional educator model of Al-Qur'an perspective should always be sought; how the pattern and model of professional teachers are ideal in the Islamic view. The theoretical foundation in this study will refer to a theory initiated by M. Quraish Shihab Al-Qurayn as a guide (hudan) will be able to provide prosperity and happiness for mankind if the Scripture is studied with full seriousness and seriousness because Al-Qurán occupies the position central in Islamic studies. The approach used in this research is qualitative; meaning that data used is documentary data both secondary and primary date which then dissected by using descriptive analysis approach. The Perspective of the Qur'an, especially in Sura Al-Imran Verse 159, the teacher is said to be professional if he is able to master the material and methodology simultaneously. they can not be separated from one another. In addition, the teacher is said to be a professional when he or she becomes himself a rule model which must be digugu and imitated both when he is in the environment of the educational institution and in the society where he lives and interacts.
Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Monopoli pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Khairunnisa, Syifa
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.8522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran permainan monopoli pada mata pelajaran PAI dalam materi perjuangan dakwah Rasulullah saw di Madinah dan untuk mengetahui tanggapan siswa kelas X MIPA 2 di SMA Negeri 12 Jakarta setelah menggunakan media pembelajaran permainan monopoli pada mata pelajaran PAI. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D). Model yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini adalah model Borg and Gall. Produk media pembelajaran ini diujicobakan kepada siswa kelas X MIPA 2 di SMAN 12 Jakarta dan mendapat rata-rata skor pada uji coba siswa secara keseluruhan sebesar 82% yang berarti produk dikategorikan sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan monopoli pada mata pelajaran PAI dalam materi perjuangan dakwah Rasulullah saw di Madinah yang dikembangkan di kelas X MIPA 2 SMAN 12 Jakarta adalah layak digunakan. Kata Kunci:  media pembelajaran, monopoli, PAI
KONSEP KHALIFAH DALAM AL-QURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu; Lisnawati, Yesi
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia di antara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa, dan dengan akal yang dimilikinya itu pula, manusia diamanahi tanggung jawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ di antaranya yaitu menegakan hukum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif dari padanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.Kata kunci : Al-Qur`ān, Manusia, Amanah, Al-Mishbah dan Pendidikan
NILAI-NILAI AKHLAK DALAM KOMUNIKASI EDUKATIF AYAH-ANAK DI DALAM AL-QURAN (Studi Tematis Terhadap Kisah Āzar-Nabi Ibrāhīm, Nabi Ibrāhīm-Nabi Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Nabi Yūsuf) Sumarna, Elan; Abdussalam, Aam; Hardiyanti, Fitri
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dekadensi moral pada anak muda zaman sekarang khususnya terkait akhlak anak terhadap orang tua. Pendidikan informal dalam keluarga yang tidak sesuai dengan ajaran Islam mengakibatkan hal tersebut terjadi. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang penanaman nilai-nilai akhlak dalam komunikasi ayah-anak di dalam al-Qur`ān. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi dan nilai-nilai akhlak dari kisah Azar-Nabi Ibrāhim, Nabi Ibrāhim-Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Yūsuf dan implikasinya dalam pembelajaran PAI.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode tafsir maudū’i, teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Adapun  teknik analisis data yang digunakan adalah dilālaħ dan munāsabaħ. Data yang diperoleh dari al-Quran sebagai sumber utama juga dilengkapi dengan tafsir lainnya beserta buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah penelitian sebagai sumber sekunder.Dari hasil penelitian ditemukan komunikasi yang ideal dalam kisah Nabi Ibrāhim-Ismā’il dan Nabi Ya’qūb-Yūsuf karena keduanya memiliki kesamaan iman sehingga dapat mewujudkan komunikasi yang efektif. Keduanya mendiskusikan suatu permasalahan dan meminta pendapat lawan bicara sehingga terdapat keterbukaan pikiran dan perasaan. Adapun komunikasi antara Nabi Ibrāhim dengan azar menjadi suatu pembelajaran bagi seorang anak dalam menghadapi orang tua yang kafir, bentuk komunikasi Nabi Ibrāhim kepada ayahnya berupa seruan kebaikan, mengingatkan pada kebenaran dan menasehati dengan penuh kelembutan. Dalam penelitian ini juga ditemukan nilai-nilai akhlak dalam komunikasi tersebut di antaranya akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia. Implikasi kajian ini bagi pembelajaran PAI sebagai pengembangan komunikasi edukatif di antaranya: prinsip kasih-sayang, prinsip ketulusan, dan prinsip komunikasi verbal (Qaulan sadidan, Qaulan layyinan, Qaulan ma’rufan dan Qaulan kariman); dan pengembangan sistem instruksional pembelajaran, di antaranya perlu: metode pembelajaran edukatif, guru sebagai role model, dan interaksi pembelajaran intrapersonal-interpersonal. Kata Kunci: Dekadensi moral, Nilai-nilai akhlak, Komunikasi, Pembelajaran PAI
STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Asyafah, Abas; Suresman, Edi; Ulfah, Humaira
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauhmana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajarandengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa.Kata kunci: kurikulum 2013, PAI dan Budi Pekerti, implementasi

Page 1 of 12 | Total Record : 112