cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
ISSN : 08545251     EISSN : 25407694     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial (English: Journal of Social Sciences Education)) publishes high-quality manuscripts on research in the fields of social science education and social sciences. As for those included in the social science family is Geography, History, Sociology, Economics and Religion, Tourism, and Communication. JPIS publish twice a year in June and December. JPIS is published by Faculty of Social Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
GLOBALISASI EKONOMI, UU NEOLIBERAL DAN MASA DEPAN KEKAYAAN SDA INDONESIA Lutfiana, Rose Fitria
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.803 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1620

Abstract

Negara Indonesia sejatinya merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Bentangan pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke menyimpang kekayaan yang beraneka ragam dengan keunikannya masing-masing. Kondisi buruk bangsa Indonesia sekarang ini lantas menimbulkan pertanyaan, mengapa kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah tidak mampu membawa kebaikan bagi negeri bahkan malah diiringi oleh penderitaan-penderitaan? Masalah di atas sungguh pelik dan harus segera ditemukan akar penyebab masalahnya. Tujuannya adalah agar negara Indonesia tidak terpuruk dan menjadi negara yang gagal. Sangat ironis jika memang benar ketakutan itu akan terjadi dimana negara yang kaya SDA tapi miskin prestasi, ibarat pepatah mengatakan mati kelaparan di lumbung padi. Tulisan ini menghadirkan sebuah asumsi bahwa akar dari semua permasalahan ini adalah globalisasi ekonomi yang kini telah membelenggu Indonesia sebagai negara berkembang. Indonesia terjebak arus globalisasi yang menenggelamkan secara perlahan ke dalam jurang kehancuran. Globalisasi disebarkan melalui agen-agen tersebut dengan mempropagandakan “nirwana” bagi negara-negara yang baru bangkit, termasuk juga Indonesia. Namun hingga kini janji itu tidak menemui kenyataan, bahkan sebaliknya bagai virus yang menggerogoti  tubuh negara-negara berkembang. Karena pada dasarnya globalisasi hanyalah kedok ekspansi kapitalisme global yang terus mencari mangsa baru. Kehancuran akibat korosi globalisasi merupakan krisis sejarah dominasi dan eksploitasi manusia atas manusia lain. Salah satu produk dari ekspansi globalisasi ekonomi adalah banyaknya undang-undang yang berbau neoliberal. Secara eksplisit UU tersebut memfasilitasi perusahaan internasional untuk turut mencari keuntungan di Indonesia. Sejak tahun 1999 sampai 2012 terdapat setidaknya 39 UU yang berorientasi sangat liberal. Salah satu konsekuensi kebijakan terbuka terhadap modal asing adalah meningkatnya penguasaan dalam sektor agraria. Pada tahun 2011 investasi asing di dominasi 4 negara: Singapura, Amerika Serikat, Jepang dan Inggris meliputi tambang, listrik, gas, air, transportasi, tanaman pangan dan perkebunan.Kata kunci: globalisasi, ekonomi, neoliberal, Sumber Daya Alam
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS BERBASIS PENGALAMAN HISTORIS MELALUI METODE INVESTIGASI KELOMPOK Hidayat, Moh Taofik
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1610

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengembangan Kemampuan Menulis Berbasis Pengalaman Historis Melalui Metode Investigasi Kelompok (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas VII-H SMP Negeri 1 Kadipaten Kabupaten Majalengka). Pada hakikatnya penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran sejarah di kelas VII-H SMP Negeri 1 Kadipaten, Majalengka agar dapat meningkatkan kemampuan menulis meliputi tiga indikator yang kemudian dijabarkan kedalam 18 deskriptor. Berdasarkan permasalahan tersebut metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Investigasi kelompok mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Hal tersebut diketahui dari hasil karya tulis siswa yang dikumpulkan dalam setiap siklusnya yang selalu mengalami peningkatan secara menggembirakan. Adapun kendala utama dalam pengembangan kemampuan menulis siswa adalah masih minimnya pengetahuan guru mitra dan siswa tentang pengalaman historis serta proses investigasi kelompok.Kata kunci : Keterampilan Menulis, Pengalaman Historis, Investigasi Kelompok.
PEMANFAATAN PUISI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 6 BANJARMASIN Mutiani, Mutiani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.247 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v24i2.1456

Abstract

Permasalahan krusial krisis ekologi yang terjadi di Kalimantan Selatan, yakni: eksploitasi ruang, eksploitasi Pegunungan Meratus, dan kerusakan Sungai. Tentunya, krisis ekologi dapat diatasi dengan cara menumbuhkan nilai kesadaran lingkungan melalui pendidikan tanpa terbatas pada jenjang sekolah. Pendidikan IPS sebagai mata pelajaran di jenjang sekolah dasar, menengah dan atas mengususng misi secara utuh melihat persoalan manusia tidak hanya dari segi perilaku tetapi juga dalam persfektif yang lebih luas yaitu kehidupan sosial dan alam. Keselarasan Pendidkan IPS dalam merespon krisis ekologi yang terjadi di Kalimantan Selatan dapat dapat dilihat dari sumber belajar puisi. Puisi bertemakan lingkungan yang diciptakan oleh penyair Kalimantan Selatan mendeskripsikan bagaimana fenomena lingkungan terjadi. Fenomena lingkungan ini patut dipahami oleh peserta didik sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Puisi yang merupakan bagian dari karya sastra imajinatif memiliki makna yang patut diekplorasi untuk kepentingan pendidikan, tanpa terkecuali pada mata pelajaran IPS. Berkenaan dengan hal tersebut maka peneliti menggabungkan pendekatan sastra dengan IPS sebagai sebuah kajian guna memperkaya sumber belajar IPS. Dengan demikian, Puisi sebagai sumber belajar IPS relevan digunakan oleh guru IPS untuk memberikan inovasi pembelajaran IPS yang lebih komunikatif dan menarik di kelas.Kata Kunci: Krisis Ekologi, Puisi, dan Sumber Belajar IPS
KONTRIBUSI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERHADAP KEPEDULIAN SOSIAL DI KALANGAN SISWA SMA Hurri, Ibnu
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1626

Abstract

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis. Oleh karena itu, perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Pendidikan mencakup seluruh kegiatan yang melibatkan peserta didik dan pendidik dalam usaha pembimbingan guna mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Melalui proses belajar mengajar diharapkan adanya hasil pendidikan yang berupa seperangkat pengetahuan yang harus dikuasai, sejumlah keterampilan yang dimiliki, dan serangkaian sikap yang terbentuk pada peserta didik pada akhir proses pendidikan, yaitu sikap kepedulian sosial. Masalah-masalah ekonomi, kesenjangan sosial, dan bencana yang terjadi di Indonesia patut memunculkan nilai karakter peduli sosial. Akan tetapi, disamping itu ada juga fenmoena sosial yang justru menunjukkan rendahnya nilai-nilai kepedulian sosial dengan meningkatkan ketegangan dan permusuhan antar warga atau pelajar, bahkan berujung pada tawuran. Kemajuan teknologi dan pesatnya informasi saat ini menjadi salah satu penyebab perubahan sikap kepedulian sosial siswa, dunia pendidikan seharusnya merupakan pusat sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai moral dan pembentuk karakter bangsa. Karena sekolah adalah tempat proses pembelajaran dan pendewasaan manusia. Namun dalam kenyataannya proses pembelajaran di sekolah cenderung menjadi teoritis verbalistik dan terlalu mengkhususkan dirinya pada ranah kognitif saja. Kepedulian sosial adalah hasil dari kepekaan positif seseorang dalam memahami fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya.Kata kunci: pembelajaran IPS, kepedulian sosial
PERSPEKTIF AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama) Bauto, Laode Monto
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.764 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1616

Abstract

The relationship of religion, culture and community very important or is a system of life because of the interconnectedness of each other. But the question of keberagamaan and social development will not be complete if only seen from one particular aspect only. For that in looking at the question of societal must go through a holistic approach. Required studies as the study of the sociology of religion and vice versa. It means the study of the life of keberagamaan the community wont be completed without involving sociology, sociological stats helper monkeys do not judge the religion concerned. Each nation or group that actually live up to the mandate of each religion, therefore by itself will manifest harmony, brotherhood, peace and comfort in the life of bermayarakat. Because religions have taught the truth and goodness and distanced from all malice, strife, discrimination etc. Religious life looks on mindset, behaviour or attitude and way of living ones religious attitude embodiment and able to receive different neighbor any religion as a servant of God Almighty. Religion as a guide of human life created by God, the one true God through his life. Whereas culture is as a habit or an Ordinance of human life created by the man itself results from creativity, taste and karsanya given by the Lord. Religion and culture influence each other each other. Religion affects culture, community groups, and ethnic groups. The culture tends to be fickle to any people or groups who really lives in accordance with the mandate his religion each, hence will automatically be eventuate harmony, the peace and comfort in life bermayarakat. Because of religion have taught truth and goodness and removed from all philippic, dissensions, discrimination and others. Religious life looks on people think, behavior or attitude and manner embodiment attitude religious life someone and capable of receiving fellow different any religious as the servants of allah swt. Religion as a guideline human life created by god, of almighty god in lived his life. While culture is as habit or procedures of human life created by human beings themselves from the power copyright, taste and karsanya given by god. Religion and culture interplay each other. Religious affect culture, the group, and peoples. Culture capricious tending to any people or groups who really lives in accordance with each, amanah his religion hence with itself would be harmony, the fraternity, peace and comfort in life community. Because of religion have taught truth and goodness and badness, taking away from all dissensions, discrimination and others. Religious life seemed in a pattern of thought, of behavior or attitude and manner of living religious embodiment of the attitude of someone and capable of receiving a fellow who is different any religious a follower of allah swt. Religion as a guideline human life created by the lord of almighty god in lived his life. While culture is as the habit or procedures of human life created by human beings themselves from the power of copyright, taste and karsanya given by god. Religion and culture on each other. Affecting culture, religion community groups, and peoples.Keywords :Religion, cultural and society
WARGA NEGARA DIGITAL SEBAGAI INSTRUMEN WARGA NEGARA GLOBAL (Penelitian Grounded Theory tentang Dampak Kemajuan TIK terhadap Praktik Kewarganegaraan) Feriyansyah, Feriyansyah
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1606

Abstract

Kemajuan TIK menjadikan manusia terhubung satu sama lain melalui alat-alat komunikasi yang ada digenggaman mereka. Oleh karena itu kemajuan TIK telah membawa perubahan dalam pola kehidupan manusia. Kemajuan bidang komputer dan  jaringan internet telah membentuk masyarakat dalam jaringan (On Line Community). Dari kemajuan bidang TIK khususnya Internet telah memindahkan aktivitas kewarganegaraan. Partisipasi warga negara untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah yang dulunya dilakukan secara analog saat ini dapat dilakukan melalui teknologi digital seperti mengirim surat elektronik (E-mail), media sosial, website dan sebagainya.  Hal ini pastinya akan memudahkan warga negara dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian grounded Theroy.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari, Pakar PKn, Deputi III Pemanfaatan Teknologi dan Analisis Informasi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), pakar TIK, penggiat TIK, desa digital, dan guru PKn. Kemajuan TIK telah membawa perubahan dalam kehidupan kewarganegaraan khususnya praktik kewarganegaraan. Oleh karena itu, Warga negara harus dipersiapkan agar mampu mengoptimalkan keuntungan dan peluang dari kemajuan TIK, hal ini hanya dapat dilakukan dengan menumbuhkan karakteristik atau komptensi sbegai  warga negara digital. Selanjutnya penelitian ini menghasilkan beberapa hipotesa yaitu, pertama, Apabila TIK digunakan dalam kehidupan sehari-hari warga negara (warga negara digital), maka kemajuan TIK akan memindah praktik kewarganegaraan kedalam jaringan (on line), mengantarkan warga Negara ke dalam era keterbukaan informasi. Kedua, Apabila keuntungan dan peluang dari kemajuan ingin dioptimalisasi bagi kehidupan Kewarganegaraan, maka warga negara dan pemerintah harus sama-sama mempersiapkan diri dengan mengembangkan karakteristik yang sesuai dengan era digital. Apabila warga negara digital  dapat menjadi instrumen warga negara global, maka warga negara digital harus mampu menjalin relasi internasional dan berkontribusi dalam masyarakat global. Ketiga, apabila warga negara digital dapat mengola dan mengunakan informasi tentang perkembangan globa, maka warga neagra digital akan memunculkan kesadaran global, Sehingga warga Negara digital memiliki kesempatan yang besar untuk berpartisipasi mengatasi isu global. Kata kunci : kemajuan TIK, praktik kewarganegaraan, warga negara digital, warga negara global.
PENERAPAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS Widyanti, Triani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.789 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v24i2.1452

Abstract

Pembelajaran IPS melalui penerapan nilai-nilai kearifan lokal merupakan suatu upaya untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama, meluaskan pengetahuan tentang budaya bangsa, serta merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari arus globalisasi yang tidak lagi dapat dihindarkan dewasa ini. Berbagai permasalahan tersebut, tentu saja memerlukan pemecahan, karena dampak globalisasi akan menjadi ancaman yang serius bagi generasi muda bangsa apabila mereka tidak didasari oleh kesadaran akan pentingnya nilai-nilai adat dan tradisi yang berlaku dalam lingkungannya. Fokus kajian dari penelitian ini adalah dikhususkan pada proses ketahanan pangan yang menjadi ciri khas dari masyarakat kampung adat Cireundeu. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa kearifan lokal dalam upaya menjaga ketahanan pangan yang dilakukan oleh masyarakat kampung adat Cireundeu yang menjadi salah satu nilai budayanya telah mampu hidup berkembang dalam masyarakat adat tersebut selama ratusan tahun yakni terhitung sejak 1918 hingga saat ini. Kemampuan mereka menjaga ketahanan pangan tersebut tidak lepas dari proses pewarisan budaya yang tetap terjaga dari generasi ke generasi. Nilai budaya tersebut dinilai tidak hanya dapat berkembang didalam budaya mereka saja, akan tetapi dapat berlaku pula pada seluruh umat manusia. Dengan demikian, nilai-nilai budaya lokal tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS, dengan tujuan untuk menjadikan pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna bagi para peserta didik. Kata kunci: kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan sebagai sumber pembelajaran IPS.
PENERAPAN EMANCIPATORY QUESTION HABERMAS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran Sejarah Di Kelas XI IPS SMA Bina Bangsa Palembang) Surbakti, Aulia Novemy Dhita
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.62 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v23i1.2061

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Emancipatory Question Habermas untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran Sejarah di Kelas XI IPS SMA Bina Bangsa Palembang). Pada hakikatnya penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Bina Bangsa Palembang agar dapat meningkatkan kesadaran sejarah siswa yang meliputi tiga indikator yaitu fungsi kesadaran kognitif, afektif dan kritis. Berdasarkan permasalahan tersebut metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Emancipatory Question Habermas mampu meningkatkan kesadaran sejarah siswa. Hal tersebut diketahui dari kemajuan pertanyaan dan jawaban siswa dalam proses pembelajaran dan tes hasil belajar siswa dimana kriteria siswa mengalami peningkatan dalam setiap tindakan. Adapun kendala utama penerapan Emancipatory Question Habermas adalah minimnya pengetahuah guru mitra terkait hal tersebut.Kata kunci: emancipatory question habermas, kesadaran sejarah.
PENGGUNAAN BIOGRAFI TJONG A FIE DALAM MENGGALI NILAI MULTIKULTURALISME PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH (Penelitian Naturalistik dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Kelas XI IPS SMA Al-Ulum Medan) Hutauruk, Ahmad Fakhri
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.976 KB) | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1621

Abstract

Karakteristik kota Medan yang multietnik menjadi dasar diberlakukannya pembelajaran biografi Tjong A Fie di SMA Al Ulum. Berdasarkan kenyataan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penggunaan biografi Tjong A Fie dalam menggali nilai multikulturalisme peserta didik pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian naturalistik dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa Pertama, nilai-nilai multikultural yang terkandung dalam biografi Tjong A Fie adalah (1) belajar hidup dalam perbedaan, (2) membangun saling percaya (mutual trust), (3) memelihara saling pengertian (mutual understanding), (4) menjunjung sikap saling menghargai (mutual respect), (5) terbuka dalam berpikir, (6) apresiasi dan interdepedensi, dan (7) resolusi konflik. Kedua, pembelajaran sejarah lokal dengan menggunakan biografi Tjong A Fie, disampaikan oleh guru sebagai hidden curriculum. Ketiga, beberapa kendala yang ditemukan dalam pembelajaran sejarah menggunakan biografi Tjong A Fie, yaitu: kualifikasi guru yang tidak sesuai dengan bidang ajarnya, keterbatasan sumber atau referensi mengenai biografi Tjong A Fie. Selanjutnya, solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan melakukan melakukan perencanaan belajar yang baik, dan menerapkan metode karya wisata dengan mengeujungi Tjong A Fie Mansion.Kata kunci: biografi tjong a fie, nilai multikulturalisme, pembelajaran sejarah
PEMANFAATAN NILAI TOLERANSI DALAM BABAD CIREBON UNTUK MENINGKATKAN KOHESI SOSIAL SISWA Miskiya, Jakiyatul
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1611

Abstract

Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Nilai Toleransi dalam Babad Cirebon untuk Meningkatkan Kohesi Sosial Siswa (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran Sejarah di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang Indramayu). Pada hakekatnya penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang Indramayu agar dapat meningkatkan kohesi sosial siswa yang meliputi: Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok, siswa memberikan kesempatan kepada sesama anggota kelompok maupun kelompok lain untuk mengemukakan pendapatnya, siswa dapat menghargai dan mentoleransi perbedaan pendapat dan siswa terlibat dalam diskusi kelompok. Berdasarkan permasalahan tersebut metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan nilai toleransi dalam babad Cirebon mampu meningkatkan kohesi sosial siswa. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil penilaian dalam pembelajran kelompok dimana siswa mengalami peningkatan dalam setiap tindakan. Adapun kendala utama pemanfatan nilai toleransi dalam babad Cirebon adalah sulitnya penilaian terhadap sikap siswa.Kata kunci: Nilai Toleransi Dalam Babad Cirebon, Kohesi Sosial.

Page 1 of 13 | Total Record : 124