cover
Filter by Year
Jurnal Teknik Mesin
Articles
85
Articles
ANALISIS LAJU ALIRAN PANAS PADA PROSES THERMOFORMING BLISTER PACKING MESIN PAM-PAC BP-102 DENGAN 2 DESAIN

Nuari, Alan

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (500.47 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermoforming adalah usaha membentuk plastik lembaran atau plastik film (plastik lembaran tipis biasanya ketebalannya kurang dari 0.25 mm) menjadi bermacam bentukan baru plastik sesuai dengan desain yang kita inginkan dengan bantuan panas, tekanan dan cetakan (molding). Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian terhadap transfer panas pada sistem pendinginan untuk mendinginkan produk, dimana sistem pendingin terbuat dari bahan Alumunium murni yang memiliki nilai konduktifitas thermal sebesar 237 W/m.K diameter dalam tabung 180 mm untuk desain lama dan diameter dalam untuk desain baru sebesar 220 mm. Energi panas tersebut adalah hasil dari energi panas yang dibawa oleh material plastik PVDC sebesar 57,385 Watt. Berdasarkan perhitungan didapatkan nilai energi yang mampu ditrasfer desain lama sebesar 49.526 Watt sedangkan pada desain baru mampu mentrasfer energi panas sebesar 82.345 Watt. Dengan data perhitungan tersebut terlihat jelas untuk desain lama tidak mampu mentrasfer energi sebesar yang dibawa oleh material sehingga semakin lama permukaan Forming Unit akan semakin panas, Sedangkan hasil perhitungan desain baru sistem mampu mentrasferkan energi panas sebesar energi yang dibawa oleh plastik, hal ini bertujuan untuk selalu menjaga permukaan cetakan berada di temperatur yang sudah ditentukan.

INSPEKSI NDT HASIL PENGELASAN GMAW TINGKAT 1 MAHASISWA SEMESTER 6 PRODI TEKNIK MESIN KONSENTRASI TEKNIK PRODUKSI POLMED

Sitorus, Melvin Bismark H

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (599.654 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas kesiapan mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi di LSP P1 Polmed untuk skema kompetensi ‘Pengelasan GMAW tingkat 1’ dimana 10 mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Mesin, konsentrasi Teknik Produksi dipilih secara acak untuk mengelas dua test piece dari pelat dengan posisi PB untuk fillet weld dan PC untuk butt weld dan di inspeksi dengan metode Non Destructive Test (NDT) Penetrant Test dan Ultrasonic Test untuk mendapatkan prediksi tingkat kelulusan mahasiswa pada proses sertifikasi, hasilnya 75% hasil pengelasan mahasiswa lulus uji NDT. 

STUDI POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK TPA BANYUURIP TEGALREJO SEBAGAI SALAH SATU SUMBER ENERGI

Puspita Dewi, Rany

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (374.512 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran udara, pencemaran darat, dan pencemaran perairan. Masalah sampah tidak hanya menjadi masalah di berbagai daerah, tetapi sudah menjadi masalah nasional. Magelang sebagai contoh kota dimana pada tahun 2010 memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.180.217 jiwa dengan timbulan sampah 85 ton/hari, dan jumlah terangkut 52,5 ton/hari.Penanganan sampah terpadu di Indonesia telah dilakukan melalui pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di setiap wilayah. TPA memiliki umur operasional terbatas, sehingga diperlukan suatu rencana pemanfaatan untuk mengurangi terjadinya overload timbunan dan dampak pencemaran yang lebih buruk. Salah satu teknologi pemanfaatan sampah khususnya sampah organik adalah melalui teknologi biogas. Salah satu potensi biogas yang ada di Magelang adalah TPA Banyuurip, Tegalrejo yang memiliki presentasi materi organik 61%. Melalui proses perhitungan secara termokimia diperoleh potensi energi sebesar 333,59 kW dan melalui proses analisis secara biokimia diperoleh potensi energi sebesar 764,13 kW.

ANALISIS KINERJA COOLING TOWER 8330 CT01 PADA WATER TREATMENT PLANT-2 PT KRAKATAU STEEL (PERSERO). TBK

Siallagan, Hutriadi Pratama

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (429.834 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses produksi baja sangat erat kaitannya dengan pendinginan baik untuk proses pendinginan baja maupun pendinginan mesin-mesin produksi supaya terhindar dari over heat sehingga dapat bekerja dengan optimal. Pada PT Krakatau Steel menggunakan beberapa sistem pendingin salah satunya adalah sistem pendingin cooling tower 8330 CT 01. Sistem pendingin tersebut digunakan untuk menunjang proses produksi dan juga pendinginanan mesin produksi khusunya pada Slab Steel Plant (SSP), dengan peran yang sangat besar maka cooling tower 8330 CT 01 harus diketahui bagaimana kinerjanya. Skripsi ini membahas tentang analisis kinerja Cooling tower 8330 CT 01 dengan membandingkan data teori dengan data aktual berdasarkan perhitungan-perhitungan sehingga dapat diketahui bagaimana kinerja dari Cooling tower 8330 CT 01 tersebut. Dari hasil analisis diperoleh penurunan efisiensi sebesar 22,353%, kapasitas pendinginan 7.033,35 Kj/s, Hal tersebut diakibatkan oleh temperatur air yang masuk Cooling tower 8330 CT 01 tidak terlalu tinggi, karena SSP sedang dalam pengerjaan revitatalisi, agar lebih efektif dan efisien Cooling tower 8330 CT 01 sebaiknya lebih dimamfaatkan lagi untuk pendingin objek lainnya sehingga temperatur air yang masuk tidak terlalu rendah.

ANALISIS KEGAGALAN SOOTBLOWER TERHADAP PERPINDAHAN PANAS DI PIPA BOILER

Purnama, Nurul Chandra

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (361.365 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut konsumsi listrik nasional saat ini masih terbilang mini, yaitu seperempat dari indikator negara maju di dunia. Dengan angka 956 per Kilowatt-hour (kWh) per kapita, konsumsi listrik Indonesia baru mencapai 23,9 persen dari konsumsi listrik negara maju sebanyak 4 ribu kWh per kapita. Salah satu komponen utama pada sistem pembangkit adalah boiler. Uap hasil produksi Boiler ini digunakan untuk memutar turbine yang akan menggerakkan generator guna menghasilkan listrik. Sootblower merupakan peralatan penunjang pada boiler yang berfungsi untuk membersihkan jelaga. Oleh karena itu peranan sootblower sangat penting dalam menjaga effisiensi boiler. Tujuan dari dilakukan analisis ini adalah mampu mengidentifikasi penurunan perpindahan panas yang terjadi pada pipa boiler, mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan pada Sootblower, mengurangi energi yang terbuang akibat pengoperasian Sootblower. Metode penelitian untuk melakukan pelaksanaan analisis sootblower ini terdiri atas berbagai bagian, antara lain: studi literatur, proses pengumpulan data, kemudian data diolah dan dilakukan analisis guna mengetahui penyebab kegagalan pada sootblower. Hasil dari analisis kegagalan pada sootblower ini didapatkan bahwa sootblower gagal beroperasi karena ada masalah pada lance tube yang sering bengkok sehingga mempengaruhi proses perpindahan panas di pipa boiler, oleh sebab itu di rekomendasikan untuk penggantian material lance tube dari carbon steel A105 dengan defleksi 1,1 m menjadi chrome moly (AISI 4130) dengan defleksi 1,05 cm  dan dilakukan perawatan sootblower lebih baik dan rutin lagi.

SISTEM KONTROL KEKERUHAN DAN TEMPERATUR AIR LAUT MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER ARDUINO MEGA

Indriani, Anizar, Witanto, Y, Supriyadi, Supriyadi, Hendra, Hendra

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (350.852 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kontrol merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.. Saat ini penerapan sistem kontrol telah menjamah bidang perkebunan, perikanan ataupun pertanian. Dalam penelitian ini, sistem kontrol akan diterapkan pada proses budidaya perikanan seperti budidaya ikan kerapu. Dimana ikan kerapu memiliki habitat dengan kondisi air laut dengan kadar garam 30 - 33 ppt, kadar oksigen ± 4 ppm, temperatur air laut 240 - 310C dan kadar keasaman (pH) air laut 7,6 - 7,8. Kecepatan arus air ideal sekitar 20 hingga 40 cm/detik dimana diperlukan untuk pergantian air dan oksigen serta untuk mengalirkan sisa metabolisme ikan serta pakan ikan keluar. Kondisi habitat ikan ini harus dpat dikontrol dengan baik. Di beberapa tempat budidaya ikan kerapu sistem penjagaan kondisi habitat ini dilakukan secara manual. Dengan adanya sistem kontrol, kondisi habitat ini akan sangat mudah dijaga. Dimana dalam penelitian ini difokuskan pada kemampuan sistem kontrol kekeruhan dan temperatur air laut meliputi fungsi sensor, waktu kerja pengontrol dan kinerja peralatan kontrol. Perangkat pengontrol menggunakan microcontroller Arduino Mega dengan beberapa sensor temperatur dan kekeruhan. Sensor temperatur menggunakan tipe DS18S20 dan untuk kontrol kekeruhan menggunakan sensor turbidity. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sistem kontrol ini dapat mengatur dan menjaga kadar kekeruhan dan temperatur air laut dengan arus 0.215 A untuk satu relay dan 0.33 A untuk 3 relay. Untuk kekeruhan dibutuhkan waktu yang dibutuhkan untuk kontrol aktif yaitu 15 detik dengan indikator kekeruhan dari pakan ikan sebanyak 50 gram dan 10 liter air. Untuk kapasitas yang lain 15 liter air didapatkan waktu kontrol aktif pada 40 detik dengan jumlah pakan 50 gram. Hal ini menunjukkan kontrol kekeruhan bekerja dengan baik dengan semakin keruh air laut semakin cepat bekerja sistem kontrol menggantikan air laut untuk tetap menjaga habitatnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menurukan temperatur 1.270C adalah 6 menit 37 detik dengan kapasitas 10 liter

STUDI DAN KARAKTERISASI LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM DENGAN PELAPISAN MEMBRAN SOL-GEL

Budi Utomo, Rohadi Satrio, Alva, Sagir

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (1502.486 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari beberapa logam seperti baja, tembaga, seng, aluminium dan paduannya, maka aluminium memiliki keunggulan, terutama dalam hal ketahanan terhadap korosi. Ketahanan korosi yang sangat baik oleh aluminium disebabkan oleh adanya lapisan oksida tipis yang menempel sangat kuat di permukaannya (Al2O3). Lapisan Al2O3 stabil pada lingkungan pH 4 s/d pH 9 (pasifasi) sehingga lapisan tersebut dapat melindungi logam bagian dalam dari serangan korosi lanjutan, namun aluminium dapat juga terkorosi dalam lingkungan yang agresif yaitu di luar kisaran pH tersebut terutama suasana asam maupun basa. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan coating berupa cat logam terhadap aluminium. Akan tetapi pemberian cat logam tidak dapat dilakukan pada situasi tertentu yang mengharuskan adanya reaksi antara logam dengan lingkungan asam ataupun basa dengan tetap mempertimbangkan ketahan korosi material tersebut, seperti yang terjadi pada baterai. Ini dikarenakan sifat cat yang membendung reaksi antara logam dengan lingkungannya. Oleh karena itu diperlukan penambahan inhibitor korosi dengan mempertimbangkan faktor di atas, yaitu dengan pelapisan membran Sol-Gel. Dari hasil pengujian Sol-Gel yang dilapisi pada aluminium mampu menahan laju korosi pada larutan HCl sebesar 24,26% dan larutan Asam Asetat sebesar 25,57% dibandingkan aluminium tanpa pelapisan. Kemudian membran Sol-Gel juga membuat lapisan pelindung laju korosi yang memiliki pori-pori dengan lebar celah ± 0,56 – 1,12 µm pada pengujian dengan larutan HCl dan ± 0,47 – 1,41 µm pada pengujian dengan larutan Asam Asetat sebagai jalan terjadinya reaksi antara logam dan cairan asam atau basa.

ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI ENERGI PADA GEDUNG P KABUPATEN TANGERANG DAN GEDUNG TOWER UMB JAKARTA

Biantoro, Agung Wahyudi

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (429.914 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian audit energi ini akan dilakukan di Gedung P Kabupaten Tangerang dan Gedung Tower UMB Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) serta biaya pembayarannya sesuai pemakaian berdasarkan data historis gedung, kemudian membandingkan secara umum hasil audit enegy yaitu beban penerangan dan pendingin pada Gedung P Kabupaten Tangerang dan Gedung Tower UMB Jakarta.  Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan secara umum kondisi konsumsi energi antara kedua gedung ini. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah Environment meter, multimeter dan Tang ampere. Hasil penelitian menunjukkan Nilai intensitas konsumsi energi (IKE) untuk Gedung P Kabupaten Tangerang adalah  50,17 kWh/m2/tahun, masuk dalam kategori sangat efisien, karena kurang dari nilai standar 240 kWh/m2/tahun. Gedung ini sangat efisien karena sebagian besar ruang menggunakan ventilasi alami, khususnya di hall tengah bagian pelayanan pelanggan.  Kemudian banyak AC yang tidak bekerja karena rusak, banyak ruang yang kapasitas AC nya terlalu kecil, dan Intensitas pencahayaan (Lux) kurang terang (dibawah standar SNI).  Kondisi AC secara umum dibawah performance nya yang berpotensi pemborosan energi listrik. Penurunan performance ini karena kurangnya perawatan dan usia AC sebagian sudah melebihi batas usia ekonomis maupun teknis (˃10 tahun). Suhu ruang kerja rata-rata diatas 260 C. Kondisi ini akan mempengaruhi kenyamanan kerja karyawan. Selanjutnya pada Gedung Tower Universitas Mercu Buana didapat Nilai intensitas konsumsi energi (IKE) untuk sebesar 149,83 kWh/m2/tahun, masuk dalam kategori efisien. Gedung ini masuk dalam kategori efisien karena sebagian ruang masih belum banyak dipakai sehingga penggunaan AC tidak seluruhnya digunakan. Selain itu dengan adanya pekerjaan office boy dan dosen yang disiplin yaitu dengan mematikan AC dan lampu ruangan kelas yang tidak terpakai serta Intensitas pencahayaan (Lux) kurang terang (dibawah standar SNI).  Kondisi AC secara umum cukup bagus performancenya sehingga efisien dalam konsumsi energi listrik. Bagusnya performance ini karena cukupnya perawatan dan usia AC sebagian masih dalam batas usia ekonomis maupun teknis yaitu < 3 tahun.  Suhu ruang kerja rata-rata sekitar 22 - 230C dan kondisi ini bagus untuk  kenyamanan kerja karyawan.

ANALISIS MASALAH KERUTAN (WRINKLE) PADA PRODUK ALAS KALENG UKURAN 681 GRAM

Kristiyono, Iqnatius Elik

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (809.49 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerutan (wrinkle) merupakan cacat yang sering terjadi pada perusahaan kemasan kaleng saat ini yang menghambat proses produksi sehingga merugikan konsumen. Kerutan (wrinkle) adalah pelipatan material yang terjadi pada dinding atau flens pada produk kaleng yang disebabkan oleh aliran dari material yang tidak dipegang atau dikendalikan oleh pemegang material. Pada kasus ini kerutan (wrinkle) terjadi pada produk alas kaleng ukuran 681 gram. Tujuan dari tugas akhir ini yaitu dapat menganalisis proses pembuatan alas yang menyebabkan kerutan (wrinkle). Kerutan dapat dihilangkan dengan memberikan gaya pengendali blank pada saat material mengalir pada proses drawing atau dengan mengganti material yang mempunyai kekerasan yang berbeda. Gaya pengendali blank didapatkan dengan memanfaatkan gaya pegas dengan konstanta tertentu. Dari hasil perhitungan didapatkan besar gaya pengendali blank pada area 1 sebesar 1028.22 N, pada area 2 sebesar 1044.21 N, dan pada area 3 sebesar 751.47 N. Sedangkan perhitungan untuk gaya pegas yang digunakan untuk gaya pengendali blank  pada area 1 sebesar 1164.8 N, pada area 2 sebesar 1144 N, dan pada area 3 sebesar 748.8 N.

ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER SHELL & TUBE PADA SISTEM COG BOOSTER DI INTEGRATED STEEL MILL KRAKATAU

Sudrajat, Jajat

Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Full PDF (550.412 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan heat exchanger pada sistem COG booster bertujuan untuk mendinginkan temperatur oli yang akan digunakan sebagai pelumasan dan pendinginan bearing. Semakin lama heat exchanger digunakan akan menyebabkan terjadinya fouling (pengotoran) di bagian dalam heat exchanger. Semakin besar fouling yang terjadi akan menyebabkan terjadi penurunan kinerja heat exchanger seperti besarnya laju perpindahan panas aktual dan efektivitas. Oleh karena itu dilakukan analisis heat exchanger untuk mengetahui pengaruh fouling terhadap laju perpindahan panas aktual dan efektivitas heat exchanger dengan rentang waktu 1 tahun setelah booster beroperasi yang dibagi menjadi 2 periode. Analisis dilakukan dengan membuat perhitungan parameter-parameter yang dibutuhkan. Dari hasil perhitungan dan analisis, ditunjukan bahwa terjadi penurunan pada laju perpindahan panasnya hingga sebesar 0,411 kW atau 19,45%, setara dengan energi yang dihasilkan dari penggunaan solar sejumlah 0,036 liter selama satu jam. Fouling yang terjadi mengalami kenaikan hingga sebesar 0,561 m2.K/kW. Sedangkan efektivitasnya mengalami penurunan sebesar 3,7%.