cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Jurnal Pendidikan Agama Islam: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam dan Isu-isu Pendidikan Islam (p-ISSN: 2089-1946 & e-ISSN: 2527-4511) Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember. Jurnal Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya dan berisi tulisan ilmiah tentang kajian Pendidikan Agama Islam dan kajian yang terkait. Di dalamnya di muat berbagai pemikiran dalam berbagai bentuk; hasil penelitian, gagasan konseptual, dan pengalaman empiris. Dalam perkembangannya, JPAI merintis penerbitan secara online dan memperluas cakupan kontributor dari seluruh nusantara. Kedepannya, JPAI akan memperluas cakupan kontributor dari beberapa negara Islam dan negara lain yang memiliki perhatian terhadap kajian pendidikan Islam nusantara maupun internasional. E-journal ini merupakan versi daring JPAI yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, FTK UIN Sunan Ampel Surabaya.
Articles
92
Articles
​
Pendekatan Aksiologis Pendidikan Islam dalam Perspektif Islam dan Barat

H., M. Fazlurrahman

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendekatan aksiologis dalam pendidikan Islam merupakan diskursus yang masih sangat penting dan relevan hingga saat ini. Seluruh proses kependidikan Islam, baik yang di dalamnya melibatkan aspek kurikulum, pembelajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, manajemen kelembagaan, dan seterusnya, mempunyai satu muara atau hilir yang sama, yaitu mendukung ketercapaian aksiologis dalam pendidikan Islam. Kemudian, menjadi menarik pula untuk dibahas, sebenarnya apa keterkaitan antara tujuan pendidikan Islam dan Nasional sudah selaras atau malah terjadi tumpang-tindih. Diharapkan dalam pemaparan kajian ini dapat dengan jelas menyampaikan pokok permasalahan pada tujuan pendidikan Islam. Sehingga memiliki aksiologi pendidikan yang aplikatif bagi pendidikan Islam secara nasional. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah kajian pustaka (library research), dimana membandingkan konsep-konsep yang terdapat dalam literatur dengan penelitian. Adapun hasilnya, filsafat tujuan pendidikan Islam di tanah air masih memiliki kelemahan mendasar dalam menghadirkan rumusan tujuan sebagai bagian dari teori pengetahuan. Selain itu, masih banyaknya tujuan pendidikan yang sifatnya sulit untuk digapai atau belum aplikatif. Maka dapat disimpulkan bahwa para penulis filsafat pendidikan Islam telah mempunyai kesadaran akademis bahwa, teori tujuan mestinya harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum merumuskan tujuan pendidikan Islam dari perspektif kajian filsafat. Sayangnya, kesadaran tersebut tidak direalisasikan oleh mereka dan tidak digunakan sebagai panduan untuk merumuskan tujuan pendidikan Islam secara sistematis dan komprehensif.

Madrasah Diniyah Sebagai Pola Diseminasi Islam Moderat di Pesantren Mahasiswa Darussalam Keputih Surabaya

Mukaffa, Zumrotul

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini mencoba mengurai peran penting Madrasah Diniyah dibawah naungan Pesantren Darussalam Keputih yang berada di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di tengah-tengah maraknya gerakan Islam transnasional di dalam kampus. Pengelola menyadari sepenuhnya arti penting diseminasi tata nilai Islam moderat dan menempatkan Madrasah Diniyah sebagai struktur mediasi dalam membiakkan nilai-nilai toleransi dan menolak formalisasi khilafah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para santri tidak hanya belajar kitab-kitab berdasarkan jenjang kelas masing-masing, melainkan juga mendalami gagasan besar Islam moderat di tanah air. Pendalaman dilakukan dengan cara menghubungkan pengetahuan santri dengan website WIKI ASWAJA dan ASWAJA NU yang dikelola oleh Pusat Kajian Aswaja PWNU Jawa Timur. Isu-isu mutakhir, seperti khilafah dan Islam Nusantara yang dipublikasikan oleh website didiskusikan dengan metode bandongan-muhawarah dengan melibatkan seluruh santri-mahasiswa. Keberhasilan Madrasah Diniyah Takmiliyah di pesantren Darussalam sebagai struktur mediasi ditandai oleh kemampuannya mengembangkan diskursus tandingan terhadap gerakan-gerakan Islam transnasional di lingkungan kampus.

Pendidikan Moral melalui Pembelajaran Kitab Alfiyah ibn Malik di Pondok Pesantren Langitan Tuban

Muhid, Abdul, Asnawi, Asnawi, S. A. P., Rangga Sa’adillah

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kitab Alfiyah karya Muhammad bin Abdillah bin Malik al-Andalusi atau yang lebih populer dengan nama Ibnu Malik sangat dikenal sebagai sumber ilmu tata bahasa Arab. Tidak banyak yang mengurai dan meneliti kitab tersebut dalam sudut pandang lain. Padahal ada beberapa substansi yang terkandung di dalamnya, misalnya tentang moral yang tersisip diantara bait-bait isinya. Sudut pandang filosofis diperlukan untuk menyingkap substansi nilai-nilai moral sebelum menginterpretasikannya dan menginternalisasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan nilai moral, metode internalisasinya, dan refleksi hasil internalisasi moral pada santri di Pondok Pesantren Langitan Tuban. Dengan paradigma naturalistik, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa internalisasi moral dalam pembelajaran kitab Alfiyah Ibn Malik disampaikan melalui keteladanan, penghargaan, hukuman, pembiasaan, dan indoktrinasi. Selain itu, peneliti menemukan 31 nilai-nilai moral dalam bait-bait kitab dan 12 perilaku reflektif yang ditunjukkan oleh santri.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab Komunikatif di Pesantren Modern Gontor Putri 4 Sulawesi Tenggara

Wahyuni, Imelda

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ciri khusus pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam adalah terdapatnya pelatihan Bahasa Arab. Dalam hal ini, strategi lembaga pesantren menjadi bahasan penting dalam mendukung pencapaian kemampuan bahasa oleh santri. Tulisan ini mengkaji tentang model pembelajaran bahasa komunikatif yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 4 Sulawesi Tenggara. Data kualitatif deskriptif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Artikel ini menggali lebih jauh bagaimana pesantren dapat menangkap peluang dan menghadapi tantangan pembelajaran bahasa komunikatif untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab santri. Temuan penelitian ini menunjukkan pengembangan kemampuan bahasa Arab santri terpenuhi dengan adanya tenaga edukasi yang direkrut berdasarkan sistem manajerial terpusat. Sedangkan tantangan pembelajaran bahasa komunikatif dihadapi dengan membangun komitmen santri untuk memperioritaskan upaya berbahasa komunikatif. Peneliti menyimpulkan bahwa dukungan kebijakan pimpinan dalam mengelaborasi tujuan struktural dan fungsional pendidikan bahasa menjadi wilayah dasar dalam perumusan tata kerja program pendidikan di pesantren.

Ideologi Damai Kaum Pesantren: Studi atas Narasi Kurikulum Pesantren Salaf

Sahri, Iksan Kamil

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bangsa-bangsa di dunia saat ini disibukkan dengan ekstrimisme yang marak yang dilakukan oleh berbagai latar belakang agama. Dalam komunitas Islam sendiri, kekhawatiran itu menyeruak seiring dengan semakin intensifnya aksi-aksi ekstrimisme yang didasarkan pada agama. Untuk itu, banyak kalangan peneliti bertanya-tanya tentang gen damai dalam agama Islam. Untuk menjawab hal tersebut penulis melakukan penelitian terhadap Lembaga Pendidikan Islam tradisional di Indonesia, yaitu pesantren salaf. Penelitian menfokuskan kepada kurikulum keagamaan yang diajarkan di pesantren salaf yang dilakukan dengan mengambil studi kasus di pesantren Langitan Tuban dan pesantren Kedinding Lor Surabaya. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa terdapat formulasi ideologi damai kaum pesantren yang termartikulasi dalam rangkaian kurikulum pembelajaran agama mereka yang dijabarkan dalam 6 ranah mata pelajaran keagamaan Islam. Formulasi itu terutama dapat dilihat dari pertemuan rumpun fikih dengan mistisisme Islam  berupa tasawuf dan tarekat.

Urgensi Keterlibatan Wali Asuh dalam Dinamika Pendidikan di Pesantren

Ilmy, Alfi Najmatil, Wahid, Abd Hamid, Muali, Chusnul

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Wali asuh dalam pesantren berperan dalam menanggulangi penurunan efektifitas kegiatan santri yang diakibatkan semakin banyaknya jumlah peminat pesantren modern dan semi modern dewasa ini. Intisari dari adanya wali asuh adalah sebuah ide pembaruan di pesantren sebagai upaya meningkatkan efektifitas kegiatan dan memudahkan pemantauan aspek psikis santri secara perorangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus di pesantren Nurul Jadid yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi yang harus dilakukan wali asuh dalam perannya sebagai pengganti orang tua santri. Pertama, wali asuh melakukan pendekatan awal dengan menjadi pendengar yang baik santri asuh untuk menghimpun informasi tentang dunia kehidupannya. Kedua, pemeran wali asuh harus berbeda dengan pemeran pengurus harian untuk memberikan ruang pendekatan pribadi, bukan kolektif. Ketiga, wali asuh berperan pula sebagai motivator, konselor dan pengganti orang tua bagi santri asuh.

Penanaman Religiusitas Keislaman Berorientasi pada Pendidikan Multikultural di Sekolah

Suradi, A.

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang bagaimana pendidikan multikultural dalam merespon perubahan demografi dan kultur religius di lingkungan sekolah, bahkan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini bertujuan agar dapat tumbuh sikap dan nilai penting bagi harmoni sosial dan perdamaian antar umat beragama. Artikel ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Ada dua hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan pendidikan Islam multikultural, yaitu secara konseptual dan metodologis. Secara konseptual berarti memperkaya diri dengan isu-isu multikulturalisme dari berbagai sumber. Sedangkan secara metodologis, figur pendidik perlu tampil sebagai agen perubahan dalam proses menyemai pemahaman multikulturalisme secara praktis. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan agama Islam berwawasan multikultural akan berpengaruh signifikan dalam upaya membentuk pola pemahaman keagamaan di kalangan peserta didik baik melalui muatan kurikulum maupun dalam tataran aplikatif dalam proses pembelajaran.    

Dinamika Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah (Studi Multi-Situs di Kabupaten Jombang)

Umam, Khoirul

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam konteks dinamika pengembangan kurikulum di Indonesia, kurikulum PAI masih menghadapi berbagai masalah dalam pengembangannya. Hal ini disebabkan perbedaan status kepemilikan sekolah, lingkungan sekolah, dan sumber daya manusia yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa  permasalahan penerapan pengembangan, konstruksi, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat kurikulum PAI di MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, MTs Ar-Rahman Nglaban, MTsN Plandi Diwek, dan MTsN Tambakberas Jombang. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan studi multi-situs pada empat lembaga yang berbeda di Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kurikulum dari keempat madrasah tersebut menitikberatkan pada Subject Centered Design, yang berfokus pada mata pelajaran. Sedangkan faktor-faktor penentu yang paling dominan adalah sumber daya manusia dan sarana prasarana. Perbandingan model konstruksi kurikulum di empat madrasah tersebut terletak pada esensi dan kedalaman materi. Dari data keempat madrasah tersebut, maka collaborrative curriculum menjadi pilihan desain ulang kurikulum yang dinilai ideal dan dapat diterapkan.

Telaah Komparatif Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan Islam di Saudi Arabia, Mesir, Malaysia, dan Indonesia

Zilfa, Rohil

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bahasa Indonesia:Artikel ini menganalisis pengarusutamaan gender ditinjau dari perspektif perbandingan pendidikan bagi perempuan di beberapa negara Asia dan Afrika, di mana kondisinya memiliki persamaan dalam konstruksi sosiokultur, dan pengaruh interpretasi keagamaan yang dijadikan instrumen legitimasi superioritas laki-laki sangat tampak. Hal ini mempengaruhi ruang gerak perempuan pada wilayah publik, termasuk hak untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini adalah analisis komparatif tentang konstruksi sosial tentang perbedaan gender yang melahirkan ketidakadilan (gender inequalities) di Indonesia, Malaysia, Mesir dan Saudi Arabia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mulanya di beberapa negara di Asia (termasuk Indonesia) masih terjadi domestifikasi dan subordinasi pada perempuan, yang mana hal tersebut dibatasi dengan interpretasi agama yang selektif dan tradisional, sehingga mereka tidak mudah mengenyam pendidikan. Namun, dalam perkembangannya, terjadi peningkatan dalam keterlibatan perempuan di bidang pendidikan melalui pengarusutamaan gender oleh pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia di beberapa negara tersebut. Regulasi-regulasi yang telah ditetapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam masalah ketidaksetaraan gender yang terjadi. Pengarusutamaan gender merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia yang terkorelasi dengan pendidikan Islam. Di Indonesia, hal yang menjadi perhatian Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia adalah dengan menetapkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Madrasah. English:This article examines gender-mainstreaming effort from a perspective of comparative women education in several Asian and African countries, in which the countries have common socioculture condition and religious interpretation positioning male superiority over female. This situation affects female’s roles in public sphere, including female’s rights in pursuing higher degree of education. This study comparatively analyzes social contruction giving birth to gender inequalities in Indonesia, Malaysia, Egypt, and Saudi Arabia. The result of this study indicates several Asian countries (including Indonesia), at the beginning, experienced domestification and subordination of women due to traditional and selective religious interpretation, resulting difficulties to access to education for women. However, in its development, women has been increasingly involved in education through gender mainstreaming efforts by governments in order to develop human capacity in the countries. Several regulations indicates government’s serious efforts in solving the gender inequalities issues. This gender mainstreaming effort has become a part of human development strategy intergrated in Islamic education. In Indonesia, this issue got attention from Minister of Women Empowerment and Children Protection by issuing Ministry regulation No 11 of year 2010 regarding the Principality of Gender Mainstreaming in Madrasah.

ULAMA’ DAN KONTESTASI PENGETAHUAN DALAM SUDUT PANDANG AL QUR’?N

Mustofa, Imron

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bahasa Indonesia:Ulama` merupakan predikat psikologis proses mental dan tujuan, penguasaan data konkret dan ketercapaian hakekat pengetahuan universal. Artikel merespon beberapa pertanyaan epistemologis tentang ulama, seperti asal muasal ilmu seorang ulama, peranan ilmu, cara memperoleh pengetahuan, dan tolok ukur keilmuan. Temuan dari tulisan ini adalah, pertama, ‘Ulam?` dalam Islam dipandang sebagai suatu representasi makna dari individu atau golongan yang bergelut dalam aktifitas mental-spiritual, guna mampu mengenal, membedakan, menilai dan menyimpulkan makna pokok dari realitas, bentuk, mode, kuantitas, substansi dan esensi sesuatu. Kedua, Untuk dapat, dikatakan ‘ulam?` seseorang harus memiliki kualifikasi yang sangat ketat. Ketiga, proses seorang ‘ulama` untuk mendapatkan kesimpulan melewati tahap persepsi oleh persepsi sensoris kemudian disalurkan kepada persepsi mental. Keempat, dengan segala kualifikasi, instrumen dan klasifikasi pengetahuannya seorang ulama’ dituntut mampu menjangkau dimensi-dimensi universal, permanen, personal, spiritual dari tujuan pendidikan dan organisasi ilmu pengetahuan serta mampu merealisasikannya dalam segala aspek partikular, sosial dan segala aspek lainnya hingga menjadi ins?n k?mil. English:Abstract:‘Ulam?` is a psychological predicate of mentality processes and purposes, mastering concrete information and achieving the essence of universal knowledge. This article responds several epistemological questions about ulama, such as their source of knowledge, functions of the knowledge, how to get the knowledge, and their standards of knowledge. Findings of this paper are, first of all, ‘Ulam?` in Islamic perspective is individual or group representation who deal with mental-spiritual activities in purpose of identifying, distinguishing, evaluating, and concluding the essence of reality, formats, modes, quantity, substance, and essence of a thing. Second, therefore, in order to get a predicate of ‘Ulam?`, one must have a very st frict qualification. Third, ‘Ulam?` gain their knowledge from thr step of sensory perception towards mental steps. Last, with qualification that one has, instruments and classification of knowledge belongs to ‘Ulam?` must reach universal, permanent, personal, and spiritual dimensions of aims of education and knowledge structure to realize it in all particular, social, and other aspects to achieve the state of ins?n k?mil.