cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Maret 2017" : 9 Documents clear
Rancang Bangun Antena Log Periodic Dipole Array untuk Pengukuran Radiasi Elektromagnetik BTS Prananto, Haryo Dwi; Wibowo, Priyo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.002 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.317.2017

Abstract

The Microstrip Antenna Log Periodic Dipole Array has been design and create as measuring device for electromagnetic field on base transceiver station (BTS). Before it use for measuring device, characterictics of antenna must be known from return loss and radiation pattern. The design of antenna has special specification which it use τ = 0.88 and σ = 0.12 as parameter. Material of antenna from FR 4 dielectric material as substrate and element from chopper. Measuring return loss with networ analyzer and radiation pattern in 3 m semi anechoic chamber at frequencies 850, 900, 1800, 2100, and 2300 MHz. The result of return loss from each frequencies is good because the values is below than -10 dB. Whereas the radiation pattern is directional type to each frequency. Frequency antena at 850 and 900 MHz, back lobes that exist in the radiation pattern generated sizeable value approaching the value of the main lobes. While in the 2100 MHz frequency, side lobes that is closer to the value of the main lobes. This is less than the maximum results, so that the antenna LPDA made pretty good use in the frequency of 1800 MHz and 2300 MHz.Keywords : Microstrip antenna LPDA, return loss, and radiation patternAbstrak— Telah dilakukan rancang bangun antena mikrostrip log periodic dipole antenna (LPDA) yang akan digunakan sebagai alat ukur radiasi medan elektromagnetik pada base trransceiver station (BTS). Sebelum dijadikan alat ukur radiasi medan elektromagnetik BTS, karakteristik antena dilihat terlebih dahulu dari sisi return loss, dan pola radiasi yang dihasilkan. Desain antena LPDA menggunakan spesifikasi khusus dengan parameter τ = 0.88 dan σ = 0.12. Pembuatan antena secara mikrostrip dengan bahan dielektrik berupa FR4 sebagai substrat dan elemen antena berupa tembaga. Pengukuran return loss menggunakan network analyzer dan pola radiasi diukur di semi anechoic chamber 3 m di frekuensi operasi kerja BTS Indonesia (frekuensi 850, 900, 1800, 2100, dan 2300 MHz). Hasilnya pada setiap frekuensi nilai return loss yang didapat baik karena bernilai dibawah -10 dB. Sedangkan pola radiasinya yang dihasilkan berbentuk direksional pada setiap frekuensi. Pada frekuensi 850 dan 900 MHz back lobes yang ada pada pola radiasi yang dihasilkan cukup besar nilainya mendekati nilai main lobes. Sedangkan pada frekuensi 2100 MHz, side lobes yang ada mendekati nilai main lobes. Hal ini merupakan hasil yang kurang maksimal, sehingga antena LPDA yang dibuat cukup baik digunakan di frekuensi 1800 MHz dan 2300 MHz.Kata Kunci : antena mikrostrip LPDA, return loss, dan pola radiasi
Analisa Unjuk Kerja Peningkatan Transmisi Citra pada Kanal Wireless Menggunakan Teknik Diversity Selection Combining Abbas, Baharuddin
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.385 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.366.2017

Abstract

This study is the simulation of SPIHT image compression using diversity selection combining techniques. The image is compressed by using SPIHT compression techniques after wavelet decomposition. By giving Rayleigh fading channel and AWGN on the channel transmission will cause the degradation of the overall system performance. To minimize the effects caused by the errors that occur during the transmission, the diversity selection combining techniques are used at the receiver that work on the wavelet domain in order to increase the overall system performance. Performance evaluation on the use of selection combining diversity technique can be determined through PSNR analysis. The simulation results of this study indicate that applying the diversity selection combining techniques on the system that affected by noise AWGN and Rayleigh fading can increase the performance of the overall system at the receiver when comparing to the receiver without using the selection combining diversity techniques.Keywords : Diversity Selection Combining, Noise AWGN, Fading Rayleigh, PSNR, BERAbstrak – Penelitian ini merupakan simulasi citra terkompresi SPIHT menggunakan teknik diversity selection combining. Citra yang digunakan dikompresi terlebih dahulu dengan teknik kompresi SPIHT setelah didekomposisi wavelet. Pada kanal transmisi diberi pemodelan kanal Rayleigh fading dan AWGN yang akan menyebabkan terjadinya penurunan unjuk kerja sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, untuk memperbaiki unjuk kerja sistem tersebut yaitu dengan meminimalkan efek yang diakibatkan oleh error yang terjadi selama transmisi, maka pada bagian penerima digunakan teknik diversity selection combining yang bekerja pada daerah wavelet. Besarnya pengaruh dari teknik diversity selection combining yang digunakan dapat diketahui melalui analisa PSNR.  Hasil simulasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa, adanya peningkatan perbaikan sistem dipenerima bila dibandingkan dengan tanpa menggunakan teknik diversity selection combining.Kata kunci : Diversity Selection Combining, Noise AWGN, Fading Rayleigh, PSNR, BER
Pembangkit Listrik Pikotermal Matahari, Kajian Awal Aulia, Aulia; Darwison, Darwison; Razak, Faisyal; Waldi, Eka Putra
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.519 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.368.2017

Abstract

A Picothermal solar power plant (PLTPM) is an original concept that is still under study. Testing and calculation of voltage and electrical current is carried on a single thermoelectric, thermoelectric cells connected in series and parallel connected thermoelectric cells due to rise in temperature in the cells. The results showed that the increase in temperature of 71 °C produces 1 volt output voltage and current of 0.1 amperes. In accordance with the principle of series and parallel connection, series connection is able to multiply the output voltage and the parallel connections double the current output for one additional thermoelectric cell chipKeywords : Picothermal, thermoelectric cell and series, parallel, temperatureAbstrak— Pembangkit listrik pikotermal matahari (PLTPM) merupakan konsep awal yang masih dalam tahap kajian. Pengujian dan perhitungan tegangan dan arus listrik dilakukan terhadap termoelektrik tunggal, sel termoelektrik terhubung seri dan sel termoeletrik terhubung paralel akibat kenaikan suhu pada sel-sel tersebut. Hasil memperlihatkan bahwa kenaikan suhu sebesar 71 oC  menghasilkan tegangan keluaran 1 volt dan arus 0.1 Amper. Sesuai dengan kaedah hubungan seri dan paralel, hubungan seri mampu melipat gandakan tegangan keluaran dan hubungan paralel melipatkan gandakan arus keluaran untuk tambahan setiap satu keping sel termoelektrik.Kata Kunci : pikotermal, sel termoelektrik, seri, paralel, kenaikan suhu
Karakteristik Medan Listrik Atmosfer Kota Padang dan Hubungannya dengan Sambaran Petir Awan ke Tanah Emeraldi, Primas; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.107 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.385.2017

Abstract

The possibility of using Electric Field Mill data as parameter of lightning warning sistem requires atmospheric electric field data comparisons with lightning detection sistems. Transient electric field from lightning detektor compare with continues atmospheric electric field during thunderstorm.Based on atmospheric electric field measurement in Padang during the period of January - August 2015 there were 219 times thunderstorm events. In the event of thunderstorm,there is one or two thunderstorm event per day with average thunderstorm duration 173.48 minute per thunderstorm. There is no relations between the number of cloud to ground lightning strikes with the duration of the thunderstorm. Thunderstorm with 634 minute duration produces 2 cloud to ground lightning strikes while thunderstorm with shorter duration for 114 minute produces 13 cloud to ground lightning strikes.Keywords : Thunderstorm, Atmospheric Electric Field,Electric Field MillAbstrak—Penggunaan data Electric Field Mill (EFM) dalam sistem peringatan bahaya petir membutuhkan kajian perbandingan data medan listrik atmosfer dengan sistem deteksi petir. Data dari detektor petir dibandingkan dengan data perubahan medan litrik statis selama proses badai petir. Berdasarkan pengukuran medan listrik atmosfer di kota Padang selama periode Januari – Agustus 2015 diperoleh data yaitu terdapat sebanyak 219 kali badai petir. Dalam satu hari terjadi satu sampai dua kali badai petir dengan durasi rata rata per badai petir adalah 173,48 menit. Setiap badai petir tidak selalu menghasilkan sambaran petir awan ke tanah. Tidak ada hubungan langsung antara jumlah sambaran petir awan ke tanah dengan lamanya durasi badai petir. Badai petir dengan durasi terlama pada tanggal 12 April 2015 dengan durasi 638 menit menghasilkan 2 kali sambaran petir awan ke tanah. Sedangkan badai petir pada 30 Januari 2015 dengan durasi 114 menit bisa menghasilkan 13 kali sambaran petir awan ke tanah.Kata Kunci : Badai Petir, Medan Listrik Atmosfer, Electric Field Mill
Analisa Path Loss Spektrum Frekuensi UHF Untuk Penyiaran TV Terestrial Kota Padang Andre, Hanalde; Nofriadi, Nofriadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.256 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.358.2017

Abstract

The calculation of path loss is needed in the planning and evaluation of telecommunications services. Broadcasting Television (TV) terrestrial uses Ultra High Frequency (UHF) spectrum in the range of 478 MHz -806 MHz. This study discuss the Padang city terrestrial TV broadcasting consisting of 14 transmitters. Path loss calculations carried out in the Padang city service area using the ITU-R P.525 and ITU-R P.1546. Based on calculation results showed an average difference of the two methods of 4:53 db.Keywords : Path Loss, Terestrial TV, UHF, Padang CityAbstrak—Perhitungan path loss sangat dibutuhkan dalam perencanaan maupun evaluasi layanan telekomunikasi. Penyiaran Televisi (TV) terestrial menggunakan spectrum frekuensi Ultra High Frequency (UHF) dalam rentang 478 MHz -806 Mhz. Penelitian ini membahas penyiaran TV terestrial Kota Padang yang terdiri dari 14 pemancar. Perhitungan path loss dilakukan dalam area layanan kota padang dengan menggunakan metode rekomendasi ITU-R P.525 dan rekomendasi ITU-R P.1546. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil selisih rata-rata kedua metode tersebut sebesar 4.53 db. Kata Kunci : Path Loss, TV terestrial, UHF, Kota Padang
Peramalan Irradiance Cahaya Matahari pada Sel Surya untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Listrik dengan Metode Support Vector Regression (SVR) Arumsari, Nurvita; Pamuji, Feby Agung
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.635 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.367.2017

Abstract

This paper suggests the use of support vector regression (SVR) method for forecasting irradiance of sunlight on solar cells so that the energy produced by the solar cells can be predicted to meet electricity needs. This prediction is very important because to provide electrical energy that is sustainable and has a good reliability which has the constant frequency and constant voltage. From the simulation results can be seen that the SVR method has not a fairly good prediction results. So that, the approximate energy of solar cell that can be transfered to meet the electricity needs of the next month still not accurate with this method. Future research will be tried SVR hybrid time series method.Keywords : Electrical Energy, Irradiance,Support vector regression (SVR).Abstrak— Pada tulisan ini digunakan metode Support Vector Regression (SVR) untuk peramalan irradiance cahaya matahari pada sel surya sehingga besar energi yang dihasilkan sel surya bisa diprediksi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Prediksi ini sangat penting dikarena untuk menyediakan energi listrik yang berkelanjutan dan mempunyai keandalan yang baik yaitu mempunyai frekuensi konstan dan tegangan konstan. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa metode SVR mempunyai hasil prediksi yang masih rendah. Sehingga perkiraan energi solar cell yang dapat dikirim untuk memenuhi kebutuhan listrik satu bulan ke depan masih belum cukup akurat dengan menggunakan metode ini. Pada penelitian mendatang, akan dicoba penggunaan metode SVR berbasis time series.Kata Kunci : Energi listrik, Irradiance, Support Vector Regression (SVR).
Analisis Citra Permukaan Isolasi Listrik Dari Bahan LDPE-NR Akibat Aktifitas Peluahan Sebagian Darwison, Darwison; Aulia, Aulia
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.942 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.369.2017

Abstract

The correlation between the partial discharge (PD) pulses count and the surface of the related sample was studied and reported in this paper. The assessment was done by testing different samples of the composite low density polyethylene (LDPE) and natural rubber (NR) under a high electric field for 60 minutes. The results showed a strong correlation between the images of the sample surface after testing by the number of PD pulses is counted. The high of PD pulses counted are highly correlated with the larger scale of surface area damaged.Keywords : partial discharge, composite, polyethilene, natural rubber, surface pictureAbstrak— Korelasi antara jumlah pulsa peluahan sebagian (PD) dengan tingkat kerusakan permukaan sampel dikaji dalam makalah ini. Pengkajian dilakukan dengan menguji sampel berbeda dari komposit polietilen berkerapatan rendah (LDPE) dan karet alam (NR) di bawah pengaruh medan listrik tinggi selama 60 menit. Hasil memperlihatkan adanya korelasi yang kuat antara citra permukaan sampel setelah pengujian dengan jumlah pulsa PD yang terhitung. Jumlah pulsa PD yang tinggi berkorelasi dengan luas citra pemukaan sampel rusak yang lebih besar.Kata Kunci : peluahan sebagian, komposit, polietilen, karet alam, citra permukaan
Comparative Study of Three Linear System Solver Applied to Fast Decoupled Load Flow Method for Contigency Analysis Syafii, Syafii; Andre, Hanalde
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.268 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.381.2017

Abstract

This  paper  presents the  assessment  of  fast  decoupled load flow computation using three linear system solver scheme. The full matrix version of the  fast  decoupled  load flow  based on XB  methods used in this study.  The numerical investigations are carried out  on  the  small and large test systems.  The execution time of small system such as IEEE 14, 30, and 57 are very fast, therefore the computation time can not be compared  for these cases.  Another cases IEEE 118, 300 and TNB 664 produced significant execution speedup. The superLU factorization sparse matrix solver has best performance and speedup of load flow solution as well as in contigency analysis. The invers full matrix solver can solved only for IEEE 118 bus test system in 3.715 second and for another cases take too long time. However for superLU factorization linear solver can solved all of test system in 7.832 second for a largest of test system. Therefore the superLU factorization linear solver can be a viable alternative applied in contingency analysis.Keywords : Fast Decoupled Load Flow, Contigency Analysis, and Linear System Solver
Reviews on Technology and Standard of Spatial Audio Coding Elfitri, Ikhwana; Luthfi, Amirul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.037 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.372.2017

Abstract

Market  demands  on a more impressive entertainment media have motivated for delivery of three dimensional  (3D) audio content to  home consumers  through Ultra  High  Definition  TV  (UHDTV), the next generation of TV broadcasting, where spatial  audio  coding plays  fundamental role. This paper reviews fundamental concept on spatial audio coding which includes technology, standard, and application. Basic principle of object-based audio reproduction system  will also be elaborated, compared  to  the  traditional channel-based system, to provide good understanding on this popular interactive audio reproduction system which gives end users flexibility to render  their  own preferred  audio composition.Keywords : spatial audio, audio coding, multi-channel audio signals, MPEG standard, object-based audio

Page 1 of 1 | Total Record : 9