cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3: November 2016" : 16 Documents clear
Analisis Gelombang Elektromagnetik dan Seismik yang Ditimbulkan oleh Gejala Gempa Timor, Agus Rahmad; Andre, Hanalde; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.412 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.297.2016

Abstract

Earthquakes are a natural phenomenon which is difficult to predict when and how it will happen. Effort is needed to minimize the risk of earthquakes, such as the observation of the early signs before an earthquake occurs (precursor). This study was conducted to observe earthquakes in West Sumatra in two ways. Observations eleketromagnetik waves utilizing radio waves from the two stations. The study also uses seismic wave sensors that are placed in the Department of Electrical Engineering, University of Andalas. Based on the results of data processing of the transmission of radio waves, it is known that electromagnetic anomalies can be recorded by utilizing radio wave propagation. However, with the line of sight propagation cause a lot of loss propagation, and less effective in recording. For the recording of the earthquake through the seismic waves very well. The measurement results for the direction of the epicenter compared with the measurement result BMKG for some earthquakes end of 2013 were felt in the West Sumatra. The average error of measurement gained 9.6% since the phase delay is affected by the accuracy of the sensor device.Keywords: Earthquakes, Electromagnetic, SeismicAbstrak- Gempa bumi adalah fenomena alam yang sulit diprediksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Diperlukan usaha untuk meminimalisir resiko gempa bumi, seperti pengamatan tanda tanda awal sebelum gempabumi terjadi (prekursor). Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kejadian gempa di Sumatera Barat melalui dua cara.  Pengamatan gelombang eleketromagnetik memanfaatkan gelombang radio dari dua stasiun. Penelitian juga menggunakan sensor gelombang seismic yang ditempatkan di jurusan Teknik Elektro, Universitas Andalas. Berdasar hasil pengolahan data dari transmisi gelombang radio, maka diketahui bahwa anomaly elektromagnetik  dapat direkam dengan memanfaatkan propagasi gelombang radio. Namun propagasi dengan line of sight banyak menimbulkan rugi-rugi propagasi, dan kurang efektif dalam perekaman. Untuk rekaman gempa melalui gelombang seismik sangat baik. Hasil pengukuran untuk arah pusat gempa dibandingkan dengan hasil pengukuran BMKG untuk beberapa kejadian gempa akhir tahun 2013 yang dirasakan di Sumatera Barat. Adapun error rata-rata pengukuran yang didapat 9.6% karena dipengaruhi oleh keakurasian delay phasa alat sensor.Kata kunci: Gempa bumi, Elektromagnetik, Seismik
Pengembangan Topologi Inverter Multilevel Tiga Tingkat Satu Fasa Tipe Dioda Clamped dengan Mereduksi Komponen Saklar Daya Matalata, Hendi; Hamid, Muh. Imran
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.752 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.314.2016

Abstract

Multilevel inverter is a converter which converts the DC power source into an AC power source with a voltage output of more than two levels. Conventional multilevel inverter topology for the three levels developed at this time generally uses four components of the power switch. In this paper presented a three-level multilevel inverter topology by reducing the power switch components into two pieces and named as the type of diode clamped multilevel inverter three level one phase. Simulation with MATLAB have shown the many advantages of this topology is compared with the existing topology. Furthermore topology realized in order to determine their performance in real terms. Tests have shown the prospects of this topology to be applied to a variety of purposes.Keywords: Multilevel Inverter, Diodes clamped, Components Power Switch, Reduction Abstrak - Inverter multilevel adalah konverter yang mengubah sumber listrik DC menjadi sumber listrik AC dengan keluaran tegangan lebih dari dua tingkat. Topologi konvensional inverter multilevel untuk tiga tingkat yang berkembang saat ini umumnya menggunakan empat komponen saklar daya. Dalam paper ini diketengahkan sebuah topologi inverter multilevel tiga tingkat dengan mereduksi komponen saklar daya menjadi dua buah dan dinamakan sebagai inverter multilevel tipe diode clamped tiga tingkat satu phasa. Simulasi dengan MATLAB yang telah dilakukan menunjukkan berbagai kelebihan topologi ini dibandingakan dengan topologi yang ada sebelumnya. Selanjutnya topologi direalisasikan untuk dapat mengetahui unjuk kerjanya secara ril. Pengujian yang dilakukan menunjukkan prospek topologi ini untuk dapat diaplikasikan pada berbagai keperluan.Kata kunci: Inverter Multilevel, Dioda Clamped,  Komponen Saklar Daya, Reduksi
Perancangan Sistem Transfer Daya Nirkabel untuk Unmanned Aerial vehicle (UAV) Micro Jenis Quadcopter Pratomo, Setyawan Wahyu
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.545 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.323.2016

Abstract

In the Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) type of Quadcopter,  the source of  power supply in form of a battery that is only able to work 10-15 minutes in the air is a own  issue for the performance of Quadcopter. While the performance of quadcopter  at a high that are difficult to reach, it is expected over the role an  operator must manually connect the charging cable  to battery can be replaced by the system automatically when battery runs out. For that, in this paper discusses design of wireless power transfer system for  Quadcopter  to charge battery without the help of  an  operator and not to be done  landfalls  on the ground. The  recharging process of  battery can be done at the top of the building or in the common  ground  that  has  been installed wireless power transfer. The aim is to improve the performance of  quadcopter`s work  in the air in accordance with the usefullness. From the design of wireless power transfer system for quadcopter`s charging the battery obtained the results the best efficiency power transfer is 62.24 % with effective distance 10cm.  The frequency`s system obtained from an Oscillator Colpitss 333,1KHz by implementing the principles of electromagnetic induction.Keywords : Quadcopter, charging battery,electromagnetic inductionAbstrak— Dalam Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) jenis Quadcopter, sumber catu daya berupa baterai yang hanya mampu bekerja 10-15 menit di udara merupakan permasalahan tersendiri bagi performa Quadcopter. Sedangkan perfomansi dari Quadcopter pada ketinggian yang susah dijangkau, diharapkan peran operator  yang  selama ini harus mengkoneksikan secara manual kabel charging ke baterai bisa digantikan oleh sistem secara otomatis ketika baterai akan habis. Untuk itu dalam  paper ini membahas  suatu perancangan sistem transfer daya nirkabel untuk  Quadcopter  mengisi ulang  baterai  tanpa bantuan operator  dan tidak harus dilakukan pendaratan di  atas tanah.  Proses isi ulang ( charging ) baterai  bisa dilakukan di atas gedung maupun  di landasan yang telah terpasang transfer daya nirkabel. Tujuannya adalah meningkatkan performansi kerja Quadcopter di udara sesuai dengan kegunaanya.  Dari perancangan sistem transfer daya nirkabel untuk  Unmanned Aerial Vehicle ( UAV ) jenis Quadcopter  mengisi ulang ( charging ) baterai, diperoleh hasil efisiensi transfer daya terbaik sebesar  62,24% dengan jarak efektif 10 cm.  Frekuensi sistem transfer daya nirkabel  diperoleh dari rangkaian Colpitss Oscillator sebesar 333,1 KHz dengan menerapkan prinsip induksi elektromagnetik.Kata Kunci : Quadcopter, charging baterai, induksi elektromagnetik 
Studi dan Analisis Kinerja Mpeg Surround pada Bitrate 256 – 400 Kbps Luthfi, Amirul; Mustaqim, Fauzan; Elfitri, Ikhwana
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.474 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.302.2016

Abstract

MPEG Surround is one of the spatial audio codings that  popularly used. MPEG Surround is generally used at a low bitrate such as 64, 96 and 160 kbps. MPEG Surround can be used at high bitrates, but the audio quality produced in the bitrate is not yet fully known. This paper investigates the effect of increase bitrate toward the increase of  audio quality. The result showed a significant increase of the audio quality when the MPEG surround used in high bitrate. Accordingly, the MPEG Surround eligible for use in high bitrate to get better audio quality.Keywords : Spatial Audio Coding dan MPEG Surround Abstrak— MPEG Surround merupakan salah satu spatial audio coding yang populer digunakan. MPEG Surround umumnya digunakan pada bitrate rendah yaitu 64, 96, dan 160 kbps. MPEG Surround dapat digunakan pada bitrate tinggi, namun kualitas audio yang dihasilkan pada bitrate tersebut belum sepenuhnya diketahui. Paper ini menginvestigasi pengaruh kenaikan bitrate terhadap kenaikan kualitas audio. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas audio yang cukup signifikan saat MPEG Surround digunakan pada bitrate tinggi. Dengan demikian MPEG Surround layak digunakan pada bitrate tinggi untuk mendapatkan kualitas audio yang lebih baik.Kata Kunci :Spatial Audio Coding dan MPEG Surround
Operasi Ekonomis dan Unit Commitment Pembangkit Thermal pada Sistem Kelistrikan Jambi ., Delima; ., Syafii
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.729 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.313.2016

Abstract

Economical operation at power plants is an important aspect in the management of power system economic operation, his specialty in this paper discusses economic and operating unit Commitment to coordination of power plant electrical systems Jambi by applying method of the list of priorities. The data used in this paper is thermal power plant in November 2015 conducted in Jambi province retrieved results less economical, for it is need for calculation of economical operations for power generation units. The selected combination is the combination that produces the most fuel costs to a minimum. On the imposition of 235 MW power by operating unit 4 generating namely PLTG Batanghari unit 1, PLTMG segai gelam unit 3, unit 6, Rent PLTG PLTG Batanghari unit 2. With operating expenses amounted to Rp.,65.102.864.238 method of the list of priorities in solving unit commitment gives results which are more optimal as compared to the total costs incurred by PT. PLN (Persero) Area Of Jambi. The total cost of the plant from PT. PLN (Persero) Rp Jambi Region. 163,755,996.30 thus there are savings of Rp. 60,891,757.65. per mounth From the results of this data processing operations are economical in power plants in Jambi province need to be rethought to make it more efficient in the use of electrical energy.Keywords : Optimization of plant scheduling, economical operation, Combination of on / off priority list. Abstrak - Operasi ekonomis pada pembangkit tenaga listrik merupakan suatu aspek penting dalam manajemen sistem tenaga listrik khusus nya operasi ekonomis, dalam makalah ini membahas tentang operasi ekonomis dan unit Commitment untuk koordinasi pembangkit sistem kelistrikan Jambi dengan menerapkan metode daftar prioritas. Data yang digunakan dalam makalah ini  adalah pembangkit listrik tenaga termal pada bulan November 2015 dilakukan di Provinsi Jambi diperoleh hasil kurang ekonomis, untuk itu perlu adanya perhitungan pada operasi ekonomis untuk unit-unit pembangkit. Kombinasi yang dipilih adalah kombinasi yang menghasilkan biaya bahan bakar yang paling minimum. Pada pembebanan daya 235 MW dengan mengoperasikan 4 unit pembangkit yaitu PLTG Batanghari unit 1, PLTMG segai gelam unit 3, PLTG Sewa unit 6, PLTG Batanghari unit 2. Dengan biaya operasi sebesar Rp.102.864.238,65. Metode daftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unit commitment memberikan hasil yang lebih yang lebih optimal dibandingkan dengan total biaya yang dikeluarkan oleh PT.PLN (Persero) Wilayah Jambi. Total biaya pembangkit dari PT.PLN (Persero) Wilayah Jambi Sebesar Rp. 163.755.996,30 dengan demikian ada penghematan sebesar Rp. 60.891.757,65./bulan. Dari hasil pengolah data  ini maka operasi ekonomis pada pembangkit tenaga listrik di Provinsi Jambi perlu dikaji ulang agar lebih efesien dalam penggunaan energi listrik.Kata Kunci : Optimalisasi penjadwalan pembangkit , Operasi ekonomis, Kombinasi on/off  daftar prioritas .
Rancang Bangun Alat Monitoring Ketidakseimbangan Beban Pada Jaringan Tegangan Menengah Zebua, Osea; Setiawan, Angga Hidson; Soedjarwanto, Noer; Anggara, Jemi; Haris, Abdul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.998 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.325.2016

Abstract

Load unbalance is a fault that can damage power transformers in medium voltage networks. The larger load or current unbalance cause heating at the transformer winding and can cause fatal damage if it occurs in a long time. One way to prevent this damage is by monitoring the percentage of load unbalance or current unbalance in medium voltage network. This paper presents the design of load unbalance monitoring equipment on medium voltage networks. Arduino microcontroller is used as the main controller. Current sensors and voltage sensors are used to obtain the data of current and voltage at any time. The load unbalance monitoring result that exceeds the setting value is sent to a warning systems and mobile phones. The test results on the secondary side of the power transformer showed that the equipment can monitor load (current) unbalance with a maximum difference of 0.17%, voltage unbalance with maximum difference of 0.033% and neutral current with maximum difference of 3.29A compared to the actual values. The monitoring equipment is also capable of sending data to sound warning system and to the mobile phone when the percentage of load (current) unbalance exceeds the setting value, i.e. 30%.Keywords : load unbalance,monitoring, medium voltage network, power transformerAbstrak— Ketidakseimbangan beban merupakan gangguan yang dapat merusak transformator daya di jaringan tegangan menengah. Ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus yang besar menyebabkan pemanasan pada belitan transformator dan menyebabkan kerusakan fatal bila berlangsung pada waktu yang lama. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan ini adalah dengan memonitoring persentase ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus di jaringan tegangan menengah. Makalah ini menyajikan perancangan dan pembuatan alat monitoring ketidakseimbangan beban pada jaringan tegangan menengah. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai pengendali utama. Sensor arus dan sensor tegangan digunakan untuk memperoleh data arus dan tegangan setiap saat. Hasil monitoring ketidakseimbangan beban yang melebihi nilai yang sudah ditentukan dikirim ke sistem peringatan dan handphone. Hasil pengujian pada sisi sekunder transformator daya menunjukkan bahwa peralatan dapat memonitoring ketidakseimbangan beban (arus) dengan perbedaan maksimum 0,17%, ketidakseimbangan tegangan dengan perbedaan maksimum 0,033% dan arus netral dengan perbedaan maksimum 3,29A dibandingkan dengan nilai-nilai sebenarnya. Alat monitoring juga mampu mengirimkan data arus ke sistem peringatan bunyi dan ke handphone bila persentase ketidakseimbangan beban (arus) melebihi nilai yang sudah ditentukan, yakni 30%.                                                                Kata Kunci : ketidakseimbangan beban, monitoring, jaringan tegangan menengah, transformator daya
Identifikasi Jenis Bubuk Kopi menggunakan Electronic Nose dengan Metode Pembelajaran Backpropagation Rabersyah, Desti; ., Firdaus; ., Derisma
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.718 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.305.2016

Abstract

The development of technology allows the creation of a system in a manner resembling a nose job, the electronic nose (e-nose). E-nose can be utilized in various application fields, one of which is to distinguish the type of coffee. There are two main types of coffee, Arabica (Coffea arabica) and robusta (Coffea Robusta). Coffee has different characteristics and unique for its kind. Characteristics of coffee can be determined based on the gas content of coffee using e-nose. This device consists of 5 units of gas sensors that TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS and TGS 2620 822. The pattern of data obtained from the respective resistance change, if the sensors detect coffee that resulted in a change in voltage. Pattern data will be processed using backpropagation neural network. Backpropagation architecture used is formed from the 5 input nodes, 6 hidden nodes and 2 output nodes. The result  are expected to distinguish between arabica and robusta and be able to recognize the state of free air (without coffee). The test showed backpropagation NN able to identify with a success rate of 40% for arabica, robusta and 100% to 100% for free air (without coffee).Keywords : Electronic nose, Neural Network, BackpropagationAbstrak— Perkembangan teknologi memungkinkan penciptaan sebuah sistem dengan cara kerja menyerupai hidung, yaitu electronic nose (e-nose). E-nose dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang aplikasi, salah satunya untuk membedakan jenis kopi. Terdapat dua jenis utama kopi, yaitu kopi arabika (Coffea Arabica) dan kopi robusta (Coffea Robusta). Kopi memiliki karakteristik yang berbeda dan unik untuk masing – masing jenisnya. Karakteristik kopi dapat ditentukan berdasarkan kandungan gas pada kopi menggunakan e-nose. Perangkat ini terdiri dari 5 unit sensor gas yaitu TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS 2620 dan TGS 822. Pola data diperoleh dari perubahan resistansi masing – masing sensor apabila mendeteksi aroma kopi yang mengakibatkan perubahan tegangan. Pola data tersebut akan diolah menggunakan jaringan saraf tiruan (JST) backpropagation. Arsitektur JST backpropagation yang digunakan dibentuk dari 5 node input, 6 node hidden dan 2 node output. Hasil output JST backpropagation yang diharapkan dapat membedakan kopi arabika dan robusta serta mampu mengenali keadaan udara bebas (tanpa kopi). Hasil pengujian memperlihatkan JST backpropagation mampu melakukan identifikasi dengan tingkat keberhasilan 40 % untuk arabika, 100 % untuk robusta dan 100 % untuk udara bebas (tanpa kopi).Kata Kunci : Electronic Nose,  Jaringan saraf tiruan, JST backpropagation
Perhitungan Pathloss Teknologi Long Term Evolution (LTE) Berdasarkan Parameter Jarak E Node-B Terhadap Mobile Station di Balikpapan Ulfah, Maria; Djamal, Nurwahidah
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.814 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.315.2016

Abstract

The farther the distance between sender and receiver in the mobile communication will be resulted in the losses (pathloss) signals that occur along the transmission line, which will affect the quality of the signal to be received. So that needs to be calculated losses (pathloss) for 4G LTE technology network in the city of Aberdeen to determine the pathloss increase with the addition of the distance between nodes E B- MS. In determining the loss signal used propagation model COST 231 because according to the frequency of 4G LTE 1800 MHz and for an urban area in this study was calculated losses (pathloss) signal 4G LTE with distance variation antenna transmitter (E node B) of the recipient ( mobile station) is 1 km, 5 km, 10 km, 15 km, 20 km, with a transmitter antenna height of 24 meters. From the results of the calculation, the greater the distance between the transmitter antenna towards the receiver pathloss value is the greater of 138.8853 175.4915 dB to dB. Meanwhile, if the receiver antenna height is enlarged to the distance d between the eNodeB with MS remain the pathloss value to decrease.Keywords: 4G LTE, pathloss, model propagasi C0ST 231 Abstrak-Semakin jauh jarak antara pengirim dan penerima dalam komunikasi seluler akan mengakibat terjadinya rugi-rugi (pathloss) sinyal yang terjadi disepanjang saluran transmisi, yang akan mempengaruhi kualitas sinyal yang akan diterima. Sehingga perlu dilakukan perhitungan rugi-rugi (pathloss) untuk jaringan teknologi 4G LTE di kota Balikpapan untuk mengetahui peningkatan pathloss dengan penambahan jarak antara E node B- MS. Dalam menentukan rugi-rugi sinyal digunakan model propagasi COST 231 karena sesuai dengan frekuensi 4G LTE yaitu 1800 MHz dan untuk wilayah urban Dalam penelitian ini dihitung rugi-rugi (pathloss) sinyal 4G LTE dengan variasi jarak antenna pemancar (E node B)  terhadap penerima (mobile station) yaitu 1 km, 5 km, 10 km, 15 km, 20 km, dengan ketinggian antenna pemancar 24  meter. Dari hasil perhitungan didapatkan semakin jauh jarak antara antena pemancar terhadap penerima maka nilai pathloss semakin besar yaitu dari 138.8853 dB menjadi 175.4915 dB. Sedangkan jika tinggi antena penerima diperbesar dengan jarak d antara eNodeB dengan MS tetap maka nilai pathloss menjadi menurun.Kata Kunci : 4G LTE, pathloss, model propagasi C0ST 231
Sistem Pengaturan Pencahayaan Ruangan Berbasis Android pada Rumah Pintar Putro, Muhamad Dwisnanto; Kambey, Feisy D.
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.266 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.294.2016

Abstract

Smart Home generally pay attention to energy efficiency can be maximized by using natural lighting during the day, the layout of the lighting, the use of electrical equipment that are energy efficient and use energy-saving lamps. lighting control system should normally only uses the principle on / off and impractical to operate, This system still has the disadvantage of effectiveness.Besides all the convenience factor and needs in lighting the room became an important influence on the health of human eyesight. The purpose of this research is to build an efficient lighting control system, practical, according to the needs and equipped with the optimization of the lighting control based on efficiency and standard of room lightning SNI 03-6197-2000. This system was designed practically controlled remotely using a smartphone android device. This research is helpful to people occupying the residence so that they can feel comfortable, efficient and practical to operate the lighting control system in smart home. In its design of this system consists of hardware design and software design hardware design consist of the design of sensors, actuators, controllers and remote control. While for design of the software consists of intelligent programming algorithms and programming mobile systems. In the design of intelligent programming using arduino IDE application while the mobile programming using the application APP INVENTOR 2. Disadvantages of this system is the method of determining the value parameter, the parameter value ranges are narrow and the fast response changes in light intensity makes this system is not stable.Keywords: Smart Home, Lighting the Room, Android Abstrak - Rumah pintar pada umumnya memperhatikan efesiensi pemakaian energi yang dapat dimaksimalkan dengan memakai pencahayaan alami di siang hari, tata letak lampu penerangan yang tepat, pemakaian peralatan listrik yang hemat energi dan pemakaian lampu hemat energi. Sistem lampu pengaturan penerangan ruangan pada umunya hanya menggunakan prinsip on/off  dan tidak praktis untuk dioperasikan, Sistem ini masih memiliki kelemahan yaitu dalam hal efektifitas. Selain dari pada itu faktor kenyamanan dan kebutuhan dalam penerangan ruangan menjadi pengaruh penting untuk kesehatan penglihatan mata manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu membangun sistem pengaturan pencahayaan yang efisien, praktis, sesuai kebutuhan dan dilengkapi dengan optimasi pengaturan pencahayan berdasarkan efesiensi dan standar penerangan ruangan SNI 03-6197-2000. Sistem ini pun dirancang praktis yang dikendalikan secara jarak jauh dengan menggunakan perangkat android smartphone. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat penghuni rumah tinggal sehingga dapat merasa nyaman, efisien dan praktis untuk mengoperasikan sistem pengaturan pencahayaan pada rumah pintar. Pada perancangannya sistem ini terdiri atas perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak perancangan perangkat keras terdiri atas perancangan sensor, aktuator, pengendali dan pengendalian jarak jauh. Sedangkan untuk perancangan perangkat lunak terdiri atas algoritma pemograman cerdas sistem dan pemograman mobile. Pada perancangan pemograman cerdas menggunakan aplikasi Arduino IDE sedangkan pada pemograman mobile menggunakan aplikasi APP INVENTOR 2. Pada Aplikasi smartphone berbasis android menghasilkan pengendalian sistem pengaturan pencahayaan rungan yang dapat dikendalikan secara mode manual dan mode otomatis melalui media nirkabel bluetooth. Kekurangan dari sistem ini adalah dalam penentuan metode nilai parameter, dengan cakupan nilai parameter yang sempit dan respon perubahan intensitas cahaya yang cepat membuat sistem ini belum stabil.Kata Kunci : Rumah pintar, Pengaturan Pencahayaan Ruangan, Android
Semantic Connection : Rancangan Platform Komunikasi pada Smart Object Wibowo, Iwan Kurnianto
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.924 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.312.2016

Abstract

To provide a better gaming experience, it needs to design a game framework using smart object media as interaction media with various scenarios. In previous researchs have built a game media such as a smart object. Smart objects are physically integrated with the sensor, processor, and network. Smart object able to sense, interpret what is happening with him and their surroundings, reacting, interacting with other objects and exchanging information with the user. Media interaction is closely related to the communication platforms used. This paper presents a communication platform on smart object. The communication platform provides mechanisms of smart object to serve the interaction with other smart object and communicates with server. The smart object functions as universal input and output device based embedded systems that have a communication protocol.  So that many game scenarios can be implemented. Data communication between the smart object and the server is done wirelessly and full duplex, between data receiving and trasmitting lines are separated and worked simultaneously. Point to multipoint data transmission adopts star topology. The server is connected directly to each smart object. Data transmission between a smart object to the server generates an error rate of up to 0.15%. When there are three smart object that communicates with the server, the error rate increased to 2.77%.Keywords : Gaming Experience, Smart Object, Communication PlatformAbstrak—Untuk memberikan pengalaman bermain lebih mendalam, perlu disusun kerangka permainan yang memanfaatkan media smart object sebagai media interaksi dengan skenario yang bervariasi. Pada penelitian sebelumnya telah dibangun sebuah media permainan berupa smart object. Smart object secara fisik terintegrasi dengan sensor, prosesor, dan jaringan. Smart object mampu merasakan, menafsirkan apa yang terjadi dengan dirinya dan lingkungan sekitar, bereaksi, berinteraksi dengan objek lainnya dan bertukar informasi dengan pengguna. Media interaksi erat kaitannya dengan platform komunikasi yang digunakan. Makalah ini menyajikan platform komunikasi pada smart object yang telah dibangun. Platform komunikasi meliputi mekanisme smart object dalam melayani interaksi dengan smart object lain dan komunikasi dengan server. Smart object berfungsi sebagai perangkat masukan dan keluaran universal berbasis sistem embedded yang ditanamkan sebuah protokol dalam berkomunikasi. Sehingga banyak skenario permainan yang dapat diimplementasikan. Komunikasi data antara smart object dan server dilakukan secara nirkabel dan full duplex, antara jalur penerimaan dan pengiriman data terpisah dan bekerja secara bersamaan. Pengiriman data point to multipoint mengadopsi topologi bintang. Server terhubung langsung ke masing-masing smart object. Pengiriman data antara sebuah smart object ke server menghasilkan tingkat kesalahan hingga 0.15%.  Ketika ada tiga smart object yang berkomunikasi dengan server maka tingkat kesalahan meningkat hingga 2.77%.Kata Kunci : Pengalaman permainan, Smart object, Platform komunikasi

Page 1 of 2 | Total Record : 16