cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: September 2015" : 14 Documents clear
Koordinasi Sistem Proteksi Arus Lebih Pada Penyulang Distribusi 20 kV GI Pauh Limo ., Erliwati; ., Syafii; Nurdin, Muhammad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.087 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.144.2015

Abstract

The 20 kV feeder outages typically caused by short circuit fault. If the setting of over current relay (OCR) in the incoming or outgoing feeder unfavorable, can cause a total blackout. One of the efforts can be done is to evaluate the settings of 20 kV feeder protection relays in distribution substations Pauh Limo, to be well coordinated with each other and expected if an interruption in one of the 20 kV feeders it will not bring interrupt on the other feeders.Based on the short circuit current analysis on each feeder, where the largest short circuit fault current for three-phase fault at feeder Tingga Koto, the fault location 1%, which amounted to 7326.99 Ampere. This is because the line to Koto Tingga shortest compared to other feeders, around 9 km and load current = 230 Ampere. The OCR working time at the feeders id: Kuranji = 0.3 s Koto Tingga = 0.298 s, Teluk Bayur-2 = 0.292 s, Teluk Bayur-1 = 0.3 s, BLKI = 0.3 s, Kandis = 0.3 s and feeder UNAND = 0, 3 s. The relay working time for incoming side is 0.7 seconds. This relay setting can be used as a reference of evaluation and  resetting of  OCR.Keywords : Short circuit fault, Over current relay,  Relay setting.ABSTRAK—Pada penyulang 20 kV biasanya pemadaman disebabkan oleh gangguan hubung singkat. Jika penyetelan over current relay (OCR) di sisi incoming atau di outgoing kurang baik, dapat menyebabkan pemadaman total (black out). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi setting relai proteksi pada penyulang distribusi 20 kV gardu induk Pauh Limo, sehingga saling terkoordinasi dengan baik dan diharapkan jika terjadi gangguan pada salah satu penyulang 20 kV maka tidak akan membawa black out pada penyulang yang lain.Berdasarkan analisa arus hubung singkat disetiap penyulang, dimana arus gangguan hubung singkat 3 fasa terbesar yaitu pada penyulang Koto Tingga, dengan lokasi gangguan 1 %, yaitu sebesar 7326,99 Ampere. Hal ini dikarenakan saluran Koto Tingga terpendek dibandingkan dengan penyulang lain, yaitu = 9 km dan arus beban = 230 Amper. Waktu kerja relai pada penyulang (detik) : Kuranji = 0,3, Koto Tingga = 0,298, Teluk Bayur-2 = 0,292, Teluk Bayur-1 = 3, BLKI = 0,3, Kandis = 0,3 dan penyulang UNAND = 0,3. Pada sisi incoming waktu kerja relai adalah 0,7 detik. Setting relai ini dapat digunakan sebagai referensi dalam evaluasi dan setting ulang OCR.Kata Kunci : Gangguan hubung singkat, Relai arus lebih, setting relai..  
Analisis Distribusi Medan Listrik pada Isolator Gantung Jenis Polimer akibat Pengaruh Kontaminan Fahmi, Daniar; Yulistya, I Made; Asfani, Dimas Anton; Afif, Yusrizal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.631 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.158.2015

Abstract

The paper investigates the electric field distribution in polymer suspension insulator when exposed to contaminants. The analyzed suspension insulator has glass core and will be simulated using FEM (Finite Element Method) software. Contaminant used is sea water. Simulations carried out by comparing the condition of the electric field on the surface of the insulator which is contaminated by seawater with normal conditions. In addition, the influence of the contact angle on the characteristics of the electric field distribution in insulators will also be analyzed. Therefore, the shape of contaminants are varied by considering the contact angle Then, to determine the deeper influence of contaminant, the analysis is carried out in three different places, which is the core part, the surface of the insulator and the fin closest to the working voltage insulator. From the conducted analysis, it is known that the contaminants are not much affected the electric field distribution at the core, but became very influential in the distribution of the electric field at the surface of the insulator and the fin closest to the working voltage insulator. Furthermore, the contact angle of contaminants affects the characteristics of the distribution of the electric field significantlyKeywords : Glass Core Rod, Polymer Suspension Insulator, Sea Water Contaminant, Contact Angle Abstrak—Paper ini menyelidiki distribusi medan listrik pada isolator gantung berbahan polimer ketika isolator tersebut terkena kontaminan. Isolator gantung yang dianalisis mempunyai inti gelas dan akan disimulasikan menggunakan perangkat lunak berbasis FEM (Finite Element Method). Kontaminan yang digunakan adalah air laut. Simulasi dilakukan dengan membandingkan kondisi medan listrik pada permukaan isolator yang terkontaminasi air laut dengan kondisi normal. Selain itu, juga akan dianalisis pengaruh sudut kontak terhadap karakteristik distribusi medan listrik di isolator. Oleh karena itu, bentuk kontaminan divariasikan dengan mempertimbangkan sudut kontak Kemudian, untuk mengetahui pengaruh lebih dalam, analisis dilakukan di tiga tempat yang berbeda, yaitu pada bagian inti, permukaan isolator dan sirip terdekat dengan tegangan kerja isolator. Dari analisis yang dilakukan, diketahui bahwa kontaminan yang menempel tidak banyak mempengaruhi persebaran medan listrik pada bagian inti, namun menjadi sangat berpengaruh pada persebaran medan listrik di permukaan isolator dan sirip terdekat dengan tegangan kerja isolator. Lebih jauh lagi, sudut kontak dari kontaminan mempengaruhi besar dan karakteristik dari persebaran medan listrik secara signifikan.Kata Kunci : Batang Inti Bahan Gelas, Isolator Gantung Polimer, Kontaminan Air Laut, Sudut Kontak
Studi Penempatan Kapasitor Eksitasi Pada Generator Induksi Satu Fasa Hidayat, Rahmat; Nazir, Refdinal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.454 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.116.2015

Abstract

Single phase induction motor can only operate as a single-phase self-excited induction generator (SPSEIG) when the rotor is rotated above synchronous speed, as well as auxiliary windings and / or main windings is connected capacitor excitation. This paper analyzes the influence of the placement of excitation capacitor on the performance of SPSEIG, which include: voltage and frequency generator. Computer simulation results compared with the results of laboratory testing to verify the accuracy of the models and methods of analysis are proposed. Based on test results and simulation, the use of two capacitors excitation coil mounted in the main and auxiliary windings produce best performance of voltage and frequency stability. The use of a capacitor excitation in the main windings  will cause relatively high  voltage drop when loaded.Keywords :SPSEIG,excitation capacitor,main windings, auxiliary windings, admitance matrixAbstrak—Motor induksi satu fasa hanya dapat beroperasi sebagai generator induksi satu fasa eksitasi sendiri (SPSEIG) jika rotornya diputar diatas kecepatan sinkron, serta kumparan bantu dan/atau kumparan utama dihubungkan kapasitor eksitasi. Paper ini menganalisis pengaruh penempatan kapasitor eksitasi terhadap performansi dari SPSEIG, yang meliputi: tegangan dan frekuensi generator. Hasil simulasi komputer dibandingkan dengan hasil pengujian laboratorium untuk menguji keakuratan model dan metode analisis yang diajukan. Berdasarkan hasil pengujian dan simulasi, penggunaan dua buah kapasitor eksitasi yang dipasang di kumparan utama dan kumparan bantu menghasilkan performansi paling baik dari kestabilan  tegangan dan frekuensi. Penggunaan satu kapasitor eksitasi di kumparan utama akan menyebabkan drop tegangan relatif lebih besar ketika dibebani.           Kata Kunci :SPSEIG, kapasitor eksitasi, kumparan utama, kumparan bantu, matrik admitansi    
Pemodelan dan Prediksi Daya Output Photovoltaic secara Real Time Berbasis Mikrokontroler Prasetyono, Eka; Wicaksana, Ragil Wigas; Windarko, Novie Ayub; Efendi, Moh. Zaenal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.143 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.163.2015

Abstract

The electrical energy generated by the photovoltaic (PV) as a renewable energy source highly affected by environmental conditions such as intensity of sunlight irradiance, temperature, geographic location and tilt angle of PV itself. How much power should be generated by the PV for every times and anywhere will be discussed in this paper. This paper are implemented models of clear sky solar irradiance, solar position and PV temperature to predict the power output should be generated by PV. The model is implemented on the ARM Cortex M4F microcontroller STM32F407 which is a 32bit microcontroller and equipped with DSP, so the prediction of PV power output can be done online and in real time. To be able to predict the PV power output online, at any time and wherever they are, in this study microcontroller equipped with temperature sensors and input geographical information (latitude-longitude) and also equipped with a memory card for data logger between the predictions and field measurement. Results have been obtained by field experiments, measurements test for PV is very close to predictions with an average error 4.72% and computation time for all models by microcontroller with DSP instruction 33.64% faster compare to without DSP instruction.Keywords : Photovoltaic, Real time power prediction and Microcontroller. Abstrak—Energi listrik yang dihasilkan oleh photovoltaic (PV) sebagai sumber energi terbarukan sangat terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti besar kecilnya intensitas iradiasi sinar matahari, suhu, letak geografis dan orientasi kemiringan dari PV itu sendiri. Berapa daya yang seharusnya dihasilkan oleh PV untuk setiap saat dan dimana saja akan dibahas pada makalah ini.  Pada makalah ini mengimplementasi clear sky solar irradiance, solar position dan PV temperatur model untuk memprediksi daya output yang seharusnya dihasilkan oleh PV. Model tersebut diimplemantasikan pada mikrokontroller ARM Cortex M4F STM32F407 yang merupakan mikrokontroller 32bit dan dilengkapi dengan DSP, sehingga prediksi daya output PV dapat dilakukan secara online dan real time. Untuk dapat memprediksi daya output PV secara online, setiap saat dan dimana saja berada, maka pada makalah ini mikrokontroler dilengkapi dengan sensor suhu dan input informasi geografis berupa lintang-bujur dan dilengkapi juga dengan memory card untuk data logger antara daya hasil prediksi dan daya hasil pengukurang dilapangan. Hasil yang telah diperoleh dari percobaan lapangan menunjukkan bahwa daya hasil pengukuran PV terhadap prediksi daya melalui model sangat mendekati dengan rata-rata error 4.72% dan penggunaan instruksi DSP pada mikrokontroler untuk perhitungan model waktu komputasinya 33.64% lebih cepat dibandingkan tanpa instruksi DSPKata Kunci : Photovoltaic, Prediksi daya secara real time  dan Mikrokontroler
Desain Kontrol Multi – Input DC–DC Converter Sistem Hibrid Turbin Angin dan Sel Surya Menggunakan Kontrol Fuzzy Logic untuk Tegangan Rendah Pamuji, Feby Agung; Dibyo, Soe
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.971 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.165.2015

Abstract

this paper describes a hybrid system that consist of  Wind Turbines and Photovoltaic to supply electricity continuously for  load. Output of Wind Turbines and Photovoltaic is controlled in order to generate maximum power. Multiple-input dc-dc converters is used to control power flow in order to have MPP (Maximum Power Point). Converter control using Fuzzy logic controller to control the output in order to be obtained MPP (Maximum Power Point) from Wind Turbines and Photovoltaic, so the efficiency of wind turbines and photovoltaic can be improved.Keywords : Maximum Power Point, Hybrid System, Fuzzy logic controllerAbstrak—Dalam makalah ini diuraikan sistem hibrid yang menggabungkan Turbin Angin dan Photovoltaic untuk memasok listrik terus-menerus pada beban. Output dari Turbin Angin dan Photovoltaic diatur agar menghasilkan daya yang maksimum. Konverter multiple-input buck-boost dc-dc digunakan untuk mengatur aliran daya agar didapatkan MPP(Maximum Power Point). Kontrol konverter menggunakan Fuzzy Logic controller untuk mengkontrol output sehingga didapat MPP(Maximum Power Point) dari Turbin Angin dan Photovoltaic, sehingga effisiensi dari Turbin Angin dan Photovoltaic dapat ditingkatkan.Kata Kunci : Maximum Power Point, system hibrid, Fuzzy Logic controller 
Analisa Perbaikan Profil Tegangan Sistem Tenaga Listrik Sumbar Menggunakan Kapasitor Bank dan Tap Transformator Abadi, Akbar; ., Syafii
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.986 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.145.2015

Abstract

Voltage stability evaluation is needed to get the information of electrical power distribution system performance. Power flow calculation is used to determine the important parameters of power system in a steady state. An electric power system must have voltage value that does not exceed the limits of tolerance and the power loss as well as small. The improvement of voltage profile can be done by using voltage-control equipments, such as capacitor banks and transformer tap. Through simulation using the PowerWorld simulator, the value and location of capacitor banks and transformers tap will obtained in order to improve system performace. Sumbar electrical system was used in this study. From the simulation results, for the initial condition of the system, there are several buses that have voltage drop with total system losses 14.4 MW. After capacitor added, the system voltage has increased significantly so that no one passed the value of tolerance and the losses in the system down to 14.1 MW. As for setting the ratio of tap transformer, voltage system did not change so much, except on the secondary side of the transformer bus arranged with system losses almost the same that equal to 14.4 MW. For the case of the addition of the capacitor and transformer tap settings in the same time, the voltage drop no longer exceeds 5% and the total system losses decreased to 13.9 MW.           Keywords :Voltage stability, Capacitor bank, Tap transformator, Voltage drop, and System losses.Abstrak-Evaluasi stabilitas tegangan perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi performasi sistem penyaluran tenaga listrik. Perhitungan analisa aliran daya digunakan untuk menentukan parameter-parameter penting sistem tenaga listrik dalam keadaan tunak. Suatu sistem tenaga listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi-rugi daya yang kecil. Perbaikan profil tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan pengatur tegangan, yaitu kapasitor bank dan tap transformator. Melalui simulasi menggunakan PowerWorld simulator akan diperoleh nilai dan lokasi kapasitor bank dan tap transformator yang tepat untuk  memperbaiki performasi sistem. Sistem kelistrikan Sumbar digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil simulasi, untuk  kondisi awal sistem, terdapat beberapa bus yang mengalami drop tegangan dengan total rugi-rugi sistem sebesar 14,4 MW. Setelah penambahan kapasitor, tegangan sistem mengalami peningkatan yang signifikan sehingga tidak ada yang melewati nilai toleransi dan rugi-rugi sistem turun menjadi 14,1 MW. Sedangkan untuk pengaturan rasio tap transformator, tegangan sistem tidak mengalami perubahan yang begitu besar, kecuali pada sisi sekunder transformator bus yang yang diatur dengan rugi-rugi sistem hampir sama yaitu sebesar 14,4 MW. Untuk kasus penambahan kapasitor dan pengaturan rasio tap transformator sekaligus, tidak ada lagi drop tegangan yang melebihi dari 5 % dan  total rugi-rugi sistem turun menjadi 13,9 MW.                                                                                                                                                       Kata Kunci : Stabilitas tegangan, Kapasitor bank, Tap transformator, Drop tegangan, dan Rugi-rugi sistem.   
Evaluasi Kinerja Layanan IPTV pada Jaringan Testbed WiMAX Berbasis Standar IEEE 802.16-2004 Mukti, Prasetiyono Hari; Yunianto, Rizki Aris; Affandi, Achmad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.164.2015

Abstract

In this paper, a performance evaluation for IPTV Services over WiMAX testbed based on IEEE Standard 802.16-2004 will be described. The performance of the proposed system is evaluated in terms of delay, jitter, throughput and packet loss. Service performance evaluations are conducted on network topology of point-to-point in the variation of background traffic with different scheduling types. Background traffic is injected into the system to give the sense that the proposed system has variation traffic load. Scheduling type which are used in this paper are Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) and Unsolicited Grant Service (UGS). The expemerintal results of IPTV service performance over the testbed network show that the maximum average of delay, jitter, packet loss and jitter are 16.581 ms, 58.515 ms, 0.67 Mbps dan 10.96%, respectively.                                     Keywords : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX Abstrak—Di dalam makalah ini dibahas mengenai implementasi Jaringan Testbed WiMAX untuk mendukung layanan IPTV. Jaringan testbed yang dibangun mengacu kepada Standar IEEE 802.16-2004. Kualitas kinerja dari layanan IPTV pada jaringan testbed ini akan dievaluasi menggunakan parameter delay, jitter, throughput dan packet loss. Evaluasi kinerja layanan tersebut akan dilakukan dalam topologi jaringan point-to-point dengan variasi background traffic pada jenis scheduling yang berbeda. Penambahan background traffic ini dimaksudkan agar kondisi jaringan yang dibangun mencerminkan kondisi sebenarnya yang memiliki variasi beban trafik. Jenis scheduling yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja ini adalah Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) dan Unsolicited Grant Service (UGS). Hasil evaluasi kinerja layanan IPTV pada jaringan testbed ini menunjukkan bahwa masing-masing nilai maksmimal rata-rata untuk delay, jitter, throughput dan packet loss adalah sebesar 16,581 ms, 58,515 ms, 0,67 Mbps dan 10,96%.Kata Kunci : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX
Kontrol Kecepatan Robot Hexapod Pemadam Api menggunakan Metoda Logika Fuzzy ., Darwison; Wahyudi, Rian
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.328 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.170.2015

Abstract

This study aims to create a hexapod robot speed control fire extinguisher using fuzzy logic method . By applying the method of fuzzy logic will make the robot move smoother and comparable to the distance . The input of the fuzzy logic method is obtained from three ultrasonic sensors as detection distance to the wall / barrier . Hexapod robot using a servomotor with torgue large enough to perform the movement . Robot speed will be faster if the purpose of the movement of the robot is still far from the wall / barrier and vice versa . Microcontroller with fuzzy logic -based program of its use as a controller movement . The results showed that more refined movement based on the distance read by the sensor , where the sensor is experiencing an error distance measurement is influenced by the material wall / barrier . For the wall material / to obstacle of the board experienced a reading error of 0.18 % , amounting to 0.5 % of books and dolls of 1.58 %.Keywords: hexapod robot, fuzzy logic, and speed controlABSTRAK—Penelitian ini bertujuan membuat kontrol kecepatan robot hexapod  pemadam api menggunakan metoda logika fuzzy. Dengan menerapkan metoda logika fuzzy akan membuat pergerakan robot lebih halus dan sebanding dengan jaraknya. Input dari metoda Logika fuzzy didapatkan dari tiga sensor ultrasonik sebagai pendeteksi jarak terhadap dinding/penghalang. Robot hexapod menggunakan servomotor dengan torgue yang cukup besar untuk melakukan pergerakan. Kecepatan robot akan lebih cepat jika tujuan pergerakan robot masih jauh dari dinding/penghalang dan sebaliknya. Mikrokontroler dengan program berbasis fuzzy logic-nya digunakan sebagai pengontrol pergerakan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pergerakan lebih halus berdasarkan jarak yang terbaca oleh sensor, dimana sensor mengalami kesalahan pengukuran jarak yang dipengaruhi oleh bahan dinding/penghalang. Untuk bahan dinding/pengahalang dari papan mengalami kesalahan pembacaan sebesar 0,18%, buku sebesar 0,5% dan boneka sebesar 1,58%.Kata Kunci : robot hexapod, logika fuzzy, dan kontrol kecepatan
Pemodelan dan Simulasi Beban Non-Linier 3-Fasa dengan Metoda Sumber Arus Harmonik Amalia, Rizka; Nazir, Refdinal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.592 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.154.2015

Abstract

The fast technological development in electronics fields leads to the increasing use of non-linear loads in households, offices, industry, or other fields. Harmonic caused by non-linear loads are very unique, which means that each non-linear load produces different nature a characteristcs of the resulting harmonic. Usually, non-linier loads have so complicated equivalent circuit that it is more difficult to describe the nature and characteristic of each non-linier load. Therefore, in order to make the study easier, modeling approach of non-linier loads is needed so that it makes it easier to see the nature and characteristics of them. In this approach, harmonic current wave is used as the base to make simulation model of non-linear load using current source in SIMULINK MATLAB. By using the concept of phase shifted and phase sequences current source are connected in parallel in which each current source represent one harmonic order. From simulation, it is found out that the result is approximately the same as that of laboratory test. The harmonic current wave is the same at phase a, phase b, and phase c, with 120 º shift.  Keywords : Self Excited Induction Generator (SEIG), Non-linear load, Harmonic, Total Harmonic  Distortion (THD).Abstrak— Perkembangan teknologi dibidang elektronika yang sangat pesat menyebabkan meningkatnya penggunaan beban non-linier, baik di rumah tangga, perkantoran, industi atau bidang lainnya. Harmonisa yang ditimbulkan beban non-linier sangat unik, artinya setiap beban non-linier berbeda sifat dan karakteristik harmonisa yang dihasilkannya. Biasanya beban non-linier memiliki rangkaian ekivalen yang lebih rumit, sehingga lebih sulit di jabarkan untuk tujuan melihat sifat dan karakteristik masing-masing beban non-linier.  Oleh Karena itu dibutuhkan kajian pemodelan beban non-linier untuk mempermudah melihat sifat dan karakteristiknya. Pada kajian ini data arus harmonisa menjadi dasar pembuatan model simulasi beban non-linier menggunakan sumber arus pada simulink MATLAB. Dengan menggunakan aturan beda fasa dan urutan fasa sumber arus dirangkai secara paralel, dimana setiap sumber arus mewakili satu orde harmonisa. Dari simulasi yang dilakukan didapatkan hasil yang  mendekati  hasil pengujian di laboratorium. Gelombang arus harmonisa sama pada fasa a, fasa b dan fasa c hanya saja bergeser  120º.Kata Kunci : Generator Induksi Penguatan Sendiri (GIPS), Beban Nonlinier, Harmonisa,Total Harmonic Distortion (THD).     
Perancangan Modifikasi Antena Kupu – Kupu Panjang Dual Frekuensi untuk Aplikasi Hypherthermia Kananda, Kiki; Andre, Hanalde; Timor, Agus Rahmad; ., Khairullah; ., Erliwati; Hendri, Zulka
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.508 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.168.2015

Abstract

Therapy device of Electromagnetic Wave radiation  hypherthermia used clinically to heat tissue in the human body. Increased temperatures are not followed by tissue outside the body. The use of electromagnetic waves at frequencies 915 and 2450 MHz has been proven and widely used in hypherthermia. The design modifications butterfly antenna done by simulation using finite element method. The simulation results show the modification of antenna can work in both frequency hypherthermia. Optimal shape of the antenna produce return loss (RL) -16.6295 dB at a frequency of 915 MHz and -18.2697 dB at frequency 2450 MHz.        Keywords : Hyperthermia, Dual Frequency, Antenna Application Abstrak—Radiasi gelombang elektromagnetik pada alat terapi hypherthermia digunakan secara klinis untuk memanaskan jaringan dalam tubuh manusia. Peningkatan temperatur tidak diikuti oleh jaringan luar tubuh. Penggunaan gelombang elektromagnetik pada frekuensi 915 dan 2450 MHz telah terbukti dan banyak digunakan dalam hypherthermia. Perancangan modifikasi antenna kupu – kupu panjang dilakukan dengan simulasi menggunakan metoda elemen hingga. Hasil simulasi menunjukan modifikasi antenna dapat bekerja pada kedua frekuensi hypherthermia. Bentuk optimal antena menghasilkan nilai return loss (RL) -16.6295dB pada frekuensi 915 MHz dan -18.2697dB pada frekuensi 2450 MHzKata Kunci : Hyperthermia, frekuensi ganda, Aplikasi Antena,

Page 1 of 2 | Total Record : 14