cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Articles 199 Documents
Desain dan Implementasi Akuisisi Data Suhu Murid Sekolah Berbasis Arduino Untuk Monitoring Kesehatan Komunal Ismail, Munaf; Prasetyowati, Arttini Dwi; Hapsari, Jenny Putri
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 2: July 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v8n2.640.2019

Abstract

Abstrak?Jumlah kasus demam berdarah dengue sebanyak 1.204 kasus terjadi di provinsi Jawa Tengah pada periode Januari 2019. Salah satu sekolah dasar di kecamatan Genuk kota Semarang terjadi endemi, dimana 2 siswa meninggal dan 5 siswa lainnya dirawat di rumah sakit karena difteri pada tahun 2018. Kesadaran untuk menjaga kesehatan dan memeriksa kesehatan secara teratur di rumah atau sekolah penting untuk menghindari generasi penerus bangsa dari penyakit berbahaya. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sensor suhu tubuh yang terintegrasi dengan sensor sidik jari basis Arduino serial komputer. Akuisisi data suhu tubuh siswa sangat penting pada anak-anak yang tidak dapat memahami demam tubuh mereka. Inovasi sensor suhu MLX90614 dikombinasikan dengan sensor sidik jari berbasis Arduinoserial komputer. Aplikasi ini berfungsi sebagai perekam suhu tubuh siswa dan kehadiran siswa untuk disimpan di komputer. Hasil pengukuran menunjukkan hasil yang baik karena kesalahan rata-rata di bawah 5%, kesalahan terbesar adalah 3,41% dan terendah adalah 2,01%. Hasil pengukuran juga menunjukkan nilai presisi tertinggi 95,88% dan akurasi tertinggi 99,24%. Database suhu siswa akan berfungsi sebagai deteksi dini demam siswa serta pemeriksaan kesehatan berkala sebagai upaya bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak sekolah dan memberikan informasi yang akurat ketika siswa sakit dan dibawa ke dokter.
Penambahan Sistem Pendingin Heatsink Untuk Optimasi Penggunaan Reflektor Pada Panel Surya Pawawoi, Andi; Zulfahmi, Zulfahmi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.219 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.607.2019

Abstract

An alternative to increase photovoltaic output power is by increasing the intensity of received light using a reflector. However, the added intensity will increase in the temperature, hence reduce the photovoltaic output power. To optimize the use of reflectors in photovoltaics, a cooling system (i.e. Heatsink) needs to be added. This paper aims to find out the effect of adding a?Heatsink?cooling system to photovoltaics that equipped with a reflector.?Heatsinks are installed at the entire back side of the panel and filled with thermal paste. Observations were made by comparing the photovoltaic system using a reflector without cooling system and the photovoltaic system using a reflector equipped with a?Heatsink?cooling system. The results show that the photovoltaic with cooling system has 18.26% average temperature decrease and 10.14% average power increase if compared to a photovoltaic system equipped with a reflector without a cooling system.?Keywords: Photovoltaic, temperature, power, and cooling system.Abstrak?Alternatif yang dapat dipilih untuk meningkatkan daya keluaran photovoltaik yakni dengan menambah intensitas cahaya yang diterima menggunakan reflektor. Namun apabila intensitas ditambah akan menyebabkan kenaikan temperatur yang ikut seiring dengan peningkatan intensitas cahaya, hal ini akan menurunkan daya keluaran photovoltaik. Untuk mengoptimalkan penggunaan reflektor pada photovoltaik perlu ditambahkan sistem pendingin. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan sistem pendingin Heatsink pada photovoltaik yang dilengkapi dengan reflektor. Heatsink ditempelkan pada seluruh sisi belakang panel, dan untuk memperkecil resistansi termal, maka antara panel dan Heatsink diisi dengan paste termal. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan 2 sistem, yaitu: sistem photovoltaik menggunakan reflektor tanpa pendingin dan sistem photovoltaik menggunakan reflektor yang dilengkapi sistem pendingin Heatsink. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa dengan penambahan sistem pendingin? photovoltaik yang dilengkapi reflektor diperoleh penurunan suhu rata-rata 18,26% dan peningkatan daya rata-rata sebesar 10,14% dibanding sistem? photovoltaik yang dilengkapi reflektor tanpa sistem pendingin.?Kata kunci: Photovoltaik, temperatur, daya, dan sistem pendingin.
Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kecepatan Tetap Untuk Analisis Aliran Daya Gianto, Rudy
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.059 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.605.2019

Abstract

A simple model of fixed-speed wind turbine generating system for load flow analysis of an electrical power system is proposed in this paper. The proposed model is derived based on steady-state equivalent circuit of induction generator of the wind turbine generating system. Electric circuit theory (i.e. Kirchhoff and Ohm laws) is then used to obtain the proposed mathematical model. The proposed model has successfully been applied to 9-bus power system. Comparison with other model (PQ model) has also been carried out for validation purpose. Test results confirm that the proposed method is accurate.?Keywords : Wind turbine generating system, Power flow analysis,?Induction generator?AbstrakTulisan ini menyajikan metode sederhana dalam memodelkan pembangkit listrik tenaga angin kecepatan tetap untuk analisis aliran daya suatu sistem tenaga listrik. Model yang diusulkan tersebut diturunkan berdasarkan rangkaian ekivalen keadaan-mantap dari generator induksi pembangkit listrik tenaga angin. Teori rangkaian listrik (hukum Kirchhoff dan Ohm) kemudian digunakan untuk mendapatkan model matematis yang dimaksud. Usulan model ini telah berhasil diterapkan pada sistem tenaga listrik 9-bus. Komparasi dengan model lain (model PQ) juga telah dilakukan untuk keperluan validasi.? Hasil-hasil pengujian mengkonfirmasi bahwa metode yang diusulkan tersebut adalah akurat.?Kata Kunci : Pembangkit listrik tenaga angin, Analisis aliran daya,?Generator induksi
Karakterisasi Kematangan Buah Kopi Berdasarkan Warna Kulit Kopi Menggunakan Histogram dan Momen Warna Syahputra, Hendri; Arnia, Fitri; Munadi, Khairul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.311 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.615.2019

Abstract

Conventionally, the coffee maturity level is determined by observing the fruit colour, and it is done manually. This approach may result in inconsistency in colour classification. Thus, an automatic colour classification method based on colour of coffee maturity level is required. This paper presents the characterization of coffee maturity level based on two colour features: colour histogram and colour moment. Characterization of coffee maturity level was grouped into four class: green for unripe coffee, greenish-yellow for half ripe coffee, red for ripe coffee, and dark red for too ripe coffee. The purpose of the research is to determine the colour features that can characterize the coffee maturity level based on computer simulation in extracting and calculating the statistical values of the colour histogram and colour moments. It turned out from 200 coffee images that the statistical values of colour histogram are more suitable for characterising the coffee maturity. The kurtosis values of hue histogram for each maturity level of coffee were different: kurtosis value of unripe coffee was 17.2-28.3, those of half ripe coffee, ripe coffee and too ripe coffee were 29.2-31.4, 32.7-83.5, and more than 84.2 respectively..Keywords : colour histogram kurtosis, colour moment, image processing.AbstrakSecara tradisional, tingkat kematangan buah kopi ditentukan dari warna kulitnya yang dikelompokan secara manual. Cara ini menghasilkan pengelompokan warna yang kurang konsisten, sehingga diperlukan sebuah metode otomatis pengelompokan buah kopi berdasarkan warna dari tingkat kematangannya. Penelitian ini memaparkan hasil karakterisasi kematangan buah kopi arabika menggunakan dua fitur warna citra, yaitu histogram dan momen warna. Karakterisasi kematangan dibagi menjadi empat kelompok: hijau untuk kopi muda, hijau kekuningan untuk kopi setengah masak, merah untuk kopi masak, dan merah tua untuk kopi tua. Tujuan penelitian ini adalah menentukan fitur warna yang dapat mewakili karakter kematangan buah kopi dengan melakukan simulasi komputer untuk mengekstrak dan menghitung nilai statistik dari histogram warna dan nilai momen warna dari empat kelompok buah kopi.? Hasil penelitian menggunakan 200 citra kopi menunjukkan bahwa nilai statistik dari histogram warna lebih menggambarkan karakter kematangan buah kopi, dibandingkan dengan momen warna. Nilai kurtosis dari histogram hue memiliki nilai berbeda untuk setiap kategori kematangan buah kopi: kopi muda memiliki nilai kurtosis 17.2-28.3, kopi setengah masak 29.2-31.4, kopi masak 32.7-83.5dan kopi tua lebih dari 84.2.??Kata Kunci : kurtosis histogram warna, momen warna, pengolahan citra.
Membangun Sistem Cloud Computing Dengan Implementasi Load Balancing dan Pengujian Algoritma Penjadwalan Linux Virtual Server Pada FTP Server Oktavianus, Yoppi Lisyadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 1: Maret 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1956.305 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n1.94.2013

Abstract

Cloud computing adalah teknologi baru yang sedang hangat dibahas oleh pakar teknologi informasi. Teknologi cloud computing hadir untuk menjawab tantangan akan kebutuhan teknologi komputasi yang semakin efisien. Banyak hal yang dapat diimplementasikan dengan teknologi cloud computing seperti layanan penyimpanan, aplikasi dan lain-lain. Dalam Penelitian ini teknologi cloud computing diimplementasikan dengan layanan aplikasi FTP (File Transfer Protocol). Melalui proses teknologi virtualisasi, 3 server FTP dibangun dalam bentuk virtual didalam satu komputer server hypervisor yang dapat diakses melalui jaringan. Demi terciptanya ketersediaan layanan FTP yang handal, maka digunakan teknologi load balancing high availability dengan aplikasi LVS (Linux Virtual Server) dan memakai metode direct routing. Algoritma penjadwalan yang digunakan, yaitu : least connection (LC),weighted least connection (WLC), source hashing (SH), shortest expected delay (SED), dan never queue (NQ). Berdasarkan hasil pengujian, sistem cloud computing memiliki tingkat efisiensi pemanfaatan resource yang lebih efisien dari sistem konvensional dengan pemanfaatan processor sampai 51% dan memori 53%, serta peformansi yang lebih baik dari sistem konvensional dengan response time rata-rata 0,998787 ms dan throughput rata-rata 10789997,75 Bps. Algoritma never queue (NQ) dipilih sebagai algoritma terbaik dari 4 algoritma lainnnya pada sistem load balancing berdasarkan response time rata-rata yang paling kecil yaitu 0,926667 ms dan throughput? rata-rata yang? paling? besar yaitu 10862038 BpsKata kunci : Cloud computing, hypervisor, virtual, load balancing high availability , Linux Virtual Server (LVS), FTP server, response time dan throughput.
Studi Peramalan (Forecasting) Kurva Beban Harian Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) ., Syafii; Noveri, Edyan
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 1: Maret 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2353.943 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n1.100.2013

Abstract

Prakiraan kebutuhan energi listrik merupakan langkah mula yang penting dalam perencanaan dan pengembangan penyediaan tenaga elektrik setiap saat secara cukup, baik dan? terus menerus. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode permalan beban yang akurat dan mudah di implementasikan berdasarkan ketersediaan data yang ada.Metode ARIMA (Box-Jenkins) merupakan metode yang cocok digunakan untuk menjembatanipermasalahan tersebut, karena terbukti akurat untuk peramalan beban jangka pendek. Penentuan model untuk peramalanARIMA terdiri dari beberapa tahap yaitu : pengecekan pola? data, identifikasimodel yang terdiri dari uji stasioneritas varians dan means, estimasi parameter dan pengukuran tingkat keakuratan model yang akan digunakan untuk peramalan dengan MAPE sebagai indikatornya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series beban harian listrik per-jam (24jam) dari tanggal 1 Juli-31Oktober 2012. Hasil penelitian memperlihatkan model terbaik yang diperoleh adalah (0,1,0)(0,1,1)24 dengan MAPE terkecil yaitu 2,975% untuk pengujian pertama ?dan MAPE kedua sebesar 3,08%Kata kunci :?? Peramalan beban, ARIMA, data time series, stasioneritas,?penentuan model, dan MAPE
Perancangan Data Distribution Unit Sebagai Backup Data Posisi, Navigasi Dan Referensi Waktu Di Kapal Perang Republik Indonesia Untuk Sistem Pertahanan Terhadap GPS Jamming Alwi, Muhamad Bashori; Juhana, Tutun
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4013.342 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.115.2015

Abstract

Semua kekuatan militer di seluruh dunia saat ini memiliki ketergantungan yang sangat penting pada data Positioning,? Navigation & Timing (PNT) yang diperoleh dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Ketersediaan data PNT yang diperoleh dari perangkat GPS pada kapal Perang Republik Indonesia (KRI) akan sangat berpengaruh pada penentuan posisi kapal, data navigasi serta ketersediaan referensi waktu yang digunakan oleh perangkat navigasi dan SEWACO (Sensor, Weapon and Command). Dalam penelitian ini kami merancang suatu sistem pertahanan terhadap GPS jamming pada kapal perang Republik Indonesia dengan menggunakan perangkat gyro inersial sebagai backup data PNT apabila GPS dalam kondisi terjamming melalui Data Distribution Unit (DDU). Analisa dan percobaan sistem tersebut dilaksanakan secara langsung di KRI sehingga hasil dari penelitian ini dapat diterapkan secara langsung pada sistem sewaco. Dari hasil percobaan, DDU dapat melakukan auto switching data PNT dari perangkat GPS ke perangkat gyro inersial apabila GPS dalam kondisi terjammer dan mendistribusikan data tersebut dengan format NMEA-0183. Dari analisa terhadap akurasi dan presisi terhadap gyro inersial, data PNT gyro tersebut memiliki nilai HDOP sebesar 0,695 dengan peak of error horizontal sebesar 2,62 meter dan standar deviasi (latitude/longitude) sebesar 0,742 meter / 0,861 meter.
Desain Sistem Kontrol Traffic Light Adaptif pada Persimpangan Empat berbasis PLC Siemens ., Zulfikar; ., Tarmizi; ., Oktavina
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.734 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.137.2015

Abstract

Traffic light yang ada saat ini masih menggunakan waktu tetap sebagai pengendali nyala lampunya. Namun sistem ini memiliki kekurangan, salah satunya pada jam sibuk kendaraan harus menunggu lama disalah satu jalur. Sehingga diperlukan suatu sistem kontrol traffic light yang dapat memprioritaskan jalur yang lebih padat kendaraan. Kontrol traffic light adaptif bekerja dengan mendeteksi jumlah antrian kendaraan pada suatu jalur. Sistem ini bekerja dengan sensor yang mendeteksi panjang antrian kendaraan. Terdapat tiga sensor yang akan mendeteksi panjang antrian kendaraan pada setiap jalur. Jika antrian kendaraan mencapai sensor pertama maka waktu yang diberikan pada lampu hijau adalah 5 detik lebih lama dari waktu normal pada jalur tersebut. Jika antrian kendaraan mencapai sensor kedua maka waktu yang diberikan pada lampu hijau adalah 10 detik lebih lama dari waktu normal dan jika antrian kedaraan telah mencapai sensor ketiga sistem akan memberikan waktu nyala lampu hijau sangat lama yaitu 15 detik lebih lama dari waktu normal. Pada sistem kontrol traffic light adaptif ini terdapat dua buah sensor kemacetan yang diletakkan pada pertengahan jalur simpang empat yang akan menghidupkan seluruh lampu merah jika terjadi hal tidak terduga seperti saat setelah padamnya aliran listrik. Dengan sistem kontrol traffic light adaptif ini waktu terlama antrian kendaraan adalah 92 detik, jika seluruh sensor pada setiap jalur bekerja dan waktu tercepat adalah 47 detik yaitu waktu pada saat normal.Kata kunci: Traffic light, PLC Siemens Simatic S-7 300, Sensor Kemacetan, Traffic Light Adaptif.Abstract?Nowadays, traffic lights are using a fixed time as on-off light signal controller. However this system has many disadveantages, such as vehicles have to queue long time in certain road section (lane) at rush hour. As a consequence, it reguires a traffic light control system that can prioritize a more dense lane. Adaptive traffic light control detects the number of queues of vehicles on the lane. Sensors detect the vehicle queue?s length. There are three sensors that will detect queues?s length of vehicles on each lane. When the queue of vehicles reached the first sensor, the green light will be on longer 5 seconds compare to the normal traffic. When the queue of vehicles reaches the second sensor, the green light provide 10 seconds more compare to the normal traffic and if the queue of vehicles reaches the third sensor, the green light will be longer whic is about 20 seconds compare. In this adaptive traffic light control system, there are two jam sensors installed in the middle of the intersection that will turn on all the red lights when there is an unexpected problems happened. This adaptive traffic light control system will provide the longest queuing time 92 seconds, when all sensors on all lanes active and the fastest time is 47 seconds which is the time when the normal system.Keywords: Traffic light, PLC Siemens S-7 300, Traffic Sensor, Adaptive Traffic Light.
Koordinasi Sistem Proteksi Arus Lebih Pada Penyulang Distribusi 20 kV GI Pauh Limo ., Erliwati; ., Syafii; Nurdin, Muhammad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.087 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.144.2015

Abstract

The 20 kV feeder outages typically caused by short circuit fault. If the setting of over current relay (OCR) in the incoming or outgoing feeder unfavorable, can cause a total blackout. One of the efforts can be done is to evaluate the settings of 20 kV feeder protection relays in distribution substations Pauh Limo, to be well coordinated with each other and expected if an interruption in one of the 20 kV feeders it will not bring interrupt on the other feeders.Based on the short circuit current analysis on each feeder, where the largest short circuit fault current for three-phase fault at feeder Tingga Koto, the fault location 1%, which amounted to 7326.99 Ampere. This is because the line to Koto Tingga shortest compared to other feeders, around 9 km and load current = 230 Ampere. The OCR working time at the feeders id: Kuranji = 0.3 s Koto Tingga = 0.298 s, Teluk Bayur-2 = 0.292 s, Teluk Bayur-1 = 0.3 s, BLKI = 0.3 s, Kandis = 0.3 s and feeder UNAND = 0, 3 s. The relay working time for incoming side is 0.7 seconds. This relay setting can be used as a reference of evaluation and? resetting of ?OCR.Keywords : Short circuit fault, Over current relay,? Relay setting.ABSTRAK?Pada penyulang 20 kV biasanya pemadaman disebabkan oleh gangguan hubung singkat. Jika penyetelan over current relay (OCR) di sisi incoming atau di outgoing kurang baik, dapat menyebabkan pemadaman total (black out). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi setting relai proteksi pada penyulang distribusi 20 kV gardu induk Pauh Limo, sehingga saling terkoordinasi dengan baik dan diharapkan jika terjadi gangguan pada salah satu penyulang 20 kV maka tidak akan membawa black out pada penyulang yang lain.Berdasarkan analisa arus hubung singkat disetiap penyulang, dimana arus gangguan hubung singkat 3 fasa terbesar yaitu pada penyulang Koto Tingga, dengan lokasi gangguan 1 %, yaitu sebesar 7326,99 Ampere. Hal ini dikarenakan saluran Koto Tingga terpendek dibandingkan dengan penyulang lain, yaitu = 9 km dan arus beban = 230 Amper. Waktu kerja relai pada penyulang (detik) : Kuranji = 0,3, Koto Tingga = 0,298, Teluk Bayur-2 = 0,292, Teluk Bayur-1 = 3, BLKI = 0,3, Kandis = 0,3 dan penyulang UNAND = 0,3. Pada sisi incoming waktu kerja relai adalah 0,7 detik. Setting relai ini dapat digunakan sebagai referensi dalam evaluasi dan setting ulang OCR.Kata Kunci : Gangguan hubung singkat, Relai arus lebih, setting relai..??
Distribusi Fasa Pulsa-Pulsa PD Minyak Silikon Dengan Tegangan Tinggi AC Rajab, Abdul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1, No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3264.204 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.47.2012

Abstract

Salah satu pemicu utama kegagalan sistem isolasi transformator adalah peluahan sebagian (partialdischarge, PD) yang diantaranya bisa muncul dalam minyak isolasi. Makalah ini membahas distribusipulsa-pulsa PD dalam minyak silikon di bawah tegangan AC menggunakan pasangan elektroda dengankonfigurasi jarum-plat. Pulsa-pulsa PD dideteksi dengan menggunakan detektor RC dan diukur denganmenggunakan sistem pengukuran PD berbasis komputer. Pulsa-pulsa PD yang terjadi dalam beberapasiklus gelombang tegangan diakumulasikan dan dipresentasikan dalam satu siklus. Pengaruh variasi leveltegangan terhadap parameter-parameter PD dianalisis, demikian pula pengaruh nilai sesaat dari teganganterhadap pola-pola PD. Hasilnya menunjukkan bahwa baik level tegangan maupun besarnya nilai sesaatdari tegangan AC memegang peranan penting dalam aktifitas PD minyak silikon. Semakin tinggi leveltegangan semakin tinggi aktifitas PD. Pulsa-pulsa PD yang terkonsentrasi pada puncak gelombangtegangan terapan mengindikasikan ketergantungan aktifitas PD terhadap nilai sesaat dari tegangan terapantersebut.Kata Kunci : Peluahan sebagian, minyak silikon dan Tegangan Tinggi AC

Page 1 of 20 | Total Record : 199