Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720
Cakradonya Dental Journal bertujuan mempublikasikan artikel-artikel orisinal dalam ruang lingkup ilum kedokteran gigi. Jurnal ini mencakup penelitian dan perkembangan ilmu kedokteran gigi.
Articles 121 Documents
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Chismirina, Santi; Rezeki, Sri; Rusiwan, Zulfa
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.743 KB)

Abstract

Kandidiasis oral merupakan suatu infeksi jamur di rongga mulut yang paling sering disebabkan oleh Candida albicans. Ada beberapa obat antijamur yang dapat digunakan untuk perawatan kandidiasis oral, namun harganya tergolong mahal dan berisiko terjadinya efek samping seperti mual, pusing, lesu, dan terjadinya resistensi obat antijamur. Alternatif lain yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit akibat infeksi mikroorganisme adalah obat-obat yang berasal dari tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat antijamur adalah buah jamblang (Syzygium cumini). Penelitian ini menggunakan metode Standart Plate Count (SPC) untuk melihat KHM dan KBM ekstrak buah jamblang terhadap pertumbuhan Candida albicans. Buah jamblang diekstraksi dengan metode sokletasi dan dibuat pengenceran bervariasi yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Candida albicans yang telah dikultur pada media SDA dipaparkan dengan ekstrak dan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 48 jam. Hasil penelitian menggunakan uji analisis One-Way Anova menunjukkan bahwa ekstrak Syzygium cumini berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi terkecil terjadinya penurunan pertumbuhan koloni C. albicans adalah pada ekstrak Syzygium cumini dengan konsentrasi 25%, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai KHM terdapat pada konsentrasi 25% dan KBM pada konsentrasi 100%.
Perawatan Kebiasaan Buruk Mengisap Ibu Jari (Thumb Sucking) Dengan Alat Orto Trainer Elianora, Dewi
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.796 KB)

Abstract

Kebiasaan buruk (oral habit) mengisap ibu jari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya maloklusi. Oral habit wajar terjadi pada usia kurang dari enam tahun, namun dapat berlanjut pada usia lebih dari enam tahun yang dapat menyebabkan kelainan pada struktur dentofasial. Tingkat keparahannya tergantung dengan frekuensi dan durasinya yang lama. Perawatan perlu dilakukan, mengingat akibat yang dapat ditimbulkannya. Laporan kasus seorang anak umur 9 tahun 6 bulan mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari (thumb sucking) sejak kecil dan kebiasaan tersebut berlanjut sampai sekarang. Anak tersebut tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik. Pemeriksaan intraoral gigi anterior rahang atas terlihat proklinasi. Penanganan awal yang dilakukan pada anak tersebut adalah dengan pemakaian alat orto trainer. Kesimpulan pemakaian alat orto trainer dalam masa tumbuh kembang diharapkan dengan hilangnya bad habit maka deep bite yang disebabkan oleh kebiasaan buruk akan kembali normal seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan rahang.
STUDI KUALITATIF TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Abdat, Munifah; Kresno, Sudarti
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.701 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9880

Abstract

Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku maka upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pemberdayakan masyarakat mutlak diperlukan guna tercapainya paradigma sehat. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi yang mendalam tentang proses pelaksanaan kegiatan PHBS tatanan rumah tangga dan kosan di lingkungan kampus UI Kota Depok dalam rangka pengembangan program PHBS di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan penelitian yaitu ibu rumah tangga, mahasiswa kos, petugas puskesmas pengelola program PHBS dan tokoh masyarakat. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis berdasarkan Colaizzi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa upaya menggerakkan kegiatan PHBS yang menitikberatkan kepada pengelolaan sumber daya manusia justru belum dijalankan. Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan masih rendah, ditambah belum tersedianya petugas khusus baik tenaga formal maupun tidak formal untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan PHBS secara kontinu. Diperoleh kesimpulan bahwa penggerakkan dan pelaksanaan kegiatan PHBS tatanan rumah tangga di lingkungan kampus belum maksimal, terbatas kepada pelaksanaan yang bersifat empowerment.Kata Kunci: program PHBS, tatanan rumah tangga
UJI ANTIFUNGAL SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS BERDASARKAN PERUBAHAN SUHU DAN LAMA PEMANASAN Mubarak, Zaki; ., Khairina
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.409 KB)

Abstract

Prevalensi infeksi fungal oportunistik semakin meningkat terutama kandidiasis oral yang disebabkan oleh Candida albicans. Salah satu alternatif pengobatan antifungal yang bersumber dari hewani adalah susu kambing. Secara umum susu yang digunakan sebagai bahan aktif antifungal terlebih dahulu dilakukan pasteurisasi, baik Low Temperature Long Time (LTLT) maupun High Temperature Short Time (HTST). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifungal susu kambing Peranakan Etawa terhadap pertumbuhan Candida albicans berdasarkan perubahan suhu dan lama pemanasan. Penelitian ini menggunakan metode Standard Plate Count (SPC) dengan 4 kelompok perlakuan, yaitu K1 susu pasteurisasi LTLT, K2 susu pasteurisasi HTST, K3 kontrol positif, K4 kontrol negatif dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah rata-rata koloni Candida albicans pada pengenceran 10-3 dengan perlakuan susu pasteurisasi LTLT adalah 14,33 x 103 CFU/mL, pada susu pasteurisasi HTST 21 x 103 CFU/mL, pada kontrol positif 5,67 x 103 CFU/mL, sedangkan pada kontrol negatif 29 x 103 CFU/mL. Data hasil perhitungan dianalisis dengan ANOVA dengan α=0,05 dan dilanjutkan dengan Least Significance Difference (LSD). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa susu kambing Peranakan Etawa dengan pasteurisasi HTST dan LTLT dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, namun antara kelompok susu pasteurisasi LTLT dan HTST tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Kata kunci : Antifungal, Candida albicans, susu kambing.
Perawatan Pseudo Maloklusi Klas III Pada Masa Gigi Bercampur (Laporan Kasus) Lubis, Hilda Fitria
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.761 KB)

Abstract

Pseudo maloklusi Klas III biasanya ditandai dengan hubungan skeletal Klas I atau Klas III ringan, gigi insisivus maksila yang retroklinasi dengan posisi gigi insisivus bawah yang tegak pada tulang basal, gigi insisivus yang berada pada hubungan edge to edge saat relasi sentrik, dan gigitan silang anterior pada oklusi sentrik. Perawatan dini pada kasus pseudo maloklusi Klas III sangat direkomendasikan dikarenakan untuk mencegah maloklusi menjadi lebih parah. Berbagai teknik perawatan dapat digunakan dalam mengatasi pseudo maloklusi Klas III pada masa gigi bercampur salah satunya dengan inverted labial bow. Pasien laki-laki berusia 10 tahun datang ke departemen Ortodonti RSGMP FKG USU dengan keluhan utama gigi atas depan masuk ke belakang gigi bawah. Perubahan hasil perawatan diperoleh dalam waktu 3 bulan dengan menggunakan piranti inverted labial bow. Piranti ini mudah dibuat, efisien dan dapat ditoleransi baik oleh pasien.
Koreksi Gigi Insisivus Sentral Rahang Atas yang Mengalami Rotasi Berat Menggunakan Alat Whip ., Komalawati
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.32 KB)

Abstract

Artikel ini untuk memperkenalkan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior pada anak remaja. Desain alat dan uji coba ini adalah laporan kasus seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan gigi geligi campuran maloklusi kelas I yang mengalami rotasi berat pada gigi insisivus sentral kiri rahang atas dan terdapat mesiodens di antara gigi insisivus sentral. Hal yang pertama kali dilakukan adalah mencabut gigi supernumerary, dan kemudian dilakukan pemasangan alat lepasan yang terdiri dari whip, spring cantilever dan bonded tube pada gigi yang mengalami rotasi. Setelah 8 bulan, insisivus sentral kiri atas berada pada arah yang tepat secara ortodonti. Dilakukan fibrotomi suprakrestal melingkar di samping koreksi berlebihan pada gigi dan satu minggu setelah pembedahan, alat tersebut dilepas dan dimulai untuk penggunaan retensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah alat whip, merupakan suatu alat lepasan yang sangat efektif untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior.
Metode Mengatasi Bau Mulut Wijayanti, Yulia Rachma
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.39 KB)

Abstract

Bau mulut seringkali dijadikan alasan pasien untuk berobat ke dokter gigi. Bau mulut akan menjadi masalah ketika kita berkomunikasi dengan seseorang, hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar volatile sulfur compound di dalam rongga mulut, yakni ketika ada peningkatan aktivitas bakteri anaerob di dalam rongga mulut. Salah satu metode mutakhir dalam mengukur bau mulut dapat menggunakan GS – SCS Oral Chroma. Oral Chroma merupakan kromatograf gas yang praktis dan sederhana, dapat memberikan sensitivitas tinggi untuk volatile sulfur compound, dengan komponen H2S, CH3SH dan (CH3)2S. Dalam pemprosesan data, Oral Chroma dapat memberikan tampilan grafis pada komputer termasuk komentar evaluasi singkat mengenai nilai pengukuran yang membantu dalam analisis data, sehingga dapat digunakan oleh para klinisi untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada pasien yang menderita bau mulut mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan rongga mulutnya. Cara mengatasi bau mulut dapat menggunakan pedoman Treatment Needs. Hal tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi bau mulut secara tuntas.
DAMPAK KARAKTERISTIK MALOKLUSI GIGI ANTERIOR BERDASARKAN TINGKAT KEPARAHANNYA TERHADAP STATUS PSIKOSOSIAL Arifin, Rafinus; ., Sunnati; Daulay, Armi Amanda
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.318 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9741

Abstract

Usia puncak pertumbuhan anak merupakan masa peralihan antara masa anak-anak hingga menuju masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, kognitif dan sosial emosional. Maloklusi adalah suatu anomali yang menyebabkan gangguan fungsi oral dan estetika serta memerlukan perawatan jika sudah mengganggu fisik dan emosional. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa remaja pada usia puncak pertumbuhan yang mengalami maloklusi gigi anterior akan berdampak negatif terhadap status psikososial remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak karakteristik maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial (studi kasus pada usia puncak pertumbuhan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Banda Aceh dengan menggunakan indeks PIDAQ). Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dan penelitian ini dilakukan di SMP Negeri dengan total subjek 279 siswa. Subjek diberikan kuisioner PIDAQ untuk mengetahui dampak karakteristik maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial. Hasil uji Wilks’ Lamda menunjukkan dampak signifikan karakteristik maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial pada usia puncak pertumbuhan, diperoleh nilai p=0,003 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya dampak karakteristik maloklusi gigi anterior berdasarkan tingkat keparahannya terhadap status psikososial pada usia puncak pertumbuhan.Kata kunci: maloklusi, protrusif, PIDAQ
HUBUNGAN PENILAIAN PERSEPSI ESTETIKA ORAL DENGAN KEADAAN MALOKLUSI MENGGUNAKAN ORAL SUBJECTIVE INDEX SCALE (OASIS) DAN DENTAL AESTHETIC INDEX (DAI) (STUDI PADA REMAJA USIA 16-17 TAHUN DI SMAN KOTA BANDA ACEH) Arifin, Rafinus; Herwanda, .; Tefani, Cut Rindi
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.136 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10610

Abstract

Estetika pada wajah dapat menentukan persepsi pada diri sendiri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Pada remaja ketertarikan fisik merupakan faktor penting yang mempengaruhi hubungan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan penilaian persepsi estetika dan prevelensi tingkat maloklusi pada usia 16-17 tahun di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh. Metode crosssectional yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 100 siswa-siswi di banda Aceh. Data yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, status maloklusi berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI), dan persepsi estetika oral berdasarkan Oral Aesthetic Subjective Index Scale (OASIS). Chi-Square tes digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara DAI dan OASIS. Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi estetika dan keadaan maloklusi p=0,037 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara penilaian persepsi estetika OASIS dan keadaan maloklusi DAI. Hal ini menunjukkan hubungan signifikan antara kondisi maloklusi dan tingkat kepedulian remaja terhadap keadaan estetikanya. Faktor usia pada penderita maloklusi tidak mempengaruhi kondisi persepsi estetika yang dimilikinya. Sebaliknya faktor jenis kelamin terhadap persepsi estetika menunjukkan remaja wanita cenderung lebih peduli terhadap keadaan gigi-giginya.
Space Maintainer Tipe Crown And Loop: Suatu Perawatan Kasus Tanggal Dini Gigi Sulung Yulina, Vera; Yumna, Amila; Syafriza, Dharli
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.6 KB)

Abstract

Gigi sulung yang mengalami lesi karies luas dengan keterlibatan furkasi merupakan salah satu indikasi dilakukannya ekstraksi. Jika pencabutan terjadi ketika benih gigi permanen masih terletak jauh dan belum waktunya erupsi maka ekstraksi atau tanggal dini gigi sulung harus diikuti dengan pemasangan suatu alat untuk menjaga ruang erupsi gigi permanen pengganti, yaitu space maintainer. Laporan kasus ini menjelaskan pemasangan space maintainer tipe crown and loop pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung. Kesimpulan Space maintainer tipe crown and loop efektif sebagai alat yang digunakan untuk menjaga dan mempertahankan ruang erupsi gigi permanen pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung.

Page 1 of 13 | Total Record : 121