cover
Contact Name
Waridah Muthiah S.Ds, M.Ds
Contact Email
waridah_m@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.narada@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Narada
ISSN : 24775134     EISSN : 26215233     DOI : -
Jurnal Narada adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana. Jurnal ini merupakan wadah untuk mempublikasikan tulisan ilmiah: hasil penelitian, hasil pemikiran (gagsan konseptual), hasil perancangan karya desain, resensi buku bidang desain dan seni; dalam cakupan bidang: desain interior, desain grafis, desain multimedia, desain komunikasi visual, fotografi desain fashion, HAKI Desain, Hak Cipta Desain serta bidang-bidang perluasan dari peminatan seni lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
TINJAUAN MAINAN LOKAL MENGGUNAKAN KECENEDERUNGAN BASIC NEEDS DESIGN, SOCIAL NEEDS DESIGN DAN LOCAL WISDOM DESIGN Soedarwanto, Hady
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk mainan sedang menggeliat dan menjadi salah satu major company dalam dunia industri yang kini tetap dimonopoli negara maju. Negara berkembang seperti Indonesia memiliki peluang untuk turut serta dalam dinamika industri produk mainan, salah satunya dengan mengembangkan potensi yang ada yaitu dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada. Melalui penelitian tentang mainan lokal yang pernah diproduksi dan dimainkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya diharapkan dapat menjadi peluang bagi kemungkinan tersebut. Dengan menggunakan tiga buah kecenderungan dalam desain diharapkan dapat membuka banyak jalan bagi banyak kemungkinan baru dalam industri mainan. Kecenderungan desain yang digunakan adalah kecenderungan basic needs (Teori Vitruvius), kecenderungan social needs (Teori Sir Henry Wotton) dan kecenderungan local wisdom (Teori Viktor Papanek dan Schulz). Ketiga teori tersebut digunakan untuk mengekstraksi nilai-nilai kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan kearifan lokal yang khas dari mainan tersebut guna mendapatkan variabel dari syarat desain untuk dipergunakan dalam pengembangan keilmuan desain khususnya desain produk mainan.?
ANALISIS PENYAJIAN KARAKTER DAN ALUR CERITA PADA KOMIK VULCAMAN-Z Musnur, Irfandi
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul ?Analisis Penyajian Karakter Dan Alur Cerita Pada Komik ?Vulcaman-Z? bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi visual bagaiman penyajian karakter maupun alur cerita? pada komik Vulcaman-Z karya Galang Tirtakusuma. Komik ini merupakan komik 4 koma (yonkoma) atau empat panel, bergenre aksi-komedi slapstick yang jarang ditemui di industri perkomikan Indonesia. Menceritakan Udin, mahasiswa tingkat satu seni rupa di Universitas terkeren di kota Koalapanda, memberantas monster yang mengganggu kedamaian kota tersebut dengan berubah menjadi Vulcaman-Z. Komik ini juga memiliki beberapa fitur yang unik seperti penggunaan layout, karakter, warna, ekspresi, garis aksi, dan balon kata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, studi literatur dan observasi. Maksud penelitian ini menjadi penelitian awal yang dilakukan bersama dengan mahasiswa untuk mengungkap beberapa gaya komikus-komikus Indonesia yang nantinya menjadi studi mengungkap gaya-gaya komik dari Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa komik indonesia masih sangat punya pengaruh dengan komik-komik luar, baik jepang maupun amerika. Gaya komik yang dimiliki oleh Indonesia belum memiliki karakter dan ciri khas sendir walaupun beberpa komikus telah berupaya mengungkapkan identitas Idonesia melalui ornamen-ornamen dan cerita budaya yang dimilki. Namau secara penyajian maupun gaya komik masih menggunakan ataupun sama dengan gaya yang ada di luar. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini hadir sebagai upaya menemukan ciri khas Indonesia pada Komik ataupun memberikan gambaran kepada komikus-komikus Indonesia agar menghadirkan sumbangsi gaya baru pada Komik.
EKSPERIMEN SISTEM INTERLOCKING SELF-SUSTAINED PADA RECONFIGURABLE FLAT PACK FURNITURE Noer, Marwan; Sejati, Mesah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat-Pack furniture dan interlocking system merupakan 2 istilah yang memiliki kaitan sangat erat dalam industri pembuatan furniture modern saat ini. Dimana paduan kedua unsur ini mampu memberikan banyak solusi dalam penciptaan suatu produk furniture serba guna yang dimana menjadi fokus perhatian saat ini. Sistem interlocking self-sustained sebagai salah satu elemen dalam pembuatan flat-pack furniture memiliki fungsi yang esensial dan pengaruh yang signifikan dalam pembuatan suatu produk flat-pack furniture yang bukan saja multifungsi dan ergonomis tapi juga memiliki peran utama dalam menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Semenjak ditemukannya teknologi CNC router machine dan laser cutting serta perkembangan software digital engineering, sistem interlocking self-sustained yang dikenal kompleks ini menjadi berkembang sangat pesat, dan telah menghasilkan banyak produk flat pack furniture multi fungsi yang rekonfigurabel dengan karakteristik ramah lingkungan dengan biaya produksi yang masuk akal. Penelitian bertujuan meninjau jenis interlocking joint modern serta mencoba menggali dan mengeksplorasi serta mencari pendekatan baru dalam pembuatan sistem interlocking yang tepat untuk aplikasi Reconfigurable Flat Pack Furniture.
KAJIAN FURNITURE PADA INTERIOR RUANG KELAS PENYANDANG AUTIS astuti, anggi dwi
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita autisme mempuyai gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, imajinasi serta pola perilaku yang repetitive dan resistensi (tidak mudah mengikuti/ menyesuaikan) terhadap lingkungan dan rutinitas pada umumnya. Gangguan pada inteteraksi sosial ini menyebabkan penderita autisme terlihat aneh dan berbeda dengan orang lain. Penderita autis juga harus diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki dengan membuat wadah khusus yang bertujuan untuk mengenyam pendidikan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti anak autis. Slah satu bentuk terapi yang di tawarkan adalah terapi dengancara one on one. Perancangan layout yang tepat dan penggunaan perabot/furniture yang tepat bisa memberikan seorang anak autis menjadi rileks dan nyaman untuk menjalani terapi atau pembelajaran. Konsep ruang pun menjadi pertimbangan yaitu dengan mengubah karakteristik ruang seperti warna, dimensi, material, pattern pola, furniture, pencahayaan dan akustik yang dapat memberikan terapi bagi penderita autis serta memberikan pendidikan bagi mereka. Selain itu, tatanan yang baik dan tepat bisa merangsang indera sebagai salah satu terapi yang bisa menenangkan, aktif, dan fleksibel.???
IDENTITAS KOTA BANDUNG PADA BATIK KOMAR BERDASARKAN TEORI KEVIN LYNCH Sylvia, Nukke; Pradipta B, Denta Mandra
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIdentitas adalah suatu ciri atau ke khasan dari suatu tempat, yang membuat seseorang mengingat kembali dan mau berkunjung kembali ketempat yang dituju karena tepat tersebut mempunyai perbedaan dengan tempat lain karena memiliki karakter dan keunikan. Identitas adalah hal mendasar yang sangat penting. Hal ini dikarenakan identitas adalah sesuatu yang digunakan untuk mengenali, membedakan suatu tempat dengan tempat lainnya kevin lynch, good city form (1984;131). Menurut peraturan Mendagri RI No. 4 th. 1980, Kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota administratif. Kota juga berarti suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris, misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan. Salah satu yang mempunyai ciri tersebut adalah Kota Bandung, Kota Bandung adalah salah satu tempat yang mempunyai keunikan dan karakter sendiri, baik itu dalam tempat pariwisata, kuliner makanan dan lainnya. Salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh turis lokal maupun Manca Negara dalam mencari cendera mata atau buah tangan adalah Batik. Salah satu tempat Batik yang terkenal di Bandung adalah Batik Komar, Batik Komar adalah salah satu tempat yang memproduksi Batik dengan motif? Kota Bandung. Oleh karena itu penulis ingin mengkaji motif Kota Bandung yang dibuat oleh Batik Komar dengan teori Kevin Linch, agar sejarah dari Batik Kota Bandung tersebut bisa dipertahankan keberadaannya. Setelah menghasilkan analisis Batik Bandung maka dapat disimpulkan Batik Komar sebagai pembuat batik sudah cukup mencerminkan identitas Kota Bandung.Abstrak?Identity is a characteristic or to the repertoire of a place, which makes someone recall and wants to visit again where they are intended because it has differences with other places because it has character and uniqueness. Identity is a very important fundamental thing. This is because identity is something that is used to recognize, distinguish a place from another place Kevin Lynch, good city form (1984; 131). According to RI Minister of Home Affairs regulation No. 4 years old 1980, the City is a place that has administrative boundaries such as municipalities and administrative cities. The city also means an urban living environment that has non-agrarian characteristics, for example, the district capital, the capital of the sub-district which functions as the center of growth. One that has these characteristics is the city of Bandung, the city of Bandung is one place that has its own uniqueness and character, both in places of tourism, food, and other foods. One of the places visited by many local and foreign tourists in searching for souvenirs or souvenirs is Batik. One of the famous Batik venues in Bandung is Komar Batik, Batik Komar is one place that produces Batik with Bandung City motif. Therefore the author wants to examine the Bandung City motif made by Batik Komar with the theory of Kevin Linch so that the history of the Bandung Batik can be maintained. After producing the Bandung Batik analysis, it can be concluded that Batik Komar as a batik maker reflects the identity of Bandung City. ?
ART THERAPY SENI LUKIS EKSPRESIF UNTUK PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN DI UNIT INFORMASI LAYANAN SOSIAL (UILS) MERUYA Maftukha, Nina
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.09 KB)

Abstract

RingkasanArt therapy dengan melukis ekspresif mengintegrasikan berbagai jenis seni lukis dalam suasana yang aman dan tidak menghakimi untuk memfasilitasi penderita psikotik dalam penyembuhan. Untuk menggunakan seni secara ekspresif berarti masuk ke alam batin kita untuk menemukan perasaan dan mengekspresikannya melalui seni visual, gerakan, suara, tulisan atau drama. Proses ini mendorong pembebasan, pemahaman diri, wawasan dan membangkitkan kreativitas dan keadaan kesadaran transpersonal, sehingga dapat mempercepat masa penyembuhan dengan dimulai dari dalam diri dengan meluapkan ekspresi pada media lukis.Di sini posisi seni sebagai fenomena eksistensial menjembatani yang menyatukan ritual, imajinasi dan dunia mimpi dengan cara yang tidak dapat dilakukan aktivitas lain. Tujuan seni adalah untuk tidak mewakili penampilan luar, tetapi signifikansi batin mereka, sehingga bisa dikatakan bentuk simbolis perasaan manusia. Oleh karena itu, dicanangkan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat di Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Meruya Selatan yang dibawahi oleh Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. Hasil dari program ini adalah mempercepat proses penyembuhan penderita psikotik dengan media terapi penyembuhan untuk permasalahan gangguan kejiwaan dengan melukis ekspresi.Kata Kunci:?Art Therapy, lukis ekspresif, penderita gangguan kejiwaan??AbstractArt therapy by expressive painting integrates various types of painting in a safe and non-judgemental atmosphere to facilitate psychotic sufferers in healing. To use art expressively means entering into our inner realms to discover feelings and express them through visual art, movement, sound, writing or drama. This process encourages liberation, self-understanding, insight and awakens creativity and transpersonal states of consciousness, thereby accelerating the healing period by expressing their fear, anxiety, or other psychiatric problems to the media.In this case, the position of art is as an existential bridging phenomenon that unites ritual, imagination and dream world in a way that no other activity can do. The purpose of art is not to represent the outward appearance, but their inner significance, so it can be said to be a symbolic form of human feelings. Therefore, it is proclaimed in a community service activity at Social Service Information Unit (UILS) South Meruya which is covered by Social House of Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. The result of this program is to accelerate the healing process of patients with psychiatric disorders by conducting?expressive painting.?Keywords:?Art Therapy, expressive painting,? ekspresif, patient with psychiatric disorder
KAJIAN DESAIN INTERIOR KANTOR PT. PUPUK SRIWIDJAJA DENGAN KONSEP MODERN MINIMALIS Atmadi, Tunjung
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.341 KB)

Abstract

RingkasanDesain interior kantor secara langsung dapat mempresentasikan filosofi dan lingkungan kerja sebuah perusahaan. Desain yang keren dan eye catching bisa menjadi salah satu faktor kesuksesan perusahaan. Dengan lingkungan yang nyaman pemakai ruang bisa meningkatkan? produktivitas kerja. Seiring dengan? etos kerja yang baik, maka berdampak pula pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Tampilan interior kantor yang menarik, kreatif dan rapi pasti juga bisa meningkatkan mutu kantor tersebut.Kajian ini merupakan studi terhadap peranan gaya desain interior yang digunakan sebagai sarana untuk menciptakan citra atau image tertentu. Gaya dalam desain interior merupakan topik yang sangat kompleks, karena menyangkut terbentuknya persepsi oleh orang lain melalui citra perusahaan. Studi ini menjadi sangat penting bagi perusahaan yang ingin membentuk citra perusahaannya melalui desain interior. Desain interior yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan sekaligus meningkatkan citra perusahaan. Modern minimalis merupakan konsep yang sedang trend dan banyak disenangi oleh masyarakat, mahasiswa dan praktisi tentunya. Sehingga perpaduan antara modern dengan minimalis akan menjadikan ruang lebih fungsional dan dinamis.Kata Kunci: Desain, Interior, Modern, Minimalis?AbstractInterior design office can directly present the philosophy and working environment of a company. Cool and eye catching design can be one factor in ensuring the company?s success. With a comfortable environment, users can increase their productivity. Along with a good work ethic, this could be a determined factor that will have an impact on overall company performance. Interesting, creative, and neat office interiors can improve the quality of the office.This research studies the role of interior design style to create a certain image. Styles in the interior design is a very complex topic, because it involves the formation of the perception by others through the company's image. This study is very important for companies that want to establish their corporate image through interior design. A comfortable interior design is expected to improve employee performance while enhancing the company's image. Modern minimalist concept is a present trend and much loved by the public, students and practitioners of course. So that a combination of modern with minimalist would make the space more functional and dynamic .Keywords : Design, interiors, Moderm, Minimalis
TINJAUAN ESTETIKA FOTO HITAM PUTIH PADA FOTOGRAFI LANSEKAP KARYA HENGKY KOENTJORO Salam, Junaidi
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.398 KB)

Abstract

Kemampuan seseorang dalam apresiasi foto menjadi lebih baik bila menguasai banyak aspek teknis dan non-teknis fotografi. Sisi artistik saja belum cukup kuat untuk membuat foto tersebut menjadi menarik. Tanpa kemampuan teknis, seorang fotografer menghasilkan foto tanpa kualitas maksimal. Sebaliknya, tanpa sentuhan seni, foto yang dihasilkan tentu tanpa rasa. Kekuatan sebuah foto dibangun oleh sejumlah unsur, yakni, pilihan objek, cahaya, komposisi, angle dan momen. Fotografer perlu untuk mengkaji obyek, menyeleksi, memilih dengan mendekatkan atau menjauh, mencari posisi untuk mendapatkan angle yang baik serta menunggu momen. Obyek studi penulisan ini adalah karya fotografi fine art karya Hengki Koentjoro dengan teknik long exposure. Secara umum, fine art photography didefinisikan sebagai gabungan karya seni dan fotogarafi yang dilakukan dengan kecermatan, ketelitian, presisi, dan perhitungan matang. Dimulai dari ide, konsep, pra-visualisasi, pengambilan gambar, penerapan teknik, termasuk keahlian mencetak gambar. Teknik long exsposure mengacu pada shutter speed yang lama, yakni teknik khusus untuk mengambil foto dengan membuka shutter kamera untuk waktu yang lama. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya memasuki kamera sampai shutter tertutup. Secara teknis, kamera membaca lebih banyak data dari subjek, mengumpulkan detail-detail, dan menciptakan efek blurring pada subjek yang bergerak. Ada banyak cara membuat efek blurring yang dapat digambarkan dalam fotografi, hanya praktek dan eksperimentasi yang memungkinkan untuk memahami dan memprediksi efek long exposure dalam kaitannya dengan waktu dan gerak.Kata kunci : fine art, long exposure, fotografi, lansekap, Hengki Koentjoro?AbstractA person?s ability in appreciating a photo? tends to be better when using many aspects of technical and non-technical photography. Sometimes the artistic side is not strong enough to make a photo looks interesting. Without technical ability, a photographer produces images without maximum quality. Without a touch of art, the resulting picture is certainly without taste. The power of a photo is built from different elements, such as ?the choice of objects, light, composition, angle and moment. A photographer also has to examine and select an object, ?find a good position and angle, and wait for the moment. This research focuses in studying Hengki Koentjoro?s fine art photography with long exsposure technique. Like a piece of art, fine art photography was done with precision, precision, precision, and mature calculations. Starting from idea, concept, pre visualization, shooting, application of technique, including the skill of photo printing. Long exsposure is a special technique to take photos by opening the camera shutter for a long time. This allows more light to the camera until shutter is closed. Technically, the camera reads more data from the subject, a collection of details, and the effect is blurring on a moving subject. There are many ways to create blurry effects in photography, only practice and experimentats that allow viewers? to understand and predict the effect of long-exposure shoots, in its relation with time and motion.Keywords : fine art, long exposure, photography, landscape, Hengki Koentjoro
TINJAUAN FUNGSI BANTAL SOFA/CUSHION PADA CAFÉ COLLETTE & LOLA Aswan, Rifki; Chotijah, Nurullah Gati
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.072 KB)

Abstract

RingkasanBantal sofa/cushion merupakan aksesori pelengkap sofa. Bantal cushion memiliki banyak fungsi. Bantal cushion yang diterapkan pada Cafe Colette & Lola memiliki warna yang senada dengan tema yaitu ?girly & lucu? dan konsep ruangan cafenya yaitu ?Cake & Dream?. Bantal cushion merupakan point of interest dalam sebuah ruang, karena ketiadaan bantal cushion akan membuat sofa menjadi polos dan kurang menarik. Bentuk yang diterapkan antara sofa dan bantal cushion terlihat kontras, namun hal itu bisa diatasi karena adanya transisi bentuk yang ada pada ruang cafe.? Pengembangan fungsi dilakukan untuk menambah unsur kenyamanan dan memaksimalkan fungsi.Kata Kunci: bantal cushion, fungsi, bentuk, warna, pengembangan?AbstractCushion is a complementary sofa accessories. Cushion has many functions. Colette & Lola Cafe?s cushions has matching color with ?girly and cute? theme and ?cake and dream? concept. Cushion is a point of interest in a room, because without cushion, the sofa becomes plain and less interesting. The shape of cushions are contrast if compared to the the sofa, but it the transition of shapes in thr interior of the cafe can overcome their differences. This study is conducted to analyze the design and function of Collette & Lola?s cushions as a background study in order to increase the comfort element and maximize its function.Keywords : Function cushion, shape, color, development
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-3 DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA MELALUI PENGGUNAAN MODEL EXAMPLES – NON-EXAMPLES DI SMP NEGERI 12 PADANG Aisyah, Siti
Narada: Jurnal Desain Dan Seni Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Desain dan Seni Narada
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.171 KB)

Abstract

RingkasanTujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran seni rupa dengan menggunakan model Examples - Non Examples (2) mengetahui peningkatkan hasil belajar  siswa dalam pembelajaran seni rupa dengan menggunakan model Examples Non Examples. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Examples Non Examples. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VII 3 SMP Negeri 12 Padang, teknik pengumpulan data dengan observasi, catatan lapangan, angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase motivasi belajar, rata-rata hasil belajar, uji t dan rumus peningkatan hasil belajar.  Temuan penelitian yaitu (1) terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I yaitu 3,25 ke siklus II yaitu 4,01. (2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari nilai pra siklus yaitu 64,24 ke siklus I yaitu 72,24 dan siklus II 84,14.Kata Kunci: Motivasi, Hasil belajar, model Examples Non Examples AbstractThe purpose of this research are: (1) to find out the increase of student’s motivation in fine art study using Examples - Non Examples model (2) to find out the increase of student’s result in fine art study using Examples - Non Examples. This research is conducted by using Examples - Non Examples model, by studying the students of class VII 3 SMPN 12 Padang using direct observation method. Data are gained from field notes, questionnaire, and student’s test results. The result are (1) there is an increase of student’s motivation from siklus I (3, 25) to siklus II (4, 01); (2) there is an increase of student’s learning outcomes from pra siklus (64, 24) to siklus I (72, 24) and siklus II (84, 14).Keywords: Motivation, learning outcomes, Examples Non Examples models