Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -
Articles 83 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) Terhadap Hasil Belajar Fisika

Hartini, Tri Isti ( Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ) , Lianti, May

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.897 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 14 Bekasi Kelas X pada semester genap tahun ajaran 2012/2013, selama 1 bulan dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre Eksperimental Desaign. Dengan Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 14 Bekasi, sedangkan populasi terjangkaunya adalah siswa kelas X-7. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampel (sampel bertujuan) dengan sampel 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa tes uraian yaitu sebanyak 10 soal yang valid (product moment) dan reliabel (alpha). Perhitungan uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors pada taraf 0,05, sedangkan uji homogenitas menggunakan uji Barlet. Dari hasil uji normalitas pada kelas eksperimen didapat Lhitung = 0,077, dan Ltabel = 0,161, karena Lhitung < Ltabel, berarti hipotesis nol (H0) diterima. Dan kesimpulannya adalah sampel yang digunakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Sedangkan hasil homogenitas diperoleh nilai X2hitung = 10,4208 dengan X2tabel = 42,557 pada taraf signifikan 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data homogen. Berdasarkan nilai yang didapat dari table t dengan taraf signifikasi a = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 29 didapat ttabel 1,700. Karena thitung > ttabel 2,789 > 1,700 maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima yang menyatakan bahwa terdapat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) terhadap Hasil Belajar Fisika. Kata Kunci : Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA), hasil belajar

Karakteristik Energi Kecap Konvensional Jenis X, Y dan Z Berdasarkan Karakterisasi Sifat Optik

Septiana, Ria, Kusdiwelirawan, A., Sugianto, .

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.972 KB)

Abstract

Kedelai merupakan bahan dasar sebagai pembuatan kecap. Genistein dan genistin merupakan kandungan utama yang ada dalam kecap dengan daerah serapan 382 nm. Kecap konvensional X, Y dan Z selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS dan Fluoresens. Hasil karakterisasi memperlihatkan bahwa kecap konvensional jenis X berdasarkan keadaan energi relaksasi lebih cepat rusak apabila berinteraksi dengan cahaya. Kata kunci: kecap konvensional, sifat optik, genistein dan genistin.

Penerapan Metode Pembelajaran Tugas Kelompok Sebagai Alternatif Peningkatan Kerjasama Mahasiswa

Fitri, Fajar ( FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ) , Kusumaningtyas, Dian Artha ( FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta )

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.907 KB)

Abstract

Tingkat kerjasama mahasiswa Pendidikan Fisika masih rendah. Di dalam perkuliahan, mahasiswa cenderung melakukan proses pembelajaran secara individual sehingga mengakibatkan kesenjangan di dalam prestasi hasil belajar. Perlu adanya usaha dosen untuk meningkatkan kerjasama mahasiswa di dalam perkuliahan, agar mahasiswa saling bekerjasama di dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran. Dengan demikian mahasiswa yang kemampuan akademiknya kurang dapat belajar pada mahasiswa yang kemampuan akademiknya bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kerjasama mahasiswa dengan menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas kelompok pada mata kuliah Telaah Kurikulum Fisika I. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Semester IV tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian yang digunakan adalah mahasiswa dibuat menjadi delapan kelompok dengan anggota tiap kelompok 5-7 orang mahasiswa. Selama proses pembelajaran, observasi tentang kerjasama mahasiswa dilakukan. Hasil observasi tiap siklus digunakan sebagai bahan refleksi pada siklus berikutnya untuk meningkatkan kerjasama mahasiswa sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama mahasiswa dapat meningkat setelah dilakukan perkuliahan dengan menerapkan metode pembelajaran pemberian tugas kelompok. Pada siklus I ratarata tingkat kerjasama mahasiswa adalah 28,6%, pada siklus II sebesar 45%, dan pada siklus III sebesar 79%. Kata Kunci : kerjasama mahasiswa, metode tugas kelompok

Pengaruh Pemberian Tes Berstruktur dalam Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Sistematis Siswa di SMAN 72 Jakarta

Martin, ., Ermawaty, Imas Ratna

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.926 KB)

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Berdasarkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 72 Jakarta tahun pelajaran 2012/2013, selama 1 bulan dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dengan populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 72 Jakarta, sedangkan populasi terjangkaunya adalah siswa kelas X. Sampel diambil secara acak (multi stage random sampling) dengan mengambil 31 siswa yang berasal dari siswa kelas X. Desain yang digunakan pada penelitian adalah {one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa tes tertulis (paper and pencil test) yaitu uraian berstruktur sebanyak 10 soal yang valid (product moment) dan reliabel (Alpha r11), selanjutnya menghitung taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t maka diperoleh thitung sebesar 2,748. Sedangkan ttabel didapat dari tabel t dengan taraf signifikasi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 30 yaitu sebesar 1,697. Karena thitung > ttabel 2,748 > 1,697 maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Kata kunci: tes berstruktur, model pembelajaran problem solving, kemampuan berpikir sistematis.

Karakteristik Optik Film Hibrid ZnO/Klorofil yang Termodifikasi Logam Seng (Zn) dan Tembaga (Cu)

Maddu, Akhiruddin ( IPB ) , Gareso, Paulus P, Sugianto, .

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.001 KB)

Abstract

Film hibrid yang merupakan perpaduan antara semikonduktor ZnO dan dye klorofil yang telah disintesis dengan menggunakan metode spin coating dan ZnO dengan dengan metode casting. Hasil karakterisasi optik didapatkan bahwa film ZnO menyerap kuat pada panjang gelombang 367 nm. Hasil kombinasi film ZnO/klorofil hasil dari eksperimen memperlihatkan bahwa film ZnO mengalami pelebaran puncakdari 330 nm sampai 500 nm untuk penambahan klorofil, pada penambahan Znfoefitin terjadi dua pelebaran puncak yaitu dari 330 nm sampai 388 nm dan dari 400 nm sampai 511 nm, akan tetapi pelebaran ini tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penambahan klorofil. Untuk kombinasi antara ZnO dengan Cu-feofitin, terjadii pelebaran puncak yang sangat signifikan yaitu dari 300 nm sampai 600 nm.

Penentuan Fluks Neutron Termal di Fasilitas Kalibrasi Neutron dengan Menggunakan Keping Indium

Tjipta, . ( BATAN )

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.368 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the magnitude of the thermal neutron flux in the neutron calibration facility. Determination of the neutron flux in the neutron calibration facility has been carried out by the method of activation puck. In the measurement of thermal neutron flux distribution using Indium-116m puck as much as 17 pieces with the same distance that attaches to the front placed 80cm × 80cm graphite. Results of the thermal neutron flux measurement has an average of 922.1139179 n/cm2.s. Thus it can be said that the thermal neutron flux distribution in the neutron calibration facility fairly evenly with a difference of less than 5%. Key words: Neutron Flux, Thermal Neutron, Activation, Neutron Calibration.

Optimasi Diameter dan Panjang Kawat Koil Sebagai Kandidat Sensor Suhu Semen Sapi Berbasis RTD-C

Indratno, Toni Kus, Toifur, Moh.

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.863 KB)

Abstract

Optimasi diameter dan panjang kawat koil sebagai sensor suhu rendah berbasis Resistance Temperature Detector Coils (RTD-C) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan diameter dan panjang kawat koil yang paling optimal dalam merespons perubahan suhu lingkungan sehingga dapat diaplikasikan sebagai sensor suhu pada kontainer semen sapi. Dalam penelitian ini digunakan 15 sampel yang terdiri dari tiga jenis diameter kawat yang berbeda, 0,1; 0,2; dan 0,3 mm. Masing-masing diameter dibuat lima jenis sampel dengan panjang kawat divariasi dari 175 cm sampai dengan 875 cm. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa hubungan kenaikan suhu dengan tegangan pada rangkaian berbentuk polinomial orde dua (kuadratik). Hasil pencocokan data memperlihatkan bahwa semua sampel sensor dapat merespons perubahan suhu lingkungan dengan baik. Sampel yang paling baik digunakan adalah sampel dengan kawat berdiameter 0,2 mm dan panjang 700 cm. Sampel inilah yang dijadikan sebagai kandidat sensor suhu semen sapi. Kata kunci: RTD, koil, suhu rendah.

Perbandingan Metode Pembelajaran Team Asissted Individualization dengan Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta

Kusdiwelirawan, A ( Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ) , Asfarullah, M Luthfi

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan antara metode pembelajaran Team Asissted Individualization (TAI) dengan Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar fisika siswa, dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta kelas X pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi eksperimen. Dengan populasi target yaitu seluruh siswa SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, sedangkan populasi terjangkaunya seluruh siswa kelas X. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling yang ditentukan secara acak dan sederhana dan diambil 40 siswa dari kelas X 3 sebagai kelas eksperimen dan 40 siswa dari kelas X 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda. Instrumen penelitian ini sebelum diberikan kepada objek penelitian dilakukan uji coba intrumen terlebih dahulu yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji taraf kesukaran, dan uji daya pembeda. Uji validitas dengan rumus biserial didapat 33 soal yang valid dan 17 soal yang tidak valid. Sedangkan uji reabilitas dengan rumus Kuder Richarson-20 sebesar rhitung = 0,855 > 0,312 = rtabel. Sebelum data dianalisis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan uji Lilliefors serta uji homogentias dengan menggunakan uji Fisher. Uji normalitas untuk kelas eksperimen didapat Lhitung = 0,0747 < 0,4 = Ltabel sedangkan untuk kelas kontrol Lhitung = 0,0888 < 0,14 = Ltabel, maka dapat disimpulakan bahwa kedua sampel yang diperoleh dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil perhitungan homogenitas diperoleh Fhitung = 1,048 < 1,705 = Ftabel, hal ini berarti populasi dari dua data tersebut mempunyai varians yang homogen. Dari hasil analisis deskripsi data didapat nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 76 sedangkan kelas kontrol 66,67 berarti nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sedangkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat thitung = 4,12 > 1,667 = ttabel dengan menggunakan taraf signifikansi = 0,06. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar fisika siswa dengan metode pembelajaran Team Asissted Individualization dan Group Investigation. Kata Kunci : Perbandingan Metode Pembelajaran Team Asissted Individualization dan Group Inestigation

Perbandingan Peningkatan Keterampilan Generik Sains Antara Model Inquiry Based Learning dengan Model Problem Based Learning

Kusdiwelirawan, A., Hartini, Tri Isti

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.99 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan peningkatan keterampilan generik sains siswa dengan menggunakan model Inquiry Based Learning dan Problem Based Learning kelas X SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dalam desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas X SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian 42 siswa dari kelas X MIA 6 dan 44 siswa dari kelas X MIA 5 yang ditentukan dengan simple random sampling. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan bahwa dari hasil uji signifikansi data didapatkan nilai thitung = 4,6875 > 1,99208 = ttabel dengan menggunakan taraf signifikan = 0,05. Berdasarkan kriteria pengujian yang telah ditetapkan maka H0 ditolak H1 diterima, dengan nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen (X MIA 6) sebesar 80,64 dan pada kelas kontrol (X MIA 5) sebesar 73,14. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan peningkatan keterampilan generik sains yang menggunakan model Inquiry Based Learning dan Problem Based Learning. Kata kunci: keterampilan generik sains, Inquiry Based Learning, Problem Based Learning.

Modifikasi Biogester Type Vertikal Menggunakan Pengaduk dengan Teknik Pengelasan

S, Ana ( Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ) , P, Dedi, D, M Yusuf

Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.6 KB)

Abstract

Biomassa / biogas merupakan salah satu solusi teknologi energi untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga BBM, teknologi ini bisa segera diaplikasikan, terutama untuk kalangan peternak sapi. Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga, salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah melaksanakan program Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan energi secara swadaya (self production) oleh masyarakat khususnya di perdesaan. Permasalahan yang terjadi di pedesaan adalah belum mampu memanfaatkan limbah kotoran ternak sebagai penghasil energi alternatif pengganti kayu dan BBM, dimana kegiatan sehari-hari mereka sangat tergantung pada BBM / gas dan kayu baik untuk memasak maupun penerangan. Alat yang didisain sebagai digester biogas terbuat dari drum yang berukuran 200 liter, 120 liter dan 35 liter. Pipa berukuran 2 inci dan berukuran 0.5 inci yang mudah didapat dengan biaya yang relatif murah. Pembuatan alat ini sangat mudah dengan proses pembuatan seperti pemotongan, pengelasan, gerinda dan pengecoran. Untuk satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan 20 kg kotoran per hari, dan setara dengan 1 m3 - 1,2 m3. Pada proses penghitungan gas methan yang dihasilkan dari 20 kg kotoran sapi per hari, maka akan dihasilkan gas methan sebesar campuran 0.10285 kg dan gas methan murni sebesar 0.061714 Kg. Kata kunci: Biogester, Modifikas, Pengaduk, pengelasan