cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL FONDASI
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : -
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
STUDI IDENTIFIKASI DAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS JALAN KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU CILEGON) Pradana, Muhammad Fakhruriza; Bethary, Rindu Twidi; Dewa, Giyyar Tantra
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.306 KB)

Abstract

Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I merupakan jalur utama yang menghubungkan semua pabrik industri yang ada di Kawasan Industri Krakatau kota Cilegon. Panjang Jalan Asia Raya 2,705 km dan Jalan Eropa I 1,696 km dengan kondisi jalan tidak memenuhi syarat kemantapan karena banyak kerusakan dan tambalan pada permukaan jalan. Oleh karena itu diperlukan studi untuk mengidentifikasi kerusakan dan merencanakan tebal perkerasan yang tepat, efisien serta optimal agar dapat mengakomodir beban yang melintas diatasnyaserta sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokan kerusakan yang terjadi pada Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I menggunakan metode Bina Marga, serta merencanakan perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 dan perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003. Metodeini dipilih karena sudah disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Hasil yang diperoleh dari identifikasi kerusakan adalah luas total kerusakan 338,29 m (Jalan Asia Raya) dan 4710,9 m2 (Jalan Eropa I) dengan urutan prioritas kedua jalan tersebut adalah >7 (pemeliharaan rutin). Tebal perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 didapat tebal 72 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 59 cm untuk Jalan Eropa I. Tebal perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003 didapatkan tebal 31 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 26 cm untuk Jalan Eropa I.Jenis perkerasan kaku yang digunakan adalah beton bersambung tanpa tulangan
Beton Mutu Tinggi dengan bahan Tambahan Almufid, Almufid
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.569 KB)

Abstract

Beton adalah element yang digunakan sebagai struktur dalam konstruksi teknik sipil yang dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Dalam teknik sipil struktur beton digunakan untuk bangunan pondasi, kolom, balok, plat/plat cangkang. Beton dikategorikan mempunyai mutu tinggi jika kuat tekannya 30 Mpa. Pada tahun 1960-1970, kriterianya naik menjadi 40 Mpa. Saat ini beton dikatakan sebagai beton mutu tinggi jika kuat tekannya diatas 50 Mpa dan diatas 80 Mpa adalah beton dengan mutu sangat tinggi (supartono,1998)pada tahun 1980an beton mutu tinggi banyak digunakan untuk bangunan tingkat, terutama untukelement struktur kolom.Didalam beton , agregat mempunyai peran penting yaitu 60% - 80% , dari volume beton, dari segi ekonomis harga agregat lebih rendah dibandingkan dengan PC, namun agregat terlal u banyak menyebabkan pasta cemen tidak mampu menyelimuti dan mengisi atau merekatkan seluruh permukiman butiran agregat .Beberapa cara meningkatkan kinerja beton menjadi beton bermutu tinggi dan berkinerja tinggi adalah Mengurangi porositas beton dengan cara mengurangi air dalam adukan beton ,Menambahkan aditif mineral seperti silicafume atau abu terbang ,Menambahkan serat (beton berserat), Beton dengan pemadatan mandiri (self compacting concrete)
ANALISIS KELONGSORAN GALIAN BASEMENT MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN SOLDIER PILE DENGAN SOFTWARE PLAXIS Mina, Enden; Kusuma, Rama Indera; Dwimanda, Sunan
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.545 KB)

Abstract

Dinding penahan tanah merupakan struktur terpenting dalam pembangunan suatu basement yang berfungsi untuk menahan gaya lateral yang terjadi pada tanah dibelakanganya. Soldier Pile adalah salah satu jenis dinding penahan tanah yang sangat cocok digunakan pada daerah dengan lahan sempit. Studi ini membuat Analisis stabilitas dinding penahan tanah. Jenis Soldier Pile pada proyek pembangunan apartemen Paragon Square menggunakan konsep tekanan tanah aktif Rankine. Stabilitas dinding diuji terhadap momen guling, gaya geser dan daya dukung tanah di bawahnya. Sedangkan, untuk bahan komparasi hasil analisa manual dibanddingkan dengan hasil luaran program PLAXIS. Berdasarkan hasil analisis kestabilan diperoleh nilai factor keamanan stabilitas dinding terhadap guling, geser dan daya dukung berturut-turut adalah 1,714, 2,147 dan 3,742. Sedangkan, hasil analisa menggunakan software PLAXIS didapat nilai factor keamanan sebesar 1,858. Dinding penahan menggunakan soldier pile dengan diameter 0,8 m dan tinggi15 m pada pembangunan basement proyek Apartemen Paragon ditinjau dari nilai faktor keamanan yang dihasilkan ternyata melebihi nilai faktor keamanan yang disyaratkan (=1.5)  hal tersebut menunjukkan bahwa soldier pile memiliki daya tahan yang cukup aman.
ANALISIS BANJIR SUNGAI CISADANE (Studi Kasus Ruas Sungai Jalan Tol Jakarta – Merak KM 19 sampai dengan Bendung Pasar Baru) Wigati, Restu; Radhiyah, Amatullah
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.949 KB)

Abstract

DAS Cisadane merupakan salah satu DAS di Provinsi Banten dan Jawa Barat dengan daerah tangkapan seluas 1.411 km2. Daerah tangkapan yang luas dan konversi lahan yang tinggi menyebabkan potensi banjir di wilayah DAS Cisadane.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadinya banjir pada ruas sungai jalan tol Jakarta – Merak km 19 sampai dengan bendung Pasar Baru terhadap debit banjir rencana Q50 dan Q100 serta memberikan usulan penanganannya. Penelitian ini menggunakan data hujan yang diperoleh selama 16 tahun, peta DAS Cisadane, gambar penampang melintang dan memanjang sungai Cisadane. Analisis debit banjir rencana menggunakan Metode Hasper, Melchior, HSS Nakayasu, dan HSS Snyder. Perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjir menggunakan program HEC-RAS di 20 titik tinjauan.Hasil penelitian menunjukkan debit banjir Q50 sebesar 2529,235 m3/det dan Q100 sebesar 2740,577 m3/det dimana pada semua lokasi titik tinjauan mengalami banjir. Upaya penanganan banjir yang dapat dilakukan untuk jangka pendek yaitu dengan melakukan normalisasi alur sungai dan pembangunan tanggul, untuk jangka panjang perlu dilakukan upaya konservasi lahan pada daerah aliran sungai, eko – hidraulik, regulasi, beserta pemeliharaannya.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PAVING BLOCK Darwis, Zulmahdi; ., Soelarso
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.589 KB)

Abstract

Konstruksi perkerasan dengan paving block merupakan konstruksi ramah lingkungan, karena memiliki kemampuan untuk ditembus air hujan, sehingga tidak banyak mengganggu konservasi air tanah. Pengembangan kawasan-kawasan hunian lebih lanjut akan memacu meningkatnya kebutuhan bahanbangunan. Limbah padat industri khususnya limbah padat hasil pembakaran batu bara pada boiler yang dihasilkan PT. Styrindo Mono Indonesia seperti bottom ash yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, perlu dimanfaatkan agar mengatasi pencemaran tersebut, dengan digunakan sebagai bahan baku pembuatan paving block. Bottom ash pada penelitian ini sebagai bahan baku paving block, menggunakan perbandingan 1:4 dengan kondisi bottom ash terlebih dahulu dicuci dan dikeringkan dalam oven selama ±24jam. Bottom ash dicuci dan dikeringkan oleh cahaya matahari, lalu bottom ash dalam kondisi alami. Dengan komposisi bottom ash sebagai pengganti pasir, abu batu, screening, dan pengganti semua agregat. Jumlah benda uji sebanyak 180 buah paving block untuk pengujian kuat tekan dan 15 buah untuk pengujianpenyerapan air dan pengujian densitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bottom ash sebagai bahan baku dapat meningkatkan kuat tekan pada perbandingan 1:4, baik bottom ash dengan kondisi dicuci lalu dikeringkan dalam oven selama ± 24 jam, dicuci lalu dikeringkan oleh cahaya matahari maupun bottom ash alami tanpa dicuci dan dikeringkan, masuk dalam mutu B (SNI 03-0691-1996). Hasil kuat tekan paving block tertinggi didapat pada komposisi C2 yaitu 1BA:2AB:1SC dengan kondisi bottom ash alami,sebesar 28.75 Mpa pada umur 56 hari. Hasil pengujian penyerapaan air menunjukan bahwa penggunaan bottom ash pada komposisi A4 yaitu 1AH:2AB:1BA dan komposisi C2 yaitu 1BA:2AB:1SC, menghasilkanlebih baik dengan mutu B (SNI 03-0691-1996) yaitu sebesar 5.6 % untuk komposisi A4 dan 4.8 % untuk komposisi C2
ANALISA PENGEMBANGAN GEOMETRI LANDASAN (Studi Kasus Bandara Husein Sastranegara) Bethary, Rindu Twidi; Pradana, Muhammad Fakhruriza
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.294 KB)

Abstract

Kota Bandung sebagai pusat perekonomian dan juga sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Barat harus didampingi dengan infrastruktur yang memadai. Permintaan terhadap transportasi udara dari dan menuju Kota Bandung dan sekitarnya dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Oleh karena itu, Bandar Udara Husein Sastranegara yang ada di Kota Bandung diharapkan dapat melayani penerbangan pesawat jenis besar untuk menampung permintaan (demand) yang semakin meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan geometri runway dan taxiway Bandara Husein Sastranegara untuk kondisi 5 tahun kedepan dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) dan SKEP77 (Surat Keputusan Pemerintah tentang Persyaratan Teknis Pengoprasian BandarUdara). Dengan langkah awal adalah menganalisis pergerakan pesawat dan penumpang saat ini dan 5 tahun kedepan untuk mendapatkan pesawat rencana. Selanjutnya, menghitung geometri landasan berdasarkan pesawat rencana dan membandingkan dengan kondisi eksisting.Dari hasil analisis didapatkan, panjang runway yang dibutuhkan pesawat rencana Boeing 787-900 Dreamliner menurut aturan FAA adalah 3746 m dan menurut aturan SKEP77 adalah 3800 m sedangkan, runway eksisting hanya 2220 m. Untuk lebar runway menurut aturan FAA dan SKEP77 dapat diambil sebesar 45 m, lebarnya sama dengan kondisi eksisting. Panjang taxiway yang dibutuhkan adalah 276 m, sedangkan eksistingnya hanya 150 m dan 100 m. Untuk lebar taxiway, FAA dan SKEP77 menentukan sebesar 25 m dimana lebar taxiway eksisting mempunyai lebar 26 m dan 25 m. Kesimpulannya, panjang runway dan taxiway masih belum mampu melayani pesawat rencana tersebut.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN STASIUN KERETA API BOGOR DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT Intari, Dwi Esti; Suryani, Irma; Septya, Iswati
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.146 KB)

Abstract

Stasiun Bogor merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Stasiun Bogor termasuk kedalam kelas Stasiun Besar. Namun pembangunan dan perbaikan saat ini terus dilakukan di Stasiun Bogor, hal ini karena memiliki kendala tidak cukupun tuk melayani volume penumpang pengguna jasa. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Bogor saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor, Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dengan melakukan pengamatan di Stasiun Bogor untuk mengevaluasi kondisi Stasiun Bogor saat ini yang akan dibandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Apidan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Bogor secara langsung kepengguna jasa dengan menggunakan metode perhitungan ServQual (Service Quality).Hasil pengamatan langsung kondisi Stasiun Bogor, Stasiun Bogor memenuhi 88,2% fasilitas yang diatur dalam Permenhub No. 48 tahun 2015. Secara keseluruhan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor adalah belum memuaskan, hal ini dapat dilihat dengan nilai GAP yang masih minus
ANALISIS INTEGRASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM ) TERHADAP KINERJA DAN DAYA SAING PADA INDUSTRI KONSTRUKSI ( STUDI KASUS KONTRAKTOR – KONTRAKTOR DI DAERAH BANTEN DAN DKI JAKARTA) Maddeppungeng, Andi
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.031 KB)

Abstract

Manajemen Supply Chain (SCM) telah menjadi cara yang mungkin berharga mengamankan kinerja perusahaan dan daya saing perusahaan. industri konstruksi saat ini lebih global dan kompetitif daripada yang berada di masa lalu. Hal ini akan memaksa Manajemen Supply Chain (SCM) menjadi lebih responsif, sehingga diharapkan untuk merespon dengan cepat, efektif, dan efisien untuk perubahan di pasar sehingga untuk mempertahankan, dan selanjutnya membuat daya saing perusahaan menjadi meningkat.Konsep penelitian ini, mengembangkan tiga dimensi Manajemen Supply Chain SCM (material,finansial, informasi), tiga dimensi kinerja perusahaan (internal, eksternal, dan situasi pasar) tiga dimensi daya saing perusahaan (harga, biaya, dan kualitas), dan menguji hubungan antara Manajemen Supply Chain SCM, Kinerja perusahaan, dan daya saing perusahaan. Data untuk software AMOS V21 yang dikumpulkan adalah 133 responden.Hasil menunjukkan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari Manajemen Supply Chain SCM dapat menyebabkan peningkatan kinerja perusahaan sebesar 68% dan meningkatkan daya saing perusahaan sebesar 28% dan juga, kinerja perusahaan memiliki dampak positif langsung pada daya saing perusaahn sebesar 32%
ANALISA KAPASITAS DUKUNG PONDASI CEMENT SILO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM GEO5 (Studi Kasus Proyek Pembangunan Prabik Semen Merah Putih Bayah Provinsi Banten) Mina, Enden; Kusuma, Rama Indera
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.373 KB)

Abstract

Berat bangunan dari silo semen yang cukup besar yang harus ditahan oleh struktur bawah dan lokasi yang jauh dari perkotaan yang tidak memungkinkan untuk mendistribusikan secara terus menerus untuk mengangkut pondasi dalam, maka pondasi bored piledipilih untuk diaplikasikan pada proyek pembangunanSemen Merah Putih di Bayah Banten. Pondasi Bore Pile memungkinkan untuk mendesain sendiri ukuran dimensi yang dipakai untuk meningkatkan efisiensi dalam jumlah tiang.Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kapasitas dukung dari pondasi bored pile pada bangunan silo semen, kapasitas dukung pondasi menggunakan beberapa metode diantaranya yaitu teori menurut Skempton (1966) dan teori dari O’neill and Reese (1989). Serta menggunakan bantuan program Geo 5.Berdasarkan hasil analisa daya dukung pondasi diperoleh bahwa daya dukung pondasi tunggal diameter 1m adalah 1876.97 ton. Sedangkan daya dukung pondasi tunggal diameter 1.2 m adalah 2121.76 ton dengan safety faktor terkecil 4,37. Hasil perhitungan daya dukung kelompok tiang dengan jumlah 4 tiang dan diameter 1.2 m diperoleh daya dukung 5567.50 ton dengan safety faktor terkecil 3.8. Haasil analisa penurunan pondasi diperoleh besarnya penurunan total adalah 1,39 cm lebih kecil dari penurunan yang disyaratkan. Perhitungan menggunakan software GEO5 menunjukkan bahwa daya dukung pondasi kelompok adalah 15502 ton dengan safety faktor 8.6
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS JALAN TOL Studi Kasus Ruas Jalan Tol Serang Timur – Merak KM 72 – KM 98 Pradana, Muhammad Fakhruriza; Budiman, Arief; Andriyani, Desi
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.771 KB)

Abstract

Ruas jalan tol Serang Timur – Merak merupakan ruas jalan tol yang berpengaruh penting karena merupakan jalur perlintasan kendaraan pulau Jawa dan Sumatera. Pada ruas jalan ini kecelakaan lalu lintas sering terjadi contohnya pada KM 82 menuju merak terdapat 26 kali kecelakaan selama 3 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, faktor penyebab kecelakaan dan menentukan titik blackspot pada jalan tol Serang Timur – Merak ruas A (menuju Merak) maupun pada ruas B (menuju Serang Timur) sehingga dapat ditetapkan usulan penanganan kecelakaan yang terjadi pada blackspot.Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan data hasil survey dan data sekunder adalah data kecelakaan lalu lintas selama 3 tahun terakhir yaitu 2011 – 2013. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode angka ekivalen kecelakaan (AEK) dan metode statistik kendali mutu (UCL).Hasil penelitian menunjukkan titik rawan kecelakaan (blackspot) pada Ruas A yaitu KM 73, 74, 77, 78, 88 dan 91, dan ruas B yaitu KM 72,74, 79, 80, 82 dan 85. Beberapa strategi peningkatan keselamatan di blackspot dalam segi geometrik jalan yaitu perbaikan tekstur jalan yang tidak rata, segi pengaturan lalu lintas yaitu pembuatan garis kejut/rumble  strip, pemasangan guardrail ataupun rail rope, pemasangan penerangan jalan dan pemasangan rambu – rambu peringatan

Page 1 of 13 | Total Record : 127