Gravity (Journal Research and Learning of Physics)
ISSN : 2442515X     EISSN : 25281976
Physics and Physics Education, Scope: Physics Education and Teaching, Learning Innovation physics, Physics Theory and experiment, Climatology, Material.
Articles 69 Documents
PENGARUH CAHAYA LAMPU 15 WATT TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PANDAN (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) Haryadi, Rudi; Saputra, Denis; Wijayanti, Fitri; Yusofa, Desma Aulia; Ferlis, Nadia Nurliana; Alizkan, Ubed; Priane, Widia Tri
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.603 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to know the influence of light to the growth of pandanus plants using indoor system. This research uses 2 levels of treatment that is the treatment of pandanus plants placed in a dark room without light while the second treatment is placed in a room provided artificial light from incandescent lamps. Incandescent lamps are used for 15 watts and a height of 2 meters from the ground. The results of the study showed that pandanus plants treated in dark places tend to experience abnormal growth, while plants that received artificial light treatment from lights experienced normal growth just like pandanus plants that grow with sunlight. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh cahaya lampu terhadap pertumbuhan pada tanaman pandan dengan menggunakan sistem indoor. Penelitian ini menggunakan 2 level perlakuan yaitu perlakuan terhadap tanaman pandan yang di tempatkan di dalam ruangan gelap tanpa cahaya sedangkan perlakuan yang kedua ditempatkan pada ruangan yang diberikan cahaya buatan dari lampu pijar. Lampu pijar yang digunakan sebesar 15 watt dan ketinggian lampu 2 meter dari permukaan tanah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanaman pandan yang mendapat perlakuan di tempat gelap cenderung mengalami pertumbuhan abnormal, sedangkan tanaman yang mendapat perlakuan cahaya buatan dari lampu mengalami pertumbuhan yang normal sama seperti tanaman pandan yang tumbuh dengan sinar matahari.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI MIA 4 SMA NEGERI 3 KOTA JAMBI PADA MATA PELAJARAN FISIKA Wahyuni, Lina; Andani, Meri; Afriyani, Yunita; Andini, Citra
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.392 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this research is to determine the level of students motivation in the subject of physics. In this research, researchers used mixed research methods. Meanwhile, the subject of this research is the students of class XI in Senior High School Number 3 Jambi City. The sample is determined by simple random sampling technique, which is random sampling technique. The samples chosen were all students of class XI MIA 4 which amounted to 38 students, while in the sample interview selected was 4 students. From the research that has been done, it can be concluded that the students of class XI MIA 4 SMAN 3 Kota Jambi have motivation that is categorized being. This is indicated by the high percentage of six indicators and student statements which reveal that students are diligent and tenacious in doing the task, and prefer to work independently.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika.  Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian campuran. Sementara, subjek pada penelitian ini ialah siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik simple random sampling, yakni teknik pengambilan sampel secara acak. Sampel yang dipilih ialah seluruh siswa kelas XI MIA 4 yang berjumlah 38 siswa, sementara pada wawancara sampel yang dipilih ialah 4 siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwasanya siswa kelas XI MIA 4 SMAN 3 Kota Jambi memiliki motivasi yang dikategorikan sedang. Hal ini ditunjukkan dengan cukup tingginya persentase pada enam indikator dan pernyataan siswa yang mengungkapkan bahwasanya siswa tekun dan ulet dalam mengerjakan tugas, serta lebih suka untuk bekerja secara mandiri.
KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA: PROFIL DAN SETTING PEMBELAJARAN UNTUK MELATIHKANNYA Siswanto, Siswanto; Yusiran, Yusiran; Fajarudin, M F
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.701 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis profil keterampilan proses sains dan kemandirian belajar siswa SMP pada sekolah di Kabupaten Grobogan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 60 siswa pada dua Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Grobogan. Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan berganda, angket, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan-keterampilan proses sains perlu mendapat perhatian khusus agar dikembangkan dan dilatihkan dalam setiap diri siswa karena hanya dikuasasi oleh 20%-50% siswa, terutama keterampilan menginterpretasikan grafik dan berkomunikasi. Selain itu, kemandirian belajar siswa secara umum masih rendah sehingga perlu dilatihkan secara terus menerus dalam diri siswa. Inovasi model pembelajaran berbasis proyek menggunakan pendekatan saintifik dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kemandirian belajar siswa.
ANALISIS MISKONSEPSI KONSEP GAYA MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPON INDEX (CRI) Gumilar, Surya
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.394 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi konsep gaya pada calon guru fisika. Sebanyak 24 calon guru fisika diberikan tes standar mengenai konsep gaya yaitu force concept inventory (FCI). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif. Hasil data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan Certainty of Respond Index (CRI), dimana analisis terhadap data dibedakan kedalam tiga kategori yaitu tahu konsep, tidak tahu konsep, dan miskonsepsi. Hasil analisis data diperoleh bahwa rataan miskonsepsi 53%, tidak tahu konsep 24%, dan tahu konsep 23%. Analisis lebih lanjut terhadap beberapa butir soal diperoleh beberapa miskonspesi dengan tingkat miskonsepsi lebih dari 40%, yaitu: 1). kecepatan yang besar menimbulkan percepatan yang besar pula, 2). penjumlahan kecepatan dijumlahkan sama seperti penjumlahan biasa tanpa melibatkan arah, 3). kelajuan benda meningkat secara kontinu setelah menerima gaya sesaat, 4). kelajuan benda meningkat kemudian setelahnya menurun pada sistem yang dikenai gaya tetap, 5). gaya gravitasi berkurang dan meningkat pada sistem gerak yang dilempar dan jatuh kembali, 6).  Resultan dua gaya yang membentuk sudut satu sama lain akan mempunyai resultan dengan arah berada tepat ditengah kedua gaya asal. 
MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL KOLB UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJELASKAN FENOMENA FISIS PADA KONSEP OPTIK Jannati, Eidelweis Dewi
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.163 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan, proses pembelajaran Fisika pada sekolah yang menjadi tempat penelitian menggunakan model pembelajaran konvensional, pada proses pembelajarannya siswa cenderung  pasif. Akibatnya, kemampuan menjelaskan fenomena fisis siswa sangatlah rendah. Untuk itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang tepat dan sesuai. Model Pembelajaran Experiential Kolb dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang diterapkan, karena dalam model pembelajaran Experiential Kolb, siswa dituntut untuk aktif dan kreatif membangun pengetahuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menjelaskan fenomena fisis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Experiential Kolb pada materi alat optik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Control Group Pretest-Potstest Design dengan sampel eksperimen kelas X di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata N-gain kemampuan menjelaskan fenomena fisis 0,61  untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Experiential Kolb dan 0,29  untuk kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Experiential Kolb dapat lebih meningkatkan kemampuan menjelaskan fenomena fisis di bandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil analisis terhadap respon siswa menunjukkan bahwa siswa memiliki respon positif terhadap penerapan model pembelajaran Experiential Kolb.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA HIDAYATUN NAJAH Suprianto, Suprianto; Kholida, S. Ida
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan penerapan pendekatan pembelajaran STM terhadap peningkatan hasil belajar siswa serta untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran STM. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang membagi sampel menjadi dua kelompok yaitu kelas X-1 sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan pendekatan pembelajaran STM sedangkan kelas X-2 sebagai kelompok kontrol yang menerapkan model model pembelajaran Langsung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dengan uji N-gain diperoleh 0,64 sedangkan kelompok kontrol yaitu 0,46. Hasil uji-t peningkatan hasil belajar siswa memperoleh thitung= 2,37 sedangkan ttabel=2,00 dengan taraf signifikansi 0,05. Rata-rata persentase hasil pengamatan aktivitas belajar siswa dengan pembelajaran STM adalah 61,8% sedangkan model pembelajaran Langsung sebesar 45,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan pendekatan pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran sains teknologi masyarakat dikategorikan sedang, sedangkan aktivitas belajar siswa yang menerapkan pembelajaran STM lebih baik dari pada pembelajaran Langsung.
PENGARUH KONTAMINAN AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK TRANSFORMATOR DAN MINYAK KELAPA MURNI Suherman, Andri; Herudin, Herudin; Puspitasari, Endina
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.732 KB)

Abstract

Isolasi adalah sifat bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar agar tidak terjadi lompatan listrik. Apabila tegangan yang diterapkan mencapai tingkat ketinggian tertentu akan terjadi breakdown yang menyebabkan aliran arus dalam bahan isolasi, bahan isolasi tersebut gagal melaksanakan fungsinya sebagai isolasi. Isolasi cair berupa minyak banyak digunakan sebagai media isolasi dan pendingin transformator. Isolasi cair pada umumnya menggunakan minyak mineral karena mempunyai daya serap panas yang baik dan memiliki karakteristik dielektrik yang bagus sebagai isolator, namun karena sifatnya yang kurang ramah lingkungan, maka perlu dicari solusi untuk mengatasinya sehingga dicoba meneliti karakteristik minyak organik dalam hal ini minyak kelapa murni sebagai pengganti isolasi cair minyak mineral sekaligus untuk mengetahui pengaruh kontaminan air terhadap parameter, seperti tegangan tembus, viskositas, dan angka kenetralannya. Dari hasil pengujian minyak transformator baru dan minyak kelapa murni diperoleh nilai tegangan tembus rata-rata, water content, viskositas, dan kenetralan sebesar 55,9 kV, 18,1 ppm, 8,52 cSt, 0,0015 mgKOH/g sedangkan minyak kelapa murni sebesar 13,6 kV, 1582,1 ppm, 27,3 cSt, 1,69 mgKOH/g. Pengaruh kontaminasi air 1% - 5% terhadap tegangan tembus minyak transformator baru menurun hingga 6.06% -8,13% pada minyak kelapa murni.
PENERAPAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR PADA PEMBELAJARAN FISIKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Budiman, Deni Moh
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.25 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas penerapan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) dalam meningkatkan pemahaman konsep tekanan pada siswa SMP. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara pembelajaran fisika dengan menerapkan PTD dan tanpa menerapkan PTD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian The Randomized Pretest – Posttest Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa salah satu SMP di kabupaten Indramayu yang dipilih secara  cluster random sampling. Siswa di kelas eksperimen menggunakan pembelajaran fisika dengan menerapkan PTD sedangkan siswa di kelas pembanding menggunakan pembelajaran fisika tanpa menerapkan PTD. Instrumen penelitian yang digunakan berupa perangkat tes untuk mengukur pemahaman konsep tekanan dengan indeks reliabilitas sebesar 0,94. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa secara signifikan pembelajaran fisika dengan menerapkan PTD lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep tekanan pada siswa SMP dibandingkan dengan pembelajaran fisika tanpa menerapkan PTD.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KOMPETENSI SAINS SISWA Oktarisa, Yuvita
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep dan kompetensi sains siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman Berbantuan Multimedia (PFBP-BM) serta hubungan diantara keduanya. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan pretest-postest control group design dimana 28 siswa mendapat perlakuan model PFBP-BM sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa mendapat perlakuan model PFBP sebagai kelas control. Setelah dilakukan pembelajaran pada topik Momentum Impuls, diperoleh N-gain untuk penguasaan konsep kelas eksperimen 0,56 dan 0,38 untuk kelas kontrol. Untuk kompetensi sains N-gain kelas eksperimen 0,44 dan 0,29 untuk kelas kontrol. N-gain ini membuktikan bahwa model PFBP-BM dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan kompetensi sains dibandingkan dengan model PFBP. Pengujian hipotesa menunjukan, nilai t hitung lebih besar dari t tabel secara berurutan untuk penguasaan konsep dan kompetensi sains yaitu 3,940 dan 5,396 dengan nilai signifikasi α 0.000, sedangkan korelasi antara penguasaan konsep dan kemampuan sains ditunjukan dengan hasil pengujian korelasi pearson dengan nilai r≠0, yaitu 0,396. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesa diterima dan terdapat hubungan dengan kategori cukup antara penguasaan konsep dan kompetensi sains.
PERBANDINGAN KOMPOSIT SERAT ALAM DAN SERAT SINTETIS MELALUI UJI TARIK DENGAN BAHAN SERAT JUTE DAN E-GLASS Septiyanto, Rahmat Firman; Abdullah, Akbar Hanif Dawam
Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Gravity: Journal Research and Learning Physics (Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.617 KB)

Abstract

Penelitian komposit dengan matriks epoksi berpenguat serat jute telah dilakukan dengan penyusunan 3 lapis simetri dengan fraksi volme serat sebesar 33,57%. Komposit epoksi berpenguat serat jute tersebut dilakukan pengujian tarik untuk mengetahui sifat mekanik. Sifat mekanik tersebut meliputi: kekuatan tarik, pertambahan panjang, dan kekuatan tarik spesifik. Kekuatan tarik komposit epoksi berpenguat serat jute 3 lapis simetri sebesar 45,961%. Pertambahan panjang sebesar 8,9278%. Kekuatan tarik spesifik tertinggi pada komposit epoksi berpenguat serat jute 3 lapis simetri sebesar 42,517 MPa/g.cm-3. Selain itu dibuat komposit epoksi berpenguat serat e-glass sebagai pembanding. Jika dibandingkan komposit epoksi berpenguat serat jute dengan komposit epoksi berpenguat serat e-glass maka kekuatan tarik rata-rata komposit epoksi berpenguat serat e-glass masih belum bisa menyamai. Akan tetapi, kekuatan komposit epoksi berpenguat jute memiliki potensi untuk menggantikan serat sintetis tersebut.