Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Articles 23 Documents
Profesionalisme Pustakawan Mustika, Putera
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang profesionalisme pustakawan, tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pustakawan tentang penjabaran dari konsep profesionalisme pustakawan, sehingga mereka bisa memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi. Dengan dimilikinya tingkat profesionalisme yang tinggi, diharapkan pustakawan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi perkembangan perpustakaan yang mereka kelola, maupun bagi perkembangan profesi pustakawan secara umum. Ciri-ciri profesionalisme seorang pustakawan dapat dilihat berdasarkan karakteristik seperti : (1) menjunjung tinggi kode etik pustakawan, (2) memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan keahlian yang mumpuni dalam bidangnya, (3) memiliki tingkat kemandirian yang tinggi, (4) memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama, (5) senantiasa melihat ke depan atau berorientasi pada masa depan.
Manfaat Literasi Informasi Untuk Program Pengenalan Perpustakaan Hermawan, Bambang
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas dalam acara pengenalan kampus atau orientasi mahasiswa yang dilakukan pada saat ini oleh mahasiswa baru hanyalah sebatas pada pengenalan bangunan kampus dan juga unit kegiatan mahasiswa saja. Kehadiran internet membawa dampak yang saat ini dapat dirasakan yaitu tersedianya berbagai sumber informasi yang tersebar luas meliputi berbagai disiplin ilmu. Pihak perpustakaan mengharap pada universitas dalam acara pengenalan kampus atau orientasi mahasiswa baru diberi kesempatan mengadakan Literasi Informasi dalam acara pengenalan perpustakaan, apapun bentuk perpustakaan yang ada di universitas, baik perpustakaan pusat ataupun fakultas setidaknya diberikan materi Literasi Informasi kepada pemustaka khususnya mahasiswa baru. Literasi informasi disebut juga melek informasi, yakni kesadaran akan kebutuhan informasi seseorang, mengidentifikasi, pengaksesan secara efektif efisien, mengevaluasi, dan menggabungkan informasi secara legal ke dalam pengetahuan dan mengkomunikasikan informasi itu (Lasa Hs 2009:190). Tujuannya adalah agar koleksi bahan perpustakaan, fasilitas, serta jasa dan layanan yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa. Metode yang digunakan adalah observasi dan Studi Literatur. Melalui literasi informasi diharapkan pemustaka dapat mengetahui informasi bagaimana cara mencari literatur yang cepat, efektif dan juga mengetahui tentang perpustakaan lebih efektif dan efesien. Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perlu melakukan literasi informasi secara rutin agar informasi (koleksi) perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kredibilitas perpustakaan dan pustakawan meningkat dimata pemustaka.
Fakultas Ekonomi Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016: perspektif kesiapan sumber daya manusia Rejeki, Sri
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEA merupakan pasar tunggal yang memungkinkan satu negara menjual barang atau jasa dengan mudah ke negara-negara di Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Bisa dibilang juga bahwa setiap orang dari berbagai negara akan dengan mudah keluar masuk mencari pekerjaan. Tentu mereka memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya. Insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis, perawat kesehatan merupakan profesi yang akan terkena dampak kebijakan pasar bebas yang tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). Profesi-profesi ini telah memiliki standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN (Adityo,2014). Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia sebagai agen perubahan untuk majunya sebuah perguruan tinggi perlu meningkatkan daya saingnya, karena era globalisasi menuntut tingkat intelektualitas karyawan yang tinggi. Oleh karena itu pelaksanaan MEA akan muncul perubahan yang semakin cepat, maka uji kompetensi secara mandiri dan berkelnjutan bagi karyawan menjadi keharusan dan tidak dapat ditolak. “titik awal keberhasilan, dimulai dari mimpi besar”. Istilah dari mimpi inilah dapat sebagai motivasi dan dapat menciptakan perubahan hidup untuk memulai perjuangan dengan etos kerja yang luar biasa. Merry Riana, penulis buku best seller “Mimpi Sejuta Dollar” yang menjadi motivator sekaligus pengusaha sukses, memberikan 3 (tiga) prinsip untuk memaksimalkan kesuksesan. Prinsip tersebut adalah partisipasi, pikiran terbuka, dan aksi. Jika diterapkan untuk karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, partisipasi berarti setiap karyawan harus proaktif mengambil bagian untuk siap menghadapi MEA, sehingga tidak hanya sebagai komentator atau penonton rekan karyawan lain yang mungkin lebih hebat. Karyawan fakultas ekomomi hendaknya senantiasa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kekaryawanan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia maupun mampu berkiprah secara nyata untuk memajukan Universitas Islam Indonesia agar bermanfaat di tengah-tengah masyarakat (rahmatan lil’alamin). Pikiran terbuka diartikan sebagai membuka pikiran kita terhadap kemungkinan bahwa “sesuatu” itu bisa benar atau salah. Hal ini diperjelas bahwa era MEA justru dapat menyadarkan karyawan fakultas ekonomi untuk berpikir luas sehingga memunculkan hasrat untuk memperbaiki diri maupun mengembangkan diri, berbenah dan bersaing positif. Intinya dengan pikiran yang terbuka akan menstimulus munculnya gagasan baru yang akan membantu karyawan fakultas untuk berfikir lebih rasional tentunya dengan melihat berbagai aspek dari kondisi lingkungan yang ada.
Perpustakaan Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Ugm 2013-2016: Inovasi Kegiatan Dan Impak Maryatun, Maryatun
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era global salah satunya ditandai dengan pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di semua bidang, termasuk di perpustakaan. Inovasi dan kolaborasi menjadikan perpustakaan tetap tangguh menjawab tantangan jaman. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui inovasi kegiatan yang telah dilakukan perpustakaan selama tahun 2013-2016 hasil koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait serta impaknya bagi sivitas akademika. Inovasi yang telah dilakukan meliputi integrasi sistem informasi, pembangunan Database Economics and Business Digital Library (EBDL), pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan. Kegiatan yang dilakukan memberikan impak semakin banyak sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran oleh sivitas akademika. Format tersedia dalam betuk cetak maupun elektronik yang dapat diakses cepat, mudah, dan akurat serta meningkatnya kenyamanan dan keamanan pemustaka dalam pemanfaatan sumberdaya informasi.
Resistensi Dan Kebijakan Pimpinan Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan: Optimalisasi peran, fungsi dan kedudukan perpustakaan Suwasana, Gaib
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan menjadi sarana penunjang yang sangat penting dalam pendidikan tinggi karena merupakan sumber informasi yang sangat diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran di lembaga perguruan tinggi. Dilematika perpustakaan perguruan hingga sekarang ini belum dapat dimanfaatkan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut karena berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain faktor tempat, faktor koleksi, sumber daya manusia , faktor pengguna, sistem, fasilitas dan dukungan lembaga induk organisasi. Keberadaan sumber daya manusia yang terampil selaku pengelola perpustakaan menjadi sangat penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai penyedia dan penyebar informasi. Untuk itu sumber daya manusia di perpustakaan harus selalu aktif mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuannya dibidang kepustakaan sebagai penunjang kualitas pelayanan informasi perpustakaan. pustakawan harus selalu membuka wawasan baru, berkreasi dan berinovasi terhadap perkembangan. Bila perpu melakukan kolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam kerangka teknologi informasi, agar tetap eksis dalam informasi global. Untuk itu perlu terobosan-terobosan baru dalam menjalin kerja sama berkaitan dengan penyediaan berbagai fasilitas penunjang demi tercapainya tujuan pendidikan di perguruan tinggi. Langkah pimpinan dalam mengkoordinasi antar bagian, antar divisi, antar unit dalam organisasi harus selalu ada untuk mencari perbaikan-perbaikan dan peningkatan dalam mencapai tujuan bersama. Dinamisasi terhadap perubahan baik sisi teknologi informasi dan koleksi perpustakaan sangat membutuhkan kepedulian berbagai unsur sivitas akademika perguruan tinggi untuk merealisasikan.
Aspek Fundamental dalam Pengelolaan Arsip Warisan Budaya Purna Putra, Henny Surya Akbar
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan makna arsip warisan budaya (2) mendeskripsikan lembaga yang berhak dalam pengelolaan arsip warisan budaya (3) mendeskripsikan aspek-aspek krusial dalam perencanaan kebijakan pengelolaan arsip warisan budaya (4) mendeskripsikan aspek-aspek krusial dalam pemeliharaan dan pengawetan arsip warisan budaya.  Metode, yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan studi kepustakaan (library research).  Sumber data pada penelitian ini mengacu sumber data primer dan sumber data sekunder, yang dimana sumber data primer adalah sumber data yang orisinal, sedangkan sumber data sekunder adalah penelitian yang tidak secara lansung ada dan berpartisipasi dalam obyek penelitian, hanya sebatas kritisi atau mengkomparasikan teori-teori sebelumnya. Pengumpulan data secara literer yaitu mengumpulkan bahan-bahan perpustakaan yang berkesinambungan dan selaras dengan obyek penelitian. Data, bahan-bahan pustaka tersebut diolah dengan tiga tahap, editing, organizing, dan penemuan hasil penelitian. Analisis data, yang digunakan adalah dengan menganalisis isi (content analisis) dari berbagai bahan perpustakaan yang relevan dengan pembahasan obyek penelitian
Mengenal Perpustakaan Perguruan Tinggi Lebih Dekat Rahayu, Sri
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu sarana penunjang yang didirikan untuk mendukung kegiatan civitas akademik suatu perguruan tinggi. Pada buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 1980 tentang pokok-pokok organisasi universitas atau institute disebutkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi termasuk kedalam unit pelayanan teknis (UPT), yaitu sarana penunjang teknis yang merupakan perangkat kelengkapan universitas atau institute dibidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Pawit, 1991:102- 103). Sebagai kegiatan penunjang Tri Dharma perguruan tinggi perpustakaan mempunyai beberapa fungsi diantaranya fungsi edukasi, sumber informasi, riset, rekreasi, publikasi.
Pembinaan Karir Perspektif Pengembangan Skill Sungadi, Sungadi
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan karir melalui pengembangan skill (keterampilan) menjadi modal dasar untuk mencapai puncak karir. Pengembangan skill dapat diperoleh melalui pembelajaran seumur hidup lewat pendidikan formal, non formal, dan informal. Menjaga sikap, melakukan pembelajaran sepanjang hayat adalah kunci sukses di dunia karir. Belajar terus menerus dan mengembangkan keterampilan bagi seorang pegawai memerlukan identifikasi keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan karir. Pembelajaran. Tulisan ini membahas tentang formasi pembinaan karir yaitu dengan rasio 70:20:10. Tujuh puluh persen (70%) perkembangan karir berasal dari aktivitas di tempat kerja dan aktivitas pembelajaran. Selanjutnya 20% perkembangan karir berasal dari interaksi dengan orang lain. Ini termasuk memiliki mentor, menjadi mentor, coaching, berpartisipasi dalam komunitas profesi, melayani sebagai pemimpin dalam sebuah organisasi dan staf, dan lain lain. Sementara 10% perkembangan karir berasal dari pelatihan, termasuk lokarya, seminar, workshop, konferensi, dan lain lain.
Pengembangan Koleksi Untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Suharti, Suharti
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan koleksi di suatu perpustakaan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan harus dilakukan. Perpustakaan adalah suatu lembaga yang mempunyai tugas pokok sebagai penyedia informasi baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik. Informasi terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, maka Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (DP UII) harus senantiasa mengembangkan koleksinya. Pengembangan koleksi bisa dilakukan melalui pembelian, hibah, hadiah, sumbangan, titipan ataupun tukar menukar. Koleksi yang dimiliki DP UII berupa koleksi cetak, seperti: buku, jurnal, majalah, skripsi, tesis, disertasi dan koleksi non cetak, seperti: ejournal, ebook, compact disk.
Kematangan Karir Pustakawan Perguruan Tinggi Di DIY Sungadi, Sungadi
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kematangan karir yang dikembangkan oleh D.E. Super (Sharf, 2006) dan Crites (Gonzalez, 2008). Kematangan karir oleh Super ditentukan oleh beberapa komponen antara lain menyangkut perencanaan karir, eksplorasi karir, pengambilan keputusan, informasi kerja dunia, dan pengetahuan tentang kelompok kerja yang diutamakan. Komponen lainnya adalah orientasi karir total, merupakan kombinasi yang menggambarkan dari subskala. Konsep lain merupakan bagian dari definisi Super tentang kematangan karir, tapi itu tidak diuji oleh inventaris pengembangan karir, yaitu realisme. Menurut Crites ada dua dimensi dalam kematangan karir, yaitu dimensi sikap dan dimensi kognitif. Dimensi sikap meliputi: keterlibatan, bimbingan, kebebasan, pilihan, dan komitmen. Sementara dimensi kognitif terdiri dari: penyelesaian masalah, perencanaan, seleksi sasaran, dan penilaian kinerja sendiri. Problematika yang dihadapi Pustakawan Perguruan Tinggi (PPT) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah: (1) tidak adanya persiapan sebelum menentukan pilihan menjadi pustakawan; (2) sebanyak 90.63% pustakawan diangkat pertama kali melalui inpassing, sehingga dalam perjalanannya banyak mengalami kendala; (3) terdapat 44,03% Pustakawan PPT DIY lebih dari 4 tahun tidak mengajukan DUPAK, dan 37% diberhentikan sementara dari Jabatan Fungsional Pustakawan, karena tidak mampu mengumpulkan Angka Kredit yang diperlukan; (4) masih adanya pustakawan yang berpendidikan SLTA dan non ilmu perpustakaan sebesar 29,56%.

Page 1 of 3 | Total Record : 23