cover
Filter by Year

Analysis
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Published by Universitas Udayana
Jurnal ini merupakan jurnal elektronik di bidang kimia terapan yang dikelola oleh Magister Kimia Terapan, Program Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berhubungan dengan Kimia Terapan yang meliputi Kimia Analitik, Kimia Polimer, Biokimia, Kimia Bahan Alam, Kimia Fisik, Kimia Permukaan, Biomaterial,dan bidang-bidang terkait. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari dan September. Jurnal ini terbuka untuk diakses oleh semua kalangann(Open Access Journal)
Articles
47
Articles
SYNTHESIS OF ZnO-AC COMPOSITE AND ITS USE IN REDUCING TEXTILE DYES CONCENTRATIONS OF METHYLENE BLUE AND CONGO RED BY PHOTODEGRADATION

Diantariani, Ni Putu ( Department of Chemistry, University of Udayana, Jl. Kampus Bukit Jimbaran Bali, Indonesia 80361 ) , Suprihatin, Iryanti Eka ( Department of Chemistry, University of Udayana, Jl. Kampus Bukit Jimbaran Bali, Indonesia 80361 ) , Widihati, Ida Ayu Gede ( Department of Chemistry, University of Udayana, Jl. Kampus Bukit Jimbaran Bali, Indonesia 80361 )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.716 KB)

Abstract

ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian mengenai minimalisasi konsentrasi zat warna tekstil metilen biru (MB) dan congo red (CR) melalui fotodegradasi menggunakan komposit ZnO-Arang aktif (ZnO-AC). Penelitian meliputi sintesis seng oksida (ZnO) dengan berbagai rasio pelarut (air:etanol), pembuatan komposit ZnO-AC, dan penerapan komposit untuk mengurangi konsentrasi MB dan CR dalam limbah buatan melalui proses fotodegradasi. Karakterisasi dari partikel ZnO hasil sintesis dilakukan dengan Fourier Transformed Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Fotodegradasi zat warna tekstil MB dan CR dilakukan dengan memaparkan campuran zat warna dan komposit di bawah radiasi sinar ultraviolet. Intensitas warna sebelum dan sesudah fotodegradasi ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar rasio pelarut air:etanol yang digunakan dalam sintesis ZnO, semakin mudah, cepat dan semakin banyak jumlah ZnO yang terbentuk. Spektra FTIR dari ZnO hasil sintesis menunjukkan adanya gugus fungsi Zn-O, O-H, N-H, C-H, dan C-O. Semua puncak difraksi dari ZnO hasil sintesis yang pada 2 31,79-31,91, 34,45-34,57, dan 36,27-36,40 sesuai dengan ZnO Wurtzite fase heksagonal. Karakterisasi ZnO dengan SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel ZnO adalah bulat dan ukuran partikelnya berkisar 220,5 nm sampai 1222 nm. Bentuk partikel yang paling mendekati bulat dihasilkan oleh perlakuan sintesis dengan rasio pelarut etanol: air sebanyak 150 mL:150 mL. Persentase fotodegradasi dari MB dan CR dengan komposit ZnO-AC lebih besar dibandingkan dengan kontrol (tanpa komposit ZnO-AC), dengan persentase tertinggi diberikan oleh komposit yang terbuat dari ZnO yang disintesis dengan rasio pelarut air : etanol sebesar 150 mL:150 mL. ABSTRACT: Research on minimization of textile dyes concentration of methylene blue (MB) and congo red (CR) through photodegradation using ZnO-Activated Carbon (ZnO-AC) composite has been done. The research included synthesis of Zinc oxide (ZnO) with various solvent ratio (water: ethanol), synthesis of ZnO - AC composite, and the application of the composite to reduce the concentrations of MB and CR in the artificial waste by photodegradation process. The characteristics of the zinc oxide particle were determined by Fourier Transformed Infra Red (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). Photodegradation of the textile dyes was carried out by exposing the mixture of the dyes and the composite to the Ultraviolet light. The colour intensities before and after exposure were determined by using visible spectrophotometer. The result show that the greater thewater:ethanol ratio is used, the easier, faster and more ZnO formed. FTIR spectra of the synthesized ZnO indicate the presence of the functional groups of Zn-O, O-H, N-H, C-H and C-O. All the diffraction peaks of synthesized ZnO that located at 2 31.79-31.91, 34.45-34.57, and 36.27-36.40 are consistent with the hexagonal phase wurtzite ZnO. Characterization of ZnO with SEM show that the particle shape of the synthesized ZnO is spherical and the sizes of particles are 220,5 nm to 1222 nm. The nearest spherical shape is resulted by water:ethanol ratio of 150 mL:150 mL. The photodegradation percentages of MB and CR with ZnO-AC composite are higher than those without ZnO-AC composite, with the highest percentages given by the composite made of ZnO that is synthesized with water:ethanol ratio of 150 mL: 150 mL.

AKTIFITAS ANTIINFLAMASI TOPIKAL MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETER TUMBUHAN TENGGULUN, PROTIUM JAVANICUM, BURM TERHADAP MODEL INFLAMASI KULIT PADA TIKUS

Suirta, I Wayan ( Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia ) , Puspawati, Ni Made ( Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia ) , Asih, I.A. Raka Astiti ( Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.242 KB)

Abstract

 ABSTRAK: Tenggulun (Protium javanicum, Burm ) secara tradisional telah dimanfaatkan masyarakat Bali sebagai tanaman obat untuk mengobati bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ekstrak eter kulit batang dan minyak atsiri daun tengulun pada udem (inflamasi) telinga tikus yang diinduksi TPA (12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate) secara topikal. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi dan isolasi minyak atsiri dengan distilasi uap. Pada penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan sembilan kelompok perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri dari lima ekor tikus. Inflamasi diukur 6 jam setelah perlakuan. Hasil triturasi 180g ekstrak etanol kulit batang tenggulun diperoleh 6,30 g ekstrak dietil eter dan hasil distilasi uap 4,5 kg daun segar diperoleh 2,5 g minyak atsiri. Hasil uji fitokimia ekstrak kulit batang tenggulun mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, dan steroid. Hasil uji aktifitas antiinflamasi menunjukkan bahwa persentase hambatan peradangan dari ekstrak tenggulun didapatkan : KEI (58,34%) , KEII (54,17%) , KEIII (45,85%) dan KAI (50,02%) yang menunjukkan hambatan yang tidak berbeda secara bermakna dengan hambatan yang diberikan oleh kontrol positip  KP (62,50%). Ekstrak eter 12 mg dan 20 mg masih memberikan hambatan peradangan yang lebih besar dari minyak atsiri 20 mg. Hasil uji histologi menunjukkan ekstrak eter dan minyak atsiri dapat menghambat migrasi sel radang lebih dari 50%.  Jumlah sel radang yang bermigrasi ke daerah peradangan sebanyak 17 sel untuk ekstrak eter dosis 20 mg/telinga  dan 20 sel radang untuk minyak atsiri dosis 20 mg/ telinga. Dengan induksi TPA jumlah sel radang yang bermigrasi ke daerah peradangan sebanyak 64 selABSTRACT: Protium javanicum, Burm (Tenggulun) has been used traditionally in Bali as medicines to treat inflamation. This research aimed to evaluate topical anti-inflammatory activity of stem bark ether extract and essential oil of leaves on ear edema rats induced by TPA (12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate). Extraction of stem bark was done by maceration and the essential oil was produced by steam distillation. Complete Randomized Design with nine treatment groups was used in this study. Each of the treatment had five repetitions. The inflammation was measured after 6 hours of treatment. Trituration of 180 g crude ethanol extract with ether gave 6.30 g ether extract and steam distillation of 4.5 kg fresh leaves yielded 2.5 g of the essential oil.   Phytochemical study showed that stem bark ether extract only contained triterpenoid while the essential oil of leaves contained flavonoid, terpenoid, and steroid compounds. The yield of % inhibited antiinflamatory activity showed that KEI (58,34%), KEII (54,17%), KEIII (45,85%) and KAI (50,02%) was insignificantly different to positive control dexamethason which inhibited inflammation by 62.50%.  The result of histology test showed that ether extracts and essential oils can inhibit the formation of inflammatory cells of more than 50%. Dosis of 20 mg/ear of ether extract (formed 17 inflammatory cells) and 20 mg/ear of essential oil (formed 20 inflammatory cells) can inhibit the formation of inflammatory cells induced by TPA (formed 64 of inflammatory cells).

ANALISI RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT pada BUAH STAWBERRY (Fragaria ananassa rosalinda) MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS

Susilawati, Ni Putu Ayu ( Program sarjana kimia Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia ) , Suprihatin, Iryanti Eka ( Jurusan kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia ) , Adhi Suastuti, Ni Gusti Ayu Made Dwi ( Jurusan kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.788 KB)

Abstract

ABSTRAK: Analisis residu pestisida organofosfat pada buah Strawberry(Fragaria ananassa rosa linda) menggunakan Kromatografi Gas telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya residu pestisida organofosfat dalam buah strawberrydi pasar dan yang dipetik langsung di Kawasan Bedugul. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu, tahap ektraksi, pemurnian (clean up), dan determinasi. Determinasi dilakukan mengggunakan alat kromatografi gas dengan kolom DB5MS dan gas pembawanya adalah helium. Hasil analisis yang didapat dari penelitian ini menunjukkan terdeteksinya residu pestisida pada sampel strawberry di pasar Candikuning maupun di usaha tani petik strawberry langsung, berupa senyawa 1-heksadekanol, benzophenone, 2,6-diisopropilnaftalena, 7,9- Di- tert- butil- 1- oksaspiro (4,5) deka- 6,9- dien- 2,8- dion, metil heksadekanoat, asam ftalat, di-n-oktil ftalat, delta.3-karen, 2 etil heksanol, benzena, naftalena, 1-dodekanol, dan dietil heksil ftalat, hal ini kemungkinan besar berasal dari beberapa jenis pestisida yang digunakan oleh petani dikarenakan kebanyakan petani strawberry di Kawasan Bedugul tidak hanya menggunakan satu jenis pestisida. Adapun beberapa jenis pestisida yang digunakan oleh petani di kawasan Bedugul seperti Calicron, Dursban, dan Green Tonic yang senyawa aktifnya antara lain adalah profenofos, klorpirifos. ABSTRACT: Pesticide residue in strawberry (fragaria ananassa rosa linda) has been analysed using gas chromatography. This study initially aimed to determine the level of organophosphate pesticide residues in strawberry collected from the markets and strawberry picking farm in Bedugul area. Pesticide residues are traces of pesticide, including the products of the degradation found in the fruits. This study was conducted in three phases, namely extraction, purification (clean up), and determination. Determinationusing by gas chromatography with DB5MS column and the carrier gas is helium. The resulst obtained from this study shows traces of compounds suspected to be derived from pesticides degradation in samples of strawberry from both sampling locations. These compounds were 1-hexadecanol, benzophenone, 2,6-diisopropylnaphthalene, 7,9- Di- tert- butil- 1- oxaspiro (4,5) deca- 6,9- dien- 2,8- dion, methyl hexadecanoate, phthalic acid, di-n-octyl phthalate, delta.3-carene, 2 ethyl hexanol, benzene, naphthalene, 1-dodecanol, and diethyl hexyl phthalat, which are most likely derived from pesticides used by farmers such as profenofos, chlorpyrifos and diazinon. Those are known as the active ingredients of comercially available pesticides used by the farmers namely Calicron, Dursban, and Green Tonic. The fact that the samples cantained these compounds suggested that it is not always safe to consume the fruit directly after picking. 

ADSORPSI Cr(III) PADA SILIKA GEL TERMODIFIKASI DIFENILKARBAZON SECARA SOL-GEL

Astiti Asih, Ida Ayu Raka ( Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana , Bali-Indonesia ) , Sudiarta, I Wayan ( Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana , Bali-Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.767 KB)

Abstract

ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan silika gel termodifikasi difenilkarbazon (Si-CPTMS-DPZon) secara sol-gel untuk mengadsorpsi ion logam kromium(III).  Studi adsorpsi  dilakukan  dengan metode Batch. Pengaruh waktu dan pH awal larutan kromium dipelajari untuk mendapatkan kondisi optimum adsorpsi dan variasi konsentrasi ion kromium digunakan untuk mendapatkan kapasitas adsorpsi. Model isotermal Langmuir dan Freundlich digunakan untuk menentukan isoterm adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi Cr(III) pada adsorben Si-CPTMS-DPZon optimum terjadi pada pH 4 dan waktu interaksi 90 menit, dengan kapasitas adsorpsi sebesar 36,28 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 29,16 kJ/mol. Adsorpsi yang terjadi lebih cenderung mengikuti isoterm Langmuir dengan nilai R2 sebesar 0,9971 dibanding dengan isoterm Freundlich dengan R2 0,5612.  Adsorpsi Cr(III) pada adsorben dominan melalui adsorpsi kimia.     ABSTRACT : Research about utilizing of diphenylcarbazone-modified silica gel prepared by sol-gel method (Si-CPTMS-DPZon) to adsorp chromium (III) ions has been carried out. This study was conducted using batch adsorption. The influence of time and initial pH of chromium solution were studied to obtain the optimum adsorption conditions, and the variation of the concentration of chromium ion was used to obtain the adsorption capacity. Langmuir and Freundlich isotherm models were used to determine the model of isotherm adsorption. The results showed that the optimum adsorption of Cr (III) on the adsorbent Si-CPTMS-DPZ occurred at pH 4 with 90 minutes of contact time. The adsorption capacity of Cr(III) on Si-CPTMS-DPZ was 36.28 mg/g with the adsorption energy of 29.16 kJ/mol. The adsorption profile tends to follow the Langmuir isotherm with R2 values of 0.9971 rather than the Freundlich isotherm with R2 of 0.5612. Adsorption of Cr (III) on the adsorbent dominantly occurred through chemical adsorption.  

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI n-BUTANOL EKSTRAK KULIT TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) SECARA IN VITRO DAN IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN FLAVONOIDNYA

Widayanti, Ni Putu ( Program Studi Magister Kimia Terapan, Universitas Udayana, Denpasar, Bali-Indonesia ) , Puspawati, Ni Made ( 1. Program Studi Magister Kimia Terapan, Universitas Udayana, Denpasar, Bali-Indonesia 2. Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia ) , Suarsana, I Nyoman ( Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Denpasar, Bali-Indonesia ) , Astiti Asih, I.A. Raka ( Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia ) , Rita, Wiwik Susanah ( 1. Program Studi Magister Kimia Terapan, Universitas Udayana, Denpasar, Bali-Indonesia 2. Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.795 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan secara in vitro dan mengidentifikasi golongan senyawa flavonoid yang terkandung dalam fraksi n-butanol ekstrak kulit terong belanda. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Pemisahan dan pemurnian fraksi aktif n-butanol dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel yang dielusi dengan n-butanol-etil asetat-asam asetat 10% (2:7:1) dan diidentifikasi dengan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Fraksi n-butanol memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 69,89 mg/L. Empat senyawa flavonoid (isolat A, C, H, dan J) berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai golongan flavon, flavonol dan isoflavon. Senyawa tersebut dipercaya memiliki aktivitas antioksidan.     ABSTRACT: The present study was conducted to determine in vitro antioxidant activity and ctivity and to identify flavonoid class of compounds present in n-butanol active fraction of Terong Belanda (Solanum betaceum cav.) peel extract. Antioxidant activity test was performed by DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrylhidrazyl) method. Separation and purification of n-butanol active fraction were done using silica gel column chromatography eluted with n-butanol-ethyl acetate-acetic acid 10% (2:7:1) and identified by UV-Vis and FTIR spectrophotometer. n-Butanol fraction had strong antioxidant activity with IC50 value by 69.89 mg/L. Four flavonoids (A, C, H, and J isolates) were isolated and identified as flavone, flavonol and isoflavone. This compounds are believed to be responsible for their antioxidant activity.    

IDENTIFIKASI FRAKSI AKTIF BAKTERISIDA PADA RIMPANG LEMPUYANG (Zingiber gramineum Blume)

Swantara, I Made Dira ( Program Studi Magister Kimia Terapan, Program Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali-Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.866 KB)

Abstract

ABSTRAK: Telah diisolasi dan diidentifikasi fraksi yang bersifat bakterisida pada rimpang Lempuyang (Zingiber gramineumBlum bark). Isolasi dengan cara partisi menggunakan pelarut n-heksan, kloroform dan etil asetat. Ektrak yang aktif bersifat bakterisida (ekstrak etil asetat) dipisahkan menggunakan kromatografi kolom menggunakan eluen campuran benzene-kloroform (3:2). Uji aktifitas bakterisida isolate ini menggunakan bioindikator Micrococcus luteus dan Eschericia coli juga telah dilakukan. Struktur kimia senyawanya diidentifikasi menggunakan kromatografi gas – spektrometri  massa (GC-MS) yang dilengkapi dengan library Wiley 275L. Fraksi yang aktif bersifat bakterisida terhadap E. coli mengandung empat senyawa yaitu ester etil heksadekanoat, ester etil linoleat, ester etil oleat, dan ester etil oktadekanoat. Sedangkan fraksi yang aktif bersifat bakterisida terhadap M. Luteus mengandung empat senyawa yaitu asam heksadekanoat, asam 9,12-oktadekadienoat, asam oktadek-9-enoat, dan ester dioktil heksadioat.   ABSTRACT: Bactericide fraction has been isolated and identified from Zingiber gramineum Blume bark. The isolation was carried out using partition method with n-hexane, chloroform, and ethyl acetate eluents. The active bactericide of the extract (ethyl acetate extract) has  been isolated by  column chromatograpic method using benzene-chloroform (3:2) eluent system. The activity test of that isolate using Micrococcus luteus and Eschericia coli was also carried out The chemical  structure of the compound was identified  using gas chromatography-spectroscopy massa (GC-MS) with Wiley 275L library. The active fraction on E. coli contains hexadecanoic acid, ethyl ester;  linoleic acid, ethyl ester; oleic acid, ethyl ester; and octadecanoic acid, ethyl ester. The active fraction on M. luteus contains octadecnoic acid; 9,12-octadecadienoic acid; octadec-9-enoic acid; and hexadioic acid, dioctyl ester.    

KANDUNGAN TEMBAGA (Cu) BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza), PEDADA (Sonneratia caseolaris), NYIRIH (Xylocarpus granatum), dan BAKAU (Rhizophora mucronata) di TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI, BALI

Paramitha Utari, Anak Agung Putri Cintya ( Program Sarjana Kimia Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia ) , Suprihatin, Iryanti Eka ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia ) , Ariati, Ni Komang ( Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Jimbaran-Badung, Bali, Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.613 KB)

Abstract

ABSTRAK: Analisis kandungan Cu dalam buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza), Pedada (Sonneratia caseolaris), Nyirih (Xylocarpus granatum), dan Bakau (Rhizophora mucronata) telah dilakukan. Lokasi pengambilan sampel ialah Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali yang merupakan muara Sungai Mati dan Sungai Badung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cu(II) buah lindur, pedada, nyirih dan bakau. Penentuan konsentrasi ion logam Cu (II) dilakukan dengan metode adisi standar dan diukur menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kandungan ion logam Cu(II) dalam buah lindur sebesar 6,1982  0,9823 mg/kg; buah pedada 7,6497  0,5834 mg/kg; buah nyirih 4,7618  0,6522 mg/kg; dan buah bakau 6,0973  0,1679 mg/kg.   ABSTRACT: Analysis of Cu metal contents in the fruits of Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia caseolaris, Xylocarpus granatum, and Rhizophora mucronata has been done. The sampling location was Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali which is on the estuary of the Mati and Badung rivers. This study was aimed to find the total contents of cuprum ion (Cu2+) in the fruits of Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia caseolaris, Xylocarpus granatum, and Rhizophora mucronata. The concentration of Cu2+ was determined by a standard addition method and measured with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Cu metal content in the fruits of Bruguiera gymnorrhiza was 6,1982  0,9823 mg/kg; Sonneratia caseolaris 7,6497  0,5834 mg/kg; Xylocarpus granatum 4,7618  0,6522 mg/kg; and Rhizophora mucronata 6,0973  0,1679 mg/kg.  

OPTIMASI EKSTRAKSI ENFLEURASI FRAGRANCE DARI BUNGA BINTARO (Cerbera odallam G.)

Sudarsana, I Made ( Program Magister Kimia Terapan, Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali-Indonesia ) , Suaniti, Ni Made ( Program Magister Kimia Terapan, Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali-Indonesia ) , Puspawati, Ni Made ( Program Magister Kimia Terapan, Pascasarjana, Universitas Udayana, Bali-Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.892 KB)

Abstract

ABSTRAK: Ekstraksi Enfleurasi dapat dioptimasi dengan memvariasikan perbandingan lemak dan bunga Bintaro serta waktu ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi optimal ekstraksi enfleurasi dan kandungan senyawa fragrance pada bunga Bintaro. Optimasi ekstraksi enfleurasi dilakukan dengan memvariasikan perbandingan lemak dan bunga Bintaro serta waktu ekstraksi. Identifikasi senyawa pada fragrance dari bunga Bintaro dilakukan menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS). Perbandingan lemak dan bunga serta variasi waktu optimal yang diperoleh untuk ekstraksi enfleurasi adalah 3 : 21 (w/w) dan 48 jam. Senyawa fragrance dalam bunga bintaro  muncul  tiga puncak asing-masing dengan waktu retensi (tR) adalah 4,2; 6,9; dan 10,4 menit. Senyawa fragarance yang diduga berturut-turut adalah feniletil alkohol, indol, dan alfa-farnesen.  Selanjutnya terdeteksi pula senyawa golongan ester yaitu etil palmitat, etil oleat, dan etil stearat  dengan waktu retensi adalah  18,1; 20,4; dan 20,7 menit.   ABSTRACT: Enfleurage extraction can be optimized by varying the ratio of fat and Bintaro flower and extraction time. The aims of this study were to determine the optimal extraction and identify kind of compounds in fragrances of Bintaro flowers. Enfleurage extraction optimization was done by varying the ratio of fat and Bintaro flower and extraction time. Identification of compounds in the fragrances of Bintaro flowers was performed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Optimal ratio of fat and Bintaro flower and optimal extraction time were 3: 21 (w / w) and 48 hours. Fragrance compound in Bintaro flower show three peaks with retention time (tR) 4,2; 6,9; and 10,4 minutes. The fragrance compound are allegedly phenylethyl alcohol, indole, and alpha farnesene. Ester compounds which are ethyl palmitate, ethyl oleate, and ethyl stearate, are detected as well with retention Time 18,1; 20,4; and 20,7 minutes.  

STUDI IN SILICO CONVERSE REGION ETOPOSITE BINDING DOMAIN Pada ISOZIM HUMAN DNA TOPOISOMERASE II

Setiawan, Tirta ( Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, 16680 ) , Ambarsari, Laksmi ( 1. Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, 16680 2. Pusat Penelitian Biofarmaka, Institute Pertanian Bogor, Jalan Taman Kencana No.3, Bogor 16128 ) , Sumaryada, Tony Ibnu ( Pusat Penelitian Biofarmaka, Institute Pertanian Bogor, Jalan Taman Kencana No.3, Bogor 16128 Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor,16680 )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.073 KB)

Abstract

ABSTRAK: DNA topoisomerase II (Top2) adalah enzim penting yang menangani permasalahan topologi pada DNA. Terdapat dua jenis Top2 pada manusia yaitu Top2A dan Top2B. Top2A diekspresikan pada sel yang aktif membelah seperti sel kanker sedangkan Top2B diekspresikan saat sel dalam fase istirahat. Peran penting inilah yang membuat DNA Top2A menjadi target  obat melawan kanker salah satunya obat etoposite. Sisi aktif pengikatan etoposite terhadap Top2B sudah dilakukan namun pada Top2A belum dilakukan. Studi pencarian area yang rapat dengan pensejajaran banyak sekuen pada Top2A dengan Top2B sebagai acuan bertujuan untuk pencarian sisi aktif pengikatan etoposite pada Top2A. Area yang rapat dengan kesamaan residu asam amino yang tinggi dapat digunakan untuk memprediksikan fungsi penting asam amino dalam enzim tersebut. Top2A dan Top2B memiliki kesamaan asam amino sebesar 80% dengan kesamaan struktur 71.81%. Asam amino aktif pengikatan etoposite pada Top2B Gly478, Asp479, Arg503, Met782 dan Gln778, dinyatakan mirip dan rapat terhadap residu Gly462, Asp463, Arg487, Met763 pada Top2A kecuali residu Gln778 dari Top2B namun penggantian ini tidak merubah struktur dari enzim tersebut karena sama-sama membentuk struktur alfa-heliks dan terletak pada posisi yang sama sehingga diprediksikan sisi aktif pengikatan etoposite pada enzim Top2B yaitu Gly478, Asp479, Arg503, Met782 dan Gln778memiliki fungsi yang sama dengan residu Gly462, Asp463, Arg487, Met763 dan Met767 dari Top2A. Hal ini menyebabkan etoposite juga dapat menghambat kerja enzim Top2A pada residu yang sama.   ABSTRACT: DNA topoisomerase II (Top2) is essential enzyme that solves the topological problems of DNA. Top2A and Top2B are two kind of Top2 in human. Top2A is expressed at differentiation active cells as cancer cells whereas Top2B is expressed at non differentiation cells or quiescent cells. Their critical role makes Top2B an attractive drug target against cancer as etoposite known as Top2 inhibitor. Active site for etoposite binding domain to Top2B has been done but in Top2A has not been done yet. Conserve region study by multiple sequence alignment between Top2A and Top2B as Top2B to be a template was aimed to search an active site for etoposite binding domain in Top2A. A conserve amino acid area with highest similarity was used to predict essential amino acid activity in the enzyme. Homology study shows that Top2A and Top2B have the same similarity of amino acids of 80% with  structure similarity of 71.81%. Active amino acids on Top2B for etoposite binding domain such as Gly478, Asp479, Arg503, Met782 dan Gln778 were found to be highly conserve with amino acid Gly462, Asp463, Arg487, Met763 on Top2A except Gln778 from Top2B but this does not change of structure of the enzyme because they have the same alfa-helix formations and positions so that it could be predicted that amino acids Gly478, Asp479, Arg503, Met782 and Gln778 on Top2B have similar activity and function with Gly462, Asp463, Arg487, Met763 and Met767 on Top2A.  This etoposite could inhibit the activity of the Top2A enzyme at same site.

SKRINING FITOKIMIA TANAMAN OBAT DI KABUPATEN BIMA

Agustina, Sry ( Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima, Indonesia ) , Ruslan, Ruslan ( SMA Negeri 2 Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Indonesia ) , Wiraningtyas, Agrippina ( Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima, Indonesia )

CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB)

Abstract

ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat-obatan tradisional diantaranya kunyit, temulawak, jahe, kulit buah delima dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman obat lokal yang berperan aktif dalam penyembuhan penyakit. Tanaman obat yang dianalisis pada penelitian ini adalah rimpang kunyit (Curcumma longa Linn), rimpang jahe (Zingiber officinale), rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza), rimpang lengkuas (Alpinia galanga), daun jambu biji (Psidium guajava), daun sirsak (Annona muricata L.), daun sirih (Piper betle L.), daun salam (Syzygium polyanthum), kulit buah delima (Punica granatum) dan daun kecubung (Datura metel L). Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penapisan/skrining fitokimia untuk mendeteksi kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin dan tanin. Dari hasil skrining fitokimia ekstrak etanol tanaman obat yang telah dianalisis menunjukkan bahwa 10 sampel mengandung flavonoid, 9 sampel mengandung alkaloid, 9 sampel mengandung steroid, 4 sampel mengandung terpenoid, 5 sampel mengandung saponin dan 7 sampel mengandung tanin.   ABSTRACT : A research on the phytochemical screening of medicinal plants are often used by Bima community as a traditional medicine was been done. Some types of plants used by Bima community as traditional medicines such as turmeric, ginger, pomegranate skin and so on. This study aims to determine the content of active compound contained in local medicinal plants an active compound in the healing of disease. Medicinal plants are analyzed in this study are turmeric, ginger rhizome, rhizome of ginger, galangal rhizome, the leaves of guava, soursop leaves, betel leaves, bay leaves, bark and leaves of pomegranate. The method used in this study is a method of phytochemical screening to detect the content of secondary metabolites, such as alkaloids, flavonoids, steroids/terpenoids, saponins and tannins. The results of phytochemical screening of ethanol extracts of medicinal plants has been analyzed showed that 10 samples contain flavonoids, 9 samples containing alkaloids, 9 samples containing steroid, 4 samples containing terpenoids, 5 samples contained saponins and 7 samples containingtannins.