cover
Filter by Year

Analysis
SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika
Published by Universitas Jambi
Articles
63
Articles
MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SMA SWASTA DI KOTA JAMBI

Hamidah, Afreni, Sari, Novita, Budianingsih, Retni

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.42 KB)

Abstract

Keberadaan laboratorium di sekolah sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar biologi. Adanya laboratorium diharapkan proses pengajaran IPA dapat dilaksanakan seoptimal mungkin. Setiap laboratorium di sekolah sudah seharusnya memiliki manajemen laboratorium yang baik, agar kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan lancar. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis manajemen laboratorium biologi yang telah dilakukan oleh pengelola laboratorium beberapa SMA Swasta di Kota Jambi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif.Subjek penelitian ini adalah kepala laboratorium dan guru biologi beberapa SMA swasta di Kota Jambi. Sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang berakreditasi A (SMA Xaverius 1, SMA Xaverius 2, SMA Ferdy Ferry Putra, SMA Unggul Sakti, dan SMA Nusantara) dan berakreditasi B (SMA Islam Al-Falah, SMA Yadika, SMA Dharma Bhakti 4, SMA Adhyaksa 1, SMA Dharma Bhakti 3, dan SMA PGRI 2) yang ditetapkan tahun 2011. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lembar observasi alat dan bahan praktikum biologi menggunakan skala bertingkat (rating scale).Setelah itu observasi, wawancara serta dokumentasi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat indikator manajemen laboratorium (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) dengan 29 rincian dapat dilihat bahwa manajemen laboratorium biologi di tujuh SMA swasta di Kota Jambi yang telah diteliti belum terlaksana dengan baik. Dari tujuh sekolah tersebut, manajemen laboratorium biologi yang terbaik yaitu SMA Yadika dengan memenuhi 18 dari 29 rincian yang ada. Berdasarkan hasil penelitian disarankan setiap sekolah, laboratorium biologinya harus memiliki manajemen laboratorium yang baik agar kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, karena alat dan bahan laboratorium yang lengkap belum tentu dapat berfungsi dengan baik jika tidak didukung oleh manajemen yang baik. Selain itu, laboratorium juga harus memiliki teknisi dan laboran, karena peran teknisi dan laboran sangat dibutuhkan untuk membantu tugas kepala laboratorium dalam memanajemen laboratorium.

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Melalui Metode Praktikum Kimia Fisika I

Sanova, Aulia

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.111 KB)

Abstract

Dewasa ini tuntutan pembelajaran kimia lebih diarahkan pada pengalaman belajar dalam menerapkan keterampilan proses kimia. Tahapan-tahapan dalam keterampilan prosesn sains yang dimulai dari pengamatan, penjelasan, pengukuran dan analisis, pengambilan kesimpulan serta membuat prediksi merupakan pengalaman belajar yang sangat menentukan bagi mahasiswa dalam memahami materi kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran kimia melalui metode praktikum dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pengaruh penggunaan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains mahasiswa melalui metode praktikum Kimia Fisika I . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa regular Program Studi Pendidikan Kimia yang mengambil mata kuliah Praktikum Kimia Fisika I pada semester gasal tahun ajaran 2012 / 2013. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terjadi peningkatan rata-rata tiap siklusnya baik pada pretest maupun postest baik dikelas eksperimen maupun dikelas kontrol. Pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang cukup baik dibandingkan kelas kontrol. Pada siklus I, nilai rata-rata prestest untuk kelas eksperimen 53.2 dan 50.2 untuk kelas kontrol sedangkan nilai rata-rata postest untuk kelas eksperimen 67.04 dan 65.08 untuk kelas kontrol. Pada Siklus II nilai rata-rata prestest untuk kelas eksperimen 55.6 dan 51.5 untuk kelas kontrol sedangkan nilai rata-rata postest untuk kelas eksperimen 81.5 dan 66.4 untuk kelas kontrol dan berdasarkan uji t nilai postest kedua kelas tersebut diperoleh thitung> ttabel yaitu 5.64 >2.00. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan proses mahasiswa pada proses pembelajaran praktikum Kimia Fisika I.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DI SMPN 11 KOTA JAMBI

Sabil, Husni

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 8, No 1 (2014): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2253.556 KB)

Abstract

Konsep desentralisasi pendidikan mengusulkan sebuah model penyelenggaraan pendidikan yang dikenal sebagai Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management).  Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) mendesentralisasikan kekuasaan/kewenangan, pengetahuan, informasi, dan penghargaan kepada sekolah. Melalui MBS sekolah memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan yang terkait langsung dengan kebutuhan-kebutuhan sekolah.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prinsip-prinsip dan karakteristik manajemen berbasis sekolah (MBS) yang dimplementasikan di SMPN 11 Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan tingkat eksplanasi penelitian deskriptif.  Penelitian deskriptif ini untuk mengetahui nilai variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 11 kota Jambi (sebelumnya berstatus Sekolah Standar Nasional).  Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan. Berdasarkan hasil akhir dari penelitian lapangan disimpulkan bahwa pelaksanaan MBS di SMPN 11 kota Jambi sudah sesuai. Artinya penerapan MBS di tersebut telah sesuai dengan teori-teori yang berlaku, khususnya MPMBS yang sedang diterapkan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan rata-rata kadar implementasi dengan =66,44, serta rata-rata kadar implementasi untuk masing-masing indikator prinsip-prinsip MBS, karakteristik MBS dan Komponen desentralisasi dengan rata-rata masing-masing indicator adalah 65,69, 68,01, dan 65,63. Kadar implementasi yang masih rendah, yaitu : 1) Keterbukaan manajemen, 2) Kewenangan dan Kemandirian, 3) Fleksibelitas pengelolaan, 4) Kekuasaan dan informasi, 5) Kewenangan mengelola keuangan. Sebaliknya yang tergolong tinggi adalah : 1) Kewenangan mengembangkan tujuan pembelajaran serta strategi yang efektif, 2) Output yang diharapkan dari proses pembelajaran, 3) Kewenang mengembangkan kurikulum muatan local, 4) Penyelenggaraan proses belajar mengajar.

PERSEPSI SISWA TENTANG KEGIATAN PRAKTIKUM BIOLOGI DI LABORATORIUM SMA NEGERI SE-KOTA JAMBI

Hamidah, Afreni

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 8, No 1 (2014): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1861.731 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang kegiatan praktikum biologi di laboratorium SMA Negeri se-Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-kota Jambi dan sampel sebanyak 286 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri se-kota Jambi mengenai persepsi siswa tentang kegiatan praktikum biologi menunjukkan bahwa kegiatan praktikum biologi di SMA Negeri se-kota Jambi telah berlangsung dengan baik sebesar 64,34% dengan jumlah siswa sebanyak 184 orang, kegiatan praktikum biologi berlangsung cukup baik sebesar 33,92% dengan jumlah siswa sebanyak 97 orang, dan kegiatan praktikum biologi yang tidak berlangsung dengan baik (buruk) sebesar 1,75% dengan jumlah siswa sebanyak 5 orang. Kegiatan praktikum biologi di laboratorium SMA Negeri se-kota Jambi untuk tahap persiapan kegiatan praktikum dikategorikan baik sebesar 72,20%, tahap pelaksanaan (kerja) praktikum dikategorikan baik sebesar 67,22%, dan tahap penutup kegiatan praktikum dikategorikan baik sebesar 72,99%. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan praktikum biologi di SMA Negeri se-kota Jambi sudah dilaksanakan dengan baik.

Penerapan Media E-Learning Berbasis Schoology Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi Di Kelas XI SMA N 10 Kota Jambi

Aminoto, Tugiyo

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 8, No 1 (2014): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.216 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa  kelas X1 SMA 10 Kota Jambi. Penyebab utama adalah guru kurang memvariasi media pembelajarannya. Salah satu alternatif yang relevan adalah menggunakan media pembelajaran schoology yang interaktif agar dapat menjadikan siswa aktif dalam mengemukakan ide dan gagasannya secara fleksibel digunakan kapan saja dan dimana saja. Materi dan proses diskusi dapat dipublikasi melalui Schoology. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan menerapkan media E-Learning berbasis Schoology untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi usaha dan energi di kelas XI SMA 10 Kota Jambi.  Penelitian ini   dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Tiap siklus memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan revisi perencanaan pembelajaran untuk siklus berikutnya. Berdasarkan analisis dan pembahasan terhadap data hasil observasi dan evaluasi pada silkus 1 dan siklus 2 dapat disimpulkan bahwa penerapan media schoology dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa  kelas XI SMA Kota Jambi dengan peningkatan rata-rata aktivitas 34,84% (siklus I 53.43%, siklus II 82.62%), peningkatan rata-rata hasil belajar 32% (siklus I 62,81, siklus II 82,81), peningkatan ketuntasan adalah 38,84% (siklus I 14 siswa, siklus II 27 siswa). Aktivitas siswa online pada media schoology (siswa belajar dengan online di luar jam pelajaran/dirumah) tidak mengalami kenaikan aktivitas bahkan cenderung menurun akibat faktor teknis dan non-teknis sebagaimana dipaparkan pada bab hasil dan pembahasan dalam penelitian ini.

MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA YANG MEMPUNYAI KECERDASAN VISUAL SPASIAL DALAM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP N 1 MUARO JAMBI

Ulpa, Zulpia, Rohati, Rohati

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 8, No 1 (2014): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.045 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP N1 Muaro jambi adalah Rendahnya hasil belajar siswa terutama pada materi Sistem persamaan linear dua variabel  memperoleh hasil 56,52% , karena soal cerita memerlukan pemahaman terhadap sisi suatu permasalahan dari soal atau langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk meyelesaikan soal serta memutuskan rumus atau metode untuk melakukan penyelesaiannya. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis proses berpikir siswa visual-spasial dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP N1  Muaro Jambi . Subjek penelitian ini adalah tiga orang siswa yang mempunyai kecerdasan visual-spasial dikelas VIIIC tahun ajaran 2013/2014. Instrumen penelitian terdiri dari tes proses berpikir dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel  dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses berpikir siswa yang mempunyai kecerdasan visual-spasial dalam menyelesaikan  soal cerita sistem persamaan linear dua variabel melalui indikator proses berpikir yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, pembentukan keputusan, pembentukan kesimpulan memperoleh hasil 55,55% sedangkan  44,45% siswa tidak dapat menyelesaikan soal sesuai dengan indikator proses berpikir, siswa sulit memahami kalimat uraian dari soal cerita sistem persamaan linear dua variabel serta belum tepat menyelesaikan soal dengan benar.

PULPINISASI JERAMI PADA MENGGUNAKAN METODE ORGANOSOLV

Muis, Lince

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.753 KB)

Abstract

Laju perkembangan ekonomi dan industri sangat pesat sehingga memicu kebutuhan akan kertas sebagai media informasi secara tertulis.  Upaya untuk meminilisasi biaya produksi yang disebabkan oleh kekurangan pasokan bahan baku kayu dan mahalnya  harga kayu sudah lama dilakukan.  Salah satunya adalah dengan mencari bahan baku alternatif dari bahan lain seperti ampas tebu, pelepah pisang, merang, jerami dan masih banyak lagi.  Selain mencari alternatif bahan baku pulp juga dicari proses atau metode pembuatan pulp yang lebih ramah terhadap lingkungan misalnya dengan organosolv (Antaresti, 2003). Di Indonesia salah satu bahan baku pengganti kayu yang dapat digunakan adalah jerami yang banyak terdapat disetiap wilayah atau daerah.  Jerami juga banyak terdapat didaerah Jambi, dan biasanya  jerami hanya digunakan sebagai bahan makanan ternak dan dibuat menjadi alternatif atap rumah bambu, padahal jerami masih memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi lagi yaitu dapat dikonversi menjadi pulp (bubur kertas) karena masih mengandung selulosa  yang cukup tinggi untuk dapat diolah menjadi pulp, akibatnya jerami akan mempunyai nilai jual yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Selama ini proses pembuatan pulp menggunakan proses kraft yang tidak ramah terhadap lingkungan jadi dicari proses lain yang lebih ramah terhadap lingkungan, salah satunya proses organosolv.  Kelebihan dari proses organosolv diantaranya adalah berdampak kecil bagi lingkungan yaitu tidak menimbulkan pencemaran seperti gas-gas berbau yang disebabkan oleh belerang seperti pada proses kraft, serta cairan pemasaknya lebih mudah untuk dimurnikan kembali (Marzuki, 2005). Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini dilakukan proses pulpinisasi (proses pembuatan bubur kertas) menggunakan metode organosolv yang lebih ramah lingkungan.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS POE (Predict, Observe, Explain) PADA MATERI PROGRAM LINEAR KELAS XII SMA

Fannie, Rizky Dezricha, Rohati, Rohati

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 8, No 1 (2014): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3886.703 KB)

Abstract

Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) merupakan suatu hal yang dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan. Dengan ada nya LKS yang dibuat secara menarik dan sistematis dapat membantu siswa untuk belajar lebih aktif secara mandiri maupun berkelompok.. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, tentunya dengan menggunakan LKS berbasis POE (Predict, Observe, Explain) pada materi program linear di kelas XII SMA. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis POE (Predict, Observe, Explain) pada materi program linear di kelas XII SMA yang valid menurut ahli serta untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan LKS tersebut. Setelah LKS dibuat maka LKS tersebut divalidasi oleh para ahli. Validasi dilakukan oleh dua ahli materi, ahli desain media pembelajaran dan desain POE (Predict, Observe, Explain) dengan nilai baik. Setelah LKS divalidasi dan direvisi, maka selanjutnya dilakukan ujicoba produk. Uji coba dilakukan dengan meminta tanggapan dari dua orang guru matematika dan sepuluh siswa non subjek penelitian. Berdasarkan hasil ujicoba tersebut, modul kembali direvisi jika kembali ditemukan kelemahan. Selanjutnya modul tersebut diujicoba pemakaian pada siswa kelas XII IPA 3 di SMA Negeri 5 Kota Jambi dengan melihat hasil ulangan siswa dan nilai KKM di sekolah. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap tes akhir materi program linear, diperoleh 82,36% nilai siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Ini artinya LKS yang dibuat telah sesuai dengan tujuan penggunaan LKS. Sehingga LKS ini bisa digunakan oleh guru matematika SMA khususnya pada pembelajaran materi program linear.

PENGARUH AMILOSA DAN AMILOPEKTIN TERHADAP SIFAT PASTA PATI JAGUNG

Ulyarti, Ulyarti

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.991 KB)

Abstract

Corn starch is an abundant renewable resource for producing biodegradable food packaging. There has been a lot of effort to increase the capabilities of corn starch in this area including its plasticity. Native starch becomes thermoplastic after heat treatment with plasticizers.  However, the initial properties of corn starch need to be understood before developing it into biodegradable plastic.  This study was aimed to reveal the effect of amilose and amilopectin on the pasting properties of corn starch.  The study used pure amilose and amilopectin and commercial corn starch.  The comparison was made between commercial corn starch and composite starch made from amilose and amilopectin.  The ratio of amilose to amilopectin in the composite starch was 26 : 74, imitating the ratio of the two components in the corn starch.  The result showed that both starches performed different pasting properties.  These data demonstrate that pasting properties of corn starch do not only depend on  the amount of amilose and amilopectin present in the starch. Key words: corn starch, amilose, amilopectin and pasting properties

PENINGKATAN AKTIFITAS BELAJAR MAHASISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA KULIAH FISIKA MODERN

Pathoni, Haerul

SAINMATIKA | Jurnal Sains dan Matematika Vol 7, No 1 (2013): Sainmatika
Publisher : FKIP UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.683 KB)

Abstract

Telah dilakukan lesson study pada program studi pendidikan fisika jurusan PMIPA FKIP Universitas Jambi mata kuliah fisika modern selama 4 siklus yakni siklus 1, siklus II, siklus III, dan siklus IV. Pada setiap siklus terdiri atas  3 tahapan yakni plan, do, dan see. Setiap siklus dilakukan dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang berbeda-beda. Siklus 1 dan 2 menggunakan metode konvensional dengan memberikan soal latihan dan menjawab soal secara bersam-sama , siklus 3 menggunakan bantuan media pembelajaran berupa animasi-animasi fisika   dan siklus 4 menggunakan model  think pair share (TPS). Ada beberapa item yang ditelaah dan  diobeservasi pada pelaksanaan lesson study khususnya pada siklus 3 dan 4 yakni yang yang berhubungan keterampilan mahasiswa yakni kemampuan mahasiswa menjawab soal-soal, interaksi mahasiswa dengan dosen, dan interaksi mahasiswa dengan mahasiswa . Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan  aktifitas belajar mahasiswa dalam proses perkuliahan.   Kata kunci: Lesson study,  keterampilan dan aktifitas mahasiswa