Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika
ISSN : 23384387     EISSN : 25803247
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika (p-ISSN 2238-4387; e-ISSN 2580-3247) is peer-reviewed journal published biannually in June and December. The Journal is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Indonesia.
Articles 132 Documents
Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Praktikum Fisika Dasar I

Suhartono, Suhartono ( Jurusan PMIPA IAIN Palangkaraya Jalan G. Obos Komplek Islamic Center Palangkaraya Kalimantan Tengah 73111 )

EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.997 KB)

Abstract

Abstrak

IMPLEMENTASI AWAL PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS LIFESKILL DI SMA KOTA SEMARANG

Susilawati, Susilawati ( Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, Jln Sidodadi Timur No. 24 Semarang )

EDU SAINS Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.78 KB)

Abstract

ABSTRAK Studi tentang pendidikan lifeskill berlansung secara berkesinambungan sesuai dengan pengembangan tuntutan keterampilan yang harus dimiliki lulusan sekolah menengah. Proses mewujudkan lulusan sekolah menengah yang terampil memerlukan upaya yang terencana dan tersistem dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan hasil implementasi awal mengenai pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis lifeskill di SMA kota Semarang. Penelitian ini menyajikan data hasil belajar siswa setelah mengalami pembelajaran fisika berbasis lifeskill, hasil observasi keterampilan siswa dan hasil observasi aktivitas pembelajaran fisika berbasis kecakapan hidup. Ujicoba terbatas ini dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 5 Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampel. Pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis lifeskill disusun dan dikembangkan dengan melibatkan MGMP fisika kota Semarang. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa Kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan lifeskill lebih dominan pada aktivitas belajar siswa dalam bentuk kemampuan kerjasama (82% dengan kategori tinggi), kemandirian (65% dengan kategori sedang), kegiatan fisik (70% dengan kategori sedang), kegiatan mental (65% dengan kategori rendah), kegiatan pengamatan (80% dengan kategori tinggi), dan presentasi (83% dengan kategori tinggi). Peningkatan hasil belajar fisika sebesar 43% termasuk dalam kategori sedang. Rata-rata hasil posttest lebih tinggi daripada pretest. Untuk ketuntasan belajar siswa secara individual diperoleh bahwa setiap siswa telah mencapai ketuntasan minimal. Untuk ketuntasan secara klasikal diperoleh ketutantasan klasikal sebesar 100%. pembelajaran fisika berbasis lifeskill dapat dinyatakan sudah efektif.Kata kunci: perangkat pembelajaran fisika, lifeskill

PENGEMBANGAN RPP BERBASIS INKUIRI DENGAN PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Suhartono, Suhartono ( Program Studi Tadris Fisika Jurusan PMIPA FTIK IAIN Palangkaraya )

EDU SAINS Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.312 KB)

Abstract

ABSTRAKMakalah ini membahas pengembangan kurikulum IPA dan Fisika yang lebih fleksibel di sekolah dengan menekankan pengajaran inkuiri secara sempurna, sehingga bagi guru fisika diharapkan dapat membuat rencana pelaksaan pembelajaran (RPP) berbasis inkuiri yang menerapkan keterampilan proses sains pada tujuan pembelajarannya dalam menjabarkan indikator dari kompetensi dasar materi Fisika, maka dari itu diperlukan format standar RPP berbasis inkuiri bagi guru atau calon guru yang akan terlibat langsung dalam pengajaran IPA dan Fisika baik di SMP/MTs dan SMA/MA. Pengembangan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) berbasis inkuiri menekankan keterampilan proses sains yang diterapkan oleh para guru. Maka guru perlu memiliki kompetensi berinkuiri dalam proses pengajarannya, agar diharapkan mampu memperbaiki sebagian besar bentuk pengajaran fisika dan petunjuk percobaan yang prosesnya masih bersifat verifikatif, dan masih diajarkan di SMP/MTs dan SMA/MAKata kunci: keterampilan proses sains, Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP), inkuiri, verifikatif

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) DENGAN META-COGNISI QUESTIONING PADA MATERI TEKNIK PENGINTEGRALAN

Artuti, Emy ( Universitas palangkaraya )

EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.937 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari pengembangan LKM dengan pertanyaan metakognisi ini untuk mendapatkan bahan ajar yang mampu memfasilitasi proses belajar mahasiswa yang dapat meningkatkan penguasaan konsep teknik pengintegralan pada mata kuliah Kalkulus II. Pengembangan yang dilakukan dengan menggunakan model R2D2 (Recursive, Reflection, Design and Development).Hasil validasi ahli isi dan ujicoba kelompok kecil diperoleh bahwa LKM-1 telah memadai baik format dan konsepnya. Format LKM-1 kemudian dijadikan acuan untuk mengembangkan LKM selanjutnya, yaitu LKM-2, LKM-3 dan LKM-4. Sehingga pada tahap ini diperoleh prototype LKM dengan pertanyaan metakognisi pada semua materi tentang teknik pengintegralan telah lengkap yang meliputi teknik pengintegralan dengan substitusi, trigonometri, parsial dan fungsi rasional. Sedangkan pertanyaan metakognisi yang digunakan dalam LKM ini adalah (1) soal tersebut termasuk masalah apa? (2) apakah soal tersebut relative sama dengan soal yang pernah anda pecahkan?, (3) soal tersebut dapat dijadikan bentuk rumus baku yang mana? dan (4) bagaimana caranya?Kemudian prototype LKM-1, LKM-2, LKM-3 dan LKM-4 diujicobakan pada kelompok besar dalam proses pembelajaran yaitu pada satu kelas mahasiswa peserta mata kuliah Kalkulus II. Setelah selesai proses pembelajaran mahasiswa diberi angket tentang tanggapan ketika menggunakan LKM tersebut. Dari hasil angket diperoleh tanggapan yang positif dari mahasiswaKata kunci : pengembangan, LKM, pertanyaan metakognisi, teknik pengintegralan

PENGGUNAAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA PADA SISWA KELAS XI SMAN

Zannah, Fathul

EDU SAINS Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.33 KB)

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran biologi di SMA Negeri 12 Banjarmasin saat ini belum begitu berpusat kepada siswa sehingga keterampilan proses siswanya masih kurang. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini dengan menggunakan model Sinektik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mengetahui peningkatan pemahaman siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru serta respon siswa. Penelitian terbagi menjadi 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 12 Banjarmasin yang berjumlah 23 orang siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa indikator yang belum tercapai dalam penelitian tentang penggunaan model Sinektik pada siswa kelas XI SMA Negeri 12 Banjarmasin pada konsep Sistem Peredaran Darah pada Manusia ini. Indikator keberhasilan proses belajar siswa ditunjukkan dari aktivitas siswa yang sudah terfokus pada kegiatan model sinektik sehingga hasil selama proses pembelajaran meningkat dari siklus 1 ke siklus 3 menjadi kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus 1 pada pre test 0% menjadi 13,63% pada post tes, pada siklus 2 hasil pre test 39,13% menjadi 91,30% pada post test dan pada siklus 3 hasil pre test 28,57% menjadi 57,14% pada post test. Hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan dan mencapai ketuntasan klasikal namun pada siklus 3 mengalami penurunan, tetapi setelah dilakukan analisis perbutir soal diketahui kalau penurunan tersebut bukan karena soal sinektik. Dari segi pengelolaan pembelajaran oleh guru sudah termasuk kategori baik walaupun guru masih belum bisa melepas dominansinya.Kata kunci: Model Sinektik, Sistem Peredaran Darah pada Manusia, PemahamanSiswa.

HUBUNGAN ANTARA KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI POLUSI LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

Rohani, Rohani

EDU SAINS Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.935 KB)

Abstract

Abstrak

PENERAPAN METODE DISCOVERY DALAM PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DAN GERAK HARMONIK SEDERHANA PADA SISWA KELAS XI SEMESTER 1 SMAN-2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2011/2012

Sunawan, Sunawan, Supriatin, Atin ( IAIN Palangkaraya )

EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.249 KB)

Abstract

AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji masalah-masalah mendasar sebagai berikut: Bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery? dan Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery?. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery, dan (b) untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dalam pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah (a) lembar observasi (pengamatan aktivitas guru dan siswa, pengamatan keterampilan afektif dan psikomotorik), dan (b) tes hasil belajar (THB) kognitif sebanyak 34 soal dari 50 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya.Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IA-4 SMAN-2 Palangka Raya yang berjumlah 35 siswa. Subyek diajarkan materi pokok Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery. Subyek diberikan tes akhir pada akhir pembelajaran, untuk mengetahui hasil belajar siswa pada aspek kognitif.Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut: 1a) Aktivitas guru dengan penerapan metode Discovery terlaksana sangat baik dengan rata-rata total skor 129,75, 1b) Aktivitas siswa terlaksana dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata total skor 1654,25, dan 2) Siswa tuntas pada THB kognitif sebanyak 24 siswa (68,57%) dari 35 siswa, ketuntasan TPK sebesar 57,14% (tidak tuntas), ketuntasan hasil belajar afektif siswa sebesar 92,86% (tuntas), dan ketuntasan hasil belajar psikomotorik siswa sebesar 85% (tuntas).Kata Kunci: Metode Discovery, Pembelajaran Fisika.

PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN SOAL KOGNITIF BERORIENTASI PADA REVISI TAKSONOMI BLOOM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Fatmawati, Sri ( Program Studi Tadris Fisika Jurusan PMIPA FTIK IAIN Palangkaraya )

EDU SAINS Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.561 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan revisi taksonomi Bloom dan mengaplikasikannya pada pembelajaran fisika terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran fisika dan menyusun butir soal kognitif fisika. Metode penulisan yaitu kajian literatur terhadap Revisi Taksonomi Bloom. Revisi Taksonomi melakukan pemisahan yang tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. Dimensi pengetahuan dibedakan dalam empat jenis/dimensi pengetahuan yaitu Faktual, Konseptual, Prosedural dan Metakognif, sedangkan dimensi proses kognitif terdiri dari 6 (enam) proses yaitu Mengingat (C1), Memahami (C2), Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6). Dimensi proses kognitif ini masing-masing diklasifikasikan dalam kategori-kategori. Fokus aplikasi revisi taksonomi Bloom dalam tulisan ini adalah mengkonstruksi tujuan pembelajaran fisika dan butir soal kognitif. Bagaimanapun para guru/calon guru membutuhkan contoh konkrit dalam mengaplikasikan revisi taksonomi Bloom dalam pembelajaran fisika. Salah satu topik fisika ditingkat sekolah menengah pertama yaitu listrik dinamis diambil untuk menjadi contoh dalam tulisan ini. Kata Kunci: Revisi taksonomi Bloom, pembelajaran fisika, listrik dinamis

METODE SEDERHANA PENENTUAN JUMLAH UNIT PENGULANGAN GLUKOSA DALAM AMILOSA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI KARBOHIDRAT

Wulansari, Fitri Diana ( IAIN Palangkaraya )

EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.565 KB)

Abstract

AbstrakAmilosa merupakan salah satu komponen terbesar penyusun pati selain amilopektin. Amilosa memiliki monomer D-glukosa yang membentuk rantai lurus dengan ikatan glikosida pada posisi α pada atom C1 dan C4. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah unit pengulangan glukosa dalam amilosa dengan metode sederhana sehingga dapat diaplikasikan sebagai media pembelajaran dalam materi karbohidrat. Amilosa yang digunakan bersumber dari pati talas. Metode penelitian diawali dengan isolasi pati dari umbi talas, isolasi amilosa dari pati talas, serta penentuan jumlah unit pengulangan glukosa dalam amilosa yang dilakukan berdasarkan analisis kestabilan I2 dalam amilosa. Analisis spektrometer IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsi yang terdapat dalam amilosa sedangkan analisis UV/UV-Vis dilakukan untuk menentukan absorbansi larutan kompleks amilosa-I2. Hasil analisis dan perhitungan menunjukkan bahwa satu unit amilosa terdiri dari 5 unit glukosa, atau massa molekul rantai amilosa sebesar 810. Pemanasan amilosa yang tinggi menyebabkan beberapa rantai amilosa terputus sehingga massa molekulnya berkurang.Kata kunci: amilosa, glukosa, unit pengulangan.

KORELASI HASIL BELAJAR KOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA FISIKA STAIN PALANGKA RAYA PADA MATAKULIAH FISIKA DASAR I TAHUN AKADEMIK 2013//2014

Santiani, Santiani ( IAIN Palangkaraya )

EDU SAINS Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi atau hubungan antara hasil belajar kognitif dengan keterampilan proses sains mahasiswa setelah pembelajaraan fisika dasar 1 dengan pendekatan keterampilan proses sains. Untuk mencapai tujuan ini maka dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu : 1)Bagaimana hasil belajar kognitif mahasiswa setelah pembelajaran fisika dasar 1?, 2)Bagaimana keterampilan proses sains mahasiswa setelah pembelajaran fisika dasar 1?, dan 3) Bagaimana korelasi hasil belajar kognitif dengan keterampilan proses sains mahasiswa setelah pembelajaran fisika dasar 1?. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : 1) Hasil belajar kognitif dari hasil tes dengan tingkat kelulusan mahasiswa 83,3%. 2) Keterampilan proses sains terintegrasi mahasiswa berkategori sangat baik. 3) Hasil belajar kognitif dan ketermpilan proses sains mahasiswa fisika STAIN Palangka Raya signifikan berkorelasi namun korelasi rendah dengan kontribusi hasil belajar kognitif terhadap keterampilan proses sains 0,1 %.Kata kunci: Korelasi, hasil belajar kognitif, keterampilan proses sains, fisika dasar1

Page 1 of 14 | Total Record : 132