cover
Filter by Year
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
urnal Cakrawala Pendas adalah media publikasi civitas akademika dalam bidang Pendidikan Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil kajian serta penelitian Dosen, mahasiswa, guru, praktisi, dan ilmuwan di bidang pendidikan dasar yang meliputi bidang pengajaran dasar di SD, Sains Terapan dan studi analitis di bidang pendidikan dasar. Jurnal ini dapat juga dipakai sebagai media tukar pikiran, informasi dan hasil penelitian ilmiah antar pemerhati masalah pendidikan.
Articles
80
Articles
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Puspitasari, Wina Dwi

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya siswa dalam memahami konsep IPS terutama dalam konsep ilmu sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) terhadap pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Kontrol Group pretest and posttes Design. Penelitian ini menggunakan sampel kelas V pada enam sekolah dasar dengan jumlah seluruhnya 60 siswa setiap kelompoknya yakni SDN Majalengka Kulon I, SDN Majalengka Kulon V, SDN Tarikolot I (kelas eksperimen) dan  SDN Tarikolot II, SDN Cikasarung, dan SDN Leuwikidang (kelas kontrol). Instrumen yangdigunakan meliputi tes pemahman konsep, lembar observasi dan dokumentasi.Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPS materi pergerakan melawan penjajah di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari hasil uji statistik menunjukan  bahwa penerapan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) lebih efektif dibanding dengan menggunakan pembelajaran cara konvensional.Berdasarkan penelitian di atas, sudah selayaknya seorang guru menggunakan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa khususnya pada mata pelajaran IPS. Kata kunci: model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), pemahaman konsep, IPS

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR

Rodiyana, Roni ( Majalengka University )

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sikap demokratis merupakan kepribadian seseorang yang mendorong untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi, tetapi masih banyak siswa yang kurang memahami nilai-nilai demokrasi yang pada akhirnya siswa tidak memiliki sikap demokratis. Hal ini terjadi di SDN Majalengka Kulon I, SDN Tarikolot I, SDN Tarikolot II, dan SDN Cikasarung dimana masih banyak siswa yang tidak mau berpartisipasi dalam mengemukakan pendapat ketika bermusyawarah, kurang menghargai satu sama lain, kurang toleran dan kurang mampu bekerja sama. Oleh karena itu diperlukan upaya dalam membentuk sikap demokratis siswa pada mata pelajaran PKn. Salah satu metode pembelajaran yang efektif sebagai alternatif yaitu metode pembelajaran value clarification technique (VCT). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan instrumen penelitian yaitu angket sikap demokratis siswa, lembar observasi sikap demokratis siswa, dan lembar observasi guru. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah hasil angket sikap demokratis siswa siklus I 66,09%, siklus II 71,64%, siklus III 78,43%, serta siklus IV 82,08%; kemudian berdasarkan hasil rata-rata observasi sikap demokratis siswa siklus I 54,45%, siklus II 65,76%, siklus III 78,40%, serta siklus IV 85,23%; dan rata-rata hasil dari observasi guru siklus I yaitu 65%, siklus II yaitu 72,06%, siklus III yaitu 87,65%, serta siklus IV yaitu 91,18%. Lalu persentase peningkatan pada proses pembelajaran dari setiap siklusnya adalah sebagai berikut angket sikap demokratis siklus I ke siklus II 8,40%, siklus II ke siklus III 9,48%, siklus III ke siklus IV 4,65%; kemudian observasi sikap demokratis siklus I ke siklus II 20,77%, siklus II ke siklus III 19,22%, siklus III ke siklus IV 8,71%; dan observasi guru siklus I ke siklus II 10,86%, siklus II ke siklus III 21,63%, siklus III ke siklus IV 4,03%. Saran penelitian yaitu penelitian yang dilakukan harus senantiasa dikaitkan dengan kebutuhan sekolah dan jadwal kurikulum sekolah, proses penelitian di lapangan terkadang mengalami perkembangan, hambatan, dan tantangan terutama dalam hal pendanaan, dan diperlukan komunikasi efektif antara peneliti dengan berbagai pihak terkait.Kata kunci: Metode Pembelajaran VCT, Sikap Demokratis Siswa, Pembelajaran PKn,                               Sekolah Dasar

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD KELAS V DENGAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK YANG BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA

Salim Nahdi, Dede, Cahyaningsih, Ujiati

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis scientific approach yang berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah bagi siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian dan  pengembangan yang mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek uji coba siswa kelas V SDN Panyingkiran Majalengka. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran matematika yang meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Hasilnya menunjukkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan layak menurut ahli kurikulum, ahli materi dan ahli media dengan kategori penilaian sangat baik. Berdasarkan penilaian guru, perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria praktis dengan kualitas sangat baik. Adapun siswa menilai perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria praktis dengan kualitas baik.Perangkat pembelajaran dinilai efektif karena hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika menunjukkan ketuntasan siswa melebihi 80%. Kata Kunci: Pengembangan, Perangkat Pembelajaran, Pendekatan saintifik, kemampuan pemecahan masalah.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

mahpudin, mahpudin

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.902 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang muncul pada siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sehingga menyebabkan proses pembelajaran terkesan monoton dan menimbulkan rasa jenuh dan bosan pada diri siswa serta tidak ada pengalaman belajar yang bermakna, sehingga hasil belajar siswa yang kurang baik. Maka perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen agar proses pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode eksperimen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian Kemmis & Tagart. Hasil penelitian menunjukan metode eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan  hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil belajar mengalami peningkatan dan mengalami ketuntasan belajar sebesar 100%.Kata Kunci : Metode eksperimen, Hasil Belajar

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN IPA

Salim Nahdi, Dede, Yonanda, Devi Afriyuni, Agustin, Nurul Fauziah

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.217 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya. Peneliti memberikan solusi dengan penerapan metode demonstrasi, suatu metode pembelajaran dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu sebuah model penelitian yang terdiri atas empat tahap yakni perencanaa, tindakan, pengamatan dan refleksi. Ada pun desain PTK penelitian ini mengacu pada skema yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN majalengka Kulon V Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka tahun ajaran 2017/2018. Jumlah seluruh siswa yang dijadikan subjek dalam penelitian adalah 36 siswa, yang terdiri dari 18 orang siswa perempuan dan 18 orang siswa laki-laki. Adapun Instrumen (alat pengumpul data) yang digunakan adalah butir soal dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian terungkap adanya peningkatan hasil evaluasi siswa pada siklus I siswa memiliki rata-rata 69,79 sedangkan pada siklus II memiliki rata-rata 80,69  dengan persentase kenaikan dari pra-siklus ke siklus I meningkat sebesar 18,94% sedangkan dari siklus  I ke siklus II meningkat sebesar 28,28% dan dari pra-siklus ke siklus II meningkat sebesar 47,22%  maka dari itu dengan meggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya di kelas V SDN Majalengka Kulon V Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun Ajaran 2017/2018 Kata kunci :   Metode Deminstrasi, Pemahaman konsep

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KANTONG BERGAMBAR PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN DI KELAS II SEKOLAH DASAR

Febriyanto, Budi, Haryanti, Yuyun Dwi, Komalasari, Oom

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa yang disebabkan karena proses pembelajaran yang belum mengoptimalkan penggunaan media dalam memahami konsep materi pembelajaran serta belum memberikan kesempatan siswa dalam berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas II  SDN Simpeureum I sebanyak 30 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan nontes. Tes terdiri dari butir soal dan nontes terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah  analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis hasil observasi setiap siklus dan analisis deskriftif kuantitatif untuk menganalisis hasil penilaian pemahaman konsep matematis  akhir siswa setiap siklus. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kantong bergambar dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa kelas II SDN Simpeureum I. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus pertama sampai siklus ketiga. Pada siklus pertama tingkat ketuntasan siswa mencapai 40%, siklus kedua meningkat menjadi 66,67% dan pada siklus ketiga meningkat menjadi 80%. Kriteria ketuntasan dalam penelitian ini adalah 75% sehingga dapat disimpulkan penggunaan media kantong bergambar dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa kelas II SDN Simpeureum I. Kata Kunci: media kantong bergambar, pemahaman konsep matematis

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBARBAGI SISWA KELAS IV SDN CIGASONG III KECAMATAN CIGASONG KABUPATEN MAJALENGKA

Yanto, Ari

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN Cigasong III, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2017/2018.dalam dua siklus setiap siklus ada dua pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN Cigasong III yang berjumlah 25 siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Sementara instrument pengumpulan data menggunakan soal tes,  lembar observasi dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPS kelas IV SDN Cigasong III. Hasil belajar saat pratindakan, rata-rata kelas adalah 65,76 untuk ketuntasan ada 12 siswa atau 48% dan belum tuntas ada 13 siswa atau 52%. Hasil ini belum memenuhi KKM yaitu 70,00. Pada siklus I diperoleh peningkatan hasil rata-rata kelas71,92, ketuntasan ada 15 siswa atau 60% dan belum tuntas ada 10 siswa atau 40% berarti ada kenaikan nilai rata-rata pra tindakan ke siklus I sebesar 6,16, sedangkan siklus II hasilnya mengalami kenaikan lagi yaitu rata-rata kelas meningkat menjadi 76,90 dan ketuntasan ada 22 siswa atau 88% dan belum tuntas ada 3 siswa atau 12%, dengan demikian ada kenaikan rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 4,98. Selain itu keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran juga meningkat.Hal ini ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan dan mengemukkan pendapat. Kata kunci : Hasil Belajar IPS, Media Gambar.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA BAGAN GARIS WAKTU

Haryanti, Yuyun Dwi, Febriyanto, Budi, Nuraisyah, Iis Fajrin

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembelajaran IPS terutama pada materi Perjuangan Para Tokoh Pejuang pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang dipandang kurang menarik sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa hanya mencapai 21,05% (8 dari 38 siswa) sedangkan sebesar 78,94% (30 dari 38 siswa) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)yaitu 68. Hal ini tentu memerlukan perbaikan dalam proses pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan selama tiga siklus, tiap siklus melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjekpenelitian adalah siswa kelas V SDN Werasari I Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, sebanyak 38 siswa terdiri dari 19 siswa perempuan dan 19 siswalaki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif mendeskripsikan hasil tes akhir pembelajaran dan rekapitulasi rata-rata nilai siklus pertama,kedua dan ketiga sedangkan analisis deskriptif kualitatif mendeskripsikan kelemahan dan kelebihan dalam proses pembelajaran berlangsung baik guru maupun siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa baik secara individual maupun secara klasikal yaitu siklus I sebesar 26,31% (10 dari 38 siswa dengan rata-rata kelas 55,77), siklus II sebesar 50% (19 dari 38 siswa dengan rata-rata kelas 69,05), dan siklus III sebesar 94,73% (36 dari 38 siswa dengan rata-rata kelas 77,61). Hasil observasi guru pada siklus I mencapai 80%, siklus II mencapai 87%, dan siklus III mencapai 93% sedangkan hasil observasi siswa pada siklus I masih kategori ??cukup? yaitu 65%, siklus II sebesar 75% dengan kategori ??baik?, dan siklus III sebesar 85% dengan kategori ??sangat baik?. Kesimpulan,bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat melalui model Direct Instruction berbantuan media bagan garis waktu. Kata Kunci:Hasil Belajar, Model Direct Instruction, Media Bagan Garis Waktu.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA

Puspitasari, Wina Dwi

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa, atas dasar itulah tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas IV SDN Majalengka Kulon I Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Majalengka Kulon I Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari satu tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Majalengka Kulon I Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nilai sebelum diberikan tindakan hingga siklu II. Nilai rata-rata diperoleh sebelum tindakan mencapai 68,35 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 30%. Pada siklus I rata-rata nilai mencapai 78,5 dengan persentase ketuntasan sebesar 65%. Kemudian pada siklus II rata-rata nilai mencapai 87,25 dengan persentase ketuntasan 90%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada kelas IV SDN Majalengka Kulon I Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun Ajaran 2017-2018. Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran IPS, Model Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions.

PENERAPAN MODEL MULTILITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR

Susilo, Sigit Vebrianto, Garnisya, Gita Risda

Jurnal Cakrawala Pendas Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bahasa adalah suatu sarana penyampaian ilmu pengetahuan. Salah satu kompetensi utama yang harus dikuasai dalam rangka membentuk keterampilan berbahasa adalah kemampuan membaca pemahaman yang tinggi. Kenyataan yang terjadi pada siswa kelas V SDN Trajaya III ditemukan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa tergolong rendah, dibuktikan dengan hasil tes prasiklus dengan keberhasilan pembelajaran yang hanya sebesar 30% siswa yang tuntas. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Trajaya III Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka pada tahun 2017 dengan menerapkan model Multiliterasi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model John Elliot sebanyak 3 siklus. Pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar tes kemampuan membaca pemahaman,lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis, dan direfleksi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model Multiliterasi pada materi menyimpulkan cerita anak telah memperlihatkan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa pada setiap siklusnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 3 siklus di dasarkan penilaian proses dan hasil yang diperoleh pada siswa pada siklus I nilai rata-rata siswa sesuai dengan rentang nilai model multiliterasi didapatkan data bahwa siklus I rata-rata nilai proses membaca pemahaman yaitu 2,83 termasuk dalam kategori baik dengan persentase ketuntasan 14% dan hasil kemampuan membaca pemahaman siklus I yaitu 2,27 termasuk dalam kategori kurang baik dengan persentase ketuntasan 7%. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai proses membaca pemahaman yaitu 3,12  termasuk dalam kategori baik dengan persentase ketuntasan 67% dan hasil kemampuan membaca pemahaman siklus II yaitu 2,70 termasuk dalam kategori cukup baik dengan persentase ketuntasan 48%. Terakhir pada siklus III  rata-rata nilai proses membaca pemahaman yaitu 3,51 termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase ketuntasan 96% dan hasil kemampuan membaca pemahaman siklus III  3,03 termasuk dalam kategori baik dengan ketuntasan 85%. Dengan demikian penerapan model Multiliterasi dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan model Multiliterasi dalam  pembalajaran Bahasa Indonesia`Kata Kunci: Model Multiliterasi, Membaca Pemahaman