cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
CHEMPUBLISH JOURNAL
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal" : 9 Documents clear
UJI FENOLIK DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK METANOL KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa) Lubis, Misri Yanty; Marpaung, Lamek; Nasution, M Pandapotan; Simanjuntak, Partomuan
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini kulit jengkol tidak dimanfaatkan, merupakan barang yang terbuang dan menjadi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kulit jengkol dapat dimanfaatkan sebagai alternatif obat herbal dengan  terlebih dahulu dilakukan uji fenolik untuk melihat kandungan senyawa fenoliknya. Uji fenolik ekstrak dilakukan dengan menggunakan FeCl3. Senyawa fenolik yang terkandung dalam tumbuhan mempunyai aktivitas biologi yang beragam, seperti anti-inflamasi, antimikroba, antikanker dan lain-lain. Efek toksik ekstrak metanol dari kulit jengkol (Archidendron jiringa) telah diamati dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan metanol selama 1 x 24 jam. Ekstrak diuji toksisitasnya menggunakan larva udang Artemia salina yang berumur 24 jam. Efek toksik ekstrak diidentifikasi dengan persentasi kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Hasil menunjukkan ekstrak metanol dari kulit jengkol bersifat toksik, dengan LC50 = 39,27. Hasil ini dapat dijadikan dasar untuk menggunakan kulit jengkol sebagai alternatif obat herbal. Kata kunci: Toksisitas, uji fenolik, BSLT, LC50, analisis probit.
Pengujian Antioksidan Minyak Atsiri, Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol dari Batang Kecombrang (Etlingera elatior) Dengan Metode DPPH Silvany, Rika; Ginting, Mimpin; Ginting, Adil
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antioksidan berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap pengaruh buruk yang disebabkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antioksidan minyak atsiri, ekstrak air dan ekstrak etanol dari batang Kecombrang (Etlingera elatio) dengan metode DPPH. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan ekstrak etanol yang bersifat antioksidan kuat dengan nilai IC50 44,58 mg/L.
Perbandingan Metode Ekstraksi Natrium Alginat: Metode Konvensional dan Microwave Assisted Extraction (MAE) Amir, Amran; Wiraningtyas, Agrippina; Ruslan, Ruslan; Annafi, Nurfidianty
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode microwave assisted extraction (MAE) dengan metode konvensional dalam ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum sp. dan melakukan analisis sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi. Rumput laut Sargassum sp. yang digunakan pada penelitian ini diambil dari perairan Teluk Bima. Produk natrium alginat yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi sifat fisik dan sifat kimia. Analisis sifat fisik meliputi rendemen, kecerahan dan viskositas, sedangkan analisis sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu dan analisis struktur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan metode MAE dapat mempercepat proses ekstraksi dibandingkan metode konvensional. Selain itu rendemen natrium alginat yang dihasilkan pada metode MAE lebih tinggi dari metode konvensional. Ekstraksi dengan metode MAE selama 16 menit diperoleh rendemen sebesar 37,13% sedangkan ekstraksi dengan metode konvensional selama 1 jam diperoleh rendemen sebesar 19,25%. Sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi dengan metode MAE diperoleh kadar air 14,43%,  kadar abu 14,63%, kecerahan 78,62 dan viskositas 95,00 cps. Sedangkan metode konvensional diperoleh kadar air 15,32%,  kadar abu 31,48%, kecerahan 78,75 dan viskositas 5,50 cps. Kata kunci : natrium alginat, sifat fisik dan sifat kimia, metode MAE dan metode konvensional.
KUALITAS PROTEIN SUSU SAPI SEGAR BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN Putri, Elisa
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan susu sapi segar di dalam lemari es dilakukan untuk menunda perubahan kualitas kadar protein susu. Secara umum, perubahan suhu mengakibatkan penundaan seluruh perubahan akibat reaksi biokimia (dekarboksilasi, deaminasi dan reaksi Strickland) akibat mikroorganisme. Proses ini menyebabkan perubahan zat gizi yang dikandung susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur penyimpanan susu sapi segar pada suhu 4OC yang masih layak dikonsumsi berdasarkan kualitas kadar protein sesuai dengan SNI susu segar No. 01-3141-1992. Pemeriksaan kadar protein  dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Medan. Sampel susu sapi segar diambil dari peternakan sapi di Jl. Brigjend Katamso Medan. Sampel dibagi menjadi 5 (lima) kelompok, dengan variasi waktu  penyimpanan yaitu 0 jam (control), 3 jam, 6 jam, 9 jam, dan 12 jam, dan sampel susu disimpan di dalam lemari es (4oC) Analisis kadar protein dilakukan dengan metode Kjeldhal. Dari hasil penelitian kadar protein 0 jam (control) adalah 4,26% , 3 jam 3,72%, 6 jam 3,21%, 9 jam 2,65%, dan 12 jam 1,82%. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan waktu penyimpanan terhadap kualitas kadar protein p<0,05. Namun yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar No. 01-3141-1992 untuk dikonsumsi, yaitu susu sapi segar yang disimpan selama 6 jam pada suhu 4oC. Kata Kunci: Kadar protein, susu sapi segar, waktu penyimpanan
PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG TERHADAP KANDUNGAN NITRAT, BESI, MANGAN, KEKERUHAN, Ph, BAKTERI E.coli DAN COLIFORM Sisca, Vivi
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum antara lain tidak berasa,tidak berbau,tidak berwarna, dan tidak mengandung logam-logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, namun terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri atau zat-zat berbahaya . Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100oC, banyak zat berbahaya , terutama logam tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf kehidupan, maka jumlah penyediaan air selalu meningkat, akibatnya kegiatan untuk pengadaan sumber-sumber air baru setiap saat terus dilakukan. Air tawar bersih yang layak minum, kian langka di perkotaan. Air tanah sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septic tank maupun air permukaan. Hal tersebutlah yang membuat depot-depot air minum isi ulang bermunculan, air minum yang bisa diperoleh depot-depot ini harganya bisa sepertiga lebih murah dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek, yang juga disebut berasal dari mata air yang bersih dan berasal dari air pegunungan. Tidak heran kalau air minum isi ulang banyak diminati oleh konsumen. Keberadaan depot air minum isi ulang semakin meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Namun tidak semua depot air minum isi ulang terjamin keamanan produknya, karena sebagian depot-depot tersebut belum terdaftar di Departemen Kesehatan Oleh karena itu, untuk mengetahui secara persis apakah air depot tersebut layak minum atau tidak, memang perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium.Berdasarkan hal tersebut diatas , maka dilakukan uji bakteriologis , pH, kekeruhan, nitrat, logam besi dan mangan pada air minum isi ulang pada beberapa depot  yang ada di kota Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia analitik jurusan kimia fakultas matematika dan Ilmu pengetahuan alam universitas andalas padang. Sampel yang dianalisa diambil dari air minum isi ulang pada depot-depot sebagai berikut: Sampel 1 : di daerah Tengah Sawah, Sampel 2 : di daerah Tigo baleh, Sampel 3 : di daerah Bukit Apit, Sampel 4 : di daerah Birugo. Cara Kerja : Penentuan pH, Penentuan Kekeruhan, Penentuan Nitrat, Penentuam Besi dan Mangan, Penentuan E.coli dan Coliform dirujuk kepada tabel MPN (Angka Paling Mungkin) dengan 7 tabung seri 5-1-1 Ditinjau dari variai waktu : Konsentrasi nitrat, Bakteri E.Colidan coliform makin meningkat, dan kandungan kekeruhan menurun, sedangkan untuk konsentrasi besi, mangan dan pH tidak mengalami perubahan.Dari semua parameter yang telah diuji untuk masing-masing sampel sampai dengan minggu kedelapan, ternyata masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI No.492/MenKes/SK/VII/2010, kecuali kandungan E.coli dan Coliform melewati ambang batas yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Air minum Isi Ulang
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn) TERHADAP MIKROBA Salmonella tyhipimurium dan Aspergillus flavus Suliani, Ana; Latief, Madyawati; Rahmi, Silvi Leila
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antimikroba ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn)  terhadap mikroba Salmonella thypimurium dan Aspergillus flavus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%  dengan 3 x ulangan. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella thypimurium, tetapi tidak dapat menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Aspergillus flavus. Konsentrasi 6% pada ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella thypimurium dengan diameter zona hambat 2,83 mm pada buah dan 2 mm pada daun.
Isolasi Dan Karakterisasi Terpenoid Serta Uji Antioksidan Dari Ekstrak Kulit Batang Shorea singkawang Efdi, Mai; Syafrizayanti, Syafrizayanti; Sari, Dian Kumala
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi dan karakterisasi terpenoid dari fraksi etil asetat ekstrak kulit batang Shorea singkawang telah dilakukan. Senyawa ini diisolasi dengan metode maserasi, kromatografi kolom, dan rekristalisasi serta dikarakterisasi dengan metode spektroskopi. Terpenoid tersebut berupa padatan putih dengan titik leleh 140-142°C dan berdasarkan data GC menunjukkan adanya 1 puncak. Berdasarkan data spektroskopi UV dan IR, senyawa hasil isolasi dalam pelarut metanol menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 201 nm dan memiliki gugus –OH, -CH2, -CH3, dan geminal dimetil namun belum diketahui posisi dari gugus-gugus tersebut. Hasil uji antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan ekstrak etil asetat memiliki potensi sebagai antioksidan dengan EC50 sebesar 0,075%. Kata kunci : Shorea singkawang, terpenoid, uji antioksidan  
Sintesis, Karakterisasi dan Immobilisasi Kompleks Besi (II) pada Support Silika Modifikasi Putri, Gusliani Eka
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu komplek Besi(II) asetonitril dan aquabidest telah digrafting pada silika modifikasi. Keberhasilan proses immobilisasi dibuktikan melalui karakterisasi dengan FTIR, AAS, TGA dan Mikroskop Optik. Metoda immobilisasi dilakukan secara langsung dan tak langsung. Metoda immobilisasi yang baik dilakukan secara langsung terlihat dari hasil metal loading yang besar terdapat pada metoda langsung yaitu sebesar 3,56%. Nilai leaching yang terendah terdapat pada grafting langsung SiO2-[AlCl3]-Fe(H2O)6 yaitu sebesar 0,28% . Pada  umumnya semua amobilat cukup stabil  karena nilai leachingnya  dibawah 10%. Berdasarkan data TGA, katalis ini disarankan untuk digunakan pada temperature di bawah  144,6 °C.   Kata kunci : immobilisasi, silika modifikasi, komplek besi(II)
Desulfurisasi Minyak Hasil Pirolisis Plastik Polipropilena Dengan Campuran Bentonit/Karbon Aktif Teraktivasi H3PO4 Heriyanti, Heriyanti; Sutrisno, Sutrisno; Febriani, Sri; Ananda, Debby Mutiara
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 1 No 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulfur merupakan salah satu komponen pengotor dalam bahan bakar cair. Keberadaan sulfur dalam bahan bakar cair merupakan salah satu penyumbang terjadinya pendemaran udara. Upaya peningkatan kualitas udara harus dimulai dari kualitas bahan bakar cair. Oleh karena itu, dibutuhkan metode untuk penghilangan sulfur dalam bahan bakar cair. Adsorpsi adalah metode yang umum digunakan pada proses pemurnian minyak. Bentonit dan karbon adalah adsorben yang biasanya menyerap zat warna dan pengotor pada minyak. Kemampuan bentonit dan karbon dapat ditingkatkan dengan aktivasi untuk memperbesar luas permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadsorpsi minyak dari plastik PP untuk meningkatkan kualitasnya. Proses aktivasi karbon mengunakan akitivator H3PO4. Hasil adsorpsi menunjukkan terjadi pemucatan warna pada minyak dan kenaikan nilai kalor serta penurunan kadar surfur minyak. Kenaikan nilai kalor tertinggi terjadi pada minyak dari plastik PP bening yaitu sebesar 1,96% pada komposisi 60% bentonite dan 30% karbon aktif. Sedangkan nilai kandungan sulfur minyak mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada minyak dari plastik PP warna yand diadsorpsi dengan komposisi bentonite dan karbon aktif 25% bentonite dan 75% karbon aktif, penurunan sebesar 0,14%.   Kata kunci: bentonite, karbon aktif, H3PO4

Page 1 of 1 | Total Record : 9