cover
Filter by Year
JURNAL BIOLOGI TROPIS
Published by Universitas Mataram
Articles
51
Articles
ANALISIS KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DENGAN BEBERAPA INDEKS BIOLOGI DALAM PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN HULU SUNGAI CISADANE, BOGOR

Yusli Wardiatno, Majariana Krisanti, Emi Susilowati,

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 13, No 1 (2013): januari
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3130.661 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menggunakan komunitas makroozoobenthos sebagaiindikator biologi perairan di hulu Sungai Cisadane melalui aplikasi beberapa indeks biologi.Sampling dilakukan di segmen hulu Sungai Cisadane, Desa Pasir Buncir, KecamatanCaringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Juni - Agustus 2006. Indeks biologi yangdigunakan adalah Indeks keanekaragaman, LQI, FBI, Indeks Pantle & Buck, dan SIGNAL 2,ditambah dengan analisis kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dankepadatan makrozoobenthos bervariasi antar stasiun dan antar pengamatan. Dari analisismenggunakan lima metode indeks biologi diduga perairan hulu Sungai Cisadane tercemarsangat ringan hingga ringan. Metode FBI nampaknya paling sesuai diterapkan di sungai ini,dan untuk dipakai di Indonesia.Kata kunci: makrozoobenthos, indeks biologi, pencemaran, sungaiABSTRACTThe aime of the research was to use makrozoobenthic community as bioindicator of CisadaneRiver headstream by some biological indices analyses. Sample collections were made inheadstream segment of Cisadane River in Pasir Buncir Village, Bogor Regency, West Jawaon June – August 2006. Some biological indices were applied, i.e. Shannon-Wiener index,LQI, FBI, Indeks Pantle & Buck, and SIGNAL 2; in addition, water quality analysis was alsoperformed. The results showed that the composition and abundance of makrozoobenthiccommunity varied among sampling stations as well as sampling time. The indices showedthat the river segment was very light until light polluted. FBI seemed to be the suitable indexto determine pollution status in the river, and for applying in Indonesia.Keywords: makrozoobenthos, biological indices, pollution, stream

ASPEK PERTUMBUHAN UNDUR-UNDUR LAUT, Hippa adactyla DARI PANTAI BERPASIR KABUPATEN KEBUMEN

Yusli Wardiatno, Ali Mashar

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 13, No 2 (2013): jurnal biologi tropis
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.872 KB)

Abstract

ABSTRAKUndur-undur laut atau mole crab merupakan komponen penting dari komunitas makrobentos di pantaiberpasir terbuka, baik di daerah tropis maupun bermusim empat di seluruh dunia.Undur-undur lautmempunyai fungsi ekonomi dan ekologi.Salah satu jenis undur-undur laut yang banyak dijumpai diIndonesia adalah jenis Hippa adactyla.Karena fungsi ekonomi dan ekologi undur-undur laut pentinguntuk dilestarikan, salah satu informasi penting yang dibutuhkan adalah pola pertumbuhan undurundurlaut.Penelitian dilakukan di Pantai Bocor, Kecamatan Buluspesantren, KabupatenKebumen.Pengambilan sampel undur-undur laut dilakukan setiap bulan dari bulan Maret hingga Mei2012, yang dilakukan dengan metode penyapuan dengan bantuan alat tangkap sorok pada daerahpantai berpasir yang terpengaruh gerakan gelombang (swash zone) (swept area method).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa undur-undur laut Hippa adactyla yang tertangkap mempunyai kisaranpanjang karapas antara 15 mm hingga 40 mm, dengan ukuran yang paling banyak tertangkap beradapada selang panjang karapas 24-26 mm.Nisbah kelamin undur-undur laut di lokasi penelitianmendekati 1 (1,035) atau tergolong seimbang, dimana jumlah undur-undur laut jantan relatif seragamdengan undur-undur laut betina.Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kondisi populasi undur-undurlaut di lokasi penelitian relatif stabil. Pola pertumbuhan undur-undur laut Hippa adactylaseluruhnya,baik jantan, betina, maupun gabungan, adalah isometrik, artinya pertambahan panjang undur-undurlaut relatifsama dengan pertambahan bobotnya.Kata kunci: Hippa adactyla, pantai berpasir, undur-undur laut ABSTRACTMole crabs are one of important biological component among macrobenthos communityinhabiting sandy beach, both in tropic or temperate area all over the world. They playsignificant ecology and economy role in their habitat. One of Indonesian mole crabs is Hippaadactyla. Due to its ecological and economical function of the crab, it is neede to study thepopulation growth pattern for biological information based sustainable management. One ofimportant biological information is growth pattern. The research was conducted in PantaiBocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Sample collections were donemonthly during March – May 2012. Sampling was done by swep area method by means oflocal fishermen gear called sorok along swash zone. The results showed that the carapacelength of collected crabs ranged from 19 – 34 mm, with the highest abundance within range of29 – 30 mm. Female dominated the sex ratio. The F/M ratio was 0.244. The growth pattern ofmale was isometric, while in female it was negative allometric. However, combining datashowed that the growth patern of the population was negative allometric, so its length growsfaster than its weight.Keywords: Hippa adactyla, sandy beach, mole crab, southern part of Jawa

Cover Jurnal Biologi Tropis

fuadi, husnul

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.826 KB)

Abstract

Cover Jurnal Biologi Tropis 2016

Penggunaan BA Pada Mikropropagasi Pisang (Musa paradisiaca L.) Kultivar Kusto

Kurnianingsih, dan Fitrahtunnisa, Reni Apriani, Tri Mulyaningsih, Rina

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.986 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Benziladenin (BA) terhadap mikropropagasi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar Kusto. Penelitian dirancang menggunakan RAL dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi Benziladenin (2, 3, 4, 5, 6 dan 7 mg/l), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi BA tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas dan panjang tunas. Waktu muncul tunas tercepat (36,67 hst) didapat pada perlakuan 6 mg/l BA, panjang tunas tertinggi (2,38 cm) pada perlakuan 4 mg/l BA dan jumlah tunas terbanyak (1,6 tunas) pada perlakuan 7 mg/l BA.Kata kunci: Musa paradisiaca, pisang ‘Kusto’, mikropropagasi, kultur jaringan. ABSTRACTThe aim of this research was to study the effect of Benzyladenine consentrations on micropropagation of banana (Musa Paradisiaca L.) cultivar Kusto.  The experiment used completely randomized design with 6 level treatments of Benzyladenine consentration (2, 3, 4, 5, 6 and 7 mg/l), each treatment consisted of 5 replications. The result of the experiment showed that the treatments did not significantly effect the shoots formation time, the number of shoots and the length of shoots. The fastest shoots formation time (36,67 hst) was observed in treatment 6 mg/l BA, the highest length of shoots (2,38 cm) in treatment 4 mg/l BA and the highest number of shoots (1,6 shoots) in treatment 7 mg/l BA. Key words: Musa paradisiaca, banana ‘ Kusto’, micropropagation, tissue culture

Pengaruh Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air, Sedimen dan Moluska di Danau Maninjau, Sumatera Barat.

dan Sigid Hariyadi, Muhamad Suhaemi Syawal, Yusli Wardiatno

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.259 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh pencemaran dari lingkungan antropogenik terhadap kondisi kualitas air, sedimen dan moluska di perairan Danau Maninjau. Danau Maninjau adalah salah satu danau yang terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tipe danau ini adalah danau tekno vulkanik yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik. Isu pencemaran air danau merupakan isu utama dalam pemanfaatan dan pengembangan kawasan danau, di daerah manapun. Kegiatan penduduk di sekitar danau yang cenderung bersifat produktif  pada umumnya otomatis menghasilkan limbah buangan hasil proses produksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) kali dari bulan Maret-September 2015 di 7 (tujuh) titik lokasi muara sungai di sekitar D. Maninjau yang berpotensi masuknya bahan pencemar. Hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi rata-rata TP pada air berkisar 0,0245-0,2117 mg L-1; TN 0,5085-1,2292 mg L-1; O-PO4 0,0206-0,2241 mg L-1 dan NO3 0,0841-1,0618 mg L-1. Kandungan logam rata-rata pada sedimen Fe 1,1733-3,5733 mg kg-1; Pb 0,0037-11,230 mg kg-1; Cd 0,0050-0,0193 mg kg-1; Hg 0,00056-0,05914 mg kg-1; dan Cr tidak terdeteksi atau dibawah 0,004 mg kg-1. Sementara untuk rata-rata logam berat pada moluska Fe 0,04-0,948 mg kg-1; Pb 0,002-4,17 mg kg-1; Cd 0,013-1,032 mg kg-1; Cr 0,040-0,098 mg kg-1; dan Hg 0,0004-0,1062 mg kg-1. Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan ada dugaan telah terjadi pencemaran logam berat pada sedimen dan  moluska di muara-muara sungai yang masuk langsung ke badan perairan Danau Maninjau.Kata kunci :antropogenik, danau maninjau,kualitas air, moluska, sedimen, ABSTRACTHas conducted research with the aim to study the effect of anthropogenic pollution of the environment on the condition of water quality, sediment and molluscs in the waters of Lake Maninjau. Maninjau is one lake located in Agam regency of West Sumatra.Type this lake is techno volcaniclake formed by volcanic activity.The issue of pollution of the lake water is a major issue in the utilization and development of the area of the lake, in any area. Activity of the population around the lake tends to be productive in general automatically generates waste from the production process results. This study was conducted over three (3) times from March-September 2015 in seven (7) locations of river estuaries around D. Maninjau potential influx of contaminants.The results showed the average concentration of TP in water ranging from 0.0245 to 0.2117 mg L-1; TN 0.5085 to 1.2292 mg L-1; O-PO4 from 0.0206 to 0.2241 mg L-1 and NO3 0.0841 to 1.0618 mg L-1. The average metal content in the sediment Fe 1.1733 to 3.5733 mg kg-1; Pb 0.0037 to 11.230 mg kg-1; Cd 0.0050 to 0.0193 mg kg-1; 0.00056 to 0.05914 mg Hg kg-1; and Cr undetectable or below 0.004 mg kg-1. As for the average heavy metals in mollusks Fe 0.04 to 0.948 mg kg-1; Pb 0.002 to 4.17 mg kg-1; Cd 0.013 to 1.032 mg kg-1; Cr 0.040 to 0.098 mg kg-1; and Hg from 0.0004 to 0.1062 mg kg-1. From the analysis of the data obtained showed no allegation has been going on heavy metal pollution in the sediment and molluscs in a river estuary that goes directly into the water body of Lake Maninjau. The purpose of this study was to examine the influence of anthropogenic pollution of the environment on the condition of water quality, sediment and molluscs in the waters of Lake ManinjauKeywords: anthropogenic, Lake Maninjau, molluscs, sediment, water quality

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mencit (Mus musculus)

dan I Wayan Merta, Rika Afsari, Kusmiyati

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.364 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuaan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemberian ekstrak daun sirih merah  terhadap penurunan kadar gula darah mencit dan (2) dosis ekstrak sirih merah yang efektif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yakni satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan. Pengukuran kadar gula darah menggunakan alat glukometer. Data kadar gula darah dianalisis menggunakan uji Anova one way dengan uji lanjut post hoc. Hasil Uji Anova menunjukan bahwa p 0,001< α 0,05  sehingga Ho ditolak yang berarti ada pengaruh pemberian ekstrak daun sirih merah terhadap penurunan kadar gula darah mencit. Hasil uji post hoc menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah disetiap tingkatan dosis perlakuan.  Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) ekstrak daun sirih merah dapat menurunkan kadar gula darah mencit secara signifikan dan (2) dosis 0.078 gr/20gr BB sudah efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit.Kata-kata kunci: Daun Sirih Merah, Kadar Glukosa Darah. ABSTRACTThis research aims to; (1) evaluate the effect of red betel leaves’ extract in reducing the glucose level of mouse, (2) determine the effective extract dosage of red betel leaves.. The samples were gained by using random sampling technique. Moreover, the samples were divided into 4 groups, one controlling group and three experimental groups. In addition, the glucose was measured by glucometer. In addition, the glucose data was analyzed by using Anova one way test and continued to post hoc test.. The result of Anova test shown that p 0,001

Populasi Bakteri Normal dan Bakteri Kitinolitik Pada Saluran Pencernaan Lobster Pasir (Panulirus homarus L.) yang diberi Kitosan

dan Faturrahman, Baiq Nihayatun Nufus, Galuh Tresnani

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.646 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus) sangat bergantung pada bakteri-bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan penambahan kitosan yang akan berpengaruh terhadap bakteri-bakteri kitinolitik saluran pencernaan lobster. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri kitinolitik dan bakteri normal pada saluran pencernaan lobster pasir (Panulirus homarus). Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Sekotong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan variasi berat kitosan per-kg pakan (0 g, 1 g, 2 g dan 4 g). Sampel yang diambil dari saluran pencernaan lobster yaitu bagian usus dan lambung. Seri pengenceran 10-6 cfu/ml, 10-7 cfu/ml dan 10-8 cfu/ml diisolasi pada media Plate Count Agar (PCA) dan dimurnikan pada media agar kitin. Perhitungan total bakteri menggunakan analisis Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian variasi berat kitosan diperoleh angka lempeng total bakteri pada kontrol, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut pada media PCA adalah 49,5x109 cfu/ml, 52,1x109 cfu/ml, 25,1x109 cfu/ml dan 15,8x109 cfu/ml dan pada media agar kitin adalah 5x107 cfu/ml, 272x107 cfu/ml, 241x107 cfu/ml dan 55x107 cfu/ml. Jumlah populasi bakteri tertinggi pada P1 sebesar 52,1x109 cfu/ml pada media PCA dan P1 pada media kitin agar sebesar 272x107 cfu/ml. Berdasarkan hasil analysis of variance (ANOVA 5%) menunjukkan perlakuan variasi berat kitosan per-kg pakan tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: lobster pasir, bakteri normal, bakteri kitinolitik, saluran pencernaan, kitosan, metode TPC. ABSTRACTThe grow of sand lobster (Panulirus homarus L.)  is extremely depend on a lot of bacteria which is found at digestive system. On of the effort to increase it for chitosan addition that influence to chitinolytic bacteria of sand lobster (Panulirus homarus L.) at digestive system. The research aimed to find out amount of comparation between chitinolytic bacteria and normal bacteria of sand lobster (Panulirus homarus L.) at digestive system which is donefor for three months at Mariculture Hall Lombok, Sekotong. This research use completely randomized design with 4 treatment and 3 test of variation weight of chitosan each kg woof (0 g, 1 g, 2 g dan 4 g). The sampleis taken through its colon and stomach. Melting series 10-6 cfu/ml, 10-7 cfu/ml dan 10-8 cfu/ml are isolated on Plate Count Agar (PCA) and be purified on Chitin Agar Media. The total calculation of bacteria that using Total Plate Count (TPC). The result of chitosan weight variationhas found a total plate count of bacteria on control, P1, P2 and P3 continuously at PCA media are 49,5x109 cfu/ml, 52,1x109 cfu/ml, 25,1x109 cfu/ml dan 15,8x109 cfu/ml and Chitin Agar Media are 5x107 cfu/ml, 272x107 cfu/ml, 241x107 cfu/ml dan 55x107 cfu/ml. the highest is on P1 is about 52,1x109 cfu/ml and P1 for Chitin Agar Media is about 272x107 cfu/ml. Based on the results of analysis of variance (ANOVA 5%) show chitosan weight variation treatment each kg woof did not significantly affect. Keywords: sand lobster, normal bacteria, bacteria chitinolytic, gastrointestinal tract, chitosan, TPC method.       

Konservasi Lamun untuk Keberlanjutan Sumberdaya Ikan di Perairan Pesisir Indonesia

Syukur, Abdul

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Lamun secara tidak langsung berperan penting dalam mendukung keberlanjutan perikanan pesisir, terutama melalui penyediaan habitat bagi ikan yang masih dalam massa juvenil. Selain itu keberadaan lamun di perairan pesisir mendukung produktivitas dan keanekaragaman hayati. Peper ini  bertujuan untuk mendiskripsikan pentingnya konservasi lamun untuk keberlanjutan sumberdaya ikan di perairan pesisir Indonesia. Sumber data yang digunakan dalam peper ini adalah data sekunder dari dokemen yang relevan sesuai dengan topik peper. Analisis dilakukan secara diskriptif untuk memperoleh informasi faktual tentang fungsi ekologi lamun untuk keberlanjutan  suberdaya ikan dan status konservasi lamun di perairan pesisir Indonesia. Hasil review dari semua dokumen yang relevan menunjukkan bahwa keberadaan padang lamun secara signifikan sangat dibutuhkan oleh ikan dari habitat lain untuk dapat survive. Namun demikian usaha konservasi yang dilakukan, khususnya pada areal lamun di luar kawasan konservasi belum sesuai dengan tingkat eksploitasi dan ancaman keberlanjutan lamun di wilayah perairan pesisir Indonesia. Kesimpulan dari peper ini adalah diperlukan perubahan paradigma dalam kebijakan konservasi pada areal di luar kawasan konservasi untuk menempatkan lamun sebagai prioritas dalam perspektif pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis ekologi. Kata kunci: Konservasi Lamun, Ikan dan Perairan Pesisir Indonesia. ABSTRACT Seagrass indirectly instrumental in supporting the sustainability of coastal fisheries, especially through the provision of habitat for fish that were in the mass of the juvenile. Besides the presence of seagrass in the coastal waters support the productivity and biodiversity. Peper is aimed at describing the importance of seagrass conservation to sustainability of fish resources in the coastal waters of Indonesia. The data used in this peper is secondary data from relevant dokemen accordance with peper topic. The analysis was performed descriptively to obtain factual information on the ecological functions of seagrass to the sustainability of fish resources and the conservation status of seagrass in the coastal waters of Indonesia. The results of a review of all relevant documents indicate that the existence of significant seagrass is needed by fish from other habitats in order to survive. However, conservation efforts, especially in seagrass areas outside of protected areas is not in accordance with the level of exploitation and continual threats to seagrasses in coastal areas of Indonesia. The conclusion of this peper is necessary paradigm shift in conservation policies in the areas outside of protected areas to put seagrass as a priority in the perspective of sustainable fisheries management based.  Keywords: Seagrass Conservation, Fish and Coastal Water Indonesia.

Potensi Lestari dan Status Pemanfaatan Ikan Kakap Merah dan Ikan Kerapu Di Selat Alas Propinsi Nusa Tenggara Barat

Santoso, Didik

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.869 KB)

Abstract

ABSTRAKUpaya untuk  pengelolaan perikanan tangkap yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif adalah dengan menentukan status pemanfaaatan ikan, khususnya ikan yang bernilai ekonomi penting sebagai tahap awal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan potensi dan status pemanfaatan ikan kakap merah dan ikan kerapu di  Selat Alas Propinsi NTB. Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat pemanfaatan adalah dengan menggunakan potensi maksimum lestari dari  Schaefer. Penelitian dilakukan di desa-desa nelayan di sekitar Selat Alas Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi lestari (MSY) ikan kakap merah sebesar sebesar 205,8 ton/tahun, sedangkan ikan kerapu sebesar 259,1 ton/tahun. Status pemanfaatan ikan kerapu sebesar (Ephinephelus sp) 197,2%  tergolong status over exploited. Sedangkan  ikan kakap merah (Lutjanus campechanus)  sebesar 65,7% berada dalam status moderately exploited. Kata kunci : Moderately exploited, Over exploited, Persamaan Schaefer, Selat Alas, Propinsi NTB. ABSTRACTFor fisheries management which is based on the concept of efficiency to achieve comparative and competitive advantages is to determine utilization status of fish catch, particularly fish of economically important. The aim of this study is to determine utilization and potentian status of grouper and red snapper fish in the Alas Strait of West Nusa Tenggara Province. The method has been used to determine the level of utilization of fish by using the maximum sustainable yield of Schaefer.The study was conducted in the fishing villages around the Alas Strait West Nusa Tenggara Province. Sustainable yield (MSY) of grouper (Ephinephelus sp) is 259,1 ton/year, while red snapper (Lutjanus campechanus)  is 205,8 ton/year. Utilization status grouper (Ephinephelus sp) is 197,2 in the state of  over exploited. While the utilization of status of  red snapper (Lutjanus campechanus) is 65,7% in the state of  moderately exploited. Key Word : Alas Strait, NTB Province, mayor fish catch, moderately exploited, over exploited, Schaefer Equation.

Dinamika Populasi Udang Mantis Oratosquillina Gravieri (Crustacea: Stomatopoda) di Perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat

Majariana Krisanti & Ahmad Fahrudin, R. Niken Ambarsari, Yusli Wardiatno,

JURNAL BIOLOGI TROPIS Vol 16, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : JURNAL BIOLOGI TROPIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.903 KB)

Abstract

ABSTRAK            Teluk Palabuhanratu merupakan salah satu basis perikanan tangkap untuk wilayah penangkapan di Laut Selatan Jawa dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di perairan Samudera Hindia. Teluk ini memiliki beragam komoditas perikanan tangkap, salah satunya adalah udang mantis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi, pertumbuhan, lama masa hidup, dan laju eksploitasi udang mantis (Oratosquillina gravieri). Penelitian dilakukan di perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat dari Agustus 2011 hingga Oktober 2012. Udang mantis ditangkap dengan menggunakan trammel net. Selanjutnya udang-udang tersebut dimasukkan ke dalam wadah plastik yang di dalamnya telah diisi dengan formalin 96%. Data yang digunakan adalah data primer yang terdiri dari panjang total dan bobot basah udang mantis.Analisis data meliputi pendugaan struktur populasi, parameter pertumbuhan, serta mortalitas dan laju eksploitasi udang mantis. Jumlah total udang mantis pada penelitian ini adalah 1509 individu yang terdiri atas 588 udang mantis jantan dan 921 udang mantis betina. Udang mantis yang tertangkap selama penelitian memiliki ukuran panjang total antara 34,90-125,85 mm dengan kelompok dominan berukuran 58,54-66,41 mm. Koefisien pertumbuhan (K) udang mantis jantan adalah 0,0811/bulan, sedangkan udang mantis betina adalah 0,0651/bulan.L∞ udang mantis jantan adalah 273,9295 mmdan L∞ udang mantis betina adalah 285,4988 mm. Lamanya masa hidup udang mantis ini diperkirakan antara 71-83 bulan (6-7 tahun). Nilai laju eksploitasi (E) mencapai 0,9143 untuk udang mantis jantan dan 0,8991 untuk udang mantis betina mengindikasikan terjadinya tangkap lebih (overfishing).Kata kunci: Udang mantis, pertumbuhan, masa hidup, laju eksploitasi, Palabuhanratu ABSTRACTPalabuhanratu Bay is one ofbase fisheries for the fishing groundin Java South Sea andIndonesian Exclusive Economic Zone (ZEEI) inIndian Ocean waters. This bay has multiple fisheries products catch, one of them is mantis shrimp. This study aim to analyzed the structure ofpopulation, growth,life-span, and exploitation rate ofmantis shrimps (Oratosquillinagravieri). This research was conducted in Palabuhanratu Bay waters, Sukabumi, West Java from August 2011 to October 2012. Mantis shrimps were caught using trammel net. That mantis shrimps were put into a plastic comtainer in which has been filled with 96% formalin. The data used was primary data consist of total length and wet weight of mantis shrimps. Data analysis included estimation of population structure, growth parameters, mortality and exploitation rate of mantis shrimps. Total number of mantis shrimps in this research were 1509 individuals consists of588 malesmantis shrimp and 921 females mantis shrimp. Mantis shrimpswere caught during the study hadtotal length (TL) between 34,90-125,85 mm withdominant length between 58,54-66,41 mm. Growth coefficient (K) ofmantis shrimpswere0,0811/monthfor males and 0,0651/month for females.L∞of mantis shrimpswere273,9295 mm for males and285,4988 mm for females. The life-span of mantis shrimps wereestimated to be 71 to 83 months (6-7 years). Value ofexploitation rate (E) reached0,9143 for malesmantis shrimp and 0,8991 for femalesmantis shrimp indicatedoverfishing.Key words: Mantis shrimps, growth, life-span, exploitation rate, Palabuhanratu