cover
Filter by Year
Jurnal Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Jambi
Jurnal Pena diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi sebagai wahana diseminasi hasil kajian dan penelitian dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra. Redaksi menerima sumbangan artikel yang relevan dengan visi penerbitan ini. Tim Redaksi berhak mengubah judul dan menyempurnakan artikel tanpa mengubah substansi isinya. Isi artikel di luar tanggung jawab redaksi dan penerbit.
Articles
135
Articles
​
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Debat Publik Calon Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2018

., Akhyaruddin, ., Priyanto, Agusti, Ageza

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Debat kandidat kepala daerah menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas kandidat. Para kandidat akan menjelaskan latar belakang dan program kerja kepada masyarakat. Untuk itu para kandidat dituntut untuk menjelaskan program yang ditawarkan kepada masyarakat dengan bahsa yang tepat. Selain itu, untuk menghadapi lawan debat perlu menggunakan strategi dan bahasa yang mencakup maksim-maksim prinsip sopan santun yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesantunan berbahasa yakni prinsip sopan santun dalam debat publik Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tahun 2018. Panjangnya ujaran digunakan secara maksimal untuk menyerang mitra tutur yang dianggap tidak sepaham dan juga untuk mempromosikan keunggulan diri sendiri serta keinginan untuk memaksimalkan kerugian pada mitra tutur. Dalam pelanggaran maksim-maksim tersebut memunculkan maksud berupa menginformasikan, menyindir, berpendapat, menyarankan, mengkritik, mengeluh, serta pembelaan. Penelitian ini menghasilkan luaran memaksimalkan pelanggaran maksim untuk  debat kandidat.   Kata Kunci: Kesantunan berbahasa,  prinsip sopan santun   Abstract Regional leader candidate debate become one of the means to increase the quality of the candidate. The candidates will explain their background and work program to the community. Because of it the candidates have to explain the program that they offer in the correct language. In addition, to face their contender, they need to use the correct language and strategy that include the use of correct politeness maxims. This research aim to describe a speaking politeness specifically manners principle in Kerinci district’s regent candidate public debate 2018. The maximum length of the utterance to attack their contender with different understanding and to promote their own strength and to maximize their contender’s loss. The maxim violation mean to inform, satirize, argue, criticize, complain, and defend. This research generate contribution to maximize the maxim’s violation to candidate debate. Keywords:  speaking politeness, manners principle.

Persepsi Mahasiswa Tentang Pendidikan Karakter pada Buku Teks Reading di Perguruan Tinggi Swasta

Sesmiyanti, Sesmiyanti, Antika, Rindilla, Yulmiati, Yulmiati

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa eksistensi dari nilai pendidikan karakter pada buku teks yang digunakan pada mata kuliah Reading di STKIP PGRI Sumatera Barat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana data pada penelitian ini dikumpulkan dengan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah dosen yang telah dan mengajar pada mata kuliah Reading dan mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah tersebut. Objek dari penelitian ini adalah buku teks yang digunakan pada mata kuliah Reading di STKIP PGRI Sumatera Barat. Berdasarkan hasil interview diketahui bahwa buku teks yang digunakan tersebut belum mengandung nilai pendidikan karakter yang harus dipelajari dan dibutuhkan oleh mahasiswa. Buku teks tersebut hanya mengandung sembilan nilai pendidikan karakter dari 18 nilai yang terdapat pada Permendikbud tersebut. Nilai karakter yang terdapat dalam buku teks Reading adalah religius, jujur, kreatif, mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu, gemar membaca, peduli sosial dan tanggung jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku reading yang telah digunakan di jurusan bahasa Inggris di Sumatera Barat belum sepenuhnya mengandung nilai pendidikan karakter. Kata kunci: Pendidikan karakter, buku teks reading, analisa kebutuhan   Abstract The aim of this research is to analyze the existence of character education which is included in the textbook used in Reading subject at STKIP PGRI Sumatera Barat. This research is qualitative research which the data were collected through interview. Subject of this research is the lecturers who have taught Reading subject and the students who have complied that subject. The object of this research is the textbook used in Reading subject at STKIP PGRI Sumatera Barat. Based on interview results, it is known that the textbook used in Reading subject does not have character education contents which is needed and learnt by the college students. The textbook used only have nine out of eighteen characters mentioned in Permendikbud No49Tahun2014. They are, religius, honest, creative, independent, hardwork, curiosity, fond of reading, social care and responsible.  It can be concluded that the reading textbook used at English Department of STKIP PGRI Sumatera Barat has not indicated the use of characters educational values yet. Keywords: character education, reading textbook, need analysis

Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Drama dengan Pendekatan Berbasis Masalah

Mikaresti, Pamela, Dewi, Yusra

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini  bertujuan mengembangkan dan menyusun bahan ajar mata kuliah drama dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Hal ini dalandasi oleh perubahan kurikulum yang belum diiringi dengan tersedianya sumber belajar yang memadai dan berbagai hal lain. Untuk menggali masalah yang dialami mahasiswa, digunakan angket terbuka. Dari hasil angket ini disusun draft bahan ajar.  Hasilnya, mereka membutuhkan materi yang berkaitan dengan tata rias, tata lampu, tata busana, dan tata panggung. Materi yang memungkinkan dikembangkan adalah tata rias dan tata busana. Alasannya, kedua materi ini berkaitan dengan penampilan seorang tokoh drama pertunjukan. Pengembangan bahan ajar dimulai dengan tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap bahan ajar yang telah disusun, dilakukan uji coba atau praktek mengaplikasikan materi tata rias dan tata busana. Uji coba ini memperlihatkan hasil bahwa mahasiswa memahami dengan baik bahan ajar yang telah disusun. Bahan ajar ini divalidasi oleh dua orang. Satu orang validator adalah yang dipandang ahli dalam penelitian pengembangan dan satu orang lagi dipandang ahli dalam bidang drama. Hasilnya, bahan ajar ini layak dipakai dengan hasil secara umum sudah bagus. Sarannya, penelitian selanjutnya diharapkan membuat video pembelajaran untuk materi yang dikembangkan ini.   Kata kunci: bahan ajar, drama, pendekatan berbasis masalah Abstract This research aims to develop and compile teaching materials for Drama subjects at Department of Indonesian Language and Arts Education by using Problem-Based Learning Approach. Shifts in curriculum have not been followed by availability of adequate learning resources. This research used questionaire to explore possible problems experienced by the students in Drama course. This questionaire informed the drafting of teaching materials. Findings of this research showed that students need materials related to makeup, lighting, costume design, and the stage. Materials that were selected to develop were makeup and costume design. These topics are important for preparing students’ Drama performance. The development of teaching materials comprised some stages i.e. requirements analysis, design, development, evaluation, and revision. In order to measure students’ understanding of the materials developed, students were tested on their ability to apply make-up and costum design. The teaching materials were validated by an expert in research and development and an expert in Drama. They confirmed that the teaching materials developed by the researchers are good and fit for use. This research recommends that the next research will focus on developing video from the materials.  Key words: teaching materials, drama, problem-based approach

Kritik Sosial Stand Up Comedy Indonesia dalam Tinjauan Pragmatik

Krissandi, Apri Damai Sagita, Setiawan, Kelik Agung Cahya

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud kritik sosial yang terdapat dalam stand up comedy studi kasus comic Abdurrahum Arsyad dan mendeskripsikan penyimpangan prinsip kerja sama yang terdapat dalam stand up comedy studi kasus comic Abdurrahum Arsyad. Metode analisis menggunakan perspektif pragmatik. Berdasakan hasil analisis mengenai wujud penyimpangan prinsip kerja sama dan kritik sosial yang terdapat dalam stand up comedy yang disampaikan oleh Abdurrahum Arsyad maka dapat disimpulkan bahwa: (1) wujud penyimpangan prinsip kerja sama yang terdapat dalam stand up comedy Indonesia season 4 oleh comic Abdurrahum Arsyad terdiri dari penyimpangan maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi dan maksim pelaksanaan. (2) Stand up comedy merupakan salah satu jenis humor yang berkembang di masyarakat yang diungkapkan dengan melanggar maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan  dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial karena dapat diungkapkan dengan bahasa yang harmonis dan mempunyai kesan santai serta menggelitik. Kata kunci : kritik sosial, stand up comedy, pragmatik   Abstract This study aimed to describe the form of social criticism contained in the stand-up comedy comic case study Abdurrahum Arsyad and describes the deviation of the principle of cooperation contained in stand up comedy comic case study Abdurrahum Arsyad. The analytical method used a pragmatic perspective. Based on the analysis of the existence of deviations from the principles of cooperation and social criticism contained in the stand up comedy presented by Abdurrahum Arsyad, it can be concluded that: (1) a deviation of the cooperation principle contained in the stand up comedy Indonesia season 4 by comic Abdurrahum Arsyad from maximal deviations of quantity, maxim of quality, maxim of relevance and maxim of implementation. (2) Stand up comedy is one type of humor that develops in a society expressed by violating the maxim of quantity, quality, relevance, and execution can be used as a means of conveying social criticism because it can be expressed in harmonious language and has a relaxed and intriguing impression. Keywords : social criticism, stand up comedy, pragmatik

Penginovasian Bentuk Disfemisme pada Berita Online dan Relevansinya pada Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMP

Ratna Juwita, Nivia Putri, Wahyudi, Agus Budi

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) menemukan bentuk dan fungsi disfemisme pada berita online “detik.com”, (2) menginovasikan bentuk disfemisme pada berita online “detik.com”, dan (3) mendeskripsikan relevansi penginovasian bentuk disfemisme pada berita online “detik.com” sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMP. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu berita online detik.com. Data penelitian ini berupa bentuk dan fungsi disfemisme yang terdapat di berita online detik.com. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Penelitian ini menggunakan metode agih dan padan referensial, dengan teknik analisis data menggunakan teknik ganti. Berdasarkan hasil penelitian dari 50 bentuk disfemisme menunjukkan pertama, terdapat tiga bentuk disfemisme yaitu disfemisme bentuk kata, disfemisme bentuk frasa, dan disfemisme bentuk klausa. Kedua, terdapat tujuh fungsi disfemisme, yaitu mengungkapkan keheranan, mengungkapkan keintiman dalam pergaulan, mengungkapkan emosi, mengungkapkan rasa kesal, mengungkapkan penghinaan, mengungkapkan candaan atau tujuan melawak, dan mengungkapkan frustasi dan jengkel. Kata kunci: bentuk, disfemisme, fungsi, penginovasian, relevansi   Abstract This study aims to describe (1) find the form and function of dysphemism in online news "detik.com", (2) to innovate the form of dysphemism on online news "detik.com", and (3) to describe the relevance of the innovation of the form of dysphemism on online news " detik.com "as Indonesian language teaching materials in junior high school. The type of research used in this study is descriptive qualitative research. Sources of research data is online news detik.com. This research data in the form and function of dysphemism contained in online news detik.com. Techniques of data collection using techniques refer and note. Validity of data in this study using triangulation theory. This research uses the method of agih and referential padan, with data analysis technique using change technique. Based on the results of the research of 50 forms of dysphemism show first, there are three forms of dysphemism, namely word form dysphemism, phrase form dysphemism, and clauses dysphemism. Secondly, there are seven functions of dysphemism: expressing astonishment, expressing social intimacy, expressing emotions, expressing resentment, expressing contempt, expressing jokes or jesting purposes, and expressing frustration and irritation. Keywords: dysphemism, form, function, innovation, relevance

Novel Pukat Karya Tere Liye sebagai Materi dan Pengembang Moral: Kajian Literasi Moral

Idris, Akhmad

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak   Pendidikan memegang peran sentral dalam pembentukan karakter siswa. Melalui lembaga pendidikan diharapkan terbentuk seorang siswa yang cerdas dan melek moral. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan literasi moral dalam novel Pukat karya Tere Liye yang berupa kepekaan etika, kemampuan penalaran etis, dan imajinasi moral. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan objektif. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, sedangkan penganalisisan data menggunakan teknik analisis konten. Analisis konten dilakukan dengan cara inferensi dan analisis. Teori yang digunakan adalah Literasi Moral milik Nancy Tuana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kepekaan etika dalam novel Pukat karya Tere Liye terdapat pada hubungan pertemanan dan praktik kejujuran. Bentuk penalaran etis terdapat pada penalaran terhadap kebaikan dan hakikat kejujuran. Imajinasi moral terdapat pada sebutan diri dan cita-cita. Kata kunci: Literasi Moral, Sastra, dan Tere Liye   Abstract   Education holds a central role in the formation of the character student’s. Through educational institutions are expected to take shape a intelligent student’s and moral literate. This research aims to explain the moral literacy in Pukat Novel by Tere Liye include ethical sensitivity, ethical reasoning ability, and moral imagination. This research is a qualitative descriptive research using an objective approach. Library techniques are used as the Data Collection, while content analysis techniques are used as the Data Analysis.Content analysis is done by way of inference and analysis. This study uses Nancy Tuana's Moral Literacy theory. The results show that the ethical sensitivity in Pukat Novel is friendship and honesty practice.The ethical form of reasoning in is the moral goodness and honesty. The moral imagination form is the name of self-identity and ideals. Keywords: Moral Literacy, Literature, Tere Liye

Pengembangan Bahan Ajar Video Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Drama di FKIP Universitas Jambi

., Larlen, Salim, Agus, Wilyanti, Liza Septa

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Pengembangan  Bahan Ajar Video Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Drama di FKIP Universitas Jambi”. Adapun tujuan dari penelitian ini dibagi menjadi dua aspek, (1) mendeskripsikan bentuk produk bahan ajar video berbasis kearifan lokal pada Mata Kuliah Drama di FKIP Universitas Jambi, (2) mendeskripsikan validitas, praktikalitas, dan efektivitas bahan ajar video berbasis kearifan lokal pada Mata Kuliah Drama di FKIP Universitas Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti langkah ADDIE (analize, design, develop, implement, dan evaluate).Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan tes. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bentuk pengembangan bahan ajar video ber berbasis kearifan lokal pada Mata Kuliah Drama berisikan (a) pendahuluan atau teori pengantar oleh dosen pengampu, (b)video tampilan drama Orang Kayo Hitam: Asal-Usul Tanah Pilih Jambi karya Febrianiko Satria, (c) pembahasan teoretis tampilan drama Orang Kayo Hitam: Asal-Usul Tanah Pilih Jambi karya Febrianiko Satria yang telah disaksikan, (d) penugasan dan penutup oleh dosen pengampu. Setelah dilakukan uji validasi, dapat disimpulkan produk penelitian ini valid. Selanjutnya, produk penelitian juga telah diimplementasikan kepada mahasiswa dan dinyatakan praktis dan efektif. Kata kunci: bahan ajar video, kearifan lokal, kursus drama   Abstrack This research entitled "Development of Video Teaching Materials Based on Local Wisdom in Drama Courses at FKIP Jambi University". The purpose of this study is divided into two aspects, (1) describe the form of video teaching materials based on local wisdom in the Drama Course in FKIP Jambi University, (2) describe the validity, practicality, and effectiveness of video teaching materials based on local wisdom in the course Drama at FKIP Jambi University. This research is a development research that follows the steps of ADDIE (analize, design, develop, implement, and evaluate). Data collection techniques through observation, questionnaires, and tests. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques. Based on the results of data analysis, the results of this study are as follows. (1) the form of developing video teaching materials based on local wisdom in the Drama Course contains (a) introduction or introductory theory by lecturers, (b) video display of the drama Orang Kayo Hitam: Tanah Pilih  Negeri Jambi,(c ) theoretical discussion on the drama appearance of Orang Kayo Hitam: Tanah Pilih  Negeri Jambi which was witnessed, (d) assignment and closing by the lecturer. After validation testing, it can be concluded that this research product is valid. Furthermore, research products have also been implemented for students and declared practical and effective. Keywords: video teaching materials, local wisdom, drama courses

Pengembangan Materi Keterampilan Mengajar Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa

Suwardi, Imam, Setiono, Panut

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2018): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kevalidan, kepraktisan dan kemenarikan untuk produk pengembangan materi keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi yang disusun kedalam bentuk modul belajar. Langkah – langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mengikuti langkah – langkah Model Dick, Carrey & Carrey (2009) yang disederhanakan menjadi sembilan dari sepuluh langkah yang ada. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket validasi ahli angket kepraktisan dari teman sejawat dan uji kemenarikan dari mahasiswa. Dari hasil uji kelayakan produk pengembangan pada hasil uji validasi ahli mendapat skor presentase sebesar 84,62%, produk yang sudah dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Uji kepraktisan berdasarkan hasil tanggapan dosen terhadap modul belajar sebesar 91,2 %, produk yang dikembangkan masuk dalan kategori kriteria digunakan tanpa revisi. Pada uji kepraktisan melalui tanggapan perserta didik diperoleh hasil dengan presentase rata-rata sebesar 75,16%, hasil ini berada pada tingkat kualifikasi layak. Kata Kunci: problem based learning, kompetensi pedagogik Abstract This study aims to obtain validity, practicality and attractiveness for the development of teaching skills based on Problem Based Learning materials to improve the pedagogical competence of students of the Jambi University Language and Literature Education Study Program at the University of Jambi which is organized into learning modules. The steps taken in this study follow the steps of Model Dick, Carrey & Carrey (2009) which are simplified into nine of the ten steps. The instruments used in this study were expert validation questionnaires from practical questionnaires from peers and tests of student interest. From the results of the product development feasibility test on the results of the expert validation test got a percentage score of 84.62%, the products that have been developed are very feasible to use. Practicality test based on the results of the lecturers' responses to the learning module was 91.2%, the products developed in the criteria category were used without revision. In the practicality test through student responses obtained results with an average percentage of 75.16%, these results are at the level of eligibility. Keywords: problem based learning, pedagogic competence

GAYA BAHASA BERDASARKAN STRUKTUR KALIMAT DALAM PANTUN ADAT JAMBI

yanto, pri

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 5 No 2 (2016): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this research is to describe the style of language based on the structure of the sentence contained in the traditional pantun Jambi. The method used in this research is a qualitative descriptive method, with a stylistic approach. The data in this study is the style of language based on sentence structure. The data source in the research is the rhyme contained in the book "Principles of Traditional Shoot Jambi Nine Village Head Jilid III Customary Literature Jambi". The results of this study indicate that the style of language based on the sentence structure found in the Jambi customs pantun is (a) the climactic language style, (b) the style of the language of parallelism, (c) the anaforal reprocessing language style, (d) the repetition style of mesodiplosis, (e) repetition of anadiplosis, (f) epistrofa reps.

PERANAN UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MEMBANGUN TATANAN SOSIAL DAN SISTEM KOMUNIKASI MASYARAKAT MELAYU JAMBI

Rustam, Rustam

Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 5 No 2 (2016): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Traditional phrases as part of Jambi Malay cultural tradition or culture are seloko, proverb, petitih-petitih, pantun, iwa, hum, and so on. These traditional forms of expression have meanings, ideas, messages and objectives that need attention, both in the disclosure of the language and the social context of the speakers community. A man is said to be cultured or cultured if the person is able to implement the traditional expression of his thoughts, feelings and actions through the context of the social order and the system of his cultivation. To answer the problem, it needs to be described the role of traditional expression in building social order and communication system of Jambi Malay society. As a basis for thinking in medeskripsikan role of traditional expression used concept and theory of traditional expression, sociololinguistic, and pragmatik. The phenomenon of the traditional expression is analyzed by using the socio-pragmatic approach and the extra lingual pad method. Based on the results of traditional expression analysis, it was found that the traditional expression was able to build a high social order and high-level in Jambi Malay society, that is adat philosophy, customary purpose, customary law basis, adat institution position, custom institution function, implemented concretely in the social cultural order of the wearer. It is characterized by the existence of customary civil law, namely private law, kinship law, marriage law, inheritance law, and customary law. The disclosure of the noble social-cultural order was also poured through the text of oral discourse depicted in the communication system of Jambi Malay community by using custom kato. Disclosure of Jambi Malay community communication system using pragmatic principles with maxim of quality, maxim of quantity, maxim of relationship, way maxim, maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of praise, maxim of humility, maxim of agreement, and maxim of sympathy.