cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
RIWAYAH
ISSN : 2460755X     EISSN : 25028839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Riwayah Jurnal Studi Hadis is a journal containing scientific articles about the hadith. This journal is published by the Science Program of Hadith of Ushuluddin IAIN Kudus. This Journal of Riwayah is the Academic Journal published twice a year (every six months that is June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
HADIS DAN SUNAH DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN Mu'min, Ma'mun
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1805

Abstract

Eksistensi hadis dan sunah tidak pernah berhenti diperdebatkan kalangan ilmuan, hal ini dapat dipahami mengingat hadis dan sunah dua entitas yang sama sama menjadi rujukan kedua dalam beragama Islam. Karena posisinya yang demikian sentral, maka tidak heran apabila sering terjadi kontrofersi dikalangan para pembahasnya. Fazlur Rahman sebagai salah seorang intelektual muslim yang kritis berusaha menetralisir adanya perdebatan tersebut dengan menawarkan sebuah pemikiran kritis tentang entitas hadis dan sunah. Tawaran Rahman tersebut mampu menjadi salah satu model pemikiran yang selama itu sering mengalami kebuntuan. Rahman bukan saja mampu memberikan penjelasan yang utuh tentang hakikat hadis dan sunah, tetapi juga menjelaskan posisi keduanya dari sisi asal muasalnya, dalam praktik keseharian, akibat yang muncul setelahnya dan keberadaanya sekarang.
MENGENAL TUNTAS SELUK-BELUK PERIWAYATAN HADIS Kusroni, Kusroni Kusroni
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 2, No 2 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3142

Abstract

Hadis merupakan sumber primer kedua setelah al-Qur’an dalam patokan pengambilan hukum Islam. Sebagai sumber primer, tentu banyak aturan yang diberlakukan dalam penentuan validitas sebuah hadis. Ada banyak hal yang harus dikaji dalam memahami hadis, baik dalam aspek sistem transmisi (sanad)- nya, maupun konten (matan)-nya. Tulisan ini berbicara secara tuntas mengenai seluruh aspek dalam hadis dan proses periwayatannya, mulai dari proses dan bentuk-bentuk periwayatan, periwayatan hadis secara maknawi, dan juga membahas tentang peran serta kaum perempuan dalam proses periwayatan hadis. Dalam sejarahnya, periwayatan hadis secara makna menuai respon pro dan kontra dari para ulama. Fakta sejarah juga mengemukakan bahwa kaum perempuan mempunyai andil yang cukup besar dalam proses penyebaran dan periwayatan hadis Nabi Muhammad saw.
METODE KRITIK ABU H{AFS{ UMAR BIN ALI AL-BAS{RI AL-FALLA>S TERHADAP PARA PERAWI HADIS Masruri, Ulin Niam
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 1, No 1 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i1.1229

Abstract

Abstract Activities  of hadith criticism have already been running  in the era of the Prophet. However, the criticisms are still very limited. In the next period, this activity develops after an unstable political and social conditions after the murder of Caliph Us}ma>n bin Affa>n in the year 36 H. The experts increasingly sharpen criticism of hadith narrators to fortify the traditions of counterfeiting of people who seek profit in order political interests. This article discusses the critic figure Imam al-Falla> s in criticizing the narrator of traditions with an objective approach so that the hadith experts who live afterwards make it as a reference. And, not surprisingly, Imam Bukhari narrated the hadith through him.
Epistemologi Hadis (Kajian Tingkat Validitas Hadis Dalam Tradisi Ulama Hanafi) Shofiyyuddin, Shofiyyuddin
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 2, No 1 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i1.2035

Abstract

Artikel ini mengelaborasi secara mendalam tentang epistemologi hadis dalam presepektif ulama Hanafi, menelusuri tentang kebenaran informasi masa lalu, menelusuri tentang klasifikasi kebenaran hadis dalam tingkatan kebenaran dari yang paling valid ke tingkat kebenaran yang paling rendah.Penelitian ini secara khusus membandingkan tingkatan kebenaran dalam pendapat para ulama Hanafi. Ulama Hanafi membagi tingkat kebenaran dalam tiga klasifikasi; kebenaran yang sifatnya ilmu al yaqin yaitu kebenaran mutawatir sehingga hadis yang memenuhi kriteria ini disebut hadis mutawatir. kebenaran yang membawa tuma’ninatul qulb, sehingga hadis yang memenuhi kriteria ini disebut hadis masyhur. dan kebenaran yang bisa saja salah atau benar sehingga hadis yang memenuhi kriteria ini disebut dengan hadis ahad.
PERBEDAAN ANTARA HADIS MUDALLAS DAN MURSAL ZULHAM QUDSY FARIZAL ALAM Alam, Zulham
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1811

Abstract

Ilmu hadist adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan. Hadis ataupun sunnah Rasul merupakan pedoman dan tuntunan bagi umat islam setelah Al-quran. Rasulullah juga memberi motivasi bagi umatnya untuk mendengar dan meriwayatkan hadits. Hadist yang dapat dijadikan hujjah adalah hadist yang memenuhi persyaratan shohih yang meliputi memiliki sanad hingga kepada Nabi saw, rawinya ‘adil dan dhabith, tidak mengandung syadz, dan tidak ada illah.Namun yang jadi permasalahan adalah ternyata disana banyak sekali hadits-hadits dha’if yang tidak bisa dijadikan hujjah. Kedhoifan hadits disebabkan oleh berbagai macam sebab, diantaranya adalah cacat dalam sanadnya. Hadits yang mengalami cacat sanad terbagi dalam lima macam yaitu hadits Mu’dlol, Munqathi, Mu’allaq, Mursal dan Mudalas. Jenis hadits mursal dan mudalaslah yang akan dibahas dalam artikel ini. Diharapkan dengan mengetahui ciri dan sifat dari hadits dhoif karena cacat sanadnya tersebut dapat membantu dalam penyeleksian hadits yang memang layak digunakan sebagai hujjah.
MENELISIK OTENTITAS KESEJARAHAN SUNNAH NABI (Studi atas Teori Common link dan Sanggahan Terhadapnya) Atabik, Ahmad
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1795

Abstract

Artikel ini akan mengeksplorasikan tentang otentitas kesejarahan Sunnah Nabi Saw. Di awal, penulis mencoba melacak otentitas kesejarahan hadis Nabi dengan menggali akar sejarah perekaman dan penulisan hadis Nabi dari generasi pertama Islam hingga dibukukannya hadis dalam bentuknya yang sistematis. Penulis juga akan menjelaskan konsep isnad hadis sebagai penghubung masa silam, dan mengungkap teori common link yang meragukan otentitas hadis-hadis yang mempunyai periwayatan yang menyendiri (infirad), serta kritik para sarjana muslim dan teori kebenaran filsafat terhadapnya. Secara khusus, penulis juga akan menjelaskan teori common link yang diprakarsai oleh Joseph Schacht dan dikembangkan oleh G.H.A. Juynboll, serta perdebatan mereka dengan M. Musthafa Azami tentang teori tersebut yang berimplikasi pada otentitas hadis-hadis Nabi dalam kitab-kitab hadis kanonik (al-kutub al-sittah dan al-kutub al-tis’ah). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendapatkan pengetahuan yang meyakinkan bahwa hadis sebagai bagian dari sejarah bisa diketahui secara otentik dengan menggunakan jembatan yang bisa mengantarkan kepada masa silam secara benar.
MENGGANDAKAN HARTA BENDA MENURUT AL-QUR’AN DAN SUNAH NABI Ahmad, Muhammad Shodiq
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 2, No 2 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3132

Abstract

Setiap manusia, siapapun orangnya, pasti menginginkan harta. Ketika belum memilikinya, maka ia berharap dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Dan bila sudah meraihnya, maka ia pun ingin menggandakannya lebih banyak, dan lebih bertambah lagi. Di mana-mana, banyak orang berlomba-lomba dan berpacu agar hartanya itu bisa digandakan lebih banyak lagi. Sehingga, manusia itu bila tidak dikendalikan nafsu dan ambisinya itu, maka akan liar dan tidak terkendali. Maka Islam (Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw) telah memberikan panduan dan pedoman yang jelas bagi pemeluknya untuk meraih harta dan bagaimana cara menggandakannya yang benar. Sebab, masih banyak manusia, termasuk umat islam yang tidak menghiraukan lagi akan halal dan haram harta yang dimiliki. Baik itu, wujud barangnya ataupun cara untuk mendapatkan harta tersebut.
PEMIKIRAN AL-QARDHAWI TENTANG METODE MEMAHAMI HADIS DENGAN MEMBEDAKAN ANTARA SARANA YANG BERUBAH DAN TUJUAN YANG TETAP DALAM HADIS Atabik, Ahmad
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 1, No 1 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i1.1225

Abstract

This article describes the thinking of al-Qaradhawi on methods to understand the hadith to distinguish between means and goals remain unchanged in the hadith. This article begins the biography setting of al-Qaradhawi. Al-Qaradhawi has the full name of Abdullah Yusuf al-Qaradhawi. Saft} Tura>b is the birthplace of al-Qaradhawi, a small village which is one of the beautiful villages of Egypt contained in Gharbiyah province, its capital is Tanta. The work of al-Qaradhawi’s “Kaifa Nata’a> mal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyya” is a magnum opus in the study of hadith. In this work, al-Qaradhawi sparked about the various methods and principles to understand the traditions of the Prophet with a proper understanding. Hadith as an interpretation of the Qur’an in the practice or application of Islamic teachings in a factual and ideal, has a way of a comprehensive, balanced and facilitating (taisi>r). In the end, this article specifically describes methods of al-Qaradhawi, and their application in examples of hadith of the Prophet. The purpose of writing this article is to understand the tradition, should be able to distinguish between means and goals or objectives. Most errors are usually considered. That is what should be the purpose of our guidance is not a means, which can be changed at any time.
SEJARAH SOSIAL HADIS NABI DI YOGYAKARTA (Studi Kasus Hadis Aqiqah:Era Pra dan Pasca Reformasi) Imron, Ali
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 2, No 1 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i1.1618

Abstract

Sejarah sosial hadis Nabi di Yogyakarta, khususnya hadis aqiqah dari era pra hingga pascareformasi dewasa ini, mengalami perkembangan yang berkesinambungan. Meski sejak era kerajaan Mataram narasi tentang aqiqah sudah disinggung dalam naskah jawa yang ditulis oleh Raden Tumenggung Cakraningrat (Patih Danureja VI) sekitar tahun 1892 dengan judul Kitab Anyaritakaken Penggawé Butuhaning Manusya Mungguhing Sarak, namun wacana aqiqah hanya berkembang di lingkungan keraton. Masyarakat awam masih belum banyak tahu. Hal ini terus terjadi pada era Orde Lama maupun Orde Baru. Hingga setelah reformasi bergulir, masyarakat mendapatkan informasikeagamaan dengan mudah, termasuk tentang syariat aqiqah. Masyarakat Yogyakarta pun mulai mengenal, melaksanakan, dan mengembangkannya dalam sesbuah tradisi. Aqiqah melalui proses akulturasi telah menjadi budaya Yogyakarta sejak terbitnya Perda Provinsi DIY No. Nomor 4 Tahun 2011TentangTata Nilai Budaya Yogyakarta secara resmi memasukkan upacara aqiqah (kekahan) sebagai salah satu budaya Yogyakarta. Aqiqah pun terus berkembang hingga menjadi bisnis. Di sini hadis aqiqah di Yogyakarta bukan hanya sekedar memebentuk sebuah sistem kebudayaan, tetapi juga menginspirasi lahir dan berkembangnya bisnis-bisnis ekonomi.
PERSATUAN UMAT: Telaah Ma’anil Hadis Hidayat, Aat
RIWAYAH Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1807

Abstract

Abstrak